Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS HEALTH EDUCATION DENGAN METODE E-BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA MENGENAI GAGAL GINJAL DI SMAS DARUSSALAM CIPUTAT Andriati, Riris; Pratiwi, Rita Dwi; Astuti, Heny; Ayuningtyas, Gita
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v9i1.1053

Abstract

                                                          ABSTRACTKidney failure is a condition in which kidney function experiences a sudden decline. According to the Banten Province Basic Health Research, the prevalence of chronic kidney failure sufferers is 0.2%. With a prevalence in Serang City of 0.1% (Riskesdas, 2018). One of the health education methods can use the e-booklet method for the prevention of kidney failure in adolescents  Objective: To find out the effectiveness of health education with e-booklet methods on adolescents' knowledge and attitudes regarding kidney failure class XI at SMAS Darussalam Ciputat. Methods: using an experimental Quasi design with one grup pre-test and post-test. The sample of this study is 45 respondents. Using the total sampling method. The data collection method uses a questionnaire sheet. The data analysis used in this study is Wilcoxon. Results: based on the Wilcoxon test, there was a difference in the effectiveness of health education in the e-booklet method of pre-test/post-test with a value of knowledge and attitude of (P-value 0.000/0.000 0.05). Conclusion: there is a difference in the effectiveness of health education with e-booklet methods on adolescents' knowledge and attitudes regarding kidney failure class XI at SMAS Darussalam Ciputat. Suggestion: It can add adolescent insight and knowledge about the prevention of kidney failure which can influence adolescent knowledge and attitudes to reduce the incidence of kidney failure in SMAS Darussalam adolescent students.                                                                ABSTRAKGagal ginjal adalah suatu kondisi di mana fungsi ginjal mengalami penurunan secara tiba-tiba. Menurut Riset Kesehatan Dasar Provinsi Banten menunjukkan prevalensi penderita gagal ginjal kronik sebesar 0,2%. Dengan prevalensi di Kota Serang sebesar 0,1% (Riskesdas, 2018). Salah satu metode health education bisa menggunakan metode e-booklet metode tersebut untuk pencegahan gagal ginjal pada remaja Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas health education dengan metode e-booklet terhadap pengetahuan dan sikap remaja mengenai gagal ginjal kelas XI Di SMAS Darussalam Ciputat. Metode: menggunakan desain Quasi eksperimental dengan rancangan one grup pre-test and post-test. Sampel penelitian ini berjumlah 45 responden. Menggunakan metode total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon. Hasil Penelitian: berdasarkan uji Wilcoxon ada perbedaan efektifitas health education metode e-booklet pre-test/post-test nilai pengetahuan dan sikap sebesar (P-value 0,000/0,000 0,05). Kesimpulan: ada perbedaan efektifitas health education dengan metode e-booklet terhadap pengetahuan dan sikap remaja mengenai gagal ginjal kelas XI Di SMAS Darussalam Ciputat. Saran: Bisa menambahkan wawasan dan pengetahuan remaja mengenai pencegahan gagal ginjal yang dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap remaja untuk mengurangi angka kejadian gagal ginjal pada mahasiwa/I remaja SMAS Darussalam. 
Perbandingan efektivitas kompres hangat serai dan musik gamelan terhadap intensitas nyeri rheumatoid arthritis pada lansia Andriati, Riris; Prakasa, Juansah Satya; Yudiatma, Muh Firman; Pratiwi, Rita Dwi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 9 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i9.13623

