Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Produk Mie Basah Kombinasi Tepung Labu Kuning dan Tepung Mocaf Sebagai Makanan Indeks Glikemik Rendah Pencegah Obesitas bagi Balita Rissa Laila Vifta; Fania Putri Luhurningtyas; Dyah Kartika Wening
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.383 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1621

Abstract

The tendency of modern society's lifestyle that demands fast food due to dense activities, noodles have been used as a substitute for rice. The raw material used in the manufacture of noodles is wheat flour which is still imported. So it is necessary to reduce the consumption of wheat flour by moving to pumpkin and mocap flour as alternative. Another analysis stated that noodles with wheat flour can increasing glycemic index and trigger the occurrence of obsession up to the prevalence of Diabetes Mellitus. The survey to target from Keji Village by random sampling stated that the consumption of instant noodles for toddlers is relatively high. The factor that cause the high consumption factor is the lack of education for housewives and also lack of skills of housewives in serving healthy on varied types of food for toddlers. The implementation of community service is education of the glycemic index and its effect on food, training on functional food processing of low glycemic index noodles from pumpkin and mocap flour and continued by discussion session. The activities carried out and received by the participants enthusiastically. Pretest and post-test were also carried out and results showed that 70.82% of participants could not answer correctly, but after a demonstration of making low glycemic index noodles, the results showed that 76.71% of participants had answered correctly according to the material presented, and the participant knowledge increase up to 72% after this service activities.ABSTRAKKecenderungan pola hidup masyarakat modern yang menuntut makanan siap saji akibat aktivitas yang padat, mie telah digunakan sebagai salah satu pangan pengganti nasi. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan mie adalah tepung terigu yang selama ini masih impor. Sehingga perlu adanya pengurangan konsumsi tepung terigu dalam pembuatan mie yang salah satunya menggunakan alternatif tepung labu kuning dan tepung mocaf. Analisis lain menyebutkan bahwa mie dengan bahan baku tepung terigu dapat menyebabkan peningkatan indeks glikemik dan memicu terjadinya obsesitas sampai dengan prevalensi Diabetes Mellitus. Hasil survey kepada mitra sasaran di wilayah Dusun Suruhan-Desa Keji secara random sampling menyebutkan bahwa konsumsi mie instan bagi Balita masih tergolong tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya faktor konsumsi tersebut adalah kurangnya edukasi bagi ibu rumah tangga sekaligus kurangnya keterampilan Ibu rumah tangga dalam menyajikan jenis makanan sehat dan bervariasi bagi Balita. Adapun pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa edukasi pentingnya mengetahui indeks glikemik dan pengaruh pada makanan, serta pelatihan pengolahan pangan fungsional mie rendah indek glikemik berbahan tepung ubi ungu dan labu kuning dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Kegiatan berjalan dengan baik dan diterima peserta dengan antusias. Selain edukasi, dilakukan juga tahapan pretes dan postest, sebagai evaluasi apakah pelaksanaan pengabdian ini dapat dipahami peserta setelah proses pemberian edukasi dan pelatihan. Hasil yang diperoleh sebanyak 70.82% peserta kegiatan tidak dapat menjawab dengan benar, namun setelah dilakukan demonstrasi pembuatan mie rendah indeks glikemik, didapatkan hasil 76,71% peserta telah menjawab dengan benar dan sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Pemahaman peserta meningkat sampai 72% setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kemetul Melalui Pelatihan Soft Skill Pembuatan Produk Jamu Putri Naja Fadhilah; Hanifah Trisnaningsih; Anasthasia Pujiastuti; Rissa Laila Vifta
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.275 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1961

