Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Hipertensi Melalui Edukasi Dan Senam Hipertensi Pada Lansia Melalui Kegiatan penyuluhan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Di Desa Kalisalak RW 02, Kecamatan Kedung Banteng Purwokerto Muhammad Hanif I’zaaz; Mohammad Thoriq Hasan; Rian Arif Kurniawan; Made Suandika; Rahmaya Nova Handayani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i2.12085

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama pada lansia dan sering dianggap wajar sehingga pencegahan kurang optimal. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kalisalak RW 02, Kecamatan Kedung Banteng, Purwokerto bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mengendalikan tekanan darah lansia melalui edukasi serta senam hipertensi. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dengan leaflet, pengukuran pengetahuan melalui pre-test dan post-test, pemeriksaan tekanan darah, dan praktik senam hipertensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik dari 30% menjadi 90% setelah edukasi. Pada pengukuran tekanan darah, jumlah lansia dengan tekanan darah normal meningkat dari 40% menjadi 70%, sedangkan kategori hipertensi stage-2 turun dari 6,7% menjadi 0%. Lansia juga sangat antusias mengikuti senam karena menambah semangat, rasa rileks, serta memberikan suasana menyenangkan. Kegiatan edukasi dan senam hipertensi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membantu mengendalikan tekanan darah pada lansia, sehingga dapat dijadikan strategi promotif dan preventif di masyarakat.
Kajian Komplikasi Pasca Spinal Anestesi: Studi Deskriptif Di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara Salim, Siti Namira J.; Handayani, Rahmaya Nova; Adriyani, Fauziah Hanum Nur
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spinal anestesi merupakan teknik anestesi regional yang banyak digunakan dalam prosedur pembedahan karena memberikan analgesia efektif tanpa menghilangkan kesadaran pasien. Namun, teknik ini memiliki risiko komplikasi pasca tindakan seperti hipotensi, bradikardi, shivering, post dural puncture headache (PDPH), post operative nausea and vomiting (PONV), dan nyeri punggung, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan pemulihan pasien. Penelitian ini memiliki tujuan khusus untuk mengidentifikasi karakteristik responden meliputi usia, indeks massa tubuhh (IMT), dan jenis kelamin di Rumah Sakit Emanuel Banjarneraga, serta mengidentifikasi kejadian komplikasi pasca spinal anestesi seperti hipotensi, bradikardi, shivering, PDPH, PONV, dan Nyeri Punggung di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dilapangan dalam waktu 13 Mei – 13 Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan komplikasi pasca spinal anestesi, dari 100 pasien komplikasi hipotensi sebanyak 62 responden (62.0%), shivering 58 responden (58.0%), PONV 33 responden (33.0%), bradikardi 31 responden (31.0%), Nyeri Punggung 8 responden (8.0%), dan PDPH 4 responden (4.0%). Pada hasil penelitian ini menunjukan komplikasi pada pasca spinal anestesi yang sering terjadi yaitu hipotensi 62 responden (62.0%).
Kajian Minat Belajar Skill Lab Pada Core Kompetensi Mahasiswa Keperawatananestesiologi Di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto Kerubun, Lala Indriyani; Handayani, Rahmaya Nova; Adriyani, Fauziah Hanum Nur
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Skill lab merupakan metode pembelajaran berbasis praktik yang memberika kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan klinis secara langsung. Pada pendidikan keperawatan anestesiologi, penguasaan keterampilan klinis menjadi penting dalam pembentukan core kompetensi. Minat belajar berperan krusial dalam keberhasilan pembelajaran, karena berkaitan dengan keterlibatan, rasa ingin tahu, serta motivasi mahasiswa. Tujuan: Mengetahui tingkat minat belajar mahasiswa terhadap kegiatan skill lab pada core kompetensi keperawatan anestesiologi di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif dan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan indikator minat belajar dan disebarkan secara daring melalui Google Form kepada 68 responden yang dikelompokkan berdasarkan kelas dengan teknik proportional random sampling. Hasil: Mayoritas responden memiliki minat belajar tinggi terhadap kegiatan skill lab sebanyak 38 responden (55,9%), dengan dominasi responden laki-laki pada kategori tinggi sebanyak 20 responden (58,8). Sedangkan, pada kategori sangat tinggi responden perempuan unggul sebanyak 16 responden (47,1%), dan tidak ada responden dengan kategori sedang maupun rendah. Kesimpulan: Minat belajar skill lab mahasiswa berada pada kategori tinggi, yang menunjukkan adanya antusiasme, ketertarikan, dan motivasi yang kuat dalam mengikuti pembelajaran menuju core kompetensi. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa minat belajar skill lab tidak dipengaruhi oleh perbedaan gender.
Impact of fast-track surgery on postoperative complications and patient satisfaction among diabetic patients undergoing elective surgery: a quasi-experimental study Made Suandika; Rahmaya Nova Handayani; Yuniar Melissa Kisdyanti; Kevin Virirey Mondawitu; The Ayodhya Santam Budjana
Riset Informasi Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v15i1.1132

