Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Pendayagunaan Zakat Pada Lembaga Amil Zakat, Infak Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Sumatera Barat thaheransyah thaheransyah; Syamsurizal Syamsurizal; Zahirman Zahirman
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.1484

Abstract

The existence of zakat institutions is one form of implementation of Islamic teachings. Specifically, the management of zakat becomes the main pillar in the Islamic pillars related to the obligation to pay zakat. West Sumatra LAZISMU is an Islamic philanthropic institution dedicated to empowering people and humanity through the utilization of zakat, infaq, shadaqah, waqf and other philanthropic funds from individuals, institutions, companies and other agencies. LAZISMU is a response to the fact that the Indonesian people are still largely in a state of poverty, social structures are increasingly fragile, social disparities are increasingly large and geographically located in disaster prone areas. In the meantime, West Sumatra, whose population is predominantly Muslim and still holds strong religious principles, has the potential for zakat, infaq, shadaqah, waqf and others which are quite high. However, this great potential has not been managed and utilized optimally so that it has not yet had a significant impact on the resolution of poverty and solving existing problems. The research method used is field research (field research) researchers using the Phenomenological approach, data collected through observation, documents and interviews, then will be analyzed sequentially and interactionally consisting of three stages, namely: 1) Data reduction, 2) Data presentation, 3) Conclusions withdrawal or verification. The results revealed that the pattern of zakat utilization by LAZISMU West Sumatra is focused on productive utilization which consists of: 1. Microeconomic Empowerment 2. Empowerment of agriculture and animal husbandry (Agriculture and Livestock Empowerment) 3. Educational Development (Education Development) 4 Social Service and Da'wah (Social and Da'wah Services). It can be concluded that LAZISMU West Sumatra has tried well and planned in an effort to utilize zakat so that it is able to overcome the problems experienced by mustahik.
IMPLEMENTATION OF GROUP SETTING REBT COUNSELING TO REDUCE THE CONSUMPTION OF ADOLESCENSE Thaheransyah Thaheransyah; Anggi Fitria; Rosdialena Rosdialena; Sri Utami
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.239 KB) | DOI: 10.31958/jsk.v6i1.5418

Abstract

The consumptive attitude is an unreasonable thought so that economically when it becomes an action it causes waste and cost inefficiency. Psychologically it causes anxiety and insecurity. Meanwhile, REBT Counseling is to improve and change the attitudes, perceptions, ways of thinking, beliefs and views of the counselee which are irrational to become rational, so that they can develop themselves and achieve optimal self-realization and also there is no module for changing consumptive attitudes among adolescents. The research method uses the experimental method. data collection techniques were interviews and questionnaires, interviews were conducted with two informants who participated in the family and questionnaires were given to adolescents so that they could provide information and contribute to the research conducted. The data analysis technique used is descriptive data analysis, namely by describing the application of REBT counseling with group settings to reduce consumptive attitudes. The results of the research conducted found that from the results of the pre-test 30 adolescents 1 (3.3%) were in the very high category, 10 people (33.3%) were in the high category, 12 (40%) were in the medium category, 6 people were in the high category. (20%) are in the low category and 1 person (3.3%) is in the very low category of consumptive attitudes.
Sosialisasi Kepada Masyarakat tentang Bahaya Perilaku LGBT di Kenagarian Lakitan Pesisir Selatan Thaheransyah Thaheransyah; Erna Dewita; Rosdialena Rosdialena; Azi Malaksar; Nurul Amami
Menara Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.283 KB) | DOI: 10.31869/jmp.v1i2.3023

