Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

INSIDENSI DAN INTENSITAS BEBERAPA PENYAKIT UTAMA TANAMAN GAMBIR DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Putri, Diana; Waruwu, Arifda Ayu Swastini; Pradana, Ankardiansyah Pandu
Innofarm : Jurnal Inovasi Petanian Vol 27 No 2 (2025): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v27i2.12785

Abstract

Gambir is one of Indonesia’s superior commodities in the international market. However, problems that causes a decrease in the quality and productivity of gambir plants is disease attacks. The percentage and intensity of disease attacks on gambir plants in Lima Puluh Kota Regency have never been reported. This studi aimed termine the level of attack occurrence and intensity of diseases that attack gambir plants as basic information related to plant health status in an effort to manage diseases effectively. The study was conducted in three gambir land locations, using a survey method with Simple Random Sampling. Direct observation includes symptoms of attack, percentage and intensity of disease. The results of observations on land 1 and 2 found five main diseases namely red rust, brown spots, black spots, black mosaic and chlorosis, while on land 3 brown spot disease, dieback and black mosaic were found. The highest incidence of disease on land 1 was red rust which reached 100%, on land 2 red rust and brown spots were 100%, and on land 3 brown spot disease was 96%. The highest intensity of disease attack was red rust reaching 82% which was included in the category of very severe attacks. The high incidence and intensity of attacks of this disease are influenced by the age of the plants and the cultivation techniques used by gambir farmers, such as the lack of weed and disease control and fertilization. Keywords: Cultivation, disease intensity, gambir, red rust
Pengelolaan limbah kotoran sapi menggunakan bed vermicompost dan earthworm separator guna meningkatkan keberlanjutan usaha peternak di Desa Babatan – Jember Deviana Fitria Astuti; Damaita Afriana Br Regar; Dyah Retno Anggraini; Indah Setyowati; Raisa Wahyu Nuraini; Ankardiansyah Pandu Pradana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26687

Abstract

Abstrak Kelompok Peternak Inovatif dan Maju (PETINJU) di Desa Babatan Kabupaten Jember menghasilkan 1 ton kotoran sapi setiap bulan. Limbah tersebut belum dikelola dan cenderung berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan. Program implementasi IPTEK yang dilaksanakan bertujuan untuk mengelola limbah sekaligus meningkatkan keberlanjutan usaha kelompok PETINJU. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berurutan. Pelaksanaan program diawali dengan pemantapan aktivitas, lalu diikuti dengan edukasi dan implementasi bed vermicompost serta earthworm separator, dan diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Program ini berhasil menerapkan inovasi pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi vermikompos. Sebanyak 85% kotoran sapi pada kelompok PETINJU berhasil dikelola setiap bulannya. Berdasarkan uji t terhadap self asessment mitra, diketahui nilai p yang sangat kecil, yaitu 1,38×10-7 untuk pengetahuan, 2,47×10-4 untuk keterampilan, dan 1,36×10-6 untuk motivasi mitra, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam ketiga aspek tersebut setelah pelatihan. Hasil analisis SWOT juga menunjukkan bahwa pengelolaan limbah kotoran sapi menjadi vermikompos memiliki peluang keberlanjutan yang tinggi. Kelompok PETINJU berpotensi memperoleh peluang ekonomi baru dalam hal penjualan produk vermikompos. Pada lain sisi, pengelolaan limbah akan meningkatkan sanitasi kandang yang berimplikasi pada peningkatan keuntungan dari usaha ternak. Program ini berhasil memberikan dampak pengurangan limbah sekaligus meningkatkan potensi ekonomi kelompok PETINJU. Kata kunci: cacing; ekonomi; lingkungan; profit; vermikompos. AbstractThe Innovative and Advanced Livestock Farmers Group (PETINJU) in Babatan Village, Jember Regency, produces approximately 1 ton of cow dung monthly, which, if improperly managed, poses significant environmental and health risks. To address these challenges and enhance the sustainability of PETINJU's operations, a technology implementation program was executed. This program comprised four key stages: activity organization, group education, application of specialized composting beds and earthworm separators, and outcome evaluation. The program effectively converted approximately 85% of the monthly cow dung into valuable vermicompost. Post-training evaluations demonstrated significant improvements in the participants' knowledge, skills, and motivation, as confirmed by t-test results: knowledge (p-value = 1.38×10⁻⁷), skills (p-value = 2.47×10⁻⁴), and motivation (p-value = 1.36×10⁻⁶), indicating substantial enhancement in these domains. Furthermore, the analysis underscored the long-term viability of cow dung conversion into vermicompost as a sustainable practice. The sale of vermicompost presents a lucrative opportunity for PETINJU, while improved waste management practices contribute to enhanced livestock pen hygiene and increased profitability. In conclusion, this program not only mitigated waste management issues but also significantly augmented PETINJU's economic potential, yielding benefits for both the cooperative and the environment. Keywords: earthworms; economics; environment; profit; vermicompost.
Disemenasi agens pengendali hayati melalui penguatan kelembagaan PPAH di desa Purnama kabupaten Bondowoso Wagiyana Wagiyana; Suharto Suharto; Mohammad Hoesain; Saifuddin Hasjim; Rachmi Masnilah; Suhartiningsih Dwi Nur Cahyanti; Ankardiansyah Pandu Pradana; Bakhroini Habriantono; Fariz Kustiawan Alfarisy; Tejasari Tejasari; Gusna Merina; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Dimas Ganda Permana Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23086

