Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Deskriptif Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi di Universitas Harapan Bangsa Sofia Nanda Arista; Asmat Burhan; Rahmaya Nova Handayani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.1698

Abstract

Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi dimana seseorang merasa stres dan mengalami kelelahan, baik secara emosional maupun secara fisik. Burnout dapat menyebabkan absensi yang lebih tinggi pada mahasiswa, motivasi yang lebih rendah untuk mengerjakan tugas, serta persentase drop out yang meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran burnout pada mahasiswa keperawatan anestesiologi di Universitas Harapan Bangsa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Universitas Harapan Bangsa. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner MBI-SS. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Besar sampel yaitu 266 responden. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 18-20 tahun (58,3%), berjenis kelamin perempuan (69,5%), serta jumlah responden semester 2 sebanyak 70 orang (26,3%), semester 4 sebanyak 82 orang (30,8%), semester 6 sebanyak 60 orang (22,6%), dan semester 8 sebanyak 54 orang (20,3%). Mayoritas responden mengalami burnout tingkat sedang (55,3%). Berdasarkan karakteristik responden, mayoritas mengalami burnout sedang pada rentang usia 18-20 tahun (30,1%), Berdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki persentase burnout lebih tinggi dari pada laki-laki dengan persentase 26,3% burnout ringan,38% burnout sedang, dan 4,5% burnout berat. Berdasarkan tingkat semester, mayoritas mahasiswa keperawatan anestesiologi semester 2,4,6, dan 8 mengalami burnout tingkat sedang dengan persentase tertinggi berada pada mahasiswa semester 2 yaitu sebesar 15,8%. Mayoritas mahasiswa keperawatan anestesiologi mengalami burnout tingkat sedang.
Pendidikan Kesehatan tentang Tanda Kegawatan Hipoglikemia pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Posbindu PTM Cirebon Girang Rohmah, Ayu Nurita; Handayani, Rahmaya Nova; Yanti, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21128

Abstract

ABSTRAK Prevalensi diabetes di Indonesia meningkat signifikan dari 9,19% pada tahun 2020 (18,69 juta kasus) menjadi 16,09% pada tahun 2045 (40,7 juta kasus). Selain itu, prediksi jumlah kematian yang disebabkan oleh diabetes meningkat dari 433.752 pada tahun 2020 menjadi 944.468 pada tahun 2045. Hipoglikemia merupakan komplikasi dari diabetes tipe 2 yang kondisi nya ditandai dengan kadar glukosa darah yang rendah dan menyebabkan disfungsi kognitif, gangguan fungsi otak, serta peningkatan risiko DM tipe 2 di otak. Salah satu strategi untuk mengatasi masalah pengetahuan tentang hipohlikemia dan tanda kegawatan dapat melalui edukasi Kesehatan. Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan pasien DM di posbindu PTM Cirebon Girang mengenai tanda kegawatan hipoglikemia. Metode yang digunakan yaitu memberikan edukasi berupa materi dalam bentuk slide power point, video dan booklet. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi, menunjukkan bahwa mayoritas peserta berada pada kategori cukup (76%), kategori kurang (20%) dan hanya (4%) peserta berada pada kategori baik. Tingkat pengetahuan setelah diberikan edukasi, mengalami peningkatan signifikan yaitu ditunjukkan dengan meningkatnya peserta dalam kategori baik dari (4%) menjadi (84%) dan tidak ada lagi peserta dalam kategori baik (0%).  Penggunaan video dan booklet ini efektif digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yang mana terjadi peningkatan pengetahuan kategori baik sebanyak 80%. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Hipoglikemia, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT The prevalence of diabetes in Indonesia increased significantly from 9.19% in 2020 (18.69 million cases) to 16.09% in 2045 (40.7 million cases). In addition, the predicted number of deaths caused by diabetes increased from 433,752 in 2020 to 944,468 in 2045. Hypoglycemia is a complication of type 2 diabetes that is characterized by low blood glucose levels and causes cognitive dysfunction, impaired brain function, and increased risk of type 2 DM in the brain. One of the strategies to overcome the problem of knowledge about hypoglycemia and signs of emergency can be through health education. This community service focuses on increasing the knowledge of DM patients in Posbindu PTM Cirebon Girang about the signs of hypoglycemia. The method used is to provide education in the form of material in the form of power point slides, videos and booklets. The results of this activity showed that the level of knowledge before education was given, showed that the majority of participants were in the moderate category (76%), the less category (20%) and only (4%) participants were in the good category. The level of knowledge after education was given, experienced a significant increase, as shown by the increase in participants in the good category from (4%) to (84%) and there were no more participants in the good category (0%). The use of videos and booklets is effective in community service where there is an increase in knowledge in the good category as much as 80%. Keywords: Diabetes Mellitus, Hypoglycemia, Health Education
The effect of various anesthesia techniques on changes in leukocyte types Handayani, Rahmaya Nova; Suandika, Made; Muti, Refa Teja; Yantoro, Awal Tunis
Riset Informasi Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v13i1.840

