Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh formulasi pupuk cair berbasis limbah organik dan penambahan konsorsium mikroba pelarut fosfat terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) Ni Putu Yuliatiningsih; Ida Bagus Gede Darmayasa; Made Ria Defiani
Jurnal Biologi Udayana Vol 26 No 1 (2022): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2022.v26.i01.p04

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai gizi dan nilai ekonomi tinggi. Peningkatan produksi cabai dapat dilakukan dengan upaya perbaikan kesuburan tanah melalui pemupukan yang optimal dan ramah lingkungan. Air cucian beras dapat dimanfaatkan sebagai POC yang dikombinasikan dengan molase dan mikroba pelarut fosfat (MPF). Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pemanfaatan formulasi POC terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit dan menentukan perbandingan yang tepat antara air cucian beras dan molase dengan penambahan konsorsium MPF dalam memformulasi POC. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 ulangan. Perlakuan ada 7 yaitu Y1 = Kontrol I (tanpa perlakuan); Y2 = Kontrol II (POC komersial); Y3 = 5% air cucian beras + 5% molase + 10 mL konsorsium MPF; Y4 = 10% air cucian beras + 10% molase + 10 mL konsorsium MPF; Y5 = 15% air cucian beras + 15% molase + 10 mL konsorsium MPF; Y6 = 20% air cucian beras + 20% molase + 10 mL konsorsium MPF; dan Y7 = 25% air cucian beras + 25% molase + 10 mL konsorsium MPF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan Y7 memberikan respon yang baik terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit dibandingkan dengan pemberian perlakuan formulasi POC lainnya.
Penghambatan Faktor Virulensi Vibrio parahaemolyticus Menggunakan Isolat Bakteri dari Saluran Pencernaan Ikan Kerapu Siti Nurlatifah; Ida Bagus Gede Darmayasa; Pande Gde Sasmita Julyantoro; Putu Eka Sudaryatma
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.228-238

Abstract

Ikan kerapu adalah komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi pada pasar domestik dan internasional. Akan tetapi, dalam budidaya ikan kerapu masih sering ditemukan kasus penyakit vibrosis yang berdampak terhadap kerugian ekonomi akibat kematian yang ditimbulkan. Penyakit ini disebabkan salah satunya oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus yang faktor virulensinya diregulasi oleh mekanisme kuorum sensing (QS). Pencegahan penyakit bakteri selama ini sering dilakukan dengan menggunakan antibiotik yang berisiko munculnya bakteri resisten antibiotik. Salah satu upaya untuk menghindari hal tersebut adalah dengan menghambat sistem QS menggunakan bakteri pendegradasi molekul sinyal N-acyl homoserine lactone (AHL). Pada penelitian ini dilakukan isolasi kandidat bakteri pendegradasi AHL pada media menggunakan AHL komersial sebagai sumber N tunggal dan juga melakukan isolasi bakteri V. parahaemolyticus pada media Thiosulfate-Citrate-BileSalts-Sucrose Agar dari saluran pencernaan ikan kerapu. Pengaruh penambahan isolat kandidat pendegradasi AHL terhadap tiga faktor virulensi V. parahaemolyticus yaitu motilitas, produksi kaseinase dan hemolisa diuji dengan mengkultur V. parahaemolyticus dengan dan tanpa penambahan isolat pendegradasi AHL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 isolat kandidat pendegradasi AHL yaitu SNA02 dan SNA03 mampu menurunkan ketiga faktor virulensi yang diuji tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa isolat SNA02 dan SNA03 berpotensi sebagai kandidat bakteri untuk mencegah penyakit vibriosis. Hasil ini diharapkan dapat membantu pembudidaya ikan kerapu dalam mengendalikan patogenitas bakteri V. parahaemolyticus.
Pengaruh suplementasi buah dan lama fermentasi terhadap mutu organoleptik kombucha teh hitam Flavia Fionessa Falenda Shanzet; Ni Putu Indiani Sahaning Karna; Nadia Khairunnisa; Ayu Amelia; Alayna Himawan; Ida Bagus Gede Darmayasa; Yan Ramona
Cassowary Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v6.i1.194