Abstract

Background: Fast-Track Surgery (FTS) aims to optimise surgical recovery through multimodal interventions that reduce physiological stress and improve patient outcomes. However, its effectiveness among diabetic surgical patients remains underexplored, particularly regarding postoperative complications and satisfaction. Method: This quasi-experimental study compared 30 diabetic patients managed under an FTS protocol with 30 patients receiving conventional perioperative care at a tertiary hospital. FTS interventions included carbohydrate loading, early mobilisation, opioid-sparing analgesia, and structured discharge criteria. Outcomes assessed were postoperative complications and patient satisfaction, analysed using Chi-square and Mann–Whitney U tests. Results: The FTS group demonstrated fewer postoperative complications (20.0%) than the conventional group (46.7%, p = 0.015). Wound infection, transient hyperglycaemia, and thromboembolism were the most frequent events. Patient satisfaction was significantly higher in the FTS group (mean score 4.5 ± 0.6) compared to the conventional group (3.8 ± 0.7, p = 0.023). Multivariate analysis indicated FTS independently reduced complication risk (OR = 0.31, 95% CI: 0.10–0.89, p = 0.031). Conclusion: FTS effectively reduces postoperative complications and enhances satisfaction among diabetic patients undergoing elective surgery. Although limited by its non-randomised design and small sample size, this study highlights the potential of structured perioperative care for high-risk metabolic populations.
Manajemen Perianestesi dengan Balanced Anestesi pada Pasien Operasi Laparoscopy Konversi Open Laparotomi Diagnosa Cholelithiasis dengan Anemia dan Trombositopenia : Studi Kasus Abdurrahman, Muhammad Naufal; Pratama, Rizkian; Febrianti, Vita Ariska Devi; Handayani, Rahmaya Nova; Suandika, Made
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cholelithiasis with comorbid anemia and thrombocytopenia poses significant challenges in perioperative management, particularly when laparoscopic cholecystectomy must be converted to open laparotomy due to severe inflammation and adhesions. This case report describes the anesthetic management of a 57-year-old male patient diagnosed with cholelithiasis, anemia (Hb 10.8 g/dL), thrombocytopenia (96 ×10³/µL), and leukopenia, who underwent surgery under balanced general anesthesia. The procedure was initiated laparoscopically but converted to open laparotomy due to gallbladder wall thickening and distorted anatomy. Intraoperatively, bleeding of approximately 500 mL occurred, requiring transfusion of packed red cells and platelets. Hemodynamic fluctuations in the form of hypotension were successfully managed with fluid therapy and transfusion, ensuring adequate tissue perfusion. Postoperatively, the patient experienced delayed emergence, which improved following antagonization with atropine and neostigmine. The patient was subsequently transferred to the ICU for intensive monitoring given the risks associated with anemia, thrombocytopenia, and suboptimal recovery. This case highlights the importance of comprehensive preoperative evaluation, vigilant intraoperative monitoring, individualized anesthetic strategies with balanced anesthesia, and multidisciplinary collaboration to minimize complications in biliary surgery patients with hematological comorbidities
GAMBARAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT PADA PEMBEDAHAN NEFROTOMI: NARRATIVE REVIEW Made Suandika; Ceria Febriyani; Rahmaya Nova Handayani; Ayu Wardani; Anisa Dwiyanti Djafar
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v12i2.1161

