Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PERAN DAN DAMPAK TEKNOLOGI DALAM  PEMBELAJARAN PAI Fadli Ramadhanul Aflah; Idham Kholis; Rivaldiansolih Lubis; Khairunnas Rajab; Yuliana Intan Lestari
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/gsenfq51

Abstract

The rapid development of digital technology has brought significant changes in the world of education, including in Islamic Religious Education (PAI) learning. This article aims to examine the role and impact of technology in PAI learning, as well as to identify effective strategies for its use in the digital era. This study uses a library research method by analyzing literature sources such as national journals, reference books, and relevant actual case studies. The results of the study show that technology has an important role in PAI learning, both as interactive media, alternative learning resources, and evaluation tools. The positive impacts include increasing student learning motivation, expanding access to Islamic knowledge, and encouraging teacher creativity. However, challenges such as potential distractions, inequality of access, and low teacher digital literacy are still obstacles. A case study at MAN 2 Pekanbaru shows that appropriate use of technology can strengthen PAI learning outcomes. The conclusion of this article is that technology has great potential in enriching PAI learning, but it needs the support of appropriate pedagogical strategies and policies so that Islamic values ​​are maintained in the process of digitalizing education.  
Nikah Misyar dalam Perspektif Fikih Klasik dan Kontemporer: Kajian Normatif Atas Keabsahan dan Implikasinya Abdul Kholiq; Khairunnas Rajab; Khairunnas Jamal; Almi Jera; Tohirin
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 2 No 1 (2025): April
Publisher : HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nikah misyar merupakan bentuk pernikahan yang memenuhi rukun dan syarat syar‘i, namun di dalamnya terdapat kesepakatan bahwa pihak istri melepaskan sebagian haknya, seperti nafkah atau tempat tinggal. Meskipun istilah ini tidak ditemukan secara eksplisit dalam literatur fikih klasik, konsep serupa dapat dilacak dalam pembahasan para ulama mengenai akad nikah yang disertai syarat tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan mazhab fikih klasik mengenai keabsahan nikah misyar, mengkaji pendapat ulama dan lembaga fatwa kontemporer, serta menilai implikasinya terhadap maqashid al-shariah dan hukum keluarga modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis, memanfaatkan bahan hukum primer berupa sumber-sumber fikih klasik, fatwa kontemporer, serta bahan hukum sekunder dari artikel jurnal ilmiah dan penelitian terdahulu yang terverifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat mazhab fikih besar mengakui keabsahan nikah misyar apabila terpenuhi rukun dan syarat formil, meskipun terdapat perbedaan dalam menilai implikasinya terhadap hak-hak istri. Ulama dan lembaga fatwa kontemporer membolehkan praktik ini dengan syarat ketat, tetapi mengingatkan risiko sosial dan moral yang mungkin timbul. Dari perspektif maqashid al-shariah, nikah misyar dapat menjaga kehormatan dan mencegah zina, namun berpotensi mengabaikan tujuan pernikahan yang lebih luas seperti kestabilan rumah tangga dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Oleh karena itu, meskipun sah secara syar‘i, penerapan nikah misyar memerlukan regulasi yang memastikan perlindungan hak-hak dan kemaslahatan sesuai prinsip syariat.
Restrukturisasi Kognitif Islam: Sebuah Perspektif Islamic Cognitive Behavior Therapy (I-CBT) Rahma Fithri; Khairunnas Rajab
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 5 (2026): June 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20719961

Abstract

Cognitive restructuring is a core technique in Cognitive Behavior Therapy (CBT) aimed at identifying and transforming negative or dysfunctional thought patterns into more adaptive and realistic ones. In Muslim communities, conventional CBT faces challenges when applied without considering spiritual dimensions and Islamic values. Islamic Cognitive Behavior Therapy (I-CBT) emerges as an integrative response that combines CBT principles with Islamic teachings, particularly the Qur'an, Hadith, and Islamic psychological concepts such as qalb, aql, and nafs. This study aims to comprehensively examine the concept of Islamic cognitive restructuring through the I-CBT lens, encompassing theological foundations, therapeutic processes, and its relevance in contemporary Islamic counseling practice. Using a literature review approach, this study finds that Islamic cognitive restructuring does not merely modify negative thoughts but also integrates dimensions of tawhid, tawakkul, sabr, and shukr as revelation-based cognitive change agents. Practical implications of I-CBT demonstrate significant effectiveness in improving learning motivation, self-esteem, self-acceptance, resilience, and reducing anxiety and addiction among Muslim populations. These findings affirm that integrating Islamic values into cognitive restructuring not only strengthens the cultural validity of therapy but also adds a transcendental dimension that provides meaning and hope for Muslim clients.
Pendekatan Biopsikososiospiritual dalam Penanganan Anak Korban Broken Home: Integrasi Intervensi Psikologis dan Islami Dinda Aulia; Nurhadi; Khairunnas Rajab
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2825