Abstract

Medicinal Plants (TOGA) are widely grown in the community yards of Kemetul Village, Susukan District, Semarang Regency. The use of TOGA that is not optimal and the low selling price of these plants are the main problems faced by the Women Farmers Group (KWT) of Kemetul Village. This is the background for the implementation of Community Service activities carried out by the Himafarsi Service Team of Ngudi Waluyo University. The activity was carried out through training on making simplicia and herbal products with the target of the Women Farmers Group (KWT) in Kemetul Village. The method of implementing the program is done offline. Indicators of program success can be seen through the increase in participants' knowledge by 96.6%. Community Service Activities have produced activity outputs in the form of participants' abilities in making simplicia, herbal products in the form of W'dank Ginger Plus, Ready to Drink herbs Kunyit Asem and Kencur Rice as well as the opening of Cafe Jamoe Kemetul. The community can use TOGA as herbal products and sell it at Cafe Jamoe Kemetul so that it can increase the selling value of plant products.ABSTRAKTanaman Obat Keluarga (TOGA) banyak tumbuh di lahan pekarangan masyarakat Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Pemanfaatan TOGA yang kurang maksimal serta rendahnya harga jual hasil tanaman tersebut merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kemetul. Hal tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Himafarsi Universitas Ngudi Waluyo. Kegiatan dilakukan melalui Pelatihan Pembuatan Simplisia dan Produk jamu dengan mitra sasaran Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kemetul. Metode pelaksanaan program dilakukan secara offline. Indikator keberhasilan program dapat diketahui melalui persentase peningkatan pengetahuan peserta sebesar 96,6%. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat telah menghasilkan output kegiatan berupa kemampuan peserta dalam pembuatan simplisia, produk jamu berupa W’dank Ginger Plus, jamu Ready to Drink Kunyit Asem dan Beras Kencur serta pembukaan Cafe Jamoe Kemetul. Masyarakat dapat memanfaatkan TOGA menjadi produk jamu dan dijual di Cafe Jamoe Kemetul sehingga dapat meningkatkan nilai jual hasil tanaman.
Skrining Fitokimia, Karakterisasi, dan Penentuan Kadar Flavonoid Total Ekstrak dan Fraksi-Fraksi Buah Parijoto (Medinilla speciosa B.) Rissa Laila Vifta; Yustisia Dian Advistasari
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah Parijoto (Medinilla speciosa B.) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktifitas sebagai antioksidan dan antidiabetes. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui lebih lanjut kandungan senyawa aktif dalam Ekstrak dan Fraksi-fraksi Buah Parijoto secara kualitatif, karakterisasi senyawa aktif, serta menentukan kadar flavonoid total dalam Buah Parijoto (Medinilla speciosa B.). Skrining fitokimia dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap uji kualitatif, tahap uji semi kuantitatif dengan kromatografi lapis tipis dan karakterisasi dengan spektrofotometer IR, serta dilanjutkan dengan uji kuantitatif untuk menentukan kadar flavonoid total pada fraksi-fraksi Buah Parijoto (Medinilla speciosa B.).  Hasil uji penapisan fitokimia menunjukkan bahwa secara kualitatif senyawa aktif yang terkandung dalam Buah Parijoto meliputi flavonoid, tannin, saponin, dan alkaloid. Adanya flavonoid pada Buah Parijoto dipertegas menggunakan uji kromatografi lapis tipis. Hasil karakterisasi dengan IR menunjukkan gugus spesifik flavonoid golongan flavonol. Kadar flavonoid total pada fraksi n-heksan sebanyak 1,11 mg QE/g, pada fraksi etil asetat sebanyak 46,83 mg QE/g, dan pada fraksi etanol sebanyak 66,07 mg QE/g.Kata kunci: parijoto, flavonoid, skrining, karakterisasiAbstractParijoto fruit (Medinilla speciosa B.) contains secondary metabolites which have potential activities as antioxidant and antidiabetic. The aim of this research was to further knowing the total compounds in Extracts and Fractions of Parijoto Fruit, characterization of active compound, and also determining the total flavonoid levels of Parijoto Fruit (Medinilla speciosa B.). Phytochemical screening was carried out in three levels, qualitative by coloring test,, semi-qualitative test level with thin layer chromatography, and followed by quantitative tests to determine the total flavonoid levels in the Parijoto Fruit fractions (Medinilla speciosa B.). Phytochemical screening test results showed that the active compounds contained in Parijoto Fruit included flavonoid, tannin, saponin, and alkaloids. The presence of flavonoids in Parijoto Fruit is confirmed using thin layer chromatography test.  The characterization results with IR showed a specific flavonoid group of flavonols. Total flavonoid levels in n-hexane fraction were 1.11 mg QE / g, at ethyl acetate fraction as much as 46.83 mg QE / g, and at ethanol fraction as much as 66.07 mg QE / g.  Keywords: parijoto, flavonoid, screening, characterization
Aktivitas antibakteri salep ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betleL.) Terhadap infeksi bakteri Staphylococcus aureus Rissa Laila Vifta; Muhammad Andri Wansyah; Anita Kumala Hati
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v5i2.117

