Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Web-based anti-doping education: A needs analysis for achievement sport athletes Sepriani, Rika; Bafirman; Mudjiran
Journal Sport Area Vol 8 No 1 (2023): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2023.vol8(1).10457

Abstract

This research is motivated by the many outstanding sports athletes who do not understand doping. Increasing the understanding of high-achieving sports athletes about doping can be done through online anti-doping education. The purpose of this study was to assess the need for web-based anti-doping education in high-performance athletes. This research is a quantitative descriptive study that included 40 athletes from five sport branches: powerlifting (7 athletes), weightlifting (8 athletes), athletics (4 athletes), soccer (12 athletes), and sepak takraw (9 athletes). Purposive sampling was used as a sampling technique. The instruments used in this study included a doping knowledge test and a web-based educational accessibility questionnaire for athletes. The data were analyzed using a descriptive quantitative method in the form of percentages. There were 40 people who participated in this study, with 26 male and 14 female respondents. Based on the research result, of the 40 participating athletes, one person (3%) had high doping knowledge, eight people (20%) had sufficient doping knowledge, and thirty-one people (78%) had less doping knowledge. Meanwhile, the achievement rate for web-based education accessibility questionnaires for achievement sports athletes was 89.75%. As a result, it can be concluded that web-based anti-doping education is needed and can be carried out on achievement-sport athletes. For this reason, related parties can conduct anti-doping education for every athlete in sports so that athletes can understand doping and prevent the use of doping by athletes.
Prediksi keterampilan bertanding atlet remaja pencak silat berdasarkan persepsi situasional dan motivasi: pendekatan analisis jalur Elsa Rahma Yani; Nurul Ihsan; Tjung Hauw Sin; Rika Sepriani
Lentera Negeri Vol. 7 No. 1 (2026): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992710

Abstract

Kondisi fisik dan keterampilan teknis sering dianggap sebagai faktor utama yang menentukan performa atlet bela diri. Namun, penelitian terkini menunjukkan bahwa faktor psikologis, khususnya persepsi situasional dan motivasi, turut berperan penting dalam keterampilan bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kecerdasan intelektual (IQ), persepsi situasional, dan motivasi terhadap keterampilan bertanding atlet remaja pencak silat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur (path analysis). Sampel terdiri atas 20 atlet pencak silat usia 13–17 tahun yang dipilih secara purposive dari program pembinaan POPDA Kabupaten Rokan Hulu, Riau. IQ diukur menggunakan Culture Fair Intelligence Test (CFIT), sedangkan persepsi situasional dan motivasi diukur melalui kuesioner yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas (Cronbach’s alpha = 0,901 dan 0,908). Keterampilan bertanding dinilai menggunakan rubrik observasi pertandingan yang terstandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi situasional berpengaruh langsung dan signifikan terhadap keterampilan bertanding (β = 0,858; p = 0,001) serta memiliki pengaruh tidak langsung melalui motivasi (β = 0,301). Motivasi juga berpengaruh langsung dan signifikan terhadap keterampilan bertanding (β = 0,540; p = 0,034). Sebaliknya, IQ tidak menunjukkan pengaruh langsung maupun tidak langsung yang signifikan terhadap keterampilan bertanding. Secara simultan, ketiga variabel prediktor menjelaskan 64,8% variasi keterampilan bertanding atlet (R² = 0,648). Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi situasional dan motivasi merupakan prediktor yang lebih kuat dibandingkan IQ dalam menjelaskan keterampilan bertanding atlet remaja pencak silat. Oleh karena itu, pengembangan aspek psikologis perlu menjadi perhatian dalam proses seleksi dan pembinaan atlet pencak silat.
Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Peserta Didik Di MTSN 5 Kota Padang Yolanda, Mila; Arnando, Muhammad; Khairuddin, Khairuddin; Sepriani, Rika
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6311

