Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Kenakalan Remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang Aprilia, Feby; Renidayati, Renidayati; Herwati, Herwati; Sasmita, Heppi; Tasman, Tasman
Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri, Volume 2 No.1 Mei 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Mandiri Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jkpm.v2i1.1470

Abstract

Angka kenakalan remaja mengalami peningkatan 0,70% dapat dilihat dari tingginya kenakalan remaja seperti membolos, merokok, berkelahi, dll. Kenakalan remaja dipengaruhi beberapa factor yaitu keluarga, teman sebaya yang kurang baik, lingkungan tempat tinggal serta kecerdasan emosional yang rendah. Kecerdasan emosional mampu mengendalikan remaja dengan baik untuk membangun diri sendiri ,memahami diri sendiri dan hubungan interpersonal yang baik dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kenakalan remaja. Penelitian ini dilakukan bulan Oktober 2022-Juni 2023 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang. Desain penelitian Cross Sectional. Populasi pada yaitu 481 orang dan sampel 83 orang menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan google form. Analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan remaja mengalami kecerdasan emosional rendah (53,0%) dan remja mengalami kenakalan remaja tinggi (54,2%) ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan kenakalan remaja di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang dengan nilai (p-Value 0,012). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan melalui Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 padang pada guru Bimbingan konseling (BK) memberikan edukasi tentang cara mengatasi kenakalan remaja dengan meningkatkan kecerdasan emosional dengan cara mendorong siswa berfikir positif dan melatih cara berhubungan baik dengan orang lain.
Addressing Death Anxiety in Terminally III Patients: A Review of Current Interventions and Future Directions Roza, Defia; Sasmita, Heppi; Fadriyanti, Yessi
Frontiers on Healthcare Research Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63918/fhr.v1.n2.p39-47.2024

Abstract

particularly those facing chronic or terminal illnesses. Understanding the factors influencing death anxiety and the effectiveness of interventions is crucial for improving patient care and outcomes. This review aims to explore the psychological, social, and environmental factors contributing to death anxiety and evaluate the effectiveness of interventions designed to mitigate this anxiety. Additionally, it seeks to identify research gaps and provide recommendations for future studies. Methods: A literature search was conducted, resulting in the inclusion of ten studies focusing on different populations, including COVID-19 patients, elderly individuals in nursing homes, and terminally ill cancer patients. The studies employed various methodologies such as correlational studies, path analysis, conceptual analysis, retrospective analysis, comparative studies, and randomized controlled trials. Data were synthesized to identify common themes, methodological quality was assessed, and findings were compared and contrasted. Results: Psychological interventions, including cognitive-behavioral therapy (CBT), well-being therapy (WBT), and spiritual care programs, were found to be effective in reducing death anxiety. The design of healthcare environments also significantly impacted death anxiety, with well-designed palliative care settings providing substantial benefits. Holistic approaches addressing psychological well-being, meaning in life, self-care, and social capital were essential in managing death anxiety, especially among the elderly. However, several research gaps were identified, including the need for long-term studies, comparative effectiveness research, culturally sensitive interventions, and the potential of technology-based interventions. Conclusion: The review highlights the importance of integrated, holistic, and culturally sensitive approaches to managing death anxiety. By addressing the identified research gaps and implementing the recommended strategies, healthcare systems can enhance the quality of care for patients facing death anxiety, leading to improved patient outcomes and more compassionate end-of-life care.
LAYANAN BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN SISWA Sasmita, Heppi; Prayitno, Prayitno; Karneli, Yeni
IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Vol. 1 No. 2 (2020): IJoCE : Indonesian Journal Counseling and Education
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masa remaja membawa anak pada kebutuhan hidup yang lebih beragam dengan tingkat kesulitan yang tinggi sehingga remaja dituntut untuk mampu secara mandiri menentukan pilihan yang diambil. Pencapaian kemandirian pada remaja ini merupakan sesuatu yang tidak mudah, namun merupakan hal yang sangat penting karena masalah remaja dalam bentuk perilaku negatif dan jauh dari kemandirian. Beberapa gejala yang muncul pada anak yang menunjukkan perilaku negatif tersebut adalah adanya ketergantungan disipiln kepada kontrol luar dan bukan niat secara iklas. Kondisi saat ini sangat sulit menemukan kedisiplinan seseorang secara iklas dari hati nurani mereka. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup baik lingkungan fisik maupun sosial yang tidak terkendali. Sikap hidup yang cenderung mematuhi dan menghormati orang lain bukan karena kemanusiaan namun karena ada atribut dibelakangnya. Oleh sebab itu pentingnya kemandirian pada remaja didasarkan pada pertimbangan bahwa pencapaian kemandirian merupakan dasar menjadi oarang dewasa yang sempurna. Maka oleh sebab itu ketidakmandirian pada remaja perlu mendapatkan penanganan khusus sehingga kemandirian dapat ditingkatkan, melalui layanan konseling
Pemberdayaan Kelompok Pendamping dalam Membangun Ketahanan Psikososial Anak Pasca Bencana Ilda, Zolla Amely; Rachmadanur, N.; Sasmita, Heppi; Anggreni, Sila Dewi; Delima, Delima; Silaban, Evi Maria
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 3 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06880

Abstract

Anak merupakan kelompok rentan dalam situasi bencana yang sering mengalami masalah baik fisik maupun gangguan psikologis, hal ini karena perkembangan psikologis anak belum matang. Model Group Supportive Therapy dan program pelatihan kesiapsiagaan bencana merupakan intervensi meningkatkan kesiapsiagaan anak dan pemberdayaan masyarakat sebagai pendamping psikososial untuk memperkuat kesiapsiagaan serta pemulihan mental anak pasca bencana. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemberdayaan kelompok pendamping dalam membangun ketahanan psikososial anak pasca bencana. Metode pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk pelatihan, diskusi dan simulasi, dengan desain pre-posttest one group.. Kegiatan dilakukan di Kecamatan Sungai Tarab, sejak bulan Mei sampai dengan Oktober 2025 dengan 60 orang peserta. Data di analisis dengan uji paired t dependen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya hubungan signifikan pengetahuan peserta sebelum dan setelah pelatihan dengan p-value 0,000. Adanya kelompok Pendampingan Psikososial dan Pusat Pendampingan Psikososial Anak dapat memperkuat kolaborasi antara tim kesehatan, guru, pihak kenagarian (kader), kecamatan, pemerintah daerah (BPBD) dan masyarakat dalam membangun sistem kesiapsiagaan dan ketahanan nagari terhadap bencana.