Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemikiran Manajemen Pendidikan Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyah dahrani; Muhammad Syaifuddin
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah tempat berlangsungnya proses belajar mengajar melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Lembaga pendidikan islam adalah tempat yang berupaya untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman siswa tentang agama islam sehingga menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan Islam mulai berkembang sejak masa Rasulullah SAW., Khulafaur Rasyidin, Bani Ummayah, Bani Abbasiyah, dan masih terus berkembang hingga saat ini. Pendidikan Islam mengalami kemajuan terutama pada masa Dinasti Abbasiyah. Penulisan artikel ini bertujuan untuk membahas tentang konsep pendidikan Islam pada masa dinasti Abbasiyah dan perkembangan Islam masa modern. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, sumber informasi penelitian ini diperoleh melalui berbagai sumber, media cetak, media online mengenai topik yang dibahas. Hasil penelitian dalam artikel ini dilihat dari bentuk dan sifat lembaga pendidikan Islam yang ada pada zaman dinasti Abbasiyah dapat dikategorikan menjadi 3 jenis. Yang terdiri dari lembaga pendidikan informal; seperti rumah para ulama’, lembaga pendidikan nonformal; seperti kutab, masjid, toko buku, perpustakaan dan lembaga pendidikan formal contohnya adalah madrasah. Banyaknya lembaga pendidikan tersebut menunjukkan bahwa hal ini sesuai dengan keyakinan dalam Islam yang mewajibkan menuntut ilmu dan dianggap sebagai suatu ibadah. Oleh karenanya tempat untuk belajar sangatlah beragam, tidak hanya terpusat pada tempat tertentu
Mengenang Pendidikan Islam Pada Massa Dinasti Fatimiyah Di Mesir (909-1171 M) Rizadiliyawati; Muhammad Syaifuddin
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti  Fatimiyah  di  Mesir, maka dapat disimpulkan bahwa Dinasti Fatimiyah adalah Dinasti Syi¶ah yang  didirikan  oleh  Ubaidillah  Al-Mahdi.  Dinasti  ini  berkuasa  dari tahun 909 M sampai dengan tahun 1171 M, atas dasar bukti keturunan Nabi lewat Fahtimah dan Ali bin Abi Thalib dari Ismail anak Jafar Sidik. Dinasti ini didirikan sebagai tandingan bagi penguasa dunia muslim  saat  itu  yang  terpusat  di  Bagdad,  yaitu  Bani  Abbasiyah. Wilayah kekuasaan Dinasti Fatimiyah meliputi Afrika Utara, Mesir, dan Suriah. Berdirinya Dinasti Fatimiyah dilatarbelakangi oleh melemahnya Dinasti Abbasiyah. Pada masa Dinasti Fatimiyah, lembaga Pendidikan yang digunakan sebagai basis pengembangan pendidikan terdiri dari; Masjid, Istana, Perpusakaan dan Dar al-‘Ilm atau  disebut Jamiah Ilmiyah  Akademi  (lembaga  riset).  Perkembangan  ilmu  pengetahuan pada masa Dinasti  Fatimiyah meliputi beberapa bidang ilmu seperti; Bahasa dan Sastra, Ilmu Kedokteran, Syair dan Filsafat. Berkenaan dengan   hal   tersebut,   universitas    Al-azhar   merupakan   lembaga pendidikan tinggi, sekaligus menjadi bukti sejarah peradaban Dinasti Fatimiyah dalam pengembangan pendidikan, dan sampai sekarang menjadi  kiblat  pendidikan  yang  bernuansa  Islam.  Dari  sisi pengajarannya, al-Azhar pada masa Dinasti Fatimiyah dilaksanakan dengan sistem kelas. Metode pengajaran menggunakan metode berhalaqah dan metode diskusi. Sedangkan kurikulum yang dipakai di al-Azhar pada mula  fiqih dan al-Azhar pada mula fiqih dan al-Qur’an dan ilmu agama lainnya
Pemikiran Manajemen Pendidikan Islam Masa Rasulullah Saw Periode Madinah: Strategi, Materi Dan Lembaga Pendidikan Madaniyah; Muhammad Syaifuddin
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the thoughts on Islamic education management during the time of the Prophet Muhammad SAW in the Medina period, focusing on strategies, materials, and educational institutions. The Prophet Muhammad developed an educational strategy centered on Islamic moral values ​​and sharia, accompanied by a practical approach to learning through mosques and halaqah. Educational materials include the Qur'an, religious knowledge, and life skills that are relevant to the needs of the community. Educational institutions at that time, such as the Nabawi Mosque, became centers of learning that supported the intellectual and spiritual development of the community. This thinking became the foundation for the development of a comprehensive Islamic education system to this day.
MANAJEMEN STRATEGIS PENDIDIKAN DI MTS AL MA’ARIF JEMAJA: STUDI KASUS DI KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS Madaniyah; Safaruddin; Muhammad Syaifuddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02` (2025): Volume 10 No. 2 Juni 2024 In Built
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02`.26804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategis pendidikan di MTs Al Ma’arif Jemaja, sebuah madrasah yang terletak di wilayah kepulauan terpencil, Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah telah menerapkan manajemen strategis secara cukup efektif, meliputi perencanaan strategis, pengorganisasian, pengelolaan sumber daya, serta pengawasan dan evaluasi. Sekolah memiliki rencana strategis yang jelas dan terukur, struktur organisasi yang fungsional, serta sistem evaluasi yang berjalan secara berkala. Namun demikian, tantangan utama yang masih dihadapi adalah kurangnya keterlibatan stakeholder eksternal dan belum optimalnya pengembangan profesional guru. Kesimpulannya, MTs Al Ma’arif Jemaja telah menunjukkan praktik manajemen strategis yang adaptif dan kontekstual, yang berpotensi menjadi model bagi sekolah di wilayah 3T lainnya.
Penyuluhan Pencegahan Anemia Dengan Konsumsi Sari Umbi Bit Ramayani, Septiana Laksmi; Muhammad Syaifuddin
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.119

