p-Index From 2021 - 2026
8.031
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Ekonomi Wisata Pemandian Air Panas Walini Ciwidey Kabupaten Bandung Jawa Barat Anadilla Fahyra Riawan; Endah Djuwendah; Sulistyodewi Nur Wiyono; Ernah Ernah
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v27i2.456

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi dan meningkatkan devisa negara, kesejahteraan masyarakat lokal dan citra Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan pariwisata di seluruh dunia terutama di Indonesia terus mengalami peningkatan dan diharapkan dapat menjadi penghasil devisa nomor satu agar dapat menjadi salah satu solusi pembangunan ekonomi di Indonesia.Salah satu jenis pariwisata yang berpotensi yaitu pariwisata yang memanfaatkan sumber daya alam adalah Pemandian Air Panas Walini. Objek wisata yang memanfaatkan potensi sumber daya alam memiliki nilai ekonomi yang tidak diketahui besaran nilai pasarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik wisatawan dan mengetahui estimasi nilai ekonomi Pemandian Air Panas Walini, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik wisatawan dan metode biaya perjalanan untuk mengestimasi nilai ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 41-50 tahun, bekerja sebagai pegawai swasta, dan datang bersama keluarga. Faktor jarak tempat tinggal dan jumlah rombongan adalah faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap frekuensi kunjungan. Nilai surplus konsumen dan nilai ekonomi Pemandian Air Panas Walini masing-masing adalah Rp 4.536.424,- dan Rp 6.394.456.922,-. Besarnya nilai ekonomi ini menunjukkan bahwa wisatawan masih tertarik untuk mempertahankan keberadaan objek wisata Mata Air Panas Walini. Oleh karena itu, manajer harus meningkatkan fasilitas yang ada sehingga wisatawan merasa nyaman dan aman saat bepergian.
Kegiatan Tanam Pohon Sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan Asri Desa Sehat Plus Ernah, Ernah; Rahayuwati, Laili; Yani, Desy Indra; Djuwendah, Endah
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 1 (2024): February, Pages 1-63
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i1.895

Abstract

Pemeliharan dan pelestarian lingkungan Desa Sehat PLUS merupakan rangkaian kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan untuk mewujudkan lingkungan asri dan sehat. Kegiatan Pengabdian  Masyarakat (PKM) ini menjadi suatu usaha dalam melestarikan lingkungan ditingkat desa guna mendukung terciptanya lingkungan yang asri dan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemeliharan dan pelestarian lingkungan di Desa Sukamulya Bandung. PKM ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dengan melibatkan dosen, mahasiswa dan masyarakat setempat. Penanaman pohon dilakukan secara langsung dengan memberikan bibit tanaman kepada masyarakat desa setempat yang penuh semangat dan antusias berperan aktif dalam berpartisipasi pada kegiatan ini. Kegiatan tanam pohon ini menyediakan kurang lebih 60 bibit tanaman yang terdiri dari pohon sirsak, mangga, jambu, manggis, pepaya, dan petai. PKM ini dapat dilaksanakan dengan baik dan lancer serta mendapat dukungan positif dari masyarakat yang diharapkan memiliki rasa tanggung jawab untuk merawat tanaman yang telah ditanam agar dapat mewujudkan desa yang hijau, asri dan bebas stunting.
MENINGKATKAN KAPASITAS PENGELOLA DESA WISATA DALAM MENDUKUNG PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN DI DESA GUNUNG MASIGIT Saidah, *Zumi; Djuwendah, Endah; Wulandari, Eliana
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.48923

