Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak Penderita Demam Tifoid di Rumah Sakit Al Islam Bandung ABDUR RACHMAN; ELLIN FEBRINA
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.859 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.18084

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan di negara-negara tropis termasuk Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional akan menimbulkan dampak negatif seperti masalah resistensi dan potensi terjadinya kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien anak demam tifoid di RS Al Islam Bandung tahun 2017 sebanyak 40 pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian noneksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif dengan parameter tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis (4T). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa parameter tepat pasien sebesar 100%, tepat indikasi sebesar 100%, tepat obat saat rawat inap dan rawat jalan sebesar 100% dan 95%, serta tepat dosis pada saat rawat inap dan jalan sebesar 30% dan 17,5%.
Hypoglycemic Effect of Aquatic Extract of Stevia in Pancreas of Diabetic Rats: PPARγ – Dependent Regulation or Antioxidant Potential: Review Abdurahman Ridho; Ellin Febrina
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jf.v14i3.10580

Abstract

Obat tradisional dengan efek antidiabetes dianggap cocok untuk mengobati diabetes. Di antara tanaman-tanaman herbal, Stevia rebaudiana (Bert.) terkenal karena rasa manis dan efek yang menguntungkan dalam pengaturan glukosa. Namun, sedikit yang diketahui tentang mekanisme yang tepat dari stevia di jaringan pankreas. Oleh karena itu, studi ini meneliti efek yang mungkin dari stevia pada pankreas dalam mengontrol hiperglikemia yang dilihat dengan metode uji toleransi glukosa, induksi streptozotocin, dan aloksan menggunakan tikus Sprague-Dawley dan tikus Wistar. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa stevia bekerja pada jaringan pankreas untuk meningkatkan kadar insulin dan memberikan efek hipoglikemia yang menguntungkan melalui mekanisme yang tergantung PPARγ dan sifat antioksidan stevia.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PENYULUHAN PEMANFAATAN JAHE MERAH SEBAGAI TANAMAN BERKHASIAT ANTIRADANG BAGI KADER PKK DI DESA CIKIDANG KECAMATAN LEMBANG Jutti Levita; Sri Adi Sumiwi; Mutakin Mutakin; Tiana Milanda; Irma Meylani Puspitasari; Yuli Andriani; Ellin Febrina; Riezki Amalia; Ahmad Muhtadi
Dharmakarya Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i2.22883

Abstract

Hasil penelitian kami tentang pencarian tanaman berkhasiat anti radang telah membuktikan bahwa jahe merah dapat menurunkan laju pembentukan prostaglandin secara in vitro, bahkan senyawa kimia di dalam jahe merah terbukti dapat menghambat enzim siklo oksigenase, yaitu enzim yang berperan penting pada terjadinya radang, melalui pembentukan ikatan hidrogen dengan residu asam amino penting di dalam enzim tersebut. Oleh karena itu, jahe merah dipilih sebagai tanaman yang akan dipopulerkan oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, kepada kader PKK di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan PPM ini meliputi (1) konsultasi kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah peserta; (2) pendidikan masyarakat tentang radang dan pemanfaatan jahe merah sebagai swamedikasi radang; (3) difusi ipteks berupa demo pembuatan jahe merah instan sebagai minuman nutrisi. Dari sejumlah tujuh puluhun dangan yang disebarkan, kegiatan PPM dihadiri oleh empat puluh delapan peserta, terdiri dari 46 peserta wanita (95,83%) dan 2 peserta pria (4,17%). Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembekalan pemanfaatan jahe merah kepada kader PKK di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dapat meningkatkan pengetahuan mereka.
Piroxicam Percutaneous Permeation from Gels Through Membrane Models of Shed Snakeskin and Cellulose Anis Yohana Chaerunisaa; Marline Abdassah; Jutti Levita; Ellin Febrina; Ulfinana Hafni
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v8i2.29017

