Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pembuatan Lip Balm Menggunakan Sari Kulit Buah Melon Orange (Cucumis Melo Var. Cantalupo) Tanjung, Siti Aisyah; Fatimah, Cut; Gunawan, Muhammad; Ningsih, Afni Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v6i1.6384

Abstract

Bibir merupakan salah satu bagian wajah yang mempengaruhi persepsi estetis wajah. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan dan tampilan bibir. Lip balm merupakan sediaan yang biasa digunakan untuk bibir yang berguna sebagai pelembab, melindungi bibir dari pengaruh lingkungan, dan mencegah penguapan pada sel-sel epitel mukosa bibir. Lip balm biasanya terdiri dari basis transparan seperti lilin, lanolin, setil alkohol, maupun petrolatum yang berfungsi sebagai pelembab. Selain pelembab, lip balm juga memerlukan tambahan antioksidan untuk melindungi bibir dari radikal bebas serta anti UV agar melindungi bibir dari sinar matahari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pembuatan lip balm menggunakan sari kulit buah melon orange (Cucumis melo var. cantalupo). Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah edukasi dalam bentuk peragaan disertai dengan ceramah dan umpan balik dari masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, maka diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Masyarakat mendapatkan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan bahan-bahan alami untuk pembuatan lip balm; (2) Warna lip balm kulit melon yang disukai masyarakat adalah warna lip balm dengan konsentrasi kulit melon 10% dan 20%. Dari segi aroma, masyarakat menyukai lip balm kulit melon dengan konsentrasi kulit melon 20%. Dari segi bentuk, masyarakat menyukai lip balm kulit melon dengan konsentrasi kulit melon 10% dan 20%.
Antihypercholesterolemia Effectiveness Test of Ceremai Leaf Ethanol Extract (Phyllanthus Acidus (L.) Skeels) on Male White Rats (Rattus Norvegicus) Gunawan, Muhammad; Tanjung, Siti Aisyah; Fitriani, Enny; Safriana, Safriana
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 2 (2025): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i2.1356

Abstract

Cholesterol is an increase in blood fat levels that can cause various heart diseases. Ceremai is one of the plants that some Indonesian people use to treat high blood pressure, diabetes mellitus and high cholesterol levels. This study aims to determine the effectiveness of ethanol extract of ceremai leaves in reducing blood cholesterol levels in male white mice with hypercholesterolemia. The inducers given to the test animals were 4 ml of quail egg yolk and propylthiouracil mixed with drinking water ad libitum. This study is an experimental study using 20 mice and divided into 5 groups. Group I (solvent control) CMC 0.5%, group II (comparison), group III, group IV and V (treatment) ethanol extract of ceremai leaves at a dose of 0.15, a dose of 0.3 and 0.6 g / KgBW. The extract was administered orally to the mice, and their cholesterol levels were measured on the 7th and 14th days after treatment. Cholesterol levels of each group were analyzed statistically using the One Way ANOVA method and Duncan's Post-Hoc test using SPSS 24.0. The results of statistical tests on blood cholesterol levels between simvastatin groups, ethanol extract of ceremai leaves showed a significant difference with an α value> 0.05. From the results of the study, it can be concluded that the ethanol extract of ceremai leaves has the activity of reducing blood cholesterol levels in male white rats induced by quail egg yolk and propylthiouracil with an effective EEDC dose of 0.3 g / kgBB.
PERBEDAAN KUALITAS SPERMATOZOA SEXING SAPI SIMENTAL METODE BOVINE SERUM ALBUMIN (BSA) DARI DUA MACAM PENGENCER Ekowati, Indah Agustina; Setiawan, Arum; Abrar, Arfan; Gunawan, Muhammad; Putranti, Oktora Dwi
Cannarium Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v21i1.5788

