Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Beban Kerja Terhadap Kualitas Layanan dan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan Non ASN di Unit Rawat Inap Psikiatri Rsud Batara Guru Kabupaten Luwu Aziz, Yuliana; Latu, Saparuddin; Jalal, Jalal; Yulis, Dian Meiliani; Rusli, Rusli
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i4.2493

Abstract

This study aims to analyze the relationship between work burden, service quality, and the well-being of non-ASN healthcare workers in the psychiatric inpatient unit of RSUD Batara Guru. The research used a quantitative correlational design (Kendall's Tau Test) with a cross-sectional approach. The data was collected from 30 non-ASN healthcare workers in the psychiatric inpatient unit using purposive sampling. The results showed that: (1) Work burden significantly affects service quality (ρ = 0.000 < 0.05), with a negative correlation indicating that higher work burden leads to lower service quality; (2) Work burden significantly affects the well-being of non-ASN healthcare workers (ρ = 0.010 < 0.05), with a negative correlation suggesting that higher work burden leads to lower well-being; (3) Service quality significantly affects the well-being of non-ASN healthcare workers (ρ = 0.001 < 0.05), with a positive correlation indicating that better service quality leads to better well-being. This research highlights the importance of managing work burden and improving service quality to enhance the well-being of healthcare workers.
Effect of Papaya Seeds (Carica papaya) and Gandarusa Leaves (Justicia gendarussa) on the Spermatozoa Quality of Male Mice Jangga Jangga; Abdul Wahid Suleman; Saparuddin Latu; Sri Wulan Rini
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.69885

Abstract

Papaya seeds (Carica papaya L.) and gandarusa leaves (Justicia gendarussa Burm.f.) are considered medicinal plants that can be used as natural male contraceptives. Papaya seeds contain alkaloids, triterpenoids, saponins, and papain. Meanwhile, the gandarusa leaves contain flavonoids. These compounds have the function of antifertility for men. The purpose of this study was to determine the effect of papaya seeds (Carica papaya L.) ethanol extracts, gandarusa leaves (Justicia gendarussa Burm.f.), and its combination on motility, viability, and morphology of male mice spermatozoa (Mus musculus) most effective decrease concentration on motility, viability, and morphology of male mice spermatozoa (Mus musculus). This research was an experimental study. The samples of this study were 18 male mice with a body weight of 20-30 grams, aged 3-5 months, and were divided into six groups. The treatments given were control, papaya seed ethanol extract, gandarusa leaves ethanol extract, and its combinations to concentrations of P1 Na CMC1%, P2 (papaya seed 100mg/kgW), P3 (gandarusa leaf 50mg/kgW), P4 (papaya seed : gandarusa leaf 50:50 mg/kgW), P5 (papaya seed : gandarusa leaf  50:100 mg/ kgW), P6 (papaya seed : gandarusa leaf 100:50 mg/kgW). The extract was given for 35 days. On the 36th day, the mice were dissected to take their epididymis to observe the spermatozoa's quality (motility, viability, morphology). Those observations used a light microscope. Data were analyzed using one-way ANOVA and LSD post hoc tests. This study resulted differences in P1, P2, P3, P4, P5, and P6 towards motility, viability, and morphology of spermatozoa (p< 0.05). The conclusion of this study showed that both single and combination ethanol extracts of papaya seeds and gandarusa leaves could reduce the motility, viability, and morphology of spermatozoa of male mice, and the effective dosage in reducing motility, viability, and morphology of spermatozoa is P3 gandarusa leaves 50mg/kgW.
Formulasi dan Uji Antibakteri Sediaan Bodywash Ekstrak Daun Pare (Momordica Charantia L) Kombinasi Kopi Robusta (Coffea Canephora L) terhadap Bakteri Staphyloccocus Aureus dan Staphyloccocus Epidermis Latu, Saparuddin; Inayah, Nurul; Syamsidar; Suleman, Abdul Wahid; Padjalangi, Andi Muhammad Yaqkin; Mansur
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 7 (2025): Proceedings of the 1st National Seminar on Global Health and Social Issue (LAGHOSI)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v7i.1440

