Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Kinerja Long Term Evolution Menggunakan Metode Dynamic Soft Frequency Reuse Zulfikar Nurzain; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intersel Interference (ICI) selalu menjadi Masalah Dalam penurunan Kinerja di Teknologi LTE. Mengatasi permasalahan ICI di LTE, maka dipergunakanlah Teknik manajemen interferensi yaitu frekuensi reuse. Salah satu jenis dari freuensi reuse adalah SFR dimana membagi sel kedalam 2 bagian yaitu inner sel dan outer sel. Teknik SFR yang konvensional ini mempunyai kelemahan yaitu tidak adaptif terhadap kapasitas sel (sel load). Dengan adanya teknik Dynamic Soft Frequency Reuse (DSFR), maka sistem DSFR akan dinamis menyesuaikan beban sel. Pada penelitian di tugas akhir ini dilakukan analisis mengenai bagaimana proses mengoptimalkan subcarrier pada outer sel untuk jaringan LTE dengan metode Dynamic Soft Frequency Reuse(DSFR). Selain itu dalam penelitian ini ingin membuktikan bahwa teknik DSFR dapat memperbaiki unjuk kerja sistem dengan melakukan penyesuaian jumlah subcarrier. Teknik DSFR merupakan pengembangan dari teknik SFR karena teknik SFR dinilai kurang baik dalam mengatasi penyebaran user yang tidak seragam dan kedinamisan traffic load pada setiap outer sel di satu cluster yang berakibat turunya peformasi didalam satu cluster. Teknik ini merupakan pengembangan dari teknik SFR karena SFR memperbaiki kapasitas troughput sel tetapi tidak pada kapasitas troughput Cluster . Teknik DSFR memiliki kualitas dan kapasitas trouhput yang lebih baik dibandingkan dengan teknik SFR. Ratarata nilai SINR pada setiap user yang berjumlah 60 user pada DSFR Bernilai 9.372 dB sedangkan teknik SFR hanya mendapatkan rata-rata sebesar 1.1973 dB. Untuk rata-rata laju data tiap user dari teknik DSFR mendapatkan 1.0118 Mbps sedangkan untuk SFR hanya mendapatkan nilai 0.6493 Mbps. Tetapi dalam konsumsi daya sel tertinggi, pada teknik SFR hanya mengkonsumsi 17.6 W sedangkan pada teknik DSFR mengkonsumsi sebesar 23.66 W. dengan teknik DSFR kapasitas troughput naik sebesar. Dan konsumsi daya naik sebesar.Kata kunci : LTE, D-SFR,SFR, ICI, ISI, Sel Edge,Subcarier
Analisis Perencanaan Multi-rat Dan Non Multi-rat Pada Jaringan Lte Dan Umts Studi Kasus Kota Jakarta Pusat Kresna Dwipa Pramaditya; Achmad Ali Muayyadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi telekomunikasi nirkabel generasi ke-4 sebagai penerus jaringan 3G yang berbasis Internet Protocol (IP) serta mendukung transfer paket data dengan rate yang tinggi. Long Term Evolution (LTE) release 8 muncul sebagai teknologi broadband yang menawarkan high data rate yaitu untuk arah downlink mencapai 100Mbps, sedangkan  arah  uplink  mencapai  50  Mbps  dengan  menggunakan  bandwidth  20MHz. Perencanaan  jaringan  LTE  ini menggunakan bandwidth sebesar 20 MHz dan antena mimo 2x2 sehingga lebih berpengaruh akan management interferensi dengan kapasitas besar pula. Dalam jurnal ini Multi-RAT lebih baik dari non Multi-RAT LTE karena faktor teknologi sebelumnya. Parameter yang dianalisis pada jurnal ini ialah RSRP, C/(I+N) dan throughput. Kata Kunci : LTE, Multi-RAT, RSRP, C/(I+N)