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas semen beku sexing menggunakan pengencer Tris Kuning Telur (TKT) dan Bovifree (BF). Dalam penelitian ini digunakan sampel semen segar sapi Simental jantan sehat, berumur 4 tahun. Setelah penampungan semen, dilakukan pemeriksaan kualitas semen segar secara makroskopis dan mikroskopis.  Kemudian dilakukan tahapan proses sexing. Selanjutnya diperoleh semen hasil sexing pada kolom atas dan kolom bawah yang masing masing dibagi lagi menjadi dua kelompok. Pada kelompok 1 (P1), dilakukan pengenceran semen dengan pengencer TKT. Pada kelompok 2 (P2), dilakukan pengenceran semen dengan pengencer BF. Penelitian dilakukan ulangan sebanyak 4 kali. Parameter kualitas spermatozoa yang diukur adalah persentase motilitas, viabilitas, dan abnormalitas. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik menggunakan uji paired two sample t test dengan bantuan program software SPSS 16 for windows dan Microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan persentase motilitas spermatozoa kelompok P1 dan P2 masing-masing adalah ; 26,9%; dan 38,7%. Persentase viabilitas spermatozoa kelompok P1 dan P2 masing-masing adalah 55,65% dan 40,9%. Persentase abnormalitas P1 dan P2 masing masing adalah 5,88% dan 7,06%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan  motilitas, viabilitas dan abnormalitas semen beku Simental hasil sexing. Kata Kunci : Semen beku Sexing,Tris Kuning Telur, Bovifree.
Pengaruh Waktu Sentrifugasi pada Sexing Spermatozoa dengan Media Bovine Serum Albumin (BSA) Terhadap Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa X-Y Sapi Simmental PriyantoPriyanto, Langgeng; Riswandi, Riswandi; Setianingsih, Eva; Dwi Putranti, Oktora; Gunawan, Muhammad; Susanda, Apriansyah
Cannarium Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v20i1.4790

Abstract

This study aimed to determine the effect of centrifugation time on sexing spermatozoa with Bovine Serum Albumin (BSA) media toward the motility and viability of spermatozoa X-Y Simmental cow. This research was carried out from October to November 2021 at the Sembawa Banyuasin Animal Feed Breeding Center, South Sumatra and the Animal Reproduction and Health Laboratory. Sample from Simmental type of cow semen the age 3 years. This study used 3 treatments with 4 repetitions. The observed variables were the motility and viability values of Simmental cattle spermatozoa. Data were analyzed using ANOVA and Duncan's test 5%. The results showed that the with a centrifugation time of 4 minutes(P1) with a speed of 1500 rpm got the best results for the motility value of spermatozoa X = 61.54% and spermatozoa Y = 56.71%, the best value of spermatozoa viability X = 66.17 and spermatozoa viability Y = 62, 46%. It can be concluded that the longer the centrifugation time can affect the quality of the spermatozoa which results in a decrease in the motility and viability of the spermatozoa X-Y Simmental Cow. Keywords: Sexing, Bovine Serum Albumin, Centrifugation, Motility and viability
Pengaruh Waktu Sentrifugasi Pada Sexing Spermatozoa Dengan Media Bovine Serum Albumin Terhadap Membran Plasma Utuh Spermatozoa X-Y Sapi Simmental Priyanto, Langgeng; Putranti, Oktora Dwi; Riswandi, Riswandi; Gunawan, Muhammad; Susanda, Apriansyah; Setianingsih, Eva
Cannarium Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v20i2.5290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu sentrifugasi yang tepat pada sexing spermatozoa dengan media Bovine Serum Albumin terhadap membran plasma utuh spermatozoa  X-Y pada sapi Simmental. Penelitian ini dilaksanakan Oktober 2021 sampai dengan November 2021 di Laboratorium Reproduksi dan Kesehatan Ternak Balai Pembibitan Hijauan Pakan Ternak Sembawa. Penelitian ini menggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (P1: waktu sentrifugasi 4 menit; P2: waktu sentrifugasi 8 menit; dan P3: waktu sentrifugasi 12 menit) dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah membran plasma utuh spermatozoa X dan Y. Hasil menunjukan bahwa perlakuan waktu sentrifugasi berpengaruh nyata terhadap membran plasma utuh spermatozoa pada spermatozoa X dan Y (P0,05).  Hasil penggunaan waktu yang tepat yaitu pada P1 dengan waktu sentrifugasi 4 menit dimana nilai lapisan atas membran plasma utuh X semen sexing yaitu sebesar 62,93%, lapisan bawah Y sebesar 63,94%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu sentrifugasi yang tepat pada sexing spermatozoa dengan media Bovine Serum Albumin terhadap membran plasma utuh spermatozoa  X-Y pada sapi Simmental. Penelitian ini dilaksanakan Oktober 2021 sampai dengan November 2021 di Laboratorium Reproduksi dan Kesehatan Ternak Balai Pembibitan Hijauan Pakan Ternak Sembawa. Penelitian ini menggunakan rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah membran plasma utuh spermatozoa X dan Y. Hasil menunjukan bahwa membran plasma utuh spermatozoa pada spermatozoa X dan Y berpengaruh nyata (P0,05) terhadap perlakuan waktu sentrifugasi.  [D1] Hasil penggunaan waktu yang tepat yaitu pada P1[D2]  dengan waktu sentrifugasi 4 menit dimana nilai lapisan atas membran plasma utuh X semen sexing yaitu sebesar 62,93%, lapisan bawah Y sebesar 63,94%.  [D1]Bukan membran plasma yang berpengaruh nyata terhadap perlakuan waktu sentrifugasi, namun sesuai judul, perlakuan waktu sentrifugasi yang berpengaruh nyata terhadap membran plasma [D2]Perlu dijelaskan terlebih dahulu definisi P1, P2, P3 di dalam abstrak
Pengembangan Video Animasi Pembelajaran Berbasis Canva “HORGA” Tentang Hormat Orang Tua dan Guru Serta Sesama pada Pembelajaran PAI Kelas II SD Triansyah, Rizky Ahmad; Gunawan, Muhammad; Az Zahra, Nur Auliyah; Aeni, Ani Nur
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2562

