Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI SAPTA PESONA DAN KINERJA AGROEDUWISATA KAMPUNG PASIR ANGLING DESA SUNTENJAYA LEMBANG Djuwendah, Endah; Junawinata, M. Gunardi; Ernah, Ernah; Hasbiansyah, O.
Agricore Vol 9, No 1 (2024): Agricore Volume 9 Nomor 1
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v9i1.56657

Abstract

AbstrakAgroeduwisata  sebagai bentuk  pariwisata berkelanjutan  yang dapat terlaksana apabila berkineja baik  dan masyarakat berpartisipasi aktif dalam melaksanakan sapta pesona. Sapta pesona   harus diwujudkan di setiap destinasi wisata, baik  destinasi  alam, budaya, buatan maupun minаt khusus agar  menciptаkаn kenyаmаnаn  bagi  wisаtаwаn. Kampung Pasir Angling merupakan sаlаh sаtu destinаsi wisаtа yаng   menerapkan  konsep agroeduwisata berbasis  mаsyаrаkаt.  Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi sapta pesona dan Kinerja agroeduwisata di Kampung Pasir Angling Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan metode survei.  Data yang digunakan berasal dari data  primer dan sekunder. Data Primer diperoleh melalui  wawancara dengan 42 orang masyarakat dan wisatawan, obervasi dan studi literatur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dan wisatawan terhadap implementasi sapta pesona termasuk kategori baik dengan rataan skor 3,86. Aspek kesejukan, keindahan dan kenangan termasuk kategori sangat baik sedangkan aspek keamanan masuk kategori cukup baik.   Kinerja agroeduwisata Kampung Pasir Angling dilihat dari aspek  kelamiahan dan optimalisasi penggunaan lahan  temasuk kategori sangat baik sedangkan pendidikan termasuk kategori baik. Penataan kawasan, pelibatan masyarakat dan keunikan  temasuk kategori  cukup baik. Kata kunci: Sapta pesona, Kinerja,  Agroeduwisata,  Kampung Pasir AnglingAbstractAgro-tourism is a form of sustainable tourism that can be implemented if it performs well and the community actively participates in implementing Sapta Pesona. Seven charms must be realized in every tourist destination, whether natural, cultural, artificial or special interest destinations in order to create comfort for tourists. Kampung Pasir Angling is one of the tourist destinations that applies the concept of community-based agro-education.  This research was conducted to analyze the implementation of Sapta Pesona and the performance of agro-tourism in Pasir Angling Village, Lembang District, West Bandung Regency. The research design used is quantitative descriptive, with a survey method.  The data used comes from primary and secondary data. Primary data was obtained through interviews with 42 local people and tourists, observations and literature studies.  The research results show that the perception of the public and tourists regarding the implementation of Sapta Pesona is in the good category with an average score of 3.86. The coolness, beauty and memories aspects are in the very good category, while the security aspect is in the quite good category.   The performance of Kampung Pasir Angling agro-tourism, seen from the aspects of nature and optimization of land use, is in the very good category, while education is in the good category. Area planning, community involvement and uniqueness are categorized as quite good.Keywords: Sapta Pesona, Performance, Agro-edutourism, Pasir Angling Village
Analisis SWOT Wisata di Kampung Pasir Angling Desa Suntenjaya Djuwendah, Endah; Rasmikayati, Elly; Hasbiansyah, O
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i2.4076