Abstract

Skin has a very important role in determining percutaneous absorption of active substance in topical administration. Study on percutaneous permeation of piroxicam from gel had been conducted using Franz Diffusion Cell with membrane model of shed snakeskin and cellulose. Piroxicam gels were made using Aqupec HV-505 base with 0; 2.5; 5; and 7.5% of DMSO as an enhancer. The results showed that the most stable gel preparation was the one with 5% DMSO (F2), so it was used for further investigation to which percutaneous permeation test. The permeation test was conducted in preparation without and with 5% DMSO (F2) in vitro through shed snakeskin and cellulose membranes. The results showed that F2 increased the permeation rate by as much as 0.0281% per minute. In comparison, the permeation rate of formulation without DMSO (F0) was 0.012% per minute. It can be concluded that DMSO can increase piroxicam penetration through shed snakeskin. Permeation study using cellulose membrane on formula F2 revealed permeation rate as much as 0.006% per minute whereas that without DMSO (F0) was 0.0112% per minute.Keywords: DMSO, cellulose membrane, percutaneous permeation, piroxicam, shed snakeskin.
Pola Peresepan Rawat Jalan: Studi Observasional Menggunakan Kriteria Prescribing Indicator WHO di Salah Satu Fasilitas Kesehatan Bandung Dika P. Destiani; Syahrul Naja; Aminah Nurhadiyah; Eli Halimah; Ellin Febrina
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7961.675 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2016.5.3.225

