Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE DI RSUD PESANGGRAHAN JAKARTA SELATAN Dwi Pratiwi, Rita; Sudika Sanusi, Ahmad
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i1.64

Abstract

Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2015 sedikitnya 17,5 juta setara dengan 31% dari angka kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung (WHO, 2016). Faktor pemicu meningkatnya jumlah penderita gagal jantung dikaitkan dengan gaya hidup seperti kurang aktivitas, merokok, dan minum-minuman beralkohol. Tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada pasien gagal jantung anatara lain pembengkakan pada kaki, asites, nadi tidak teratur, perubahan output urin, sesak nafas, intoleransi aktivitas, kelemahan, nyeri dada, suara nafas tambahan. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui hubungan self care management dengan kualitas hidup pasien CHF di RSUD Pesanggrahan Jakarta Selatan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer (kuesioner) dan memakai metode penelitian cross sectional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dan variabel dependen data yang dikumpulkan dengan cara menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 78 responden di RSUD Pesanggrahan Tahun 2021, dengan menggunakan Teknik accidental sampling. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari setengahnya pasien CHF mendapatkan Self Care Management dengan baik ada sebanyak 47 orang (60,3%), dan lebih dari setengahnya pasien CHF yang memiliki kualitas hidup yang tinggi ada sebanyak 54 orang (69,2%). Hasil uji statistik diperoleh nilai (p-value = 0,000, α: 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara self care management dengan kualitas hidup pasien CHF di RSUD Pesaggrahan. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan Rumah Sakit untuk memberikan edukasi baik berupa lisan maupun tertulis seperti brosur tentang self care management kepada pasien CHF karena akan mempengaruhi kualitas hidupnya.
Pola peresepan obat pada pasien gagal ginjal kronis rawat inap rumah sakit x Tangerang Selatan Aulia, Gina; Holidah; Dwi Pratiwi, Rita; Sulistyo Rini, Wahyu
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 2 (2022): December Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i02.194

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal merupakan suatu kondisi dimana fungsi ginjal telah menurun atau bahkan menghilang dalam beberapa tahap. Gagal ginjal kronis didefinisikan sebagai kerusakan ginjal dan atau penurunan Laju Filtrasi Glomerulus kurang dari 60ml / menit / 1,73 m2 selama setidaknya tiga bulan. Peresepan pengobatan penyakit yang tepat merupakan faktor penting dalam proses penyembuhan, terutama gagal ginjal kronis. Tujuan: Untuk mengetahui pola peresepan obat rawat inap ginjal kronik di Rumah Sakit X Tangerang Selatan pada tahun 2019. Metode: Deskriptif dengan teknik sekunder data random sampling, dari rekam medis dan resep dokter. Bentuk karakteristik pasien termasuk usia dan jenis kelamin, indikator pola resep termasuk golongan obat, bentuk obat, jumlah dan dosis. Populasi yang diperoleh adalah 264 pasien dengan 159 pasien telah digunakan sebagai sampel. Hasil: Usia pasien di atas 65 tahun (41,51%), laki-laki (57,23%), kelas obat antasid (31,63%), bentuk tablet (65,06%), yang paling banyak digunakan adalah Bicnatric ( 16,87) dosis 500 mg (22,40%). Simpulan: Pasien yang didiagnosis dengan gagal ginjal kronis rawat inap di rumah sakit X Tangerang Selatan pada tahun 2019 sebagian besar terjadi pada pria berusia di atas 65 tahun dan obat yang paling banyak digunakan adalah tablet Bicnatric 500 mg (Antasida).
PENANAMAN DAN PEMANFAATAN ALOE VERA MENJADI HANDSANITIZER BERSAMA RUMAH PANTI ASUHAN WISMA KARYA BAKTI Aulia, Gina; Pratiwi, Rita Dwi; Ismaya, Nurwulan Adi; Hasanah, Nur; Fahriati, Andriyani Rahmah; Arief, Ilham; Jaya, Fadly Putra; Ayuningtyas, Gita; Indah, Fenita Purnama Sari; Al-Hafiz, Mohammad
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v4i2.31185