Abstract

Pasir Angling Village has tourism potential that can be developed as an agro-tourism destination in West Java, especially in the Lembang area. However, many tourist attractions in this village have not been managed optimally so they have not attracted many tourists. This Community Service Program aims to analyze and identify the Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) of each tourism potential in Pasir Angling Village, as well as formulate effective suggestions and recommendations to overcome weaknesses and threats in the context of revitalizing the Agroedutourism Village. Data collection methods include interviews, discussions, filling out questionnaires, and direct observation at each tourist attraction in Pasir Angling Village. Observation results show several potential tourist attractions in Kampung Pasir Angling, including Curug Luhur Cibodas, Jaipongan and Pencak Silat Cultural Tourism, Sheep Farming and Cow Milking Tourism, Strawberry Picking Agrotourism, Bincarung Campground Park, as well as community MSMEs for souvenirs tourists such as Angling Caramel Candy, Angling Banana Sale, Lemon Slice, and Angling Coffee. After carrying out a SWOT analysis, it was found that this village has strengths and opportunities such as adequate tourist capacity, many tourist destinations, and the availability of clean water. Pasir Angling Village only needs more intense and focused development and management so that its tourist value becomes higher quality in the eyes of tourists. However, there are several weaknesses and threats that need to be corrected, such as less strategic location, lack of public transportation, lack of labor, lack of directional facilities, and competition with other tourist locations in the local area. This program is expected to increase public awareness of existing tourism potential, the importance of maintaining this potential, and promoting it to the general public.
ANALISIS DESKRIPTIF DAN KORELATIF USAHATANI JAMBU KRISTAL DI DESA BANTARSARI: KARAKTERISTIK INDIVIDU PETANI, FAKTOR PRODUKSI DAN PENERIMAAN USAHA TANI Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2395

Abstract

Petani di Desa Bantarsari, Jawa Barat mulai melakukan budidaya jambu kristal tahun 2010 karena harganya yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik individu petani, faktor produksi dan pendapatan usahatani jambu kristal serta menganalisis hubungan karakteristik individu petani dengan faktor produksi dan penerimaan usahatani. Sampel penelitian yaitu 25 petani jambu non anggota poktan. Data diolah dengan statistika desktiptif, metode crosstab dan uji chi-square. Hasil penelitian menemukan bahwa mayoritas petani jambu kristal non anggota poktan di Desa Bantarsari berusia 45-69 tahun, memiliki 168-275 pohon jambu kristal, penguasaan lahan sempit (< 0,43 hektar), memadukan penggunaan pupuk anorganik dan organik, upah tenaga kerja di bawah Rp2.180.000,00, jumlah panen sebesar 1,8-5,2 ton dan pendapatan usaha tani berkisar Rp12.600.000,00–Rp132.000.000,00 per tahun. Variabel yang berkorelasi signifikan yaitu usia petani dengan penggunaan pupuk organik dan jumlah hasil panen. Luas lahan petani berkorelasi nyata dengan penggunaan pupuk anorganik dan penerimaan usaha tani. Jumlah pohon petani berkorelasi nyata dengan jumlah hasil panen, penggunaan pupuk anorganik, upah tenaga kerja luar keluarga dan penerimaan usahatani. Dengan demikian luas lahan dan jumlah pohon harus ditingkatkan agar penerimaan usahatani jambu kristal di Desa Bantarsari akan lebih meningkat.
MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK INTERNAL HORTIKULTURA SAWI (Studi Kasus: Buruan SAE “Mang Oded”, Kota Bandung, Jawa Barat) Pardede, Legenda Samuel; Perdana, Tomy; Esperanza, Dhany; Djuwendah, Endah
Jurnal Agristan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i1.8118

Abstract

Sawi merupakan tanaman berdaun hijau dan tergolong tanaman musiman yang kerap membawa nilai ekonomis dan turut menunjang pemenuhan kebutuhan pangan lokal. “Buruan SAE” merupakan program pertanian kota terintegrasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk mencapai kemandirian pangan, rantai pasok, dan ketahanan pangan lokal. Buruan SAE “Mang Oded” menjadi salah satu dari ragam kelompok pertanian perkotaan lainnya di Kota Bandung yang menjalankan aktivitas rantai pasok sawi yang turut dibina oleh Dinas DKPP Kota Bandung. Ragam risiko yang kerap ada dalam aliran rantai pasok kelompok tersebut turut membawa ragam persoalan di setiap pelaksanaan rantai pasok internal. Penanganan ragam risiko di setiap pelaksanaan yang ada dapat turut menciptakan efisiensi dan efektifitas di setiap alirannya. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi pelaksanaan manajemen rantai pasok internal sawi, dan menelusur kejadian agen risiko yang ada, serta   menetapkan aksi mitigasi yang relevan dalam meminimalisir ragam risiko yang ada. Penelitian ini mengusung desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif berbentuk studi kasus. Penelitian ini mengadopsi analisis data dengan House of Risk (HOR) method.  Hasil penelitian menunjukkan: (i) terdapat 23 kejadian risiko dan 23 agen risiko dalam rantai pasok internal sawi di kelompok tersebut; (ii) terdapat 14 prioritas agen risiko yang harus dikendalikan, (iii) aksi mitigasi yang patut dilakukan ialah meningkatkan intensitas penyuluhan dan pendampingan, serta disusul 13 aksi mitigasi lainnya.
Edukasi Olah Makan dan Olah Minum untuk Menggapai Sehat Rohani dan Jasmani (SEROJA) Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Saefudin, Bobby Rachmat
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13815

