Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku anak sekolah dasar daerah tertinggal tentang pemeliharaan kesehatan gigiUnderdeveloped area elementary school children’s behaviour towards dental health care Rama, Sonia; Suwargiani, Anne Agustina; Susilawati, Sri
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.664 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i2.18574

Abstract

Pendahuluan: Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi merupakan kegiatan individu untuk mencegah terjadinya penyakit karies dan periodontal yang terbentuk dari pengetahuan, sikap dan tindakan. Usia sekolah merupakan usia yang tepat untuk membiasakan anak melakukan pemeliharaan kesehatan gigi sedini mungkin.  Penelitian ini bertujuan untuk menilai perilaku anak sekolah dasar mengenai pemeliharaan kesehatan gigi di daerah tertinggal di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada subpopulasi di daerah tertinggal, dengan pengambilan sampling total. Data diambil dari 76 anak sekolah dasar SDN Mekarjaya Kabupaten Bandung dengan menggunakan kuesioner terkalibrasi. Hasil: Perilaku anak  terbentuk dari tiga komponen yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pemeliharaan kesehatan gigi. Dari keseluruhan total responden, 52,63% memiliki pengetahuan kurang, 72,37% memiliki sikap yang kurang dan 72.37 % memiliki tindakan yang kurang. Simpulan: Perilaku anak sekolah dasar di daerah tertinggal menunjukkan pengetahuan, sikap dan tindakan yang kurang tentang pemeliharaan kesehatan gigi. ABSTRACTIntroduction: Dental health behaviour is activities undertaken by individu to prevent caries and periodontal diasese, comprises of knowledge, attitude and practice. Elementary school age is the golden time to teach children in early life how to perform dental health care. The purpose of this study was to assess the level of dental knowledge, attitude and practice among elementary school children in underdeveloped suburban region. Methods: A cross-sectional study was carried out in a subgroup of population, with total sampling. Data were collected from 76 children studying in SDN Mekarjaya Kabupaten Bandung. Guided interviewed and callibrated questionnaires were employed. Result: The study showed that the majority of children in this underdeveloped suburban area had knowledge, attitude, and practice of 52.63%, 72.37%, and 72.37%, respectively. Conclusion: Children at school age in underdeveloped area had poor dental health behaviour.Keywords: Behaviour, dental health care, children, elementary school, underdeveloped area.
Perubahan pengetahuan setelah edukasi foto ronsen di bidang kedokteran gigi pada siswa Sekolah Menengah Atas menggunakan media animasi Nur Alya Nazerin; Lusi Epsilawati; Anne Agustina Suwargiani
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 2, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v2i2.21428

Abstract

Pendahuluan: Radiografi gigi merupakan salah satu pemeriksaan wajib yang digunakan di kalangan dokter gigi untuk membantu dalam menentukan diagnosis yang tepat dalam rongga mulut. Namun, radiografi gigi menghasilkan bahaya yang tidak terduga yaitu radiasi sinar-X yang memberi dampak buruk ke tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pengetahuan setelah edukasi radiografi gigi di kalangan siswa SMAN 1 Cipatat menggunakan media animasi. Metode:Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif. 32 siswa kelas VI MIPA 2 di SMAN 1 Cipatat dipilih menjadi responden berdasarkan teknik total sampling. Perubahan pengetahuan setelah edukasi menggunakan media animasi diukur dengan memberikan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil: Perubahan pengetahuan setelah menerima pendidikan radiografi gigi yang 24 responden (75%) meningkat karena mereka memperhatikan selama pendidikan dan memiliki perilaku yang menentukan untuk belajar. Selain itu,6 responden  (18.75%) tidak mengalami perubahan pengetahuan radiografi gigi. Simpulan: Adanya peningkatan pengetahuan radiografi gigi yang signifikan setelah edukasi menggunakan media animasi.Kata kunci: Pengetahuan, radiologi kedokteran gigi, edukasi, media animasi
Pengalaman karies, penyakit periodontal, dan keadaan sistemik pada ibu hamilCaries experience, periodontal disease, and systemic conditions of pregnant women Revi Sarah Fadhilah; Anne Agustina Suwargiani; Netty Suryanti
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 6, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v6i1.28475

