Claim Missing Document
Check
Articles

Prediksi keterampilan bertanding atlet remaja pencak silat berdasarkan persepsi situasional dan motivasi: pendekatan analisis jalur Elsa Rahma Yani; Nurul Ihsan; Tjung Hauw Sin; Rika Sepriani
Lentera Negeri Vol. 7 No. 1 (2026): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992710

Abstract

Kondisi fisik dan keterampilan teknis sering dianggap sebagai faktor utama yang menentukan performa atlet bela diri. Namun, penelitian terkini menunjukkan bahwa faktor psikologis, khususnya persepsi situasional dan motivasi, turut berperan penting dalam keterampilan bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kecerdasan intelektual (IQ), persepsi situasional, dan motivasi terhadap keterampilan bertanding atlet remaja pencak silat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur (path analysis). Sampel terdiri atas 20 atlet pencak silat usia 13–17 tahun yang dipilih secara purposive dari program pembinaan POPDA Kabupaten Rokan Hulu, Riau. IQ diukur menggunakan Culture Fair Intelligence Test (CFIT), sedangkan persepsi situasional dan motivasi diukur melalui kuesioner yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas (Cronbach’s alpha = 0,901 dan 0,908). Keterampilan bertanding dinilai menggunakan rubrik observasi pertandingan yang terstandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi situasional berpengaruh langsung dan signifikan terhadap keterampilan bertanding (β = 0,858; p = 0,001) serta memiliki pengaruh tidak langsung melalui motivasi (β = 0,301). Motivasi juga berpengaruh langsung dan signifikan terhadap keterampilan bertanding (β = 0,540; p = 0,034). Sebaliknya, IQ tidak menunjukkan pengaruh langsung maupun tidak langsung yang signifikan terhadap keterampilan bertanding. Secara simultan, ketiga variabel prediktor menjelaskan 64,8% variasi keterampilan bertanding atlet (R² = 0,648). Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi situasional dan motivasi merupakan prediktor yang lebih kuat dibandingkan IQ dalam menjelaskan keterampilan bertanding atlet remaja pencak silat. Oleh karena itu, pengembangan aspek psikologis perlu menjadi perhatian dalam proses seleksi dan pembinaan atlet pencak silat.
Petanque pointing test: development and psychometric validation of a performance-based field instrument Raihan Huzaky Arvajs; Nurul Ihsan; Muhammad Sazeli Rifki; Zulbahri Zulbahri
Lentera Negeri Vol. 7 No. 1 (2026): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992830

Abstract

The aim of this research was to design and validate the Petanque Test Pointing (PTP). The research design was a product development (R&D), the five-step ADDIE (namely: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). For content validation, two expert petanque coaches and sport researchers in a related fields were chosen at random. Aiken's V was the content validity coefficient used. Aiken's V was determined as a content validity index of the instrument components and reliability was found by means of test-retest procedure i.e., repeated testing. Content validation across 12 components of PTP resulted in a mean Aiken's V of 0.908, which is above the commonly accepted cutoff point of 0.70 and it indicates an excellent degree of disagreement in the assessment of instrument items. The test-retest reliability was 0.712, which is considered high for an outdoor measure of performance. Conducting the PTP per player on the ground took 10 minutes approximately and no extra equipment was needed. Such characteristics indicate that PTP is a time-efficient and practical testing method, suitable for use among coaches. Therefore, the result is the development of Petanque Pointing Performance Test (PTP), a practical method of measuring pointing skills of petanque players, conducted by the players themselves, on the ground. PTP is validated and reliable as well as user-friendly in that it has been designed for usage in field. It can be used as a tool for an objective standard, a means of evaluation, and selection of petanque players with respect to their pointing skills. The findings present PTP as valid and reliable performance-based field measurement tool useful for assessment and development of petanque athletes pointing skills.
Tingkat Kedisiplinan Atlet Taekwondo Yogi Setiawan; Nurul Ihsan; Masrun Masrun; Fachrizal Ambia
Jurnal Sporta Saintika Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Sporta Saintika Edisi September 2025
Publisher : Departemen Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v10i2.495