Abstract

Perilaku LGBT merupakan salah satu perilaku berbahaya yang menggerogoti pergaulan generasi muda di Indonesia akhir-akhir ini, hal ini dibuktikan dengan adanya penyimpangan hubungan asmara antar individu. Misalnya mereka yang memiliki orientasi pada hubungan sejenis (homoseksual) seperti lesbian dan gay, hubungan ganda (dual sexual) atau biseksual serta mereka yang pindah status gender atau transgender yang lebih dikenal dengan nama LGBT. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan serta pemahaman bahaya munculnya LGBT dan seks bebas. Metode pengadian yang dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat. Hasil pengabdian yaitu kegiatan sosialisasi tahap pertama dengan materi sosialisasi memberikan informasi umum mengenai fenomena LGBT, tahap kedua dengan materi warga memperoleh pemahaman lanjutan tentang awal kemunculan, hingga terkait dampak negatif dan tahap ketiga atau terakhir, warga menerima informasi tentang langkah preventif terhadap bahaya kelompok LGBT dilingkungan sekitar terkhusus terkait perilaku menyimpang seperti seks bebas sejenis. Kesimpulan pengabdian ini yaitu warga kenagarian Lakitan Pesisis Selatan telah dapat mengetahui, memahami terhadap keberadaan kelompok homoseksual dan trangender pada lingkungan sekitarnya.
BIMBINGAN KONSELING PRA NIKAH BAGI REMAJA DI KOTO TANGAH KOTA PADANG Jasman Jasman; Rosdialena Rosdialena; Thaheransyah Thaheransyah; M. Hafiz
Menara Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.113 KB) | DOI: 10.31869/jmp.v1i1.3450

Abstract

Konseling pra-nikah adalah pelatihan berbasis pengetahuan dan keterampilan yang menyediakan informasi mengenai pernikahan yang dapat bermanfaat untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan pasangan yang akan menikah. Salah satu kegiatan yang penting diangkatkan dalam pengabdian ini adalah perlunya diadakan bimbingan konseling pra-nikah bagi remaja yang ada di Kelurahan Pasie Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang ketika akan melangsungkan pernikan. Selain itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pemahaman remaja tentang masalah yang sering terjadi dalam pernikahan dan solusi yang tepat untuk mnyelesaikan permasalahan yang timbul dalam keluarga setelah menikah. Metode pengabdian yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan bimbingan konseling pra-nikah kepada remaja. Hasil pengabdian dengan memetakan usia minimal remaja untuk melakukan pernikahan, persiapan remaja dalam melakukan pernikahan, dan menentukan calon suami dan isteri yang ideal. Untuk itu tim peneliti memberikan pelatihan untuk membekali sekaligus memberikan pengetahuan kepada remaja tentang persiapan menuju pernikahan, sehingga memiliki wawasan yang cukup dan penguatan emosional untuk memulai kehidupan berumah tangga. Selain itu juga dibutuhkan pendidikan yang berkelanjutan karena dalam keluarga pendidikan merupakan proses transformasi kebudayaan yang dapat mempengaruhi anggota keluarga dalam berfikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Usaha penyadaran terhadap usia pasangan yang akan menikah perlu disosialisasikan agar tidak terjadi permasalahan dalam perkawinan di kemudian hari. Jika terjadi permasalah dalam pernikahan maka diperlukan mediasi agar perselisihan antara suami isteri dapat didamaikan. Kesimpulan pengabdian ini yaitu remaja sudah mengetahui dan memahami persiapan baik secara fisik dan juga psikis jika sudah terjadi pernikahan, oleh karena itu penting diangkatkan bimbingan konseling pra-nikah bagi remaja sebelum menikah. Kata Kunci: Konseling, Pra-nikah, Remaja
BIMBINGAN KONSELING PRA-NIKAH BAGI REMAJA DI KOTO TANGAH KOTA PADANG Jasman Jasman; Rosdialena Rosdialena; Thaheransyah Thaheransyah; Muhammad Hafiz
Menara Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2022): Vol. 2 No. 2 Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v2i2.3170

