Claim Missing Document
Check
Articles

Indeks PUFA pada ibu hamil yang datang ke Puskesmas Puter, Bandung, IndonesiaPUFA index of pregnant women who came to the Puter Community Health Centre, Bandung, Indonesia Nury Raynuary; Anne Agustina Suwargiani; Netty Suryanti
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.12 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i2.18572

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut yang buruk pada ibu hamil dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan janin. Indeks yang digunakan untuk menilai akibat klinis dari karies yang tidak dirawat yaitu Indeks PUFA yang mencatat keparahan karies gigi dengan keterlibatan pulpa (P), ulser akibat trauma dari gigi (U), fistula (F) dan abses (A). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria Indeks PUFA pada ibu hamil di Puskesmas Puter Bandung. Metode: Penelitian deskriptif dengan metode survei dan pengambilan sampel yang dilakukan dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel penelitian 96 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Puter Bandung. Data diperoleh dengan cara pemeriksaan klinis terhadap rongga mulut ibu hamil dan dicatat pada formulir pemeriksaan untuk Indeks PUFA lalu diolah dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Sebanyak 90,95% hasil penelitian menunjukkan subjek dengan komponen P, sebanyak 6,38 komponen U, sebanyak 2,12% komponen F, dan sebanyak 0,53 komponen A. Simpulan: Mayoritas ibu hamil di Puskesmas Puter memiliki indeks PUFA dengan kategori buruk.Kata kunci: Indeks PUFA, karies tidak terawat, ibu hamil. ABSTRACTIntroduction: Poor oral and dental health in pregnant women can have a negative impact on fetal development. The index used to assess the clinical consequences of untreated caries is the PUFA Index which records the severity of dental caries with pulp involvement (P), ulcer due to trauma from the tooth (U), fistula (F) and abscess (A). This study aims to determine the PUFA Index criteria for pregnant women in Bandung Puter Health Center. Methods: Descriptive research with survey and sampling methods carried out by simple random sampling technique. The number of samples of the study were 96 pregnant women who came to have a pregnancy check up at the Bandung Puter Health Center. Data obtained by clinical examination of the oral cavity of pregnant women and recorded on the examination form for the PUFA Index then processed and presented in table form. Result: A total of 90.95% of the results showed subjects with component P, as many as 6.38 components of U, as much as 2.12% of component F, and as many as 0.53 components of A. Conclusion: The majority of pregnant women in Puter Health Center had a PUFA index with bad category.Keywords: PUFA index, untreated caries, pregnant women.
Pengalaman karies dan kesehatan periodontal serta kebutuhan perawatan ibu hamilCaries experience, periodontal health, and oral treatment needs of pregnant women Anne Agustina Suwargiani; Indra Mustika Setia Pribadi; Wahyu Hidayat; Riana Wardani; Tadeus Arufan Jasrin; Cucu Zubaedah
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.191 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i1.16282

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi Ibu hamil  sangat perlu dijaga, untuk menghindarkan terjadinya infeksi pada gigi dan gusi. Upaya ini akan menghindarkan dari infeksi yang berisiko yang menyebabkan prematur dan kelahiran berat bayi lahir rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengalaman karies dan kesehatan periodontal dan kebutuhan perawatan ibu hamil. Metode: Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang datang ke Klinik Cantik Banjaran Bandung. Sampel penelitian yaitu ibu hamil yang bersedia menjadi subjek penelitian dan tidak mempunyai kelainan sistemik. Teknik pengambilan sampel adalah convinience sampling. Variabel penelitian pengalaman karies diukur dengan indeks DMFT, Kebutuhan perawatan karies adalah perhitungan kebutuhan perawatan berdasarkan penilaian persen kebutuhan perawatan dan kebutuhan perawatan periodontal diukur dengan indeks Community Periodontal Index and Treatment Needs (CPITN). Analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi relatif. Hasil: Indeks DMFT ibu hamil 4,4 termasuk kriteria sangat rendah. Hasil CPITN yaitu periodontal sehat 0%; bleeding on probing (BOP), 43%; kalkulus, 53%; poket 4-5 mm, 3,3%; poket 6 mm, 0%. Kebutuhan perawatan gigi berlubang pada ibu hamil 30,9%. Kebutuhan perawatan jaringan periodontal diperlukan pada semua ibu hamil, berupa perbaikan oral hygiene 43%, perbaikan oral hygiene dan skeling 56%, Simpulan: Pengalaman karies ibu hamil pada kriteria sangat rendah, sedangkan kondisi jaringan periodontal ibu hamil semuanya memerlukan perawatan jaringan periodontal tetapi bukan perawatan periodontal kompleks.Kata kunci: Ibu hamil, indeks DMFT, indeks CPITN. ABSTRACTIntroduction: The oral health of pregnant women needs to be maintained to avoid infection of the teeth and gums. This effort will avoid dangerous infections that can cause premature and low birth weight babies. The purpose of this study was to determine the caries experience, periodontal health, and the oral treatment needs of pregnant women. Methods: The research method was descriptive. The study population was pregnant women who came to the Cantik Clinic of Banjaran, Bandung, whom willing to be the subject of research with no systemic abnormalities. The sampling technique was convenience sampling. The caries experience was measured by DMFT index. Caries treatment needs were the calculation of treatment needs based on the assessment of general and periodontal treatment needs to be measured by the Community Periodontal Index and Treatment Needs (CPITN) index. Data analysis used was the relative frequency distribution. Results: DMFT index of pregnant women was 4.4, included in the very low criteria. CPITN index measurement results were 0% healthy periodontal; 43% bleeding on probing (BOP); 53% calculus; 3.3% pocket of 4-5 mm; and 0% 6 mm pocket. General treatment needs of pregnant women mostly were tooth decay treatment (30.9%). Periodontal treatment needs were needed for all pregnant women, in the form of oral hygiene improvement only (43%), oral hygiene improvement and scaling (56%). Conclusion: The caries experience of pregnant women was very low, while the periodontal conditions require a non-complex periodontal treatment.Keywords: Pregnant women, DMFT Index, CPITN index.
Kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup anak usia 4-5 tahun di Desa CilayungOral health related to the quality of life of children aged 4 - 5-years-old in Cilayung Village Revina Nadya Elfarisi; Sri Susilawati; Anne Agustina Suwargiani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 30, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.065 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v30i3.18509

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut anak usia 4-5 tahun penting untuk diperhatikan. Masalah kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman sehingga berdampak negatif pada kualitas hidup anak. Kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup anak usia 4-5 tahun diukur dengan menggunakan instrumen Early Childhood Oral Health Impact Scale (ECOHIS). Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan gambaran kesehatan gigi dan mulut terkait kualitas hidup anak usia 4-5 tahun di Desa Cilayung. Metode: Jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai anak berusia 4-5 tahun yang terdaftar sebagai siswa TK Al-Iffah dan RA Rahayu di desa Cilayung dengan jumlah 50 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Early Childhood Oral Health Impact Scale (ECOHIS) dan menilai masalah kesehatan gigi selama 3 bulan terakhir. Hasil: Masalah gigi dan mulut selama 3 bulan terakhir paling banyak yang dilaporkan oleh orang tua adalah Early Childhood Caries (ECC). Simpulan: Kesehatan gigi dan mulut cukup berdampak pada kualitas hidup anak usia 4-5 tahun di Desa Cilayung.Kata kunci: Anak usia 4-5 tahun, ECOHIS, kesehatan gigi dan mulut, kualitas hidup. ABSTRACTIntroduction: The oral health of children aged 4 - 5-years-old is very important issues. Oral health problems can cause pain and discomfort that cause a negative impact on the children’s quality of life. The purpose of this study was to determine the description of the oral health related to the quality of life of children aged 4 - 5-years-old in Cilayung Village. Methods: This research was a descriptive research. The research sample was mothers with children aged 4 - 5-years-old who were registered as Al-Iffah Kindergarten and Rahayu Islamic Kindergarten students of Cilayung Village, with the total of 50 people, which obtained by purposive sampling technique. Data was collected using the Early Childhood Oral Impact Scale (ECOHIS) questionnaire by assessing the children’s oral health problems for the last 3 months. Result: The most frequent oral problems in the last 3 months reported were Early Childhood Caries (ECC). Conclusion: Oral health problems quite affected the quality of life of children aged 4 – 5-years-old in Cilayung Village.Keywords: 4 - 5-years-old children, oral health related quality of life, ECOHIS.