Abstract

Aloe vera digunakan oleh semua negara di dunia sebagai obat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Lidah buaya mengandung sekitar 75 kandungan aktif yang sudah teridentifikasi dan memiliki efek terapi. Kandungan polisakarida pada daun lidah buaya dihubungkan dengan aktivitas biologi lidah buaya, didukung efek sinergisme dari berbagai kandungan lain dalam tanaman. Daging buah lidah buaya telah digunakan secara luas pada produk komersial misalnya untuk produk makanan dan kosmetik. Tujuan  pengabdian masyarakat ini agar  masyarakat dapat mengetahui penanaman aloe vera dan pemanfaatan  alovera menjadi handsanitizer yang memiliki nilai jual. Sumber daya manusia yang dimiliki oleh Panti Asuhan Wisma Karya Bakti tersebut merupakan aset yang potensial dalam upaya mengembangkan usaha pemanfaatan Aloe vera. Selain itu, Panti Asuhan Wisma Karya Bakti masih memiliki lahan yang luas untuk dimanfaatkan sebagai area pertanian Aloe vera. Jika usaha pemanfaatan Aloe vera ini berhasil diterapkan maka para pengurus maupun anak asuh yang berada di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti akan merasakan manfaat yang besar dalam meningkatkan taraf perekonomian dan juga wawasan mengenai pertanian dan usaha mandiri. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa usaha pemanfaatan Aloe vera bisa membantu perekonomian warga sekitar dan membuka peluang untuk bekerjasama dengan pihak industri. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 8 tahapan pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat. Tim pelaksana kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah dosen dan mahasiswa STIKes Widya Dharma Husada Tangerang.Kata Kunci : Aloe vera, Penanaman. Pemanfaatan, Hand sanitizer
Screening Penyakit Tidak Menular (PTM) Dan Konseling Kesehatan Pada Civitas Academica STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Pratiwi, Rita Dwi; Andriati, Riris; Indah, Fenita Purnama Sari; Aulia, Gina; Ismaya, Nurwulan Adi; Ayuningtyas, Gita; Romlah, Siti Novy; Handoyo, Lukman; Listiana, Ida; Fitriani, Dewi; Hasanah, Uswatun; Veri, Veri; Kuntoadi, Gama Bagus; Sucipto, Sucipto; Sheli, Sheli; Alita, Dini Arum; Lestari, Puji; Ramdan, Raka Fahri; Hidayat, Asep
Pelita Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Pelita Masyarakat, September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v6i1.11271

Abstract

This community service activity is conducted regularly every semester by lecturers involving 450 students from various study programs, collaborating with local health centers (Puskesmas) in South Tangerang. The purpose of the activity is to conduct health screenings to prevent and control Non-Communicable Diseases (NCDs) such as anemia, hypertension, diabetes mellitus, and obesity. The methods used include health education for students on NCD prevention and control, measurements of height, weight, upper arm circumference, blood pressure checks, random blood glucose tests, and a questionnaire on smoking habits. The results showed that 3 participants had a history of hypertension and 1 had diabetes mellitus. Additionally, 23 participants were identified as being at risk of chronic diseases. Follow-up actions included in-depth counseling and referral to the nearest Puskesmas. All participants were also found to be non-smokers. This activity aims to raise awareness about NCD prevention, followed by further health checks and sponsorship support in the future.
The Community Service: Early Detection of Non-Communicable Disease Risk Factors (PTM) in Students and Lecturers at STIKes Widya Dharma Husada Tangerang: Pengabdian Masyarakat : Deteksi Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Pada Mahasiswa dan Dosen di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Andriati, Riris; Rahayu, Savitri; Listiana, Ida; Pratiwi, Rita Dwi; Veri, Veri; Darmayanti, Desy; Ayuningtyas, Gita; Pratama, Yusuf Apriliyansyah Pratama; Sania, Sania; Husniati, Siti; Bima, Bima; Frili, Frili; Dewi, Bunga Arista
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jpmkt.v1i1.9