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kehamilan akan memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan wanita. Selama kehamilan, terjadi beberapa perubahan sistemik seperti perubahan hormon dan sistem imun yang dapat meningkatkan kerentanan ibu hamil terhadap penyakit gigi dan mulut seperti karies dan penyakit periodontal. Perubahan tersebut dapat juga menimbulkan komplikasi pada ibu hamil seperti timbulnya penyakit sistemik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman karies, penyakit periodontal, dan keadaan sistemik pada ibu hamil. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 ibu hamil. Variabel pengalaman karies diukur menggunakan indeks DMF-T. Penyakit periodontal diukur menggunakan Community Periodontal Index, dan keadaan sistemik diambil dari rekam medis. Hasil: Indeks DMF-T ibu hamil 9,9 termasuk kategori sedang, Hasil CPI yaitu periodontal sehat 0%, perdarahan gusi 2%, kalkulus 84%, poket 4–5 mm 14%, poket ≥6 mm 0%. Keadaan sistemik ibu hamil 70% sehat, 18% anemia, dan 12% hipertensi. Simpulan: Pengalaman karies ibu hamil berada pada kriteria sedang, sedangkan penyakit periodontal paling banyak adalah gingivitis. Keadaan sistemik ibu hamil paling banyak ditemukan dalam keadaan sehat dan hanya terdapat sedikit ibu hamil yang memiliki penyakit sistemik seperti anemia dan hipertensi.Kata kunci: ibu hamil; indeks DMF-T; Community Periodontal Index; keadaan sistemik ABSTRACT Introduction: Pregnancy will affect almost every aspect of a woman’s life. During pregnancy, there are several system-ic changes such as hormonal and immune system changes that can increase the susceptibility of pregnant women to oral diseases such as caries and periodontal disease. These changes can also cause complications in pregnant women, such as the emergence of systemic diseases. This study aimed to determine the caries experience, periodontal disease, and systemic conditions of pregnant women. Methods: A descriptive cross-sectional study with a purposive sampling technique was conducted on 50 pregnant women. The caries experi-ence variable was measured using the DMF-T index; periodontal disease was measured using the Community Periodontal Index; systemic conditions were taken from medical records. Results: DMF-T index of pregnant women (9.9) was in the moderate category; CPI results were 0% healthy periodontal, 2% gingival bleeding, 84% calculus, 14% 4-5 mm pocket, 0% 6 mm pocket. The systemic condition of pregnant women was 70% healthy, 18% anaemic, and 12% hypertension. Conclusions: The caries experience of pregnant women is in moderate criteria, while gingivitis is the most common periodontal disease. The systemic condition of pregnant women is mainly healthy, while there are only a few pregnant women with systemic diseases such as anaemia and hypertension.Keywords: pregnant women; DMF-T index; Community Periodontal Index (CPI); systemic conditions
Perbedaan risiko karies pada anak usia 6-7 tahun antara dua Sekolah Dasar di daerah Jatinangor Sita Aulia; Anne Agustina Suwargiani; Sri Susilawati
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 2, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v2i1.21431

