Claim Missing Document
Check
Articles

VALIDASI METODE ANALISIS TIMBAL(II) PADA KERANG HIJAU MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DERIVATISASI Cantika Nurul Sa'adah; Marsah Rahmawati Utami; Munir Alinu Mulki
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 2 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p53-62

Abstract

ABSTRAK Cemaran logam timbal berbahaya bagi lingkungan perairan maupun organismenya. Kerang hijau (Perna viridis L.) merupakan pilihan makanan yang enak, murah dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memvalidasi metode spektrofotometri UV-Vis derivatisasi analisis kadar timbal pada kerang hijau. Preparasi sampel kerang hijau menggunakan metode destruksi basah dengan pelarut HNO3 5M. Pb2+ direaksikan dengan larutan ditizon 0,005% dalam suasana basa terbentuk warna merah. Spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk mengukur kompleks Pb-ditizonat pada panjang gelombang maksimum 515 nm. Nilai parameter validasi meliputi linearitas dengan persamaan regresi linear y = 0,5509x + 0,1114 dengan nilai r2 = 0,9959; Presisi didapatkan %RSD 0,130758%; LOD 0,088 ppm; LOQ 0,269 ppm. Akurasi diperoleh dengan %recovery 82,538%; dan spesifitas yang memiliki kesesuaian bentuk spektrum yang baik. Parameter validasi metode telah memenuhi persyaratan dan dapat diaplikasikan untuk pengujian kadar logam timbal pada kerang hijau. Kata kunci: validasi metode, logam timbal, kerang hijau, spektrofotometri UV-Vis. ABSTRACT Lead metal contamination is harmful to the aquatic environment and its organisms. Green mussel (Perna viridis L.) is is a delicious, cheap food choice and is widely consumed by the public. The aim of this study was to validate the UV-Vis spectrophotometric method derivatized for the analysis of lead levels in green mussels. Green mussel samples were prepared using the wet destruction method with 5M HNO3 solvent. Pb2+ reacted with 0,005% dithizone solution in alkaline conditions to form a red color. UV-Vis spectrophotometer was used to measure the Pb-dithizonate complex at a maximum wavelength of 515 nm. Validation parameter values include linearity with a linear regression equation y = 0,5509x + 0,1114 with a value of r2 = 0,9959; Precision obtained %RSD 0.130758%; LOD 0,088 ppm; LOQ 0,269 ppm. Accuracy is obtained with %recovery 82,538%; and specificity that has a good match of the shape of the spectrum. The method validation parameters have met the requirements and can be applied to test the levels of lead metal in green mussels. Keywords: method validation, lead metal, green mussels, UV-Vis spectrophotometry.
Identifikasi Bahan Kimia Obat Fenilbutazon pada Jamu Pegal Linu yang Beredar di Kabupaten Karawang Alfian Yuda Krishindardi; Marsah Rahmawati Utami; Vesara Ardhe Gatera
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 13, No 3 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v13i3.2520