Abstract

Motivasi belajar menentukan keterlibatan, ketekunan, dan usaha peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), tetapi kekuatan hubungannya dengan nilai PJOK pada konteks madrasah belum dipahami secara memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar PJOK peserta didik kelas VIII di MTsN 5 Kota Padang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional. Dari populasi 1.042 peserta didik, sebanyak 91 peserta didik kelas VIII menjadi sampel penelitian. Motivasi belajar diukur menggunakan angket skala Likert lima pilihan, sedangkan hasil belajar diperoleh dari nilai rapor PJOK semester Juli–Desember 2025. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas Lilliefors, korelasi Pearson, uji signifikansi koefisien korelasi, interval kepercayaan, dan koefisien determinasi. Motivasi belajar dan hasil belajar masing-masing memiliki rerata 83,00 dan 71,00. Analisis menghasilkan korelasi positif yang sangat kuat (r = 0,952; 95% CI [0,928, 0,968]; t(89) = 29,34; p < 0,001) dengan variasi bersama sebesar 90,63%. Temuan menunjukkan bahwa peserta didik dengan motivasi belajar lebih tinggi cenderung memperoleh hasil belajar PJOK yang lebih tinggi. Namun, besarnya korelasi harus ditafsirkan secara hati-hati karena desain korelasional tidak membuktikan sebab-akibat dan nilai rapor dapat mencerminkan usaha, partisipasi, serta penilaian guru. Verifikasi data mentah, linearitas, pencilan, dan karakteristik instrumen diperlukan sebelum menarik implikasi yang lebih luas. Learning motivation shapes students’ engagement, persistence, and effort in Physical Education, Sports, and Health (PESH); however, the strength of its association with PESH grades in an Islamic junior secondary school context remains insufficiently understood. This study examined the relationship between learning motivation and PESH achievement among eighth-grade students at MTsN 5 Padang. A quantitative correlational design was employed. From a population of 1,042 students, 91 eighth-grade students participated in the study. Learning motivation was measured using a five-point Likert questionnaire, while achievement was represented by PESH report-card grades for the July–December 2025 semester. The data were analyzed using descriptive statistics, the Lilliefors normality test, Pearson’s correlation, a significance test for the correlation coefficient, a confidence interval, and the coefficient of determination. The mean scores for learning motivation and achievement were 83.00 and 71.00, respectively. The analysis yielded a very strong positive correlation (r = .952, 95% CI [.928, .968], t(89) = 29.34, p < .001), with 90.63% shared variance. Students with higher learning motivation therefore tended to obtain higher PESH grades. Nevertheless, this unusually large correlation should be interpreted cautiously because a correlational design does not establish causality, and report-card grades may partly reflect effort, participation, and teacher judgment. Verification using paired raw data, linearity and outlier diagnostics, and complete evidence of instrument validity and reliability is required before broader conclusions are drawn.
Strategies to Improve the Learning Outcomes of Elementary School Students in Sports Practice in Padang City Nabilla Wahyuni Deevona; Wilda Welis; Rika Sepriani; Nugroho Susanto
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 10 (2025): Special Issue
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v10i1.7216

Abstract

This study analyzes how nutritional status, physical fitness, and motor skills affect PJOK practical learning outcomes among 54 students at SDN 04 Kampung Olo, Padang. Using path analysis, BMI, fitness tests, and motor skill assessments were used to measure the variables, while learning outcomes were evaluated through PJOK performance. Nutritional status, physical fitness, and motor skills have a significant direct effect on the practical learning outcomes of physical education students in Padang City, with contributions of 37.8% (p = 0.006), 28.8% (p = 0.012), and 25.2% (p = 0.004), respectively. Nutritional status also has an indirect effect through physical fitness, contributing 7.3% (p for the path from nutritional status to physical fitness = 0.065; p for physical fitness to learning outcomes = 0.012) and through motor skills by 4.1% (p path from nutritional status to motor skills = 0.244; p from motor skills to learning outcomes = 0.004), although the influence through motor skills was less significant. Physical fitness had a significant indirect influence through motor skills by 21.1% (p = 0.000 and p = 0.004).
Pelatihan P3k bagi Guru Pjok sebagai Upaya Pencegahan Cedera dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Kota Padang Muhammad Arnando; Lusi Angelia; Riand Resmana; Rika Sepriani; Darni Darni; Yaslindo Yaslindo; Sefri Hardiansyah; Eldawaty Eldawaty; Deswandi Deswandi; Khairuddin Khairuddin; Dessi Novita Sari
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i1.1289