Abstract

Masyarakat khususnya ibu rumah tangga seyogyanya sudah memahami dan melakukan pola makan dan minum yang benar dan tepat agar menjadikan keluarganya sehat jasmani dan Rohani. Tetapi kenyataannya banyak keluarga yang pola makan dan minumnya tidak diatur, sehingga mereka menjadi rentan untuk terkena penyakit ringan atau penyakit berat dalam jangka waktu yang lebih lama. Pengabdian Masyarakat “Sosialisasi Olah Makan dan Olah Minum untuk Menggapai Sehat Jasmani dan Rohani (SEROJA)” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu di Desa Cipacing, tentang pentingnya hidup sehat dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Metode yang digunakan dalam aksi sosial ini mencakup sosialisasi dan praktik olah makan dan olah minum, dengan fokus pada urutan makan yang benar dan menyehatkan serta cara dan waktu minum yang tepat. Metode yang dilaksanakan melewati beberapa tahap, mulai dari perencanaan, administrasi kegiatan, dan penyusunan materi. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan presentasi materi teori tentang makan dan minum yang sehat dan benar, kemudian sesi tanya jawab, praktek langsung olah makan dan olah minum oleh peserta, dan penutupan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan tingginya antusiasme dari ibu-ibu dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka cukup terkejut dalam mengikuti materi, serta praktek olah makan dan minum, dikarenakan porsi nasi yang biasanya dimakan oleh ibu-ibu menjadi berkurang sekitar 50% dari biasanya. Hal lainnya Ketika minumnya diatur, ibu-ibu juga langsung merasakan bahwa perutnya tidak kembung. Kedepannya Pengetahuan yang diberikan mengenai pengaturan makan dan minum ini dapat diimplementasikan oleh ibu-ibu dan keluarganya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga keluarga ibu-ibu dapat menggapai sehat Rohani dan jasmani (SEROJA) dan mudah merasa bahagia.
Penyuluhan Perluasan Pemilihan Pasar Mangga Melalui Identifikasi Potensi dan Kendala Dalam Usahataninya Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Saefudin, Bobby Rachmat
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13818

Abstract

Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultur unggulan Indonesia. Potensi tersebut seyogyanya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petaninya, juga dengan produksi yang berlimpah seharusnya mereka dapat melakukan pemilihan pasar bagi mangganya dengan lebih bebas.  Tetapi kenyataannya akses pasar para petani masih terbatas, bahkan di pasar ekspor mangga Indonesia masih sangat minim. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan mengindentifikasi Potensi dan kendala dalam pemasaran mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan informasi tersebut adalah dengan metode FGD. Metode yang dilaksanakan melewati beberapa tahap, mulai dari perencanaan, administrasi kegiatan, dan pengumpulan informasi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan tingginya antusiasme dari para petani mangga dalam mengikuti rangkaian kegiatan, yang ditunjukan dengan banyaknya partisipan dalam kegiatan FGD ini. Kemudahan dalam mendapat modal usaha, terbiasanya menggunakan Teknik budidaya mangga dan persentase mangga yang berkualitas tinggi merupakan Potensi dari usahatani mangga di Kecamatan Panyingkiran.  Sedangkan kendala yang sering  dihadapi petaninya adalah kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga biaya pemeliharan tanaman mangga menjadi mahal dan kualitas mangga menjadi tidak terkontrol. Diharapakan dengan mengetahui potensi dan kendala yang dihadapi, para petani dapat melakukan pemilihan pasar yang lebih luas, tidak hanya tengkulak, bandar, atau pasar tradisional tapi dapat memasarkan mangga juga ke bandar besar, supermarket, pasar luar provinsi dan eksport.
Analisis Strategi Keberlanjutan Desa Wisata Kampung Adat Cireundeu Menggunakan Multi-aspect Sustainability Analysis (MSA) Fadillah, Futri Fauza; Djuwendah, Endah
Jurnal Agristan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v7i2.15783