Abstract

Abstract Background: Surgery and anesthesia can affect the immune and neuroendocrine systems which can cause the release of hormones and cytokines as a result of changes in the body's physiological responses. Neuroendocrine pathways to the immune system related to stress responses due to surgery. surgery and a decrease in the number of T lymphocytes causes a shift in the balance between immunosuppressive regulatory T lymphocytes and immune-triggering T helper and cytotoxic T cells in a predominance of regulatory T cells. Apart from causing a decrease in the number of T lymphocytes, it also causes suppression of NK cells and an increase in the number of neutrophils. Research purposes determine the effect of various anesthetic techniques on changes in leukocyte count levels. Method: This research is a type of experimental research with a pre-pos test group design approach. The samples for this study were taken from patients undergoing surgery and anesthesia with inclusion criteria: age 17-65 years, ASA 1-2, no infectious diseases. The sample size is the sampling technique is Consecutive sampling. Sample measurements were taken from venous blood before and after surgery and anesthesia. The parameters measured are leukocyte counts which include leukocytes, basophils, neutrophils, monocytes and lymphocytes. Blood samples were taken before surgery and anesthesia, and 2 hours after surgery and anesthesia using a hematology analyzer. The analytical tests used are the parametric dependent test (paired T-test) or the non-parametric Wilcoxon test and the independent test. Results: There is a significant difference in the count of leukocyte types between general anesthesia and regional anesthesia Conclusion: General anesthesia can increase leukocyte counts significantly compared to regional anesthesia, but eosinophils are not significant in both groups
Pemberian Edukasi Puasa Sebelum Tindakan Operasi dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Pasien Pre Operasi di RSUD dr. R.Goeteng Taroenadibrata Rahmawati, Diah; Handayani, Rahmaya Nova; Adriyani, Fauziah Hanum Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.343