Abstract

Abstrak  Sirih hijau (Piper betle L.) adalah tanaman yang mudah dijumpai di Indonesia. Secara empiris, sirih hijau  digunakan sebagai antibakteri pada luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas salep ekstrak etanol daun sirih hijau sebagai antibakteri. Pengujian efek antibakteri dilakukan secara in vitro dan in vivo. Ekstrak etanol daun sirih hijau dibuat dengan cara maserasi. Pengujian secara in vitro dilakukan menggunakan metode mikrodilusi terhadap Staphylococcus aureus  untuk mengetahui nilai konsentrasi hambat minimum ekstrak daun sirih hijau pada konsentrasi 3, 4, dan 5%.  Kemudian ekstrak dibuat salep dan diuji secara in vivo menggunakan hewan uji tikus yang terdiri dari kelompok kontrol negatif, kelompok ekstrak (konsentrasi 3,4, dan 5%), serata pembanding kontrol positif gentamisin 0,1%. Hasil uji dianalisis menggunakan Sapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji ANAVA serta uji LSD untuk mengetahui perbandingan hasil kelima kelompok perlakuan. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa konsentrasi hambat minimum ekstrak daun sirih yang optimal adalah 5%. Hasil uji in vivo menunjukkan lama kesembuhan luka meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak daun sirih hijau. Hasil uji normalitas, Anava, dan uji LSD pada uji in vivo memberikan hasil yang sejalan. Konsentrasi 4 dan 5% merupakan konsentrasi efektif dengan aktivitas waktu kesembuhan luka tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif (gentamisin 0,1%) dengan rerata waktu berturut-turut 6,20±0,80 dan 6,00±0,71 hari. Dapat disimpulkan bahwa hasil uji antibakteri pada salep sejalan dengan uji secara in-vitro ekstrak daun Sirih Hijau yang memiliki potensi sebagai antibakteri.Kata kunci:     Daun sirih hijau, Antibakteri, Salep, Luka Antibacterial activity from ointment contains extract of green betle leaves (Piper betle l.) to Staphylococcus aureus bacterial infection Abstract  Green betel (Piper betle L.) is a plant that is easy to find in Indonesia. Empirically, green betel is used as an antibacterial to the wound. This study aims to determine the activity of ointment of ethanol extract of green betel leaves as antibacterial. Tests of antibacterial effects were performed in vitro and in vivo. Ethanol extract of green betel leaf is made by maceration. In vitro testing was done using micro dilution method to Staphylococcus aureus to determine the minimum inhibitory concentration of green leaf extract at concentrations of 3, 4, and 5%. Then the extract was made ointment and tested in vivo using rat consisting of the negative control group, the extract group (concentrations 3,4, and 5%), the positive control of gentamicin 0.1%. The test results were analyzed using Sapiro-Wilk and continued with ANAVA test and LSD test to find out the comparison of the results of the five treatment groups. The results of in vitro test showed that the minimum inhibit concentration of green betel leaf extract was 5%. The results of in vivo test showed the duration of wound healing increased with increasing concentration of green betel leaf extract. The result of normality test, Anava, and LSD test on in vivo test give the same result. Concentrations of 4 and 5% were effective concentrations with wound healing time activity were not significantly different with positive control (gentamicin 0.1%) with mean time of 6.20 ± 0.80 and 6.00 ± 0.71 days respectively. It can be concluded that the antibacterial test results in ointment are in line with in vitro test of leaf green betel extract which has potential as antibacterial.Key words:      Green betel, Antibacterial, Ointment, Wound
Analisis Flavonoid Total Ekstrak Buah Parijoto (Medinilla speciosa) Asal Bandungan dan Formulasinya dalam Sedian Gel Vifta, Rissa Laila; Saputra, Yoga; Hakim, Abdillah Lukman
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 2, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v2i1.342