Abstract

Herbal medicine is a hereditary heritage from our ancestors, especially the Indonesian people, whose natural wealth is abundant, the number of enthusiasts and the community's need for herbal medicine has an impact on producers who want to sell their products as much as possible, the way producers sell more products is by offering the advantages of their products, one of them is by offering a quick effect of herbal medicine, here is the beginning of suspicion of the addition of medicinal chemicals, as it is known everywhere that getting the effect of a traditional medicine is not instant. The researcher intends to identify the presence of the chemical drug phenylbutazone which is added to herbal preparations. The methods used were Thin Layer Chromatography to determine the presence or absence of medicinal chemicals and UV-Vis Spectrophotometry to determine the levels of herbal preparations which indicated positive drug chemical phenylbutazone. The results obtained from the identification of Thin Layer Chromatography 3 out of 5 samples indicated positive for the chemical drug phenylbutazone. Samples indicated as positive for the chemical drug phenyl-butazone were then measured using UV-Vis Spectrophotometry and the results for sample 1 were 4.783% for sample, sample 2 was 2.184%, and sample 4 was 4.565%. Keywords: Herbal Medicine, Phenylbutazone, Aches and Pains, Thin Layer Chromatography, Uv-Vis Spectrophotometry
Pelatihan Teknik Kultur Jaringan Tanaman Kawista di Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat Hayatul rahmi; Slamet Abadi; Marsah Rahmawati Utami
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kultur jaringan adalah metoda budidaya tanaman secara nonkonvensional. Salah satu tanaman yang punya potensi dibudidayakan dengan teknik ini yaitu kawista, karena memiliki khasiat sebagai tanaman obat. Desa adiarsa barat, Kecamatan Karawang Barat memiliki permasalahan lahan yang terbatas dan rata-rata masyarakat hanya memiliki pekarangan sempit untuk dapat melakukan kegiatan menanam tanaman obat keluarga (TOGA). Sehingga dibutuhkan metoda budidaya tanaman yang tidak membutuhkan lahan yang luas dengan keunggulan bisa mendapatkan bibit yang unggul. Kegiatan pengabdian meliputi pengenalan teknik kultur jaringan, penjelasan cara pembuatan media tanam, dan praktek langsung penanaman eksplan tanaman pada media. Hasil pengabdian diketahui bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknik kultur jaringan sebesar 0% sebelum pelatihan, dan 27% setelah pelatihan dilakukan.
ANALISIS AKTIVITAS TOKSISITAS BEBERAPA MINYAK ATSIRI DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Utami, Marsah Rahmawati; Ardiyanti, Yusi
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan) Vol. 3 No. 1 (2019): Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.913 KB) | DOI: 10.51873/jhhs.v3i1.34

Abstract

Background: Essential oils are commonly used as raw materials for fragrance oils, medicines and cosmetics. In the pharmaceutical field, essential oils are used as antibacterial, anti-pain and anti-infection. This pharmacological effect is related to secondary metabolites contained in the essential oil. The effectiveness of the active components of secondary metabolites as a drug can be determined by toxicity analysis as a preliminary test. Toxicity analysis that is commonly used is the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). This test illustrates the level of toxicity of extracts against Artemia salina larvae. The results of this test can be used as a preliminary test to identify broader plant bioactivity. Objective: The aim of this study was to analyze the toxicity activities of basil leaf essential oils, galangal rhizome and red betel leaf and their secondary metabolite content. Method: Essential oils were isolated by the steam distillation method, their toxicity activity was tested by the BSLT method, and the contents of the chemical compounds were analyzed by GC-MS. Conclusion: Brine Shrimp Lethality Test results showed that the essential oils of the leaves of the kemanggi, galangal rhizome, and red betel have a level of toxicity with LC50 respectively 57.21 ppm, 110.01 ppm, 360.51 ppm. Based on the results of GC-MS analysis, the main components of the kemanggi leaf essentialoil are lemonal and beta citral, the main components of galangal rhizome essential oil are 2,6-dimethylphenyl borate an 1,8-cineol, while the main components of the red betel essential oil are sabinena and beta mircena.
PENGARUH PROBLEM-BASED LEARNING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMK PADA MATERI KARBOHIDRAT Ardiyanti, Yusi; Utami, Marsah Rahmawati; Ratnasari, Dewi
Satya Widya Vol. 36 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.sw.2020.v36.i2.p81-87