Perancangan Dan Analisis Performansi Jaringan Lte-advanced Menggunakan Fitur Carrier Aggregation Di Kota Bandung Zulyano Rizqullah; Uke Kurniawan Usman; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerapan teknologi jaringan seluler Long Term Evolution (LTE) di Indonesia saat ini sudah cukup merata, terutama di Kota Bandung. Namun, penerapan jaringan LTE ini dirasa kurang optimal dikarenakan jaringan ini beroperasi pada frekuensi 900 MHz, yang mana pada frekuensi ini juga beroperasi jaringan seluler 2G. Hal ini menyebabkan terbatasnya bandwidth yang dapat dipakai oleh jaringan LTE sehingga berdampak pada jumlah user yang dapat dilayani pada suatu waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan teknologi dari 3GPP yang dinamakan LTE-Advanced yang mendukung fitur carrier aggregation (CA). Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan jaringan seluler LTE-Advanced menggunakan metode inter-band CA pada bandwidth 20 MHz pada frekuensi 1800 MHz dan bandwidth 20 MHz pada frekuensi 2300 MHz. Perancangan dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu coverage planning dan capacity planning di Kota Bandung dengan operator yang digunakan adalah Telkomsel. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perencanaan sebuah jaringan LTE-Advanced dengan menggunakan fitur carrier aggregation, untuk mendapatkan jaringan LTE-Advanced yang sesuai dengan Key Performance Indicator yang ditentukan. Parameter analisis yang digunakan pada penlitian ini adalah: jumlah sel, throughput, received signal reference power (RSRP), signal interference noise ratio (SINR), dan user connected. Kata kunci : LTE-Advanced, Carrier Aggregation, Coverage Planning, Capacity Planning. Abstract Long Term Evolution application in Indonesia is already distributed equally, especially in Bandung City. However, the application of LTE network is not yet optimal because LTE network is operated in 900 MHz frequency, which is also used by 2G network. This phenomenon caused the bandwidth which used in LTE network is limited and that makes the number of user that can be served is reduced. To resolve that matter, a technology from 3GPP is used which named LTE-Advanced that supports Carrier Aggregation (CA) method. In this final project, a planning of LTE-Advanced network that use inter-band CA in 1800 MHz frequency and 2300 MHz with 20 MHz bandwidth each was done. The planning was done with two methods, coverage planning and capacity planning in Bandung City with Telkomsel provider. The purpose of this experiment is to make an LTEAdvanced network with CA method to get an LTE-Advanced network that suitable within Key Performance Indicator that has been determined. Analysis parameter used in this experiment is: cell amount, throughput, received reference power (RSRP), signal interference noise ratio (SINR), and user connected. Keywords: LTE-Advanced, Carrier Aggregation, Coverage Planning, Capacity Planning
Analisa Backhaul Dan Perencanaan Sel Lte Di Tempat Wisata Kawah Putih Muhammad Perdana Bagus Hirzinda; Uke Kurniawan Usman; Nilla Rachmaningrum
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Banyak wisatawan yang datang khususnya tempat wisata kawah putih. Wisatawan tidak hanya datang ke tempat wisata tersebut tetapi wisatawan biasanya suka membuka media sosial nya untuk mengabadikan momen di media sosial dan melakukan hubungan komunikasi. Tetapi di Tempat Wisata Kawah Putih memiliki kualitas jaringan yang kurang baik karena banyaknya redaman yang disebabkan karena daerah tersebut termasuk daerah pegunungan dan memiliki hutan di sekitar tempat wisata kawah putih.diperlukan suatu perencanaan sel LTE di Tempat Wisata Kawah Putih agar pengguna layanan jaringan LTE tetap memiliki