Pengetahuan dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu yang memiliki anak usia bawah tiga tahunKnowledge and practice of oral health maintenance in mothers with under 3-years-old children Monica Irvania Gustabella; Riana Wardani; Anne Agustina Suwargiani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.269 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i1.18601

Abstract

Pendahuluan: Pola hidup sehat sudah menjadi kebutuhan pada setiap individu saat ini. Faktor orang tua merupakan faktor yang dominan dalam menerapkan pola hidup sehat khususnya pada kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan dan tindakan mengenai kesehatan gigi dan mulut dari orang tua sangat diperlukan. Peranan seorang ibu dalam kesehatan gigi anaknya adalah sebagai motivator, edukator, dan fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu yang memiliki anak bawah tiga tahun. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei. Sampel sebanyak 50 ibu yang memiliki anak bawah tiga tahun dan bersekolah di PAUD kelurahan Sukajadi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Penelitian menunjukkan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut 84,4% dalam kriteria baik, 15,6% dalam kriteria cukup dan untuk tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut 22.2% kriteria baik, 62,2% kriteria cukup dan 25,6% kriteria kurang. Simpulan: Pengetahuan ibu yang memiliki anak usia bawah tiga tahun di Paud Kelurahan Sukajadi menunjukkan kriteria pengetahuan yang baik dan tindakan yang cukup mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dilihat dari penggunaan sikat gigi, penggunaan pasta gigi, membersihkan gigi, dan kunjungan ke dokter gigi.Kata kunci: Pengetahuan, tindakan, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ABSTRACTIntroduction: A healthy lifestyle has become a necessity for every individual today. Parent factors are the dominant factors in implementing a healthy lifestyle especially in dental and oral health. Knowledge and actions regarding dental and oral health from parents are needed. The role of a mother in the dental health of her child is as a motivator, educator, and facilitator. This study aims to determine the level of knowledge and maintenance of dental and oral health in mothers who have children under three years. Methods: This type of research is descriptive with survey methods. A sample of 50 mothers who had children under three years old and attended PAUD Sukajadi village. Data retrieval is done using a questionnaire. Result: The study showed that the knowledge of dental and oral health maintenance was 84.4% in good criteria, 15.6% in sufficient criteria and for dental and oral health care measures 22.2% good criteria, 62.2% sufficient criteria and 25.6% criteria less. Conclusion: The knowledge of mothers who have children under three years of age in PAUD Sukajadi Village shows the criteria of good knowledge and adequate action regarding dental and oral health maintenance seen from the use of toothbrushes, use of toothpaste, cleaning teeth, and visits to dentists.Keywords: Knowledge, practice, oral health maintenance
Pengalaman karies, kondisi jaringan periodontal, dan kualitas hidup ibu hamilCaries experience, periodontal condition, and quality of life of pregnant women Arcynthia Widya Rahmayanti; Netty Suryanti; Anne Agustina Suwargiani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 32, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v32i3.29404

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu bagian terpenting dari kesehatan untuk wanita hamil, yang biasanya terjadi perubahan di rongga mulut yang berkaitan dengan penyakit periodontal dan karies. Tingginya masalah kesehatan gigi dan mulut berdampak negatif  pada kualitas hidup wanita hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengalaman karies, kondisi jaringan periodontal, kebutuhan perawatan serta kualitas hidup ibu hamil dalam aspek kesehatan gigi dan mulut. Metode: Metode penelitian deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari 50 pasien di Puskesmas Ibrahim Adjie. Pengalaman karies diukur dengan indeks DMF-T, kondisi periodontal diukur dengan Community Periodontal Index for Treatment Needs (CPITN), dan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner OHIP-14. Hasil: Indeks DMF-T ibu hamil 9,86 termasuk kriteria sedang. Hasil CPITN yaitu jaringan periodontal sehat 0%, perdarahan saat probing 0%, kalkulus 68%, kedalaman poket 4-5 mm 32%, dan kedalaman poket lebih dari 6 mm 0%. Perbaikan oral hygiene, scaling dan menghilangkan faktor retentif  plak merupakan jenis perawatan jaringan periodontal yang dibutuhkan pada ibu hamil. Kualitas hidup ibu hamil dalam aspek kesehatan gigi dan mulut tergolong dalam kategori baik dan dimensi yang berdampak pada kualitas hidup yaitu rasa sakit, ketidakmampuan fisik dan ketidakmampuan psikis. Simpulan: Pengalaman karies ibu hamil di Puskesmas Ibrahim Adjie berada pada kriteria sedang. Kondisi