Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Pembinaan Karakter Islami di Panti Asuhan Wira Lisna Kota Padang (PAWLKP) Jasman, Jasman; Abdul Gani, Kamal; Thaheransyah, Thaheransyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14285

Abstract

Terdapat banyak panti asuhan di Kota Padang, diantaranya Panti Asuhan Wira Lisna merupakan lembaga yang memberikan pengasuhan, konseling dan pelatihan kepada anak-anak yatim piatu, yatim piatu, keluarga dhuafa, dhuafa dan kurang mampu di Sumatera Barat. Pada saat melakukan pembinaan di panti, karakter anak asuh dibentuk sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini mengkaji metode pengajaran yaitu. konseling dan metode konvensional untuk mengembangkan karakter Islami anak. Penelitian ini merupakan studi lapangan dengan metode deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembiasaan dilaksanakan melalui pemeriksaan rutin, disiplin dan hukuman. Metode konseling dilaksanakan melalui motivasi, ceramah dan keteladanan. Kedua metode ini dapat memberikan wawasan tentang pengembangan karakter Islami pada anak asuh panti asuhan.
Multikutural Menurut Hukum Islam Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Anzalman, Anzalman; Thaheransyah, Thaheransyah; AM, Rusydi; Karim, Shofwan; Wahyuni, Sri; Yunaldi, Wendra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17390

Abstract

Multikulturalisme dalam perspektif hukum Islam merupakan konsep yang menghargai keberagaman budaya, agama, etnis, dan bahasa dalam masyarakat. Islam mengakui adanya perbedaan dan keberagaman sebagai fitrah manusia yang harus dihargai. Prinsip-prinsip dasar hukum Islam, seperti keadilan ('adl), persamaan (musawah), dan toleransi (tasamuh), mendukung adanya harmoni di tengah masyarakat multikultural. Dalam konteks pendidikan, penerapan multikulturalisme menurut hukum Islam bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan saling menghormati. Pendidikan multikultural yang berbasis pada nilai-nilai Islam diharapkan mampu membentuk individu yang memiliki sikap toleran, empati, serta menghargai perbedaan. Aplikasi pendidikan multikultural Islam mencakup kurikulum yang mengakomodasi keberagaman, metode pengajaran yang mengedepankan dialog dan diskusi, serta pengembangan karakter siswa yang terbuka terhadap perbedaan. Melalui pendekatan ini, pendidikan dapat berperan sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam masyarakat yang beragam.
Regenerasi Ulama Peran dan Kiprah Pesantren dalam Kader Ulama Firdaus, Khairul; Thaheransyah, Thaheransyah; Kamal, Tamrin; SA, Saifullah; Asmaret, Desi; Julhadi, Julhadi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17832

Abstract

Regenerasi ulama adalah salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan Islam yang berkualitas. Dalam konteks Indonesia, keberadaan pendidikan formal dan nonformal, khususnya pesantren, memiliki peran krusial dalam mencetak ulama yang mampu menjawab tantangan zaman. Artikel ini membahas peran pendidikan formal (seperti PTI - Perguruan Tinggi Islam) dan pendidikan nonformal (seperti pesantren) dalam proses regenerasi ulama. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur, artikel ini mengidentifikasi pentingnya kedua bentuk pendidikan tersebut dalam membentuk karakter dan kapabilitas ulama muda, baik di tingkat lokal maupun global. Pendapat tokoh ulama, baik dalam maupun luar negeri, turut disertakan untuk memberikan wawasan lebih luas mengenai pentingnya regenerasi ini.
Islam dan Kesetaraan Gender dan Penerapannya pada Masyarakat Kontemporer Anzalman; Thaheransyah; Firdaus, Khairul; Ariani, Rina; Saadah Khudri, Nur; Nafis, Hasnan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20614