Abstract

Background: Rheumatoid arthritis is a chronic autoimmune inflammatory disorder that is often experienced by the elderly. To reduce paralysis and improve the quality of life of the elderly, there are 2 types of treatment, namely pharmacological treatment of disease changing anti-rheumatic drugs (DMARDs) and non-pharmacological treatment, namely warm lemongrass compresses. This treatment is useful for warming the joints, is anti-inflammatory, and can improve blood flow. Relaxation techniques can use music, the music used is gamelan music, in general gamelan music is in harmony with the age and condition of the elderly.Purpose: To determine the effectiveness of warm lemongrass compresses and gamelan music on the intensity of rheumatoid arthritis pain in the elderly in the Melania nursing home area.Method: Quantitative research with a quasi-experimental design with a one group pretest posttest approach. The research was conducted in the Melania nursing home area and carried out in April-June 2023. The population in this study was 42 elderly people who were divided into two groups, namely 21 people with warm lemongrass compresses and 21 people with gamelan music. The collection technique uses non-probability sampling with the total sample method. There are two independent variables, namely warm lemongrass compresses and gamelan music therapy. The dependent variable was rheumatoid arthritis pain intensity.Results: Based on the Wilcoxon test, a p-value of 0.00 <0.05 was obtained in both groups, namely warm lemongrass compresses and gamelan music. This can be seen from the difference in the average value before and after between the lemongrass warm compress group 3.10 down to 1.14 and the gamelan music group 3.10 down to 1.76.Conclusion: Warm lemongrass compresses and gamelan music can both reduce the intensity of rheumatoid arthritis pain in the elderly. However, warm lemongrass compresses are more effective because they contain essential oils which are useful for relieving pain, especially in joints and relaxing muscle spasms.Suggestion: This second therapy can be applied by rheumatoid arthritis sufferers to treat pain, apart from maintaining a diet, getting enough rest and exercising regularly to maintain health. Future research should include other unstudied variables associated with rheumatoid arthritis pain. Keywords: Gamelan Music; Lemongrass Warm Compress; Rheumatoid Arthritis. Pendahuluan: Rheumatoid arthritis merupakan gangguan peradangan kronis autoimun yang sering dialami oleh lansia. Untuk mengurangi kelumpuhan dan meningkatkan kualitas hidup lansia ada 2 macam pengobatan yaitu farmakologi disease modifying anti rheumatic drugs (DMARDs) dan pengobatan non-farmakologi yaitu dengan kompres hangat serai. Pengobatan tersebut berguna untuk menghangatkan sendi, anti peradangan, dan dapat memperlancar aliran darah. Teknik relaksasi dapat menggunakan musik, musik yang digunakan yaitu musik gamelan, pada umumnya musik gamelan sinkron dengan usia dan kondisi lansia.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas kompres hangat serai dan musik gamelan terhadap intensitas nyeri rheumatoid arthritis pada lansia di wilayah panti Werdha Melania.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest postest Penelitian dilakukan di wilayah panti Werdha Melania dan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 orang lansia yang dibagi menjadi dua kelompok yakni, 21 orang kompres hangat serai dan 21 orang musik gamelan. Teknik pengumpulan menggunakan non-probability sampling dengan metode total sampel. Terdapat dua variabel independen yaitu kompres hangat serai dan terapi musik gamelan. Variabel dependen yaitu intensitas nyeri rheumatoid arthritis.Hasil: Berdasarkan uji Wilcoxon di dapatkan hasil p-value 0.00 < 0.05 untuk kedua kelompok yaitu kompres hangat serai dan musik gamelan. Hal ini terlihat adanya perbedaan nilai rata rata sebelum dan sesudah antara kelompok kompres hangat serai 3.10 turun menjadi 1.14 dan kelompok musik gamelan 3.10 turun menjadi 1.76.Simpulan: Kompres hangat serai dan musik gamelan sama-sama dapat mengurangi intensitas nyeri rheumatoid arthritis pada lansia. Namun kompres hangat serai lebih efektif karena mengandung minyak atsiri yang bermanfaat untuk meredakan nyeri terutama bagian sendi dan merenggangkan kejang otot.Saran: Kedua terapi ini dapat diterapkan oleh penderita rheumatoid arthritis untuk menangani nyeri. Selain itu, agar penderita menjaga pola makan, istirahat yang cukup, dan olahraga rutin untuk menjaga kesehatan. Kepada penelitian selanjutnya agar menyertakan variabel lain yang belum diteliti yang berhubungan dengan nyeri rheumatoid arthritis. Kata kunci: Kompres Hangat Serai; Musik Gamelan; Rheumatoid Arthritis.