Abstract

AbstrakPPAH (Pos Pelayanan Agen Hayati) adalah organisasi swadaya masyarakat yang memiliki aktivitas untuk produksi agens pengendali hayati. Agens pengendali hayati merupakan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk maupun pestisida sintetis. Agens hayati terbagi menjadi golongan bakteri, jamur, virus, nematoda, maupun serangga berguna. Desa Purnama merupakan desa sentra penghasil singkong. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan disemenasi agens hayati di Desa Purnama. Lokasi pengabdian terletak di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso. Pelaksanaan kegiatan meliputi disemenasi dengan beberapa tahapan yaitu: penyuluhan agens hayati, penguatan kelembaagaan PPAH dengan forum diskusi, serta evaluasi program. Hasil pengabdian ini adalah adanya peningkatakan kapasitas pengetahuan petani di Desa Purnama terkait dengan agens hayati dan fungsinya pada tanaman. Selain itu untuk meningkatkan nilai keberdayaan, melalui kelembagaan PPAH dapat meningkatkan peluang dan potensi untuk bersinergi dengan stakeholder maupun instansi pemerintah. Kegiatan pengabdian ini menjadi program lanjutan pada kegiatan sebelumnya mengenai pendampingan dan produksi agens hayati. Kesimpulan pada pengabdian ini adalah petani antusias untuk meningkatkan kapasitas diri melalui penguatan kelembagaan PPAH dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi dan hilirisasi singkong. Kata kunci: augmentasi; berguna; berkelanjutan; sekolah lapang; terpadu. AbstractPPAH (Pos Pelayanan Agen Hayati) is a non-governmental organization that has activities for the production of biological control agents. Biological control agents are an alternative to reduce dependence on synthetic fertilizers and pesticides. Biological agents are divided into bacteria, fungi, viruses, nematodes and useful insects. Purnama Village is a central cassava producing village. This service aims to carry out the cementation of biological agents in Purnama Village. The location of the service is located in Purnama Village, Tegalampel District, Bondowoso Regency. Implementation of activities includes cementation in several stages, namely: counseling on biological agents, strengthening PPAH institutions with discussion forums, and program evaluation. The result of this service is an increase in the knowledge capacity of farmers in Purnama Village regarding biological agents and their functions in plants. Based on that, to increase the value of empowerment, through the PPAH institution it can increase opportunities and potential to synergize with stakeholders and government agencies. This service activity is a continuation program of previous activities regarding assistance and production of biological agents. This service concludes that farmers are enthusiastic about increasing their capacity through strengthening PPAH institutions to increase cassava production and downstream capacity. Keywords: augmentation; field school; integrated; sustainable; and useful.
Pemberdayaan masyarakat Desa Jenggawah dalam meningkatkan kualitas pakan ternak kambing melalui fermentasi Ankardiansyah Pandu Pradana; Ahmad Ilham Tanzil; Intan Kartika Setyawati; Rachmi Masnilah; Deviana Fitria Astuti; Thia Mahardikha Ra Putri; Ollyvia Eswinda Santi; Efrian Kuncoro; Bela Indri Ayunita; Shavanna Ardhelia Arijaya; Roni Yulianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29963