Abstract

Kampung Adat Cireundeu merupakan desa wisata yang memiliki banyak potensi alam dan budaya yang telah memenuhi komponen utama keberlanjutan pariwisata. Namun, Desa Wisata Cireundeu masih mengalami beberapa kendala yang menghambat keberlanjutan desa wisata terutama belum banyak masyarakat yang mengetahui daya tarik wisata Cireundeu. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan keberlanjutan Desa Wisata Cireundeu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan wawancara mendalam terhadap 17 pakar terkait dan pendekatan survei yang dilakukan pada 25 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data Multi-aspect Sustainability Analysis (MSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario prioritas terpilih sebagai strategi pengembangan keberlanjutan Desa Wisata Cireundeu adalah Skenario Moderat pada dimensi ekonomi, ekologi dan teknologi yang berfokus pada peningkatan dua indikator utama pada setiap dimensi: ekonomi (kerjasama atau investasi terkait dengan desa wisata dan penyerapan tenaga kerja), ekologi (kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, serta kegiatan pemilahan sampah), dan teknologi (ketersediaan transportasi umum dan penggunaan teknologi untuk kegiatan pertanian), sedangkan dimensi sosial budaya menggunakan Skenario Progresif dengan menerapkan tiga indikator utama yaitu perbedaan pendapat atau frekuensi konflik, kecemburuan sosial antar individu dalam masyarakat, dan tingkat pendidikan. Kata kunci: Desa Wisata, Keberlanjutan, Multi-aspect Sustainability Analysis (MSA), Strategi Pengembangan.
ANALISIS MODEL BISNIS AGROWISATA JERUK SIAM BERKELANJUTAN DI KABUPATEN GARUT Zein, Nufika Shilhan; Djuwendah, Endah; Saidah, Zumi
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i2.43300

Abstract

Agrowisata Jeruk Siam merupakan salah satu potensi ekonomi lokal yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi model bisnis Agrowisata Jeruk Siam di Kabupaten Garut. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 100 responden pengunjung, sedangkan pendekatan kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam dengan 6 informan kunci yang terdiri atas pengelola, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan sembilan elemen model bisnis yang berhubungan dengan keberlanjutan agrowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan proposisi nilai, optimalisasi saluran pemasaran digital, pengembangan kemitraan strategis, serta inovasi pengalaman wisata menjadi aspek penting dalam mewujudkan pengembangan agrowisata yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi pengelola untuk merancang model bisnis yang lebih adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Tata kelola agroeduwisata di kampung Pasir Angling dan taman Bincarung, desa Suntenjaya Endah Djuwendah; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; O Hasbiansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23590

