Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Internalisasi Nilai-Nilai Ukhuwah Islamiyah Melalui Kegiatan Rukun Kematian Nurud Dholam di Desa Glundengan Wuluhan Kabupaten Jember Zuhro, Ika Nafisatus; Fauzi, Imron
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2020): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v1i2.21

Abstract

Ukhuwah Islamiyah merupakan hubungan sesama muslim  tanpa membedakan luas dan sempitnya kapasitas hubungan, mulai dari hubungan keluarga, masyarakat sampai hubungan antar bangsa. Hal ini terbukti dengan masih banyak masyarakat yang belum mengerti atau kurangnya memahami sifat sosial seperti tolong menolong, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan kematian, da ada beberapa masyarakat yang ditinggalkan kurang mampu, sehingga belum terlaksa-nanya dengan   baik   kegiatan   mengurus   jenazah.   Penelitian ini dilakukan: (1) untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan Rukun Kematian Nurud Dholam di Desa Glundengan Wuluhan, (2) untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kegiatan Rukun Kematian Nurud Dholam di Desa Glundengan Wuluhan, dan (3) untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat kegiatan Rukun Kematian Nurud Dholam di Desa Glundengan Wuluhan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pengambilan data sampel purposive. Jenis  Pendekatan menggunakan Deskriptif. Analisis data model Miles Huberman yang meliputi: pengumpulan  data,  kondensasi  data,  penyajian  data, dan penarikan simpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini: (1) internalisasi nilai-nilai ukhuwah Islamiyah  melalui  kegiatan Rukun Kematian Nurud Dholam yaitu sudah berjalan dengan baik akan tetapi kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal keagamaan. (2) Bentuk- bentuk kegiatan Rukun Kematian Nurud Dholam adalah mengurus jenazah, membersih-kan area makam, sosialisasi, penggalian dana, dan pemeliharaan aset Rukun Kematian yaitu berbentuk pohon sengon. (3) Faktor pendukung kegiatan Rukun Kematian Nurud Dholam adalah adanya dorongan  baik  dari  pemerintah  desa  maupun  masyarakat,  untuk saling  bergotong  royong.  Sedangkan  factor  penghambat  kegiatan RUKEM Nurud Dholam adalah kurangnya kesadaran masyarakat, dan sangat minimnya pemberdayaan masyarakat. Kata kunci: internalisasi nilai-nilai ukhuwah islamiyah, rukun kematian  Ukhuwah Islamiyah is a relationship between Muslims without distinguishing the breadth and narrowness of the capacity of relations, ranging from family relations, community relations between nations. This is proven by the fact that there are still many people who do not understand or lack understanding of social characteristics such as helping, especially in matters relating to death, and there are some people who are left disadvantaged, so that they have not properly carried out the care of the corpse. From this research was carried out to describe the internalization of the values of Ukhuwah Islamiyah through the activities of the Pillars of Death Nurud Dholam in Glundengan Wuluhan Village, to describe the forms of the activities of the Pillars of Death of Nurud Dholam in Glundengan Wuluhan Village, to describe the supporting factors and the activities of the Pillars of Death Nurud Dholam inhibiting the activities of the Pillars of Death (Rukem) Nurud Dholam in Glundengan Wuluhan Village. This research method uses qualitative research, using purposive sample data collection techniques. This type of approach uses descriptive. Analysis of Miles Huberman model data which includes: data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. While checking the validity of the data using triangulation (sources and techniques). So that this study concluded: (1) internalisation of ukhuwah Islamiyah values through the Pillars of Death Nurud Dholam that is already going well but the lack of public awareness in religious matters. (2) The forms of the Rukun Death activity of Nurud Dholam are taking care of the body, cleaning up the grave area, socializing, raising funds, and maintaining Pillars of Death assets, namely in the form of sengon trees. 3) Supporting factors for the activities of Pillars of Death Nurud Dholam are the encouragement from both the village government and the community to work together. Whereas the inhibiting factor of Pillars of Death Nurud Dholam's activities was the lack of public awareness, and the very lack of community empowerment.
Penggunaan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Al-Muhajirin Purwakarta Nadiah, Nenden; Fauzi, Imron; Himmah, Faiqotul
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, July 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v1i1.1