Abstract

Salah satu jenis tumbuhan Indonesia yang belum diteliti pemanfaatannya secara penuh dalam kaitannya dengan pengobatan adalah tumbuhan Parijoto (Medinilla speciosa). Buah Parijoto mengandung senyawa flavonoid yang memiliki efek farmakologis sebagai antioksidan. Formulasi sediaan gel dapat memfasilitasi aplikasi topikalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan flavonoid total dalam ekstrak buah Parijoto dan mengevaluasi sifat fisik formulasi gel ekstrak buah Parijoto. Ekstraksi fisik meliputi ekstraksi buah Parijoto dengan perendaman pelarut etanol 96%, analisis flavonoid secara kualitatif dan kuantitatif, dan uji adhesi dengan homogenitas, sensorik, uji pH, uji dispersibilitas, viskositas dan penyimpanan pada suhu (100C) dan (400C). Hasil penelitian diperoleh rendemen ekstrak buah parijoto sebesar 11,56% b/b. Identifikasi kualitatif menunjukkan adanya senyawa flavonoid pada ekstrak buah parijoto. Flavonoid total dengan pembanding kuersetin dan rutin masing-masing sebesar 310,03 mgQE/g dan 73,29 mgRE/g. Hasil uji sifat fisik gel memenuhi syarat standar pengujian sifat fisik selama penyimpanan selama 5 siklus dan 10 hari untuk parameter uji homogenitas, uji pH, uji dispersi, uji viskositas dan daya lekat, tetapi tidak memenuhi, sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak buah  tidak stabil.One of the Indonesian plant species that has not been fully utilized for medication is the Parijoto plant (Medinilla speciosa). Parijoto fruit contains flavonoid compounds that have pharmacological effects as antioxidants. The formulation of the gel preparation can facilitate its topical application. The purpose of this study was to analyze the total flavonoid content in Parijoto fruit extract and evaluate the physical properties of the Parijoto fruit extract gel formulation. Physical extraction includes extraction of Parijoto fruit by immersion in 96% ethanol solvent, qualitative and quantitative analysis of flavonoids, and adhesion test with homogeneity, sensory, pH test, dispersibility test, viscosity, and storage at temperatures (100C) and (400C). The results showed that the yield of parijoto fruit extract was 11.56% w/w. Qualitative identification showed the presence of flavonoid compounds in parijoto fruit extract. Total flavonoids with a comparison of quercetin and rutin were 310.03 mgQE/g and 73.29 mgRE/g, respectively. The results of the physical properties test of the gel met the standard requirements for testing physical properties during storage for 5 cycles and 10 days for the parameters of homogeneity test, pH test, dispersion test, viscosity, and adhesion test, but did not meet, so it could be concluded that the fruit extract gel preparation was unstable.
Potensi Ekstrak Buah Parijoto (Medinilla speciosa blume) sebagai Bahan Aktif Sedian Antioksidan Facial Wash Gel Vifta, Rissa Laila; Tinasari, Niken Delvin
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 1, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i1.23035