Abstract

Formulasi Dan Uji Antibakteri Sediaan Bodywash Ekstrak Daun Pare (Momordica chrantia L) Kombinasi Kopi Robusta (Coffea canephora L) Terhadap Staphylococcus aureus Dan Staphylococcus epidermis. Ekstrak daun pare (Momordica charantia L) dikenal kaya akan manfaat untuk kesehatan selain itu berfungsi juga sebagai antibakteri. Kopi robusta (Coffea canephora L) selain banyak peminatnya tetapi dapat juga berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan dari esktrak daun pare kombinasi kopi robusta dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphyloccocus aureus dan Staphyloccocus epidermis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode semuran yang dilakukan dengan 3 perlakuan di masing-masing bakteri. Perlakuan tersebut terdiri dari konsentrasi 2%, 3% dan 5%. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan semua konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang dimana konsentrasi yang paling efektif menghambat pertumbuhan pada F2 (3%) sebesar 11,98mm untuk bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan bakteri Staphylococcus epidermis juga pada F1 (2%) sebesar 11,3mm yang paling efektif menghambat bakteri. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah konsentrasi 2%, 3% dan 5% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus yaitu pada F2 (3%) dengan diameter zona hambat 11,98mm dan untuk bakteri Staphyloccus epidermis yaitu pada F1(2%) dengan zona hambat bakteri 11,3mm.
Studi Etnomedisin Tumbuhan Obat Tradisional Masyarakat Adat Karampuang Kabupaten Sinjai Latu, Saparuddin; Bahar, Muhammad Yusuf; Mansur; Padjalangi, Andi Muhammad Yaqkin; Patarai, Muhammad Idris; Gaffar, Herry Darsim; Jangga
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 7 (2025): Proceedings of the 1st National Seminar on Global Health and Social Issue (LAGHOSI)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v7i.1448

Abstract

Latar Belakang: Salah satu studi yang dikembangkan untuk menginventarisasi ramuan tumbuhan obat serta cara penggunaannya oleh etnis lokal tertentu yakni studi etnomedisin. Etnomedisin merupakan penelitian yang mengungkapkan pengetahuan lokal berbagai jenis etnis dalam menjaga kesehatannya. Etnomedisin merupakan salah satu cara untuk mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan cara pemanfaatan tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional pada masyarakat adat Karampuang Kabupaten Sinjai. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional yang menggunakan metode kualitatif. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 40 jenis tumbuhan dimanfaatkan sebagai obat. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan antara lain daun, rimpang, buah, batang, akar, umbi, biji dan kayu batang. Kesimpulan: Pengolahan tumbuhan sebagai obat yaitu dengan cara direbus, diremas, dikunyah, dimakan langsung, ditumbuk, diparut dan dilumatkan.
Membangun kesadaran kolektif: "penyuluhan anti kekerasan seksual dan anti perundungan di SMA Negeri 13 Maros” Ningsih, Nining Ade; Latu, Saparuddin; Marwan, Ummi Kalsum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29053

Abstract

Abstrak Kekerasan seksual dan perundungan merupakan dua fenomena sosial yang masih menjadi tantangan serius dalam lingkungan pendidikan di Indonesia. KPAI melaporkan sepanjang tahun 2021 terdapat 1.258 kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan, dengan 229 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual. Intervensi di sekolah telah terbukti sebagai strategi yang efektif dalam mengurangi insiden perundungan dan kekerasan dengan melibatkan semua elemen dan dilakukan secara holistik. Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai kekerasan seksual dan perundungan sebagai bagian dari kesadaran kolektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih baik. Penyuluhan ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Maros yang diikuti oleh 32 siswa. Metode yang digunakan dengan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang menekankan pada keterlibatan aktif peserta melalui ceramah dan tanya jawab serta evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah para siswa sangat antusias dengan aktif bertanya dan menjawab pertanyaan serta memahami mengenai kekerasan seksual dan perundungan secara komprehensif. Siswa memahami mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual dan perundungan, jenis dan bentuk kekerasan seksual dan perundungan, pihak yang terlibat, dampak negatifnya, serta strategi pencegahan dan penanganannya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah menanamkan konsep perubahan yang baru dalam berperilaku dan bersosialisasi pada siswa. Kata kunci: kesadaran kolektif; penyuluhan; anti kekerasan seksual; anti perundungan; siswa SMA. Abstract Sexual violence and bullying are two social phenomena that are still serious challenges in the educational environment in Indonesia. KPAI reported that throughout 2021 there were 1,258 cases of violence against children in the educational environment, with 229 cases of sexual violence. Intervention in schools has proven to be an effective strategy in reducing incidents of bullying and violence by engaging all elements and being carried out holistically. The purpose of this counseling activity is to increase students' understanding of sexual violence and bullying as part of collective awareness in creating a better learning atmosphere. This counseling was held at SMA Negeri 3 Maros which was attended by 32 students. The method used is the Participatory Learning and Action (PLA) approach which emphasizes the active involvement of participants through lectures and questions and answers as well as activity evaluation. The result of the implementation of the activity was that the students were very enthusiastic by actively asking and answering questions and understanding sexual violence and bullying comprehensively. Students understand the forms of sexual violence and bullying, the types and forms of sexual violence and bullying, the parties involved, their negative impacts, and prevention and handling strategies. The conclusion of this activity is to instill a new concept of change in behavior and socialization in students. Keywords: collective consciousness; extension; anti-sexual violence; anti-bullying; senior high school students.
Analysis of the Effect of Digital System Integration on Improving Service Quality and Patient Perception at Kabelota Regional Hospital Latu, Saparuddin; Basir, Muhammad; Rahmaniah, Rahmaniah
Miracle Journal of Public Health Vol 8 No 1 (2025): Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v8i1.397