jaringan periodontal paling banyak mengalami gingivitis, yang memerlukan perawatan berupa perbaikan oral hygiene, scaling dan menghilangkan faktor  retentif plak. Kualitas hidup secara umum tergolong dalam kategori baik. Dimensi rasa sakit, ketidakmampuan fisik, dan ketidakmampuan psikis merupakan kondisi yang paling berdampak pada kualitas hidup.Kata kunci: Ibu hamil, indeks DMF-T, CPITN, kualitas hidup. ABSTRACTIntroduction: Oral health is one of the essential parts of health for pregnant women, and usually changes the oral cavity in association with periodontal disease and caries. High levels of oral health problems have a negative impact on the quality of life for pregnant women. The research objective was to determine caries’ experience, periodontal conditions, treatment needs, and oral health-related quality of life of pregnant women. Methods: Descriptive method with purposive sampling technique. Data were collected from 50 patients at Ibrahim Adjie Community Health Centre (Puskesmas). The DMF-T index measured caries experience, the periodontal condition was measured by the Community Periodontal Index for Treatment Needs (CPITN), and the quality of life was measured using the OHIP-14 questionnaire. Results: The DMF-T index for pregnant women was 9.86, which included in the moderate criteria. The CPITN results were 0% had healthy periodontal tissue, 0% experienced bleeding on probing, 68% had calculus, 32% had 4-5 mm pocket depth, and 0% had more than 6 mm pocket depth. Improved oral hygiene, scaling and eliminating plaque retentive factors were the types of periodontal tissue treatment needed in pregnant women. The oral health-related quality of life of pregnant women was in a good category, with the dimensions that impact the quality of life were pain, physical disability, and psychological disability. Conclusion: The caries experience of pregnant women at Ibrahim Adjie Community Health Centre is in moderate criteria. Periodontal tissue conditions mostly experience gingivitis, which requires treatment to improve oral hygiene, scaling and removing plaque retentive factors. The oral health-related quality of life is generally in the good category. The dimensions of pain, physical disability, and psychological disability are the conditions that have the most impact on the quality of life.Keywords: Pregnant women, DMF-T index, CPITN, quality of life.
Perilaku anak sekolah dasar daerah tertinggal tentang pemeliharaan kesehatan gigiUnderdeveloped area elementary school children’s behaviour towards dental health care Sonia Rama; Anne Agustina Suwargiani; Sri Susilawati
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.664 KB) | DOI: 10.24198/jkg.v29i2.18574

Abstract

Pendahuluan: Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi merupakan kegiatan individu untuk mencegah terjadinya penyakit karies dan periodontal yang terbentuk dari pengetahuan, sikap dan tindakan. Usia sekolah merupakan usia yang tepat untuk membiasakan anak melakukan pemeliharaan kesehatan gigi sedini mungkin.  Penelitian ini bertujuan untuk menilai perilaku anak sekolah dasar mengenai pemeliharaan kesehatan gigi di daerah tertinggal di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada sub populasi di daerah tertinggal, dengan pengambilan sampling total. Data diambil dari 76 anak sekolah dasar SDN Mekarjaya Kabupaten Bandung dengan menggunakan kuesioner terkalibrasi. Hasil: Perilaku anak  terbentuk dari tiga komponen yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pemeliharaan kesehatan gigi. Dari keseluruhan total responden, 52,63% memiliki pengetahuan kurang, 72,37% memiliki sikap yang kurang dan 72,37% memiliki tindakan yang kurang. Simpulan: Perilaku anak sekolah dasar di daerah tertinggal menunjukkan pengetahuan, sikap dan tindakan yang kurang tentang pemeliharaan kesehatan gigi.Kata kunci: Perilaku, pemeliharaan kesehatan gigi, anak, sekolah dasar, daerah tertinggal. ABSTRACTIntroduction: Dental health behaviour is activities undertaken by individu to prevent caries and periodontal diasese, comprises of knowledge, attitude and practice. Elementary school age is the golden time to teach children in early life how to perform dental health care. The purpose of this study was to assess the level of dental knowledge, attitude and practice among elementary school children in underdeveloped suburban region. Methods: A cross-sectional study was carried out in a subgroup of population, with total sampling. Data were collected from 76 children studying in SDN Mekarjaya Kabupaten Bandung. Guided interviewed and callibrated questionnaires were employed. Result: The study showed that the majority of children in this underdeveloped suburban area had knowledge, attitude, and practice of 52.63%, 72.37%, and 72.37%, respectively. Conclusion: Children at school age in underdeveloped area had poor dental health behaviour.Keywords: Behaviour, dental health care, children, elementary school, underdeveloped area.