kualitas layanan yang baik di Tempat Wisata Kawah Putih. Pada paper ini,dibahas tentang perancangan jaringan LTE di tempat wisata kawah Putih yang mencakupi perancangan microwave backhaul,capacity planning,dan coverage planning. Pada hasil perencanaan microwave backhaul didapatkan availaibility >99,99% dan SES< 1 detik pada tiap link yang memiliki daya terima minimum sebesar -84 dBm. Pada perencanaan sel LTE didapatkan pada skenario 1 memiliki nilai RSSI sebesar -67,36 dBm dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,0025 km2 dan nilai BLER sebesar 0% dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,005 km2 . Untuk skenario 2 memiliki nilai RSSI sebesar -61,60 dBm dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,0025 km2 dan nilai BLER sebesar 2% dengan luas wilayah yang dicover seluas 0,005 Km2 . Kata Kunci : Microwave Backhaul,capacity planning,coverage planning,LTE,Availaibility. ABSTRACT Many tourists who come especially Kawah PutihTourist Area. Tourists not only come to the sights but tourists usually like to open their social media to capture the moment in social media and make communication links. But in White Crater Places have poor network quality because of the amount of attenuation caused by the area including the mountains and has forest around the crater white tourist. Needed an LTE cell planning in place of Kawah Putih Tour so that users of LTE network service still have good service quality at White Crater Tour. In this paper, discussed about the design of LTE network in the White Crater tourist area that includes microwave backhaul design, capacity planning, and coverage planning. In the microwave backhaul planning results obtained the availability> 99.99% and SES <1 sec on each link that has a minimum acceptance of -84 dBm. In LTE cell planning obtained in scenario 1 has a RSSI value equal -67.36 dBm with a covered area equal 0.0025 km2 and a BlER equal 0% with a covered area of 0.005 km2. For scenario 2 has RSSI value equal -61.60 dBm with a covered area equal 0.0025 km2 and a BLER value equal 2% with a covered area equal 0.005 Km2. Keywords : Microwave Backhaul,capacity planning,coverage planning,LTE,availaibility
Analisis Performansi Perencanaan Lte-unlicensed Dengan Metode Supplemental Downlink Dan Carrier Aggregation Di Wilayah Jakarta Pusat Andi Achmad Akbar Wisani; Uke Kurniawan Usman; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah resmi membuka layanan akses internet berkecepatan tinggi yang kerap disebut 4G Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE pada spektrum 1800 MHz. Komersialisasi 4G LTE pada frekuensi 1800 MHz yang telah dilakukan dipastikan akan berdampak pada ketersediaan spektrum di masa depan. Oleh karena itu diperlukan teknologi LTE Advanced yang mampu menggabungkan beberapa spektrum frekuensi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan LTE in Unlicensed Spectrum (LTE-U) dengan metode Carrier Aggregation (CA). Pada Tugas Akhir ini perancangan LTE-U dibuat dengan 2 skenario, yaitu supplemental downlink dan carrier aggregation. Perancangan LTE-U ini dilakukan dengan menggunakan bandwidth 20 MHz di frekuensi licensed 1800 MHz (primary cell) dan 5 MHz di frekuensi unlicensed 2.4 GHz. Perancangan ini dilakukan dengan studi kasus wilayah Jakarta Pusat dengan menggunakan dengan Telkomsel sebagai operatornya. Perancangan ini dilakukan dengan metode planning by capacity dan planning by coverage. Pada Tugas Akhir ini didadapatkan bahwa metode yang paling cocok untuk diterapkan di wilayah Jakarta Pusat adalah metode carrier aggregation by capacity planning dengan jumlah eNodeB 36 site. Pada simulasi, metode ini memiliki rata-rata signal level sebesar -75.36 dBm, rata-rata CINR level sebesar 13.39 dB, presentase user connected 89.4%, serta rata-rata throughput sebesar 5570,69 Mbps. Keyword : LTE-U, WiFi, 1800MHz, 2.4 GHz, 5 GHz, Dimensioning
