Claim Missing Document
Check
Articles

Mazhab Feminisme dan Pengaruhnya di Indonesia Andika Tegar Pahlevi; Eni Zulaiha; Yeni Huriani
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 1, No 2 (2022): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v1i2.19597

Abstract

This paper aims to explain things about the Feminist School and also the emergence of the Feminism movement and some issues that are developing in Indonesia. This research method uses library research referring to qualitative data in the form of writings and books that the author has examined. Based on the results of the reading that the author obtained, namely, that the school of feminism is a stream that is formed within feminism itself. There are many streams of feminism that were born, including liberal feminism, radical feminism and Marxist feminism and socialist feminism. After the emergence of these schools, Feminism also gave birth to various movements that emerged in protecting and fighting for the rights and dignity of women. The feminist movement initially aimed to end and end the status of deprivation of women's freedom. One of the movements is the women's march which is very relevant in fighting for women.
Implementasi Moderasi Beragama di Kalangan Perempuan dalam Perspektif Penyuluh Agama di Bandung Raya Yeni Huriani; Eni Zulaiha; Rika Dilawati
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v2i4.21162

Abstract

Moderasi agama mengacu pada landasan menengah dalam pendekatan seseorang terhadap doktrin-doktrin agama. Ungkapan Islam wasathiyah (moderasi) sering digunakan dalam Islam untuk menyebut pengertian ini. Juga melalui sudut pandang Islam wasathiyah, ideal-ideal moderasi dalam agama paling baik dipahami. Bertindak sesuai dengan moderasi beragama berarti menunjukkan sikap toleran, toleransi terhadap perbedaan pendapat, dan tidak menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendak pada orang lain. Dalam artikel ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, berdasarkan karakteristik kajian masalah penelitian sehingga dapat secara langsung diamati (diobservasi). Melalui metode ini, peristiwa yang diamati dan informasi dari sumber-sumber terpilih bisa dikaji dengan teknik pengumpulan data yang beragam, di antaranya adalah kajian literatur yang digunakan oleh sumber-sumber terpilih melalui cara Focus Group Discussions (FGD). Bentuk implementasi yang dirumuskan dalam buku saku moderasi beragama di kalangan penyuluh agama perempuan pada majelis taklim binaan itu diaplikasikan dengan cara-cara praktis. Di sini diperlukan beberapa faktor pendukung adanya interaksi antar pelaku dakwah dengan masyarakat yaitu melalui rasa ketertarikan peserta atas kegiatan yang dilaksanakan, cara penyampaian informasi yang baik, jalinan hubungan cooperation (kerja sama) dan kelengkapan sarana pendukung.
Penerapan Hak Cuti Haid pada Tenaga Kerja Perempuan di SMP Nusaibah Leadership Islamic Boarding School Habib Akbar Al Apdolah; Yeni Huriani
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 2, No 3 (2022): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v2i3.18572

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan permasalahan yang ada dalam penerapan hak cuti haid pada tenaga kerja perempuan. Pendekatan penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang mengacu pada data kualitatif berbentuk kata-kata lisan atau tulisan yang dicermati oleh peneliti dan item-item yang dilihat secara rinci untuk menangkap makna yang bisa disimpulkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMP Nusaibah Leadership Islamic Boarding School, penerapan pemberian cuti haid bagi pekerja perempuan diatur dalam Pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Penerapannya, berupa pemberian izin untuk tidak bekerja karena sakit. Tetapi untuk mendapatkan izin tidak bekerja sangat sulit karena beberapa faktor yang menghambat penerapan hak cuti haid, antara lain minimnya pemahaman pekerja perempuan tentang hak cuti haid, timbulnya kecemburuan sosial antar pekerja khususnya pekerja laki-laki, kurangnya tenaga kerja juga menjadi faktor penghambat mendapat hak cuti haid.
Peran Perempuan di Masa Pandemi Covid 19 Perspektif Feminisme Sosialis Andini Andini; Yeni Huriani; Eni Zulaiha
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v3i1.13117