Abstract

Abstrak Peternak kambing di Desa Jenggawah, Kabupaten Jember masih mengandalkan pakan konvensional tanpa pengolahan khusus, sehingga rendahnya kecernaan dan nilai gizi pakan menjadi masalah yang berdampak pada produktivitas ternak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peternak melalui penerapan teknologi fermentasi pakan ternak kambing untuk menghasilkan pakan yang lebih bernutrisi dan efisien. Program pengabdian dilaksanakan pada September–Oktober 2025 dengan pendekatan pelatihan di lapangan. Metode ini dilakukan melalui sosialisasi teori dan demonstrasi langsung teknik fermentasi, yang terdiri atas penyiapan bahan, pencacahan, pencampuran dengan inokulan bakteri asam laktat, dan penyimpanan produk dalam ruang kedap udara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian dianalisis dengan uji T untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi. Analisis SWOT juga dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penerapan teknologi ini. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pada skor pengetahuan (2,0 menjadi 8,0, t = –17,75; p = 5,39×10⁻¹¹), keterampilan (2,0 menjadi 8,0, t = –16,02; p = 3,99×10⁻¹⁰), dan motivasi (4,0 menjadi 7,93, t = –14,63; p = 1,72×10⁻⁹). Program ini berhasil diimplementasikan dan membawa dampak perubahan positif bagi masyarakat mitra. Kata kunci: bakteri asam laktat; gizi; hijauan; kecernaan; silase. AbstractGoat farmers in Jenggawah Village, Jember Regency, continue to rely on conventional feed without specialized processing, resulting in low digestibility and nutritional value, which negatively affects livestock productivity. This community service program aimed to enhance farmers' knowledge, skills, and motivation by introducing fermented feed technology for goat farming, thereby producing more nutritious and efficient feed. The program was implemented from September to October 2025 using a field-based training approach. The methodology included theoretical dissemination and hands-on demonstrations of feed fermentation techniques, covering material preparation, chopping, mixing with lactic acid bacteria inoculants, and storing the product in an airtight environment. Data were collected through pre- and post-training questionnaires and analyzed using a t-test to assess improvements in knowledge, skills, and motivation. Additionally, a SWOT analysis was conducted to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats associated with the adoption of this technology. The results demonstrated a significant increase in knowledge scores (from 2.0 to 8.0, t = –17.75; p = 5.39×10⁻¹¹), skills (from 2.0 to 8.0, t = –16.02; p = 3.99×10⁻¹⁰), and motivation (from 4.0 to 7.93, t = –14.63; p = 1.72×10⁻⁹). The program was successfully implemented and had a positive impact on the partner community, contributing to the improved efficiency and sustainability of goat farming practices. Keywords: digestibility; forage; lactic acid bacteria; nutrition; silage.
Manajemen kesehatan tanaman hortikultura di desa Sukorambi kabupaten Jember Ankardiansyah Pandu Pradana; Rachmi Masnilah; Zidna Nurul Izzatika; Mohammad Hoesain; Saifuddin Hasjim; Wagiyana Wagiyana; Suharto Suharto; Fariz Kustiawan Alfarisy; Bambang Irawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21214