Abstract

Kekayaan sumber daya alam, seni budaya, dan kuliner yang dimiliki oleh Desa Wisata Gunung Masigit sebenarnya merupakan potensi besar yang menjadi peluang Masyarakat dalam mencari nafkah melalui pengembangan sektor pariwisata. Namun sayangnya pengelolaan pariwisata yang ada di Desa Gunung Masigit masih rendah yang mana hal ini ditunjukkan masih belum berjalannya dengan baik Pokdarwis yang telah terbentuk. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola Desa Wisata melalui beberapa kegiatan yang dapat mendukung meningkatnya kapasitas pengelola pariwisata. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan menempatkan masyarakat sebagai objek dalam proses pembangunan pedesaan melalui pengelolaan pariwisata. Pengembangan potensi desa wisata tentunya tidak terlepas dari peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berperan sebagai pengelola Desa Wiasata. Desa Gunung Masigit telah memiliki Pokdarwis namun Pokdarwis tersebut belum terkelola dengan baik yang mana hal ini terbukti dengan masih minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata dan masih berdiri sendiri tanpa melibatkan masyarakat desa. Desa Wisata yang berbasis pada komunitas atau masyarakat menjadi penting mengingat Pokdarwis sebagai pengelola desa wisata memiliki tugas penting dalam mewujudkan keberhasilan desa wisata. Oleh karena itu, maka program pengabdian pada masyarakat ini diarahkan pada kegiatan meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata sebagai bentuk dalam mendukung pariwisata yang berkelanjutan.  The wealth of natural resources, arts and culture, and culinary delights owned by the Gunung Masigit Tourism Village actually represents great potential which is an opportunity for the community to earn a living through developing the tourism sector. However, unfortunately tourism management in Gunung Masigit Village is still low, which shows that the Pokdarwis that have been formed are still not running well. This Community Service aims to increase the capacity of Tourism Village managers through several activities that can support the increase in tourism managers. The method used in community service is the Participatory Rural Appraisal (PRA) method by placing the community as an object in the rural development process through tourism management. The development of the potential of a tourist village cannot be separated from the role of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) which acts as the manager of the Wiasata Village. Gunung Masigit Village already has 3 Pokdarwis but these three Pokdarwis are not well managed, which is proven by the lack of community involvement in tourism management and they still stand alone without involving the village community. Community or community-based tourism villages are important considering that Pokdarwis as tourism village managers have an important task in realizing the success of tourist villages. Therefore, this community service program is directed at increasing the capacity of tourist village managers as a form of supporting sustainable tourism.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PAKET WISATA GUNA MENDUKUNG AGROEDUWISATA KAMPUNG PASIR ANGLING Djuwendah, Endah; Karyani, Tuti; Saidah, Zumi; Hasbiansyah, O
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.45617

Abstract

PasirAngling merupakan perkampungan yang berada di kaki Gunung Bukit Tunggul, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sosial budaya mendukung  upaya pertumbuhan ekonomi  Kampung Pasir Angling  melalui integrasi aktivitas pertanian, peternakan, perkebunan dan pariwisata dengn  konsep agrowisata pendidikan. Pengembangan agrowisata kampung psir Angling belum berjalan secra optimal.  Tujuan pengabdian masyarakat ini   adalah untuk memberdayakan potensi wisata  kampung Pasir Angling Desa Suntenjaya berbasis agroeduwisata melalui pembuatan paket wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan  pendekatan  Participatory Action Research (PAR) melalui observasi, FGD serta pendampingan yang berorientasi pada  pemberdayaan masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat atas potensi wisata dan meningkatkan keterampilan  masyarakat dalam  membuat paket wisata  yang kreatif berdasarkan potensi yang dimiliki. Selanjutnya diperlukan pendampingan yang konsisten dari pemerintah daerah  dan  Dinas  Kebudayaan dan pariwisata agar dapat meningkatkan promosi  paket agroeduwisata tersebut secara gencar menggunakan  media sosial internet dan   kerjasama dengan biro perjalanan wisata.   
Pakchoy farming income based on passive and active hydroponic methods Wiyono, Sulistyodewi Nur; Permadi, Nida Fathi; Djuwendah, Endah; Trimo, Lucyana; Rochdiani, Dini; Wulandari, Eliana
Anjoro: International Journal of Agriculture and Business Vol 2 No 1 (2021): Anjoro
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture and Forestry Faculty, Universitas Sulawesi Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.708 KB) | DOI: 10.31605/anjoro.v2i1.968