Abstract

Prosedur anestesi terdiri dari tiga tahap: pra-anestesi, intra-anestesi, dan pasca-anestesi. Pendidikan adalah proses penyampaian pengetahuan dan informasi yang relevan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang masalah penting, memungkinkan individu mengembangkan pemikiran kritis dan analitis. Tujuan PkM ini meningkatkan pengetahuan pasien di Rumah Sakit Umum Dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Metode PkM yang digunakan adalah pre- dan post-testing. Kegiatan pendidikan dilakukan menggunakan video dan media pendukung berupa brosur selama 20 menit di ruang bedah (ruang Edelweis, Bougenville, dan Dahlia). Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan. Hasil PkM menunjukkan karakteristik responden didominasi usia di atas 56 tahun (40%), jenis kelamin laki-laki (56,7%), dan pendidikan sekolah menengah atas (46,7%). Skor pengetahuan rata-rata tentang puasa sebelum operasi di Rumah Sakit Umum Dr. R. Goeteng Taroenadibrata sebelum pendidikan adalah 8,07, sedangkan setelah pendidikan meningkat menjadi 10,60. Sebelum pendidikan, pengetahuan pasien tentang puasa sebelum operasi sebagian besar berada dalam kategori memadai (40%), sedangkan setelah pendidikan, kategori pengetahuan yang paling dominan adalah baik (50%). Kesimpulan dari Program Pengabdian Masyarakat ini adalah terdapat peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan pasien sebelum dan setelah pelaksanaan program pendidikan.
Postoperative Cognitive Dysfunction in Craniotomy: Mechanisms, Challenges, and Future Directions Suandika, Made; Yantoro , Awal Tunis; Suhendro , Anton; Wijayanti, Indri; Handayani, Rahmaya Nova; Yulianto, Dwi Agus; Kisdyanti, Yuniar Melissa
Java Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2025): March - June 2025
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postoperative cognitive dysfunction (POCD) is a clinical concern that can affect patients undergoing craniotomy, often impairing memory, attention, and executive function. Despite advances in neurosurgical and anesthetic techniques, POCD remains prevalent and under-recognized. This review aims to explore the underlying mechanisms and contributing factors of POCD in the context of craniotomy under general anesthesia. A narrative literature review method was employed to examine publications retrieved from major databases including PubMed, Scopus, and ScienceDirect between 2015 and 2025. Selected studies focused on adult patients and provided insights into both clinical manifestations and molecular pathways linked to POCD. The analysis revealed that factors such as advanced age, duration of anesthesia, and neuroinflammatory responses significantly influence the development of POCD. Mitochondrial dysfunction and oxidative stress were frequently cited as key contributors to neuronal damage following surgery. In terms of clinical management, the literature suggests that early cognitive assessment and tailored anesthetic strategies may reduce the risk of long-term impairment. Although definitive treatment remains elusive, this review highlights the importance of early identification and multidisciplinary approaches to mitigate POCD in post-craniotomy patients. Future research should prioritize standardized diagnostic criteria and explore neuroprotective interventions to improve cognitive outcomes following neurosurgical procedures.
The Effect of Left Lateral Positioning on Hypotension in Cesarean Section Patients Under Spinal Anesthesia Immediately After Injection Frengky, Frengky JF; Rahmaya Nova Handayani; Septian Mixrova Sebayang
Java Nursing Journal Vol. 3 No. 3 (2025): July - October 2025
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61716/jnj.v3i3.130

Abstract

Background: Hypotension is one of the complications that often occurs in cesarean section patients undergoing spinal anesthesia. One non-pharmacological measure that can be taken to prevent hypotension is to change the patient's position to the left side immediately after the spinal anesthesia injection. Purpose: This study aimed to examine the effect of left lateral positioning on the incidence of hypotension in cesarean section patients at Pusri Palembang Hospital. Methods: A quantitative approach with a pre-experimental one group pretest-posttest design was used. A total of 52 patients were selected using purposive sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: The results showed a statistically significant difference in mean arterial pressure (MAP) before and after the left lateral positioning, with a Z value of -6.283 and a p-value < 0.001. The average MAP increased from 65.81 mmHg to 77.77 mmHg, and the average heart rate decreased from 112.40 bpm to 80.58 bpm. These results indicate that the left lateral position is effective in stabilizing patient hemodynamics and reducing the risk of hypotension. Conclusions: This finding supports the use of left lateral positioning as a simple, non-invasive, and cost-effective initial intervention in obstetric spinal anesthesia management.
Asuhan Keperawatan Diare pada Anak dengan Gastroenteritis di Ruang Ar-Rahman Nurjanah, Putri Aulia; Murniati, Murniati; Handayani, Rahmaya Nova
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.92

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gastroenteritis didefinisikan sebagai radang selaput lendir saluran pencernaan yang ditandai dengan diare atau muntah. Penyakit gastroenteritis di Indonesia ini masih menjadi masalah besar, khususnya gastroenteritis yang  disebabkan  oleh  infeksidan  noninfeksi. Gastroenteritis sendiri didefinisikan seperti buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200g atau 200ml/24jam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien diare dengan gastroenteritis Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada An. D selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Berdasarkan data yang diperoleh dari analisa data yaitu BAB pasien cair >7x/hari, ampas sedikit, makan minum sedikit dan disertai riwayat demam 3 hari sebelum dibawa kerumah sakit. Pasien terlihat lemas, mukosa bibir kering, terpasang infus RL 80 tpm dengan tanda- tanda vital nadi: 84x/menit, respirasi: 24x/menit, suhu: 36,3 C, SPo2: 97%. Berdasarkan data-data yang diperoleh dari analisa data dapat disimpulkan untuk diagnosa keperawatan pada An. D yaitu diare berhubungan dengan proses infeksi. Kesimpulan: Setelah melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan kemudian penulis melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan pada An. D dan keluarga. Evaluasi tersebut berfungsi untuk menilai tingkat keberhasilan dan intervensi yang telah dilakukan. Hasil evaluasi dapat menyatakan bahwa masalah yang muncul pada An. D teratasi sebagian.  
Asuhan Keperawatan Penurunan Curah Jantung dengan Congestive Heart Failure di Ruang Ar Rahman RSI Purwokerto Mulyaningsih, Amalia Erna; Handayani, Rahmaya Nova; Siwi, Adiratna Sekar
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i3.103