Abstract

The issue of gender equality in Islam is one of the central themes in contemporary Islamic studies. Normatively, Islamic teachings affirm the principle of justice and the equality of human dignity without gender discrimination. The Qur'an and Hadith contain values that support respect for women in spiritual, social, and political spheres. However, in practice, the application of gender equality in contemporary society often faces challenges, ranging from cultural conservatism to excessive liberalism. This paper analyzes the principles of gender equality in Islam and their application in the modern social context, emphasizing the importance of maintaining balance to avoid falling into extreme mindsets that contradict Islamic values themselves. A proportional approach between normative texts and social realities is necessary to actualize a form of gender equality that is just, ethical, and not excessive. Thus, Islam remains relevant in building a society that equally respects the dignity of both men and women without compromising the principles of Sharia.
Urgensi Pelayanan Bimbingan dan Konseling Islam dalam Meningkatkan Emotional Bonding Remaja Anggi Fitria; Iqbal Nuari; Thaheransyah Thaheransyah; Fadil Maiseptian
Empowerment Counseling Journal Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/empowermentcounselingjournal.v1i1.9694

Abstract

Emotional bonding plays a crucial role in adolescent development, influencing their psychological and social well-being. In Padang, adolescents face various emotional challenges that require a holistic approach. Islamic Guidance and Counseling Services (BKI) offer a solution based on spiritual values to support their emotional well-being. This article examines the urgency of BKI in enhancing emotional bonding among adolescents in Padang. The study aims to explore how BKI facilitates self-awareness, emotional regulation, empathy, and social skills development. The methodology includes a literature review and an analysis of BKI program implementation in educational institutions and religious organizations. The findings indicate that BKI effectively integrates Islamic values into counseling, helping adolescents manage emotions, enhance empathy, and strengthen social relationships. This article recommends expanding BKI programs to foster adolescents' emotional development more comprehensively, ensuring their psychological resilience and positive social interactions.
Upaya  Pengasuh Dalam Meningkatkan Motivasi Beribadah Shalat Remaja Di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Yummi Deswita; Thaheransyah; Erna Dewita
Suluah: Journal of Insight Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : PT Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi di panti Asuhan tersebut menunjukkan sebagian remaja memiliki motivasi ibadah yang rendah, sehingga menjadikan mereka lalai melaksanakan shalat fardhu. Tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsikan bagaimana upaya pengasuh dalam meningkatkan motivasi beribadah shalat remaja melalui ego-involvement, Pujian atau  reward dan punishment. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pengasuh sekaligus pengurus dan remaja. Cara pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang pengasuh sekaligus pengurus dan 6 orang remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, data display, penyajian data, dan  verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini melalui Ego-involvement adalah dengan memberikan  nasehat, menjelaskan kisah keteladanan, memberikan keteladanan (uswah),  pembiasaan, dan pelaksanaan shalat berjamaah. Sedangkan melalui  Pujian atau  reward yaitu memberi penghargaan dan hadiah.  Adapun melalui punishment adalah memberi hukuman ringan, sedang dan berat.
Upaya  Pengasuh Dalam Meningkatkan Motivasi Beribadah Shalat Remaja Di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Yummi Deswita; Thaheransyah; Erna Dewita
Suluah: Journal of Insight Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : PT Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi di panti Asuhan tersebut menunjukkan sebagian remaja memiliki motivasi ibadah yang rendah, sehingga menjadikan mereka lalai melaksanakan shalat fardhu. Tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsikan bagaimana upaya pengasuh dalam meningkatkan motivasi beribadah shalat remaja melalui ego-involvement, Pujian atau  reward dan punishment. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pengasuh sekaligus pengurus dan remaja. Cara pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang pengasuh sekaligus pengurus dan 6 orang remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, data display, penyajian data, dan  verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini melalui Ego-involvement adalah dengan memberikan  nasehat, menjelaskan kisah keteladanan, memberikan keteladanan (uswah),  pembiasaan, dan pelaksanaan shalat berjamaah. Sedangkan melalui  Pujian atau  reward yaitu memberi penghargaan dan hadiah.  Adapun melalui punishment adalah memberi hukuman ringan, sedang dan berat.
Dukungan Psikososial Berbasis Nilai-Nilai Islam bagi Penyintas Banjir: Sebuah Library Research Fadil Maiseptian; Thaheransyah Thaheransyah; Anggi Fitria; Iqbal Nuari
Jurnal Media Ilmu Volume 5 No. 1 Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmiu.v5i1.8197