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran inovatif berupa video animasi "HORGA" (Hormat Orang Tua dan Guru serta Sesama) berbasis Canva untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku hormat siswa kelas II SD dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Menggunakan metode Design and Development (D&D) dengan model ADDIE, penelitian ini menghasilkan produk video pembelajaran yang diuji coba pada siswa kelas II SD Negeri Gudangkopi. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap nilai-nilai moral dan akhlak mulia, dengan tingkat pemahaman mencapai 75% untuk aspek menghormati sesama teman dan 100% untuk aspek menghormati orang tua, guru, saling menyayangi, dan bersikap terpuji. Validasi ahli media dan materi menunjukkan tingkat kelayakan produk sebesar 95,6% (sangat valid). Penelitian ini membuktikan efektivitas penggunaan media video animasi dalam menanamkan nilai- nilai moral pada siswa sekolah dasar.
KAMPANYE LITERASI DIGITAL DALAM MENJALANKAN PERAN HUMAS DI KEMENTERIAN KOMINFO Gunawan, Muhammad; Dewi, Risnawati; Robiah, Minchatur
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v3i1.27955

Abstract

Kementerian Komunikasi dan Informatika  sebagai Instansi Pemerintah melaksanakan kampanye Literasi Digital dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menggunakan teknologi digital secara cerdas, kreatif dan produktif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran Humas Kemkominfo dalam melaksanakan kampanye literasi digital. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori public relations dan teori komunikasi persuasif. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan data yang diperoleh melalui internet.Dari hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa humas di Instansi Pemerintahan dalam hal ini Kominfo tidak menjalankan perannya sebagai peranan back up management dalam pelaksanaan kampanye literasi digital, namun humas kominfo lebih banyak berperan dalam kegiatan publikasi terkait perannya sebagai communicator, dalam peranan membina relationship Humas Kominfo lebih kepada menjalin hubungan dengan media dan Humas Kominfo menjalankan perannya dalam menciptakan corporate image.
PENGEMBANGAN KOMIK INTERAKTIF UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA ARAB PADA SISWA KELAS VI  MI/SD ISLAM DI KOTA SEMARANG Gunawan, Muhammad; Nafis Azmi Amrullah; Zukhaira
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol. 13 No. 2 (2024): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/laa.v13i2.15920