Abstract

ABSTRACT Kombucha is a beverage made from tea as its basic ingredient and fermented by active starter of microbial consortia. The flavor of this fermented beverage is determined by many factors, such as supplementation of the main raw ingredient with various fruits, sugar, and types of tea used as its main raw ingredient. The main objective of this research was to elucidate the effect of fruit supplementation (addition of Fuji apple and strawberry) on the organoleptic quality of the products, following incubation periods of 4, 8, and 12 days. A triplicate complete randomized factorial design (types of fruits combined with incubation period) was applied in the experiment. Organoleptic tests (include taste, aroma, and color of the products) were conducted by applying quisionere method involving 7 panelis. The results showed that types of fruits and incubation period significantly affected (p<0.05) the organoleptic quality of the kombucha products. Overall, combination of stroberry and incubation period of 4 days gave the best results (p<0.05) when compared to control (commercially sold kombucha) and other treatments, indicating that such product has potential to be widely commercialized. Keywords: Alcohol, fermented beverage, fermentation, kombucha, organic acids ABSTRAK Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi yang terbuat dari bahan dasar teh setelah diinokulasi dengan mikroba starter. Cita rasa kombucha sangat ditentukan oleh penambahan suplemen, seperti gula, buah-buahan, dan jenis teh yang dipakai. Tujuan utama penelitian ini untuk mengelusidasi pengaruh penambahan jenis buah (buah apel dan buah strobery) dan lama waktu fermentasi (4, 8, dan 12 hari) terhadap kualitas organoleptik produk kombucha yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap factorial (jenis buah yang dikombinasi dengan lama fermentasi) dengan 3 kali ulangan untuk setiap kombinasi perlakuan. Uji organoleptik (rasa, warna, dan aroma) dilakukan dengan metoda kuesioner yang melibatkan 7 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis buah dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan panelis pada produk kombucha. Secara keseluruhan, perlakuan kombinasi penambahan buah stroberi dan waktu fermentasi selama 4 hari memberikan hasil terbaik, dan berbeda nyata dengan kontrol maupun perlakuan lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa produk penelitian ini berpeluang untuk dipasarkan secara luas. Kata kunci: Alkohol, asam organik, fermentasi, kombucha, minuman terfermentasi
Formulation and Application of Molasses-Based Bacterial Consortium to Degrade Waste Oil and Fat in the Environment Retno Kawuri; Ida Bagus Gede Darmayasa; I Komang Adi Widyastama; Rochmalia Juniarti Putri
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i02.p12

Abstract

Pencemaranan limbah lemak ke lingkungan perairan yang berasal dari pengolahan makanan industri, restoran dan dapur atau oleh tumpahan minyak yang tidak disengaja saat ini semakin banyak ditemukan. Hasil PUPS tahun 2020 ditemukan 3 strain bakteri yaitu Bacillus licheneformis, Bacillus coagulan dan Pseudomonas diminuta. Konsorsium mikroba merupakan campuran populasi mikroba dalam bentuk komunitas yang memiliki hubungan kooperatif, komensal, dan mutualistik. Pengujian di lapangan perlu dilakukan untuk menguji apakah hasil degradasi lemak dan minyak dari ketiga bakteri diatas mampu diaplikasikan di limbah lemak dan minyak di lingkungan. Tujuan dari penelitian untuk mencari formulasi media dan aplikasi yang tepat dari konsorsium bakteri berbahan dasar molase dan untuk mengetahui efektifitas dari formulasi media berbahan dasar molase. Penelitian ini menggunakan metode Sequence Batch Reactor (SBR), parameter fisika, kimia dan biologis meliputi pengukuran Total lemak, Pengujian Oksigen Terlarut (Dissolve Oxygen/DO), Pengujian BOD5 (Biological Oxygent Demant), Pengujian Nitrat, Pengujian Nitrit Total padatan terlarut (Total dissolve solid/TDS), dan Penghitungan Mikroba TPC, (Total Plate Count). Hasil penelitian menunjukan penurunan pada perlakuan pemberian konsorsium bakteri sebesar 80 ml/2lt ( 40 ml/lt ) limbah lemak dan minyak pada pengukuran BOD5, TDS, total lemak, nitrit dan nitrat serta populasi bakteri yang tetap tinggi pada hari ke 5 setelah perlakuan. Penelitian ini menunjukan kemampuan konsorsium bakteri berbahan dasar molase dapat digunakan sebagai agen starter pengolahan limbah lemak di lingkungan yang tercemar limbah lemak dan minyak.
Antibiogram Profiles of Pathogenic Bacteria Isolated from Clinical Specimens at Clinical Bacteriology Unit of UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali Kadek Feby Widyantari; Ida Bagus Gede Darmayasa; Ida Bagus Made Suaskara
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/10.24843/metamorfosa.2023.v10.i02.p01

