Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kebijakan zonasi terhadap pemerataan kualitas pendidikan pada jenjang sekolah dasar dengan fokus pada konteks Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan menelaah 28 artikel nasional dan internasional, dokumen pemerintah, serta laporan lembaga pendidikan yang relevan dengan implementasi zonasi pada periode 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan zonasi efektif dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan dengan mengurangi konsentrasi siswa pada sekolah-sekolah favorit. Namun, pemerataan akses tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemerataan kualitas pembelajaran. Ketimpangan kompetensi guru, keterbatasan sarana prasarana, serta persepsi masyarakat menjadi kendala utama yang menghambat efektivitas zonasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar. Selain itu, capaian akademik siswa menunjukkan tren yang beragam, di mana beberapa sekolah nonfavorit mengalami peningkatan sementara, sedangkan sekolah favorit cenderung mengalami penurunan awal akibat heterogenitas siswa. Temuan ini menegaskan bahwa zonasi memerlukan dukungan kebijakan lanjutan seperti redistribusi guru, peningkatan fasilitas di sekolah pinggiran, serta penguatan manajemen sekolah untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan yang substantif.