Abstract

In the digital era, hospitals are faced with the challenge of improving service quality by integrating digital systems. Although technologies such as SIMRS have begun to be implemented, there are still many obstacles, such as infrastructure limitations and low patient satisfaction, that have not been resolved. This study aims to analyze the effect of digital system integration on service quality and outpatient perceptions at Kabelota Hospital, Central Sulawesi. The study used an associative quantitative approach with a cross-sectional design and a total sampling technique of 125 outpatients. The results of the analysis show that digital system integration has a significant effect on service quality (ρ = 0.000 < 0.05), patient perception (ρ = 0.000 < 0.05), and service quality also affects patient perception (ρ = 0.000 < 0.05). The conclusion shows the importance of infrastructure development, HR training, and system evaluation for hospital service effectiveness.
The Potential of Bitter Leaf (Vernonia amygdalina) in Herbal Medicine as Anti-Inflammatory Agent Fawwaz, Muammar; Pratama, Mamat; Latu, Saparuddin; Rahayu, Rita; Nurkamilah, Andi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2023.012.01.4

Abstract

AbstractThe inflammatory process involves increased vascular permeability, protein denaturation, and membrane alteration. Flavonoids are a class of secondary metabolites with biological and pharmacological activities, including anti-inflammatory. The bitter leaf, Vernonia amygdalina (VA), are used in various alternative medicine in several countries, including Indonesia. Chemical components in VA leaf are polyphenolic compounds, flavonoids, terpenes, and coumarins. The previous study exhibited that the anti-inflammatory activities of plants are closely related to the levels of polyphenols and flavonoids. Therefore, this study aimed to evaluate the anti-inflammatory activity of VA leaf and determine the total flavonoid-phenolic content of VA leaf ethanolic extract. The extraction method used maceration by ethanol as a solvent. The anti-inflammatory activity was measured by protein denaturation inhibition properties. The total flavonoid and phenolic content were determined by colorimetric and Folin-Ciocalteu methods, in which both procedures were measured by UV-Visible spectrophotometry at maximum wavelength. The results showed that VA leaf ethanolic extract has an anti-inflammatory effect with a half inhibition concentration (IC50) of 346.23 μg/mL. The total flavonoid and phenolic content of the ethanolic extract of VA leaves were 25.62 mgQE/g extracts and 21.47 mgGAE/g extract, respectively. Thus, the ethanolic extract of VA leaves can potentially be developed as an anti-inflammatory agent in herbal medicine.Keywords: anti-inflammatory, flavonoid, gallic acid, phenolic, quercetin AbstrakProses inflamasi melibatkan peningkatan permeabilitas vaskular, denaturasi protein, dan perubahan membran. Flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder dengan aktivitas biologis dan farmakologis potensial, termasuk sebagai antiinflamasi. Daun pahit, Vernonia amygdalina (VA), digunakan dalam berbagai pengobatan alternatif di beberapa negara, termasuk Indonesia. Komponen kimia dalam daun VA adalah senyawa polifenol, flavonoid, terpen, dan kumarin. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas anti-inflamasi tanaman terkait erat dengan kadar polifenol dan flavonoidnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiinflamasi daun VA dan mengetahui kandungan flavonoid-fenolik total pada ekstrak daun VA. Metode ekstraksi menggunakan maserasi dengan etanol sebagai pelarut. Aktivitas antiinflamasi diukur dengan menggunakan metode penghambatan denaturasi protein. Kandungan total flavonoid dan fenolik ditentukan dengan metode kolorimetri dan Folin-Ciocalteu. Kedua prosedur tersebut diukur pada spektrofotometri UV-Visible pada panjang gelombang maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun VA memiliki efek anti-inflamasi dengan konsentrasi daya hambat 50% (IC50) sebesar 346,23 µg/mL. Kandungan total flavonoid dan fenolik ekstrak etanolik daun VA berturut-turut adalah 25,62 mgQE/g ekstrak dan 21,47 mgGAE/g ekstrak. Dengan demikian, ekstrak etanol daun VA berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen anti-inflamasi dalam pengobatan herbal.Kata kunci: anti-inflamasi, asam galat, fenolik, flavonoid, quercetin
EVALUASI EFEKTIVITAS PERENCANAAN DAN PENGADAAN KEBUTUHAN OBAT PUBLIK SERTA KETERSEDIAAN OBAT DINAS KESEHATAN KABUPATEN POSO TAHUN 2025 Pakinde, Ayisti; Latu, Saparuddin; Mansur, Mansur; Mahmudah, Rifa’atul; Yagkin Padjalangi, Andi Muh; Marzuki, Asnah
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 3 No. 2: Desember, 2024, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v3i2.684