Abstract

Penelitian ini menemukan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih acap menggunakan metode ceramah untuk berbagai materi pembelajaran, yang menyebabkan siswa bosan dan kurang bersemangat, sehingga keaktifan siswa rendah. Penelitian ini meneliti penggunaan media audio visual untuk meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran PAI di SMA Al-Muhajirin Purwakarta, tahun ajaran 2024/2025. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini terdiri dari prasiklus, siklus satu, dan siklus dua. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket keaktifan siswa. Pada prasiklus, 23% siswa menjawab keaktifan belajar mereka pada kategori "selalu," 35% "sering," 21% "kadang-kadang," dan 22% "tidak pernah". Pada siklus satu, respon meningkat menjadi 35% "selalu," 22% "sering," 21% "kadang-kadang," dan 22% "tidak pernah" keaktifan belajar. Pada siklus dua, terdapat peningkatan signifikan: 71% "selalu," 20% "sering," 6% "kadang-kadang," dan 3% "tidak pernah" aktif belajar berdasarkan pengisian angket oleh siswa. Skor rata-rata juga meningkat di setiap siklus, menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran PAI di SMA Al-Muhajirin Purwakarta. This study addresses the issue that Islamic Religious Education (PAI) lessons still rely on lectures, causing student boredom and lack of engagement, resulting in low student participation. The research investigates the use of audio-visual media to enhance student engagement in PAI at SMA Al-Muhajirin Purwakarta, academic year 2024/2025. This classroom action research (CAR) consists of pre-cycle, cycle one, and cycle two. Data was collected through observation and student engagement questionnaires. In the pre-cycle, 23% of students responded "always," 35% "often," 21% "sometimes," and 22% "never." In cycle one, responses shifted to 35% "always," 22% "often," 21% "sometimes," and 22% "never." By cycle two, responses significantly improved: 71% "always," 20% "often," 6% "sometimes," and 3% "never." The average scores also increased across cycles, showing that using audio-visual media enhances student engagement in PAI classes at SMA Al-Muhajirin Purwakarta.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Sujud Syukur, Sahwi, dan Tilawah melalui Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas VII Semester 1 SMPN 3 Klari Sanusi, Uci; Fauzi, Imron
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, July 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v1i1.10

Abstract

Penelitian Tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar PAI dan Budi Pekerti materi Sujud siswa kelas VII-G semester 1 SMPN 3 Klari-Karawang. Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa hasil belajar siswa masih belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Hal ini diperkuat dengan temuan bahwa siswa cenderung pasif dalam pembelajaran, kurang antusias dan pembelajaran cenderung berjalan searah (teacher Center). Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode demontrasi pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas VII-G di SMPN 3 Klari. Metode yang digunakan ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode ini dilakukan dengan empat tahap, yaitu Perencanaan, Tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah diterapkan metode Demontrasi mengalamai peningkatan. Rincian ketuntasan hasil belajar Pra siklus sebesar 52,17%, hasil belajar Siklus I sebesar 65%, dan hasil belajar siklus II sebesar 86%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan penerapan metode demontasi dapat meningkatkan hasil belajar PAI dan Budi Pekerti Materi Sujud. This classroom action research is motivated by the low learning outcomes of Islamic Religious Education and Character Building material of Sujud class VII-G students in semester 1 of SMPN 3 Klari-Karawang. Based on the results of observations, it was found that student learning outcomes had not yet reached the Learning Objective Achievement Criteria. This is reinforced by the finding that students tend to be passive in learning, less enthusiastic and learning tends to be one-way (teacher center). The purpose of this study is to improve student learning outcomes through demonstration methods in Islamic Religious Education and Character Building class VII-G at SMPN 3 Klari. The method used is the Classroom Action Research (CAR) method. This method is carried out in four stages, namely Planning, Action, observation and reflection. Data collection techniques use observation and tests. Data validity uses triangulation of sources and techniques. The results of the study showed that student learning outcomes after the Demonstration method was applied increased. Details of the completeness of Pre-cycle learning outcomes were 52.17%, Cycle I learning outcomes were 65%, and Cycle II learning outcomes were 86%. From these results, it can be concluded that the application of the demonstration method can improve the learning outcomes of Islamic Religious Education and Character Education on Prostration Material.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Zakat melalui Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Head Together Nurohmah, Iim; Fauzi, Imron; Himmah, Faiqotul; Mahnun, Nunu
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 2 No. 1 (2025): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, July 2025
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v2i1.60