Abstract

Abstrak Pengetahuan dan pemahaman yang kuat tentang pengendalian hama dan penyakit tanaman merupakan aspek penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. Studi ini mengevaluasi efektivitas program edukasi manajemen kesehatan tanaman hortikultura di Desa Sukorambi, Kabupaten Jember. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani terkait praktik-praktik pengendalian yang lebih baik melalui partisipasi aktif petani dan mahasiswa dalam penyampaian materi. Metode yang digunakan terdiri atas penyampaian materi melalui metode visual dan diskusi, yang memungkinkan pemahaman oleh petani. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman petani tentang manajemen kesehatan tanaman, yang tercermin dalam peningkatan skor pemahaman dan motivasi. Hasil dari analisis SWOT menunjukkan bahwa program ini memiliki kekuatan dalam keterlibatan aktif petani dan dukungan dari universitas. Namun, ada kelemahan yang perlu diatasi, terutama terkait dengan keterbatasan anggaran dan infrastruktur. Program ini juga menghadapi peluang seperti potensi dukungan tambahan dari pihak eksternal dan peluang untuk memperluas jaringan kerja sama dalam sektor pertanian. Ancaman yang harus diperhatikan adalah perubahan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi pendanaan program, serta potensi penurunan minat petani seiring berjalannya waktu. Kesimpulannya, program ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman petani terkait pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dengan upaya lebih lanjut dan dukungan tambahan, program ini memiliki potensi untuk terus berperan penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan produktif di wilayah Desa Sukorambi, Kabupaten Jember. Kata kunci: hama; motivasi; patogen; pemahaman; seminar Abstract A strong knowledge and understanding of pest and disease control in plants are essential aspects to support productivity and sustainability in the agricultural sector. This study evaluates the effectiveness of an educational program on horticultural plant health management in Sukorambi Village, Jember Regency. The program aims to enhance farmers' understanding of improved pest and disease control practices through active participation of farmers and students in delivering the materials. The methods employed include the presentation of materials through visual aids and discussions, facilitating comprehension by farmers. The evaluation results indicate an improvement in farmers' understanding of plant health management, reflected in increased comprehension scores and motivation. The SWOT analysis reveals that the program has strengths in active farmer engagement and university support. However, it also identifies weaknesses, primarily related to budget constraints and infrastructure limitations. The program presents opportunities, such as potential external support and opportunities for expanding collaboration networks within the agricultural sector. Threats to be monitored include potential changes in government policies affecting program funding and the risk of declining farmer interest over time. In conclusion, this program has had a positive impact on enhancing farmers' understanding of pest and disease control in plants. With further efforts and additional support, the program has the potential to continue playing a crucial role in promoting sustainable and productive agriculture in the Sukorambi Village, Jember Regency. Keywords: pest; motivation; pathogen; understanding; seminar
Peningkatan keterampilan petani dalam produksi pupuk organik dan pestisida nabati di Desa Jenggawah Kabupaten Jember Ankardiansyah Pandu Pradana; Ahmad Ilham Tanzil; Intan Kartika Setyawati; Rachmi Masnilah; Deviana Fitria Astuti; Thia Mahardikha Ra Putri; Ollyvia Eswinda Santi; Efrian Kuncoro; Bela Indri Ayunita; Shavanna Ardhelia Arijaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26742

Abstract

Abstrak Desa Jenggawah di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dikenal sebagai salah satu pusat produksi padi dan palawija. Namun, petani di daerah ini menghadapi tantangan berupa kesulitan mendapatkan pupuk dan serangan hama serangga yang sering mengganggu produksi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada petani di Kelompok Tani Mulyo, Desa Jenggawah, agar dapat memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri. Kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan praktik pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati dari bahan alami. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan dan motivasi peserta. Berdasarkan uji T, ditemukan perbedaan signifikan dalam keterampilan sebelum dan sesudah pelatihan. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan petani dalam memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati, yang diharapkan dapat membantu mereka menghadapi tantangan produksi dan meningkatkan hasil pertanian di masa mendatang. Kata kunci: fermentasi; limbah; motivasi; penyuluhan; praktik AbstractJenggawah Village in Jember Regency, East Java Province, is known as one of the key centers for rice and secondary crop production. However, farmers in this region face challenges such as difficulty in accessing fertilizers and frequent insect pest infestations that disrupt agricultural production. This community service program aims to provide training to the Mulyo Farmers Group in Jenggawah Village, enabling them to independently produce organic fertilizers and botanical pesticides. The program is implemented through education, training, and hands-on field practice, where participants are taught to produce solid and liquid organic fertilizers using materials such as livestock manure, fruit waste, and neem and papaya leaves for the production of botanical pesticides. The results of the training showed a significant improvement in the participants' skills and motivation. Based on the T-test, a significant difference was found in the participants' skills before and after the training. This program successfully enhanced the farmers' ability to produce organic fertilizers and botanical pesticides, which is expected to help them address production challenges and improve agricultural yields in the future. Keywords: fermentation; waste; motivation; extension; practice
Pelatihan manajemen pemasaran dan produksi kopi robusta di kelompok tani Sidomulyo - Jember Masnilah, Rachmi; Irawan, Bambang; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Pradana, Ankardiansyah Pandu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35160