Abstract

Pendahuluan: Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin yang erat hubungannya dengan konsumsi makanan yang kariogenik. Masalah utama kesehatan gigi dan mulut di Indonesia adalah karies gigi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menanggulangi masalah karies yaitu dengan penilaian risiko karies. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan risiko karies pada anak usia 6-7 tahun di SDN Cibeusi dan SDN Sirnagalih daerah Jatinangor agar dapat melakukan perawatan dan pencegahan dini. Metode Penelitian: Metode penelitan adalah cross sectional jenis penelitian analitik. Pengambilan sampel dengan cara “total sampling” dan menggunakan kuisioner risiko karies dari AAPD. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Penelitian dilakukan pada anak usia 6-7 tahun di SDN Cibeusi dan SDN Sirnagalih daerah Jatinangor dengan menggunakan kuisioner. Hasil: Hasil penelitian didapat 122 responden pada anak usia 6-7 tahun menunjukkan bahwa risiko tinggi pada SDN Cibeusi 55,74%, risiko sedang 21,31%, risiko rendah 22,95% sedangkan risiko tinggi pada SDN Sirnagalih 67,21%, risiko sedang 11,48%, risiko rendah 21,31%. Simpulan: Simpulan penelitian yaitu menunjukkan bahwa risiko karies usia 6-7 tahun di SDN Cibeusi dan SDN Sirnagalih berisiko tinggi dan tidak terdapat perbedaan risiko karies yang signifikan antara SDN Cibeusi dan SDN Sirnagalih dengan tingkat risiko kariesKata kunci: Penilaian risiko karies, anak, usia 6-7 tahun
Indeks DMF-T dan def-t pada anak di Sekolah Dasar Negeri Puspita Kania Dewi; Dudi Aripin; Anne Agustina Suwargiani
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 1, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v2i2.22311

Abstract

Pendahuluan: Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling sering dijumpai pada masyarakat . Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Masalah utama dalam rongga mulut anak sampai saat ini adalah karies gigi, sehingga masalah kesehatan gigi dan mulut menjadi perhatian penting dalam usaha pembangunan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia rentan sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran indeks DMF-T dan def-t pada anak di SDN Mekarjaya. Metode: Jenis penelitian deskriptif. Sampel diambil dengan teknik total sampling di SDN Mekarjaya dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 69 anak. Hasil: Gambaran indeks DMF-T pada anak SDN Mekarjaya memiliki nilai sebesar 2,8, dan gambaran indeks def-t yang diperoleh menunjukan angka 7,04. Simpulan: Indeks DMF-T menurut WHO termasuk ke dalam kategori sedang, dan gambaran indeks def-t yang diperoleh termasuk kedalam kategori yang tinggi.Kata kunci: Karies, Indeks DMF-T, Indeks def-t
Perbedaan risiko karies pada anak usia 11– 2 tahun antara dua Sekolah Dasar di Jatinangor Putri Sundari; Anne Agustina Suwargiani; Riana Wardani
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 2, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v3i1.21432

Abstract

Pendahuluan: Risiko karies adalah kemungkinan berkembangnya karies pada individu atau terjadinya perubahan status kesehatan yang mendukung terjadinya karies pada suatu periode tertentu. Risiko karies bervariasi pada setiap individu tergantung pada keseimbangan faktor pencetus dan penghambat terjadinya karies. Tujuan penelitian adalah mengetahui ada atau tidaknya perbedaan risiko karies pada anak usia 11 – 12 tahun di SDN Sirnagalih dan SDN Cibeusi. Metode: Jenis penelitian ini merupakan analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling, dan risiko karies diukur dengan caries risk assessment tool (CAT) dari American Academy of Pediatric Dentistry. Hasil: Sampel penelitian berjumlah 168 anak berusia 11 – 12 tahun yang bersekolah di SD Negeri Sirnagalih, dan SD Negeri Cibeusi, jatinangor. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata responden memiliki risiko karies yang sedang. Perhitungan secara statistik menggunakan uji Man-Whitney Test didapatkan nilai Zhitung= -3,21 dan p-value sebesar 0,0013. Simpulan: Terdapat perbedaan risiko karies pada anak usia 11 – 12 tahun di SDN Sirnagalih dan SDN Cibeusi, jatinangor.Kata kunci: Risiko karies, penilaian risiko karies, caries risk assessment tool (CAT), American Academy of Pediatric Dentistry, anak
Pengalaman karies dan status periodontal pada ibu hamilCaries experience and periodontal status of pregnant women Ajeng Pinanty; Anne Agustina Suwargiani; Sri Susilawati
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i1.24847

