Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Outdoor Study terhadap Kemampuan Menulis Karya Ilmiah dan Hasil Belajar Geografi Siswa Hamrin Hamrin; Budijanto Budijanto; Didik Taryana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 6: JUNI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i6.14875

Abstract

Abstract: This research aims to describe the influence of outdoor study-based guided inquiry on students' skills in compiling scientific papers and learning outcomes of geography. Using a quasi-experimental design, consisting of two classes, namely the IPS2 class (experiment) and IPS1 (control). The research subjects of class XI IPS at SMAN 1 Mawasangka Timur in the academic year 2020/2021. Selection of classes using purposive sampling technique. Data analysis using MANOVA. The results showed the sig. The Manova test is 0.000 < 0.05 for the ability to write geography scientific papers and 0.001 < 0.05 for learning outcomes, meaning that there is an influence of an outdoor study-based guided inquiry model on the skills of compiling scientific papers and student learning outcomes.Abstrak: Penelitian ini bertujuan menguraikan pengaruh inkuiri terbimbing berbasis outdoor study pada keterampilan menyusun karya ilmiah dan hasil belajar geografi siswa. Menggunakan desain eksperimen semu, terdiri dua kelas, yakni kelas IPS2 (eksperimen) dan IPS1 (kontrol). Subjek penelitian siswa kelas XI IPS SMAN 1 Mawasangka Timur tahun pelajaran 2020/2021. Pemilihan kelas dengan teknik Purposive sampling. Analisis data menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukan nilai sig. uji Manova sebesar 0,000 < 0,05 untuk kemampuan menulis karya ilmiah geografi dan 0,001 < 0,05 untuk hasil belajar, artinya teradapat pengaruh model inkuiri terbimbing berbasis outdoor study pada keterampilan menyusun karya ilmiah dan hasil belajar geografi siswa.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA Moch. Zainuddin; Budijanto Budijanto; Ach. Amirudin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.12, Desember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.117 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i12.8351

Abstract

The design used in this study is a quasi-experimental (quasi experiment). Subjects in this study were students of class X SMA Negeri 1 Sakra Timur Semester 2 academic year 2015/2016. independent variables in this study is a model of problem-based learning approach to inquiry and the dependent variable in this study is the student learning outcomes. The data in this study a number or score learning outcomes. Learning outcomes in question is gain score derived from the difference between pretest scores and posttes. The results of data analysis score geography student learning outcomes, showing that there was an increase in average achieved experimental classes from 77.82 to 59.08 into a 18.74 increase. Although the control group also increased score of 56.75 into 70.25 with an increase of 13.5, but when compared with the experimental class, increase in the average score belajaranya results higher than the increase in the control class. The difference increased scores kelase ksperimen learning outcomes with the controls is at 7. 57. Thus, it can be concluded that the learning model based inquiry approach an issue with significant effect on student learning outcomes in high school. This is proven by the results of the calculation of the value of gain score statistic 0.4758 to 0.02787 and the standard error of the mean of 5%.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental semu (quasi experiment). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Semester 2 SMA Negeri 1 Sakra Timur tahun ajaran 2015/2016. variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan inkuiri dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Data dalam penelitian ini berupa angka atau skor hasil belajar. Hasil belajar yang dimaksud adalah gain score yang diperoleh dari selisih skor pretes dan posttes. Hasil analisis data skor hasil belajar geografi siswa, menunjukkan bahwa ada terjadi peningkatan perolehan rata-rata kelas eksperimen dari 59.08 menjadi 77.82 dengan peningkatan 18.74. Meskipun kelas kontrol juga mengalami peningkatan skor sebesar 56.75 menjadi 70.25 dengan peningkatan 13.5, namun jika dibandingkan dengan kelas eksperimen, peningkatan rata-rata skor hasil belajaranya lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan kelas kontrol. Selisih peningkatan skor hasil belajar kelase ksperimen dengan kontrol adalah sebesar 7.57. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis maslah dengan pendekatan inkuiri berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa SMA. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan nilai gain score statistic 0.4758 dengan standar error 0.02787 dan mean sebesar 5%.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS GEOGRAFI DENGAN STRUKTUR PENULISAN ENSIKLOPEDIA Iskandar Iskandar; Budijanto Budijanto; Ach. Amirudin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.247 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6114