Abstract

The decrease of agricultural land becomes one of the problems in farming. Hydroponic system is one of the alternatives that can be the solution of the problem. The hydroponic system is divided into two methods, i.e. the active hydroponic system and the passive hydroponic system. This study described the income analysis of the active and passive hydroponic systems and investigated which system was more profitable. This research was conducted in two companies that have similar business scale, namely the BA corp., for passive hydroponic system and the Nb Farm for active hydroponic system, in which they were located in the Lembang, West Bandung. In the calculation of BC ratio, active hydroponic system is declared feasible, indicating that the hydroponic farming carried out by Nb Farm is profitable and feasible to be conducted. The results of this study indicate that the active hydroponic system has a greater advantage than the passive hydroponic system in pakchoy farming.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN SITE PLAN AGROEDUWISATA SMP BINA HARAPAN JATIGEDE SUMEDANG Djuwendah, Endah; Yudha, Eka Purna; Karyani, Tuti; Wulandari, Eliana; Saidah, Zumi; Rasmikayati, Elly; Syamsiyah, Nur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.58994

Abstract

Mekarasih is one of the pioneering tourist villages in the Jatigede Reservoir Area of Sumedang Regency which has the potential to be managed as an agrotourism village because of its strategic location on the edge of the reservoir and the potential of its natural resources. The problem in this area is the conversion of rice fields into reservoir waters, thereby reducing agricultural activities as a source of livelihood for the population. Therefore, the solution offered is to develop agro-edutourism that combines agricultural and tourism activities. The Binaraja Millenial Smart Farming (BMSF) Community and the management of SMP Bina Harapan Jatigede are an important part of the development of agro-edutourism in Mekarasih village. This community service (PKM) aims to empower communities based on local resources. Community service is carried out through three stages of activity, namely preparation, implementation, monitoring and evaluation. Community service uses lecture methods, FGD, simulations and practice in making a site plan for an agro-edutourism garden located in the SMP Bina Harapan Jatigede area. The results of the activity show that the PKM target partners are able to understand the concept of agro-edutourism, can prepare agro-edutourism planning according to the characteristics of local resource potential and create agro-edutourism site plan designs. It is hoped that the site plan will be used as a basis for planning to build various tourism support facilities based on the concept of sustainable community-based agro-edutourism.Mekarasih merupakan salah satu desa wisata rintisan di Kawasan Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang yang potensial dikelola menjadi desa agrowisata karena letaknya yang strategis di pinggir waduk dan potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Permasalahan yang ada di wilayah ini adalah terjadinya alih fungsi lahan sawah menjadi wilayah perairan waduk sehingga berkurangnya aktivitas pertanian sebagai sumber mata pencaharian penduduk. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah mengembangkan agroeduwisata yang memadukan aktivitas pertanian dan pariwisata. Komunitas Binaraja Millenial Smart Farming (BMSF) dan pengelola SMP Bina Harapan Jatigede merupakan bagian penting dalam pengembangan agroeduwisata di Desa Mekarasih. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal. Pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pengabdian menggunakan metode ceramah, FGD, simulasi serta praktik membuat site plan  kebun  agroeduwisata yang berada di kawasan SMP Bina Harapan Jatigede. Hasil kegiatan menunjukkan mitra sasaran PKM mampu memahami konsep agroeduwisata, dapat menyusun perencanaan agroeduwisata sesuai dengan karakteristik potensi sumber daya lokal  dan membuat  rancangan  site plan agroeduwisata. Diharapkan nantinya site plan dijadikan sebagai dasar perencanaan membangun berbagai fasilitas penunjang wisata berdasarkan konsep agroeduwisata berbasis  masyarakat yang berkelanjutan.
PERAN PEMERINTAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DI JAWA BARAT Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Saefudin, Bobby Rachmat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.17578

