Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Common

PENGABAIAN KONSERVASI TERUMBU KARANG DALAM KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PARIWISATA DI PANGANDARAN Agustin, Herlina; Hidayat, Dadang Rahmat; Supriadi, Dandi; Sirait, Rinda Aunillah
Jurnal Common Vol. 3 No. 2 (2019): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.383 KB) | DOI: 10.34010/common.v3i2.2595

Abstract

Kesadaran tentang konservasi dan kegiatan ramah lingkungan perlu dipelajari secara komprehensif di semua tingkat pendidikan formal, terutama di sekolah menengah kejuruan yang terkait dengan industri pariwisata. Salah satu daerah potensial untuk mengembangkan pariwisata cerdas adalah Pangandaran, pantai populer di selatan Jawa Barat. Wilayah ini memiliki beberapa sekolah menengah kejuruan dengan program khusus dalam studi pariwisata. Sayangnya, pemerintah daerah Pangandaran tidak memiliki program khusus untuk menetapkan kurikulum yang memadai mengenai pengembangan pariwisata melalui pengembangan sumber daya manusianya. Penelitian ini melihat fenomena tersebut dengan melakukan studi kasus spesifik tentang konservasi terumbu karang di Pangandaran untuk menguraikan tentang tidak adanya konten spesifik tentang konservasi dalam kurikulum program pariwisata. Menerapkan studi kasus eksploratif yang dikembangkan oleh Robert K. Yin, penelitian ini mendistribusikan 37 kuesioner kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Tunas Brilliant di Pangandaran, bersama dengan tinjauan dokumentasi tentang kebijakan yang dibuat oleh lembaga dan pemangku kepentingan terkait. Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang di Pangandaran, termasuk mereka yang khususnya belajar studi pariwisata, memiliki kesadaran yang rendah tentang keselamatan terumbu karang sebagai bagian dari pelestarian lingkungan. Situasi ini diperparah dengan tidak adanya bahan konservasi dalam kurikulum sekolah menengah kejuruan pariwisata yang berbicara tentang terumbu karang. Kurangnya pemahaman dalam konservasi telah mengancam keberlanjutan lingkungan Pangandaran, yang pada gilirannya akan menghambat pengembangan pariwisata di Pangandaran
ANALISIS TIPOLOGI DISINFORMASI DALAM PUBLIKASI CEK FAKTA KOMPAS.COM ISU PEMILU 2024 SELAMA MASA KAMPANYE Imam, Asy Syifa Ramadhani; Hidayat, Dadang Rahmat; Gumilar, Gumgum
Jurnal Common Vol. 9 No. 1 (2025): Common
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/3v62r915

Abstract

Menjelang Pemilu 2024, terpaan informasi politik meluap, termasuk disinformasi terkait isu Pemilu yang dapat dimanfaatkan sebagai alat propaganda untuk memengaruhi opini publik. Tingginya intensitas disinformasi mampu menyebabkan perpecahan sosial dan membawa kekacauan informasi yang sulit dipulihkan. Penelitian ini memetakan isi publikasi cek fakta pada rubrik “Hoaks atau Fakta” di Kompas.com terkait isu Pemilu 2024 selama periode kampanye (28 November 2023 – 10 Februari 2024). Pemetaan dilakukan berdasarkan tipologi disinformasi dari Wardle yang terbagi atas 7 jenis, tau parodi, konten menyesatkan, konten tiruan, konten buatan, koneksi palsu, konteks keliru, serta konten manipulasi. Penelitian ini turut menganalisa tema serta format yang terdapat didalam setiap tipologi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan analisis isi kuantitatif. Dilakukan proses coding menggunakan indikator tipologi disinformasi oleh Wardle, serta indikator tema dan format berdasarkan temuan terdahulu. Penelitian ini menganalisis 98 sampel dengan temuan adanya 6 dari 7 tipologi disinformasi, memuat 11 tema disinformasi dan tersebar dalam 4 format. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, disinformasi jenis konfigurasi ulang mendominasi, lebih dari setengah sampel. Tipologi koneksi palsu menjadi jenis tertinggi dalam penyebarannya. Dalam temuan tipologi koneksi palsu, terdapat 9 dari 11 tema, dimana dukungan/pengakuan ke paslon paling dominan dan semuanya tersebar dalam format video. Selain itu, tidak ditemukan tipologi konten tiruan dalam publikasi yang diteliti. Hasil ini menunjukkan bahwa tipologi disinformasi relevan sebagai referensi untuk mengelompokkan jenis disinformasi. Pengelompokkan ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait jenis disinformasi seperti apa yang banyak tersebar selama masa kampanye Pemilu, karena semuanya bersifat menipu dan merugikan. Kata Kunci: Cek Fakta, Disinformasi, Kompas.com, Pemilu 2024, Masa Kampanye, Tipologi Disinformasi