Abstract

Medinilla speciosa or Parijoto was contains flavonoid which known as a strong antioxidant compound so can be used as an active agent in cosmetic formulation. Antioxidant compounds have ability as free radicals scavenger. Facial wash gel cosmetic formulation are in great demand to clean facial skin to the maximum extent to the pores. The research aims to evaluate the physical stability and antioxidant activity using DPPH method with IC50 parameter. This research is an experimental post design research with maceration as extraction method. Concentration of parijoto fruit gel facial wash formulation were F1 (0.5%), F2 (1%), and F3 (1.5%). Physical stability test for 5 cycles of 10 days which includes organoleptic test, homogeneity test, pH test, viscosity test, foam height test, and antioxidant activity evaluation using DPPH and quercetin as standart. The results of physical stability in the accelerated test for 10 days showed that the preparation was stable during storage (p-value>0.05). Antioxidant activity of Formula 1 (0.5%) obtained IC50 value of 155.32 ppm (very weak), Formula 2 (1%) obtained IC50 value of 137.79 (medium), and Formula 3 (1.5%) obtained IC50 value of 96.17 ppm (strong). The IC50 value of quercetin was obtained at 4.19 ppm (very strong), parijoto fruit extract at 33.13 ppm (very strong), and positive control (market product) at 37.18 ppm (very strong). Keywords : Antioxidant, Facial wash, Flavonoids, Gel, Parijoto, Stability
UJI ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL BUAH PARIJOTO (Medinilla speciosa B.) DAN FRAKSINYA Advistasari, Yustisia Dian; Vifta, Rissa Laila
Media Farmasi Indonesia Vol. 13 No. 2 (2018): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.917 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah akibat tidak bekerjanya sistem insulin (Hardiman, 2013). Tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid dapat berguna sebagai penurun gula darah (Larantukan dkk., 2014). Salah satu tumbuhan yang mempunyai kandungan metabolit flavonoid adalah buah parijoto (Medinilla speciosa B.). Buah parijoto dibuat ekstrak secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol yang telah diperoleh selanjutnya difraksi dan dilakukan pengujian secara in vivo dengan metode induksi aloksan pada hewan uji tikus. Hewan uji tikus dibagi menjadi 8 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol positif glibenklamid dosis 1,26 mg/kgBB, kontrol negatif CMC Na 0,5%, ekstrak etanol buah parijoto dosis 75, 100, 125 mg/kgBB dan fraksi etanol buah parijoto dosis 33,1387; 44,1849; 55,2312 mg/kgBB. Induksi aloksan diberikan 3 hari sebelum pemberian senyawa uji secara intraperitoneal. Pengukuran kadar gula darah dilakukan pada hari ke-0,3,7,10. Hasil pengukuran kadar gula darah pada hari ke-0 (awal) rerata kadar gula darah antara 59,8-74,2 mg/dL masih masuk dalam kisaran kadar gula darah normal yaitu 50-135 mg/dL. Aktivitas penurunan kadar gula darah setelah pemberian ekstrak etanol buah parijoto terbesar 50,43% pada dosis ekstrak 125 mg/kgBB. Sedangkan penurunan kadar gula darah terbesar setelah pemberian fraksi etanol buah parijoto pada dosis 55,2312 mg/kgBB sebesar 62,25%. Hal ini sesuai dengan hasil uji statistic Post-Hoc Test yang menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis senyawa uji yang diberikan maka semakin besar aktivitas penurunan kadar gula darah yang dicapai.
Potensi Antioksidan Kombinasi Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var Rubrum) dan Bunga Telang (Clitoria ternatea L) dengan Metode DPPH: Antioxidant Potential of Combination of Red Ginger Extract (Zingiber officinale var Rubrum) and Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea L) using the DPPH Method Della Jauharotus Sa’adah; Rissa Laila Vifta; Windi Susmayanti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.345