Abstract

Anemia adalah kondisi kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal untuk kelompok usia dan jenis kelamin. WHO memperkirakan sekitar 40% anak usia 6-59 bulan, 37% ibu hamil, dan 30% wanita usia 15-49 tahun di seluruh dunia mengalami anemia. Di Indonesia, prevalensi anemia meningkat dari 37,1% tahun 2013 menjadi 48,9% tahun 2018 kelompok usia 15-34 tahun. Anemia pada ibu hamil meningkatkan risiko komplikasi perdarahan, menurunkan fungsi kekebalan tubuh, dan menghambat pertumbuhan janin. Salah satu upaya pencegahan anemia dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti umbi bit. Umbi bit (Beta vulgaris) dikenal sebagai sumber makanan kaya nutrisi, terutama zat besi, asam folat, dan vitamin C untuk pembentukan sel darah merah. Umbi bit diketahui secara signifikan memberikan pengaruh kenaikan kadar hemoglobin untuk mencegah dan mengatasi anemia. Melihat prevalensi anemia yang tinggi pada ibu hamil dan anak-anak serta manfaat umbi bit sebagai penambah darah, diperlukan kegiatan penyuluhan pencegahan anemia dengan konsumsi sari umbi bit. Penyuluhan kepada masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai anemia dan mendorong peningkatan konsumsi umbi bit. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari rata-rata nilai 73,21 (kategori sedang) menjadi 91,07 (kategori baik). Hasil pretest dan posttest di menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata sebesar 19,62.
Analisa Konsep Pernikahan Dini Dalam Perspektif Hukum Islam, Sosial: (Studi Pustaka) Ahmad Alaik Niam; Muhammad Nurul Fahmi; M. Malik Almajdi; Muhammad Zidan Kurniawan; Muhammad Syaifuddin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh hukum pernikahan dalam Islam, yang meliputi syarat dan rukun nikah, konsep kafa’ah (kesetaraan), serta fenomena pernikahan dini dan dampaknya dalam konteks hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap literatur, kitab fiqih, jurnal, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum nikah dalam Islam terbagi menjadi lima ketentuan, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram, yang penetapannya bergantung pada kondisi individu. Syarat dan rukun nikah menjadi penentu sahnya pernikahan, sedangkan konsep kafa’ah menegaskan pentingnya kesetaraan dalam agama, nasab, profesi, dan akhlak untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Sementara itu, pernikahan dini, meskipun diperbolehkan jika pasangan telah baligh dan rusyd, tetap menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, sosial, dan hukum. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap hukum dan etika pernikahan sangat diperlukan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Lebih lanjut, penelitian ini menekankan urgensi harmonisasi antara prinsip hukum Islam dan peraturan hukum nasional Indonesia dalam konteks pelaksanaan pernikahan, khususnya mengenai batas usia minimal calon mempelai. Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang merevisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 menetapkan usia 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan, sebagai bentuk perlindungan terhadap hak anak serta pencegahan risiko sosial dan kesehatan akibat pernikahan dini. Penelitian ini menegaskan bahwa kesesuaian antara nilai-nilai agama dan hukumpositif merupakan fondasi penting bagi tercipanya masyarakat yang berkeadilan. Dengan demikian, pemahaman menyeluruh terhadap aspek hukum etika dan soosial dalam pernikahan diperlukan guna membangun keluarga islami yang harmonis dan berkualitas.
EXPLORING THE ROLE OF WORKING MEMORY AND COGNITIVE LOAD IN MATHEMATICS LEARNING : A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Bayu Romadon; Muhammad Syaifuddin; Reni Dwi Susanti; Anis Farida Jamil; Arif Hidayatul Khsusna
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 1 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18553362