Abstract

ABSTRAK Nephrotomy procedures, whether elective such as Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) or emergency due to renal trauma, carry a significant risk of disrupting fluid and electrolyte homeostasis. Perioperative fluid imbalance increases the risk of complications including hypovolemia, hypervolemia, electrolyte disturbances (hyperkalemia, hyponatremia), metabolic acidosis, and Acute Kidney Injury (AKI), particularly in patients with Chronic Kidney Disease (CKD). This narrative review aims to analyze perioperative fluid management requirements in nephrotomy surgery based on recent scientific literature. Articles were identified through Google Scholar and PubMed, with 15 publications from 2011–2024 selected based on relevance to perioperative fluid therapy and nephrotomy. The synthesis indicates that optimal fluid strategies include preoperative hydration optimization through Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) protocols, intraoperative hemodynamic-based fluid therapy such as Perioperative Goal-Directed Therapy (PGDT), preference of balanced crystalloid solutions (Lactated Ringer/Acetated Ringer) to prevent hyperchloremic metabolic acidosis, and strict postoperative fluid monitoring to prevent fluid overload, especially in CKD patients with CRRT indication. In conclusion, perioperative fluid management in nephrotomy must be individualized, carefully monitored, and evidence-based to prevent postoperative renal complications and improve patient outcomes.
Implementasi Relaksasi Finger Hold dengan Media Squishy untuk Menurunkan Nyeri Pasca Operasi Anestesi Umum Siti Rizkia Dewanti Putri Yusuf; Rahmaya Nova Handayani; Ita Apriliani; Danang Tri Yudono
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17788

Abstract

Nyeri pasca operasi merupakan masalah yang umum dialami pasien setelah menjalani pembedahan dengan anestesi umum dan dapat menyebabkan komplikasi serta memperpanjang masa pemulihan apabila tidak ditangani secara optimal. Manajemen nyeri masih didominasi oleh terapi farmakologis yang memerlukan strategi tambahan berupa intervensi nonfarmakologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknik relaksasi finger hold menggunakan media squishy sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi dengan anestesi umum di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 30 pasien dewasa berusia 18–59 tahun yang menjalani operasi elektif dengan anestesi umum. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan selama kurang lebih 15 menit. Hasil menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami penurunan tingkat nyeri, dimana 9 pasien mengalami nyeri ringan dan 21 pasien tetap berada pada kategori nyeri sedang dengan penurunan intensitas. Rata-rata penurunan skor nyeri sebesar 1,37 poin. Teknik relaksasi finger hold dengan media squishy terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan dalam manajemen nyeri pasca operasi.
Implementasi Pemberian Terapi Distraksi Berbasis Digital Menggunakan Virtual Reality (VR) Box terhadap Kecemasan pada Pasien Sectio Caesarea di RSI Banjarnegara Annisa Dalilah; Rahmaya Nova Handayani; Feti Kumala Dewi
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i3.10210