TINJAUAN KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS RAWAT INAP PASIEN JANTUNG DI RUMAH SAKIT PERMATA PAMULANG SUCIPTO, SUCIPTO; PRATIWI, RITA DWI; Ammari, Rieko
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2022): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Completeness of the medical resume is very important for information about the patient's identity, diagnosis and treatment received by the patient. Filling out an incomplete resume can lead to serious problems, especially when it comes to court. Completeness of the medical resume can be used to measure the quality of services provided by the hospital, measure the quality of medical records and for good documentation. Each patient who receives treatment must immediately be filled in on the medical resume. Medical resume filled out and signed by the officer providing care. In the medical resume, it must be recorded completely, the medical record officer checks the completeness of the medical resume regarding: Patient's name, date of birth, date of entry, Medical Record Number, Diagnosis, Action, DPJP Name and DPJP Signature. The purpose of this study was to determine the incompleteness of filling out the medical resume of cardiac polyclinic patients at Permata Pamulang Hospital. The research method used is descriptive. Collecting data using observation with checklists and interviews with interview guidelines. The population in this study used 53 medical record files of heart patients. The sample used is 53 samples with Total Sampling sampling technique. From the results of the study, it was found that the patient identity review was completely 100% complete, the most important review reports were 80.15% complete and some were incomplete at 19.75% and the author's authentication review was almost completely complete at 95.25% and 4.65. % almost nothing is incomplete. In addition, there are no Standart Operational Procedure related to filling out medical resumes and the lack of understanding from relevant officers about the importance of filling out medical resumes completely. Advice that can be given is should made standard operating procedures relating to charging resume. ABSTRAKLatar Belakang: Kelengkapan resume medis sangat penting untuk informasi tentang identitas pasien, diagnosis dan tindakan yang diterima oleh pasien. Pengisian resume yang tidak lengkap akan dapat mengakibatkan permasalahan yang serius terutama bila sampai ke pengadilan. Kelengkapan resume medis dapat digunakan untuk mengukur mutu pelayanan yang diberikan rumah sakit, mengukur mutu rekam medis dan untuk dokumentasi yang baik. Setiap pasien yang mendapatkan perawatan harus segera diisi di resume medis. Resume medis diisi dan ditandatangani oleh petugas yang memberi asuhan. Dalam resume medis harus dicatat dengan lengkap, petugas rekam medis memeriksa kelengkapan resume medis tentang: Nama pasien, Tanggal lahir, Tanggal masuk, Nomor Rekam Medis, Diagnosis, Tindakan, Nama DPJP dan Tanda Tangan DPJP. Tujuan Peneliti: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketidaklengkapan pengisian resume medis pasien poliklinik jantung si Rumah Sakit Permata Pamulang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi dengan lembar ceklis serta wawancara dengan pedoman wawancara. Populasi dalam penelitian ini menggunakan 53 berkas rekam medis pasien jantung. Sampel yang digunakan berjumlah 53 sampel dengan teknik sampling Total Sampling. Dari Hasil Penelitian: ditemukan pada review identitas pasien seluruhnya lengkap 100%, review laporang yang penting sebagian besar lengkap 80,15% dan sebagian kecil tidak lengkap sebesar 19,75% serta review autentifikasi penulis hampir seluruhnya lengkap sebesar 95,25% dan 4,65% hampir tidak ada yang tidak lengkap. Selain itu belum Kesimpulan: adanya SOP terkait pengisian resume medis dan kurangnya pemahaman dari petugas yang berkaitan tentang pentingnya mengisi resume medis dengan lengkap. Saran: yang dapat diberikan adalah sebaiknya dibuat SOP terkait dengan pengisian resume medis.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN RAWAT INAP PERIODE TRIWULAN IV TAHUN 2024 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TANGERANG SELATAN Christin, Rumondang; Lestari, Santi; Pratiwi, Rita Dwi; Muchtar, Riska Indria
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1147