Abstract

Fenomena broken home telah menjadi permasalahan psikososial yang semakin serius di Indonesia, sebagaimana tercermin dari tingginya angka perceraian yang mencapai 394.608 kasus pada tahun 2024. Kondisi keluarga disfungsional memberikan dampak destruktif terhadap perkembangan psikologis anak, meliputi gangguan regulasi emosi, hambatan sosial, penurunan harga diri, serta peningkatan risiko kecemasan dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis berbagai temuan penelitian mengenai intervensi psikologis dan intervensi Islami yang dapat digunakan dalam mendukung pemulihan psikologis serta penguatan resiliensi anak korban broken home. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan sumber data berupa artikel ilmiah yang diperoleh dari berbagai basis data elektronik, meliputi Google Scholar, Scopus, PubMed, dan ScienceDirect, yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan psikologis konvensional seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Solution Focused Brief Therapy (SFBT), konseling kelompok, dan intervensi berbasis resiliensi terbukti efektif dalam menangani distres emosional dan rekonstruksi kognitif pada anak. Sementara itu, intervensi Islami yang mencakup terapi dzikir, internalisasi nilai sabar dan tawakal, bimbingan keagamaan, serta dukungan komunitas masjid terbukti berkontribusi signifikan terhadap pemulihan psikologis melalui mekanisme spiritual coping dan penguatan jaringan sosial berbasis komunitas religius. Sintesis keduanya dalam paradigma biopsikososiospiritual dipandang sebagai model yang paling holistik dan kontekstual untuk anak korban broken home dalam komunitas Muslim.
Model Psikoterapi Islami Berbasis Tilawah Al-Qur’an: Kajian Literatur Fathya Putri Kamilla; Khairunnas Rajab
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4yfn5d60

Abstract

Kesehatan mental menjadi isu global yang mendesak, ditandai dengan meningkatnya stres, kecemasan, dan gangguan emosional. Pada komunitas Muslim, pendekatan psikoterapi yang sesuai dengan nilai agama menjadi penting. Artikel ini membahas model psikoterapi Islam berbasis tilawah Al-Qur’an serta mekanisme koping yang memengaruhi kesehatan mental. Melalui kajian pustaka terhadap studi empiris dan konseptual, artikel ini menelaah mekanisme membaca atau mendengarkan Al-Qur’an dengan regulasi emosi, penurunan stres, dan kesejahteraan psikologis. Temuan menunjukkan bahwa tilawah dapat berfungsi sebagai koping religius adaptif. Secara psikologis, tilawah membantu individu menafsirkan kesulitan hidup melalui iman dan makna. Secara fisiologis, irama dan pola suara tilawah dapat memicu relaksasi, mengurangi ketegangan, dan menumbuhkan rasa tenang. Praktik tilawah yang konsisten juga dapat meningkatkan pengendalian diri, harapan, dan resiliensi. Artikel ini menyimpulkan bahwa tilawah Al-Qur’an berpotensi menjadi intervensi psikoterapi komplementer yang kontekstual dan berbasis nilai. Namun, pengembangan model dan penelitian eksperimental yang lebih ketat tetap diperlukan agar sesuai dengan standar praktik berbasis bukti dalam psikologi klinis.
Dinamika Analisis Kebijakan Pendidikan: Perspektif Rasional, Inkremental, Kritis, Postkolonial, dan Evidence-Based Policy Taufiq Wahyudisyah; Khairunnas Rajab
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3499

Abstract

Konsep dasar kebijakan pendidikan mencakup landasan teoretis dan normatif yang menjelaskan bagaimana kebijakan dirumuskan, ditetapkan, dan diimplementasikan, sekaligus mencerminkan proses sosial, politik, dan intelektual yang bertujuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kajian ini menekankan pentingnya paradigma analisis kebijakan, yang menyediakan kerangka konseptual untuk memahami proses perumusan, interaksi aktor, pengaruh kepentingan, dan dampak kebijakan terhadap praktik pendidikan. Berbagai paradigma, mulai dari pendekatan rasional, inkremental, kritis, hingga postkolonial, menunjukkan kompleksitas realitas pendidikan yang dipengaruhi oleh nilai, ideologi, kepentingan, dan dinamika sosial. Pemahaman terhadap paradigma ini menjadi kunci dalam evaluasi kebijakan secara komprehensif, kritis, dan kontekstual. Penelitian menggu nakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Sumber data terdiri dari literatur ilmiah, buku, artikel jurnal, peraturan perundang-undangan, dan dokumen resmi yang relevan. Analisis dilakukan melalui analisis isi (content analysis) untuk menafsirkan, membandingkan, dan mengklasifikasikan konsep serta model analisis kebijakan pendidikan, sehingga dapat menggambarkan relevansi dan aplikasinya dalam pengelolaan pendidikan modern. Hasil kajian ini memberikan fondasi teoretis dan praktis bagi perumusan, implementasi, dan evaluasi kebijakan pendidikan yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
The Implications of Information Technology Use from a Self-Awareness Perspective on The Development of Students' Islamic Morality Siti Zaleha; Khairunnas Rajab; Yulita Kurniawaty Asra
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v7i1.1524

