Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGEMBANGAN WAHANA SHORT DISTANCE RAFTING INSTAGRAMABLE UNTUK MENINGKATKAN POTENSI WISATA BEDENGAN riana nurmalasari; marsono marsono; yoto yoto; agus suyetno
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i12022p21-26

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terus dikembangkan di Indonesia.  Tanpa terkecuali pengembangan pariwisata berbasis potensi daerah. Salah satu daerah yang masih terus dikembangkan potensi wisatanya yaitu Desa Selorejo yang terletak di Dau Kabupaten Malang. Pada Desa Selorejo terdapat kawasan wisata yaitu Bedengan. Sejak awal pembukaan kawasan Bedengan belum banyak adanya pengembangan dalam sektor sarana dan prasarana penunjang. Padahal jika dikembangkan dan dikelola dengan baik, maka sangat dimungkinkan dapat menarik minat wisatawan dari berbagai penjuru negeri. Adapun potensi yang bisa dikembangkan di kawasan Bedengan salah satunya yaitu dengan pembangunan short distance rafting. Berdasarkan hasil pengembangan potensi kawasan wisata Bedengan dengan pembangunan fasilitas sarana dan prasarana berupa short distance rafting diketahui bahwa terdapat peningkatan jumlah pengunjung pasca pembangunan. Salah satu faktor yang menjadi pemicu peningkatan pengunjung, terutama pengunjung keluarga yang membawa serta anak-anak yaitu tersedianya fasilitas bermain air pada aliran sungai di Bedengan. Salah satu fasilitas yang dibangun di Bedengan yaitu berupa short distance rafting. Jika sebelumnya mayoritas pengunjung adalah orang dewasa dengan tujuan camping, dengan adanya fasilitas bermain air berupa short distance rafting, jenis pengunjung menjadi semakin beragam. Adapun rentang usia pengunjung Bedengan pasca pembangunan short distance rafting yaitu 4 hingga 60 tahun. Pasalnya, aliran sungai di Bedengan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, dapat lebih menarik minat pengunjung dengan adanya short distance rafting. Berdasarkan informasi dari pengelola diketahui bahwa tingkat jumlah pengunjung meningkat hingga 35 persen pasca pembangunan fasilitas sarana dan prasarana berupa short distance rafting. Pasalnya peningkatan jumlah pengunjung ini akan jauh lebih besar jika tidak ada pandemi Covid-19. Kondisi selama pandemi menyebabkan banyak pengunjung dari luar kota tidak dapat berlibur dan berkunjung ke kawasan wisata Bedengan untuk menikmati fasilitas short distance rafting.
PELATIHAN IMPLEMENTASI ROBOTIKA MANUFAKTUR UNTUK PENGUATAN KEMAMPUAN OTOMASI INDUSTRI 4.0 ALUMNI JURUSAN TEKNIK MESIN marsono marsono; riana nurmalasari; yoto yoto
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i12022p8-13

