Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Aktivitas Herbisida Campuran Bahan Aktif Cyhalofop-Butyl dan Penoxsulam terhadap Beberapa Jenis Gulma Padi Sawah Dwi Guntoro; Trisnani Yuda Fitri
Buletin Agrohorti Vol. 1 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.175 KB) | DOI: 10.29244/agrob.1.1.140-148

Abstract

Weed competition becomes a major problem in low land rice. Weeds can reduce rice production up to 60-70%. Mixing herbicides is expected to obtain a broader spectrum of control of the weeds. Inappropriate mixing herbicides may cause antagonism effect which can reduce the effectiveness on the target weed. The objective of the research was to study the antagonism activity of two active ingredients herbicide mixture, cyhalofop-butyl and penoxulam. The treatment was consisted of three types of herbicide with five level of doses, i.e. a single herbicide cyhalofop-butyl (0, 375, 750, 1500, and 3000 g ai ha-1), penoxulam (0, 50, 100, 200, and 400 g ai ha-1), and the mixture of cyhalofop- butyl 50 g L-1+ penoxulam 10 g L-1(0, 225, 450, 900, and 1800 g ai ha-1). The target weeds were Echinochloa cruss-galliand Monochoria vaginalis. Dry weight of biomass and percent of damage would further determine wheather the herbicide mixture were synergistic, antagonistic, or additive. Since cyhalofop-butyl and penoxulam had a different mode of action, analysis of the data used MSM (Multiplicative Survival Model) method to determine the LD50 of each herbicide treatment and mixture component. The result showed that an active ingredient mixture of cyhalofop-butyl 50 g L-1+ penoxulam 10 g L-1 was not antagonist, with LD50-expectation values of 253.231 g ai ha-1and the LD50-treatment of 211.91 g ai ha-1. The co-toxicity value was 1.19 (>1).Key words:  rice field weeds, cyhalofop-butyl, penoxulam, herbicide mixture, MSM (Multiplicative Survival Model), LD50
Pengendalian Gulma pada Tanaman Padi Sawah dengan Menggunakan Herbisida Berbahan Aktif Campuran Bentazon dan MCPA Seken Polansky; Dwi Guntoro
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.937 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15011

Abstract

Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam produksi padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas herbisida berbahan aktif campuran bentazon dan MCPA untuk mengendalikan gulma padi sawah. Percobaan dilaksanakan di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dari September 2012 hingga Januari 2013. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Percobaan terdiri atas 5 perlakuan herbisida berbahan aktif bentazon dan MCPA yaitu dosis 1.00 L ha-1, 1.50 L ha-1, 2.00 L ha-1, 2.50 L ha-1, 3.00 L ha-1; pengendalian gulma manual dan tanpa pengendalian gulma (kontrol). Hasil menunjukkan aplikasi herbisida berbahan aktif campuran bentazon dan MCPA dapat mengendalikan gulma dari golongan teki dan gulma daun lebar. Spesies gulma yang terkendalikan dari golongan teki adalah Fimbristylis miliacea dan Cyperus iria, sedangkan dari golongan daun lebar adalah Ludwigia octovalvis, Alternanthera philoxeroides, dan Portulaca oleracea. Aplikasi herbisida pada semua dosis uji menunjukkan toksisitas rendah pada tanaman padi. Aplikasi herbisida berbahan aktif Bentazon dan MCPA pada semua dosis uji menurunkan persentase gabah hampa sebesar 6-10% serta dapat meningkatkan produktivitas padi sebesar 48.6% yang tidak berbeda dengan produktivitas padi pada pengendalian manual.
Kualitas Visual dan Fungsional Turfgrass pada Beberapa Waktu Awal dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Hayati . Yusak; Dwi Guntoro; Achmad Zakaria
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.442 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.15030