Abstract

Efficacy of study as a whole very depend on efficacy of teacher design study items. Difficulty of teacher for the mengkolaborasikan of study scientificly, obliging teacher to manage Iesson items which in it have to there are scientific element (perceiving, enquiring, eksploration, association, and communicate, see clarification at textbook of Geografi limited will very application difficult to to five the element in one Iesson items. Creativity learn very needed to develop the mareri. at, textbook of Geografi used by is student and teacher in school not yet included the overall of problems and phenomenon which can be analysed by student. Clarification at textbook still limited and still relate at cognate aspect of just student. Besides, clarification at textbook not yet can to instruct student learn scientificly. Overcoming the problems, require to the existence of development of textbook matching with requirement of student. Pursuant to assessment of student to enquette the alloted, amount of answer score the got to amount to 551, hence assessment of student to usage of textbook is (551:600) x 100 = 92% from which is expected (100%). obtained data of student at forming items and exploiting of land; ground is 92% with category very good. Comment and suggestion written by student made by consideration to complete textbook. Inferential that textbook needn't again there is reviseing related to overall of component in textbook.Keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan sangat tergantung pada keberhasilan guru merancang materi pembelajaran. Kesulitan guru untuk mengkolaborasikan pembelajaran secara saintifik, mengharuskan guru untuk mengelola materi pelajaran yang di dalamnya harus terdapat unsur saintifik (mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Melihat penjelasan pada buku teks Geografi yang terbatas akan sangat sulit untuk mengaplikasikan ke lima unsur tersebut dalam satu materi pelajaran. Kreativitas guru sangat diperlukan untuk mengembangkan mareri tersebut. Buku teks Geografi yang digunakan guru dan siswa di sekolah belum mencakup keseluruhan fenomena dan permasalahan yang bisa dianalisis siswa. Penjelasan pada buku teks masih terbatas dan masih mengacu pada aspek kognitif siswa saja. Selain itu, penjelasan pada buku teks belum mampu untuk mengarahkan siswa belajar secara saintifik. Mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya pengembangan buku teks yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Berdasarkan penilaian siswa terhadap angket yang dibagikan, jumlah skor jawaban yang didapat berjumlah 551, maka penilaian siswa terhadap penggunaan buku teks adalah (551:600) x 100% = 92% dari yang diharapkan (100%). Data yang diperoleh dari siswa pada materi pembentukan dan pemanfaatan tanah adalah 92% dengan kategori sangat baik. Komentar dan saran tertulis oleh siswa dijadikan bahan pertimbangan untuk menyempurnakan buku teks. Dapat disimpulkan bahwa buku teks tidak perlu lagi ada revisi terkait dengan keseluruhan komponen dalam buku teks.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP PROSES DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA Bandarusin Bandarusin; Sugeng Utaya; Budijanto Budijanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.12, Desember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.378 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i12.8229

Abstract

This study aims to determine the effect of cooperative learning model Two Stay Two Stray the process and outcomes of high school students learning geography. This study is a quasi-experimental research (quasi) with pretest-posttest control group design. This research was conducted in SMA Negeri 4 Praya Central Lombok regency. The research subject is class XI IPS 3 as an experimental class and class XI IPS 4 as the control class. The data used in this study were the Data implementation of the learning process calculated as the total score obtained is divided by the maximum score and then multiplied by one hundred, and the data of student learning outcomes were analyzed by comparing the gains score learning outcomes using SPSS 16.0 for Windows , Results from this study is there is a significant effect on the implementation of cooperative learning model Two Stay Two Stray the process and outcomes of learning geography student SMAN 4 Praya in class XI IPS 3.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray terhadap proses dan hasil belajar geografi siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Praya Kabupaten Lombok Tengah. Subjek penelitian adalah kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data keterlaksanaan proses belajar dihitung dengan rumus jumlah skor yang didapat dibagi jumlah skor maksimal kemudian dikali seratus, dan data hasil belajar siswa dianalisis dengan membandingkan gains score hasil belajar menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray terhadap proses dan hasil belajar geografi siswa SMA Negeri 4 Praya di kelas XI IPS 3.
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG PROSES PEMBELAJARAN DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI HOMESCHOOLING SEKOLAH DOLAN KOTA MALANG Evi Fitriana,; Sugeng Utaya; Budijanto Budijanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.4, April 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.265 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i4.6212

