Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Optimasi Ekstraksi Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) dengan Metode Maserasi, Ultrasonik, dan Sokletasi: Perbandingan Hasil dan Efisiensi Pebriyanti, Ine; Mentari, Corona; Saputra, Iwan Syahjoko; Sari, Indah Puspita; Herayati; Saputro, Anjar Hermadi
Journal of Chemistry Sciences and Education Vol 2 No 02 (2025): Journal of Chemistry Sciences and Education
Publisher : PT. Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/jcse.v2i02.315

Abstract

Pandan (Pandanus amaryllifolius) merupakan tanaman yang memiliki kandungan bioaktif yang dapat memberikan efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermis. Tujuan penelitian ini yaitu membandingkan efektivitas metode maserasi, ultrasonik, dan sokletasi dalam mengekstrak senyawa bioaktif. Penelitian dilakukan secara eksperimen, sampel diekstraksi dengan cara maserasi, sokletasi, dan ultrasonik selama 1 jam dengan menggunakan pelarut metanol. Hasil konsentrasi larutan stok ekstrak daun pandan wangi yang diperoleh dari metode maserasi sebesar 0.49%; metode sokletasi sebesar 3%, dan metode ultrasonik sebesar 3,90%. Daun pandan segar menghasilkan serbuk simplisia dengan rendemen 24,89%. Penelitian ini membandingkan efektivitas ekstraksi senyawa metabolit sekunder menggunakan metode maserasi, sokletasi, dan ultarsonik. Maserasi menghasilkan fraksi polar dominan dengan konsentrasi 0,49% (m/v), ultrasonik menghasilkan ekstrak 3,90% (m/v), dan sokletasi 3% (m/v). Warna hijau tua pekat pada ekstrak mengindikasikan keberadaan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan klorofil. Semua metode terbukti efektif dalam mengekstraksi senyawa aktif dari daun pandan.
Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Syaadatun Nadiah; Anjar Hermadi Saputro; Sarmoko Sarmoko; Nur Adliani; Tantri Liris Nareswari; Nisa Yulianti Suprahman; Ahmad Bayu Satriawan; Reny Haryani; Annisa Nofriani; Sudewi Mukaromah Khoirunnisa
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i2.7137

Abstract

Anemia is one of the health problems that can occur in adolescents and high school students. According to data from the Ministry of Health, many adolescents in Indonesia still suffer from anemia, as indicated by the still quite high prevalence of anemia. This activity aims to foster and increase awareness among adolescents and students about the importance of understanding the causes and impacts of anemia in adolescents. The implementation of this community service consists of several stages, namely the planning, implementation and evaluation stages, as well as follow-up carried out through pre-tests and post-tests to evaluate the results of the education that has been carried out. Based on the evaluation results, the majority of students showed increased awareness of the importance of a nutritious diet and a healthy lifestyle in preventing anemia. Interactive discussions also showed students' enthusiasm in understanding the impact of anemia on health and learning productivity.
Edukasi Penerapan DAGUSIBU dalam Pengelolaan Obat dan Pencegahan Diabetes Melitus di Desa Sukabanjar Saputro, Anjar Hermadi; Auli, Winni Nur; Simanullang, Gayatri; Rahayu, Ihsanti Dwi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17649

Abstract

Salah satu permasalahan di masyarakat yaitu masyarakat yang belum sepenuhnya paham akan pengelolaan obat yang benar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya sosialisasi terkait cara mengelola obat yang benar meliputi bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat yang benar atau lebih dikenal dengan istilah DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang) obat. Selain isu obat, pencegahan diabetes pada keluarga saatlah penting dikarenakan diabetes masih menjadi penyakit serius di Indonesia. Melihat tantangan ini, diperlukan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukabanjar, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Provinsi Lampung yang berfokus pada penyuluhan prinsip DAGUSIBU dan pencegahan diabetes. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyakarat Desa Sukabanjar terkait prinsip DAGUSIBU obat dengan benar dan meningkatkan kesadaran masyakarat Desa Sukabanjar tentang pentingnya mencegah penyakit diabetes melitus. Dari hasil kegiatan ini didapatkan hasil yaitu edukasi atau penyuluhan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang materi yang diberikan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata posttest yaitu 84,06 sedangkan rata-rata nilai pretest yaitu 79,06. Melalui penyuluhan DAGUSIBU dan pencegahan diabetes, masyarakat diharapkan menjadi lebih paham pentingnya pengelolaan obat yang benar serta menjaga pola hidup sehat dalam mencegah penyakit diabetes.
EDUKASI “MARI MENGENAL TANAMAN HERBAL” PADA ANAK SEKOLAH DASAR SD NEGERI GEDUNG HARAPAN, LAMPUNG SELATAN Anjar Hermadi Saputro; Sudewi Mukaromah Khoirunnisa; Riri Fauziyya; Winni Nur Auli; Putri Amelia Rooswita; Uswatun Hasanah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.%p