Abstract

Pemberian pupuk anorganik dengan dosis dan frekuensi yang relatif  tinggi banyak dilakukan untuk mempertahankan  kualitas, densitas, dan keseragaman rumput golf, tetapi dapat mengakibatkan pencemaran tanah dan perairan. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu awal dan frekuensi aplikasi pupuk hayati terhadap kualitas visual dan fungsional turfgrass. Penelitian dilaksanakan di lapangan Golf Bukit Pelangi, Cijayanti, Bogor mulai bulan Februari sampai Agustus 2012. Percobaan menggunakan Rancangan Split Plot dalam RKLT dengan 2 faktor yaitu waktu awal aplikasi dan frekuensi aplikasi pupuk hayati dengan 4 ulangan. Waktu awal aplikasi sebagai petak utama terdiri atas empat taraf, yaitu 1, 2, 3, dan 4 minggu sebelum tanam. Frekuensi aplikasi pupuk hayati sebagai anak petak terdiri atas 4 taraf,  yaitu frekuensi 1, 2, 3 dan 4 minggu sekali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa frekuensi aplikasi satu minggu sekali menunjukkan kualitas visual dan fungsional terbaik dan tidak berbeda nyata dibandingkan frekuensi aplikasi dua minggu sekali. Waktu awal aplikasi tiga minggu sebelum tanam dan frekuensi aplikasi dua minggu sekali merupakan perlakuan terbaik untuk mempertahankan kualitas visual dan fungsional turfgrass, yaitu meningkatkan kepadatan pucuk, lebar daun, warna daun, panjang daun, biomassa pangkasan, persentase penutupan tajuk, meningkatkan panjang akar, biomassa akar, mempercepat waktu recovery, dan menurunkan diameter stolon.
Manajemen Pengendalian Gulma Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.): Analisis Faktor- faktor Penentu Dominansi Gulma di Kebun Dolok Ilir, Sumatera Utara Yosua Pratama Simangunsong; Sofyan Zaman; Dwi Guntoro
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 2 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.668 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i2.18808

Abstract

 Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan tentang aspek teknis dan manajerial terutama dalam kegiatan manajemen pengendalian gulma. Kegiatan penelitian dilaksankan di Kebun Dolok Ilir, Sumatera Utara pada bulan Februari hingga Juni 2016. Analisis vegetasi pada 5 tahun tanam dengan mengambil 30 contoh pada setiap tahun tanam (TT). Pengamatan faktor iklim mikro dan tingkat kesuburuan dilakukan di kebun Cikabayan IPB. Pengamatan iklim mikro harian dilakukan 5 waktu yang berbeda .Faktor- faktor penentu dominansi gulma dianalisis secara korelasi terhadap NJD gulma yang dominan. Hasil uji faktor- faktor penentu dominasi gulma menunjukkan kegiatan pemupukan berkorelasi negatif pada tingkat dominansi A. aciculatus dan tanaman penutup tanah berkorelasi negatif terhadap tingkat dominansi D. ciliaris. Aspek edafik, dan iklim mikro tanaman kelapa sawit, tingkat dominansi gulma R. rundana berkorelasi negatif terhadap suhu udara, berkorelasi positif pada kandungan total unsur hara fosfor di dalam tanah. Tingkat dominansi gulma S. plicata berkorelasi positif terhadap kadar KTK tanah,  pH tanah. Tingkat dominansi gulma P.polystachion berkorelasi positif terhadap kadar kalium dalam tanah. Tingkat dominansi gulma O. nodosa yang mendominasi pada setiap daerah terbuka berkorelasi positif terhadap tingkat intensitas cahaya, dan berkorelasi negatif terhadap tingkat kelembapan.
Studi Perkecambahan Benih Ciplukan (Physalis peruviana L.) Pada Beberapa Tingkat Masak Buah Norul Dewi Susanti; Eny Widajati; Dwi Guntoro
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.249 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30173