Abstract

The Covid 19 pandemic in Indonesia from early March 2020 to 2021 left many stories that seemed endless. The impact of the pandemic has overwhelmed many people, as well as women. As the control center in the family, women have an extra role to play during a pandemic. Especially in the government policy to divert all work through the home. So that women have to play an extra role in stabilizing the family during the Covid 19 pandemic. This study uses a descriptive quantitative research method that aims to describe how women describe during the Covid 19 pandemic with an analysis using the theory of socialist feminism. As a result, women played a big role during the Covid 19 pandemic in both the family and economic sectors. Women are active and responsive in responding to difficulties in the family. Moreover, socialist feminism emphasizes that women can direct family members in basic roles in the family so that a harmonization is formed in cooperation.
Takhrij and Syarah Hadith of Agrotechnology Utilization of Empty Land Adetia Nurfarida; Wahyudin Darmalaksana; Yeni Huriani; Budy Frasetya TQ
Gunung Djati Conference Series Vol. 1 (2021): Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.2 KB)

Abstract

This study aims to discuss the hadith regarding vacant land. This research method is a qualitative type through literature and field studies with the takhrij and sharah hadith approaches. The result and discussion of this research is that the use of vacant land which has no owner has the right to be planted by anyone because it is a recommendation from Rasullah Saw. The conclusion of this research is the takhrij and syarah of the Prophet SAW regarding the use of empty land that must be planted by anyone, even though many people oppose it, but it still has to be planted so that there is no empty land anywhere.
The Phenomenon of Design Thinking of Niqab Fashion Trends Inspiration of Hadith Yunika Sari; Yeni Huriani
Gunung Djati Conference Series Vol. 4 (2021): The 1st Conference on Ushuluddin Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.837 KB)

Abstract

This study aims to discuss the inspiration for the hadith of the Prophet. in the dress code and innovation of the niqab fashion trends. This research method is qualitative through literature and field studies with the hadith design thinking approach. The results and discussion of this research include, the inspiration for the example of the Prophet. in the Niqab dress code and fashion trend innovations. This research concludes that the hadith of the Prophet SAW. has inspirational messages in the phenomenon of fashion trends using "Niqab" through innovative ideas with continuous testing precisely to become a trend that seizes a wide market.
Takhrij and Syarah of Chemistry: The Efficacy of Honey to Cure Disease Nisrina Dhia Pinasti; Muhamad Fauzi; Dadah Dadah; Yeni Huriani; Nunung Kurniasih
Gunung Djati Conference Series Vol. 5 (2021): Proceedings Conference on Chemistry and Hadith Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.663 KB)

Abstract

The purpose of this research is to discuss the hadith of the Prophet Muhammad Saw. about the benefits of honey from the perspective of Islam and science. This research method is qualitative through the takhrij and sharah hadith approaches with chemical analysis. The results and discussion of this study is the benefits of honey from a scientific perspective. The conclusion of this research is takhrij and syarah hadith about the benefits of honey from the perspective of Islam and science. From a scientific point of view honey is proven to have many benefits because it contains many active compounds such as vitamin A, vitamin E, vitamin K, phenolic acids and other active ingredients.
Kesetaraan Gender Perspektif Hukum Islam Asniah Asniah; Yeni Huriani; Eni Zulaiha
Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Socio-Politica
Publisher : FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/socio-politica.v13i1.25388

Abstract

Penafsiran yang “kurang tepat” terhadap suatu fenomena sosial adalah suatu hal yang wajar, selama penafsiran itu tidak membawa kepada pereduksian hak-hak asasi manusia, terhadap the interpretation of gender misalnya, yang justru kebanyakan membuat salah satu jenis kelamin manusia baik kehormatan, derajat, martabat, keadilan menjadi tereliminir. Banyak orang menyepelekan hal  ini sebagai sesuatu yang alami yang berlaku dalam suatu komunitas sosial. Sehingga ketidakadilan dan ketidaksamaan peran seakan tampak legitimated. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif hukum Islam tentang kesetaraan gender dalam konteks Al-Quran, hadis, ijma’, dan qiyas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data dari sumber-sumber primer dan sekunder, seperti kitab suci Al-Quran, hadis, dan kajian-kajian akademis terkait. Temuan penelitian menunjukan bahwa kesetaraan gender dalam hukum Islam merupakan isu yang kompleks dan bervariasi dalam konteks yang berbeda. Namun, terdapat konsensus di antara para ulama bahwa kesetaraan hak dan kewajiban antara pria dan wanita dalam agama dan masyarakat harus diakui dan dihormati. Kesimpulannya bahwa hukum Islam memiliki perspektif yang seimbang dan adil dalam hal kesetaraan gender, di mana perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama dalam banyak aspek kehidupan, termasuk dalam hal akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi politik. Namun, terdapat juga beberapa ketidaksetaraan gender dalam beberapa aspek kehidupan, seperti dalam hal warisan dan pewarisan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman tentang perspektif hukum Islam tentang kesetaraan gender, yang dapat menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan dalam mempromosikan kesetaraan gender di masyarakat Muslim.
Islam dan Gender: Semangat Dasar Ajaran Islam dan Keadilan Gender Yoshy Hendra Hardiyan Syah; Yeni Huriani
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i2.25387