Abstract

Fenomena Bakteri Resisten Antibiotik (BRA) dipicu oleh terapi antibiotik yang tidak tepat. Bakteri resisten dapat diawasi melalui surveilans pola mikroba dan kepekaannya terhadap antibiotik. Studi ini menyajikan profil sensitivitas bakteri patogen yang diisolasi dari spesimen klinis terhadap antibiotik. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan data sekunder uji sensitivitas selama periode Januari 2019–Desember 2021. Pengolahan data dengan WHONET 2021 dan perhitungan dengan Microsoft Excel 2007. Dari total 419 sampel dengan rata-rata±SD usia 40,7±17,9 tahun, 332 menunjukkan kultur positif yang mayoritas perempuan 185 (55,7%). Dominansi kultur positif oleh spesimen urin 125 (37,7%), feses 79 (23,8%), mata 49 (14,5%), swab tenggorokan 29 (8,7%), dan sputum 21 (6,3%). Isolat Staphylococcus sp. 73 (54,5%) dan Streptococcus sp. 40 (29,9%) mendominasi dari kelompok Gram positif, sedangkan kelompok Gram negatif didominasi oleh E. coli 71 (35,9%) dan EPEC 33 (16,7%). Sensitivitas bakteri Gram negatif tertinggi terhadap amikacin (83,8%), terendah terhadap erythromycin (1,5%). Pseudomonas aeruginosa menunjukkan karakteristik MDR. Sensitivitas bakteri Gram positif tertinggi terhadap doxycycline (68,6%) dan terendah terhadap cefixime (9%). Terdapat enam spesies patogen penyebab tersering infeksi nosokomial dan ditemukan peningkatan resistensi yaitu E. coli terhadap chloramphenicol, ofloxacin, levofloxacin; EPEC terhadap cefazoline, ceftriaxone, cefixime, levofloxacin; Klebsiella sp. terhadap amikacin; P. aeruginosa terhadap ceftazidime, amikacin, ciprofloxacin, gentamicin, ceftriaxone, piperacillin; S. aureus terhadap tetracycline, amoxicillin, azithromycin; Streptococci terhadap ceftazidime, erythromycin, doxycycline, dan levofloxacin.
Penentuan Minimum Inhibitory Concentration (MIC) minyak atsiri Acorus calamus terhadap Aspergillus flavus Komang Kartika Indi Swari; Ida Bagus Gede Darmayasa; I Putu Agus Hendra Wibawa
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p09