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pendekatan problem-based learning pada peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kreatif siswa SMK pada materi karbohidrat. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi ekperimen, dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen yang melibatkan dua kelompok. kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan Problem-Based Learning dan kelas kontrol yang mendapat pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah pretest, posttest dan angket, innstrumen pretest posttest berupa 20 soal pilihan ganda (untuk menguji kemampuan penguasaan konsep) dan 4 soal essay(untuk menguji keterampilan berpikir kreatif). Sebelum melakukan pengujian hipotesis maka data penelitian harus memenuhi uji prasyarat yang meliputi uji normalitas (uji Shapiro-Wilk), uji homogenitas varians (Lavene test), uji kesamaaan kemampuan awal siswa (uji t), uji hipotesis penelitian pada posttest dan N-gain dilakukan uji t (parametric) atau Mann Whetney (non parametric). Berdasarkan analisis data diperoleh N-Gain keterampilan berpikir kreatif siswa kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan PBL lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu sebesar 0,42 (kategori sedang untuk kelas eksperimen). Namun N-Gain kemampuan penguasaan konsep siswa kelas kontrol lebih tinggi dibandingkan kelas ekperimen yaitu sebesar 0,39 (kategori sedang untuk kelas kontrol)
Studi Literatur : Identifikasi Cemaran Tembaga Cu Pada Makanan Dan Minuman Utami, Marsah Rahmawati; Nurfadhila, Lina; Iskandar, Putri Mutiara; Maharani, Sekar Ayu; Aryani, Ajeng Nita
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.7891

Abstract

Tembaga (Cu) adalah logam dengan nomor atom 29, massa atom 63,546, titik lebur 1083 °C, titik didih 2310 °C, jari-jari atom 1,173 A° dan jari-jari ion Cu2+ 0,96 A°. Tembaga adalah logam transisi (golongan I B) yang berwarna kemerahan, mudah regang dan mudah ditempa. Tembaga (Cu) juga merupakan logam berat golongan essensial, namun dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan toksisitas seperti nekrosis hati. Sehingga yang perlu dilakukan adalah menjaga agar konsentrasi tembaga di dalam tubuh tidak melebihi ambang batas normal. Logam berat merupakan salah satu sumber pencemar terhadap makanan dan minuman. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode studi literature dalam bentuk referensi berupa jurnal nasional 10 tahun terakhir yang dicari pada database Google Scholar dengan bahan acuan 15 jurnal yang berkaitan dengan Identifikasi Cemaran Tembaga Cu Pada Makanan Dan Minuman. Berdasarkan studi literatur didapatkan hasil bahwa setiap sampel uji positif mengandung tembaga (cu). Kata Kunci : Tembaga, Cu, Logam
Studi Literatur : Analisis Kadar Kalium Pada Makanan Dan Minuman Sakina, Irene Virda; Aprida, Cantika Dewi Berliana; Andini, Syfa Dwi; Utami, Marsah Rahmawati; Nurfadhila, Lina
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.7938

Abstract

Latar Belakang : Kalium adalah salah satu unsur-unsur mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah tertentu disamping kalsium, fosfor, besi, magnesium, sulfur, natrium dan klor. Jika kekurangan kalium dalam tubuh manusia menyebabkan abnormalitas metabolisme terutama pada usia dini, gangguan pertumbuhan seperti tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh. Tujuan: menganalisis kadar kalium pada buah, sayur dan ikan. Metode: literature review pencarian literature acuan dengan menggunakan database yaitu google scholar, dan research gate. Dengan literatur artikel yang dipakai ke dalam penelitian merupakan literature yang terbit pada 10 tahun terakhir (2012-2022) yang berkaitan dengan Analisis kadar kalium pada makanan dan minuman Hasil: penelitian pengujian pada kadar kalium pada makanan ataupun minuman dengan menggunakan spektrofotometri dengan menunjukan hasil yang baik dan sesuai dengan hasil yang didapatkan. Walaupun metode lain juga dapat digunakan untuk melalukan pengujian kadar kalium pada makanan dan minuman. Kata kunci : Kalium, Makanan, Minuman
Studi Literatur : Kandidat Obat Baru Dan Target Kerja Obat Penyakit Systemic Lupus Erythematosus Aribowo, Audi Ichsani; Urbaningrum, Lestari Mahardika; Sa'adah, Cantika Nurul; Nur Annisa, Bunga; Sary, Nena Vauziah; Lubis, Christina Febiola; Nurfadhila, Lina; Utami, Marsah Rahmawati
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.7973