Abstract

Abstrak Agroeduwisata perpaduan antara konsep agrowisata dan edukasi. Agroeduwisata merupakan salah satu potensi ekonomi kreatif dibidang pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kampung Pasir Angling  desa Suntenjaya  memiliki  panorama  keindahan alam sehingga cocok untuk dikembangkan menjadi desa  agroeduwisata. Terdapat dua kelompok sadar wisata (Pokdawis) yang mengelola agroeduwisata di Kampung  Pasir Angling  yaitu Pokdarwis Pasir Angling dan Pokdarwis Taman Bincarung.  Namun, keberadaan  dua  Pokdarwis  malah memunculkan permasalahan  berupa kurangnya  komunikasi dan kerjasama dalam pengelolaan wisata di Kampung Pasir Angling. Berdasarkan hal tersebut tujuan pengabdian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi dan kendala dalam pengembangan agroeduwisata dan menganalisa sistem tata Kelola wisata di Kampung Pasir Angling. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pemberdayaan partisipatif  dengan teknis  wawancara, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan  dan pendampingan yang melibatkan peran serta mitra secara aktif, pengabdian ini melibatkan Pokdarwis, karang taruna dan  kelompok usaha bersama (KUB)  kuliner. Secara umum tata kelola wisata di Kampung Pasir Angling sudah baik terlihat dengan adanya atribut wisata berupa tanda penunjuk arah, papan denah wisata, dan arah evakuasi bencana. Selain itu, Pengabdian ini berhasil mengidentifikasikan potensi dan kendala yang dihadapi Pokdarwis dalam pengelolaan agroeduwisata. Berdasarkan hasil identifikasi kendala yang dihadapi oleh dua Pokdarwis tersebut adalah komunikasi yang kurang lancar  antar pihak pengelola serta kurangnya alat bantu komunikasi. Sedangkan kendala yang dihadapi Pokdarwis Taman Bincarung adalah rendahnya partisipasi  masyarakat dalam  pengembangan  wisata  Buper Taman Bincarung karena belum jelasnya aturan dan perizinan  pengelolaan wisata  Taman Bincarung yang belum selesai. Harapannya hasil pengabdian ini dapat menjadi acuan pihak Kampung Pasir Angling dalam mengembangkan agroeduwisatanya. Kata kunci: agroeduwisata; desa wisata; kendala; pokdarwis; tata kelola Abstract Agroedu Tourism The Combination of the Concept of Agro -Tourism and Education. Agroeduism is one of the potential of the creative economy in the field of agriculture that can improve the welfare of its people. Kampung Pasir Angling Suntenjaya Village has a panoramic view of natural beauty so it is suitable to be developed into an agroedu tourism village. There are two Tourism Awareness Groups (Pokdawis) that manage agroeduism in the angling sand village, namely pokdarwis sand angling and pokdarwis park bincarung. Howver, the existence of two pokdarwis actually raised problem in the form of lack of communication and cooperation in the management of tourism in Kampung Pasir Angling. Based on this, the purpose of this service is to identify the potential and obstacles in the development of agroeduism and analyze the tourism governance system in Kampung Pasir Angling. The method used in this service is participatory empowerment with interview technical, focus group discussion (FGD), counseling and assistance involving the participation of partners actively, this service involves pokdarwis, Youth Organization and Culinary Joint Business Group (CUB). In General, Tourism Governance in Kampung Pasir Angling has been like well with the presence of tourist attributes in the form of directions, tourist planning boards, and the direction of disaster evacuation. In addition, this dedication succeeded in identifying the potential and obstacles faced by pokdarwis in agroeduism management. Based on the results of the identification of the constraints faced by the two pokdarwis are substandard communication between the managers and the lack of communication aids. While the obstacles faced by Pokdarwis Taman Bincarung are the Low Participation of the Community in the Development of Taman Taman Tourism because the rules and licensing of Bincarung Park Tourism Management are not finished finished. It is hoped that the results of this service can be a reference for the angling sand village in developing its agroeduwis. Keywords: agro-education; tourism village; constraint; pokdarwis; governance
Sosialisasi usahatani hidroponik dalam mendukung ketahanan pangan di Desa Cijambu Endah Djuwendah; Ulya Rahmah; Eti Suminartika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30265