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada beberapa anggota tubuh, termasuk rongga mulut. Kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan sangat perlu dijaga, agar ibu hamil terhindar dari peningkatan resiko terjadinya karies dan penyakit periodontal. Upaya ini akan menghindari terjadinya resiko yang menyebabkan prematur dan kelahiran berat bayi lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman karies dan status periodontal ibu hamil agar dapat melakukan perawatan dan pencegahan dini. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan teknik survei. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang dan sedang memeriksakan kehamilannya ke poli KIA Puskesmas Sukajadi Bandung. Pengambilan responden menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 65 ibu hamil di Puskesmas Sukajadi Bandung. Pengalaman karies diukur dengan indeks DMFT, status periodontal dengan Community Periodontal Index (CPI). Hasil: Indeks DMF-T ibu hamil sebesar 6,82. Hasil CPI yaitu periodontal sehat 3,08%, perdarahan gusi 1,54%, terdapat kalkulus 26,15%, poket 4–5 mm 63,08%, poket  ≥ 6 mm 6%. Simpulan: Pengalaman karies pada ibu hamil termasuk pada kriteria rendah, sedangkan status jaringan periodontal yang paling banyak ditemui pada ibu hamil di Puskesmas Sukajadi yaitu terdapat poket 4-5 mm.Kata kunci: Ibu hamil, indeks CPI, indeks DMFT, Puskesmas. ABSTRACTIntroduction: Pregnancy can cause changes in the body, including the oral cavity. Dental and oral health during pregnancy is essential to reduce the risk of caries and periodontal disease. This effort is expected to prevent the risk of premature birth and low birth-weight babies. This study was aimed to determine the caries experience and periodontal status of pregnant women to obtain early treatment and prevention. Methods: Descriptive method using a survey technique was used in this study. The population of this study were all pregnant women who came and checked their pregnancy to the Maternal and Child Health Centre of Sukajadi Community Health Centre Bandung. A total sample of 65 pregnant women at Sukajadi Community Health Centre Bandung was obtained through purposive sampling. The caries experience and periodontal status was measured using the DMFT index and Community Periodontal Index (CPI), respectively. Results: Pregnant women showed DMF-T index of 6.82, the CPI state showed healthy periodontal status with 3.08% of gingival bleeding, 1.54% of calculus, 26.15% of 4-5 mm pocket, and 63.08% of ≥ 6 mm pocket. Conclusion: Caries experience in pregnant women at the Sukajadi Community Health Centre is categorised as low. At the same time, the presence of 4-5 mm pockets is most commonly found in the periodontal status of pregnant women.Keywords: Pregnant women, CPI index, DMFT index, Community Health Centre.
Pengalaman karies dan tingkat nyeri pada gigi akibat karies pada ibu hamilCaries experience and level of caries-induced dental pain in pregnant women Melissa Afifah; Gilang Yubiliana; Anne Agustina Suwargiani
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 6, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v6i1.28474