Pengalaman karies, penyakit periodontal dan tingkat risiko karies ibu hamilCaries experience, periodontal disease, and caries risk level of pregnant women Mutia Rizki Rahmayani; Anne Agustina Suwargiani; Netty Suryanti
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 33, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v33i1.29000

Abstract

Pendahuluan: Perempuan yang sedang hamil merupakan golongan yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut. Kesehatan gigi dan mulut yang tidak dijaga dengan baik dapat menjadi sumber terjadinya penyakit gigi dan mulut seperti infeksi gigi dan jaringan periodontal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman karies, penyakit periodontal, dan tingkat risiko karies ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei yang melibatkan 50 orang ibu hamil di Puskesmas Pagarsih. Pengumpulan data diperoleh melalui pemeriksaan indeks DMF-T, Community Periodontal Index of Treatment Needs (CPITN) dan Caries Risk Assessment Form ADA usia >6 tahun. Hasil: Nilai indeks DMF-T ibu hamil 7,84 termasuk kriteria rendah. Hasil CPITN yaitu periodontal sehat 0%; BOP 4%; kalkulus 64%; poket 4-5 mm 32%; poket 6 mm 0%. Sejumlah 4% ibu hamil membutuhkan perawatan periodontal instruksi oral hygiene, 96% lainnya membutuhkan perawatan instruksi oral hygiene, scaling dan menghilangkan faktor retentif plak. Persentase risiko karies ibu hamil dengan kategori sedang sebanyak 34% dan tinggi sebanyak 66%. Simpulan: Pengalaman karies ibu hamil termasuk ke dalam kriteria rendah, penyakit periodontal yang paling sering dijumpai adalah gingivitis, sedangkan tingkat risiko karies ibu hamil masuk ke dalam kategori tinggi.Kata kunci: Ibu hamil, indeks DMF-T, indeks CPITN, karies, tingkat risiko karies. ABSTRACTIntroduction: Pregnant women are the susceptible group to oral diseases. Negligence of oral health care can be a source of oral diseases such as dental and periodontal tissue infections. The purpose of this study was to determine the caries experience, periodontal disease, and caries risk level of pregnant women. Methods: This research was descriptive with data collection techniques through a survey involving 50 pregnant women at Pagarsih Community Health Centre (Puskesmas). Data collection was obtained by examining the DMF-T index, Community Periodontal Index of Treatment Needs (CPITN), and the ADA Caries Risk Assessment Form aged >6 years. Results: The DMF-T index value for pregnant women was 7.84, which included the low criteria. The result of the CPITN was 0% healthy periodontal; BOP 4%; 64% calculus; pocket 4-5 mm 32%; pocket 6 mm 0%. Some 4% of pregnant women need periodontal treatment with oral hygiene instructions; the other 96% need oral hygiene instructions, scaling and removing plaque retentive factors. The percentage of caries risk for pregnant women in the moderate category was 34%, and 66% were in the high category. Conclusion: The caries experience of pregnant women is included in the low criteria. The most common periodontal disease is gingivitis, while the caries risk level of pregnant women is in the high category.Keywords: Pregnant women, DMF-T index, CPITN index, caries, caries risk level.