Analisis Perancangan Jaringan Long Term Evolution Advanced Carrier Aggregation Dengan Menggunakan Antena Mimo 2x2 Dan 4x4 Kota Bandung Ganang Arifian; Achmad Ali Muayyadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LTE Advanced Feature adalah penggabungan antara wifi dan cellular data, maka output data ratenya akan menjadi double. LTE Advanced merupakan teknologi generasi ke 4 (4G) yang memberikan fitur-fitur terbaru demi mencapai data rate yang tinggi. Data rate untuk LTE Advanced diharapkan mencapai 1 Gbps untuk sisi downlink dan 300 Mbps untuk sisi uplink. Salah satu fitur yang menjadi faktor bertambahnya data rate adalah dengan teknik Carrier Aggregation. Fitur ini dapat menggabungkan dua atau lebih komponen carrier dengan bandwith maksimum sebesar 20 MHz per carrier baik dalam satu band frekuensi maupun berbeda. Antena MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan sistem komunikasi yang menggunakan lebih dari satu antena dimana keduanya berfungsi sebagai transmiter dan receiver secara bersamaan. Dalam jurnal ini penggunaan carrier aggregation dapat mengoptimalkan frekuensi existing yang saat ini masih ditempati teknologi GSM.Parameter yang dianalisis pada jurnal kali ini adalah RSRP, CINR, Connected user dan Throughput. Kata Kunci : LTE Advanced, Carrier Aggregation, MIMO
Perencanaan Jaringan Lte-advanced Pro Menggunakan Metode Licensed Assisted Access Dengan Menggabungkan Spectrum Licensed Di Frequency 1800 Mhz Dan Unlicensed Di 5 Ghz Arif Mubarok; Uke Kurniawan Usman; Galih Purnomo Fitrianto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan internet mobile terus meningkat dengan rata-rata usia produktif menghabiskan 3 jam per hari melalui perangkat mobile. Banyaknya aktivitas didalam ruangan semakin banyak jumlah smartphone dan trafik yang berarti lonjakan besar pada langganan seluler. Seiring dengan meningkatnya lalu lintas data yang sangat besar dan kelangkaan spektrum yang tersedia serta beban biaya lisensi tinggi, penyedia layanan nirkabel merespons dengan melakukan penyesuaian terhadap teknologi LTE. Dengan hadirnya LTE-AP yang didukung spekturm unlicensed operator telkomsel bisa menikmati spectrum unlicensed untuk meningkatkan kapasitas dan throughput. Pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan jaringan LTE-Advanced Pro menggunakan metode Licensed Assisted Access dengan menggabungkan spectrum unlicensed 20 MHz di band 36 (5180 MHz) dan sprectrum licensed 20 MHz di band 3 (1800 MHz). Untuk melihat peningkatan performansi penggunaan Licensed Assisted Access, dilakukan perencanaan Jaringan LTE-Advanced Pro non Licensed Assisted Access pada bandwidth 20 MHz di band 3 (1800 MHz). Dalam melakukan perencanaan jaringan LTE-AP, dilakukan analisis dan simulasi menggunakan software U-Net V500. Hasil simulasi untuk perencanaan jaringan LTE didapat nilai rata-rata RSRP ≥ -77.71 dBm, SINR ≥ 11.88 dB, Throughput ≥ 37.079 Mbps dan User connected = 98.00%, sedangkan LTE-AP didapatkan nilai rata-rata RSRP ≥ -73.51 dBm, SINR ≥ 17.02 dB, Throughput ≥ 49.739 Mbps dan User connected = 100,00%. Berdasarkan standart key performance indicators (KPI) operator Telkomsel, Dari hasil simulasi menggunakan software U-Net v500 perencanaan jaringan LTE dan LTE-AP mencapai standart KPI yaitu rata-rata throughput mencapai ≥ 12 Mbps dan user connected ≥ 90%. Berdasarkan hasil simulasi, perencanaan jaringan LTE-AP sangat baik untuk di implementasikan di kota bandung, karena dapat menjadi solusi keterbatasan spektrum operator serta performansi jaringan yang dihasilkan sangat baik dari sisi coverage dan capacity. Kata kunci : LTE-Advanced Pro, LTE_ Licensed Assisted Access, RSRP, SINR, Throughput, user connected. Abstract Mobile Internet usage continues to increase with an average age of productive spending 3 hours per day via a mobile device. The number of activities in the room, the more the number of smartphones and traffic which means a big spike in mobile subscriptions. Along with the increasing data traffic is very large and the limited spectrum available for wireless service providers to respond by making adjustments to the LTE technology. With the presence of LTE-AP supported spectrum unlicensed operator Telkomsel can enjoy the spectrum unlicensed to increase capacity and throughput. In this final project LTE-Advanced Pro network planning using Licensed Assisted Access method by combining 20 MHz spectrum unlicensed in band 36 (5180 MHz) and sprectrum licensed 20 MHz in band 3 (1800 MHz). To see the improved performance of Licensed Assisted Access usage, LTE Network planning is done using 20 MHz bandwidth in band 3 (1800 MHz). In conducting LTE-AP network planning, analysis and simulation using U-Net software V500. The simulation result for LTE network planning got the average value of RSRP ≥ -77.71 dBm, SINR ≥ 11.88 dB, Throughput ≥ 37,079 Mbps and User connected = 98.00%, while LTE-AP got the average RSRP ≥ -73.51 dBm, SINR nilai 17.02 dB, Throughput ≥ 49.739 Mbps and User connected = 100.00%. Based on the standard key performance indicators (KPI) Telkomsel operators, From the simulation results using U-Net v500 software LTE and LTE-AP network planning reached the standard of KPI that average throughput reaches ≥12 Mbps and user connected ≥ 90%. Based on the simulation results of LTE and LTE-AP network planning, LTE-AP network planning is better to be implemented in bandung city, because it can be a solution to the limitations of the operator spectrum and the network performance is very good in terms of coverage and capacity. Kata kunci : LTE-Advanced Pro, LTE_ Licensed Assisted Access, Reference Signal Received Power
Analisis Data Failure Pada Jaringan Coverage Area Lte Di Daerah Cisitu Bandung Ida Retnowati; Uke Kurniawan Usman; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Data failure terjadi ketika user ingin melakukan pengiriman data, namun terjadi kegagalan untuk sampai pada transmitter. Hal ini terjadi disebabkan adanya obstacle yang menghalangi antara transmitter dengan receiver. Analisis penyebab terjadinya data failure pada jaringan LTE dengan metode drive test pada sample daerah dengan analisis area focus zone, yaitu daerah Cisitu, Kota Bandung. Parameter yang ditinjau yaitu RSRP, SINR, mean throughput dan rehect user. Dimana parameter tersebut akan dibandingkan dengan nilai Key Performance Indicator (KPI). Berdasarkan hasil analisis dan simulasi didapatkan peningkatan pada setiap