Abstract

The problem in this study is that the discipline of Taekwondo Dojang UNP athletes is unknown. The purpose of this study is to determine the discipline of Taekwondo Dojang UNP athletes. This study is classified as a descriptive research type. The population in this study was athletes at Dojang UNP, totaling 30 people. Sampling using the Total Sampling technique, so the sample in this study amounted to 30 people. The instrument used was a questionnaire. Analysis of research data used a frequency distribution technique with a percentage calculation of P = F / N x 100%. Research results: the level of discipline of Taekwondo Dojang UNP athletes was 87.59% in the very high category. Referring to the results of this study, which states that the level of discipline of Taekwondo Dojang UNP athletes is included in the discipline category.
Hubungan Kelentukan Dan Daya Ledak Terhadap Kemampuan Tendangan Mawashi Geri Atlet Karate Junior Septri Septri; Syahrial Bachtiar; Khairudin Khairudin; Nurul Ihsan; Anton Komaini; Yendrizal Yendrizal; Sepriadi Sepriadi; Padli Padli; Sonya Nelson
Jurnal Sporta Saintika Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Sporta Saintika Edisi September 2025
Publisher : Departemen Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v10i2.514

Abstract

Karate merupakan salah satu cabang bela diri yang banyak digemari saat ini, tendangan Mawashi Geri adalah salah satu teknik yang diandalkan oleh para atlet karate untuk meraih poin. Namun, teknik ini masih sulit untuk dikuasai oleh para karateka karena memerlukan kebugaran fisik yang berkaitan dengan keterampilan seperti fleksibilitas dan tenaga ledak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara kelentukan dan daya ledak dengan kemampuan tendangan Mawashi Geri pada atlet karate. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif yang bersifat asosiatif, melibatkan sejumlah 20 atlet junior yang berada dalam rentang usia remaja hingga dewasa, diambil melalui metode purposive sampling. Prosedur serta instrumen yang digunakan untuk tendangan Mawashi Geri menggunakan tes tendangan. Untuk mengukur kelentukan, menggunakan tes Front-to-Rear-Split menggunakan alat Flexomeasure dan penggaris atau meteran. Untuk mengukur Daya Ledak menggunakan Standing Board Jump Test. Analisis data kemudian dilakukan dengan menerapkan statistik deskriptif serta analisis regresi. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa kelentukan dan daya ledak berpengaruh terhadap kemampuan tendangan Mawashi Geri atlet karate (p<0,05) dengan pengaruh simultan sebesar 7,10%. Pengaruh kelentukan sebesar 10,36% dan daya ledak sebesar 4,18%. Dari kedua faktor tersebut, kelentukan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi tendangan mawashi geri tanpa mengabaikan faktor lainnya (daya ledak). Kesimpulan kelentukan yang maksimal dan daya ledak yang baik berpengaruh pada tendangan mawashi geri.
Pengaruh Daya Ledakan Kaki, Fleksibilitas Pinggang, dan Koordinasi terhadap Kecepatan Tendangan Lurus Atlet Silat Satria Muda Pencak Muda Indonesia Meuthia Rezika Siswara; Yanuar Kiram; Padli; Nurul Ihsan; Anton Komaini
Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (JPJO) Vol. 9 No. 1 (2025): Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ewgn7j03