Abstract

The combination of two or more natural product was thought to increase their pharmacological activity as an antioxidant. Red ginger and blue butterfly pea flowers are two natural product that can be combined to have better antioxidant activity. The aim of this research was to analyze the antioxidant activity of the combination of red ginger extract (JM) and butterfly pea flower (TL) based on the IC50 value. Red ginger and butterfly pea flowers was used as the sample. Extraction was carried out by maceration method using 96% ethanol as solvent and n-hexane as purification solvent. The determination of antioxidant activity have done by using the DPPH method. The IC50 value were analyzed statistically using the One Way Anova test and the LSD test. The yield of purified red ginger n-hexane extract was 63.3% and 90.4% of butterfly pea flower. Both of red ginger and butterfly pea flower extracts were positive for flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids. The IC50 value of JM:TL (0:1) combination was 31.17 ppm, JM:TL (1:0) combination was 65.644 ppm, JM:TL (1:1) combination was 38.65 ppm, JM:TL (1:2) ombination was 54.775 ppm, and JM:TL (2:1) combination was 22.262 ppm. The combination of red ginger extract and butterfly pea flower extract have a strong to very strong category of antioidant activity. The LSD analyzed results showed that there is a significant difference in the IC50 value in all combinations with a p-value <0.05. ABSTRAK Kombinasi dua atau lebih bahan alam diduga dapat meningkatkan aktivitas farmakologisnya sebagai antioksidan. Rimpang jahe merah dan bunga telang merupakan dua bahan alam yang dapat dikombinasikan dan diduga berpotensi memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Tujuan penelitian untuk menganalisis aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak jahe merah (JM) dan bunga telang (TL) berdasarkan nilai IC50. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan sampel jahe merah dan bunga telang. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan purifikasi ekstrak menggunakan pelarut n-heksan. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Data dianalisis secara statistika menggunakan uji One Way Anova dan uji LSD. Rendemen ekstrak purifikasi n-heksan jahe merah 63,3% dan bunga telang 90,4%. Hasil pengujian metabolit sekunder pada kedua ekstrak positif mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Nilai IC50 Kombinasi JM:TL (0:1) 31,17 ppm, Kombinasi JM:TL (1:0) 65,644 ppm, Kombinasi JM:TL (1:1) 38,651 ppm, Kombinasi JM:TL (1:2) 54,775 ppm, dan Kombinasi JM:TL (2:1) 22,262 ppm. Aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak jahe merah dan ekstrak bunga telang menghasilkan nilai IC50 dengan kategori kuat sampai dengan sangat kuat Hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada nilai IC50 pada seluruh kombinasi dengan p-value <0,05. 
Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Biji Timun Suri (Cucumis melo L.) terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara In Vitro Vifta, Rissa Laila; Khotimah, Siti Khusnul; Luhurningtyas, Fania Putri
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.833 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v1i1.29

Abstract

Alternatif antifungi semakin ditingkatkan pada pemanfaatan bahan alam, salah satunya adalah penggunaan Biji Timun Suri. Biji Timun Suri mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang berefek sebagai antifungi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak Biji Timun Suri (Cucumis melo L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Pengujian aktivitas antifungi dilakukan secara mikrodilusi dengan penentuan MIC (minimum inhibition concentration). Rentang konsentrasi yang digunakan adalah 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%. Pengujian dilanjutkan dengan penentuan MFC (minimum fungicidal concrentration) dengan metode TPC (Total Pour Plate) dan ditegaskan dengan uji statistik one way Anava. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MIC esktrak Biji Timun Suri diperoleh pada konsentrasi 50%. Ekstrak Biji timun suri konsentrasi 50% efektif menghambat pertumbuhan Candida albicans dengan hasil yang sebanding dengan ketokonazole sebagai kontrol positif. Kemampuan ekstrak Biji Timun Suri dalam menghambat pertumbuhan jamur masih bersifat fungistatik dengan melihat pada uji MFC masih terdapat pertumbuhan koloni pada media.
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Biji Bligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Luhurningtyas, Fania Putri; Vifta, Rissa Laila; Khotimah, Siti Khusnul
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.613 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v1i1.32