parameter, sehingga mencapai target nilai KPI. Hasil permasalahan low RSRP setelah hasil perbaikan mengalami kenaikan dari 71,835% > 100 dBm menjadi 90,207% > -100dBm. Hasil permasalahan low SINR setelah hasil perbaikan mengalami kenaikan dari 84,287% > 5 dB menjadi 91,48% > 5 dB. Hasil permasalahan low mean throughput setelah hasil perbaikan mengalami kenaikan dari 17,6 Mbps menjadi 28,3 Mbps. Serta hasil permasalahan reject user setelah hasil perbaikan mengalami kenaikan dari 7% menjadi 0,1%. Kata Kunci : drive test, RSRP, SINR, mean throughput, Key Performance Indicator Abstract Data failure occurs when the user wants to send data, but there is a failure to arrive at the transmitter. This happens because of an obstacle blocking between the transmitter and the receiver. Analysis data failure in LTE network with drive test method in the sample area with focus zone area analysis, namely Cisitu, Bandung. The parameters reviewed are RSRP, SINR, mean throughput and rehect user. Where the parameters will be compared with the Key Performance Indicator (KPI). Based on the analysis and simulation results obtained an increase in each parameter, so as to achieve the target value of KPI. Low RSRP problem result after improvement result from increase of 71,835%> 100 dBm to 90,207% -100dBm. The result of low SINR problem after improvement result has increased from 84.287%> 5 dB to 91.48%> 5 dB. Low mean throughput after improvement results improved from 17.6 Mbps to 28.3 Mbps. And the results of reject user problems after the improvement results increased from 7% to 0.1%. Keyword : drive test, RSRP, SINR, mean throughput, Key Performance Indicator
Analisa Perencanaan Indoor Wifi Ieee 802.11n Pada Stadion Si Jalak Harupat Abdul Aziz N N; Uke Kurniawan Usman; Yuyun Siti Rohmah
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stadion Si Jalak Harupat merupakan areal lapangan pertandingan bola bertribun dan berkapasitas penonton cukup besar di Indonesia. Data kapasitas penonton berdasar jumlah kursi yang di dapat dari Pengelola Si Jalak Harupat berjumlah 27.166 buah. Stadion Si Jalak Harupat di bangun mulai januari 2003 dan diresmikan pada 26 April 2005. Pembangunan tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi tim sepakbola Kota dan Kabupaten Bandung memiliki homebase. Penelitian yang dilakukan pada bulan Maret 2016 menunjukkan bahwa Stadion Si Jalak Harupat sebagai pusat aktivitas keolahragaan di area Kabupaten Bandung yang belum ter-cover WiFi sehingga perlu adanya perancangan WiFi dalam bangunan tersebut. Penelitian ini melakukan perhitungan capacity planning dan coverage planning untuk menentukan jari-jari sel, luas sel yang kemudian mendapatkan jumlah access point setiap tribun penonton di Stadion Si Jalak Harupat. Jumlah access point yang didapatkan, kemudian disimulasikan menggunakan simulator RPSv5.4 dengan parameter frekuensi 2.4 Ghz menggunakan model propagasi COST 231 Multiwall. Informasi hasil simulasi penempatan access point yang dilakukan berupa grafik ratarata coverage area, serta grafik nilai SIR pada perencanaan. Hasil yang didapat berdasarkan perhitungan capacity, coverage planning serta simulasi yang dilakukan berupa penambahan jumlah access point serta pergeseran letak access point agar seluruh area dapat ter-cover dengan baik. Kata Kunci : access point, capacity planning, coverage planning, WiFi
