p-Index From 2021 - 2026
5.204
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Penggunaan Media Sosial Terhadap Pembentukan Karakter Kepemimpinan Generasi Milenial Arifin, Jaenal; Fauzi, Irfan; Giawa, Trisman Johan Abdi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat : Kreasi Mahasiswa Manajemen Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat : Kreasi Mahasiswa Manajemen
Publisher : Unpam Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/kmm.v4i3.46204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendampingan penggunaan media sosial terhadap pembentukan karakter siswa di SMK YAPIA Parung. Dalam era digital saat ini, media sosial memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kalangan siswa. Namun, pemanfaatan media sosial yang tidak bijak dapat berdampak negatif terhadap perkembangan karakter siswa. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pendampingan kepada siswa dalam menggunakan media sosial secara positif dan produktif. Kegiatan pendampingan dilakukan melalui workshop, pelatihan, dan pembelajaran langsung mengenai etika penggunaan media sosial, dampak positif dan negatifnya, serta bagaimana memanfaatkan media sosial untuk mendukung pembentukan karakter yang baik. Pendampingan ini melibatkan guru, orang tua, dan siswa sebagai peserta aktif yang bekerja sama untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat di sekolah. Hasil yang diharapkan dari pengabdian ini adalah peningkatan kesadaran siswa tentang pentingnya etika berinteraksi di dunia maya, serta kemampuan mereka untuk menggunakan media sosial secara lebih bijak, yang pada gilirannya dapat mendukung pembentukan karakter yang positif. Diharapkan bahwa pengabdian ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang media sosial, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
KONSEP DASAR SUPERVISI PENDIDIKAN Ash-Shiddiqi, Hasby; Amanda Saragih, Arivia; Fauzi, Irfan
Analysis Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pendidikan merupakan proses pembinaan dan pengawasan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan kinerja tenaga pendidik. Artikel ini membahas konsep dasar supervisi pendidikan yang meliputi pengertian, urgensi, dan perkembangannya. Supervisi pendidikan didefinisikan sebagai upaya sistematis dalam membimbing dan membantu pendidik agar dapat menjalankan tugasnya secara lebih efektif dan profesional. Urgensi supervisi pendidikan terletak pada perannya dalam meningkatkan mutu pembelajaran, membina kompetensi guru, serta menciptakan lingkungan akademik yang kondusif. Seiring dengan perkembangan zaman, supervisi pendidikan mengalami transformasi, dari model yang bersifat otoritatif menuju pendekatan yang lebih demokratis dan partisipatif. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis perubahan dan relevansi supervisi pendidikan dalam konteks pendidikan modern.
Tujuan dan Sasaran Supervisi Pendidikan Ramadona Wijaya, Fadila; Hafnida Aurilie, Ukhti; Fauzi, Irfan
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan profesionalisme pendidik. Penelitian ini mengkaji tujuan serta sasaran supervisi pendidikan berdasarkan berbagai sumber akademik terbaru. Secara umum, supervisi pendidikan bertujuan memberikan bimbingan teknis kepada guru, memperkuat kepemimpinan yang demokratis, serta meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah. Sementara itu, sasaran supervisi meliputi pengembangan kurikulum, peningkatan metode pengajaran, serta penguatan profesionalisme tenaga pendidik dan staf sekolah. Dengan penerapan supervisi yang optimal, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih kondusif dan berkualitas.
Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan Lubis, Nabila Azmi; Septia Nurrahmah, Anggun; Cindy Audina, Nadya; Fauzi, Irfan
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pendidikan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Dalam implementasinya, supervisi pendidikan harus berlandaskan prinsip-prinsip yang kuat agar efektif dan berdaya guna. Artikel ini membahas sembilan prinsip utama supervisi pendidikan, yaitu prinsip ilmiah, demokratis, praktis, fungsional, kooperatif, konstruktif dan kreatif, realistik, progresif, serta inovatif. Prinsip ilmiah menekankan pada penggunaan metode berbasis data dan analisis yang objektif. Prinsip demokratis mendorong keterlibatan aktif semua pihak dalam proses supervisi. Prinsip praktis menitikberatkan pada penerapan yang mudah dan relevan di lapangan. Prinsip fungsional memastikan bahwa supervisi benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Prinsip kooperatif menekankan kerja sama antara supervisor dan guru. Prinsip konstruktif dan kreatif bertujuan memberikan solusi serta mendorong inovasi dalam pembelajaran. Prinsip realistik memastikan bahwa supervisi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. Prinsip progresif mengarah pada perbaikan berkelanjutan, sedangkan prinsip inovatif menuntut adanya pembaruan dalam strategi supervisi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, supervisi pendidikan dapat berjalan lebih optimal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme tenaga pendidik.