Abstract

Claim pending for BPJS Kesehatan at the Regional General Hospital (RSUD) of South Tangerang is a significant issue, affecting the hospital's administrative and financial efficiency. Based on a preliminary study, the main causes of pending claims include incomplete documents such as service procedure reports, supporting examination results, and diagnosis revisions. This research aims to identify the factors influencing inpatient claim pendings for BPJS Kesehatan at RSUD South Tangerang. A quantitative approach with a retrospective design was used. Data were collected through document observation, questionnaires, and interviews with 14 casemix officers, along with an analysis of 224 pending claim files. The sampling technique applied was simple random sampling, and data were analyzed descriptively to identify the percentage of document incompleteness and the underlying causes of claim pending. The results showed that the implementation of the Standard Operating Procedure (SOP) for claim submission had reached 86%, although SOP socialization was still uneven. Human resources in the casemix unit were dominated by graduates of the Associate Degree in Medical Records (50%), while 7% of staff had only completed high school or equivalent. Incomplete documentation was identified as the main cause of claim pending, with incomplete diagnosis codes (53%), incomplete supporting documents (46%), and incomplete service evidence (13%).
EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI TERHADAP TINGKAT KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA DI WILAYAH DESA IWUL RW 03 PARUNG BOGOR Pratiwi, Rita Dwi; Adha, Muhammad Zulfikar; Iskandar, Arik
NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research Vol 5, No 2 (2025): NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                 ABSTRACTAddiction to online games is a pleasure in playing because it can give a sense of satisfaction, so there is a feeling of repeating enjoyable activities when playing online games. Minister of Communication and Information Rudiantara stated at the 2021 Indonesia Digital Byte (IDBYTE) ESPORTS Presidential Conference that around 40 million people play online games in Indonesia. Based on research conducted by Yee, it was found that at the age of 12-22 years as many as 64.45% of teenage boys and 47.85% of teenage girls who played online games stated that they were addicted to online games. The research purpose is to determine the effectiveness of psychoeducation on the level of online game addiction in adolescents in the iwul rw 03 parung bogor village area. This research method is a quantitative method, with a quasi-experimental research design. The research design used is a one group pretest-posttest design. The number of samples used was 52 respondents in the iwul rw 03 parung bogor village area. The results of this research showed that the average (mean) level of online game addiction before psychoeducation was carried out was 56.58 and the average (mean) value after psychoeducation was 31.38, which means that there was a decrease in the level of online game addiction. Based on the results of data analysis using the paired sample t-test in the experimental class, a value was obtained (p-value 0.000, a: 0.05). There fore Ho is rejected and Ha is accepted so it can be concluded that there is effectiveness of psychoeducation on the level of online game addiction in adolescents in the iwul rw 03 parung bogor village area. suggestion It is hoped that the results of this research can be used as a reference in developing research with different research designs and adding different variables.ABSTRAKKecanduan game online merupakan suatu kesenangan dalam bermain karena dapat memberi rasa kepuasan tersendiri, sehingga ada perasaan untuk mengulangi lagi kegiatan yang menyenangkan ketika bermain game online. Menkominfo Rudiantara menyatakan dalam Konfrensi Presiden Indonesia Digital Byte (IDBYTE) ESPORTS 2021 bahwa sekitar 40 juta orang bermain game online di Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan yee, ditemukan bahwa pada usia 12-22 tahun sebanyak 64,45% remaja laki-laki dan 47,85% remaja perempuan yang bermain game online menyatakan bahwa mereka kecanduan terhadap game online. Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui Efektivitas Psikoedukasi Terhadap Tingkat Kecanduan Game Online Pada Remaja Di Wilayah Desa Iwul RW 03 Parung Bogor. Metode Penelitian ini merupakan metode kuantitatif, dengan desain penelitian quasi eksperiment rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 52 responden di Wilayah Desa Iwul RW 03 Parung Bogor. Hasil Penelitian ini diperoleh bahwa nilai rata-rata (mean) tingkat kecanduan game online sebelum dilakukan psikoedukasi adalah 56.58 dan nilai rata-rata (mean) sesudah dilakukan psikoedukasi adalah 31.38 yang mengartikan terdapat penurunan tingkat kecanduan game online. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan uji paired sample t-test pada kelas eksperimen dinyatakan perolehan nilai (p-value 0,000, a: 0,05). Oleh karena itu Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Efektivitas Psikoedukasi Terhadap Tingkat Kecanduan Game online Pada Remaja di Wilayah Desa Iwul RW 03 Parung Bogor. Saran Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam pengembangan penelitian dengan desain penelitian yang berbeda dan menambah variabel yang berbeda.
Effectiveness of Health Promotion Through Animation Video On Knowledge And Attitudes In Stunting Prevention Among Mothers in the Baduy Tribe Pratiwi, Rita Dwi; Azahra, Jihan Najlah; Kasumawati, Frida; Romlah, Siti Novy; Poddar, Prof. Sandeep
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 8 No 3 (July 2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.2681

