p-Index From 2021 - 2026
5.591
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Sebatik Jurnal Inventa Jurnal ULTIMA Accounting Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Journal of Humanities and Social Studies Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan Journal of Contemporary Accounting Jurnal Riset Akuntansi Kontemporer Jurnal Paedagogy Jurnal Ilmiah Spectral Riwayah : Jurnal Studi Hadis Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Jurnal Techno Bahari ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan & Manajemen Syariah Nabawi: Journal of Hadith Studies Jurnal Public Relations (J-PR) Bulletin of Science Education Jurnal El-Thawalib Nusantara of Engineering (NOE) Universal Raharja Community (URNITY Journal) Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Analysis : Journal of Education Jurnal Komprehenshif Pedagogik : Jurnal Pendidikan dan Riset Khidmat : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat : Kreasi Mahasiswa Manajemen Journal of Islamic Thought and Philosophy Jurnal Kualitas Pendidikan Kreano, Jurnal Matematika Kreatif Inovatif Jurnal El-Thawalib
Claim Missing Document
Check
Articles

Tujuan dan Sasaran Supervisi Pendidikan Ramadona Wijaya, Fadila; Hafnida Aurilie, Ukhti; Fauzi, Irfan
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan profesionalisme pendidik. Penelitian ini mengkaji tujuan serta sasaran supervisi pendidikan berdasarkan berbagai sumber akademik terbaru. Secara umum, supervisi pendidikan bertujuan memberikan bimbingan teknis kepada guru, memperkuat kepemimpinan yang demokratis, serta meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah. Sementara itu, sasaran supervisi meliputi pengembangan kurikulum, peningkatan metode pengajaran, serta penguatan profesionalisme tenaga pendidik dan staf sekolah. Dengan penerapan supervisi yang optimal, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih kondusif dan berkualitas.
Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan Lubis, Nabila Azmi; Septia Nurrahmah, Anggun; Cindy Audina, Nadya; Fauzi, Irfan
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pendidikan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Dalam implementasinya, supervisi pendidikan harus berlandaskan prinsip-prinsip yang kuat agar efektif dan berdaya guna. Artikel ini membahas sembilan prinsip utama supervisi pendidikan, yaitu prinsip ilmiah, demokratis, praktis, fungsional, kooperatif, konstruktif dan kreatif, realistik, progresif, serta inovatif. Prinsip ilmiah menekankan pada penggunaan metode berbasis data dan analisis yang objektif. Prinsip demokratis mendorong keterlibatan aktif semua pihak dalam proses supervisi. Prinsip praktis menitikberatkan pada penerapan yang mudah dan relevan di lapangan. Prinsip fungsional memastikan bahwa supervisi benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Prinsip kooperatif menekankan kerja sama antara supervisor dan guru. Prinsip konstruktif dan kreatif bertujuan memberikan solusi serta mendorong inovasi dalam pembelajaran. Prinsip realistik memastikan bahwa supervisi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. Prinsip progresif mengarah pada perbaikan berkelanjutan, sedangkan prinsip inovatif menuntut adanya pembaruan dalam strategi supervisi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, supervisi pendidikan dapat berjalan lebih optimal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme tenaga pendidik.
Konsep, Tujuan, Komponen, dan Jenjang Akreditasi Azzahra, Aulia Laila; Sinaga, Riza Wahyuni; Fauzi, Irfan
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akreditasi merupakan suatu proses sistematis yang bertujuan untuk mengevaluasi dan menjamin mutu suatu lembaga atau program pendidikan berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh badan berwenang. Proses ini bukan sekadar penilaian administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi terhadap perbaikan berkelanjutan, transparansi, dan akuntabilitas publik. Pedoman akreditasi menjadi instrumen normatif yang memberikan arah, standar, dan indikator kinerja yang harus dipenuhi oleh lembaga. Tujuan utama dari akreditasi mencakup peningkatan mutu pendidikan, perlindungan bagi masyarakat pengguna layanan, serta penguatan tata kelola dan daya saing institusi. Dalam implementasinya, akreditasi mencakup berbagai komponen penilaian seperti visi, misi, tata pamong, sumber daya manusia, keuangan, sarana prasarana, pembelajaran, serta luaran dan capaian. Setiap komponen tersebut dianalisis guna memperoleh gambaran objektif atas kinerja lembaga. Jenjang akreditasi, yang terbagi dalam beberapa tingkatan seperti Unggul, Baik Sekali, dan Baik, menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas lembaga berdasarkan hasil penilaian tersebut.
Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Guru di Sekolah Anggriani, Bungaria; Sholihin, Ma’ruf; Fitri, Anisa; Fauzi, Irfan
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v3i2.1577