Abstract

Robotika menjadi bagian penting dalam kemajuan teknologi dan peradaban dunia. Perkembangan teknologi robotika yang kian pesat telah terjadi di semua  bidang kehidupan, mulai dari bidang manufaktur, industri, kesehatan, pendidikan bahkan di bidang militer. Dari perkembangan robot di industry tersebut, alumni jurusan Teknik mesin sangat urgen untuk segera mendapatkan pengetahuan ataupun kemampuan tambahan sehingga tidak ketinggalan perkembangan otomasi manufaktur terutama dalam bidang penggunaan robot manufaktur di industri. Permasalahan yang mendasar pada alumni jurusan Teknik mesin terkait dengan pengetahuan robotika yaitu belum semuanya paham terkait aplikasi pemrograman robot untuk pengerjaan produk manufaktur. Selain itu, alumni Teknik mesin masih kebingungan bagaimana mereka meningkatkan skills mereka tentang pemrograman robotika dimana banyak industri sekarang sudah menggunakan ataupun menempatkan robot pada alur industri. Oleh karenanya diperlukan pelatihan implementasi robotika manufaktur. Hasil yang dicapai pada pelaksanaan pelatihan robotika bagi para alumni adalah mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan terkait robotika guna dimanfaatkan di dunia industri maupun di SMK tempat para alumni bekerja. Hasil pemahaman peserta pelatihan robotika dianalisis secara terpisah dan juga menyeluruh. Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan robotika ini yaitu konsep dasar robotika, teknik desain robot, sistem kendali robot, kinematika robot, teknik pemrograman robot dengan arduino, konsep humanoid robot di dunia industri, program arm robot, dan cara menjalankan program.
Design and Programming of 5 Axis Manipulator Robot with GrblGru Open Source Software on Preparing Vocational Students’ Robotic Skills Marsono Marsono; Yoto Yoto; Agus Suyetno; Riana Nurmalasari
Journal of Robotics and Control (JRC) Vol 2, No 6 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jrc.26134

Abstract

The rapid development of technology at the end of this decade, the industrial world is changing the human resources they have using the help of robot technology. The use of a robot was chosen because of the accuracy and precision that it can do in doing the job. In addition, robotic technology requires only one programming to do many things. Thus, there are many advantages for companies by using robotic technology in their production processes. This research aims to designing and building arm robot prototype to teach the robotics programming language. The result of this research is an arm robot prototype with Arduino Mega 2560 based programming. In addition, the robot movement programming uses the open source GrblGru software Grbl based. The GrblGru used for interpreting G-code and to convert pulse and direction information to control the stepper motor. This research concludes that there are 5 importance steps on develop the arm robot prototype, 1. Analyze; 2. Design; 3. Develop; 4. Evaluate; and 5. Implementation. With the GrblGru software the movements of arm robot prototype can work on simulation mode and control mode, there for students easier to study robotics programming language.
PEMBINAAN KETERAMPILAN UNTUK MENINGKATKAN SDM WARGA BINAAN LAPAS KELAS 1 MALANG Annisau Nafiah; Eddy Sutadji; Riana Nurmalasari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.364 KB)

Abstract

Abstract Penitentiary institutions have a great responsibility in fostering inmates to be productive. Various fields of self-reliance development are owned by the class 1 penitentiary of Malang. One of the highlights is sewing work guidance. Based on the information obtained in the field, the sewing field is constrained by the limited human resources who can sew shirts. Therefore, to overcome this, it is necessary to recruit human resources who will be equipped with skills in sewing shirts so that the need for human resources to produce these shirt products can be maximized and fulfilled. Not only do the inmates acquire skills, but they also gain knowledge that can be developed and at the same time equip the inmates in sewing which can later be useful for themselves when they are released from detention. They can open and create their business fields so that once they blend in with the community, they are ready and can create their jobs. Based on the results of the evaluation of training activities, it was shown that 60% of participants felt the material provided was very useful, 30% was useful, and 10% quite useful. Meanwhile, based on the material presented, 50% were very easy to understand, 40 % were easy to understand and 10% were quite easy to understand. Based on the results of the evaluation, it can be concluded that this shirt-making training activity provides benefits to the inmates of class 1 Malang penitentiar Abstrak Lembaga pemasyarakatan (Lapas) mempunyai tanggungjawab yang besar dalam membina warga binaan untuk dapat produktif. Berbagai bidang pembinaan kemandirian yang dimiliki oleh lapas Kelas 1 Malang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pada bimker menjahit. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan pada bidang jahit ini terkendala pada keterbatasan sumberdaya manusia yang dapat menjahit kemeja. Oleh sebab itu, untuk mengatasinya diperlukan penjaringan SDM yang akan dibekali keterampilan dalam menjahit kemeja sehingga kebutuhan SDM untuk menghasilkan produk kemeja tersebut dapat dimaksimalkan dan terpenuhi. Tidak hanya bekal keterampilan saja yang didapatkan oLeh warga binaan tetapi mereka juga memperoleh pengetahuan yang dapat dikembangkan serta sekaligus membekali warga binaan dalam bidang menjahit yang nantinya dapat bermanfaat bagi mereka sendiri ketika sudah keluar dari tahanan. Mereka dapat membuka dan menciptakan lapangan usaha sendiri sehingga begitu membaur dengan masyarakat mereka sudah siap dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan pelatihan, menunjukkan bahwa 60% peserta merasakan materi yang diberikan sangat bermanfaat, 30% bermanfaat, dan 10% cukup bermanfaat. Sedangkan berdasarkan materi yang disampaikan 50% sangat mudah memahami, 40% mudah dipahami dan 10% cukup mudah dipahami. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembinaan keterampilan ini benar-benar memberikan manfaat kepada Warga Binaan Lapas Kelas 1 Malang.
PELATIHAN PEMBUATAN SHIBORI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS WARGA BINAAN LAPAS KELAS 1 MALANG Sarjono; Annisau Nafiah; Eddy Sutadji; Riana Nurmalasari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.949 KB)