Abstract

Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode analisis jalur (path analysis) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung dari berbagai komponen kondisi fisik terhadap kecepatan tendangan lurus. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 atlet Pencak Silat Satria Muda Indonesia. Sampel sebanyak 32 orang diambil dari populasi tersebut dengan menggunakan teknik Random Sampling. Hasil penelitian secara definitif menunjukkan pengaruh yang signifikan di semua jalur yang diuji. Kontribusi pengaruh langsung terbesar berasal dari Daya Ledak Otot Tungkai (12,96%), diikuti oleh Kelentukan (12,18%) dan Koordinasi (8,82%). Secara signifikan, Koordinasi terbukti menjadi mediator kunci, di mana pengaruh tidak langsung yang disalurkannya dari Daya Ledak Otot Tungkai (20,61%) dan Kelentukan (15,13%) terbukti sangat substansial. Pada akhirnya, kolaborasi ketiga variabel eksogen ini menghasilkan pengaruh simultan sebesar 33,96%, yang membuktikan bahwa kecepatan tendangan lurus merupakan hasil dari sebuah sistem kondisi fisik yang sinergis, bukan komponen yang berdiri sendiri. This quantitative research utilizes the path analysis method to examine the direct and indirect effects of various physical components on the speed of a straight kick. The study's population consisted of 50 athletes from Pencak Silat Satria Muda Indonesia, from which a sample of 32 individuals was selected using a Random Sampling technique. The research results definitively showed a significant influence across all tested paths. The largest direct contribution came from Leg Explosive Power (12.96%), followed by Flexibility (12.18%) and Coordination (8.82%). Significantly, Coordination was proven to be a key mediator, channeling a substantial indirect influence from both Leg Explosive Power (20.61%) and Flexibility (15.13%). Ultimately, the collaboration of these three exogenous variables resulted in a simultaneous influence of 33.96%, proving that straight kick speed is the result of a synergistic system of physical components rather than stand-alone factors. Keywords:Pencak Silat, Front Kick, Satria Muda Indonesia
Meningkatkan Performa Gerakan Kaki pada Atlet Bulu Tangkis Putra U-21: Dampak Latihan Gabungan Plyometrik dan Bayangan Muhammad Arnando; Nurul Ihsan; Syafruddin Syafruddin; Ardo Okilanda; Yovhandra Ockta
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 11 No 3 (2025): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v11i3.24960

Abstract

Badminton is a high-intensity sport that requires excellent footwork, agility, and explosive movements. Footwork techniques are essential for positioning the body to execute optimal strokes, and deficiencies in this area can negatively affect performance. Plyometric training improves lower-body power and quickness, while shadow training enhances movement patterns and court positioning. Combining these two methods may significantly improve footwork performance, particularly among under-21 male athletes, yet this approach remains underexplored. This study examined the effect of combined plyometric and shadow training on the footwork ability of badminton athletes. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was used, involving fifteen under-21 male badminton athletes from Universitas Negeri Padang selected through purposive sampling based on inclusion criteria of being active, under-21, and injury-free. Participants completed sixteen training sessions of combined plyometric and shadow exercises. Footwork ability was measured before and after the intervention using the validated six-way footwork test with a shuttlecock, recorded manually with a stopwatch. Data were analyzed using SPSS 26, applying normality and homogeneity tests followed by a paired-sample t-test. The results showed a significant improvement in footwork performance (p < 0.05), with most athletes shifting from “poor” in the pretest to “good” or “excellent” classifications in the posttest. These findings demonstrate that the combined training effectively enhanced agility, coordination, and movement efficiency. In conclusion, the integration of plyometric and shadow training provides an effective and engaging approach for improving badminton athletes’ footwork ability and can be recommended for coaches aiming to optimize player performance.
Effects of learning models and instructional media on pencak silat course learning outcomes Weny Sasmitha; Suwirman Suwirman; Nurul Ihsan; Melaty Melaty; Yuni Utari
Journal of Educational and Learning Studies Vol 9, No 1 (2026): Journal of Educational and Learning Studies
Publisher : Global Econedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/02942