Konsep, Tujuan, Komponen, dan Jenjang Akreditasi Azzahra, Aulia Laila; Sinaga, Riza Wahyuni; Fauzi, Irfan
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akreditasi merupakan suatu proses sistematis yang bertujuan untuk mengevaluasi dan menjamin mutu suatu lembaga atau program pendidikan berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh badan berwenang. Proses ini bukan sekadar penilaian administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi terhadap perbaikan berkelanjutan, transparansi, dan akuntabilitas publik. Pedoman akreditasi menjadi instrumen normatif yang memberikan arah, standar, dan indikator kinerja yang harus dipenuhi oleh lembaga. Tujuan utama dari akreditasi mencakup peningkatan mutu pendidikan, perlindungan bagi masyarakat pengguna layanan, serta penguatan tata kelola dan daya saing institusi. Dalam implementasinya, akreditasi mencakup berbagai komponen penilaian seperti visi, misi, tata pamong, sumber daya manusia, keuangan, sarana prasarana, pembelajaran, serta luaran dan capaian. Setiap komponen tersebut dianalisis guna memperoleh gambaran objektif atas kinerja lembaga. Jenjang akreditasi, yang terbagi dalam beberapa tingkatan seperti Unggul, Baik Sekali, dan Baik, menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas lembaga berdasarkan hasil penilaian tersebut.
Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Guru di Sekolah Anggriani, Bungaria; Sholihin, Ma’ruf; Fitri, Anisa; Fauzi, Irfan
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, terdapat beberapa guru yang mengalami banyak tekanan sehingga membuatnya stres yang berakibat pada kinerja yang buruk. Salah satunya adalah tidak profesional dalam hal mengajar, sehingga tidak dapat membedakan masalah internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan data analisis yang diambil dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peranan penting kepala sekolah dalam memotivasi dan meningkatkan kinerja guru melalui komunikasi yang baik dan sikap bijaksana. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sikap kepemimpinan seorang kepala sekolah dan lingkungan kerja yang nyaman memiliki pengaruh terhadap peningkatan kinerja guru.
Analisis Fenomena Childfree dalam Hukum Fiqih Islam (Studi Pendekatan Konsep Niat) Fauzi, Irfan; Salamah, Daris; Anwar, Zaeni; Apni, Cut Nadila
Jurnal El-Thawalib Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-thawalib.v6i1.14800

Abstract

The phenomenon of childfree, which is the decision not to have children, has become an increasingly discussed topic in Indonesia, especially along with the influence of feminism and liberalism movements from the West. This study aims to analyze the phenomenon of childfree from the perspective of the concept of intention in Islam, in order to determine its legal status. Using the descriptive analysis method, this research highlights the importance of intention and the methods used in the practice of childfree. In Islam, intention plays a crucial role in determining the value of an action. The decision not to have children is acceptable if it is based on intentions that are in accordance with Sharia and the methods used do not contradict Islamic principles. For example, if a couple chooses not to have children due to health reasons that could endanger one of the parties, or due to considerations of greater benefit, then the decision can be justified. Conversely, if the decision is based on intentions that are not in accordance with Islamic teachings, such as unwillingness to fulfill the role of parents without justified reasons, then the practice of childfree becomes impermissible. This research confirms that the determination of the law regarding childfree should consider the intention underlying the decision and the method used. Thus, it is important for individuals and couples to understand and evaluate their intentions in the context of Islamic teachings before deciding not to have children. The results of this study are expected to provide insight for the community to be wiser in addressing the phenomenon of childfree, as well as emphasizing the importance of intention and methods that are in accordance with Sharia in every decision taken.
Perbandingan Indonesia, Malaysia, dan India Yanti, Andini Dwi; Khairani, Mifta; Saragih, Nurul Haliza; Fauzi, Irfan
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa di era global. Penelitian ini bertujuan membandingkan sistem pendidikan di Indonesia, Malaysia, dan India untuk mengidentifikasi karakteristik utama serta praktik terbaik yang relevan bagi pengembangan pendidikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui kajian literatur dan analisis kebijakan pendidikan masing-masing negara. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam kebijakan, pemerataan akses, kurikulum, dan pemanfaatan teknologi, namun tetap memiliki tujuan yang sama dalam pembentukan karakter dan kompetensi peserta didik. Malaysia unggul dalam pemerataan mutu, sementara India menonjol dalam inovasi dan digitalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia dapat memperkuat mutu pendidikan dengan mengadaptasi praktik baik kedua negara sesuai konteks nasional.