Abstract

Naskah lontar Bali merupakan dokumentasi budaya Bali masa lampau. Komponen utama daun lontar adalah selulosa. Upaya pencegahan kerusakan naskah lontar dari jamur pendegradasi selulosa seperti Aspergillus flavus sangat diperlukan untuk mempertahankan kearifan lokal Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi nilai Minimum Inhibitory Concentratiton (MIC) dari minyak atsiri daun jangu (Acorus calamus) dalam menghambat pertumbuhan A. flavus secara in vitro. Hasil yang diperoleh yaitu konsentrasi optimum minyak atsiri A. calamus sebesar 5% (v/v), dengan rata-rata diameter zona hambat 11,72 mm (kategori kuat). Nilai MIC dari minyak atsiri daun jangu dalam menghambat A.flavus yaitu 2% v/v dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 7,08 mm. Penelitian ini membuka wawasan baru dalam upaya konservasi naskah lontar Bali akibat dari kerusakan jamur pendegradasi selulosa, dengan memanfaatkan minyak atsiri tumbuhan lokal Bali yaitu daun jangu (A. calamus).
Pengaruh penambahan Lactobacillus plantarum dalam pembuatan mie kering berbahan rambut jagung manis (Zea mays var. Saccharata) Lintang Pradhanawati; Ida Bagus Gede Darmayasa; Ni Made Susun Parwanayoni
Jurnal Biologi Udayana Vol 28 No 1 (2024): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2024.v28.i01.p04

Abstract

Rambut jagung manis merupakan salah satu hasil sisa pertanian yang masih minim dalam pengolahannya. Salah satu bentuk olahan rambut jagung manis yaitu sebagai bahan dasar pembuatan mie kering. Namun produk mie yang dihasilkan memiliki kelemahan berupa umur simpan yang pendek karena adanya jamur pembusuk seperti kapang, Oleh karena itu perlu dilakukan usaha dalam menurunkan jumlah kapangnya melalui penambahan Bakteri Asam Laktat (BAL L. Plantarum). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) yaitu faktor I konsentrasi BAL (0%, 2%, 4%, 6% (v/v)) dan faktor II lama penyimpanan (0 hari, 5 hari, dan 10 hari) dengan 3 pengulangan, sehingga didapatkan 36 unit percobaan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah derajat keasaman (pH), angka kapang, dan nilai gizi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata angka kapang pada T0 sebesar 3,40±0,109 pada mie kering yang berbahan rambut jagung yang difermentasi tanpa ditambah L. plantarum. Sedangkan pada konsentrasi 2%, 4% dan 6% berturut-turut sebagai berikut 3,24±0,174; 3,30±0,240; dan 3,34±0,000. Kandungan kapang (Aspergillus sp.). Uji kadar gizi setelah penyimpanan hari ke-10 (T2) pada perlakuan konsentrasi L. plantarum 0%, 2%, 4%, dan 6 % menunjukkan kadar protein berturut-turut sebesar 16,05%; 18,13%; 20,04%; dan 20,36% bb dan kadar glukosa berturut-turut sebesar 78,87%; 83,16%; 81,56%; dan 78,84%. Secara angka populasi AKK pada mie dari rambut jagung selama penyimpanan dapat diturunkan dan kandungan proteinnya terjadi peningkatan sehingga penambahan BAL dapat digunakan sebagai food biopreservatif.
Deteksi Cemaran Bakteri pada Sampel Daging Sapi dengan Uji TPC Ratu Ayu Ningrat; Ida Bagus Gede Darmayasa; Inna Narayani
Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober : Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/arjuna.v2i5.1190

Abstract

Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar is located on Jl. Raya Sesetan No 312, Denpasar which is a place of seclusion and/or action as an effort to prevent the entry and spread of pests and animal diseases or nuisance organisms from abroad and from one area to another within the country, or exit from territory of the Republic of Indonesia. The people's need for beef is increasing, demanding more production in order to reach many consumers in various regions. This causes beef producers to pay attention to the quality of the meat to be marketed so that the meat becomes safe. The Total Plate Count (TPC) is one of the initial tests to identify the general microbial count in meat. Therefore, this study aims to determine the TPC in samples of beef that will be marketed outside Bali. There were 20 samples of beef, originating from 5 beef companies in Bali that beef outside the island of Bali through testing services from the Class 1 Agricultural Quarantine Center Denpasar. The test results stated that most of the beef samples from the five companies were contaminated with microbes. The feasibility of consuming the beef sample was declared feasible in accoaccord per 2008 SNI standard 1 x 106 CFU/g.
Uji daya hambat ekstrak daun girang-girang (Leea indica (Burm.f) Merr) terhadap bakteri Morganella morganii FNCC 0122 Made Yuni Pratiwi; Ida Bagus Gede Darmayasa; Sang Ketut Sudirga
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 1 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i01.p08