Abstract

Abstract Non-Communicable Diseases (NCD) is a catastrophic disease with the highest cause of death in Indonesia. This results in the loss of productive days for sufferers and caregivers. Research conducted by the Health Research and Development Agency shows that the current development of PTM in Indonesia is increasingly worrying. The reason is the increasing trend of PTM is followed by a shift in disease patterns, if in the past, this type of disease was usually experienced by the elderly group, now it is starting to threaten the productive age group. Physical examination which includes blood pressure, blood sugar examination, measurement of weight, height, waist circumference can be an indicator to determine physical fitness. Anemia also affects a person's nutritional status. The incidence of anemia in Indonesia is still quite high. The solution to overcome this problem is carried out by community service activities by lecturers and students with the target of lecturers and students in the environment at STIKes Widya Dharma Husada Tangerang. The implementation of this community service is carried out with the following methods: Blood pressure checks, blood sugar checks, weighing, measuring height, waist circumference, health counseling and giving blood-supplement tablets (TTD) for free to students. By holding this service activity, it is hoped that it can trigger the awareness of students to care more about health, routinely check health and assist government programs in reducing the incidence of anemia and also the risk of non-communicable diseases (PTM) in the community. The follow-up to the results of this community service is that health checks, health counseling and the provision of Blood Add Tablets (TTD) can be carried out in different places so that more teenagers understand the importance of health and can reduce the incidence of anemia in Indonesia, especially in Banten Province. Keywords: health checks, non-communicable diseases, blood pressure, blood sugar levels, blood-added tablets
A Growing Healthy, Ideal and Free of Anemia: Tumbuh Sehat, Ideal dan Bebas Anemia Pratiwi, Rita Dwi; Ardi, Ni Bodro; Hasanah, Uswatun; Ismaya, Nurwulan Adi; Aulia, Gina; Indah, Fenita Purnama Sari; Fadhilah, Humaira; Fitriani, Dewi; Andriati, Riris; Hardianti, Tita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jpmkt.v1i1.10

Abstract

Abstract A person's level of physical fitness can be seen from activities such as, students who take part in lecture activities need physical fitness to support the teaching and learning process on campus optimally. Physical examination which includes blood pressure, weight, height, waist circumference can be an indicator to determine physical fitness. Anemia also affects a person's nutritional status. The incidence of anemia in Indonesia is still quite high. Based on the Riskesdas 2018, it is stated that the prevalence of age 15-24 years in Indonesia is 32% anemia, meaning that 3-4 out of 10 teenagers suffer from anemia. The solution to overcome this problem was carried out by community service activities by lecturers and students at STIKes Widya Dharma Husada Tangerang with a target of 100 students. The implementation of this community service is carried out with the following methods: Blood pressure checks, weighing, measuring height, waist circumference, health counseling and giving Tablet Tambah Darah (TTD) for free to students. Most of the service participants do not know that anemia can occur in adolescents because of suboptimal nutritional intake and lack of physical activity so that participants are given health counseling to get education related to the knowledge of the importance of maintaining physical fitness for health and knowledge to prevent anemia. By holding this service activity, it is hoped that it can trigger the awareness of students to care more about health, routinely check health and assist government programs in reducing the incidence of anemia in the community. The follow-up to the results of this community service is that health checks, health counseling and the provision of Tablet Tambah Darah (TTD) can be carried out in different places so that more students understand the importance of health and can reduce the incidence of anemia. Keywords: Medical examination; Anemia; Tablet Tambah Darah
Determinants of Patient Characteristics With Satisfaction Level of Outpatients Regarding Pharmaceutical Services in Pharmaceutical Installations of Rumah Sakit Umum Daerah Banten Aulia, Gina; Fadhilah, Humaira; Indah, Fenita Purnama Sari; Pratiwi, Rita Dwi
Health and Medical Journal Vol 4, No 2 (2022): HEME May 2022
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.779 KB) | DOI: 10.33854/heme.v4i2.1072