Abstract

Latar Belakang: Systemic lupus erythematosus (SLE) ialah penyakit dengan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh, terutama dalam imunitas seluler dan humoral. SLE terjadi pada individu dengan predisposisi genetik, terutama pada gen HLA yang dipicu oleh faktor lingkungan. Pada kebanyakan kasus, SLE muncul akibat efek dari banyak varian gen. Ada banyak golongan obat yang biasa digunakan untuk pengobatan SLE seperti kortikosteroid, imunosupresan, NSAID, atau antibodi monoklonal spesifik yang diarahkan terhadap reseptor permukaan sel atau sitokin  Tujuan: memberikan gambaran dan informasi terkini tentang kandidat obat baru dan target kerja obat penyakit lupus. Metode: studi tinjauan pustaka dari Google Scholar, Science Direct, dan PubMed dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil target kerja obat tersebut melalui tiga jenis penelitian berupa in vivo, in vitro, dan in silico. Berdasarkan tinjauan pustaka yang sudah dilakukan, terdapat beberapa target kerja obat pada penyakit lupus/SLE yaitu reseptor PI3Kδ, Enzim NF-κB inducing kinase, IFN-γ, IL-3, TNF-α, TP53, VEGFA, IL6, CD4, CCR1, JAK2, XRCC5, XRCC6, RB1, MYC, TP53, IL-1 alpha, IL-5, IL-6, IL-17, Limfotoxin-alpha, IL-21, TLR7, TLR9, CAPS3, STAT3, STAT1, IFNα, FcγR2A, CD22, CD20. Lalu untuk hasil beberapa kandidat obat baru terdapat pada ekstrak daun Bryophyllum pinnatum, curcumin, Langchuangding, Hedyotis diffusa Willd, dan BIIB059. Semua target atau kandidat senyawa pengobatan lupus yang diteliti memiliki hasil yang baik untuk pengobatan lupus. Kata Kunci : Kandidat Obat Baru, Target Kerja Obat, Systemic Lupus Erythematosus.
Studi Literatur : Analisis Kandungan Pengawet Formalin Pada Makanan yang Terjual di Pasaran Nurfadhila, Lina; Utami, Marsah Rahmawati; Aisiyah, Adella; Salsabilla, Diva Rizqi; Irwansyah, Silvana Lestari
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 2 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i2.8040

Abstract

Penambahan bahan tambahan pangan diperbolehkan untuk digunakan jika bahan tersebut memenuhi batas standar yang telah ditentukan dan tidak berbahaya bagi konsumen. Formalin adalah salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang oleh pemerintah. Formalin yang terkandung dalam makanan dapat berbahaya bagi orang yang mengkonsumsinya. Berbagai bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat banyak ditemukan mengandung formalin. Tujuan: untuk menganalisis kandungan formalin dan tingkat cemarannya pada makanan yang terjual di Pasaran. Metode: Literature review dengan menggunakan database yaitu google scholar, dan research gate mengenai penelitian terkait makanan yang mengandung formalin. Metode pada beberapa penelitian menggunakan analisis kualitatif yaitu metode asam kromatofat, pereaksi Tollens, KMnO4, pereaksi Schiff, pereaksi Fehling dan uji KIT formalin. Sedangkan untuk analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofometri. Hasil: menunjukkan bahan pangan seperti mie basah, tahu, bakso dan aneka jenis ikan bahkan buah-buahan banyak mengandung formalin didalamnya agar makanan dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat membusuk. Kesimpulan: didapatkan banyaknya produsen yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan agar makanan yang dijual tetap terlihat menarik, tahan lama dan ekonomis. Namun, hal tersebut sangatlah berbahaya bagi kesehatan konsumen sehingga penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan harus dihentikan. Kata Kunci : Formalin, Makanan, Pasar
Applications and Future Potential of X-ray Diffraction in Pharmaceutical Polymorphism: A Literature Review Dwiputra, Rizki Rava; Saputri, Jasmine Rahma; Utami, Marsah Rahmawati
Indonesian Journal of Chemistry and Environment Vol. 7 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ijoce.v7i2.79071