Abstract

This study aims to examine the effect of learning models and instructional media on pencak silat learning outcomes. A 2×2 factorial experimental design was employed with two factors: learning model (blended learning and conventional) and instructional media (video and book/module). Data were analyzed using two-way ANOVA. The results showed that instructional media had a significant effect on learning outcomes (p < 0.05), while the learning model did not (p > 0.05). No interaction effect was found between learning model and instructional media (p > 0.05). These findings indicate that video-based media is more effective than book-based media in improving pencak silat learning outcomes.
Penerapan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan melalui Pendekatan Deep Learning Aldo Naza Putra; Nurul Ihsan; Damrah Damrah; Khairuddin Khairuddin; Sri Gusti Handayani; Oyatra Utama Warda
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i1.1293

Abstract

Pendidikan Jasmani pada dasarnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk mengembangkan kemampuan individu secara holistik. Berdasarkan analisis kebutuhan di lapangan, terdapat guru PJOK di Kota Padang yang belum secara optimal menerapkan pembelajaran PJOK sesuai dengan tujuan kurikulum saat ini. Pembelajaran masih didominasi oleh guru, selain itu, pembelajaran masih berorientasi pada teknik dasar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut, Program Studi Pendidikan Jasmani bersama dengan guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di Kota Padang menyelenggarakan lokakarya dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru PJOK di Kota Padang. Langkah-langkah yang digunakan meliputi: perekrutan peserta, pelaksanaan pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan pengembangan kegiatan menggunakan metode Sistem Pembelajaran Aksi Partisipatif (PALS). Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan dan pengembangan kualitas pembelajaran PJOK sesuai dengan arah pendidikan saat ini, yaitu pembelajaran berbasis Deep Learning.
Membangun Juara Baru : Program Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Petanque di FOPI Kota Padang Naluri Denay; Syahril Bais; Nurul Ihsan; Andra Rizky Putra; Jeki Haryanto; John Arwandi; Aldo Naza Putra; Rudyanto
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v5i2.59