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan merupakan keadaan ketika seorang ibu sedang mengandung janin di dalam perutnya. Selama masa kehamilan, ibu hamil biasanya mengalami beberapa perubahan pada tubuhnya, seperti perubahan psikologis dan hormonal. Perubahan tersebut dapat memicu munculnya penyakit gigi dan mulut seperti karies. Karies pada ibu hamil dapat menimbulkan rasa nyeri dengan intensitas yang berbeda. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengalaman karies dan tingkat nyeri pada gigi yang dirasakan oleh ibu hamil di Puskesmas Garuda. Metode: Jenis penelitian bersifat deskriptif cross-sectional. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel consecutive sampling. Penentuan jumlah sampel berdasarkan rumus Lemeshow sebanyak 50 ibu hamil. Pengukuran tingkat nyeri menggunakan Verbal Rating Scale (VRS) dengan bantuan Mnemonik PQRST yang terdiri dari Palliative, Quality, Regio, Subject dan Temporal dalam bentuk kuesioner serta pemeriksaan indeks DMF-T. Hasil: Hasil nilai DMF-T sebesar 7,26 dan masuk ke dalam kategori rendah serta persentase hasil tingkat nyeri pada ibu hamil menunjukkan sebanyak 30 orang (60%) tidak merasakan nyeri, sebanyak 11 orang (22%) merasakan nyeri ringan, sebanyak 8 orang (16%) merasakan nyeri sedang dan 1 orang (2%) merasakan nyeri berat.  Simpulan: Pengalaman karies yang diukur melalui indeks DMF-T termasuk ke dalam kategori rendah dan ibu hamil tidak merasakan nyeri pada gigi akibat karies dengan kriteria keparahan rendah.Kata kunci: indeks dmf-t; karies; nyeri gigi; ibu hamil ABSTRACTIntroduction: Pregnancy is a state when a woman carries a foetus in her womb. During pregnancy, women usually experience several changes in their bodies, such as psychological and hormonal changes. These changes can lead to the emergence of oral diseases such as Caries. Caries in pregnant women can induce dental pain with different intensities. The purpose of this study was to determine the caries experience and the level of caries-induced dental pain in pregnant women at the Garuda Community Health Centre. Methods: A descriptive cross-sectional research with a consecutive sampling method. Determination of the number of samples was carried out with the Lemeshow formula, resulted in 50 pregnant women. Dental pain level was measured using the Verbal Rating Scale (VRS) with the assistance of PQRST mnemonics consisting of Palliative, Quality, Region, Subject and Temporal in the form of a questionnaire and examination of the DMF-T index. Results: The DMF-T value was 7.26, which was included in the low category. In addition, the percentage of the pain level of pregnant women were no pain in 30 individuals (60%), mild pain in 11 individuals (22%), moderate pain in 8 individuals (16%), and severe pain was only found in 1 pregnant woman (2%). Conclusions: The caries experience of pregnant women as measured by the DMF-T index, is in a low category, and most of them feel no caries-induced dental pain with low severity criteria.Keywords: DMF-T index; caries; dental pain; pregnant women
Pengaruh pelatihan pemeliharaan kesehatan gigi pada guru sekolah dasar sistem full day terhadap perubahan status kebersihan mulut siswa Anne Agustina Suwargiani; Riana Wardani; Netty Suryanti; Asty Samiaty Setiawan
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 3, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.748 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.12464