Abstract

Saat ini, terdapat beberapa guru yang mengalami banyak tekanan sehingga membuatnya stres yang berakibat pada kinerja yang buruk. Salah satunya adalah tidak profesional dalam hal mengajar, sehingga tidak dapat membedakan masalah internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan data analisis yang diambil dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peranan penting kepala sekolah dalam memotivasi dan meningkatkan kinerja guru melalui komunikasi yang baik dan sikap bijaksana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sikap kepemimpinan seorang kepala sekolah dan lingkungan kerja yang nyaman memiliki pengaruh terhadap peningkatan kinerja guru.
Analisis Fenomena Childfree dalam Hukum Fiqih Islam (Studi Pendekatan Konsep Niat) Fauzi, Irfan; Salamah, Daris; Anwar, Zaeni; Apni, Cut Nadila
Jurnal El-Thawalib Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-thawalib.v6i1.14800

Abstract

The phenomenon of childfree, which is the decision not to have children, has become an increasingly discussed topic in Indonesia, especially along with the influence of feminism and liberalism movements from the West. This study aims to analyze the phenomenon of childfree from the perspective of the concept of intention in Islam, in order to determine its legal status. Using the descriptive analysis method, this research highlights the importance of intention and the methods used in the practice of childfree. In Islam, intention plays a crucial role in determining the value of an action. The decision not to have children is acceptable if it is based on intentions that are in accordance with Sharia and the methods used do not contradict Islamic principles. For example, if a couple chooses not to have children due to health reasons that could endanger one of the parties, or due to considerations of greater benefit, then the decision can be justified. Conversely, if the decision is based on intentions that are not in accordance with Islamic teachings, such as unwillingness to fulfill the role of parents without justified reasons, then the practice of childfree becomes impermissible. This research confirms that the determination of the law regarding childfree should consider the intention underlying the decision and the method used. Thus, it is important for individuals and couples to understand and evaluate their intentions in the context of Islamic teachings before deciding not to have children. The results of this study are expected to provide insight for the community to be wiser in addressing the phenomenon of childfree, as well as emphasizing the importance of intention and methods that are in accordance with Sharia in every decision taken.
Perbandingan Indonesia, Malaysia, dan India Yanti, Andini Dwi; Khairani, Mifta; Saragih, Nurul Haliza; Fauzi, Irfan
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa di era global. Penelitian ini bertujuan membandingkan sistem pendidikan di Indonesia, Malaysia, dan India untuk mengidentifikasi karakteristik utama serta praktik terbaik yang relevan bagi pengembangan pendidikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui kajian literatur dan analisis kebijakan pendidikan masing-masing negara. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam kebijakan, pemerataan akses, kurikulum, dan pemanfaatan teknologi, namun tetap memiliki tujuan yang sama dalam pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik. Malaysia unggul dalam pemerataan mutu, sementara India menonjol dalam inovasi dan digitalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia dapat memperkuat mutu pendidikan dengan mengadaptasi praktik baik kedua negara sesuai konteks nasional.
Studi Kasus Negara Berkembang (Indonesia dan India) Meiliani, Dinda; Maharani, Sabila; Indriani, Tarisya; Fauzi, Irfan
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia dan India memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Di Indonesia, jenjang pendidikan terdiri atas prasekolah, dasar, menengah, dan tinggi, dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan karakter dan kompetensi. Sementara di India, pendidikan dibagi dalam sistem 5-3-2 tahun di bawah pengawasan NCERT, dengan fokus pada keterampilan dan kemandirian peserta didik. Kedua negara menghadapi tantangan seperti ketimpangan fasilitas, kualitas tenaga pendidik, serta kesenjangan akses pendidikan. Meski demikian, Indonesia dan India terus berupaya memperbaiki mutu pendidikan melalui pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas guru, dan pemanfaatan teknologi.
Analisis Konvergensi Fikih-Medis pada Khitan Laki-Laki dan Divergensi pada Female Genital Mutilation/Cutting (FGM/C) Fauzi, Irfan; Lubis, Yeni Amalia; Mariadi, Ahmad Mahrus; Rahman, Riski Taufikur
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 14 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Mafapress - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v14i2.1738