Abstract

Ciplukan merupakan tanaman dengan banyak manfaat. Permintaan buah ciplukan yang meningkat menjadi peluang yang baik bagi petani. Masalah yang dihadapi petani adalah belum tersedianya benih bermutu. Informasi mengenai perkecambahan benih ciplukan masih sangat sedikit, sehingga perlu dilakukan pengembangan terhadap studi perkecambahan benih ciplukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode pengujian daya berkecambah dan mengetahui pengaruh tingkat masak dan perlakuan benih sebelum pengecambahan pada perkecambahan benih ciplukan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB pada bulan Februari sampai dengan April 2019. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dua faktor. Faktor pertama yaitu tingkat masak benih yang diindikasikan oleh warna kelopak buah yaitu hijau kekuningan, kuning dan coklat. Faktor kedua adalah perlakuan sebelum pengecambahan yaitu tanpa perlakuan, perendaman benih dengan aquades dan perendaman dengan KNO3 0.2% selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengamatan daya berkecambah hitungan pertama adalah pada 14 HSP dan hitungan kedua pada 28 HSP. Berdasarkan pengamatan indeks vigor dan kecepatan tumbuh, panen benih terbaik dapat dilakukan ketika kelopak buah berwarna kuning hingga coklat. Perlakuan benih sebelum pengecambahan dengan KNO3 nyata meningkatkan daya berkecambah pada tingkat masak kuning.
Dominansi dan Potensi Resistensi Gulma Eleusine indica terhadap Herbisida Glifosat di Kebun Pendidikan Kelapa Sawit Jonggol, Jawa Barat Kukuh Nugraha; Dwi Guntoro
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46451

Abstract

Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida berbahan aktif sama secara berulang dalam jangka panjang dapat menyebabkan resistensi gulma terhadap herbisida. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan terhadap dominansi gulma dan potensi resistensi gulma terhadap herbisida glifosat di Kebun Percobaan Kelapa Sawit Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai September 2020. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu identifikasi gulma dominan dan pengujian bioassay potensi resistensi gulma dominan. Identifikasi gulma dominan dilakukan dengan metode kuadrat yaitu dengan cara memotong gulma setinggi permukaan tanah pada tiga blok yaitu blok 1, blok 2, dan blok 3 dan setiap blok diambil sebanyak 20 titik contoh dengan menggunakan kuadran berukuran 100 cm x 100 cm. Pengujian potensi resistensi gulma dilakukan dengan metode bioassay dengan penyemprotan herbisida glifosat dengan dosis 0, 1/16X, 1/8X, 1/4X, 1/2X, X, 2X, 4X (x = dosis rekomendasi herbisida glifosat). Nisbah resistensi dihitung dari nilai perbandingan Lethal Dose50 gulma yang diduga resisten dengan gulma sensitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma dominan dipengaruhi oleh linghkungan tumbuh. Gulma dominan pada lahan curam dan intensitas cahaya rendah yaitu Ottochloa nodosa dan pada lahan landai hingga datar dan intensitas cahaya sedang hingga tinggi yaitu Eleusine indica. Berdasarkan bioassay diperoleh informasi bahwa gulma spesies E. indica pada blok 5 menunjukkan adanya indikasi resistensi rendah yang ditunjukkan dengan Lethal Dose50 sebesar 5.35. Kata kunci: bioassay, dosis, kimiawi, pengendalian, vegetasi
Keefektifan Bioherbisida Berbahan Baku Teki (Cyperus rotundus) untuk Mengendalikan Beberapa Jenis Gulma pada Pertanaman Padi Sawah Muhammad Ridwan; Dwi Guntoro; Muhamad Achmad Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46452