Abstract

Effect of dental care training on primary full day school teachers towards student’s oral hygiene status alteration. Elementary School age is the most appropriate age of having proper toothbrush technique teaching, because at this age children are entering mixed dentition period, so they should be able to do proper toothbrush technique. The practice of brushing teeth in full-day system elementary school is fundamental because most of the student’s time was spent in school, and they were also having lunch there, so the students should have been able to maintain the health of their teeth, which can only be implied with active role of teachers. The objective of this study was to analyze the effect of dental care training towards student’s oral hygiene status alteration. The method of this research was mixed methods that consisted of quantitative research phase that was done by providing questionnaires about knowledge, attitudes and behaviours of teachers after toothbrushing training, and the student’s toothbrushing skill that was measured through the oral hygiene status (OHIS green Vermillion). Whilst the phase of qualitative research was done by observation using observation checklist to identied the inhibiting factors of delivering the training results to the students. The sampling technique was total sampling, with all the teachers were taken as samples. The results from linear regression test showed that there was a moderate relation between the training effect towards student’s oral hygiene status alteration (R : 0.43). The contribution percentage of teacher’s knowledge, attitude and action variable used in the research model was seen on R square value that was 18.5%, whilst on the value of 81.5% was inuenced by other variables not included in the research. This value was the result of students’ variety perceptions about toothbrushing; the unconducive situation of the classrooms; difculties of teachers to delivered the counselling materials; teacher’s feeling of knowledge limitations; and forgetfulness of the usage of the dental model replica. There was a signicant effect of the action towards the oral hygiene status of the students, but there was no signicant inuence of knowledge and attitude towards the oral hygiene status of the students. Conclusions: Dental care training on full-day primary school teachers did not signicantly change their knowledge and attitude of toothbrushing, but continuous and proper practice after training, however, gave signicant effect on student’s oral hygiene status. Inhibiting factors of alteration were coming from internal environment of both teachers and students, and also due to lack of facilities. ABSTRAKUsia Sekolah Dasar merupakan usia yang tepat untuk mengajarkan teknik menyikat gigi  yang  baik  dan  benar, karena pada usia ini anak sedang dalam memasuki periode gigi campuran  dan sudah harus mampu menyikat  gigi baik dan benar. Penerapan penyikatan gigi di Sekolah Dasar dengan sistem full day sangat diperlukan, mengingat waktu anak di sekolah lebih lama dan melewati waktu makan siang sehingga anak harus mampu menjaga kesehatan giginya sendiri. Penerapan tersebut sangat membutuhkan peran guru. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh pelatihan penyikatan gigi pada guru terhadap status kebersihan mulut siswa. Mixed methode terdiri dari tahap penelitian kuantitatif dengan pemberian kuisioner pengetahuan, sikap dan tindakan guru setelah pelatihan penyikatan gigi dan keterampilan menyikat gigi siswa diukur melalui status kebersihan mulut (OHIS green Vermillion) dan tahap penelitian kualitatif dengan melakukan observasi menggunakan cek list observasi untuk mengetahui faktor penghambat transfer hasil pelatihan pada siswa. Metode penelitian deskriptif analitik. Sampel penelitian diambil dari seluruh populasi, dimana semua guru diambil sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian melalui uji korelasi linier menunjukkan hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap status kebersihan gigi dan mulut adalah sedang (R:0.43). Prosentase sumbangan variabel pengetahuan, sikap dan tindakan guru yang digunakan dalam model terlihat pada nilai R square yaitu sebesar 18,5%, sedangkan sisanya sebesar 81,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian. ada pengaruh signikan tindakan terhadap status kebersihan mulut siswa, namun tidak ada pengaruh secara signikan pengetahuan dan sikap terhadap status kebersihan mulut siswa. Faktor internal guru dan siswa serta faktor eksternal berupa penyediaan fasilitas. Simpulan penelitian mixed methode ini adalah pelatihan penyikatan gigi pada guru sekolah dasar sistem full day berpengaruh sebesar 18,5%, terhadap status kebersihan mulut siswa. Faktor penghambat menerapkan hasil pelatihan yaitu faktor internal dan eksternal guru dan siswa.
Perilaku orang tua terhadap pemeliharaan kesehatan gigi anak pada Sekolah Dasar Negeri MekarjayaParents' behaviour on the children's oral health care at Mekarjaya State Elementary School Adhya Rizaldy; Sri Susilawati; Anne Agustina Suwargiani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.163 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i2.18577