Abstract

Tanaman herbal yang dikenal sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan jenis tanaman yang dibudidayakan di lingkungan rumah yang memiliki khasiat untuk kesehatan. Namun, di kalangan anak-anak, tanaman herbal sering dianggap sebagai jamu yang pahit dan kuno, sehingga mereka enggan untuk mengkonsumsinya maupun memanfaatkannya. Oleh karena itu, pengenalan TOGA kepada anak-anak perlu dilakukan melalui proses edukasi sejak dini agar mereka tidak melupakan budaya lokal serta memahami manfaat tanaman herbal bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui penyuluhan kepada siswa kelas V dan VI SDN Gedung Harapan dengan pemaparan materi mengenail jenis-jenis tanaman herbal serta manfaatnya. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap seluruh peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 2,38 sebelum penyuluhan menjadi 2,48. Dengan demikian, metode penyampaian materi terbukti cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, dan tujuan kegiatan dapat dikatakan tercapai
The Impact of Incorporating Biochar on the Development of Goethite Nanoparticles Produced via Precipitation Method Iwan Syahjoko Saputra; Achmad Gus Fahmi; Rifka Noor Azizah; Rina Andriyani; Anjar Hermadi Saputro; Ine Pebriyanti; Aluna Monalaika Izzati
Indonesian Journal of Science and Education Vol. 10 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Science and Education (In Press)
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijose.v10i1.2809

Abstract

This research explores a novel synthesis approach for goethite nanoparticles (Goe-NPs) due to the addition of biochar during goethite formation. This study investigated the effect of biochar addition on the Goe-NPs agitation process. Biochar was added on days 1, 7, 14, and 21 after reacting iron nitrate and base during agitation (30 days in 40 ℃). Based on the observation, the addition of biochar on day 14 (Goe-14d) has the smallest and most uniform particle size (±60 nm) compared to the addition of biochar on day 21 (Goe-21d) measuring about ±99 nm, and goethite synthesis without the addition of biochar (Goe-BLANK) measuring approximately >1000 nm. Functional group analysis using FTIR identifies all goethite produced from this synthesis method has an Fe-O6 octahedral lattice peak found at 642 cm-1 and Fe-O-H bending vibrations at 795 cm-1 and 889 cm-1 with varying intensity at each biochar addition time. The peak intensity of the Goe-NPs spectrum decreased when the growth of goethite particles was fully formed and agglomerated (>7 days of biochar addition). XRD analysis showed the crystal structure of Goe-NPs, with additional peaks indicating potential impurities from the formation of ferrihydrite because goethite was not fully formed. SEM images showed the effect of biochar addition on the unique particle size and morphology between Goe-NPs at biochar addition before day 7 and after day 7, indicating biochar can reduce agglomeration. This study demonstrates a promising new synthesis route for Goe-NPs using this biochar addition, with the potential to customise the size and type of goethite particles based on their growth time.
Molecular docking of ferulic acid, bakuchiol and niazirin on peroxisome proliferator-activated receptor gamma (PPAR-γ) as anti-diabetic agents Anjar Hermadi Saputro; Riri Fauziyya; Sarmoko; Iwan Syahjoko Saputra
Acta Biochimica Indonesiana Vol. 7 No. 2 (2024): Acta Biochimica Indonesiana
Publisher : Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32889/actabioina.181

Abstract

Background: Diabetes mellitus remains one of the most dangerous illnesses worldwide. The PPAR-gamma protein plays a crucial role in lipid and carbohydrate metabolism, making it a key target for diabetes therapy. Research into plant-derived active compounds for diabetes treatment is increasingly important. Objective: This study aims to evaluate and analyze the interaction of ferulic acid, niazirin, and bakuchiol with the peroxisome proliferator-activated receptor gamma (PPAR-γ) protein using molecular docking. Methods: Molecular docking was employed to assess the interactions between ferulic acid, niazirin, bakuchiol, and the PPAR-γ protein (PDB ID: 2PRG). The analysis focused on binding free energy values, amino acid residue interactions, the number of hydrogen bonds, and bond distances, comparing these results to those of the native ligand and pioglitazone, a known anti-diabetic drug targeting PPAR-γ. Results: The binding free energies for the ferulic acid-PPAR-γ, bakuchiol-PPAR-γ, niazirin-PPAR-γ, native ligand-PPAR-γ, and pioglitazone-PPAR-γ complexes were -5.54 kcal/mol, -8.47 kcal/mol, -6.56 kcal/mol, -10.08 kcal/mol, and -9.94 kcal/mol, respectively. The amino acid residue similarity percentages with the native ligand were 18.18% for ferulic acid, 27.27% for bakuchiol, 18.18% for niazirin, and 81.82% for pioglitazone. The native ligand-2PRG and pioglitazone-2PRG complexes exhibited superior hydrogen bond numbers and shorter bond distances compared to the other compounds. Conclusion: Although bakuchiol showed the most promising interaction among the tested compounds, none surpassed the binding affinity and stability of the native ligand or pioglitazone. Further research is needed to optimize these compounds for potential anti-diabetic therapy.
Studi In Silico Derivat Mangiferin dari Mangga sebagai Inhibisi Protein Tirosin Fosfatase 1B Elisa Grace Clarensia; Esa Amelia Ratri Yuniasri; Farah Zahira Shofa; Naurah Rosyidah Hasna; Sabrina Rakhel Zahirah; Anjar Hermadi Saputro; Mubarika Sekarsari Yusuf
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v22i2.26707