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai tahap awal evaluasi peresepan obat di salah satu fasilitas kesehatan yang akan dilakukan berkala untuk meningkatkan kualitas pengobatan pasien dengan menggunakan lima indikator peresepan berdasarkan guideline World Health Organization (WHO) yaitu jumlah obat per lembar resep, penggunaan obat generik, antibiotik, obat injeksi, dan obat esensial. Pengumpulan data resep rawat jalan diambil secara retrospektif pada periode April 2015–Maret 2016 di salah satu fasilitas kesehatan di Bandung. Sebanyak 1.814 lembar resep dengan 3.886 obat yang termasuk kriteria inklusi, diperoleh rata-rata jumlah obat per lembar yaitu 2,13 obat. Penggunaan obat generik sebesar 57,47% dari 3.886 obat. Persentase penggunaan antibiotik sebesar 15,52% dan sediaan injeksi 0,41% dari 1.814 lembar resep, sedangkan penggunaan obat esensial sebesar 39,49% dari 3.886 obat yang diresepkan. Berdasarkan hasil tersebut penggunaan obat generik dan esensial masih sangat jauh dari standar WHO (100%) sedangkan penggunaan antibiotik dan obat injeksi memiliki nilai rendah dibandingkan dengan nilai rujukan World Health Organization. Kata kunci: Indikator peresepan, obat, WHO Prescribing of Outpatient: Observational Study Using WHO Prescribing Indicator in One of Health Care Facilities in Bandung This study was held to evaluate drug pattern in one of the health facilities in Bandung using five World Health Organization guideline for prescribing indicators, which include average number of drugs per encounter, percentage of drugs prescribed by generic name, percentage of encounters with an antibiotic, injection prescribed, and drugs prescribed from essential drugs list or formulary. Outpatient prescriptions were collected retrospectively from April 2015–March 2016. Average number of drugs per encounter 2.13 was gained by dividing 3,886 drugs with 1,814 prescriptions. Percentage of using generic drugs were 57.47%, antibiotics were 15.52 % and 0.41% for injections per encounters, whereas percentage of drugs prescribed from essential drugs list was 39.49%. The result showed that usage of generic and essential drugs were still far from WHO standard (100%) while the usage of antibiotics and injections were lower than World Health Organization recommendation.Keywords: Drug, prescribing indicators, WHO
Identifikasi Pola Penggunaan Antibiotik sebagai Upaya Pengendalian Resistensi Antibiotik Ivan S. Pradipta; Ellin Febrina; Muhammad H. Ridwan; Rani Ratnawati
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.467 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menetapkan jumlah dan pola penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di salah satu rumah sakit swasta di Bandung. Data penggunaan antibiotik diperoleh dari instalasi farmasi pada Februari–September 2011. Data diolah dengan metode ATC/DDD dan DU90%. Terdapat 390,98 DDD/100 hari rawat dan 381,34 DDD/100 hari rawat pada total penggunaan antibiotik tahun 2009 dan 2010. Sebanyak 39 jenis antibiotik dikonsumsi pada tahun 2009 dan terdapat 11 jenis antibiotik yang masuk segmen 90% penggunaan (seftriakson, amoksisilin, sefotaksim,  iprofloksasin, levofloksasin, metronidazol, sefiksim, doksisiklin, tiamfenikol, sefodoksim, sefaleksin). Tahun 2010 terdapat 44 jenis antibiotik yang dikonsumsi, 18 jenis antibiotik yang masuk segmen 90% penggunaan (seftriakson, siprofloksasin, amoksisilin, sefiksim, levofloksasin, sefadroksil, sefotaksim, metronidazol, tiamfenikol,doksisiklin, klindamisin, kloramfenikol, amikasin, sulbaktam, gentamisin, streptomisin, sefoperazon, kanamisin). Terdapat penurunan penggunaan antibiotik yang diikuti penurunan jumlah hari rawat pada tahun 2009–2010, tetapi jenis dan jumlah antibiotik yang masuk ke dalam segmen 90% penggunaan meningkat.Kata kunci: Penggunaan antibiotik, ATC/DDD, DU90%, resistensi antibiotikIdentification of Antibiotic Use Pattern as an Effort to ControlAntibiotic ResistanceAbstractThe objective of this study is to determine quantity and pattern of antibiotic use in hospitalized patients at one of Bandung’s private hospital that can give benefit in control of antibiotic resistance andprocurement planning of antibiotic. Data of antibiotic consumption were obtained from hospital pharmacy department on February–September 2011. Data were processed using the ATC/DDD and DU90% method. There were 390,98 DDD/100 bed days and 381,34 DDD/100 bed days total of an-tbiotic use in 2009 and 2010. Thirty nine antibiotic were consumed in 2009 within 11 kind of antibiotics in DU90% segment (ceftriaxone, amoxicillin, cefotaxime, ciprofloxacin, levofloxacin, metronidazole, cefixime, doxycycline, thiamphenicol, cefodoxime, cefalexin) and 44 antibiotic were consumed in 2010 within 18 kind of antibiotics in DU90% segment (ceftriaxone, ciprofloxacin, amoxicillin, cefixime, levofloxacin, cefadroxil, cefotaxime, metronidazole, thiamphenicol, doxycycline, clindamycin, chloramphenicol, amikacin, sulbactam, gentamycin, streptomycin, cefoperazone, canamycin). There were decline of antibioticuse that followed decline number of bed days/year in 2009–2010, but in both antibiotic kind and quantity of DU90% antibiotic group were increased.Key words: Antibiotic utilization, ATC/DDD, DU90%, antibiotic resistance
PENAPISAN VIRTUAL BERBASIS STRUKTUR DARI DATABASE BAHAN ALAM ZINC SEBAGAI INHIBITOR BRUTON TYROSINE KINASE Fauzan Zein Muttaqin; Wayan Ayu Puje Astuti; La Ode Aman; Ellin Febrina; Aiyi Asnawi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2019): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.31 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v4i2.354