Abstract

Produksi padi di Jawa Barat harus senantiasa ditingkatkan mengingat kebutuhan pangan yang semakin meningkat, namun dalam dua tahun terakhir ini produksi padi Jawa Barat mengalami penurunan. Subsistem penunjang usahatani padi diantaranya dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produksi padi, namun peran dan dukungan yang diberikan kepada petani oleh pemerintah belum sepenuhnya maksimal, selain itu terdapat kecenderungan bahwa beda daerah akan berbeda pula kapasitas dukungan pemerintahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produktivitas padi dan dukungan pemerintah di beberapa daerah di sentra produksi di Jawa Barat dan menganalisis pengaruh dukungan pemerintah terhadap produktivitas padi di Jawa Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian ini menggunakan teknik sampling acak klaster sedemikian sehingga didapatkan sampel berukuran 281 petani di 5 cluster kabupaten di Jawa Barat. Alat analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kabupaten dengan rata-rata produktivitas padi tertinggi dan terendah berturut-turut adalah Karawang (6,88 ton/ha) dan Sukabumi (5,34 ton/ha). Dukungan pemerintah berupa penyuluhan, regulasi, sarana dan prasarana budidaya padi, dukungan modal usahatani dan dukungan fasilitas kelitbangan penerapannya pada petani di berbagai daerah bervariasi, ada yang sudah bisa dirasakan oleh petani dan ada yang belum. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa dukungan regulasi, sarana dan prasarana budidaya padi, dan fasilitas kelitbangan berpengaruh nyata terhadap produktivitas padi di Jawa Barat.
Konsep Bisnis Pemasaran Produk Minuman Sarang Burung Walet Fit With Realfood di PT Realfood Karya Indonesia Ramadhanti, Azahra Putri; Djuwendah, Endah; Budiman, Muhammad Arief; Qanti, Sara Ratna
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.15352

Abstract

The population of edible bird's nests in Indonesia accounts for 80-85% of the world's total, making Indonesia the leading producer of edible bird's nests. One of the companies that produces processed bird's nest drinks is Realfood. This company is the first pioneer of bird's nest drinks in Indonesia. With its flagship product, Fit With Realfood, the company's presence was well-received, especially during the Covid-19 pandemic. However, over the past two years, Realfood has experienced a decline in sales. The purpose of this study is to understand the business concept of PT Realfood Karya Indonesia in marketing its products. The study employs a qualitative research design with a case study approach. Data collection methods include observation, interviews, and documentation, while data analysis is conducted using descriptive analysis and the business model canvas tool. PT Realfood Karya Indonesia's business concept follows the unbundling business model approach. Product marketing is the primary focus of PT Realfood Karya Indonesia. Consequently, the resulting business model canvas highlights the company's efforts to generate revenue through product marketing
Keberlanjutan Agro Edu Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor Ghifari, Faris; Djuwendah, Endah; Rochdiani, Dini; Qanti, Sara Ratna
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.15300

Abstract

Agro Edu Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja is the only tourist village in Bogor City that falls into the category of an advanced tourist village. However, in recent years, the number of visitors to AEWO Mulyaharja has been decreasing annually, which is one of the indicators that the development of AEWO Mulyaharja has not been optimal. This research aims to determine the sustainability level of AEWO Mulyaharja and analyze the sensitive factors affecting the sustainability of AEWO Mulyaharja. The design of this research uses quantitative approaches, with the survey method employed for data collection. The analysis tools used the Multidimensional Scaling method in the RAP-Tourism technique. The analysis results show that overall, the sustainability levels of the economic and socio-cultural dimensions are quite sustainable, while the ecological and technological dimensions are categorized as highly sustainable. The sensitive attributes that most significantly influence the sustainability of AEWO Mulyaharja in a multidimensional manner are the presence of local attractions and traditions, the existence of historical sites or artifacts at the tourist location, and safety.
Akses Petani terhadap Pembiayaan Usahatani Padi di Jawa Barat Dikaitkan dengan Kondisi Agroekosistemnya Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Saefudin, Bobby Rachmat
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.17513

