p-Index From 2021 - 2026
5.063
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

EFEKTIVITAS CORE STABILITY EXERCISE DAN FELDENKRAIS EXERCISE TERHADAP DERAJAT NYERI LOW BACK PAIN NON-SPECIFIC DI PUSKESMAS GODEAN 1 Lulu Salsa Billa Riadi; Fitri Yani; Shofhal Jamil
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 11: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Gangguan muskuloskeltal termasuk LBPNS merupakan penyebab disabilitas utama global. Peningkatan LBPNS berdampak pada peningkatan disabilitas dan turunnya produktifitas seseorang. CSE mengurangi nyeri melalui aktivasi otot-otot trank. Sedangkan FE merupakan salah satu metode intervensi yang direkomendasikan dalam mengatasi nyeri punggung bawah dan leher . Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh CSE dan FE terhadap derajat nyeri LBPNS di Puskesmas Godean 1. Metode : Penelitian ini bersifat quasi eksperimen dengan two group pre and post test design yang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2025 dengan total sampel berjumlah 22 pasien LBPNS di Puskesmas Godean 1 yang memenuhi kriteria inklusi dan terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok A mendapat perlakuan CSE dan kelompok B mendapatkan perlakuan FE selama 4 minggu. Pengukuran nyeri dilakukan dengan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan setelah intervensi selama 4 minggu. Hasil: Uji hipotesis I dan II menggunakan paired sample t-test menunjukan CSE dan FE efektif terhadap penurunan derajat nyeri LBPNS (p=0,00). Uji hipotesis III dengan independent sample t-test menunjukan terdapat perbedaan efektiftas antara CSE dan FE terhadap penurunan derajat nyeri dimana FE lebih efektif (p=0,00). Kesimpulan: Feldenkrais Exercise lebih efektif daripada CSE dalam menurunkan derajat nyeri LBPNS di Puskesmas Godean I.
PENGARUH PEMBERIAN TENS & TEKNIK PNF TERHADAP PENURUNAN NYERI, PENINGKATAN LGS, DAN PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA PASIEN FROZEN SHOULDER Iffah Fauzatu Zahro; Fitri Yani; Suci Muqodimatul Jannah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi Frozen shoulder didahului oleh adanya rasa nyeri, terutama rasa nyeri timbul sewaktu menggerakan bahu. Jika dibiarkan, dampaknya bisa terjadi imobilisasi jangka panjang. Gangguan Frozen shoulder biasanya terjadi pada usia dewasa akhir atau pre-lansia sampai masuk usia lansia, yaitu dari usia 40 tahun ke atas. Terutama dialami oleh wanita, dimana lebih sering menggunakan kedua lengannya untuk beraktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian TENS dan teknik PNF terhadap derajat nyeri, Lingkup Gerak Sendi (LGS), dan aktivitas fungsional bahu pada pasien Frozen shoulder. Metode: Penelitian ini bersifat quasi-experiment dengan tipe one group pre-test & post-test design yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2025 dengan total sampel yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 20 pasien. Penelitian dilakukan di puskesmas Seyegan. Sampel penelitian menerima intervensi TENS dan teknik PNF selama 4 kali pertemuan. Pengukuran nyeri dengan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), Pengukuran Lingkup Gerak Sendi (LGS) menggunakan goneometer, serta aktivitas fungsional bahu dengan kuesioner Shoulder Pain and Disability Index (SPADI). Hasil: Uji hipotesis menggunakan Paired sample t-test menunjukkan bahwa pemberian TENS dan teknik PNF secara signifikan menurunkan nyeri dengan mean pre-test dan post-test yaitu 5,33-1,33 (P=0,002), meningkatkan Lingkup Gerak Sendi (LGS) dengan mean pre-test dan post-test yaitu 72-18,6 (P=0,000), serta meningkatkan aktivitas fungsional bahu dengan mean pre-test dan post-test untuk gerakan eksternal rotasi yaitu 44,75-73,75, gerakan internal rotasi sebesar 42-61,5, gerakan abduksi sebesar 75,25-110,75, dan gerakan flexi sebesar 83,00-122,00. Masing-masing dari keempat gerakan, didapatkan nilai P=0,000. Kesimpulan: Pemberian intervensi TENS dan teknik PNF secara rutin dapat memberikan efek yang cukup signifikan.
PENGARUH TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) DAN MOBILIZATION WITH MOVEMENT TERHADAP PENINGKATAN LINGKUP GERAK SENDI PADA LANSIA KONDISI OSTEOARTHRITIS LUTUT Rahma Sheri Ramadhani; Fitri Yani; Dewi Suci Mahayati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Osteoarthritis (OA) lutut merupakan salah satu masalah muskuloskeletal degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan penurunan lingkup gerak sendi (LGS), nyeri, serta keterbatasan aktivitas fungsional. Kombinasi terapi fisioterapi seperti Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Mobilization with Movement (MWM) telah digunakan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan LGS. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh pemberian TENS dan MWM terhadap peningkatan LGS pada lansia dengan OA lutut. Metode: menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang lansia usia 50–70 tahun yang didiagnosis OA lutut di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Intervensi TENS dan MWM diberikan selama 4 minggu, sebanyak 3 kali per minggu. Pengukuran LGS dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan goniometer. Hasil: analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. asil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan LGS yang signifikan setelah pemberian intervensi TENS dan MWM dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: terdapat pengaruh signifikan pemberian TENS dan Mobilization with Movement terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada lansia dengan osteoarthritis lutut. Kombinasi kedua intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi untuk meningkatkan fungsi gerak sendi lutut pada lansia dengan Osteoarthritis