Abstract

Abstract The Class 1 penitentiary of Malang has several work guidance which is used as a forum to equip the inmate's skills during their sentence. One of the work guidance that is of concern at this time is the work guidance of shibori batik. Conditions in the field indicate that there is still a lack of knowledge possessed by the inmates which can be seen from the work produced in this work guidance. Information was also obtained from the person in charge of working guidance for shibori batik, in his explanation he said that there was still a lack of knowledge and techniques for making shibori. Therefore, it is very necessary to provide material in the form of knowledge and techniques for making shibori in more detail so that the insight of the inmates also develops and generates new creative ideas. The solution offered to solve these problems is to provide training in making shibori motifs and manufacturing techniques. The method was used in the form of lectures and demonstrations which were attended by 30 trainees. This activity was greeted with great enthusiasm by the inmates. Various techniques of making shibori were tried to produce a variety of motifs produced by each participant. The training activities ran smoothly and received support from various parties so that the training activities could be carried out optimally Abstrak Lapas Kelas 1 Malang memiliki beberapa bimbingan kerja yang digunakan sebagai wadah untuk membekali keterampilan warga binaan selama menjalani masa hukuman. Salah satu bimbingan kerja yang menjadi perhatian saat ini adalah bimbingan kerja batik shibori. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa masih minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh warga binaan yang terlihat dari hasil karya yang dihasilkan pada bimbingan kerja ini. Informasi juga digali dari penanggungjawab bimbingan kerja batik shibori, dalam penjelasannya mengatakan memang masih minim untuk pengetahuan dan Teknik pembuatan shibori. Oleh karena itu sangat diperlukan pemberian materi berupa pengetahuan dan teknik pembuatan sibori lebih detail sehingga wawasan warga binaan juga berkembang dan memunculkan ide-ide kreatif baru. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan motif shibori dan teknik pembuatannya. Metode yang digunakan dalam pelatihan berupa ceramah dan demonstrasi yang diikuti oleh 30 peserta pelatihan. Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh warga binaan. Berbagai teknik pembuatan shibori dicoba sehingga dapat menghasilkan beragam motif yang dihasilkan oleh setiap peserta. Kegitan pelatihan berjalan lancar dan mendapatkan support dari berbagai pihak sehingga kegiatan pelatihan dapat dilaksanakan dengan maksimal.
Pengembangan Alat Permainan Edukatif “Petak Pintar” Sebagai Media Belajar Anak Usia Dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 16 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Poppy Puspitasari; Avita Ayu Permanasari; Riana Nurmalasari; Aprilia Sari Yudha
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 2 No. 2 (2022): Literasi Media dan Promosi Kreatif dalam Kegiatan Kemasyarakatan
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/japd.v2i2.1523