Abstract

Stunting is a growth and development disorder in children due to prolonged malnutrition. Prolonged malnutrition in children can lead to developmental disorders. Indicators of healthy growth include measurements such as weight, height, and head circumference, whereas development is assessed through motor abilities, social and emotional skills, language proficiency, and cognitive functions. Malnutrition can begin during pregnancy and continue in the early stages of a child’s life. Stunting experienced by children can be caused by ineffectiveness in the first 1000 days of life. The aim of the research to determine the influence of Health Promotion through Animation Video on the knowledge and attitude among mothers in efforts to prevent stunting in the Outer Baduy Tribe Area. The study employs a pre-experimental design, utilizing a single group with both pre-test and post-test assessments, with a sample size of 50 participants of purposive sampling as the method for selecting participants. Data was gathered through the use of a structured questionnaire. The p-value obtained was 0.000. Based on the findings, it can be inferred that a significant difference exists in the influence of health awareness promotion with the video animation method on the awareness and attitude of mothers in efforts to prevent stunting in the Baduy Luar Tribe Area. A significant difference exists in the influence of health awareness promotion programs with the animation video technique on the knowledge and attitude of mothers in efforts to prevent stunting in the Outer Baduy Tribe Area.
Edukasi Kesehatan pada Kader Kesehatan Mengenai Stunting dan Pencegahannya Wilayah Kerja Puskesmas Benda Baru, Tangerang Selatan Pratiwi, Rita Dwi; Andriati, Riris; Indah, Fenita Purnama Sari
Pelita Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Pelita Masyarakat Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v7i2.13860

Abstract

Stunting Incidence Over the Past Decade with 148.1 Million (22.3 Percent of Children Under 5 Years of Age Worldwide Affected) in 2022. Indonesia is included in the Third Country with the Highest Prevalence of Stunting Cases at 36.4%. The purpose of PkM is to provide health education related to stunting, its causes and prevention. In addition, it also introduced an information system related to stunting calculations. The community service activity was attended by all participants who attended a total of 53 health cadres of the Benda Baru Health Center. Activities still need to have more audience members so that the results are wider and more beneficial. The output of the implementation or solution as an indicator of the success of the program is to ask participants about the material explained during the PkM, namely the definition, causes, impacts, stunting prevention and also about calculations using stunting calculators. PkM is running smoothly. The results of the post-test score have increased compared to the pre-test score. This shows that there is an increase in public knowledge after counseling is carried out. The results of this community service are useful as a contribution of knowledge to Nursing and Public Health Promotion and Education Health Providing knowledge about stunting is expected to make children free from malnutrition and stunting.
Hubungan parenting self efficacy (pse) dengan pola asuh pada anak usia toddler di Desa Onyam Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang Ni Bodro Ardi; Rita Dwi Pratiwi; Yundah; Riza Umamah; Holidah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.68