Analisa Reduksi Papr Pada Ofdm Dengan 64 Qam Menggunakan Transformasi Wavelet Avirian Candra Emanuel; Dharu Arseno; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penerapannya OFDM sering digunakan untuk sistem transmisi nirkabel, karena ketahanannya terhadap multipath fading. Namun permasalahan yang timbul pada implementasi OFDM adalah nilai peak-to average power ratio (PAPR) yang terlalu tinggi. Hal ini berdampak pada sub-carrier menjadi tidak ortogonal yang merupakan efek dari distorsi non-linier pada bentuk gelombang yang menyebabk an inter-block interference (IBI), sehingga dibutuhkan guard time yang berdurasi lebih panjang dibandingkan response impulse akibatnya efisiensi spektrum serta perfomansi sistem berkurang. Transformasi wavelet merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk melakukan reduksi`pada peak-to average power ratio(PAPR). Tujuannya seperti proses filtering yaitu untuk memisahkan komponen frekuensi tinggi dan frekuensi rendah, hal ini diharapkan dapat mereduksi PAPR. Untuk jenis wavelet yang dipergunakaan adalah keluarga biorthogonal dan orthogonal wavelet.. Dari penelitian ini didapatk an reduksi PAPR terbaik didapatkan dari wavelet reversebior yaitu rbior5.5 yaitu sebesar 1.017 dB dengan nilai BER 0.00579. Untuk keluarga biorsplines reduksi PAPR terbaik didapatkan dari bior3.5 yaitu sebesar 1 dB dengan nilai BER 0.07685. Keluarga daubechies melakukan reduksi PAPR sebesar 0.723 dB dengan nilai BER 0.004813. Kata kunci : OFDM, Trasformasi Wavelet, PAPR, QAM Abstract This application is often used for wireless transmission system, because of its resistance to multipath fading. However, the probelm that came out in OFDM implementation is the PAPR (Peak-to Average Power Ratio) that is too high. This affects the non-orgthogonal subcarrier wich is the effect of non-linier distortion on the waveform causing inter-block interference or IBI, sothat is take longer guard time than the impulse response, and it will decreases the s pectrum efficiency and the system performance. The wavelet transform is one of the techniques used to perform PAPR reduction. The purpose of such filtering process is to separate high frequency components and low frequency, wich is expected to reduce PAPR. The type of wavelet used in this research is the familty of the biorthogonal and the orthogonal wavelet. The result of this project, the best reduction technique of PAPR obtained wavelet reversbior is rbior5.5 that is equal to 1.017 dB with BER 0.00579. For the biorsplines family the best PAPR reduction is obtained from bior3.5 which is 1 dB with BER value 0.07685. Then the daubechies wavelet family did a PAPR reduction of 0.723 dB with BER value of 0.0048 Keywords: OFDM, Wavelet Transform, PAPR, QAM
Co-Authors Abdul Aziz N N Achmad Ali Muayyadi Ade Aditya Ramadha Adhitya, Farhan Ghifari Adnan Rachman Adriano, Rifky Awwala Adrien, Muhammad Firza Afief Dias Pambudi Ahmad Tri Hanuranto Ahsanul Gibran Aji Maulana Akbar, Fadel Akbar, Rangga Fadhillah Akhmad Hambali Aldi Ahmad Sopian Aldrin Fakhri Azhari Alfian, Qori Alimuddin, Muhammad Taufiq Andanu Bethari Putri Andhan Marhadi Andi Achmad Akbar Wisani Andi Fadil Mappareppa Andreana Yunio Prasetya Anggita Putri Lestari Ar Risqi Herlambang Raharjo Arfianto Fahmi Ari Sadewa Yogapratama Arief Kurnia Arif Mubarok Arifianto Wibowo, Tody Arinto Wibowo Ariqi, Fadhlul ARIS HARTAMAN Asdianty, Lisda Asep Mulyana Asep Mulyana Astuti , Sri AT Hanuranto Atisa, Atalarix Haikal Ats-tsaqofi, Faai`l Vero Aulia