Tingkat pengetahuan orang tua anak usia dini mengenai kebiasaan bernapas melalui mulut sebagai etiologi maloklusiKnowledge level of preschool children’s parents regarding mouth breathing habits as etiology of malocclusion Siti Nadira Aisyah; Naninda Berliana Pratidina; Anne Agustina Suwargiani; Niekla Survia Andiesta; Risti Saptarini Primarti
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 6, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v6i2.33992

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Maloklusi adalah salah satu masalah gigi dan mulut yang paling banyak terjadi di Indonesia. Penyimpangan fungsi rongga mulut berupa kebiasaan bernapas melalui mulut dapat menjadi faktor etiologi maloklusi. Bernapas merupakan fungsi rongga mulut yang pertama kali mengalami maturasi, sehingga pengetahuan orang tua anak usia dini penting dalam mencegah timbulnya kebiasaan bernapas melalui mulut pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua anak usia dini mengenai kebiasaan bernapas melalui mulut sebagai etiologi maloklusi. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling dan simple random sampling. Penelitian dilakukan terhadap 92 orang tua murid TK Ibunda, TK Islam Raih Impian, dan TK Islam Bukit Indah. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sejumlah 15 butir pertanyaan. Hasil: Sebanyak 5 responden (5,4%) berada di kategori tingkat pengetahuan rendah, 45 responden (48,9%) pada kategori sedang, dan 42 responden (45,7) pada kategori tinggi. Karakteristik responden yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan, dan status pekerjaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengetahuan berdasarkan analisis statistik (p > 0,05). Simpulan: Tingkat pengetahuan orang tua anak usia dini mengenai kebiasaan bernapas melalui mulut sebagai etiologi maloklusi termasuk dalam kategori sedang.Kata kunci: Tingkat pengetahuan; orang tua anak usia dini; kebiasaan bernapas melalui mulut; maloklusi ABSTRACTIntroduction: Malocclusion is one of Indonesia’s most frequent dental problems. The abnormality of oral function, such as mouth breathing habits, could be the etiology of malocclusion. Breathing is the first oral function that undergoes maturation; thus, the knowledge of preschool children’s parents is important to prevent children from developing mouth breathing habits. This study aimed to describe the level of knowledge among preschool children’s parents about mouth breathing habits as the etiology of malocclusion. Method: A descriptive analytics study was conducted towards 92 preschool children’s parents of TK Ibunda, TK Islam Raih Impian, and TK Islam Bukit Indah using random cluster sampling and simple random sampling technique. A questionnaire consisting of 15 questions was used. Results: There were 5 parents (5,4%) in low category of knowledge level, 45 parents (48,9%) in moderate category, and 42 parents (45,7) in high category. According to statistical analytics, there is no significant correlation between parents’ characteristics (gender, age, education, and employment status) and their knowledge level (p > 0,05). Conclusion: The level of knowledge about mouth breathing habits as the etiology of malocclusion among preschool children’s parents was moderate.Keywords: Level of knowledge; preschool children’s parents; mouth breathing habits; malocclusion.
Pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dengan metode CERDIK pada usia 12-15 dan 35-44 tahun terhadap akumulasi plakThe influence of dental and oral health education using the CERDIK method at 12-15 and 35-44 years on plaque accumulation Inesh Zuria Artika; Anne Agustina Suwargiani; Riana Wardani
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 6, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v6i3.28306

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Prevalensi karies yang tinggi disebabkan karena rendahnya pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta perilaku masyarakat sehingga penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menjadi upaya yang dilakukan untuk mengubah perilaku masyarakat agar berperilaku hidup sehat terutama kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan gigi terhadap akumulasi plak pada usia 12-15 dan 35-44 tahun di Wilayah Sekeloa. Metode: Jenis penelitian adalah Eksperimen dengan desain Non-Randomized-Controlled Trial. Penelitian dilakukan pada usia 12-15 dan 35-44 tahun, kelompok usia dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol dengan jumlah sampel masing-masing 40 sampel berdasarkan penilaian indeks plak OHI-S Green and Vermillion. Dilakukan pemeriksaan pertama kemudian penyuluhan melalui metode CERDIK (ceramah, video edukasi, dan diskusi) sebanyak tiga kali selama tiga minggu, dilakukan pemeriksaan setelah penyuluhan untuk kelompok intervensi. Kelompok kontrol dilakukan pemeriksaan 1 dan pemeriksaan 2 setelah tiga minggu dari pemeriksaan 1. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling menggunakan rumus Federer, data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil: Tersapat pengaruh penyuluhan yang bermakna pada kelompok usia 12-15 tahun dan usia 35-44 tahun, hasil uji Wilcoxon kelompok usia 12-15 tahun memiliki p-value 0,0345 (p<0,05) dan kelompok usia 35-44 tahun memiliki p-value 0,2709 (p>0,05). Hasil pemeriksaan dengan uji Mann Whitney setelah diberikan penyuluhan yaitu pemeriksaan 2 kelompok kontrol didapatkan hasil bermakna yaitu p-value kelompok usia 12-15 tahun adalah 0,0105 (p<0,05) dan p-value kelompok usia 35-44 tahun adalah 0,0233 (p<0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan gigi terhadap penurunan akumulasi plak pada usia 12-15 tahun dan usia 35-44 tahun di Wilayah Sekeloa.Kata kunci: plak; penyuluhan; indeks plak; anak usia 12-15 dan dewasa usia 35-44 tahunABSTRACT Introduction: The high prevalence of caries is caused by low knowledge of oral health and behavior in the community so that dental and oral counseling is an effort made to change the behavior of people to behave in a healthy life, especially dental and oral health. The purpose of this study was to analyze the effect of providing oral health education on reducing plaque accumulation at the age of 12-15 and 35-44 years in the Sekeloa area. Methods: This research was an Experiment with a Non-Randomized-Controlled Trial design. The study was conducted at the age of 12-15 and 35-44 years, each age group was divided into intervention and control groups with a sample size of 40 samples each based on the assessment of plaque index in OHI-S from Green and Vermillion. The first examination was carried out and then counseling through the CERDIK method (ceramaha, video edukasi, diskusi) three times for three weeks and an examination was carried out after the counseling for the intervention group. The control group was subjected to examination 1 and examination 2 after three weeks of examination 1. The sampling technique was purposive sampling using the Federer formula, the data were analyzed by the Wilcoxon test and Mann Whitney test. Results: The significant influence of counseling on the 12-15 th year old group and groups of 35-44 th year old, the average Wilcoxon test for the 12-15 year age group has a p-value of 0.0345 (p <0.05), and for the 35-44 years old group has a p-value of 0,2709 (p>0,05)  before counseling. Mann Whitney test results on 12-15 th year old and 35-44 th year old after being given dental health education with the results of the examination of 2 control groups obtained significant results where the p-value of the group of children is 0, 0105 (p <0.05) and the p-value of the 34-55 th year old group is 0.0233 (p <0.05). Conclusion: There is an effect of dental health education on plaque accumulation in 12-15 th year old and 35-44 th year old in the Sekeloa area.Keywords: plaque; dental health education; plaque index; child 12-15 year old, and adults 12-15 years old
Korelasi status kebersihan gigi dan mulut dengan pengalaman karies gigi permanen dan sulung pada anak usia 11-12 tahun: Studi cross-sectional Anne Agustina Suwargiani; Gilang Yubiliana; Fidya Meditia Putri
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 35, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v35i1.45488

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kebersihan gigi dan mulut pada anak usia 11-12 tahun sangat penting diperhatikan. Kebersihan gigi dan mulut menjadi poin penting dalam mencegah terjadinya karies pada gigi permanen dan sulung yang pada usia tersebut. Karies di Indonesia belum mencapai indikator WHO dimana pada usia 11-12 tahun bebas dari karies. Tujuan penelitian untuk menganalisis korelasi status kebersihan gigi dan mulut dengan pengalaman karies gigi permanen dan sulung pada anak anak usia 11-12 tahun. Metode: Jenis penelitian yang digunakan cross-sectional. Teknik pengambilan sample total sampling. Status kebersihan kebersihan mulut dinilai dengan menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) dari Greene dan Vermillion. Pengalaman karies dilakukan dengan menggunakan index DMF-T dan def-t, dan kalibrasi pemeriksaan menggunakan uji kappa berdasarkan Oral Health Survey WHO. Uji normalitas dengan uji Shapiro-Wilk, sedangkan analisis data dengan uji Spearman Rho. Hasil: Status Kebersihan mulut berkategori baik sebanyak 93,3%, pengalaman karies gigi permanen berkategori rendah sebanyak 73,3%, pengalaman karies gigi sulung berkategori rendah sebanyak 80%. Uji statistik hubungan status kebersihan mulut dengan pengalaman karies gigi permanen