Abstract

Latar Belakang: CHF (Congestive Heart Failure) atau gagal jantung adalah kelainan multisistem dimana terjadi adanya gangguan pada jantung, otot skelet dan fungsi ginjal, stimulasi system saraf simpatis serta perubahan neurohormonal yang kompleks yang memiliki karakteristik berupa penurunan kemampuan jantung untuk memompa darah atau mengisi sirkulasi. Penyakit gagal jantung apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi serius seperti syok kardiogenik, episode tromboemboli, efusi pericardium dan temponade pericardium. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien CHF (Congestive Heart Failure) yang mengalami penurunan curah jantung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan ini diberikan selama 3 hari kepada Ny. R pasien CHF (Congestive Heart Failure) dengan penurunan curah jantung. Teknik pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pasien mengalami penurunan curah jantung dimana dari hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami sesak nafas, tekanan darah 161/76 mmHg, suhu 36,2 ºC, nadi 117 kali per menit, irama nafas 22 kali per menit, bibir tampak kering, pasien terpasang terapi oksigen dengan nasal kanul 4 liter per menit, pasien memiliki riwayat penyakit gagal jantung sejak 1 tahun yang lalu dan memiliki riwayat penyakit hipertensi sejak 5 tahun dengan pengobatan rutin. Dari hasil pemeriksaan EKG ditemukan dengan hasil  abnormal, ST-T Abnormality, dan suara jantung irreguler. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami penurunan curah jantung. Peneliti memberikan intervensi memposisikan semi-fowler, yang diberikan selama 3 hari kepada pasien, dengan diberikan posisi semi-fowler selama 3 hari menunjukan adanya perubahan terhadap kondisi pasien sehingga dapat disimpulkan memposisikan semi-fowler ini terbukti efektif untuk mengatasi masalah penurunan curah jantung.
Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Di Ruang Pulih Sadar RSUD Dr R Goeteng Taroenadibrata Yazid Muhammad Fardan; Rahmaya Nova Handayani; Eza Kemal Firdaus
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi spinal menyebabkan gangguan fungsi termogulasi sehingga menghambat respon kompensasi terhadap suhu. Dampak yang timbul pasca tindakan spinal anestesi yang sering terjadi adalah shivering yang merupakan pergerakan otot untuk mengkompensasi kehilangan suhu berlebih. Tujuan: Mengetahui hubungan lama operasi terhadap kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi di ruangan pulih sadar RSUD Dr R goeteng taroenadibrata. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan desain menggunakan cross sectional.  Teknik Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling yang berjumlah 82 responden pada penelitin ini analisis data  menggunakan uji spearman rank. Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil bahwa lama operasi cepat mendominasi dengan jumlah 48 responden (58.5%) dan kejadian shivering sebanyak 42 reponden (51.2%) dengan derajat 3 yang paling banyak sebanyak 21 responden (25.6%). Kesimpulan: Adanya hubungan antara lama operasi dengan kejadian shivering pasca spinal anestesi di ruang pulih sadar RSUD Dr.R Goeteng Taroenadibrata dengan hasil uji spearman rank p-value 0.000<0.05.