Abstract

The conflation of male circumcision and female genital mutilation/cutting (FGM/C) in public discourse has created a complex nexus of overlapping cultural, religious, and health norms. This research aims to critically and comparatively analyze both practices to delineate their fundamental distinctions. Employing a qualitative literature review of primary (jurisprudence, fatwas, law) and secondary sources (scholarly journals, reports), the findings reveal a sharp divergence. Male circumcision demonstrates a positive convergence between Islamic jurisprudence (fiqh) and medical evidence. Conversely, FGM/C reveals a dual contestation: an internal jurisprudential debate between classical and contemporary scholars over the interpretation of religious texts, and a policy-level conflict where a permissive MUI (Indonesian Ulema Council) fatwa clashes with the global medical consensus and prohibitive national law. In conclusion, the two practices are fundamentally different. Therefore, this study recommends that the government adopts the WHO’s definition of FGM/C into a binding national regulatory framework, thereby creating a single, authoritative standard across all policy sectors to protect the health rights and bodily integrity of women and children.
Contribution of Philosophical Truth Theory in Strengthening Hadith Science Fauzi, Irfan
Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 3 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jitp.2024.3.1.153-169

Abstract

In the line of life, humans have knowledge (epistemology) and truth that they believe in, but can this be accounted for? Therefore, these two objects have become mainstream in the branches of philosophy. And so hadith science, the standard of truth of hadith must go through very strict verification. Historically in understanding the truth there are three popular traditional of views; correspondence, coherence, and pragmatics. In the study of hadith science, it is called epistemology of hadith. This theory is very relevant as a form of interconnection of two scientific disciplines (multidisciplinary). This research is a literature review with a descriptive-analysis method. The results of research provide the conclusions that the hadith epistemological framework for testing the validation of a hadith can use these three major views; (1) correspondence (based on empirical-historical data by tracking asbab al-wurud or tarikh al-ruwwah); (2) coherence (based on the principles of mushthalah al-hadith); (3) pragmatics (mashlahah al-ummah). This theory can be a ways of tracing the historical-philosophical validity of hadith so that its truth can be legalized.
THE TRADITION OF MONDAY AND THURSDAY FASTING AT PERAK PRENGGAN MOSQUE, KOTAGEDE: A LIVING HADITH STUDY Fauzi, Irfan; Saputri, Anggi Setiyani; Supriyanto, Supriyanto
Nabawi: Journal of Hadith Studies Vol 3, No 1 (2022): Nabawi: Journal of Hadith Studies
Publisher : LP2M Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55987/njhs.v3i1.59