tidak signifikan dengan nilai p=0,966, dan koefisien korelasi (r) 0,008. Hubungan status kebersihan mulut dengan pengalaman karies gigi sulung tidak signifikan dengan nilai p=0,771, dengan koefisien korelasi (r) status kebersihan mulut dengan pengalaman karies gigi sulung 0,055. Simpulan: Status kebersihan gigi dan mulut tidak berkorelasi dengan pengalaman karies gigi permanen dan sulung pada anak anak usia 11-12 tahun yang diukur melalui indeks DMF-T dan indeks def-t sebagai alat ukur dalam pengalaman karies.Kata Kunci: kebersihan mulut, pengalaman karies, anak, gigi permanen, gigi sulungRelationship between dental and oral hygiene status with caries experience of permanent and primary teeth in 11-12 years old children: cross-sectional study ABSTRACT Introduction: Dental and oral hygiene in 11-12 years old children is vitally important. Dental and oral hygiene is a key factor to prevent caries in permanent and primary teeth of children aged 11-12. In Indonesia, the prevalence of caries in 11-12 years old children has not yet met the WHO indicator of being caries-free. This study aimed to analyze the relationship between dental and oral hygiene status and the experience of permanent and primary tooth decay in 11-12 years old children. Methods: The research was conducted using a cross-sectional technique. Oral hygiene status was assessed using the Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) by Greene and Vermillion. Dental caries experience was measured using the DMF-T and def-t indexes, and the kappa test was based on the WHO oral health survey. Normality testing was conducted using the Shapiro-Wilk test, while data analysis was carried out using the Spearman Rho test. Results: The oral hygiene status was good in 93.3% of the participants, the prevalence of permanent tooth decay was low in 73.3% of the participants, and the prevalence of primary tooth decay was low in 80% of the participants. The statistical test of the relationship between oral hygiene status and permanent tooth decay experience was not significant, with a p-value of 0.966 and a correlation coefficient (r) of 0.008. The relationship between oral hygiene status and primary tooth decay experience was not significant, with a p-value of 0.771 and a correlation coefficient (r) of 0.055. Conclusion: Oral hygiene status does not correlate with caries experience of permanent and primary teeth in children aged 11-12 years as measured by the DMF-T index and the def-t index as a measure of caries experience.Keywords: oral hygiene, caries experience, children, permanent teeth, primary teeth
Co-Authors Adhya Rizaldy Ajeng Pinanty Andiesta, Niekla Survia Anna Muryani Arcynthia Widya Rahmayanti Arista, Stevi Mega Arlette Suzy Puspa Pertiwi Asty Samiati Setiawan, Asty Samiati Asty Samiaty Setiawan Asty Samiaty Setiawan, Asty Samiaty Azizah, Mutiara Nuraini Azzahra, Syahla Fatimah Cucu Zubaedah Cucu Zubaedah, Cucu Dewi Zakiawati, Dewi Djuastina, Nina Dudi Aripin Elfarisi, Revina Nadya Ernata, Rissa Zharfany Erry Mochamad Arief, Erry Mochamad Euis Julaeha Fajri, Raiandri Fidya Meditia Putri Fidya Meditia Putri, Fidya Meditia Gilang Yubiliana Gilang Yubiliana Gilang Yubiliana Gilang Yubiliana, Gilang Gita Gayatri, Gita Granidya Rosa Atlantika, Granidya Rosa Gustabella, Monica Irvania Hamdani, Ardena Maulidia Heriasti, Maudina Dwi Indra Mustika Setia Pribadi Indra Mustika SP, Indra Inesh Zuria Artika Inne Suherna Sasmita Jasrin, Tadeus Arufan Jasrin, Tadeus Arufan Jasrin, Tadeus Arufan Kadir, Rahimah Abdul Kadir, Rahimah Binti Abdul Kusumah, Azka Mudhiarahmi Laela, Dewi Sodja Lisda Damayanti Lusi Epsilawati Marhazlinda, Jamaludin Maulidia, Ardena Hamdani Meirina Gartika Melissa Afifah Mohd Yusof, Zamros Yuzadi Monica Irvania Gustabella Muhammad Abdul Halim Muhibat, Sjazili Mutia Rizki Rahmayani Myrna Nurlatifah Zakaria, Myrna Nurlatifah Naninda Berliana Pratidina Netty Suryanti Niekla Survia Andiesta Nugraha, Rega Mahesa Nunung Rusminah Nur Alya Nazerin Nurayni Tri Hapsari, Nurayni Tri Nury Raynuary Pasaribu, Melania Theresia Permata, Ardita Dyna Puspita Kania Dewi Putri Sundari Putri, Tarisya Permata Raisya Aurellia Putri LESMANA Rama, Sonia Ramadhani, Mochamad Nur Raynuary, Nury Revi Sarah Fadhilah Revina Nadya Elfarisi Riana Wardani Rinaldy, Efru Risti Saptarini Primarti Rizaldy, Adhya Rizqi, Dikkara Sanjaya, Azlina Nuur Setiawan, Asty S Sita Aulia Siti Nadira Aisyah Sonia Rama Sri Mulyanti Sri Susilawati Suherlan, Maudy Ahadya Putri Sukmasari, Susi Sunardhi Widyaputra Sundus Maysun Suryanto, Shenny Shefira Susilo, Fania Syakira Tadeus Arufan Jasrin Tadeus Arufan Yasrin, Tadeus Arufan Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Wihardja, Rosilawati Yanti Rusyanti, Yanti Yolanda Yolanda, Yolanda Yubiliani, Gilang