Abstract

Parenting self-efficacy adalah penilaian diri orangtua dalam melakukan tindakan pengasuhan sesuai dengan yang disyaratkan. Pola asuh orangtua adalah interaksi antara orangtua dengan anak dalam memberikan suatu stimulasi terhadap anak dengan cara memenuhi kebutuhan anak, mendidik, membimbing, menanamkan nilai kedisiplinan pada anak baik dalam tingkah laku. Pada masa toddlerhood seorang anak dapat menghadapi beberapa tugas perkembangan yang dapat menghabiskan banyak energi dalam berinteraksi serta dapat menguras emosi. Penelitian ini dilakukan di Desa Onyam Kecamatan Gunung Kaler pada ibu yang memiliki anak usia toddler dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Bertujuan mengetahui ada tidaknya hubungan antara parenting self-efficacy dan pola asuh anak usia toddler di Desa Onyam Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang. menggunakan metode deskriptif analitik korelasi antara parenting self efficacy dengan pola asuh. Penelitian juga dilakukan pada faktor usia, status pernikahan, dan pendidikan orangtua yang berhubungan dengan parenting self efficacy dan pola asuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,6% responden berada dalam kategori yang memiliki parenting self-efficacy tinggi, sebanyak 47 responden atau 87,0% memiliki kecenderungan pengasuhan positif. Hasil uji spearmen’s rho didapatkan correlation coefficient sebesar 0,522, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang kuat dan signifikan antara parenting self efficacy dan pola asuh pada anak usia toddler. Faktor pendidikan orangtua mempunyai korelasi dengan parenting self efficacy dan pola asuh. Saran dari penelitian ini Puskesmas perlu ikut serta untuk memfasilitasi masyarakat untuk bisa meningkatkan informasi-informasi terkait pengasuhan/parenting khususnya bagi orangtua yang mempunyai anak usia toddler.
Pengaruh terapi bermain ular tangga terhadap kecemasan pasien anak usia praschool Rita Dwi Pratiwi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v1i1.70

Abstract

Rawat inap merupakan peristiwa yang sering menimbulkan pengalaman traumatik khususnya pada pasien anak yang menyebabkan terjadinya kecemasan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan pada anak yang dirawat di Rumah Sakit yaitu dengan melakukan kegiatan bermain ular tangga dengan cara mengalihkan perhatian pada permainan. Hasil studi pendahuluan pada 10 anak usia prasekolah diketahui semuanya tidak kooperatif terhadap tindakan keperawatan, semua anak mengeluarkan respon seperti menangis, meronta-ronta, memeluk ibu, mengajak pulang dan berteriak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain ular tangga terhadap kecemasan pasien anak usia praschool yang dirawat di Ruang Arya Wira Kencana RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra experiment yang menggunakan data primer (lembar observasi) dan memakai metode penelitian one-group pre-posttest design dengan tujuan untuk mengetahui mengindentifikasi kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain ular tangga, data yang dikumpulkan dengan cara menggunakan lembar observasi. Jumlah sample sebanyak 30 responden anak berusia 3-5 tahun yang di rawat di Ruang Arya Wira Kencana RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang periode Januari-Oktober tahun 2020 dengan tehnik consecutive sampling. Hasil penelitian diperoleh kecemasan sebelum diberikan terapi bermain ular tangga pada pasien anak usia preschool adalah rata-rata 4,00 dan sesudah dengan rata-rata 2,00. Hasil uji statistik diperoleh nilai (p-value=0,000, α:0,05) maka dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh terapi bermain ular tangga terhadap kecemasan pasien anak usia praschool yang dirawat. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan perawat tentang pentingnya terapi bermain salah satunya dengan bermain ular tangga sebagai salah satu intervensi dalam memberikan asuhan keperawatan untuk membantu menurunkan kecemasan anak khususnya anak usia prasekolah yang mengalami perawatan.
Innovation of Prototype of Stunting Health Information System and 3D Pageflip E-Module on Stunting Preventive Knowledge and Attitude in South Tangerang Rita Dwi Pratiwi; Riris Andriati; Fenita Purnama Sari Indah
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 1 (2026): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i1.26767