Abstract

AbstrakKetahanan pangan merupakan isu strategis yang penting untuk diatasi, terutama dalam menghadapi keterbatasan lahan dan perubahan iklim. Salah satu solusi yang diusulkan adalah melalui penerapan sistem hidroponik sebagai alternatif dalam budidaya tanaman yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam budidaya tanaman secara hidroponik. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 08 Desa Cijambu. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan partisipatif melalui observasi, wawancara, penyuluhan, dan pelatihan langsung. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai prinsip dasar dan manfaat hidroponik, dilanjutkan dengan pelatihan praktik langsung dalam penyusunan sistem hidroponik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 88% serta peningkatan minat untuk menerapkan teknik hidroponik sebesar 83%. Selain itu, antusiasme masyarakat dalam mengimplementasikan hidroponik secara mandiri di rumah juga meningkat, yang berpotensi mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan membuka peluang usaha baru. Kata kunci: usahatani; hidroponik; ketahanan pangan; Kelompok Wanita Tani (KWT); Desa Cijambu Abstract Food security is a critical strategic issue that needs to be addressed, especially in the face of land limitations and climate change. One proposed solution is the implementation of hydroponic systems as an alternative for more efficient and environmentally friendly farming. This community service activity aims to improve the understanding and skills of the local community in hydroponic farming practices. The target partner for this activity is the Women Farmers Group (KWT) of RW 08, Cijambu Village. The method used is participatory empowerment through observation, interviews, counseling, and hands-on training. The activity began with counseling on the basic principles and benefits of hydroponics, followed by hands-on training in setting up hydroponic systems. The results show an improvement in participants' understanding of hydroponic concepts, as well as the successful cultivation of pakcoy vegetables using the hydroponic system. Furthermore, the enthusiasm of the community to implement hydroponics independently at home has also increased, which has the potential to support food security at the household level and open new business opportunities. Keywords: farming; hydroponics; food security; Women Farmers Group (KWT); Cijambu Village
Co-Authors A. -, Yusup, A. Achmad Septio Agriani H Sadeli Agriani Hermita Sadeli Aisyah Nabilah Akbar Adiputra Irawan Algiffary, Naufal Amallia Ridhatillah Anadilla Fahyra Riawan Anjelia, Serly Annisa Fitri ANWAR MUJADDID Anwari, Mohammad Daffa Astrini, Carmelita Aziza, Nadya Nur Azizah, Khaerunnisa Ismi Bintang Pinndito Bobby Rachmat Saefudin Bobby Rachmat Saefudin Carmelita Astrini Chania Alfatianda D, Yosini D, Yosini Desy Indra Yani Dhany Esperanza Diah Suci Wahyuni Diffa Nida Haniyah Dini Rochdiani E Supriadi R Eddy Renaldy Ega Putri Salsabila Eka Purna Yudha Eka Septiarini Eliana Wulandari Elly Rasmikayati Erna Rachmawati Ernah Ernah Ery Supriyadi R. Eti Suminartika Fadillah, Futri Fauza Fatimah, Sri Fatimah, Sri Febriani, Alifia Fitriana Wati Gema Wibawa Mukti Ghifari, Faris Gugun Arioditha Gunardi Yudawinata H. -, Hapsari, H. Hapsari, H. - Hasbiansyah, O. Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Ignatia Rahmadani Putri Palupi Ima Marlina Indrawibawa, Diky Intan Okta Mulyana Irfan Firmansyah Irfan Firmansyah, Irfan Iwan Setiawan Jannet Aszury Astaningrum Junawinata, M. Gunardi Karl Andhika Mahaputra KARTIWA, NUR ANNISA RIZKITA Kusumarahman, Kintami Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Laili Rahayuwati Levina Maharani Lucyana T Lucyana Trimo Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana M. Gunardi Judawinata Mahra Arari Heryanto Mantika M Warahmah Marlina, Ima Milda Selvia Milda Selvia Mohammad Daffa Anwari Muhammad Arief Budiman Nadya Nur Aziza Naufal Algiffary Nirwikara Widhiwidhana Prasetyanto Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurul Risti Mutiarasari O Hasbiansyah Omar, Natasha Margaretha Wiryawan Opan S Suartapradja Pandi Pardian Pardede, Legenda Samuel Permadi, Nida Fathi Putra, Harry Wiyono Putri, Andiani Aulia R, E Supriadi R. Az-Zahra S Rahmadiani, Riyanti Rahmah, Ulya Rahman, Naufal Raihan Fikri Rohmansyah Rakotonjanahary Joachim Audry Ramadhanti, Azahra Putri Rani Andriani Budi Kusumo Rayhan Ahmad Giffary Resa Ana Dina S Suhartini S, Tuhpawana P S, Tuhpawana P Sadeli, Agriani H Sara Ratna Qanti Septio, Achmad Serly Anjelia Shintiya Devi Siregar Sri Fatimah Sri Fatimah Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi, E Sutisna Sutisna Syifa Herliani T, Lucyana T, Lucyana Tomy Perdana Trisna Insan Noor Tuhpawana P S Tuti Karyani Tuti Karyani Ulya Rahmah Ulya Rahmah Vanya Almeira Rizkika Warahmah, Mantika M Wati, Fitriana Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yosini D Yosini Deliana Yudhanto Dewo G Yusup, A. - Zainal Arifin Zaki Khanjar Zein, Nufika Shilhan Zumi Saidah