Abstract

Bencana banjir tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga beban psikologis yang serius bagi para penyintas, seperti kecemasan, kesedihan mendalam, trauma, dan hilangnya makna hidup. Dalam masyarakat muslim, nilai-nilai keagamaan sering digunakan secara spontan oleh penyintas maupun relawan sebagai sumber kekuatan selama proses pemulihan, namun kajian sistematis mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat disusun menjadi kerangka dukungan psikososial yang terstruktur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan implementasi dukungan psikososial berbasis nilai-nilai Islam bagi penyintas banjir melalui pendekatan library research. Data dikumpulkan dari buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah lain yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti sabar, tawakal, syukur, dzikir dan doa, serta ukhuwah berfungsi sebagai sumber daya utama yang memperkuat resiliensi penyintas, menurunkan tekanan psikologis, dan mengembalikan makna hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model dukungan psikososial berbasis nilai Islam dapat melengkapi intervensi psikososial konvensional dan merekomendasikan integrasinya ke dalam program penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) Technique Intervention to Reduce Students' Academic Stress Fadil Maiseptian; Rani Desmaniar; Thaheransyah Thaheransyah; Murisal Murisal; Akmil Rahmi; Nurwinda Sulistyawati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 04 (2026): October 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i04.9332

Abstract

This study was motivated by the increasing prevalence of academic stress among students at an Islamic Junior High School in Padang. Although Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) has been widely demonstrated to be effective across various educational and clinical settings worldwide, its application within faith-based educational environments, particularly Islamic madrasas in Indonesia, remains limited and underexplored. Accordingly, this study offers a novel contribution by examining the implementation of MBSR in the context of Islamic lower secondary education. The research aimed to investigate the effectiveness of MBSR in reducing students’ academic stress levels. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The participants consisted of 31 eighth-and ninth-grade students selected through purposive sampling based on high levels of academic stress. The MBSR intervention was delivered through structured sessions incorporating core components such as body scan, sitting meditation, and mindful breathing. Academic stress was measured using a Likert-scale questionnaire that demonstrated satisfactory validity and reliability (adequate Cronbach’s Alpha). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The findings revealed a statistically significant reduction in academic stress (Z = −4.862; p < 0.001) with a large effect size. These results support the integration of mindfulness-based interventions into school counseling services within faith-based educational settings. Keywords: academic stress, mindfulness-based stress reduction (MBSR), psychological intervention
IMPLEMENTATION OF GROUP SETTING REBT COUNSELING TO REDUCE THE CONSUMPTION OF ADOLESCENSE Thaheransyah Thaheransyah; Anggi Fitria; Rosdialena Rosdialena; Sri Utami
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v6i1.5418

Abstract

The consumptive attitude is an unreasonable thought so that economically when it becomes an action it causes waste and cost inefficiency. Psychologically it causes anxiety and insecurity. Meanwhile, REBT Counseling is to improve and change the attitudes, perceptions, ways of thinking, beliefs and views of the counselee which are irrational to become rational, so that they can develop themselves and achieve optimal self-realization and also there is no module for changing consumptive attitudes among adolescents. The research method uses the experimental method. data collection techniques were interviews and questionnaires, interviews were conducted with two informants who participated in the family and questionnaires were given to adolescents so that they could provide information and contribute to the research conducted. The data analysis technique used is descriptive data analysis, namely by describing the application of REBT counseling with group settings to reduce consumptive attitudes. The results of the research conducted found that from the results of the pre-test 30 adolescents 1 (3.3%) were in the very high category, 10 people (33.3%) were in the high category, 12 (40%) were in the medium category, 6 people were in the high category. (20%) are in the low category and 1 person (3.3%) is in the very low category of consumptive attitudes.