Abstract

This study aims to explore the role of working memory and cognitive load in mathematics learning through a Systematic Literature Review (SLR) approach. This review was conducted to obtain a comprehensive understanding of how working memory capacity and cognitive load management influence mathematical thinking processes, conceptual understanding, and problem-solving performance. The SLR procedure refers to the PRISMA 2020 guidelines, which include the stages of identification, screening, eligibility, and inclusion. Article searches were conducted through the Scopus and Springer Nature Link databases, covering publications from 2015 to 2025. From the articles identified, six met the inclusion criteria and were analyzed thematically. The findings show that visuo-spatial working memory has a significant relationship with mathematical ability, particularly in the development of symbolic representation and problem-solving skills. Additionally, learning effectiveness is strongly influenced by instructional design that manages cognitive load, where strategies such as worked examples, scaffolding, and question-asking have been shown to reduce excessive cognitive load. This review highlights the importance of instructional approaches that consider students’ working memory capacity and cognitive load regulation in order to achieve optimal mathematical understanding.
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG SERTIFIKASI GURU MADRASAH Arya Ficky Nugroho; Muhammad Syaifuddin; Asmuri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40556

Abstract

This article discusses the government policy on madrasah teacher certification as an effort to improve professionalism and the quality of Islamic education in Indonesia. This research employs a library study method with descriptive qualitative analysis of regulations, technical guidelines, and expert opinions. The findings show that certification plays an important role in standardizing teacher competence and increasing welfare through professional allowances. However, its implementation still faces challenges such as limited quotas, unequal access between public and private madrasahs, and digital administrative obstacles. This study recommends improving the implementation system and evaluating the certification impact to ensure the policy runs more effectively and equitably.
Sistem Komparatif Indonesia Dan Korea Selatan: Pengawasan Peredaran Produk Kecantikan Di Platform e-commerce Nurhidayah Nurhidayah; Muhammad Syaifuddin; Suci Flambonita
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17421

Abstract

The uncontrolled circulation of beauty products lacking official registration permits within Indonesia's rapidly expanding e-commerce ecosystem has emerged as a pressing legal and public health concern. The structural weakness of existing oversight instruments, combined with ambiguous legal obligations assigned to digital platform operators, creates regulatory gaps that are routinely exploited by irresponsible business actors. This study aims to examine and compare the oversight mechanisms governing the distribution of beauty products on e-commerce platforms between Indonesia and South Korea, employing a normative legal research method with a comparative approach. Primary legal materials were drawn from statutory regulations, government decrees, institutional regulations, and official policy documents from both jurisdictions. The findings demonstrate that Indonesia currently lacks an independent cosmetics act, causing regulatory authority to remain fragmented across multiple sectorally unintegrated instruments. In contrast, South Korea established a comprehensive and adaptive Cosmetics Act that explicitly designates platforms as active oversight partners, supported by a risk-based product classification system and robust institutional coordination. These comparative findings underscore the urgent need for Indonesia to pursue three strategic reforms: enacting a standalone cosmetics law, adopting a risk-differentiated product classification framework, and strengthening the legal obligations of e-commerce platforms as active gatekeepers in the national consumer protection system.