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah awal pada siswa Taman Kanak-kanak (TK) ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 16 Kota Malang dengan pemanfaatan media pembelajaran berupa alat permainan edukatif. Alat permainan edukatif ini bernama “Petak Pintar” yang mengambil konsep dari permainan tradisional engklek. Dengan sedikit modifikasi dan improvisasi, penggunaan alat permainan edukatif petak pintar ini dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan lembaga sekolah TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 16 Kota Malang sebagai mitra yaitu 6 orang guru dan 20 orang anak didik kelas B1, serta tim dari Universitas Negeri Malang. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatnya kemampuan mengenal huruf hijaiyah awal sesuai dengan yang ada dalam petak pintar tersebut. Kemampuan yang terdapat dalam pengembangan alat permainan edukatif petak pintar yaitu anak dapat mengenal warna (pada petak dan gaco), anak mampu mengenal macam-macam bentuk geometri (persegi panjang, persegi, dan setengah lingkaran), menyebutkan lambang huruf hijaiyah, menuliskan lambang huruf hijaiyah pada papan tulis yang telah disediakan, memasangkan 2 sampai 3 huruf hijaiyah sesuai perintah melalui gambar pada kartu.
Peningkatan kualitas SDM Guru SMK dalam penerapan budaya belajar Ergonomis pada masa pandemic COVID-19 Eddy Sutadji; Riana Nurmalasari; Annisau Nafiah; Blima Oktaviastuti
Al Tijarah Vol. 6 No. 3 (2020): Special Issue Seminar Nasional Manajemen & MADIC 6, 2020
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tijarah.v6i3.5678