Abstract

Salah satu industry dengan tingkat pertumbuhan terbesar di semua bidang kehidupan adalah olahraga, khususnya di indonesia. Pembinaan juga merupakan faktor penting yang berperan dalam dunia olahraga terutama olahraga Petanque. Petanque termasuk olahraga prestasi yang dipertandingkan di tingkat nasional, untuk mencapai prestasi tersebut perlunya adanya pembinaan dan pengembangan olahraga ini. Petanque merupakan olahraga yang sangat sederhana, permainannya bisa dilakukan dimana saja dan di tekstur lapangan apa saja seperti rumput, tanah, kerikil dan lainnya, untuk bisa memainakan olahraga petanque hanya membutuhkan lapangan seluas 6 x 12 meter. Untuk itu perlunya pengembangan olahraga petanque yang didukung dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, para pakar olahraga yang telah menemukan penemuan-pemuan baru, baik secara teoretis olahraga, teknik latihan, dan penemuan peralatan yang canggih untuk menunjang prestasi olahraga agar dapat meningkat. Terlihat pada saat sekarang ini masih banyak belum mengenal olahraga petanque ini di daerah khususnya di Kota Padang sehingga belum memiliki pengetahuan ataupun pemahaman tentang kajian permainan petanque. Maka perlu melaksanakan kegiatan di klub yang ada di FOPI Kota padang untuk sosialisasi, implementasi, dan pelatihan langsung dalam bentuk workshop kepada club olahraga di FOPI Kota Padang memberikan beberapa pemahaman terkait berbagai disiplin ilmu dalam kajian ilmu pertandingan petanque.
Peningkatan Income Genereting Melalui Pemanfaatan Pusat Layananan Pegnukuran kondisi fisik Nurul Ihsan; Anton Komaini; Yohandri Yohandri; Yulhendri Yulhendri
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam ilmu keolahragaan merupakan sesuatu hal yang wajib diperhatikan oleh setiap praktisi serta akademisi keloahragaan. Pengukuran merupakan salah satu aspek penting dalam setiap tahapan pembinaan olahraga. dalam pengukuran, pemanfaatan teknologi sangat dianjurkan dalam mencapai validitas data yang akurat dan tepat. selain itu, pelaksanaan tes harus pula dilakukan sesuai prosesur dan ketentuan yang terstandar, dan ini memerlukan tenaga ahli dan berpengalaman serta tersertfikasi. Hirilisasi hasil penelitian diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat dan menjadi salah satu asset yang dapat digunakan Perguruan tinggi dalam hal pendapatan. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan sebuah pusar layanan tes dan pengukuran kondisi fisik yang diharapkan mampu memberikan sumbangan nyata pada masyarakat dalam hal pemanfaatan teknologi keolahragaan. Selain itu, Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu sector yang dapat memberikan pendapatan bagi PT. Produk yang ditawarkan dalam program ini adalah Penyewaan alat-alat keolahragaan, pelayanan tes dan pengkuruan keolahragaan dan penjualan produk-produk hasil penelitian dosen yang berkaitan produk inovasi keolahragaan. Metode kegiatan dilaksanakan dengan pola Kerjasama dan pola penjulaan langsung dan tidak langsung. Indikator keberhasilan dilihat dari pemasukan yang diperoleh selama 1 tahun pelaksanaan yang dilihat dan dilaporkan pertriwulan. BErdasarkan evaluasi serta perhitungan clasflow, diketahui program telah berhasil memperoleh benefit sesuai dengan prediksi.
Co-Authors - Asrizal Abdur Rahim Fadlan Abdur Rohim Fadlan Adriansyah Adriansyah Ahmad Rivauzi Aldo Naza Putra Aldo Naza Putra Alfi Muharel Effandy Ali Mardius Ali Mardius Alnedral Andhika Yudisthira Andra Rizky Putra Angga Febrinaldo Anwar A, Anwar Ardo, Okilanda Argantos, Argantos Arwandi, John Asep Sujana Wahyuri Bafirman HB Chaeroni, Ahmad Damrah Damrah Damrah, Damrah Desi Novita Sari Deswandi, Deswandi Dina Zulfa Doni Priawan Donie, Donie Elsa Rahma Yani Eri Barlian Eri Berlian Fachrizal Ambia Gusril Gusril Handayani, Sri Gusti Hazim Samsudin Hendri Neldi Ilham Ilham Irpan Nopriansah Jamiaton Kusrin Jannatul Khairoh Januar Sahri Jeki Haryanto Kamal Firdaus Khairuddin Khairudin Khairudin Komaini, Anton liza liza Mardepi Mardepi Masrun masrun Melaty Melaty Meuthia Rezika Siswara Mohamad Nizam Mohamed Shapie Mohamad Rahizam Abdul Rahim Muhamad Sazeli Rifki Muhammad Arnando Muhammad Irsyad Muhammad Ridho Setiawan Muhammad Zeki Mukhti Fadhli Kurniawan Nagoor Meera Abdullah Naluri Denay Nasru Syawai Nawai Nuridin Widya Pranoto Nurman Hadi Nurul Badriyah Oksa Haryandi Gumara Oyatra Utama Warda Padli Padli Padli Padli Raihan Huzaky Arvajs Rika Sepriani Riko Valentino Robiatun Batubara Robiatun Batubara Roma Irawan Ronni Yenes Rozi, Akhmad Fahrur Rudi Saputra Rudyanto Sazeli Rifki, Muhamad Sefri Hardiansyah Sepriadi Sepriadi Septri Septri Sonya Nelson Suwirman Suwirman syafruddin FIK-UNP Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syahrastani, Syahrastani Syahrial Bachtiar Syahril Bais Syamsul Marheni BZ Tjung Hauw Sin, Tjung Hauw Wenny Sasmitha Weny Sasmitha Wilda Welis Willadi Rasyid Yanuar Kiram Yendrizal, Yendrizal Yogi Setiawan Yohandri Yovhandra Ockta Yulhendri Yulhendri Yulkifli Yulkifli Yulkifli Yulkifli Yuni Utari Zulbahri Zulman Zulman