Abstract

Pengelolaan obat yang baik sangat penting untuk menjamin kualitas pelayanan kesehatan. Di Kabupaten Poso, Dinas Kesehatan bertanggung jawab atas pengelolaan obat sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan RI. Namun, perencanaan kebutuhan obat di Puskesmas sering tidak sesuai dengan kebutuhan sebenarnya, sehingga diperlukan penelitian dan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode perencanaan kebutuhan obat yang diterapkan di Puskesmas dan mengidentifikasi permasalahan terkait perencanaan obat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam, triangulasi, dan focus group discussion (FGD), serta data sekunder dari Bidang Kefarmasian dan pihak terkait lainnya. Informan utama adalah pelaksana farmasi Puskesmas, dengan triangulasi dilakukan pada Kepala Puskesmas dan Kepala Bidang Kefarmasian. Data dianalisis menggunakan metode content analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perencanaan dan pengadaan obat telah mempertimbangkan beberapa faktor, masih terdapat ketidaksesuaian antara pengadaan dan kebutuhan obat. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya pembaruan data yang akurat serta koordinasi yang lemah antara Puskesmas dan Dinas Kesehatan kabupaten, yang menghambat ketersediaan obat secara optimal. Faktor-faktor lain yang memengaruhi termasuk kebijakan Dimas Kesehatan kabupaten, pembatasan anggaran, pemahaman tentang pengobatan rasional, serta pengawasan terhadap pengadaan dan penggunaan obat. Kesimpulan penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan akurasi data, komunikasi yang lebih baik antara Puskesmas dan Dinas Kesehatan kabupaten, serta penguatan kebijakan berbasis data akurat dan pengembangan pemahaman pengobatan rasional guna mendukung ketersediaan obat yang optimal dan rasional di Puskesmas Kabupaten Poso.
The Antibacterial Activity Test of Methanol and N-Hexane Fractions of Yellow Pumpkin Fruit Extract (Cucurbita moschata Duch) Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus Suleman, Abdul Wahid; Saparuddin Latu; Sriyanty Sadsyam; Safaruddin; Pradila
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 1 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i1.1370

Abstract

Infectious diseases are still a major health problem in several countries, especially in developing countries. The medication used to treat bacterial infections is obtained by utilizing herbal plants obtained from natural ingredients. Pumpkin fruit extract (Cucurbita moschata) contains flavonoids. tannins, saponins, and alkaloids Pumpkin fruit is effective as an antidiabetic, an antihypertensive, an antitumor, an antibacterial, and an antioxidant. This study aims to determine the antibacterial activity of the methanol and n-hexane fractions of yellow pumpkin (Cucurbita moschata) fruit extract and at what concentration the methanol and n-hexane fractions of yellow pumpkin (Cucurbita moschata) fruit extract can have antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. This research uses laboratory-experimental research methods. Antibacterial testing in this research involved sterilization, making test solutions, and testing. The results of the antibacterial test on the inhibition zone of the methanol fraction of pumpkin fruit against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria at concentrations of 20%, 30%, and 40% were in the strong category, while the n-hexane fraction had an inhibition zone in the weak category for Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Conclusion: The methanol and n-hexane fractions have antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus, and the concentrations with antibacterial activity are 20%, 30%, and 40%.
Determinants of Outpatient Patient Loyalty Based on the Loyalty Triangle at Samarinda Medika Citra Hospital in 2025 Bambang, Ayu Wulansari; Baso, Bachtiar; Satrianegara, Faiz; Hasnany, Hasnany; Latu, Saparuddin; Mahmudah, Rifa’atul; Patarai, Muhammad Idris
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v4i2.352