Abstract

The aim of this research is to know the relationship between student perception on learning and the learning achievement of Geography subject in Homeschooling Sekolah Dolan Malang City. This research used quantitative description method, with correlation analysis. Perception data collection using a questionnaire based on the Likert scale. Learning achievement data was collected from report achievement on 1st semester. Based on the data analysis, showed that the relations between student perception and the learning achievement of Geography are significant. Learning process has moderate correlation with learning achievement. The learning process is one of the external factors that have contributed in determining learning achievement, so that expected there are other factors that affect learning achievement.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi tentang proses pembelajaran dengan hasil belajar geografi siswa homeschooling Sekolah Dolan Kota Malang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan analisis korelasi product moment untuk menganalisis hubungan antar variabel penelitian. Pengumpulan data persepsi tentang pembelajaran menggunakan angket yang penilaiannnya berpedoman pada skala likert. Data hasil belajar dikumpulkan dari nilai rapor semester ganjil. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara persepsi tentang proses pembelajaran dan hasil belajar geografi di homeschooling Sekolah Dolan Kota Malang. Proses pembelajaran memiliki korelasi sedang dengan hasil belajar. Proses pembelajaran merupakan salah satu faktor eksternal yang mempunyai kontribusi dalam menentukan hasil belajar, sehingga diduga terdapat faktor-faktor lain yang memengaruhi hasil belajar.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Kelas XI Abdi Maulana Rahman; Budijanto Budijanto; I Nyoman Ruja
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 2: FEBRUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.117 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i2.10493

Abstract

This study aims to determine the increase in student learning outcomes of class XI IPS SMA Negeri 1 Pamukan Barat using STAD type cooperative learning model on the material distribution of flora and fauna in Indonesia. This research is a Classroom Action Research (PTK) which consists of four stages of planning, implementation, observation and reflection. The results showed that by using STAD type learning model can improve student learning outcomes of class XI on the material distribution of flora and fauna in Indonesia. The learning achievement of students seen from the mastery of students' learning on the cycle of student learning completeness reached 91,43%. Penelitian yang dibuat memberikan manfaat untuk mengenal kemajuan dari prestasi belajar peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pamukan Barat menerapkan model STAD dengan materi fauna yang ada di Indonesia. Jenis penelitian tidak lain adalah penelitian yang digunakan oleh guru pada umunya yang disebut dengan PTK dan mempunyai empat tahapan. Ujung penelitian menggambarkan dengan mengaplikasikan model STAD maka mampu memajukan skor belajar peserta didik dengan memanfaatkan STAD. Skor belajar yang didapatkan dari hasil observasi dan pengumpulan data ketuntasan belajar siswa siklus dua mencapai 91,43%.
Pengaruh Model Challenge Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Perubahan Iklim Mar’atul Mukarromah; Budijanto Budijanto; Dwiyono Hari Utomo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 2: FEBRUARI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i2.13176

Abstract

Abstract: The ability of critical thinking is a high level of thinking skills that students must have in the 21st century. The purpose of this research is to know the influence of challenge-based learning models to students' critical thinking ability. The research method used is a pseudo-experimentation with a quantitative approach. The subject of this study was high school students amounting to 60 people consisting of two homogeneous classes. Data collection techniques Using test essays are critical thinking abilities. The data analysis technique used is test T (T-Test). Statistical results of statistics show the value of the Sig. (2-tailed) is 0,003 < 0.05, so the challenge-based learning model is significantly affected by students ' critical thinking skills.Abstrak: Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang harus dimiliki oleh siswa pada abad ke 21. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model challenge based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA yang berjumlah 60 orang yang terdiri dari dua kelas yang bersifat homogen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes esai kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t (t-test). Hasil uji statistik menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,003<0,05 sehingga model challenge based learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Bentuk Coping dan Pemahaman Masyarakat Dalam Menanggulangi Risiko Bencana Wahyudi Wahyudi; Budijanto Budijanto; I Nyoman Ruja
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 3: MARET 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i3.13282