Abstract

Polymorphism in drug compounds is a significant phenomenon in pharmacy because it affects physicochemical properties such as solubility, stability, and bioavailability, which impact the effectiveness and safety of drugs. X-ray diffraction (XRD) is one of the methods that can be used to identify and analyze the polymorphic properties of drug compounds. This article reviews the utilization of XRD in various studies, showing that this method is effective for identifying polymorphism, detecting changes in crystal forms, monitoring crystalline phase transitions, and characterizing the formation of new crystalline phases. Although very useful, XRD has limitations in detecting amorphous phases and requires optimal sample preparation. For more comprehensive results, XRD is often combined with other techniques such as DSC and FTIR. Overall, XRD plays an important role in drug development and quality control, and this technology is expected to continue evolving, including its ability to directly monitor the crystallization process to enhance drug quality and stability.
Co-Authors Adela Khasna Fatkhurohmat Agustin, Annastya Eka Ahsanal Kasasiah Ahsanal Kasasiah Aisiyah, Adella Alfian Yuda Krishindardi Alfina Devianti An Nisaa Mutiara Salsabila Andini, Syfa Dwi Anjani, Ratna Dewi Aprida, Cantika Dewi Berliana Apriza Yuswan Ardiyanti, Yusi Aribowo, Audi Ichsani Aryani, Ajeng Nita Audi Ichsani Aribowo Bismar Al Bara Bunga Nur Annisa Cantika Nurul Sa'adah Darmawan, Shiyami Aulia Nur Devi Ratnasari Deviana Farhani Dewi Ratnasari Dwiputra, Rizki Rava Febiola Lubis, Christina Fika Setra Rikantara Fitriana, Nariyyah hanifah hanifah Haura, Ibtisamah Hayatul Rahmi Hendiana, Siti Nurazizah Aghisna Hidayati, Nita Ilmi, Yuniar Fathil Indah Laily Hilmi Indah Laily Hilmi Indah Megasari Juniar Irwansyah, Silvana Lestari Iskandar, Putri Mutiara Karina Nur Dwi Fatonah Karunia Eka Lestari Lely Sulfiani Saula Lina Nurfadhila Lina Nurfadhila Lismawan , Gita Novianti Lubis, Christina Febiola Maharani, Dhavina Maharani, Sekar Ayu Mahiya Mahiya Mally Ghinan Sholih Marisah, Marisah Marlian, Hermin Mokhammad Ridwan Yudhanegara Munir Alinu Mulki Nabila Rubinadzari Nadia Meisya Nur Faedah Nadia Oktaviani Nandira, Rantika Sekar Nena Vauziah Sary Nisrina, Hasna' Nur Annisa, Bunga Nur Sa’diyyah Nurfadhila, Lina Nurfadhilah, Lina Nurul Sa'adah, Cantika Prasetyo, Fajar Puspa Noer Fadilia Putri, Fajar Amelia Rachmawati Rafiq Zulkarnaen Ramadhani , Dwi Arifa Ramadhany, Arifa Salsabilla Ramlah Ratnasari, Devi Ravelliani, Andien Risky Pratama Sa'adah, Cantika Nurul Sakina, Irene Virda salsabilla, Diva rizqi Saputri, Jasmine Rahma Sari, Lala Komala Sarie, Aldila Divana Sary, Nena Vauziah Sholih, Mally Ghinan Slamet Abadi Syifni, Moza Aulia Teguh Pambudi Tiara Destia Fitri Tyasna, Putri Setya Urbaningrum, Lestari Mahardika Vesara Ardhe Gatera Vina Pratiwi Elawati Widianto, Eri Widya Tri Indarti Wiwin Wintia YULIASARI, FITRI Zakiyah, Wildani