Abstract

Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah yang berperan penting dalam meningkatkan kebugaran jasmani serta membentuk gaya hidup sehat peserta didik. Namun, aktivitas fisik dalam pembelajaran Penjas memiliki potensi risiko cedera, seperti keseleo, patah tulang, hingga kondisi darurat medis yang lebih serius. Di Kota Padang, yang secara geografis berada di wilayah dataran rendah dengan suhu relatif panas, risiko cedera semakin meningkat, termasuk kejadian dehidrasi akut pada siswa. Permasalahan utama yang dihadapi adalah masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada guru pendidikan jasmani, sehingga berpotensi memperlambat penanganan cedera dan membahayakan keselamatan siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri guru Penjas dalam menangani keadaan darurat melalui pelatihan pertolongan pertama. Program ini mencakup pelatihan praktis berupa resusitasi jantung paru (CPR), perawatan luka, serta manajemen cedera olahraga. Kegiatan ini selaras dengan upaya pemenuhan standar keselamatan sekolah dan perlindungan peserta didik. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya lingkungan pembelajaran yang lebih aman dan kondusif, meningkatnya kesiapsiagaan guru dalam menghadapi situasi darurat, serta tumbuhnya budaya keselamatan di sekolah. Luaran kegiatan meliputi publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, artikel pada media massa/elektronik, video dokumentasi kegiatan, dokumen kerja sama program studi dengan nagari, serta peningkatan keberdayaan mitra sesuai permasalahan yang mengacu pada RPJM Nagari
Effects of physical fitness, parenting style, and secondhand smoke exposure predict physical education learning outcomes Alfi Mukhti; Padli Padli; Rika Sepriani; Fahd Mukhtarsyaf; Firunika Intan Cahyani
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2026): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036903000

Abstract

This study aimed to investigate the effects of physical fitness, parenting style, and secondhand smoke exposure on Physical Education learning outcomes and to examine the mediating role of secondhand smoke exposure. A quantitative correlational design was employed involving 38 fifth- and sixth-grade students from Kuranji Elementary School Number 32nd, Padang City, selected through total sampling. Data were collected using the Indonesian Student Fitness Test (TKSI), parenting style and secondhand smoke exposure questionnaires, and Physical Education academic records. Data were analyzed using path analysis with IBM SPSS Statistics 27. Physical fitness had a positive and significant effect on Physical Education learning outcomes (β = 0.427; p < 0.001), while parenting style (β = −0.379; p = 0.001) and secondhand smoke exposure (β = −0.344; p = 0.001) also showed significant effects. The model explained 68.2% of the variance in Physical Education learning outcomes. Physical Education learning outcomes are influenced not only by students' physical fitness but also by family environmental factors, particularly parenting practices and reduced exposure to secondhand smoke.
ANALISIS KEMAMPUAN GERAK DASAR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 24 UJUNG GURUN KECAMATAN PADANG BARAT KOTA PADANG Himawan Agil; Rika Sepriani; Syahrastani; Luci Oktavani
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/30mnkh90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan gerak dasar lokomotor, objek kontrol, dan kemampuan gerak dasar secara keseluruhan pada siswa kelas V SD Negeri 24 Ujung Gurun Kecamatan Padang Barat Kota Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya pengukuran kemampuan gerak dasar siswa secara sistematis serta masih terdapat siswa yang belum mampu mengikuti pembelajaran PJOK secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 36 siswa kelas V dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian menggunakan Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2), sedangkan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan gerak dasar siswa berada pada kategori sangat baik, dengan nilai rata-rata gerak lokomotor sebesar 85,82, gerak objek kontrol 83,97, dan kemampuan gerak dasar secara keseluruhan 84,90. Disimpulkan bahwa kemampuan gerak dasar siswa kelas V SD Negeri 24 Ujung Gurun Kecamatan Padang Barat Kota Padang berada pada kategori sangat baik dan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru PJOK untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas pembelajaran gerak dasar