Abstract

Nutritional problems among toddlers require interventions that extend beyond food provision to include growth monitoring and family assistance. This community service program aimed to support the implementation of the Free Nutritious Meal Program (MBG) to improve the nutritional status of toddlers at the Posyandu in Payaraman Timur, Payaraman District, Ogan Ilir Regency. The program was conducted for one month and involved 37 toddlers through recipient registration, anthropometric monitoring, assistance during Posyandu services, and nutrition education for parents. A total of 30 toddlers (81.08%) actively participated in the program. Following the intervention, the number of toddlers with good nutritional status increased from 18 to 22, while those classified as undernourished decreased from 14 to 11 and those with poor nutritional status decreased from five to four. The mean body weight increased from 10.70 kg to 11.34 kg, representing an average gain of 0.64 kg. These findings indicate a favorable trend in toddlers' nutritional status and growth during the assistance period. Program sustainability should be strengthened through regular anthropometric monitoring, continuous family nutrition education, and enhanced involvement of Posyandu cadre
Co-Authors A, Anggiatwan A, M Aryadi Abdurrahman, Muhammad Naufal Achmad Djuneadi Adi Ryanto Adiratna Sekar Siwi Adriyani, Fauziah Hanum Nur Afandy, Dian Nurnatasha Afrilies, Marlia Hafny Agus, Dwi Aldi Hartono, Mochamad Amana, Titin Selwia Anisa Dwiyanti Djafar Annisa Dalilah Aprilyani, Ita Arni Nur Rahmawati Asmat Burhan Atun Raudotul Ma'rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Ayu Wardani AZ ZAHRA, FITRAH ANNISA Bambang P, Yohanes Burhan, Asmat Cahyaningrum, Etika Dewi Cahyono, Anar Catur Sayekti Ceria Febriyani Danang Tri Yudono Denny Agustiningsih Diah Rahmawati Djafar , Anisa Dwiyanti Dwi Novitasari Eko Hermawan Krisiyanto Evi Dayanti Fadlillah Fadlillah Fadlillah, Fadlillah Fandi Gunawan Farah Fildzah Febrianti, Vita Ariska Devi Febriyani, Ceria febriyanti febriyanti Feti Kumala Dewi Firdaus, Eza Kemal Frengky, Frengky JF Futuh, Muhammad Fathul Gatri Asti Putri HARNITA HARNITA Hasibuan, Verawati Hidu, Asfan La Hikmanti, Arlyana Indri Heri Susanti, Indri Heri Ita Apriliani Ita Aprilyani Jarod, Muhammad Jerau, Emiliani Elsi Kelvin Angling Kusumo Kerubun, Lala Indriyani Kevin Virirey Mondawitu Kharisma Aditama Khoirussalim, Moh Kisdyanti, Yuniar Melissa Linda Yanti Ma?rifah, Atun Raudotul Ma’rifah, Atun Raudotul Made Suandika Made Suandika Mariah Ulfah Maryadi, Adi Mawuntu, Jordan Herling Turang Mohammad Thoriq Hasan Muhammad Galih Widyanto Muhammad Hanif I’zaaz Muhammad Hanif I’zaaz Mulyaningsih, Amalia Erna Muntasir, Eva Muris, Theresia Uci Ikayun Murniati - Murniati . Murniati Murniati Murniati Murniati Muti, Refa Teja Nailli, Yuris Tri Ningrum, Ema Wahyu Nisha, Zuhrotun Noor Yunida Triana Nurjanah, Putri Aulia Pramesti Dewi Pratama, Rizkian Pratiwi, Syavira Salsabilah Putri Nola Puspitasari, Nevalia Kinanda Rian Arif Kurniawan Ririn Isma Sundari Rohmah, Ayu Nurita Salim, Siti Namira J. Sandi Saputra Sasmitha, Anggraeny Rara Savitri, Annistia Intan Septian Mixrova Sebayang Setianingsih, Sitti Setyawati, Martyarini Budi Setyo, Tri Panji Siti Rizkia Dewanti Putri Yusuf Sofia Nanda Arista Suandika , Made Suci Khasanah Sufyan, Muhammad Ali Suhendro , Anton Surtiningsih SURTININGSIH, SURTININGSIH Suryani, Roro Lintang Susanto, Amin Susilawati, Evawani Syabilla Afifuddin Suat Syahputra, Yoga Tanjung, Ar-Rahman The Ayodhya Santam Budjana Utami, Firda Aulia Putri Vian Putria Isma Wardani , Ayu Wibowo, Tophan Heri Wijayanti, Indri Yantoro , Awal Tunis Yantoro, Awal Tunis Yazid Muhammad Fardan Yudha, Magenda Bisma Yulianto, Dwi Agus Yuniar Melissa Kisdyanti