Abstract

Produksi padi di lapangan pada umumnya masih berada di bawah potensi produksinya. Salah satu faktor penyebabnya adalah persaingan antara tanaman padi dan gulma. Inovasi yang dapat diterapkan dalam pengendalian gulma adalah aplikasi bioherbisida. Bioherbisida yang digunakan adalah bioherbisida dari senyawa alelopati yang dihasilkan tumbuhan. Senyawa alelopati dapat menekan bahkan mematikan tumbuhan lain di sekitarnya. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku bioherbisida adalah gulma teki (Cyperus rotundus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioherbisida berbahan baku teki (Cyperus rotundus L.) di lahan pertanaman padi. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol tanpa penyiangan (P0), kontrol penyiangan manual (P1), bioherbisida granul 22.5 kg tepung ha-1 (P2), bioherbisida granul 45 kg tepung ha-1 (P3), bioherbisida granul 67.5 kg tepung ha-1 (P4), bioherbisida larutan 45 kg tepung ha-1 (P5), herbisida pratumbuh Oksifluorfen 2.0 L ha-1 (P6). Hasil percobaan menunjukan bahwa aplikasi bioherbisida teki formulasi granul dosis 45 kg ha-1, dosis 67.5 kg ha-1, dan formulasi larutan dosis 45 kg ha-1 dapat menekan pertumbuhan gulma Ludwigia octovalvis, Pistia stratiotes, dan Paspalum distichum dibandingkan dengan kontrol penyiangan manual di lahan pertanaman padi. Aplikasi bioherbisida teki dapat meningkatkan hasil panen dan tidak menimbulkan toksisitas terhadap tanaman padi. Kata kunci: alelopati, bioherbisida, toksisitas
Potensi Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichornia crassipes (Mart.) Solms-Laub.) sebagai Bioherbisida untuk Mengendalikan Gulma pada Padi Sawah Wahyu Utomo; Dwi Guntoro
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 1 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i1.46587

Abstract

Biomassa gulma eceng gondok (Eichhornia crassipes) mengandung zat allelopati yang dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak eceng gondok sebagai bioherbisida untuk mengendalikan gulma pada padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada November 2016 hingga Agustus 2017 di Kebun Percobaan Cikabayan dan Laboratorium Ecotoxicology Waste and Bioagents, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor, dan empat ulangan. Perlakuan konsentrasi ekstrak yang diuji yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% (bobot/volume). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol biomass eceng gondok dapat menekan pertumbuhan gulma spesies Echinochloa colonum, Ludwigia octovalvis, dan Fimbristylis miliacea. Konsentrasi ekstrak 25% memperlihatkan penekanan pertumbuhan gulma uji yang tertinggi. Gejala kerusakan gulma yang ditimbulkan yaitu klorosis dan nekrosis. Kata kunci: alelopati, klorosis, methanol
Efektivitas Waktu Pemberian Bioherbisida Ekstrak Tetracera indica (L.) Merr. pada Pengendalian Gulma Pertanaman Brokoli Fahrul Rozy Pohan; Dwi Guntoro; Muhamad Achmad Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 2 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i2.47136

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L.) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam famili kubis-kubisan. Kebutuhan brokoli di Indonesia semakin meningkat setiap tahun tetapi, mutu brokoli harus ditingkatkan dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia khususnya pada pengendalian gulma. Tetracera indica (L.) Merr. berpotensi sebagai bioherbisida karena mengandung zat alelopati. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh waktu pemberian ekstrak Tetracera indica (L.) Merr. terhadap efektivitas pengendalian gulma pada tanaman brokoli. Penelitian dilaksanakan di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mulai Januari-April 2019. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal. Faktor perlakuan adalah waktu aplikasi ekstrak T. Indica (0, 1, 2, 3 MST) disertai kontrol dan penyiangan manual. Setiap bedengan disemprot dengan dosis 100 kg ha-1 hingga volume semprot 400 L ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Tetracera indica berpotensi sebagai bioherbisida pada fase pascatumbuh (post-emergence) gulma tanaman brokoli. Waktu aplikasi 3 MST mampu menekan pertumbuhan gulma dan tidak berpengaruh terhadap brokoli. Kata kunci: alelopati, bobot gulma, brokoli, waktu aplikasi
Identifikasi Zat Alelopati pada Daun Eucalyptus pellita F. Muell dan Pengaruhnya terhadap Perkecambahan Gulma Guntoro, Dwi; Andriyani, Yuni; Audina, Mia
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.53969