Abstract

Pembelajaran yang efektif di kelas membutuhkan partisipasi aktif siswa yang berkontribusi pada peningkatan hasil belajar. Namun, di kelas V UPTD SDN Rawasari, hasil belajar siswa masih rendah akibat kurangnya motivasi dan rendahnya tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada materi zakat melalui penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi, sementara keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi zakat. Pada tahap pra-siklus, dari 25 siswa, hanya 12 siswa (48%) yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 13 siswa lainnya belum tuntas. Pada Siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 17 siswa (68%), sementara 8 siswa masih belum mencapai ketuntasan. Pada Siklus II, jumlah siswa yang tuntas meningkat lebih lanjut menjadi 22 siswa (88%), dengan hanya 3 siswa yang belum tuntas. Dengan demikian, terdapat peningkatan ketuntasan belajar sebesar 40% dari pra-siklus hingga Siklus II. Effective classroom learning involves active student participation, which contributes to improved learning outcomes. However, in Grade V of UPTD SDN Rawasari, students' learning outcomes remain low due to a lack of motivation and low engagement in the learning process. This study aims to analyze the improvement in learning outcomes on the topic of zakat through the implementation of the Numbered Head Together (NHT) learning model. This study employs a quantitative descriptive method with a Classroom Action Research (CAR) design. Data collection techniques include tests and observations, while data validity is ensured through triangulation. The results indicate that implementing the Numbered Head Together model can enhance students' learning outcomes in the zakat material. In the pre-cycle stage, out of 25 students, only 12 students (48%) achieved mastery learning, while 13 students did not. In Cycle I, the number of students who achieved mastery increased to 17 students (68%), while 8 students remained below the mastery level. In Cycle II, the number of students achieving mastery further increased to 22 students (88%), with only 3 students yet to reach mastery. Thus, there was a 40% increase in learning mastery from the pre-cycle to Cycle II.
Integrating Character Education into Religious Practices: The Management of Jumat Berkah and Bhakti Sosial Programs Fitria, Aliva; Rodliyah, St.; Fauzi, Imron
MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/manageria.2025.101-01

Abstract

This study explores the optimization of the Jumat Berkah (Blessed Friday) and Bhakti Sosial (Social Service) programs as strategic initiatives for managing religious activities at SMP Al Furqon Jember (Junior High School). Recognizing that religious activities should serve not only as rituals but also as transformative and educational efforts in character development, the research adopts a qualitative case study design. Data were gathered through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and examined using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings demonstrate that program implementation follows three strategic stages: value-oriented planning, participatory execution, and reflective evaluation. These programs actively engage students in each phase, cultivating empathy, social responsibility, and spiritual consciousness. The novelty of this study lies in its development of a contextual, collaborative, and reflective model of religious activity management, which integrates character education into religious practice through experiential learning. Departing from traditional top-down and ceremonial approaches, this model positions students as central agents of value internalization and transformation. The study affirms that the Jumat Berkah and Bhakti Sosial programs function as a living curriculum—merging spirituality, character formation, and educational management into a cohesive and sustainable framework.
M MANUSIA SEBAGAI SUBJEK PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF FITRAH, KEKHALIFAHAN, DAN ORIENTASI IBADAH Arifin, Bustanul; Fauzi, Imron; Haris, Abd.
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 8 No 1 (2025): PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v8i1.9582

Abstract

This paper explores the essence of Islamic education through the philosophical dimensions of ontology, epistemology, and axiology. ontologically, the human being is viewed as a spiritual-rational entity endowed with innate nature (fitrah), soul (ruḥ), intellect (ʿaql), and heart (qalb), all of which require holistic development through education. from the epistemological perspective, Islamic education recognizes divine revelation as the primary source of knowledge, complemented by reason, intuition, and experience, and is operationalized through bayani, burhani, and ʿirfani methods. axiologically, Islamic education aims to form the ideal human (insan kamil) by internalizing values such as tawḥīd, ethics (akhlāq), justice, compassion, and public welfare. the integration of these three philosophical foundations positions Islamic education as a transformative system that advances not only scientific knowledge but also moral character and civilizational integrity. this study concludes by recommending a revitalized, integrative, and value-based Islamic educational model capable of addressing contemporary global challenges.
Implementasi Program Mu'adalah Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Kabupaten Jember: Implementation of the Mu'adalah Program at Baitul Arqom Islamic Boarding School, Balung, Jember Regency Fauzi, Imron
Fenomena Vol 17 No 1 (2018): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v17i1.283

Abstract

-
Implementasi Ujian Pendidikan Agama Islam Berbasis CBT dalam Program One Student One Laptop di MTs. Zainul Hasan Balung Fauzi, Imron; Dhevin M.Q Agus Puspita W
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 7 No. 2 (2025): AUGUST
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v7i2.6669