Abstract

Monday and Thursday fasting is the ritual worship encouraged by the Prophet Muhammad Saw. because this fasting is sunnah. So anyone who does it can get the spiritual reward. Something unique has been found in a region, to be exact around the Perak Mosque in the village of Prenggan, Kotagede. Generally, this sunah fasting was done individually as a personal charity, but the society of Prenggan do it together. Finally to deepen society’s understanding about it, the writer researches further with the approach of phenomenon and the case study that become the analysis knife to help understand the social symptoms, the cause, and the purpose of Monday and Thursday fasting culture is still preserved until now. Using descriptive-qualitative methods in living hadith study frames, this research shows that these phenomenons appear from prior experiences that see from the past to be connected through interaction among the community. Then the phenomenon evolved and sustained as an comprehension of society’s intersubjectivity that are connected to each other.Keyword: Monday and Thursday Fasting, Social Phenomenon, Living Hadith.AbstrakPuasa Senin Kamis merupakan ritual ibadah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Karena puasa ini bersifat sunnah, maka siapapun yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala. Hal unik ditemukan di suatu daerah, tepatnya sekitar Masjid Perak di dusun Prenggan, Kotagede. Lazimnya puasa sunah ini dilakukan secara individual sebagai amal pribadi. Akan tetapi, masyarakat Prenggan melakukan puasa tersebut secara kolektif (bersama-sama). Akhirnya demi mendalami pemahaman masyarakat, penulis meneliti lebih lanjut dengan pendekatan fenomenologi dan studi kasus yang menjadi pisau analisis untuk membantu memahami gejala sosial, sebab, dan tujuan tradisi puasa Senin Kamis masih dilestarikan hingga saat ini. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dalam bingkai studi living hadis, penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena ini muncul dengan didasari pengalaman-pengalaman sebelumnya yang melihat dari masa lalu dan dihubungkan melalui proses interaksi sesama masyarakat. Kemudian fenomena tersebut berkembang dan hidup lestari sebagai pemahaman intersubjektivitas masyarakat yang saling terhubung satu sama lain.Kata Kunci: Puasa Senin Kamis, Fenomena Sosial, Living Hadis.
Co-Authors Ahman Ahman, Ahman Al ‘Alam, Muhammad Panji Anugerah Amanda Saragih, Arivia Amelia, Desti Amrie Firmansyah Andika Arisetyawan, Andika Anggriani, Bungaria Anna Fitri Hindriana Anwar, Zaeni Apni, Cut Nadila Ardhiansyah, Fahmy Ardi Sanjaya Ariadi, Rika Asterina Arip, Asep Ginanjar Ash-Shiddiqi, Hasby Audina, Nadya Cindy Azzahra, Aulia Laila Azzahrah, Humairah Bachtiar, Muchamad Izaaz Hannun Chano, Jiraporn Cindy Audina, Nadya Dian Kusumawati Dian Yustisia Didi Suryadi Ellenasari, Jesica Farid Rizqi Maulana Fazhari, Firda Alivia Fitri, Anisa Fitriyani, Yani Geno, Muchamad Rizal Pua Giawa, Trisman Johan Abdi Hafiyani, Silmi Hafnida Aurilie, Ukhti Hannun, Muchamad Izaaz Hanum, Azizah Indri Handayani, Indri Indriani, Tarisya Irawan, Yusuf Cahya Irsandi, Muhammad Jaenal Arifin Junaidi Arsyad, Junaidi Khairani, Mifta Lestari, Kiki Leswarie, Alhikha Lubis, Nabila Azmi Lubis, Yeni Amalia Maharani, Sabila Mahfud, Athifah Ali Bukkar Mariadi, Ahmad Mahrus Maulidana, Fadli Meiliani, Dinda Moh. Fadllurrahman Nandang Budiman Nurrahmah, Anggun Septia Nursella, Helvy Qurina Pamungkas, Pria Aji Permatasari, Armita Prakosa, Dani Kharismawan Pua Geno, Muchamad Rizal Purwaka, Adhitya Jati Rahman, Riski Taufikur Rakhmat, Cece Ramadona Wijaya, Fadila Ridha Alamsyah Rizal Yuniar, Muhammad Salamah, Daris Salmadita, Aghniya Salsabila, Iin Saputri, Anggi Setiyani Saragih, Nurul Haliza Sari, Mia Zultrianti Septia Nurrahmah, Anggun Shiddiqi, Hasby Ash Sholihin, Ma’ruf Sidharta, Veranus Silvia Agustin Sinaga, Riza Wahyuni Sopianti, Dea Supriadi Supriadi Supriyanto Supriyanto Tarmizi Taher Tatang Herman, Tatang Tegar, Lucky Muhammad Uddin, Moh. Fuad UMAN SUHERMAN, UMAN Umisara, Elinda Wahyudin Winggowati, Sri Yanti, Andini Dwi Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa Zainun, Anisa