Abstract

According to an analysis conducted by the World Bank Group, WHO, and UNICEF, around 144 million children who are under the age of five (21.3%) were affected by stunting worldwide in 2019. By 2022, this figure had risen to an estimated 148.1 million children (22.3%). This study aims to evaluate the health promotion interventions utilizing a prototype of a stunting health information system and a 3D pageflip e-module in enhancing attitudes and knowledge for the prevention of stunting in South Tangerang. This study applied a quantitative approach combined with a quasi-experimental design, utilizing a two-group design with a pretest and post-test measurements framework. A total of 106 individuals surveyed were included, divided equally into two groups: one group received the prototype stunting health information system intervention, and the other was provided with the 3D Pageflip e-module, comprising 53 participants for every group. The Wilcoxon test showed the prototype of the stunting health information system group showed a significant difference for knowledge (p = 0.046) and attitude (p = 0.025), and the 3D pageflip e-module group showed a significant difference in knowledge and attitude (p = 0.000). The Mann-Whitney test showed that there was a significant difference for knowledge (p = 0.000) and for attitude (p = 0.042). The effect size test for knowledge is 1.06 and for attitude 0.27. It can be concluded that the prototype of the stunting health information system and the 3D pageflip e-module effectively increase mothers' knowledge and attitudes regarding stunting prevention. Keywords: Prototype, Stunting Health Information System, 3D Pageflip E Module, Knowledge, Preventive, Attitude
Co-Authors Agus Dwi Pranata Ahmad Sudika Sanusi Al-Hafiz, Mohammad Alita, Dini Arum Amanda Rischa Ramadhina Amelia Nurul Hakim Ammari, Rieko Andini Restu Marsiwi Andriyani Rahmah Fahriati ARDIYANTI, WIDYA Arief, Ilham Aripin Asep Hidayat Astuti Astuti Astuti, Heny Azahra, Jihan Najlah Azzahra, Elsa Azzahra, Meida Beti Rianti betty betty BETTY BETTY BIMA BIMA, BIMA Chatarina Umbul Wahyuni CHINALDY, RIZKY Christin, Rumondang Deden Gumilar Nugraha Desty Alyumah Desy Darmayanti DEWI FITRIANI Dewi Fitriani Dewi, Bunga Arista Dheandra Fadlillah Jauhari Diah Permata Sari Dian Karoseri Farida Farida Fenita Purnama Sari Indah Fildza Anindya Fadhila Frili, Frili G. Gunawan Gama Bagus Kuntoadi Gina Aulia Ginting, Samaria Herawati Gita Ayuningtyas Gita Ayuningtyas Haningrum, Katarina Silvia Holidah Holidah Holidah, Holidah Humaira Fadhilah Husniati, Siti Ida Listiana Iskandar, Arik Jelika Avelia Hareva Kasumawati, Frida LESTARI, R TRI RAHAYUNING LESTARI, SANTI Listiana, Ida Lukman Handoyo Lutvianty, Dinda MAIRIZA, SANTI Miftah Parid Firmansyah Muchtar, Riska Indria Muh Firman Yudiatma Muhammad Zulfikar Adha Mutiara, Ayu Indah Ni Bodro Ardi Nita Farida Nur Hasanah Nur Hasanah Nurhaetami, Cut Intan Nurwulan Adi Ismaya Poddar, Prof. Sandeep Poddar, Sandeep Prakasa, Juansah Satya Pratama, Defi Anggara Pratama, Yusuf Apriliyansyah Pratama PUJI LESTARI Puji, Lela Kania Rahsa Purwadiansyah, Anggie Ellen Putrajaya, Fadly Putri Azzahra Putri Handayani Setyaningsih Rafika Dora Wijaya Rahayu, Safitri Rahayu, Savitri Rahmat Kurniawan Rahmawati, Lusi Ramdan, Raka Fahri Rani Aprilia Simamora Ratumas Ratih P Rini, Wahyu Sulistyo RIRIS ANDRIATI Riza Umamah Rizki Handayani Fasimi Rohanah, Rohanah Roni Saputra, Roni SAFITRI RAHAYU Sania, Sania Sansuwito, Tukimin bin Santi Lestari Sarah, Fitri Sari, Diah Ellyana Saripa Muda Im Sefta Ade Saputra Sheli, Sheli Shely Mariska Siti Novy Romlah Sri Haryanto SRI SUPAMI Sucipto Sucipto Sucipto Sucipto Sudi Dewi Asih Kusumawati Sulistyo Rini, Wahyu Sumarwati Sumarwati Sumarwati SUSI DEWIASIH KUSUMAWATI Suyono Suyono Tiara, Intan Dwi Timor Utama TITA HARDIANTI Tri Okta Ratnaningtyas Unayah, Maelia Uswatun Hasanah Uswatun Hasanah Utari Kusumawati Veri Veri Veri, Veri Wannasta Alayya Yundah