Abstract

Pendahuluan: Orang tua sangat mendasari terbentuknya perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Orang tua dianggap memiliki pengetahuan untuk mengajarkan anaknya berbagai hal dasar mengenai menjaga kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku orang tua tentang pemeliharaan kesehatan gigi pada anak Sekolah Dasar Negeri Mekarjaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif dengan metode survei berupa pengisian kuisioner. Metode pengambilan menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Sampel merupakan orang tua (Ibu) murid SDN Mekarjaya yang berjumlah 55 orang. Hasil: Perilaku orang tua tentang pemeliharaan kesehatan gigi pada anak yang meliputi pengetahuan adalah sebesar 55% termasuk dalam kategori kurang baik, sikap sebesar 77,37% termasuk dalam kategori baik, dan tindakan sebesar 75,38% termasuk dalam kategori baik. Simpulan: Perilaku orang tua tentang pemeliharaan kesehatan gigi pada anak Sekolah Dasar Negeri Mekarjaya yang meliputi pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi memperlihatkan hasil yaitu kurang baik sedangkan sikap dan tindakan dikategorikan baik.Kata kunci: Perilaku, orang tua, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. ABSTRACTIntroduction: Parents strongly underlie the formation of children’s oral health care behavior. Parents are considered to have the knowledge to teach their children various basic things about maintaining a healthy body. This study aims to determine the description of parents’ behavior about dental health maintenance in children of Mekarjaya State Elementary School. Methods: This research is a descriptive research with a survey method in the form of filling out a questionnaire. The retrieval method uses saturated sampling technique (total sampling). The sample is the parents (Mothers) of 55 Mekarjaya Elementary School students. Result: Parents’ behavior about dental health maintenance in children which includes knowledge is 55% included in the unfavorable category, attitudes of 77.37% are in the good category, and actions of 75.38% are in the good category. Conclusion: Parents’ behavior about dental health maintenance in children of Mekarjaya Elementary School which includes knowledge of dental health maintenance shows results that are not good while attitudes and actions are categorized as good.Keywords: Behaviour, parents, oral health care.
Co-Authors Adhya Rizaldy Ajeng Pinanty Andiesta, Niekla Survia Anna Muryani Arcynthia Widya Rahmayanti Arista, Stevi Mega Arlette Suzy Puspa Pertiwi Asty Samiati Setiawan, Asty Samiati Asty Samiaty Setiawan Asty Samiaty Setiawan, Asty Samiaty Azizah, Mutiara Nuraini Azzahra, Syahla Fatimah Cucu Zubaedah Cucu Zubaedah, Cucu Dewi Zakiawati, Dewi Djuastina, Nina Dudi Aripin Elfarisi, Revina Nadya Ernata, Rissa Zharfany Erry Mochamad Arief, Erry Mochamad Euis Julaeha Fajri, Raiandri Fidya Meditia Putri Fidya Meditia Putri, Fidya Meditia Gilang Yubiliana Gilang Yubiliana Gilang Yubiliana Gita Gayatri, Gita Granidya Rosa Atlantika, Granidya Rosa Gustabella, Monica Irvania Hamdani, Ardena Maulidia Heriasti, Maudina Dwi Indra Mustika Setia Pribadi Indra Mustika SP, Indra Inesh Zuria Artika Inne Suherna Sasmita Jasrin, Tadeus Arufan Jasrin, Tadeus Arufan Jasrin, Tadeus Arufan Kadir, Rahimah Abdul Kadir, Rahimah Binti Abdul Kusumah, Azka Mudhiarahmi Laela, Dewi Sodja Lisda Damayanti Lusi Epsilawati Marhazlinda, Jamaludin Maulidia, Ardena Hamdani Meirina Gartika Melissa Afifah Mohd Yusof, Zamros Yuzadi Monica Irvania Gustabella Muhammad Abdul Halim Muhibat, Sjazili Mutia Rizki Rahmayani Myrna Nurlatifah Zakaria, Myrna Nurlatifah Naninda Berliana Pratidina Netty Suryanti Niekla Survia Andiesta Nugraha, Rega Mahesa Nunung Rusminah Nur Alya Nazerin Nurayni Tri Hapsari, Nurayni Tri Nury Raynuary Pasaribu, Melania Theresia Permata, Ardita Dyna Puspita Kania Dewi Putri Sundari Putri, Tarisya Permata Raisya Aurellia Putri LESMANA Rama, Sonia Ramadhani, Mochamad Nur Raynuary, Nury Revi Sarah Fadhilah Revina Nadya Elfarisi Riana Wardani Rinaldy, Efru Risti Saptarini Primarti Rizaldy, Adhya Rizqi, Dikkara Sanjaya, Azlina Nuur Setiawan, Asty S Sita Aulia Siti Nadira Aisyah Sonia Rama Sri Mulyanti Sri Susilawati Suherlan, Maudy Ahadya Putri Sukmasari, Susi Sunardhi Widyaputra Sundus Maysun Suryanto, Shenny Shefira Susilo, Fania Syakira Tadeus Arufan Jasrin Tadeus Arufan Yasrin, Tadeus Arufan Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Wihardja, Rosilawati Yanti Rusyanti, Yanti Yolanda Yolanda, Yolanda Yubiliani, Gilang