Abstract

The Loyalty Triangle is a crucial framework influencing patient loyalty in hospitals, comprising business process variables, perceived value, and database management. This study aims to analyze the determinants of outpatient patient loyalty at Samarinda Medika Citra Hospital. Conducted with a quantitative research design and a cross-sectional approach, the research involved 150 respondents selected through purposive sampling. Data analysis utilized the Spearman Rank test to explore relationships between variables, while ANOVA and logistic regression tests assessed the impact of independent variables on patient loyalty. The Spearman test results indicated strong correlations: business processes (p = 0.718), perceived value (p = 0.842), and database management (p = 0.751) were all significantly related to patient loyalty. Multiple linear regression analysis further revealed that business processes (p = 0.086), perceived value (p = 0.081), and database management (p = 0.071) each significantly affect loyalty. The ANOVA test yielded an F-value of 106.510 with a significance level of 0.001, confirming the model's effectiveness. The study concludes that enhancing business processes, perceived value, and database management can significantly improve patient loyalty. It is recommended that the hospital invest in staff training to improve interpersonal communication and service quality for patients and their families.
Co-Authors Abdul Wahid Suleman Agus Susanto Aisyah Nur Sapriati Aisyah Nur Saptriati Amir, Arfenti Andi Irdawati Andi Muh Yagkin P Andi Muh Yagkin Padjalangi A Andi Muh. Yaqkin P Andi Muhammad Yaqkin Andi Muhammad Yaqkin Padjalangi Asjur, Asti Vebriyanti Asnah Marzuki Aziz, Yuliana Bahar, Muhammad Yusuf Bambang, Ayu Wulansari Baso, Bachtiar Dewi Marhaeni Diah Herawati Firdaus Firdaus Firman, Imran Fitrianingsih, Julia Gaffar, Herry Darsim Gajali, Nurdila Haerawati Idris Haerawati Idris, Haerawati Hasmar, Wahyu Nuraini Hasnany, Hasnany Herman, Sriyana Hilmiati Wahid Ikhsan, Mifta Khaerti Jalal, Jalal Jangga Jangga, Jangga Junita, Nurfitria K, Aswanto M Fais Satrianegara Mahmudah, Rifa’atul Mamat Pratama, Mamat Mansur Mansur Mansur - Mansur Mansur Mansur Marthen Arie Marwan, Ummi Kalsum Muammar Fawwaz Muhammad Basir Muhammad Basir Muhammad Idris Patarai Muhammad Rifai Musdar, Tamzil Azizi Musliani, Musliani Musnur, Aldha Irjayanti Mustamin Nia Putri Citra Ningsih, Nining Ade Nur Afni Ponseng Nurhikmah Nurkamilah, Andi Nurul Inayah Nurwijayanti Obed Rame Padjalangi, Andi Muh Yagkin Padjalangi, Andi Muhammad Yaqkin Pakinde, Ayisti Pasinggi, Adinda Sari Patarai, Muhammad Idris Pradila Putri, Hardyanti Eka R. Rusli Rahayu, Rita Rahmaniah, Rahmaniah Rifa’atul Mahmudah Rika Handayani Risnah Rosdiana Rosdiana Rosdiana Rosdiana Rusli Safaruddin Santi, Elvira Saputro, Syaifullah Satrianegara, Faiz Siti Helmyati Sri Wulan Rini Sriyanty Sadsyam Supardi, Nurjannah Surya Syarifuddin Syahruddin, Akmal Novrian Syamsidar Syamsuriyati, Syamsuriyati Tamira Tansy Timbuleng Wattimena, Jans Goldman Yagkin Padjalangi, Andi Muh Yaqkin-P, Andi Muh. Yulianti Yulis, Dian Meiliani Yunaldi Yunaldi Zainuddin