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat gangguan sekresi, kerja, atau keduanya pada hormon insulin. Diabetes melitus tipe 2 merupakan bentuk yang paling umum dan sering kali berkaitan dengan resistensi insulin. Salah satu target terapi potensial untuk pengobatan diabetes tipe 2 adalah protein tirosin fosfatase 1B (PTP1B), sebuah enzim yang terlibat dalam regulasi jalur transduksi sinyal insulin dan leptin. Inhibisi terhadap PTP1B diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga menjadikannya target yang menjanjikan dalam pengembangan obat antidiabetes. Mangiferin, senyawa bioaktif utama yang ditemukan dalam tanaman Mangifera indica L., telah dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes melalui berbagai mekanisme, termasuk sebagai inhibitor PTP1B. Namun, senyawa ini masih memiliki keterbatasan dalam hal afinitas dan selektivitas. Oleh karena itu, dilakukan studi in silico terhadap berbagai derivat mangiferin untuk menilai potensinya sebagai inhibitor PTP1B. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiabetes dari empat senyawa turunan mangiferin yang telah dimodifikasi pada gugus fungsinya, menggunakan pendekatan in silico berbasis molecular docking. Proses docking dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak AutoDockTools terhadap target protein PTP1B (PDB ID: 1XBO). Penilaian afinitas ikatan didasarkan pada nilai energi bebas ikatan (binding free energy), sedangkan visualisasi interaksi ligan-reseptor dianalisis untuk mengidentifikasi jenis dan lokasi interaksi dengan residu aktif. Hasil docking menunjukkan bahwa ligan alami IX1 memiliki afinitas paling tinggi terhadap PTP1B dengan energi bebas ikatan sebesar −13,2 kkal/mol, lebih rendah dibandingkan ligan pembanding maupun ligan uji. Ligan pembanding ertiprotafib (−8,53 kkal/mol) dan quinoline-3-carbohydrazide (−6,81 kkal/mol) memperlihatkan afinitas yang cukup kuat terhadap PTP1B, sedangkan ligan uji berupa turunan mangiferin berada pada rentang energi bebas ikatan −5,79 hingga −7,40 kkal/mol. Di antara ligan uji, mangiferin (−7,40 kkal/mol) dan homomangiferin (−7,03 kkal/mol) memiliki afinitas ikatan terbaik dengan nilai yang mendekati ligan pembanding quinoline-3-carbohydrazide. Hasil visualisasi interaksi juga menunjukkan adanya kemiripan jenis ikatan antara beberapa turunan mangiferin dengan ligan alami, yang menandakan potensi kesamaan mekanisme pengikatan. Berdasarkan temuan tersebut, mangiferin dan homomangiferin berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat inhibitor PTP1B dan obat antidiabetes. Namun demikian, studi eksperimental lanjutan melalui uji in vitro maupun in vivo tetap diperlukan untuk memvalidasi hasil in silico serta mengevaluasi aspek farmakokinetik dan keamanannya.