Abstract

Morganella morganii FNCC 0122 merupakan bakteri yang dapat menyebabkan foodborne disease seperti keracunan histamin. Ekstrak tumbuhan dapat digunakan sebagai bahan biopreservasi alternatif untuk mengendalikan cemaran histamin yang disebabkan oleh M. morganii FNCC 0122. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat dan golongan senyawa fitokimia pada daun girang-girang (Leea indica Burm.F) Merr. terhadap M. morganii FNCC 0122. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sumur difusi untuk memperoleh nilai konsentrasi efektif yang mampu menghambat M. morganii. Konsentrasi perlakuan yang diujikan meliputi 2%, 4%, 6%, 8%, 10% (v/v), kontrol positif (Chloramphenicol), dan kontrol negatif (etanol 96%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun girang-girang menghambat pertumbuhan bakteri Morganella morganii FNCC 0122 dengan konsentrasi efektif 10%. Skrining fitokimia menunjukkan adanya golongan senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan steroid pada esktrak daun girang-girang.
Co-Authors A.A.S. A. Sukmaningsih Alayna Himawan Alfian Siswanto Ariyanti Ni Kadek Ayu Amelia Bekti Revi Rahayu Cokorda Putra Deny Christine Sidabutar Dwi Dirgantini, Anak Agung Faldy Efriant Pangemanan Fania Agustini Flavia Fionessa Falenda Shanzet I Gede Sugita Artana I Gusti Agung Ayu Ratnawati I Gusti Ayu Laras Pratama Putri I Ketut Gede Rudita I KETUT MUKSIN I Ketut Sundra I Komang Adi Widyastama I Luh Putu Wiwin Astari I Made Dira Swantara I Made Sara Wijana I Made Sugiarta I Nyoman Winyana, I Nyoman I Putu Agus Hendra Wibawa I W BUDIARSA SUYASA I Wayan Kasa I Wayan Sudiarsa I Wayan Sukadana I.P.G. Ardhana Ida Ayu Gde Yadnyawati Ida Bagus Made Suaskara Ilham . Inna Narayani Joko Wiryatno Junita Hardini Kadek Feby Widyantari Kadek Sudarmi Komang Kartika Indi Swari Komang Krisna Lalu Muhammad Sakti Surya Jagat Lintang Pradhanawati Made Ria Defiani MADE SUSUN PARWANAYONI Made Yuni Pratiwi Martin Joni Meitini Proborini Wahyuni Nadia Khairunnisa Nasha Hadi Rahmadanty NI KADEK WIWIK SINTA DEWI Ni Komang Ayu Kumala Dewi Ni Komang Deny Julyeda Ni LUH ARPIWI Ni Luh Putu Eka Suartini Ni Made Indah Suandewi Ni Made Susun Parwanayoni Ni Putu Adriani Astiti Ni Putu Indiani Sahaning Karna Ni Putu Sinta Puspa Dewi Ni Putu Yuliatiningsih Ni Wayan Purni wirathi Ni Wayan Sudatri Nyoman Mega Antari Pande Gde Eka Mardiana Pande Gde Sasmita Julyantoro Pande Putu Purwaningsih Prayitna Dewi, Ida Ayu Putu Cindy Arista Putu Eka Sudaryatma Ratu Ayu Ningrat Retno Kawuri Rochmalia Juniarti Putri Sang Ayu Sri Satya Laksmi Utari Sang Ketut Sudirga SANG KETUT SUDIRGA Siti Didah Alawiah Siti Nurlatifah SRI LESTARI Suasthi, I Gusti Ayu Suta Arta Yan Ramona Yulita Salma Lani