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu sekolah yang memiliki potensi resiko bahaya kerja lebih tinggi dibandingkan jenis sekolah yang lain. Hal ini diibaratkan bahwa SMK merupakan salah satu wujud pabrik sekolah dimana di dalamnya terdapat laboratorium, bengkel maupun workshop untuk aktivitas praktik siswa. Adapun potensi resiko bahaya yang terdapat di SMK salah satunya yaitu faktor ergonomi. Faktor ergonomi berkaitan dengan kebiasaan kerja oleh masing-masing individu. Oleh karenanya seluruh SDM di SMK sudah seharusnya memiliki pemahaman terkait ergonomi yang benar. Sehingga para SDM di SMK dapat menerapkannya secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pemahaman guru terkait dampak Covid-19 pada pendidikan di SMK, 2) mengetahui pemahaman guru terkait budaya belajar ergonomis untuk pencegahan Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu guru SMK di Malang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa 1) secara garis besar guru memiliki pemahaman terkait dampak Covid-19 bagi pendidikan di SMK yang sangat berpengaruh pada tatanan sistem pembelajaran pada berbagai aspek, 2) guru memiliki pemahaman yang cukup terkait budaya belajar ergonomis untuk pencegahan Covid-19, namun masih diperlukan tindak lanjut secara nyata agar penerapan budaya belajar ergonomis lebih maksimal.
Pelatihan Pengolahan Jagung pada Ibu-Ibu PKK Desa Talok Malang Anggi M.J. Saputri; Nonny Aji Sunaryo; Wiwik Wahyuni; Riana Nurmalasari; Alief Lukman Syafi'i; Syamsudin Habibullah Djan Djanany
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Talok Kabupaten Malang merupakan salah satu desa mitra Universitas Negeri Malang dalam program pengabdian masyarakat. Salah satu potensi bahan pangan yang melimpah di Desa Talok adalah jagung. Dimana jika panen jagung, jagung hanya diolah direbus, dibakar dan di buat jenang. Kegiatan ini diinisiasi dari hasil wawancara dengan Kepala Desa, yang berharap adanya pelatihan mengolah jagung menjadi olahan pangan yang memiliki kandungan gizi dan nilai jual yang tinggi. Produk olahan jagung yang dibuat pada kegiatan ini adalah brownies kukus jagung, dan dawet jagung. Selain diajarkan mengolah produk, masyarakat khususnya Ibu-Ibu PKK Talok juga dibekali teknik menyimpan dan mengemas produk makanan.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk mengedukasi dan melatih warga desa Talok tentang pengolahan jagung. Hasil dari pelatihan ini adalah masyarakat Desa Talok terampil membuat olahan dari jagung, dimana nantinya ketrampilan tersebut dapat digunakan sebagai modal atau bekal membuka usaha di desa Talok. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang pengolahan jagung sebagai produk olahan memiliki nilai jual menjadi lebih tinggi. Sehingga masyarakat dapat mendapatkan keuntungan tambahan sehingga meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Edukasi Dan Pelatihan Makanan Asuh (Aman, Sehat, Utuh, Halal) Di SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang Nonny Aji Sunaryo; Riana Nurmalasari; Anggi M.J Saputri; Lismi Animatul Chisbiyah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengkonsumsi makanan yang sehat berdampak pada kesehatan, faktanya anak sekolah cenderung beresiko mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Terbukti pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan banyak jajanan yang mereka konsumsi tenyata mengandung zat berbahaya. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini yaitu edukasi berupa ceramah tentang konsep makanan ASUH, dan pelatihan berupa praktek membuat produk makanan berdasarkan konsep tersebut. Melalui kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh TIM Satgas Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, berupaya untuk mengedukasi siswa-siswi SMK Cendika Bangsa khususnya agar memahami konsep makanan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal). Harapannya, jika siswa-siswi paham, mereka akan lebih bijak dalam memilih makanan atau jajanan yang akan dikonsumsi. Selain edukasi, pada kegiatan PKM ini siswa-siswi juga diberikan pelatihan membuat makanan berupa Dessert Box Brownis Jasuke, untuk mengimplementasikan konsep yang sudah diajarkan. Pemilihan produk pelatihan berbahan dasar jagung, ditujukan untuk memanfaatkan salah satu hasil ladang SMK Cendika Bangsa. Produk pelatihan diharapkan dapat menjadi ide bisnis bagi siswa-siswi, dan juga sebagai produk unggulan SMK Cendika Bangsa. Kegiatan PKM ini berjalan lancar, para peserta sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Hasil dari PKM ini semua siswa-siswi SMK Cendika Bangsa yang mengikuti kegiatan ini pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan membuat produk makanan ASUH bertambah. Kata kunci—pengabdian kepada masyarakat, edukasi, pelatihan, makanan ASUH.
PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN KREATIFITAS KWT MENGOLAH KULINER BERBAHAN KOPI DI DESA WISATA KOPI SERAYU SRIGADING KABUPATEN MALANG Nonny Aji Sunaryo; Riana Nurmalasari; Anggi MJ Saputri; Ni'matul Istiqomah; Tiara estu amanda
BINA CIPTA Vol 2 No 2 (2023): BINA CIPTA
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/binacipta.v2i2.19

Abstract

Keterampilan dan kreatifitas perlu dimiliki sumber daya manusia (SDM) yang mengelola destinasi pariwisata, tidak terkecuali perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Di Desa Wisata Kopi Serayu Srigading Malang, mereka sangat berperan dalam pengelolaan pariwisata. Pelaksanaan pengabdian masyarakt yang dilaksanakan Tim Satgas Universitas Negeri Malang bertujuan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreatifitas mereka dalam mengolah kuliner berbahan dasar kopi. Hal ini dikarenakan kopi sebagai sumber daya alam juga menjadi komoditas pariwisata, namun belum secara optimal dikembangkan. Produk kuliner yang dibuat adalah No Baked Dessert Box Coffee Based dan minuman kopi dengan teknik manual brew, dengan adanya pelatihan pembuatan makanan dan minuman ini diharapkan akan meningkatkan keterampilan dan kreatifitas KWT sehingga mendukung pengembangan wisata di desa mereka.