Abstract

Tanaman bligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) merupakan tanaman yang termasuk di dalam famili Cucurbitae atau sejenis labu. Khasiat tradisional bligo secara turun menurun adalah sebagai laksatif, diuretik, dispepsia, dan anti inflamasi. Telah dilakukan uji aktivitas antijamur ekstrak etanol biji bligo terhadap Candida albicans untuk mengetahui aktivitas penghambatan pertumbuhan jamur dan identifikasi golongan metabolit sekundernya. Penelitian ini dilakukan beberapa tahap, yaitu ekstraksi senyawa bioaktif menggunakan refluks, skrining fitokimia dan uji aktivitas antijamur dengan metode mikrodilusi. Ekstrak etanol biji bligo mempunyai aktivitas antijamur yang lemah dengan nilai konsentrasi hambat minimum (MIC) sebesar 250 mg/mL dan konsentrasi bunuh minimum (MFC) sebesar        > 500 mg/mL. Hasil identifikasi metabolit sekunder menunjukkan ekstrak etanol biji bligo positif mengandung alkaloid, flavonoid, dan saponin.
Co-Authors Advistasari, Yustisia Dian Advistasari, Yustisia Dian Agitya Resti Erwiyani Alif Maulidya Aminah, Maulidahul Andi Pradana Anhuma Turaya, M.Ridho Anita Dwi Puspitasari Annisah Mahanani Arif Santoso Avian Tri Wahyudi Choirul Huda Damar Adi Prasetyo Della Jauharotus Sa’adah Dewi Purnamasari Diah Nurlaila Dyah Kartika Wening Elvansi, M. Elvansi Faris Hermawan, Faris Fitria Mentari Fuzianingsih, Eka Noviya Hadi Nasbey Hakim, Abdillah Lukman Hanifah Trisnaningsih Hati, Anita Kumala Indah Hartati Indah Mahendra Wardani Indah Mahendra Wardani Istianatus Sunnah Jatmiko Susilo Komang Ana Pratiwi Lailatul Badriyah Lestari, Puji Luhurningtyas, Fania Putri M. Elvansi Elvansi Mafitasari, Dwi Mahardika Adhi Candra Mardiyanti, Devi Maria Ulfah Marini, Yeni Marlina, Lala Adetia Melati Aprilliana Ramadhani Melati Aprilliana Ramadhani, Melati Aprilliana Muhammad Alviyan Shutiawan Muhammad Andri Wansyah Munifilia Ekasari Nadia Miftahul Jannah Nani Winarti Ni Putu Yunika Candra Riskiana Ni Putu Yunika Candra Riskiana Nova Hasani Furdiyanti Nur Syarohmawati Nurjanah, Mutia Hariani Nurul Chanifah Paonganan, Afner Otniel Pera Amelia Prasetyo, Damar Adi Puji Astutik Puji Astutik Pujiastuti, Anasthasia Putri Naja Fadhilah Rahma Diyan Martha Rahman, Erik Ramadhani, Melati Apriliana Reni Citra Agustina Richa Yuswantina Rilla Noor Farida Salsabiela Dwiyudrisa Suyudi Samsuri, Ahmad Santoso, Wingit Saputra, Yoga Sikni Retno Karminingtyas Siti Khusnul Khotimah Siti Khusnul Khotimah, Siti Khusnul Sri Mustika Ayu SULASTRI Sulastri Sulastri Supiani Rahayu Suyudi, Salsabiela Dwiyudrisa Tina Mawardika Tinasari, Niken Delvin Trisnaningsih, Hanifah Wahyudi, Avian Tri Wansyah, Muhammad Andri Winda Ayu Ningtyas Windi Susmayanti Wingit Santoso Yanti, Sahri Yurike Tatengkeng Yustisia Dian Advistasari Zikri, Adi Tiara