Co-Authors Achmad Gus Fahmi Adilla, Annisa Rahma Afada, M. Mufti Afrian, Mahisa Shzara Aghalfi, Revin Rindra Aghalfi Agustin, Desti Ahmad Bayu Satriawan Ahmad, Winda Tiara Ainiya, Aliva Ainun, Hadhistia Nur Al-Husni, Ihza Adzkiya Mubarak Alhestha, Salsabila Zahra Aluna Monalaika Izzati Amalia, Miranti Andriani, Wellen Putri Anggini, Joya Talitha Anggraeni, Fibria Anggraeni, Inggrid Anjani, Arfina Puteri Annisa Nofriani Annisa Rahma Aryanti Arrafi, Muhammad Zhafran Aulia, Nanda Aulia, Yasinta Sahma Ayuwulanda, Aditya Azizah, Nadya Nur Azti, Zahara Azzahra, Zeta Agustri Azzahrah, Qurrota A’yun Balqis, Selvi Billa, Firly Shalsha Bokshow, Rency Violita Vanden Cahyani, Ayu Sukma Cahyani, Nabila Chandra, Nabella Oktaviana Choiriah, Ika Putri Chrisnanda, Anang Agung Christine Natalia Citra Andini Cristiannanda, Daniel Dhiya, Syifa Nasywa Dwinna Rahmi Elisa Grace Clarensia Erniningsih, Ni Ketut Esa Amelia Ratri Yuniasri Fadillah, Muhammad Zakki Farah Zahira Shofa Fauziyya, Riri Fazilla, Rizki Fakhri Febrian, Tobi Febriyanti, Kharisma Fida, Marsa Jannatul Fransisca, Ni Putu Vina Geralda, Rifka Gusman, Adisti Faradilla Hafid, Gina Mutia Hasanah, Siti Fadhilatul Hati, Dinda Mutiara Herayati, Herayati Hidayati, Putri Aulia Nurul Hidayaturahmah, Rizky Hutabarat, Stefanny Herlin Natalya I Dewa Gde Mayun Permana Ihsanti Dwi Rahayu Indah Puspita Sari Indah Puspita Sari, Indah Puspita Indah Wulandari Ine Pebriyanti intan kusuma wardani Irna Windari, Nurul Iwan Syahjoko Saputra Iwan Syahjoko Saputra Iwan Syahjoko Saputra Iwan Syahjoko Saputra Kamilaini, Diva Arisanti Karima, Miska Aulia Kumara, Gusti Made Bagus Kusumawati, Maiya Liswatini, Putri Made Helen Susanti Maharani, Ayu Puspita Maharani, Gita Putri Mariska, Putri Mariska, Soraya Mega Fatimah Rosana Melki, Yana Putri Amelia Mellina, Echa Dian Mentari, Corona Mubarika Sekarsari Yusuf Muflihah, Hanny Muhammad Aditya Nugraha Mumtaz, Fakhira Chairunnisa Mutiara Putri, Mutiara Nadapdap, Ezra Gabriella Oktaviany Napitu, Ade Shinta Maria Br Natalia, Dela Natasya, Zaskiya Naurah Rosyidah Hasna Nisa Yulianti Suprahman Nisa Yulianti Suprahman Nopiandi, Yogi Novelina, Laras Nur Adliani Nur Adliani Pangestu, Maryo Adjie Panggabean, Diva Selviana Pasaribu, Romualdo Pebriyanti, Ine Pinanga, Yangie Dwi Marga Pravita, Nabila Cahya Prawicha, Ertika Agtha Primasty, Ratna Dewi Putri Amelia Rooswita Putri, Adelia Ofira Putri, Amalia Sonita Putri, Esterike Alfatien Putri, Gladys Ellnora Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Annisa Nur Rahma, Sophia Rahmadini, Celina Fadila Rajwa, Raihan M Dhiya Rasida, Rima Regita, Putu Ayu Reny Haryani Riani, Nadia Nanda Rifka Noor Azizah Rina Andriyani Riri Fauziyya Riri Fauziyya Rislia, Rana Atikah Rosviena, Nyi Ayu Fayza Saabirah, Ghania Parsa Sabrina Rakhel Zahirah Saeli, Pinka Mustika Sakti, Nickyta Salsabila Ira Salsabila, Fathul Aini Saputri, Mutiara Anggun Sari, Desi Puspita Sari, Victoria Rekina Sarini, Sarini Sarmoko Sarmoko Sarmoko Sarmoko Sativa, Nasywa Oryza Setiawati, Luh Gede Elen Simanullang, Gayatri Simorangkir, Nanda Lenny Yuniaty br Sitohang, Nada Nikita Sophi Damayanti Sudarsono Sudarsono Sudewi Mukaromah Khoirunnisa Sudewi Mukaromah Khoirunnisa Sudirman Sudirman Sutjiningsih, Ni Nyoman Ota Syaadatun Nadiah Syah, Vicky Ardian Syahjoko Saputra, Iwan Syakilla, Nadia Nur Tantri Liris Nareswari Tikarahayu Putri Ulfa, Lutfiyana Ulisya, Azzaima Ayu Ulya, Salsa Nabila Ahlika Ummi, Ummi Uswatun Hasanah Uswatunhasanah, Putri Utami, Amalda Utami, Firanti Putri Utami, Widia Vega, Amelia Vernanda, Pramyudha Winni Nur Auli Wulandari, Valentri Yogi Nopiandi Permana Yogi Nopiandi Permana Yoki Yulizar Yulanda, Nola Rohmi Eka Yunita, Nadia Rahma Zaqia, Lulu Zusela, Titah