Abstract

Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dengan harapannya. Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan berbeda-beda dan dipengaruhi oleh budaya, status sosial ekonomi, karakteristik pasien. Pasien atau pelanggan memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan karakteristik tersebut akan berakibat pada persepsi yang berbeda pula terhadap penilaian pelayanan kesehatan, sehingga pada akhirnya memberikan tingkat kepuasan yang berbeda pula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dari jenis kelamin, umur, pendidikan, dan pekerjaan dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan pada pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menyebarkan kuesioner dengan sampel sebanyak 100 responden. Penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan berjumlah 59 responden (59%), mayoritas berusia dewasa (26-45 tahun) berjumlah 47 responden (47%), mayoritas pendidikan SMA berjumlah 43 responden (43%) dengan mayoritas pekerjaan yaitu bekerja sebanyak 48 responden (48%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0.028) dan pendidikan (p-value = 0.021) dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan adalah signifikan, sedangkan hubungan antara usia (p-value = 0.201) dan pekerjaan (p-value = 0.547) dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan adalah tidak signifikan.
The Level of Knowledge Associated with Self-Medication Behavior of Over-The-Counter Medicine and Limited Over-The-Counter Medicine at RW 016 Bojong Nangka Village Ismaya, Nurwulan Adi; Andriati, Riris; Pratiwi, Rita Dwi; Indah, Fenita Purnama Sari
Health and Medical Journal Vol 4, No 2 (2022): HEME May 2022
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.518 KB) | DOI: 10.33854/heme.v4i2.1070

Abstract

Pendahuluan: Obat-obatan yang aman untuk digunakan dalam pengobatan sendiri termasuk obat yang dijual bebas dan obat bebas terbatas. Pengetahuan tentang informasi penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas berpengaruh kuat terhadap perilaku pengobatan sendiri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku pengobatan sendiri obat bebas dan obat bebas terbatas di RW 016 Desa Bojong Nangka. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik Systematic random sampling dengan hasil interval sampel digunakan untuk memilih 271 responden dari RW 016 Desa Bojong Nangka. Kuesioner digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan dan perilaku. Hasil: Tingkat pengetahuan responden dibagi menjadi tiga kategori yaitu baik, cukup, dan kurang. Perilaku responden tergolong baik atau buruk. Berdasarkan temuan penelitian ini, 214 responden (79%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 45 responden (16,6%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 12 responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (4,4 persen). Sementara 194 responden (71,6 persen) melaporkan perilaku baik, 77 melaporkan perilaku buruk (28,4). Analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pengobatan sendiri obat bebas dan obat bebas menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pengobatan sendiri obat bebas dan obat bebas terbatas.
EFEKTIFITAS HEALTH EDUCATION DENGAN METODE KONVENSIONAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI GAGAL GINJAL PADA REMAJA DI SMA X CIPUTAT Andriati, Riris; Astuti, Heny; Rahayu, Safitri; Pratiwi, Rita Dwi; Ayuningtyas, Gita; Kasumawati, Frida
NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2025): NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGagal ginjal adalah suatu kondisi di mana fungsi ginjal mengalami penurunan secara tiba-tiba. Data Riset Kesehatan Dasar Provinsi Banten tahun 2018 menunjukkan prevalensi penderita gagal ginjal kronik sebesar 0,2%. Salah satu metode health education bisa menggunakan metode konvensional, metode tersebut dipergunakan untuk pencegahan gagal ginjal pada remaja Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas health education dengan metode konvensional terhadap pengetahuan dan sikap mengenai gagal ginjal pada remaja di SMA X Ciputat. Metode: penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimental dengan rancangan one grup pre-test and post-test. Sampel penelitian ini berjumlah 90 responden. Menggunakan metode total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon. Hasil Penelitian: berdasarkan uji Wilcoxon terdapat efektifitas health education metode konvensional pre-test/post-test nilai pengetahuan dan sikap sebesar (P-value 0,000/0,000 0,05). Kesimpulan: terdapat efektifitas health education dengan metode konvensional terhadap pengetahuan dan sikap mengenai gagal ginjal pada remaja di SMA X Ciputat. Saran: diharapkan menambah wawasan dan pengetahuan remaja mengenai pencegahan gagal ginjal yang dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap remaja untuk mengurangi angka kejadian gagal ginjal pada remaja SMA X Ciputat.Kata Kunci: Gagal Ginjal, Metode Konvensional, Pengetahuan, Sikap, Remaja ABSTRACTKidney failure is a condition in which kidney function suddenly decreases. Data from the Basic Health Research of Banten Province in 2018 showed that the prevalence of chronic kidney failure sufferers was 0.2%. One method of health education is the conventional method, which is used to prevent kidney failure in adolescents. Objective: To determine the effectiveness of health education with conventional methods on knowledge and attitudes about kidney failure in adolescents at SMA X Ciputat. Method: This study used a Quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test design. The sample of this study was 90 respondents. Using the total sampling method. The data collection method used a questionnaire sheet. The data analysis used in this study was Wilcoxon. Research Results: based on the Wilcoxon test, there was an effectiveness of conventional health education methods in pre-test/post-test knowledge and attitude values of (P-value 0.000/0.000 0.05). Conclusion: There is an effectiveness of health education with conventional methods on knowledge and attitudes about kidney failure in SMA X Ciputat. Suggestion: It is expected to increase the insight and knowledge of adolescents regarding the prevention of kidney failure, which can influence the knowledge and attitudes of adolescents to reduce the incidence of kidney failure in adolescents at SMA X Ciputat.Keywords: Kidney Failure, Conventional Method, Knowledge, Attitude, Adolescents
DETERMINAN STIGMA INTERNAL PADA CAREGIVER ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SLB ABC KABUPATEN BOGOR Tiara, Intan Dwi; Pratiwi, Rita Dwi; Alita, Dini Arum; Fadhilah, Humaira
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v9i1.1079