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak pemanfaatan teknologi terhadap pembentukan akhlak siswa SMA dengan menempatkan kesadaran diri sebagai variabel tinjauan utama. Di tengah meningkatnya ketergantungan remaja pada perangkat digital yang memengaruhi dinamika moral dan karakter, kesadaran diri diidentifikasi sebagai penentu arah pengaruh teknologi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunaka angket. Data dianalisis melalui regresi linear berganda untuk menilai kontribusi penggunaan teknologi dan kesadaran diri terhadap pembentukan akhlak. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan teknologi memiliki implikasi signifikan terhadap pembentukan akhlak, namun pengaruh tersebut dipengaruhi oleh tingkat kesadaran diri peserta didik. Semakin tinggi kesadaran diri, semakin positif arah pembentukan akhlak meskipun intensitas penggunaan teknologi tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan karakter antara literasi digital dan penguatan karakter di sekolah.
Pendekatan Psikologi Islam Terhadap Pencurian, Perampokan dan Korupsi: Tinjauan Preventif, Kuratif dan Rekonstruktif Fathya Putri Kamilla; Rahma Fithri; Vivik Shofiah; Khairunnas Rajab
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 5 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18050625

Abstract

This study explores the perspective of Islamic psychology in responding to criminal behaviors such as theft, robbery, and corruption through three main strategies: prevention, curative intervention, and reconstruction. Using a library research design with a descriptive-analytical approach, the paper examines scholarly works related to Islamic psychology, Islamic law, moral education, and criminal conduct. The analysis indicates that preventive efforts are most effective when they are rooted in strengthening faith, moral and character development, family-based socialization, and the establishment of fair socio-economic structures. Curative interventions focus on spiritual and psychological recovery through practices such as muhasabah (self-introspection), taubat nasuha (sincere repentance), and Islamic counseling, alongside social reintegration initiatives including skills training and economic empowerment. Reconstruction emphasizes a restorative justice approach that actively involves victims, offenders, and the wider community in processes of reconciliation, healing, and the restoration of social trust. Overall, Islamic psychology offers a comprehensive framework that integrates spiritual, moral, and psychological dimensions to prevent, address, and rehabilitate criminal behavior, while providing both theoretical insights and practical strategies for cultivating just, ethical, and socially cohesive societies.
ARAH BARU PENDIDIKAN ISLAM: PENDIDIKAN KARAKTER, SPIRITUALITAS, DAN PSIKOTERAPI ISLAM Nurjasmi Nurjasmi; Khairunnas Rajab
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipkis.v5i3.191

Abstract

This research aims to explore a new direction of Islamic Education that integrates three main pillars: character education, spirituality strengthening, and Islamic psychotherapy approaches. In the context of the modern era influenced by globalization, technology, and moral crises, Islamic education is no longer enough to focus only on the transfer of cognitive knowledge, but must become a holistic transformation medium that forms a complete Muslim personality (insan kamil). Through a literature study with a qualitative approach, this article analyzes key concepts such as internalization of values, teacher examples, religious habits, integrative curriculum, and Islamic psychotherapy methods such as takhalli, tahalli, and tajalli. The results of the study show that the integration of these three aspects can strengthen the spiritual mental resilience of students, form noble characters, and answer psychosocial challenges in the digital era. The recommendations put forward include improving the competence of Islamic Religious Education teachers, developing a value-based curriculum, and implementing a psychospiritual approach in educational practice.
Child Custody Rights After Divorce in Indonesia from a Contemporary Islamic Family Law Perspective Mustafid Mustafid; Khairunnas Rajab; Arisman Arisman; Muhammad Faiz Algifari
Alhurriyah Vol 10 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-hurriyah.v10i2.10096

Abstract

The research explores the issue of child custody (hadhanah) in Indonesia after divorce, focusing on the challenges arising from the increasing divorce rates. It addresses the gap between classical Islamic jurisprudence, which traditionally prioritizes maternal rights, and the modern social realities that necessitate multidimensional considerations—legal, psychological, and social. The novelty of this study lies in its attempt to reconstruct the concept of child custody by harmonizing the principles of Islamic family law with the evolving needs of modern Indonesian society. This is achieved through the reinterpretation of classical fiqh texts using contemporary approaches, such as maslahah mursalah (public interest) and maqasid al-shariah (objectives of Islamic law), to align them with the principle of the best interest of the child. The research employs a qualitative methodology with a normative-sociological approach, supported by a literature review. Primary data is derived from classical Islamic jurisprudence literature and contemporary Islamic legal thought, while secondary data includes Indonesian legislation such as the Compilation of Islamic Law and the Marriage Law, alongside relevant scholarly articles. The findings reveal the urgent need to reinterpret the concept of hadhanah in a way that reflects current social, legal, and psychological considerations. The research emphasizes that harmonizing traditional sharia norms with modern social realities will enable the application of more humanistic Islamic law, thus contributing to the development of a contextual and equitable framework for Islamic family law in Indonesia. This approach helps address contemporary challenges and strengthens the adaptability of Islamic family law in the modern era.