Abstract

Bruton’s tyrosine Kinase (BTK) plays a critical role in many cellular signalling pathways making it a potential target to treat autoimmune diseases and cancer. In this study, we have implemented structure-based virtual screening against natural product ZINC database by using pharmacopore model followed by molecular docking to identified the inhibitor of BTK (PDB ID 6E4F). By using structure based pharmacophore, a four-point pharmacophore hypothesis was derived, with three hydropobic, one aromatic rings, four hydrogen bond acceptor and nine hydrogen bond donor. Screening of 12 natural product ZINC databases (151,837 compounds) against pharmacophore returned 1,345 hits with matching chemical features of 58.81. Docking these hits against the ATP-binding site of the BTK kinase domain through a virtual screening docking-based by using vina wizard and autodock wizard (PyRx 8.0) returned 148 and 75 hits, respectively. Three hit compounds with high affinity towards BTK were identified, and it could be used as a potent lead molecule for designing BTK inhibitor.
METODE SPEKTROSKOPI ATR-FTIR TANDEM PCA UNTUK MENDETEKSI KOPI ROBUSTA SEBAGAI ADULTERAN DALAM SEDIAAN KOPI ARABIKA TORAJA KOMERSIAL Aiyi Asnawi; Erli Berlianti; Ellin Febrina; Nursamsiar Nursamsiar; Sitti Rahmi; Ivan Andriansyah
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2021): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.485 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v6i1.646

Abstract

Toraja arabica coffee is well known for its higher price and quality compared to robusta coffee, but its commercial is often added with other ingredients, including robusta coffee which has low economic value. Visual inspection is unreliable in roasted ground coffee due to the resemblance of its chemical content. The ATR-FTIR method tandem PCA was able to provide an overview of the typical chemical content of the coffee preparation. The purpose of this study was to evaluate the robusta coffee as adulterant in Toraja arabica coffee preparation by using ATR-FTIR. Toraja arabica coffee beans were obtained from three smallholder plantations around Toraja and Robusta coffee beans were obtained from Toraja, Lampung, and West Java coffee plantations. The coffee beans were roasted and then macerated using 96% ethanol for 3×24 hours and concentrated using a rotary evaporator until being thick. The IR spectrum of each extract was measured using the ATR-FTIR spectroscopy at a range of 4000-650 cm-1. The results show there is a similarity in the IR spectrum patterns and there is only a small difference in the transmittance of Toraja arabica coffee and robusta coffee. Furthermore, the IR spectrum is clustered by using PCA in R program. The projection of three commercial samples shows that samples 1 and 2 do not contain robusta coffee while sample 3 shows the presence of robusta coffee. In conclusion, the ATR-FTIR spectroscopic method tandem PCA was able to clustered the presence or absence of robusta coffee content in the Toraja arabica coffee.
Binding Modes of Doxorubicin Compared to Estratetrol and Tamoxifen Muchammad R. Ghozaly; Ellin Febrina; Achmad Zaenudin
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.283 KB) | DOI: 10.15416/pcpr.v2i1.16215

Abstract

Doxorubicin, a compound isolated from Streptomyces peucetius var Caesius, is commonlyused in the treatment of breast cancer. This drug works by interacting on human nucleicacids. This work was aimed to study the binding modes of doxorubicin with estrogen receptoralpha (ERα). Estratetrol and tamoxifen were used as natural ligand and standard drug,respectively. Molecular docking simulations was performed by AutoDock v.3.05 using minimumcoordinates -34, -6, -15 (x, y, z) and the maximum coordinates -13, 13, 3 (x, y, z).Tamoxifen formed one hydrogen bond with Glu353 (Ki=3.78 μM); estratetrol binds to Glu-353, Arg394, Gly521, and His524 (Ki=0.01 μM). Doxorubicin only formed one hydrogenbond with Ser317 (Ki=N/A). In conclusion, doxorubicin could not interact appropriatelywith ERα due to its voluminioues structure which hinder its entrance to binding pocket ofthe macromolecule.Keywords: doxorubicin, estrogen receptor alpha.
Review Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin (NGAL): Perannya sebagai Biomarker pada Kerusakan Ginjal Akut Ami Rahmati Syadiah; Ellin Febrina; Jutti Levita
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 8, No 1 (2021): J Sains Farm Klin 8(1), April 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.056 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.8.1.35-42.2021