Studi Kasus Negara Berkembang (Indonesia dan India) Meiliani, Dinda; Maharani, Sabila; Indriani, Tarisya; Fauzi, Irfan
Komprehensif Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia dan India memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Di Indonesia, jenjang pendidikan terdiri atas prasekolah, dasar, menengah, dan tinggi, dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan karakter dan kompetensi. Sementara di India, pendidikan dibagi dalam sistem 5-3-2 tahun di bawah pengawasan NCERT, dengan fokus pada keterampilan dan kemandirian peserta didik. Kedua negara menghadapi tantangan seperti ketimpangan fasilitas, kualitas tenaga pendidik, serta kesenjangan akses pendidikan. Meski demikian, Indonesia dan India terus berupaya memperbaiki mutu pendidikan melalui pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas guru, dan pemanfaatan teknologi.
Analisis Konvergensi Fikih-Medis pada Khitan Laki-Laki dan Divergensi pada Female Genital Mutilation/Cutting (FGM/C) Fauzi, Irfan; Lubis, Yeni Amalia; Mariadi, Ahmad Mahrus; Rahman, Riski Taufikur
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 14 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Mafapress - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v14i2.1738

Abstract

The conflation of male circumcision and female genital mutilation/cutting (FGM/C) in public discourse has created a complex nexus of overlapping cultural, religious, and health norms. This research aims to critically and comparatively analyze both practices to delineate their fundamental distinctions. Employing a qualitative literature review of primary (jurisprudence, fatwas, law) and secondary sources (scholarly journals, reports), the findings reveal a sharp divergence. Male circumcision demonstrates a positive convergence between Islamic jurisprudence (fiqh) and medical evidence. Conversely, FGM/C reveals a dual contestation: an internal jurisprudential debate between classical and contemporary scholars over the interpretation of religious texts, and a policy-level conflict where a permissive MUI (Indonesian Ulema Council) fatwa clashes with the global medical consensus and prohibitive national law. In conclusion, the two practices are fundamentally different. Therefore, this study recommends that the government adopts the WHO’s definition of FGM/C into a binding national regulatory framework, thereby creating a single, authoritative standard across all policy sectors to protect the health rights and bodily integrity of women and children.
Co-Authors Ahman Ahman, Ahman Al ‘Alam, Muhammad Panji Anugerah Amanda Saragih, Arivia Amelia, Desti Amrie Firmansyah Andika Arisetyawan, Andika Anggriani, Bungaria Anna Fitri Hindriana Anwar, Zaeni Apni, Cut Nadila Ardhiansyah, Fahmy Ardi Sanjaya Ariadi, Rika Asterina Arip, Asep Ginanjar Ash-Shiddiqi, Hasby Azzahra, Aulia Laila Azzahrah, Humairah Bachtiar, Muchamad Izaaz Hannun Chano, Jiraporn Cindy Audina, Nadya Dian Kusumawati Dian Yustisia Didi Suryadi Ellenasari, Jesica Farid Rizqi Maulana Fazhari, Firda Alivia Fitri, Anisa Fitriyani, Yani Geno, Muchamad Rizal Pua Giawa, Trisman Johan Abdi Hafiyani, Silmi Hafnida Aurilie, Ukhti Hannun, Muchamad Izaaz Hanum, Azizah Indri Handayani, Indri Indriani, Tarisya Irawan, Yusuf Cahya Irsandi, Muhammad Jaenal Arifin Junaidi Arsyad, Junaidi Khairani, Mifta Lestari, Kiki Leswarie, Alhikha Lubis, Nabila Azmi Lubis, Yeni Amalia Maharani, Sabila Mahfud, Athifah Ali Bukkar Mariadi, Ahmad Mahrus Maulidana, Fadli Meiliani, Dinda Nandang Budiman Nurrahmah, Anggun Septia Nursella, Helvy Qurina Pamungkas, Pria Aji Permatasari, Armita Prakosa, Dani Kharismawan Pua Geno, Muchamad Rizal Purwaka, Adhitya Jati Rahman, Riski Taufikur Rakhmat, Cece Ramadona Wijaya, Fadila Ridha Alamsyah Salamah, Daris Salmadita, Aghniya Salsabila, Iin Saputri, Anggi Setiyani Saragih, Nurul Haliza Sari, Mia Zultrianti Septia Nurrahmah, Anggun Shiddiqi, Hasby Ash Sholihin, Ma’ruf Sidharta, Veranus Silvia Agustin Sinaga, Riza Wahyuni Sopianti, Dea Supriadi Supriadi Supriyanto Supriyanto Tarmizi Taher Tegar, Lucky Muhammad Uddin, Moh. Fuad UMAN SUHERMAN, UMAN Umisara, Elinda Yanti, Andini Dwi Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa Zainun, Anisa