Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Isolation and Identification of Candida sp. in Vagina of Long-Tailed Macaque (Macaca fascicularis) Zico, Hanifa; Erina, Erina; Balqis, Ummu; Rahmi, Erdiansyah; NA, Zuhrawaty
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 8 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i8.304

Abstract

Candida sp. are commonly found as normal flora in vagina and in certain conditions are opportunistic pathogen. This study aimed to isolation and identification Candida sp. in vagina of the long-tailed macaque (Macaca fascicularis). The sample used in the study was a vaginal swab from five long-tailed macaque (Macaca fascicularis) from Seulawah Forest Aceh Besar. Identification of Candida sp. observed macroscopically by looking at the differences in the color of the colonies grown on the CHROMagar-Candida media. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the examination showed that in the vagina of the long-tailed macaque (Macaca fascicularis) there were six species of Candida sp. like C. albicans, C. krusei, C. tropicalis, C. glabrata, C. dubliniensis and C. parapsilosis. It can be concluded that there are several species of Candida sp. which was successfully isolated and identified in vagina of a long-tailed macaque (Macaca fascicularis).
Fenomena Tren #KaburAjaDulu Sebagai Bentuk Ekspresi Keresahan dan Kekecewaan Generasi Muda di Media Sosial Erina, Erina; Rusmanto, Joni; Atem, Atem
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4046

Abstract

Munculnya tren #KaburAjaDulu ini media sosial ini akibat dari tekanan sosial, ekonomi dan politik, seperti kurangnya lapangan pekerjaan, upah yang minim, bahkan biaya hidup dan pendidikan yang terbilang tinggi menjadi sebuah tempat dan ruang untuk menyampaikan ekspresi keresahan dan kekecewaan dari generasi muda dalam menghadapi tekanan sosial, ekonomi dan politik. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, serta melihat bagaimana respons masyarakat terutama generasi muda terhadap apa yang mereka rasakan seperti biaya pendidikan dan hidup yang terbilang mahal, peluang kerja yang kurang dan terbatas serta upah yang minim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode netnografi yang didukung dengan metode analisis konten, dengan mengambil data dari sebuah unggahan konten di media sosial yaitu TikTok, Istagram dan Twitter, serta menggunakan pendekatan studi pustaka. Hasil menunjukan bahwa tren #KaburAjaDulu ini merepresentasikan keinginan dan kehendak generasi muda untuk membebaskan diri dari tekanan hidup yang dihadapi dan dianggap menekan. Tren #KaburAjaDulu dapat kita pahami sebagai bentuk komunikasi sosial lewat media sosial seperti TikTok, Instagram dan Twitter, sehingga membentuk sebuah komunitas sosial yang sama-sama membagikan pengalaman dan keresahan mereka.
Kebijakan Publik dalam Pelestarian Budaya Lokal: Studi Kasus Batik Trusmi Cirebon Febrianti, Esih; Putri, Imelda Aurelia; Suryani, Elsa; Erina, Erina; Yuniar, Alya Savitri; Oktaviani, Nur Melinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36645

Abstract

Melestarikan budaya lokal merupakan tantangan besar di era globalisasi, ketika gelombang modernisasi seringkali menggeser nilai-nilai tradisional. Batik Trusmi dari Cirebon, sebagai warisan budaya regional, memiliki nilai historis, ekonomi, dan sosial yang tinggi, namun menghadapi ancaman berupa menurunnya minat generasi muda dan persaingan dari produk tekstil modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan publik yang diterapkan oleh pemerintah daerah dalam melestarikan Trusmi Batik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menerapkan berbagai program, seperti pendirian pusat batik, pelatihan keterampilan, dan promosi budaya melalui festival, namun implementasinya masih terhambat oleh koordinasi antarlembaga yang kurang optimal dan partisipasi yang rendah dari generasi muda. Kesimpulannya, kebijakan publik dalam pelestarian Batik Trusmi telah memberikan dampak positif terhadap kesadaran budaya dan ekonomi lokal, namun diperlukan strategi keberlanjutan yang menekankan pendidikan budaya, inovasi produk, dan kolaborasi antara pemerintah, pengrajin, dan masyarakat agar Batik Trusmi tetap berkelanjutan di tengah tantangan modernisasi.
Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Penanganan Banjir di Kota Cirebon Febrianti, Esih; Putri, Imelda Aurelya; Suryani, Elsa; Erina, Erina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37238

Abstract

Kota Cirebon merupakan kota yang sedang mengalami pertumbuhan yang begitu pesat ditunjukan dengan adanya pembangunan pusat pemerintahan, perbelanjaan, tempat pendidikan, perkantoran, perusahaan dan lain- lain sehingga mengakibatkan sempitnya daerah resapan air. Namun kegiatan pembangunan tersebut kurang memperhatikan faktor lingkungan sekitarnya. Pemerintah Daerah untuk pelestarian lingkungan hidup berdasarkan Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Cirebon Tahun 2011-2031 dalam mengatur pelestarian daerah resapan air. Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang secara khusus untuk pengaturan Ruang Terbuka Hijau dan masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam penanganan banjir atau genangan air yang terjadi dengan cara tidak membuang sampah sembarangan khususnya di sungai, ikut berperan serta dalam membuat daerah resapan air privat di area rumah, minimal sepuluh persen, dan membuat lubang biopori. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pengolahan data melalui wawancara dan analisis deskriptif, dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian, yaitu apa yang menyebabkan banjir dan pelaksanaan kebijakan manajemen bencana banjir di Kota Cirebon. Dengan sumber data yang diperoleh dari sumber melalui observasi, analisis dokumentasi, wawancara mendalam dengan pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang di Kota Cirebon. Kebijakan tersebut tidak dapat diimplementasikan seutuhnya, sehingga dibutuhkan proses monitoring dan evaluasi dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam penetapan kebijakan pelestarian daerah resapan air. Kendala lain, yaitu ketersediaan anggaran yang tidak memadai, pemahaman yang kurang dari masyarakat tentang pentingnya daerah resapan air serta ketiadaan kebijakan. Penelitian ini diharapkan akan memberikan informasi tambahan kepada pemerintah daerah, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membantu mengembangkan solusi praktis untuk mengurangi banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang luar biasa di kota Cirebon.