Abstract

AbstrakKabupaten Jember, Jawa Timur merupakan salah satu sentra kopi Robusta, namun Kelompok Tani Sidomulyo masih menghadapi kendala manajemen produksi dan pemasaran, terutama pada pencatatan usaha tani, penataan fasilitas pascapanen, penerapan standar mutu, serta pemasaran yang masih bertumpu pada konsumen lokal sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial petani dalam manajemen produksi dan strategi pemasaran kopi Robusta, termasuk penguatan branding produk. Pendekatan yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan capacity building melalui tahapan identifikasi masalah (wawancara dan diskusi dengan pengurus), pelatihan berbasis diskusi yang mencakup manajemen produksi (pencatatan biaya-hasil, perencanaan panen, standardisasi mutu) dan manajemen pemasaran (branding, pengemasan, promosi digital, diversifikasi saluran distribusi), dilanjutkan pendampingan agar praktik dapat diterapkan. Evaluasi dilakukan secara partisipatif melalui diskusi, tanya jawab, dan perbandingan praktik sebelum-sesudah kegiatan. Kegiatan menghasilkan peningkatan kesadaran dan praktik awal pada pencatatan usaha tani, penataan lokasi produksi (pemisahan area pengeringan dan penyimpanan), serta pengenalan SOP sederhana untuk kendali mutu dan penerapan standar pascapanen. Dari sisi pemasaran, kelompok mulai mengenal diversifikasi saluran distribusi, pemanfaatan media digital/marketplace, dan pemetaan peluang akses pasar internasional, disertai penguatan branding melalui kemasan dan identitas produk yang mendorong pergeseran orientasi dari penjualan curah menuju produk bernilai tambah. Kedepannya, diperlukan fasilitasi sertifikasi mutu, pendampingan digital marketing lanjutan, serta penguatan jejaring dengan konsumen dan mitra dagang. Kata kunci: agribisnis; branding; pascapanen; pemberdayaan; rantai pasok. AbstractJember Regency, East Java, is one of the main centers of Robusta coffee production; however, the Sidomulyo Farmer Group continues to face constraints in production and marketing management, particularly in farm record-keeping, organization of postharvest facilities, application of quality standards, and marketing that remains largely dependent on local buyers, resulting in suboptimal value addition. This community service program aimed to enhance farmers’ managerial capacity in Robusta coffee production management and marketing strategies, including the strengthening of product branding. The approach adopted was community empowerment and capacity building, implemented through stages of problem identification (interviews and discussions with group leaders), discussion-based training covering production management (cost-output recording, harvest planning, and quality standardization) and marketing management (branding, packaging, digital promotion, and diversification of distribution channels), followed by mentoring to support practical implementation. Evaluation was conducted participatively through discussions, question-and-answer sessions, and comparisons of practices before and after the activities. The program resulted in improved awareness and initial adoption of farm record-keeping, better organization of production areas (separation of drying and storage facilities), and the introduction of simple standard operating procedures for quality control and postharvest standards. In terms of marketing, the group began to recognize diversified distribution channels, the use of digital media and marketplaces, and the mapping of opportunities for access to international markets, accompanied by strengthened branding through packaging and product identity that encouraged a shift from bulk commodity sales toward value-added products. For future sustainability, facilitation of quality certification, advanced digital marketing assistance, and strengthened networking with consumers and trading partners are required. Keywords: agribusiness; branding; postharvest; empowerment; supply chain.
The effects of micronutrient-enriched media on the efficacy of Bacillus subtilis as biological control agent against Meloidogyne incognita Muh. Adiwena; Aditya Murtilaksono; Saat Egra; Mohammad Hoesain; Iis Nur Asyiah; Ankardiansyah Pandu Pradana; Zidna Nurul Izatika
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d240105