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep Islam dan Gender dalam semangat dasar ajaran Islam, Al-Qur’an, dan keadilan gender. Di dalam artikel ini membahas isu gender, perkawinan, keluarga, poligami, kekerasan terhadap perempuan, hak waris, dan perceraian dalam rumah tangga, sehingga dibahasnya isu tersebut dapat melahirkan suatu kedamaian dan keadilan. Sebagaimana Islam datang membawa perdamaian, agama Islam adalah agama penyempurna dan agama yang indah, karena segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia untuk terciptanya kemenangan, baik pada kehidupan di akhirat maupun di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami, menyikapi, dan memberikan jalan keluar terhadap isu-isu yang terjadi pada Gender dalam menciptakan suatu keadilan dalam Islam. Pada penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka (literature review) dan menggunakan pendekatan tinjauan analisis deskriptif dalam membahas Islam dan Gender. Menariknya dalam artikel ini adalah menampilkan Islam sebagai agama yang “memanusiakan manusia”, karena Islam selalu menghargai segala sesuatunya terutama dalam persoalan isu gender dan hak-hak lainnya yang terdapat di dalam Al-Qur’an, yang bertujuan sebagai jalan keluar untuk bisa menjadi tolok ukur dalam mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan perdamaian bagi sesama. Kemudian hasil dari penelitian ini adalah jalan keluar atas setiap masing-masing isu-isu tersebut sudah ada di dalam Al-Qur’an. Namun, penyelesaian jalan keluarnya memiliki perbedaan corak khasnya masing-masing terhadap isu yang satu dengan isu yang lainnya. Akan tetapi, perbedaan corak khas jalan keluar tersebut berpusat kepada satu esensi yang sama yaitu Islam pada akhirnya untuk mewujudkan kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan.
Perempuan Berdaya: Memperkuat Peran Perempuan dalam Budaya Tradisional Jenjen Zainal Abidin; Yeni Huriani; Eni Zulaiha
Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Socio-Politica
Publisher : FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/socio-politica.v13i2.26847

Abstract

Perempuan telah memainkan peran penting dalam budaya tradisional selama berabad-abad. Namun, dalam beberapa kasus, peran mereka sering kali diabaikan, terpinggirkan, atau bahkan diremehkan. Dalam era modern ini, penting untuk mengakui pentingnya perempuan dalam budaya tradisional dan memperkuat peran mereka agar bisa berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perempuan dalam budaya tradisional dan mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat peran mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan dengan analisis literature dan penelusuran sejarah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran yang beragam dalam budaya tradisional, seperti sebagai pelindung kearifan lokal, pemimpin masyarakat adat, dan pelestari tradisi budaya. Namun, seringkali mereka menghadapi hambatan dalam mengakses sumber daya dan mendapatkan pengakuan yang pantas. Untuk memperkuat peran perempuan dalam budaya tradisional, beberapa langkah dapat dilakukan. Pertama, pendidikan dan kesadaran harus ditingkatkan untuk menghilangkan stereotip gender dan mengakui kontribusi perempuan dalam budaya. Kedua, kebijakan publik yang mendukung perlindungan dan pemberdayaan perempuan dalam konteks budaya tradisional harus diterapkan. Ketiga, kolaborasi antara perempuan dan lembaga budaya, organisasi non-pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memperkuat peran perempuan dalam mempengaruhi pengambilan keputusan dan merumuskan kebijakan budaya.