Abstract

                             ABSTRACTAccording to WHO (2020), Internal stigma is people being labeled, stereotyped, and discriminated against because they are associated with a disease. Based on data from the Central Statistics Agency (BPS) (2019), the number of people with disabilities in Bogor Regency reached 7,358, of which 1,025 were children. The purpose of the study was to find out the factors that affect the occurrence of internal stigma in  ABK caregivers at SLB ABC Tunas Kasih 1 Leuwiliang, Bogor Regency. This research method is quantitative research and uses a cross-sectional study design research method, with a sample of 52 respondents. Data analysis in bivariate analysis using the chi-square test and multivariate analysis using the logistics binary test. The results of the study showed that the results of the statistical test showed that there was a relationship between knowledge and internal stigma (p-value 0.040), there was a relationship between perception and internal stigma (p-value 0.001), there was no relationship between resilience and internal stigma (p-value 0.103), there was no relationship between family burden and internal stigma (p-value 0.873), there was a relationship between quality of life and internal stigma (p-value 0.021). In conclusion, knowledge and perception are the most influential factors in the occurrence of internal stigma in caregivers of children with special needs (ABK) at SLB ABC Tunas Kasih 1 Leuwiliang Bogor Regency because it has a p-value0.05. The advice can add insight and knowledge to parents about what factors can affect the internal stigma on them as  ABK caregivers so that caregivers can reduce the internal stigma they have.                                               ABSTRAKMenurut WHO (2020), internal stigma adalah orang diberi label, stereotip dan didiskriminasi karena dikaitkan dengan suatu penyakit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) (2019), jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Bogor mencapai 7.358, dimana 1.025 adalah anak-anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stigma internal pada caregiver ABK di SLB ABC Tunas Kasih 1 Leuwiliang Kabupaten Bogor. Metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional, jumlah sampel sebanyak 52 responden. Analisis data dalam analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji binary logistik. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan stigma internal (p-value 0,040), terdapat hubungan antara persepsi dengan stigma internal (p-value 0,001), tidak terdapat hubungan antara resiliensi dengan stigma internal (p-value 0,103), tidak terdapat hubungan antara beban keluarga dengan stigma internal (p-value 0,873), terdapat hubungan antara quality of life dengan stigma internal (p-value 0,021). Kesimpulan pengetahuan dan persepsi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya stigma internal pada caregiver anak berkebutuhan khusus (ABK) di SLB ABC Tunas Kasih 1 Leuwiliang Kabupaten Bogor karena memiliki nilai p-value0,05. Saran dapat menambah wawasan dan pengetahuan kepada orang tua tentang faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi stigma internal pada mereka sebagai caregiver ABK sehingga caregiver dapat mengurangi stigma internal yang mereka miliki. 
Co-Authors Agus Dwi Pranata Al-Hafiz, Mohammad Alita, Dini Arum Amanda Rischa Ramadhina Amelia Nurul Hakim Ammari, Rieko Andini Restu Marsiwi Andriyani Rahmah Fahriati ARDIYANTI, WIDYA Arief, Ilham Aripin Asep Hidayat Astuti Astuti Astuti, Heny Aulia, Gina Azahra, Jihan Najlah Azzahra, Elsa Azzahra, Meida Beti Rianti betty betty BETTY BETTY BIMA BIMA, BIMA Chatarina Umbul Wahyuni CHINALDY, RIZKY Christin, Rumondang Deden Gumilar Nugraha Desty Alyumah Desy Darmayanti DEWI FITRIANI Dewi Fitriani Dewi, Bunga Arista Dheandra Fadlillah Jauhari Diah Permata Sari Dian Karoseri Farida Farida Fenita Purnama Sari Indah Fildza Anindya Fadhila Frili, Frili G. Gunawan Gama Bagus Kuntoadi Gina Aulia Ginting, Samaria Herawati Gita Ayuningtyas Gita Ayuningtyas Handayani Fasimi, Rizki Haningrum, Katarina Silvia Holidah Holidah Holidah, Holidah Humaira Fadhilah Husniati, Siti Ida Listiana Iskandar, Arik Jelika Avelia Hareva Kasumawati, Frida LESTARI, R TRI RAHAYUNING LESTARI, SANTI Listiana, Ida Lukman Handoyo Lutvianty, Dinda MAIRIZA, SANTI Miftah Parid Firmansyah Muchtar, Riska Indria Muh Firman Yudiatma Muhammad Zulfikar Adha Muthoinah, Luthfi Mutiara, Ayu Indah Ni Bodro Ardi Nita Farida Nur Hasanah Nur Hasanah Nurhaetami, Cut Intan Nurwulan Adi Ismaya Poddar, Prof. Sandeep Poddar, Sandeep Prakasa, Juansah Satya Pratama, Defi Anggara Pratama, Yusuf Apriliyansyah Pratama PUJI LESTARI Puji, Lela Kania Rahsa Purwadiansyah, Anggie Ellen Puspita, Ratumas Ratih Putrajaya, Fadly Putri Azzahra Putri Handayani Setyaningsih Rafika Dora Wijaya Rahayu, Safitri Rahayu, Savitri Rahmat Kurniawan Rahmawati, Lusi Ramdan, Raka Fahri Rani Aprilia Simamora Rini, Wahyu Sulistyo RIRIS ANDRIATI Riza Umamah Rohanah Rohanah Rohanah, Rohanah Roni Saputra, Roni SAFITRI RAHAYU Sandeep Poddar Sania, Sania Sansuwito, Tukimin bin Santi Lestari Sarah, Fitri Sari, Diah Ellyana Saripa Muda Im Sefta Ade Saputra Sheli, Sheli Shely Mariska Siti Novy Romlah Sri Haryanto SRI SUPAMI Sucipto Sucipto Sucipto Sucipto Sudi Dewi Asih Kusumawati Sudika Sanusi, Ahmad Sulistyo Rini, Wahyu Sumarwati Sumarwati Sumarwati SUSI DEWIASIH KUSUMAWATI Suyono Suyono Tiara, Intan Dwi Timor Utama TITA HARDIANTI Tri Okta Ratnaningtyas Unayah, Maelia Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Utari Kusumawati Veri Veri Veri, Veri Wannasta Alayya Yundah