Abstract

ABSTRACTPremarital counseling is a knowledge and skills-based training that provides information about marriage that can be useful for maintaining and improving the relationship of a couple who is about to marry. One of the important activities raised in this service is the need for pre-marital counseling guidance for teenagers in the Pasie Jambak Village, Koto Tangah District, Padang City when they are going to hold a wedding. In addition, this service aims to increase the knowledge, insight and understanding of teenagers about problems that often occur in marriage and the right solutions to solve problems that arise in the family after marriage. The service method is carried out by holding pre-marital counseling guidance activities for adolescents. The results of the service by mapping the minimum age of teenagers to get married, preparing teenagers for marriage, and determining the ideal husband and wife. For this reason, the research team provides training to equip and provide knowledge to teenagers about preparation for marriage, so that they have sufficient insight and emotional strengthening to start married life. In addition, continuous education is also needed because in the family education is a process of cultural transformation that can influence family members in thinking and acting in everyday life. Efforts to raise awareness of the age of couples who are getting married need to be socialized so that there will be no problems in marriage in the future. If there are problems in marriage, mediation is needed so that disputes between husband and wife can be reconciled. The conclusion of this service is that teenagers already know and understand preparations both physically and psychologically if there has been a marriage, therefore it is important to appoint pre-marital counseling guidance for adolescents before marriage.Keywords : counseling, pre wedding, teenager
Tingkat Kontrol Diri Siswa dalam Pencegahan Pornografi Rosdialena Rosdialena; Anggi Fitria; Thaheransyah Thaheransyah; Jasman Jasman
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8463

Abstract

Kontrol diri siswa yang rendah bisa menyebabkan munculnya pornografi. Pornografi merupakan media yang dapat mempengaruhi remaja untuk berperilaku seksual berisiko. Kontrol diri merupakan suatu kecakapan individu dalam kepekaan membaca situasi diri dan lingkungannya serta kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kontrol diri siswa di MTs S Bukit Barisan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Sampel penelitian ini berjumlah 128 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kontrol diri dalam pencegahan pornografi dengan nilai reliabilitas sebesar (0,888). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa yaitu sebanyak 84 orang (65,6%) siswa memiliki kontrol diri “sedang” dalam pencegahan pornografi, lalu sebagian kecil siswa yaitu sebanyak 3 orang (2,3%) siswa memiliki kontrol diri yang “rendah” dalam pencegahan pornografi. Selanjutnya, sebanyak 7 orang (5,5%) siswa memiliki kontrol diri yang “sangat tinggi” dalam pencegahan pornografi dan sebanyak 34 orang (26,6%) siswa memiliki kontrol diri yang “tinggi” dalam pencegahan pornografi. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa kontrol diri siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 65,6 % dan perlu untuk ditingkatkan agar mencegah pornografi. Hasil penelitan ini dapat dijadikan sebagai dasar oleh guru BK dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling untuk mencegah perilaku pornografi siswa di sekolah.
Penanaman Nilai-Nilai Kejujuran Terhadap Remaja di Panti Asuhan Wira Lisna Kota Padang Thaheransyah Thaheransyah; Netri Primananda Putri; Fadil Maiseptian
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12980

Abstract

Kejujuran merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap remaja. kejujuran salah satu modal yang sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan observasi ditemui remaja yang melakukan ketidakjujuran di panti asuahn Wira Lisna. Oleh karena itu, para remaja di panti asuhan Wira Lisna memerlukan penanaman nilai-nilai kejujuran pada diri mereka masing-masing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penanaman nilai-nilai kejujuran remaja terhadap diri sendiri, nilai-nilai kejujuran remaja terhadap orang lain dan nilai-nilai kejujuran remaja terhadap Allah SWT. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggali suatu fakta, lalu memberikan penjelasan terkait berbagai realita yang ditemukan. Subjek pada penelitian ini adalah 5 (lima) orang pengasuh dan 32 (tiga pulu dua) remaja di panti asuhan Wira Lisna. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, triangulasi dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa penanaman nilai-nilai kejujuran remaja terhadap diri remaja dilakukan dalam bentuk kegiatan pemberian motivasi, keteladanan, memenuhi kebutuhan materil dan moril, dan punishment. Adapun agar remaja memiliki kejujuran terhadap orang lain upaya yang dilakukan oleh pihak panti asuhan Wira Lisna yakni memenuhi hak-hak remaja dalam berhubungan sosial. Selain itu, upaya yang dilakukan juga mengajak serta mengarahkan remaja agar menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan, membangun keterbukaan dan rasa saling percaya antara pihak panti asuhan dan remaja, memenuhi kebutuhan emosional, serta membuat forum diskusi. Penanaman nilai-nilai kejujuran remaja di panti asuhan Wira Lisna terhadap Allah SWT yaitu dengan cara memberikan pemahaman tentang ajaran keislaman, melakukan bimbingan kelompok atau individu dan yang terakhir dengan menyediakan kantin kejujuran
PELAKSANAAN METODE DAKWAH PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KECAMATAN KUBUNG Rosdialena Rosdialena; Thaheransyah Thaheransyah; Alifatunnisa Melia
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v4i2.74