Abstract

Abstract: This study is a qualitative and descriptive research employing phenomenology. The objective of this research is to identify individuals’ understanding regarding preventing the risk of flood and coping form applied in Cotnga villagers’ life. The data was collected through participatory observation and in-depth interview. The result of the study shows that the people’s understanding in preventing the risk of annual flood forms a good understanding, and community-based anticipation in the form of simple and wise coping is carried out to enhance the capacity in reducing the risk of flood.Abstrak: Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman individu tentang menangulangi risiko banjir dan bentuk coping yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat Desa Cotnga. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman individu dalam menanggulangi risiko bencana banjir yang terjadi setiap tahunnya membentuk pemahaman yang baik, kemudian untuk meningkatkan kapasitas dalam mengurangi risiko bencana banjir dengan melakukan antisipasi berbasis masyarakat, yaitu bentuk coping sederhana yang bersifat arif.
Pengembangan Media Elektronik Book Sebagai Sarana Sosialisasi Olahraga Futsal Pada Siswa Tingkat Tsanawiyah Budijanto Budijanto; Guntur Firmansyah; Rubbi Kurniawan
Jendela Olahraga Vol 5, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v5i2.5325

Abstract

AbstractAmong the students of Futsal sports are well-liked, it is seen by the number of schools that present extracurricular Futsal games, and the many futsal championships between students. On the other side of this futsal sport does not require a large place to play it. The purpose of this research is to socialize futsal sports using electronic book media. The product produced in this development research is in the form of an E-Book that uses computers as learning media. Based on the product developed in the form of a futsal game E-Book it has been declared eligible to be displayed, with the results of data analysis 89.31%.Keywords: Media, Electronic Book, Futsal Di kalangan pelajar olahraga Futsal banyak digemari, hal tersebut tampak dengan banyaknya sekolah-sekolah yang menyajikan ekstrakurikuler permainan Futsal, dan banyaknya kejuaraan-1kejuaraan futsal antar pelajar. Dilain sisi olahraga futsal ini tidak membutuhkan tempat yang luas untuk memainkannya. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mensosialisasikan olahraga futsal menggunakan media elektronik book. Produk yang diperoleh  dari penelitian pengembangan ini adalah berupa E-Book sebagai media pembelajaran. Berdasarkan produk yang dikembangkan berupa E-Book permainan futsal telah dinyatakan layak untuk di tampilkan, ini sesuai dengan hasil analisis data yang diperoleh dari hasil porsentase sebesar 89, 31 %.Kata kunci: Media, Elektronik Book, Futsal
Makna Pernikahan Usia Dini Bagi Orang Tua Di Nagari Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Septra Yodi; Budijanto Budijanto; Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v25i22020p128

Abstract

Indonesia has a law governing marriage, the Law number 1 of 1974 concerning Marriage stipulates that a marriage can be performed if the age of the groom is over 19 years and the age of the bride is over 16 years. But early marriage in Nagari Tapan, Basa Ampek Balai Tapan Sub-district happened every year. The triggering factors for early marriage were promiscuity, economy and the mass media. This research was conducted to reveal the meaning of early marriage for parents. This study used qualitative research with a Geographic spatial approach and phenomenology approach from Alfred Schutz's proposition to identify because motives and the in-order-to motives in conducting an early marriage which produces a meaning. The data were analyzed through several studies, namely: preparatory research, research, in the field, and data analysis (data reduction, display data, and verification data). The results shows that the meaning of early marriage in Nagari Tapan, Basa Ampek Balai Tapan Sub-district, found three meanings of early marriage; early marriage is agreed to avoid family’s shame, early marriage as an effort to help the economy, and early marriage as a rescue effort.Indonesia memiliki Undang-Undang yang mengatur tentang pernikahan yaitu Undang-Undang pernikahan nomor 1 tahun 1974 menjelaskan bahwa pernikahan dapat dilakukan apabila usia laki-laki berada diats 19 tahun dan usia perempuan berada diatas 16 tahun. Namun pernikahan usia dini di Nagari Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan selalu terjadi setiap tahun. Faktor penyebab terjadinya pernikahan usia dini yaitu factor pergaulan bebas, perekonomian, dan media massa. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan makna pernikahan usia dini bagi orang tua. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan keruangan Geografi. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi proposisi Alfred Schutz untuk mengetahui motive sebab (because motives) dan motif tujuan (in order to motives) melakukan pernikahan usia dini yang menghasilkan sebuah makna. Data dianalisis melalui beberapa tahap yaitu: tahap persiapan penelitian, tahap penelitian dilapangan, dan tahap analisis data (reduksi data, display data, dan tahap verifikasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna pernikahan usia dini bagi orang tua di Nagari Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan ditemukan tiga pemaknaan pernikahan dini yaitu: pernikahan usia dini sebagai menghindar malu, pernikahan usia dini sebagai upaya membantu perekonomian, dan pernikahan usia dini sebagai upaya penyelamatan.