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya studi mengenai implementasi ujian berbasis komputer (CBT) dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), padahal fenomena ini memiliki dampak signifikan terhadap transformasi pembelajaran digital di lingkungan madrasah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital diintegrasikan dalam evaluasi pembelajaran PAI melalui program One Student One Laptop (OSOL) di MTs Zainul Hasan Balung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan informan kunci yang dipilih melalui purposive sampling, yaitu kepala madrasah, wakil kepala kurikulum, kepala program kelas unggulan, guru PAI, operator IT, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CBT dalam program OSOL meningkatkan efisiensi, objektivitas, dan literasi digital dalam evaluasi PAI. Selain itu, program ini berdampak positif terhadap gaya mengajar guru, keterlibatan siswa, serta kepercayaan wali murid terhadap sistem evaluasi digital. Temuan ini sejalan dengan tujuan penelitian dan mendukung integrasi prinsip evaluasi modern dalam pendidikan agama. Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa CBT yang didukung oleh infrastruktur OSOL berperan penting dalam modernisasi sistem penilaian pendidikan Islam. Kontribusi teoretis mencakup kontekstualisasi penilaian digital dalam mata pelajaran berbasis nilai, sementara kontribusi praktis memberikan arahan bagi pemimpin madrasah dan pembuat kebijakan dalam mereplikasi inovasi serupa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang, implementasi lintas wilayah, serta strategi pelatihan guru dalam pengembangan soal digital
Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Pengembangan Profesionalitas Guru di MTs Plus Baitussalam Banyuwangi Izzah, Nur Aqidatul; Fauzi, Imron
MANAGIERE: Journal of Islamic Educational Management Vol 3 No 2 (2024): MANAGIERE: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Published by the Postgraduate Program in Islamic Education Management, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/managiere.v3i2.2057

Abstract

This study explores human resource management (HRM) in developing teacher professionalism at MTs Plus Baitussalam Banyuwangi, focusing on planning, implementation, and evaluation. Using a qualitative case study, data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed with Miles and Huberman’s interactive model. Findings show that in the planning stage, school leaders conducted needs, job, and workload analysis, along with identifying teachers’ strengths and weaknesses to align with institutional goals. The implementation emphasized teacher recruitment based on pedagogical, professional, social, and personal competencies, followed by development programs such as MGMP, workshops, and training. Evaluation was conducted through regular meetings, teacher performance appraisals, and feedback sessions to address weaknesses and foster innovation. The study concludes that systematic and continuous HRM effectively strengthens teacher professionalism, competitiveness, and commitment, thus contributing to improving the quality of Islamic education. Penelitian ini mengkaji manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam mengembangkan profesionalitas guru di MTs Plus Baitussalam Banyuwangi dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, kepala madrasah melakukan analisis kebutuhan, jabatan, dan beban kerja serta memetakan kelebihan dan kelemahan guru untuk mendukung visi misi lembaga. Pada tahap pelaksanaan, rekrutmen guru berlandaskan empat kompetensi utama—pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian—serta dilengkapi program pengembangan seperti MGMP, workshop, dan pelatihan. Evaluasi dilaksanakan melalui rapat rutin, penilaian kinerja guru (PKG), dan forum masukan terbuka guna memperbaiki kekurangan sekaligus menumbuhkan inovasi. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen SDM yang terarah dan berkelanjutan mampu meningkatkan profesionalitas, daya saing, serta komitmen guru dalam mendukung mutu pendidikan Islam.
Comparative Analysis of Curriculum Management Practices in Indonesia and Malaysia: A Case Study of Secondary Education Systems Utami, Sri; Tsauri, Sofyan; Fauzi, Imron
Ar-Rosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam ARJMPI Vol 4, No 3, August 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/rosikhun.v4i3.33160

Abstract

This study presents a comparative analysis of curriculum management practices in secondary education systems in Indonesia and Malaysia. Employing a qualitative library research approach, it examines the governance structures, leadership roles, teacher readiness, and implementation dynamics in both countries. Indonesia’s Kurikulum Merdeka promotes decentralized and flexible curriculum management, enabling contextual innovation at the school level. In contrast, Malaysia’s centralized KSSM ensures policy standardization but limits local adaptability. The findings reveal key challenges, including policy-practice gaps, disparities in teacher competence, and constraints in leadership capacity. Through dialog with contemporary theories such as instructional leadership, teacher agency, and curriculum governance, this study identifies the need for strategic alignment between national policy and school-level implementation. The novelty of this research lies in its regional comparison, offering insights into how educational systems in the Global South manage curriculum reform. It contributes to the discourse on equity, decentralization, and the professionalization of educators in curriculum change.