Abstract

The root-knot nematodes Meloidogyne incognita poses a serious threat to horticultural food and plantation crops. One of the effective and efficient measures to overcome this nematode is using bacteria as a biological control agent. This study aimed to test the effectiveness of Bacillus subtilis bacteria grown on media with additional micronutrients as a biological control agent for M. incognita. The test was carried out by growing bacteria in 100 mL of nutrient broth (NB) added with FeCl2, MnCl2, and CuCl2. Each type of micronutrient was administered at concentrations of 35 ppm, 40 ppm, 45 ppm, 50 ppm, and 55 ppm. As a control, NB media was used without the addition of micronutrients. The test results showed that the best performances on bacterial growth were 55 ppm MnCl2, 45 ppm MnCl2, 40 ppm MnCl2, 40 ppm CuCl2, 50 ppm MnCl2, and 35 ppm MnCl2. These six treatments were then used in an antagonism test. A total of 150 J2 M. incognita in 4 mL of suspension was put into a petri dish with a diameter of 5 cm. After that, 1 mL of each bacterial suspension was put into a petri dish following the treatment. The mortality rate of M. incognita in each treatment was 77.5% in 55 ppm MnCl2, 74.5% in 45 ppm MnCl2, 77.25% in 40 ppm MnCl2, 73.25% in 40 ppm CuCl2, 78.75% in 50 ppm MnCl2, 79% in 35 ppm MnCl2, and 53.25% in control. The same six treatments were also used to measure the chemotaxis index of M. incognita on tomato roots. Tomato seeds of the Tantyna variety were soaked for 60 minutes in a bacterial suspension grown on micronutrient-enriched media. After seven days, the tomato seed roots were removed and placed in 5 mL 20% Pluronic F-127 Gel which had been infested with 100 J2 M. incognita. After 6 hours, the number of nematodes approaching the roots was observed. The chemotaxis index in the treatments ranged from 16% to 24%, while that in the control was 33%. This study corroborates that the addition of micronutrients MnCl2 and CuCl2 to the growth medium of B. subtilis can increase antagonistic activity against M. incognita and suppress its chemotaxis response in tomato roots soaked in the bacterial suspension.
Co-Authors Abda Abda Abdul Munif ABDUL MUNIF ADITYA MURTILAKSONO Aditya Murtilaksono Adiwena, Muh. Agung Sih Kurnianto Agung Triyahya Putra Ahmad Ilham Tanzil Ahmad Ilham Tanzil Ahmed Ibrahim Alrashid Yousif Alfarisy, Fariz Kustiawan Ali Wafa Aliyatun Niswah Amarullah, Amarullah Ana Miftahul Janah Ana Putri Lestari Arijaya, Shavanna Ardhelia Arrohmatus Syafaqoh Li'aini Aryo Fajar Sunartomo Bakhroini Habriantono Bambang Irawan Bayu Widhayasa Bela Indri Ayunita Berlian Lanny Dellasyah Budi, Ival Oktavian Nurtian Damaita Afriana Br Regar Damaita Afriana Hartanti Br Regar Deril Indana Damayanti Deviana Fitria Astuti Dimas Ganda Permana Putra Dwi Apriyani Dwi Santoso Dyah Ayu Savitri Dyah Retno Anggraini Efrian Kuncoro Egra, Saat Eko Hary Pudjiwati Farchan Mushaf Al Ramadhani Gusna Merina Hadi, Zul Fauzi Nugroho HARDIAN SUSILO ADDY Harlinda Kuspradini Hasbi Mubarak Hasjim, Saifuddin Hoesain, Mohammad Iis Nur Asyiah Ilham Kurniawan INDAH SETYOWATI Intan Kartika Setyawati Intan Kartika Setyawati Irwanto Sucipto Ival Oktavian Nurtian Budi Mardhiana Mardhiana Mardhiana Mardhiana Maria Azizah Masnillah, Rachmi Mochammad Wildan Djatmiko Mochammad Wildan Jadmiko Mochammad Wildan Jadmiko Muhammad Adiwena Mukhammad Ibadhus Sholikhin Mukhlish Jamal Musa Holle Muwahidi, Amirul Ngau, Mikael Ningrum Indah Rahayu Nur Laila Magvira Nurjannah Nurjannah Nurmaisah, Nurmaisah Nurmala, Fenny Ollyvia Eswinda Santi Prastowo , Sigit Purwandarini, Anggi Arsy Putri Diana Rachmadaniar, Rachmadaniar Rachmi Masnilah Rachmi Masnilah Rachmi Masnillah Raisa Wahyu Nuraini RAMADHANI MAHENDRA KUSUMA Restu Nugraha Roni Yulianto Saat Egra Saat Egra Saifuddin Hasjim Shavanna Ardhelia Arijaya Sigit Prastowo Sigit PRASTOWO Siswahyudianto Siswoyo Soekarno Siti Zahara Sofia Sofia Sudarko Sudarko Sudirman Sirait Sugeng Winarso Suhartiningsih Dwi Nur Cahyanti Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Supramana Suriana Tejasari Tejasari Thia Mahardikha Ra Putri Tifana Fairus Nabillah Istiqomah Tohru Mitsunaga Wagiyana Wagiyana Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Wardhani, Widi Kusuma Waruwu, Arifda Ayu Swastini Wildan Muhlison, Wildan Wildatur Rohmah Yousif, Ahmed Ibrahim Alrashid Yuli Hariyati Yunita, Vina Zidna Nurul Izatika Zidna Nurul Izzatika