Abstract

Pengendalian gulma menggunakan herbisida sintetis lebih efektif dan murah dibandingkan dengan pengendalian manual, namun berisiko menyebabkan pencemaran lingkungan. Daun Eucalyptus pellita mengandung senyawa alelopati yang berpotensi sebagai bioherbisida. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ecotoxycology, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi zat alelokimia pada daun Eucalyptus pellita dan mengetahui potensinya sebagai bioherbisida untuk mengendalikan perkecambahan gulma. Senyawa alelokimia ditentukan menggunakan GCMS. Ekstrak daun diaplikasikan pada benih gulma di laboratorium. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap dengan empat ulangan. Perlakuan konsentrasi ekstrak terdiri dari 0%, 5%, 10%, dan 20% (w/v). Gulma target adalah Asystasia intrusa, Borreria alata, dan Eleusine indica. Hasil penelitian menunjukkan adanya 23 senyawa dalam ekstrak daun E. pellita; senyawa dominannya adalah 1,8 cineole. Ekstrak daun E. pellita menekan perkecambahan benih gulma target. Ekstrak daun E. pellita pada konsentrasi 5%-20% menekan pertumbuhan plumula dan radikula A. intrusa dan B. alata dalam percobaan laboratorium. Kata kunci: alelokimia, bioherbisida, biomassa, ekstrak daun, perkecambahan
Co-Authors , Erinnovita , Purwono , Sarwono ,, Usman ,, Yuniarti -, Bachtiar . Yusak Abdul Harris Burhan Achmad Yozar Perkasa, Achmad Yozar Achmad Zakaria Achmad Zakaria Ade Sumiahadi Ade Sumiahadi, Ade Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter AHMAD JUNAEDI Alghifari, Ahmad Fadli Anas Dinurrohman Susila Andreas Kefi Andriyani, Yuni Ani Kurniawati Anung Wahyudi Asrul Saputra Atang Sutandi Bachtiar Bachtiar Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bilkis, Faras Gaitsa Budi Tjahjono Bukhori, Anwar Desembardi, Faried Desyandri Desyandri Dewi, Sangrani Annisa Dini Dwirestina Dita Nurul Latifah Dulbari, Dulbari Durotun Nafisa Dwiwanti Sulistyowati Dwiwanti Sulistyowati Edi Santosa Eko Sulistyono Eny Widajati Evar, Fitrawaty Orista Fahrul Rozy Pohan Faqih Udin Faried Desembardi Ferdinans, Ferdinans Fredinan Yulianda Harisman, Muhammad Ikhsan Hariyadi Herdhata Agusta Heri Syahrian Iqbal Iqbal Irawan, Riko Irdika Mansur Irianto, M. Yuli Jafarudin, Ahmad Januar Kanny, Putri Irene Kansa Dianti Putri Karlin Agustina Khalida, Rahmi Kukuh Nugraha Kusuma, Ayu Vandira Candra Luh Putu Ratna Sundari M A Chozin M. Khais Prayoga M.A. Chozin Mahfudz Mahfudz Manalu, Pinondang Maryati Sari Maya Melati Maya Melati Mia Audina, Mia Muhamad Achmad Chozin Muhamad Achmad Chozin Muhamad Ahmad Chozin Muhamad Syukur Muhammad Ahmad Chozin Muhammad Ridwan Muhammad Rusmin Muhammad Syukur Munif Ghulamahdi Muntoyib, Junaidi Murtilaksono, dan Kukuh Mutaqin, Enjen Zaenal Neshi Claudia Ramadhanti Norul Dewi Susanti Oktavian, Aldi Pasaribu, Pesta Maria Hotnauli Polansky, Seken Rianto, Dwi Fajar Rizqullah, Ramadaniarto Roudho, Zahrotur Rusdi, Achmad Sari, Indah Fatika Sarjono, Arif Sarjono, Arif Seken Polansky Simangunsong, Yosua Pratama Sinaga, Intan Lorenza Sintho Wahyuning Ardie SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofyan Zaman Sudradjat SUGENG SUDIATSO Sugiyanta Sujinah Sujinah Sukmawati, Riska Sulistiani, Ade Irma Supijatno Suryana Suwarto Suwarto Suwitono, Bayu Tri Sugiarto, Anto Trisnani Yuda Fitri Trisnani Yuda Fitri Vitria Puspitasari Rahadi Wahyu Utomo Yaqin, Roelly Ainul Yonny Koesmaryono Yosua Pratama Simangunsong Yursida Yursida Yusak, . Zarwazi, Lalu Muhamad