Abstract

Kerusakan ginjal akut merupakan penyakit yang berisiko tinggi menyebabkan pasien kritis hingga kematian, membutuhkan diagnosis yang cepat dalam penanganannya. Saat ini pendeteksian penyakit kerusakan ginjal akut masih terbatas dan belum dilakukan secara umum untuk dijadikan standar biomarker yang cepat dan tepat. Neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL) merupakan protein lipocalin 25 kDa yang terdapat pada sel epitel ginjal dan hati. NGAL dapat merespon langsung terjadinya kerusakan pada sel tubular epitel, ditandai dengan meningkatnya NGAL dalam urin dan plasma, sehingga NGAL dapat dijadikan penanda kerusakan ginjal akut dengan cepat dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Metode yang digunakan dalam review artikel ini menggunakan penelusuran melalui PubMed. Tujuan review artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa NGAL dapat dijadikan penanda gagal ginjal akut yang cepat dan sensitif.Kata Kunci: Kerusakan ginjal akut; biomarker NGAL; pengujian NGAL; sensitivitas; selektfitas.
Co-Authors ABDUR RACHMAN Abdurahman Ridho Achmad Zaenudin Ade Zuhrotun Ahmad Muhtadi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Aiyi Asnawi Ajeng Fitriani Aligita, Widhya Aliya Nur Hasanah Alma Yunita Sari Ami Rahmati Syadiah Ami Tjitraresmi, Ami Aminah Nurhadiyah Anas Subarnas Andriansyah, Ivan Anis Yohana Chaerunisaa Anne Yuliantini Annisa Desy Aryanti Arfan Arfan Arfan Arfan Cindy Ivana Putri Daffa Anjabtsawa Dana Nasrullah Deden Indra Dinata Deden Indra Dinata, Deden Indra Destiani, Dika P. Devi Rahmawati Dewi Kurnia Dika Destiani Dika P. Destiani Eki Pratidina Eli Halimah, Eli Emma Emawati, Emma Erli Berlianti Etika Emaliyawati Farizan Nur Fazrina Fauzan Z Muttaqin Fauzan Zein Mutaqin Fauzan Zein Muttaqin Fikri Nazaruddin Ghozaly, Muchammad R. Gofarana Wilar Herawati, Irma E. Iceu Mulyati Iceu Mulyati Ika Kana Trisnawati Ilahi, Ade Rezki Indah Suasani Wahyuni Irma Erika Herawati Irma M. Puspitasari, Irma M. Irma Melyani Puspitasari Irma Meylani Puspitasari Ivan Andriansyah Ivan S. Pradipta Jutti Levita La Ode Aman Marline Abdassah MEGA HIJRIAWATI Muchammad R. Ghozaly Muhammad H. Ridwan Mutakin Mutakin Muttaqin, Fauzan Zein Naja, Syahrul Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Nurhadiyah, Aminah Nursamsiar Nursamsiar Pradipta, Ivan S. Priskila, Miranda PUTY PRIANTI NOVIRA Ramadaini, Tiara Rani Ratnawati Ratnawati, Rani Renny Amelia Ridwan, Muhammad H. Riezki Amalia Rika Rendrika Rini Hendriani Rusdianto, Aziiz M. Septian Riyadi Silviana, Lilis Sitti Rahmi Soni Muhsinin Sri Adi Sumiwi Sriwidodo Sriwidodo Sumiwi, Sri A. Syadiah, Ami Rahmati Syahrul Naja TIANA MILANDA Ulfinana Hafni Untung Sudharmono Wahyuni, Indah S. Wayan Ayu Puje Astuti Widhya Aligita Widhya Aligita Widhya Aligita Yasmiwar Susilawati Yuli Andriani Yulianti Anjayani Yulianti Anjayani Yuliantini, Anne Zaenudin, Achmad Zulfa, Aulia