Abstract

Rice farming is an important agricultural activity in meeting the main food needs of the Indonesian people. Rice farming needs to be supported by adequate sources of financing. However, in practice, many farmers still have difficulty accessing farming financing because the agro-ecosystem conditions do not support each other. The purpose of this study was to identify the relationship between farmers' access to farming financing and their agro-ecosystem support. This study used a quantitative research design using descriptive and inferential statistics. The sample size of the study was 281 rice farmers in West Java from cluster random sampling results. The results showed that the majority of farmers generally consider that all indicators of access to farming financing to be still not supportive. Meanwhile, for the agro-ecosystem, farmers considered that most agro-ecosystem indicators had supported their farming except for OPT attacks which according to most farmers were still difficult to control. Correlation analysis showed that there was a significant relationship between farmers' access to financing and agro-ecosystem support for rice farming in West Java.
Co-Authors A. -, Yusup, A. Achmad Septio Agriani H Sadeli Agriani Hermita Sadeli Aisyah Nabilah Akbar Adiputra Irawan Algiffary, Naufal Amallia Ridhatillah Anadilla Fahyra Riawan Anjelia, Serly Annisa Fitri ANWAR MUJADDID Astrini, Carmelita Aziza, Nadya Nur Azizah, Khaerunnisa Ismi Bintang Pinndito Bobby Rachmat Saefudin Bobby Rachmat Saefudin Carmelita Astrini Chania Alfatianda D, Yosini D, Yosini Desy Indra Yani Dhany Esperanza Diah Suci Wahyuni Diffa Nida Haniyah Dini Rochdiani E Supriadi R Eddy Renaldy Ega Putri Salsabila Eka Purna Yudha Eka Septiarini Eliana Wulandari Elly Rasmikayati Erna Rachmawati Ernah Ernah Ernah, Ernah Ery Supriyadi R. Eti Suminartika Fadillah, Futri Fauza Fatimah, Sri Fatimah, Sri Febriani, Alifia Fitriana Wati Gema Wibawa Mukti Ghifari, Faris Gugun Arioditha Gunardi Yudawinata H. -, Hapsari, H. Hapsari, H. - Hasbiansyah, O. Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Ignatia Rahmadani Putri Palupi Ima Marlina Indrawibawa, Diky Intan Okta Mulyana Irfan Firmansyah Irfan Firmansyah, Irfan Iwan Setiawan Jannet Aszury Astaningrum Junawinata, M. Gunardi Karl Andhika Mahaputra KARTIWA, NUR ANNISA RIZKITA Kusumarahman, Kintami Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Laili Rahayuwati Levina Maharani Lucyana T Lucyana Trimo Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana M. Gunardi Judawinata Mahra Arari Heryanto Marlina, Ima Milda Selvia Milda Selvia Muhammad Arief Budiman Muhammad Fadli Nadya Nur Aziza Naufal Algiffary Nirwikara Widhiwidhana Prasetyanto Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurul Risti Mutiarasari O Hasbiansyah Omar, Natasha Margaretha Wiryawan Opan S Suartapradja Pardede, Legenda Samuel Permadi, Nida Fathi Putra, Harry Wiyono Putri, Andiani Aulia R, E Supriadi R. Az-Zahra S Rahmadiani, Riyanti Rahmah, Ulya Rahman, Naufal Raihan Fikri Rohmansyah Rakotonjanahary Joachim Audry Ramadhanti, Azahra Putri Rani Andriani Budi Kusumo Rayhan Ahmad Giffary Resa Ana Dina S Suhartini S, Tuhpawana P S, Tuhpawana P Sadeli, Agriani H Sara Ratna Qanti Septio, Achmad Serly Anjelia Shintiya Devi Siregar Sri Fatimah Sri Fatimah Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi, E Sutisna Sutisna Syifa Herliani T, Lucyana T, Lucyana Tomy Perdana Trisna Insan Noor Tuhpawana P S Tuti Karyani Tuti Karyani Ulya Rahmah Ulya Rahmah Vanya Almeira Rizkika Wati, Fitriana Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yosini D Yosini Deliana Yudhanto Dewo G Yusup, A. - Zainal Arifin Zein, Nufika Shilhan Zumi Saidah