Gambaran Karakteristik Responden Pada Pasien Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Kharisma Aditama; Rahmaya Nova Handayani; Arlyana Hikmanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi merujuk pada kehilangan segala jenis sensasi, termasuk sensasi nyeri, sentuhan, suhu, dan posisi, baik sebelum, selama, maupun setelah prosedur anestesi. Terdapat tiga kategori utama jenis anestesi, yaitu anestesi umum, anestesi lokal, dan anestesi regional. Spinal anestesi adalah metode yang melibatkan penyuntikan anestetik lokal ke dalam ruang subaraknoid untuk menciptakan blokade nyeri. Tujuan: dari penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik responden pada pasien yang menjalani spinal anestesi. Metode: penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara non probabilitas dengan menggunakan Random Sampling pada pasien yang menjalani spinal anestesi. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 26-35 tahun sebanyak 12 responden (32,4%), memiliki indeks massa tubuh dalam kategori normal sebanyak 23 responden (62,2%), dan durasi operasi paling umum adalah 1-2 jam sebanyak 24 responden (64,8%).
Co-Authors A, Anggiatwan A, M Aryadi Achmad Djuneadi Adi Ryanto Adiratna Sekar Siwi Adriyani, Fauziah Hanum Nur Afandy, Dian Nurnatasha Afrilies, Marlia Hafny Agus, Dwi Aldi Hartono, Mochamad Amana, Titin Selwia Aprilyani, Ita Arni Nur Rahmawati Asmat Burhan Atun Raudotul Ma&#039;rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah AZ ZAHRA, FITRAH ANNISA Bambang P, Yohanes Burhan, Asmat Cahyani, Regita Lintang Cahyaningrum, Etika Dewi Cahyono, Anar Catur Sayekti Denny Agustiningsih Diah Rahmawati Djafar , Anisa Dwiyanti Dwi Novitasari Eko Hermawan Krisiyanto Evi Dayanti Fadlillah Fadlillah Fadlillah, Fadlillah Fandi Gunawan Farah Fildzah Febriyani, Ceria febriyanti febriyanti Feryfiks Efa Manihing Feti Kumala Dewi Firdaus, Eza Kemal Frengky, Frengky JF Futuh, Muhammad Fathul Gatri Asti Putri HARNITA HARNITA Hasibuan, Verawati Hidu, Asfan La Hikmanti, Arlyana Indri Heri Susanti, Indri Heri Ita Aprilyani Jarod, Muhammad Jerau, Emiliani Elsi Kelvin Angling Kusumo Kerubun, Lala Indriyani Kevin Virirey Mondawitu Kharisma Aditama Khoirussalim, Moh Kisdyanti, Yuniar Melissa Linda Yanti Ma?rifah, Atun Raudotul Ma’rifah, Atun Raudotul Made Suandika Made Suandika Magenda Bisma Yudha Mariah Ulfah Martyarini Budi Maryadi, Adi Mawuntu, Jordan Herling Turang Mohammad Thoriq Hasan Muhammad Galih Widyanto Muhammad Hanif I’zaaz Mulyaningsih, Amalia Erna Muntasir, Eva Muris, Theresia Uci Ikayun Murniati - Murniati . Murniati Murniati Murniati Murniati Muti, Refa Teja Nailli, Yuris Tri Ningrum, Ema Wahyu Nisha, Zuhrotun Noor Yunida Triana Nurjanah, Putri Aulia Pramesti Dewi Pratiwi, Syavira Salsabilah Putri Nola Puspitasari, Nevalia Kinanda Rian Arif Kurniawan Ririn Isma Sundari Rohmah, Ayu Nurita Salim, Siti Namira J. Sandi Saputra Sasmitha, Anggraeny Rara Savitri, Annistia Intan Septian Mixrova Sebayang Setianingsih, Sitti Setyawati, Martyarini Budi Setyo, Tri Panji Sofia Nanda Arista Sridevi Suandika , Made Suci Khasanah Sufyan, Muhammad Ali Suhendro , Anton Surtiningsih SURTININGSIH, SURTININGSIH Suryani, Roro Lintang Susanto, Amin Susilawati, Evawani Syabilla Afifuddin Suat Syahputra, Yoga Tanjung, Ar-Rahman The Ayodhya Santam Budjana Utami, Firda Aulia Putri Vian Putria Isma Wardani , Ayu Wibowo, Tophan Heri Wijayanti, Indri Yantoro , Awal Tunis Yantoro, Awal Tunis Yazid Muhammad Fardan Yudha, Magenda Bisma Yulianto, Dwi Agus Yuniar Melissa Kisdyanti