Hidayat Avenuto Detantra Avirian Candra Emanuel Azrika, Andi Zhagyta Amalia Barri, Muhammad Dimas Ibadul Bayu Septiyanto Boby Bagus Setiawan Bonaventura Karunia Husada Budi Prasetya Budi Prasetya Budi Syihabuddin Delisya Nabilla Hendrawan Dharma Winata Saputra Dharu Arseno Dhimas Syahrial Fattah Inhardy DHONI PUTRA SETIAWAN Diki Sofyan Setiawan Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dimas Rangga Wisnuadi Doan Perdana Doni Bima Saputra Dwinarto, Viswantonio Pakila Ekki Kurniawan Elmira Puspa Sari Fadhilah Natasha Fahrudin Fajar Anggoro Faisal Ahmad Ilham Nuari Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Fathurrahman, Muhammad Naufal Fazliadi Rahmatillah Fazliadi Rahmatillah Ferdy, Muhammad Fikri Ramadhan Fitra Purwandika Fitrianto, Galih Purnomo Galih Purnomo Fitrianto Galuh Prihatmoko Ganang Arifian Gandeva Bayu Satrya Hafiddudin Hafiddudin Hafidh Finandriyanto Hafidudin . Hantoro, Gunadi Dwi Hasanah Putri Hayati, Anisa Ari Heroe Wijanto Heru Syah Putra Hidayanti, Latifah Hidayat, Muh. Tri Hurianti Vidnyaningtyas Hurianti Vidyaningtyas Ida Retnowati Ikhwanul Kiram Inhardy, Dhimas Syahrial Fattah Ishak Ginting Jeremy Elivranto Partogi Tambunan Junior, David Kaffa, Rayhan Sidiq Kahayan, Fahrul Halim Jaka Keinan Shofiandieni Haryo Putri Khoiri, Muhammad Khirzan Akmal Kresna Dwipa Pramaditya Kris Sujatmoko Latifah Hidayanti Linda Meylani Lydia Desta Monika Maulana, Naufal Mirza Mitto, Antonio Abhinyano Mochammad Ijlal Wimpi Grahadi Mochtar Hernowo Moh. Rasyid Ridho MUBAROK, ARIF Muhamad Nurhamsach Pratama Muhammad Fadly Aliansyah Muhammad Fikri Fernanda Yusuf Muhammad Hafidh Muhammad Hafizh Triaoktora Muhammad Hanif Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Maulana Muhammad Perdana Bagus Hirzinda Muhammad Supiansuri Mulyadi, Rasheed Abdurrahman Nachwan Mufti Adriansyah Nachwan Nachwan Nadhasya, Athallah Favianauvally Naka Prihastya Putra Natasha, Fadhilah Nico Baihaqi Nilla Rachmaningrum Nirwan, Fadhlan Muhammad Noviwan Wicaksono Nur Andini Nur Chairil Syam Nur Fathimah Oktavianingrum, Andarista Putri Oryza Sativa Permana, R. Agus Ganda Pramudya, Naufal Handi Prasetyo, Sonny Petit Trie Pratama , Arya Purnomo , Zhikya Sekar Lutfi Purnomo, Zhikya Sekar Lutfi Purusadi Hastruman Putra, Hieronimus Mao Putra, Muhammad Rifan Aditya Putra, Reyhan Tertia Putri , Risma Amalia Putri, Risma Amalia Putu Dicky Marhtree Sapodu Merta Merta Putu Gandi Mitha Wijaya R. Bambang Cahyo Widodo R.Audio Lesmana Rafieldo, Ricky Marcelino Ramadhan , Putra Anugrah Ramadhan, Abdillah Rasheed Abdurrahman Mulyadi Renandy Rifqi Aryandara Rendy Munadi Rian Raya Riano Febrianto Ridha Muldina Negara Rina Pudji Astuti Rindengan , Matthew Jonathan El Rivalda Maulana Rivan Achmad Nugroho Riyantama, Donny Rizky Satria Rizky Satria, Rizky Rizqi , Mochamad Ilman Yassir Rusman, Muhamad Fauzi Ryan Rasyid Yusuf Ryan Rasyid Yusuf Ryan, Alden Muhammad Saesar, Malldi Silalahi, Wenner Frederikus Siregar, Muhammad Syafiq Abraar Sitanggang, Ronaldo Soritua Sri Astuti Tahta, Nyoman Gde Adhimas Taufan Zandy Andrian Tengku Ahmad Riza Tody Ariefianto Wibowo Ulfah Sulistiyani Vidya Yovita, Leanna Vita Azrina Aulia Wani Wahdania Wicaksanajati , Nuriman Wisetyo, Sakti Putro Wulan Dwi Anggraini Yaumil Chairiani Yudi Tri Jayadi Yunus, Fauzan Majid Hadi Yusuf, Hafizh Khairan Adya Yuwono, Widi Tri YUYUN SITI ROHMAH Zuhair, Alfandi Zulfi Zulfi Zulfikar Nurzain Zulfikar Nurzain Zulvan Ibnu Faqih Zulyano Rizqullah