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang terjadi di lingkungan Masyarakat Nagari Koto Baru Dalam penyalahgunaan Narkoba. Berdasarkan observasi awal ditemukan penyebab permasalahan tersebut karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap anaknya terutama usia remaja. Remaja terlibat dalam pergaulan bebas sehingga terpengaruh dalam penyalahgunaan narkoba. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu penyuluh agama Islam di Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung. Pengambilan subjek penelitian dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan sampling incidental. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil dari penelitian ini  yaitu : 1) Pelaksanaan metode bil hikmah dapat dilakukan dengan memberikan contoh keteladanan dalam penanggulangan narkoba baru menceritakan kisah-kisah nabi dan sahabat nabi. 2) Pelaksanaan metode bil mauidzah hasanah dapat menggunakan kata dan materi yang berkaitan dengan narkoba. 3) Pelaksanaan metode bil mujadalah billati hiya ahsan  Dalam mengikuti dakwah selalu diberikan kebebasan kepada siapa pun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluh agama lebih dominan melaksanakan dakwah menggunakan metode bil mauidzah hasanah dari pada penggunaan metode bil hikmah, dan  metode bil mujadalah billati hiya ahsan.
PERAN PEMBINA ASRAMA TERHADAP STRESS ACADEMIC SANTRI DI PONDOK PESANTREN SUMATERA THAWALIB PARABEK BUKITTINGGI Thaheransyah Thaheransyah; Rosdialena Rosdialena; Isro Diin
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/afeksi.v4i2.75

Abstract

This research was motivated by the problems found in the Sumatra Thawalib Parabek Bukittinggi Islamic Boarding School. Students who feel academic stress due to many demands from parents and schools, such as encouragement for achievement in students in academic learning outcomes. In this case, there are many failures that students do find difficult due to the limited abilities of students. While the purpose of this study is to describe how the role of dormitory coaches on the academic stress of students at the Sumatra Thawalib Parabek Bukittinggi Islamic Boarding School. The research method used is qualitative descriptive research. The subjects of this study were dormitory supervisors aged 20-30 years and students aged 14-16 years as many as 10 people. How to take research subjects using total sampling techniques. Data collection techniques in this study by conducting observations, interviews and documentation. The results of this study show that the role of dormitory coaches on student academic stress from cognitive aspects, affective aspects, physiological aspects, and behavioral aspects has a positive impact on students, this is indicated when students can improve student learning outcomes at school
IMPLEMENTATION OF GROUP SETTING REBT COUNSELING TO REDUCE THE CONSUMPTION OF ADOLESCENSE Thaheransyah Thaheransyah; Anggi Fitria; Rosdialena Rosdialena; Sri Utami
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v6i1.5418

Abstract

The consumptive attitude is an unreasonable thought so that economically when it becomes an action it causes waste and cost inefficiency. Psychologically it causes anxiety and insecurity. Meanwhile, REBT Counseling is to improve and change the attitudes, perceptions, ways of thinking, beliefs and views of the counselee which are irrational to become rational, so that they can develop themselves and achieve optimal self-realization and also there is no module for changing consumptive attitudes among adolescents. The research method uses the experimental method. data collection techniques were interviews and questionnaires, interviews were conducted with two informants who participated in the family and questionnaires were given to adolescents so that they could provide information and contribute to the research conducted. The data analysis technique used is descriptive data analysis, namely by describing the application of REBT counseling with group settings to reduce consumptive attitudes. The results of the research conducted found that from the results of the pre-test 30 adolescents 1 (3.3%) were in the very high category, 10 people (33.3%) were in the high category, 12 (40%) were in the medium category, 6 people were in the high category. (20%) are in the low category and 1 person (3.3%) is in the very low category of consumptive attitudes.