Abstract

This research is a type of Research and Development (R&D) research using Sugiyono's model, which includes five stages, namely potential problems, data collection analysis, design, development, and evaluation. The research subjects included media expert validators, material experts, and Arabic language teachers. The data collection instruments consisted of questionnaires, observations, interviews, and documentation. The results showed that the interactive comic media for writing skills in Arabic for grade VI students of MI / SD Islam was “Very Feasible”, with the percentage of feasibility as follows: material feasibility 87.67, language feasibility 91.84, media feasibility 91.78, graphic feasibility 86.34, and typography feasibility 86.34, from all these feasibility interactive comic media for writing skills get a number 89 with the category “very feasible”. Therefore, it can be concluded that the Interactive Comic learning media for Writing Skills for Grade VI Students of MI / SD Islam in Semarang City is feasible to use in the learning process.
Antidiabetic Effectiveness Test of Ethanol Extract of Brown Leaves (Theobroma Cacao L.) Against Mice (Mus Musculus) Gunawan, Muhammad; Safriana; Tanjung, Siti Aisyah; Andilala
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 2 (2024): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i2.775

Abstract

Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia that occurs due to abnormalities in insulin secretion, insulin action or both. DM sufferers are increasing from year to year, accompanied by increasing costs of therapy, therefore, as an alternative to controlling blood glucose levels, use natural ingredients such as cocoa leaves. The aim of this research was to determine the effectiveness of ethanol extract of cocoa leaves (Theobroma cacao L.) in reducing blood glucose levels in mice that had been induced by Aloxan. The research method used was experimental research. The research stages were sample collection, sample identification, making simpilicia, examining the characteristics of simpilicia, making extracts using maceration using 96% ethanol solvent, and testing the antidiabetic effect of EEDC in mice induced by alloxan at a dose of 175 mg/kg. bb intraperitoneally. Diabetic mice were divided into 5 groups, each group consisting of 5 mice that were given the test material 50 mg/KgBB of ethanol extract of brown leaves; 100 mg/KgBB; and 200 mg/KgBB, Metformin 65 mg/KgBB, and CMC 0.5%. Next, blood glucose levels were measured on days 3, 6, 9, 12, and 15, the percentage reduction in blood glucose levels was calculated, then the data was analyzed using the One-Way ANOVA method and Duncan's test, to see real differences between treatments. The research results showed that simplicia, the ethanol extract of brown leaves contains flavonoids, alkaloids, tannins, steroids/triterpenoids, saponins and glycosides. Cocoa leaf ethanol extract has effectiveness in lowering glucose levels, at the 5th and 6th hours it shows good effectiveness at a dose of 200 mg/KgBW of (72.16 ± 0.1.51)% and (82.80 ± 0.73 )%, not significantly different from metfromin 65 mg/KgBB of (74.45 ± 1.51)% and (83.29 ± 1.01).
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Dekokta dan Infusa Daun Iler (Plectranthus Amboinicus (Lour.) Spreng.) terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus dan Escherichia Coli Siregar, Rizki Marwiyah; Kusumastuti, Melati Yulia; Gunawan, Muhammad
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.6142

Abstract

Infectious diseases are one of the most common types of diseases suffered by people in developing countries including Indonesia. Bacteria are one of the main causes of infectious diseases and to treat bacterial infections can be done by administering antibacterial drugs. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of decoction and infusion from iler leaves (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng.) Against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. This research method uses quantitative and experimental nature by making infusion and decoction from iler leaves (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng.) Against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. This research was conducted from June to August 2024. The results of the study through phytochemical screening tests showed the same group of chemical compounds in the simplicia, decoction and infusion of iler leaves containing secondary metabolite compounds including flavonoids, saponins, tannins, steroids/triterpenoids, and glycosides. Then the antibacterial activity of iler leaves against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria with various concentrations of 10%, 20% and 30% in decoction and infusion gave the strongest results at a concentration of 30%, namely in decoction with a concentration of 30% with an average inhibition zone of 12 mm, and infusion of 15.3 mm. While the antibacterial activity of Escherichia coli in decoction with a concentration of 30% with an average inhibition zone of 10.8 mm and in infusion with a concentration of 30% with an average inhibition zone of 11.9 mm. So, the test results show that infusion has higher antibacterial activity than decoction. And in the inhibition test on both bacteria, it inhibits Staphylococcus aureus bacteria faster than Escherichia coli.