Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran El-Ganzouri Risk Indeks Score Terhadap Keberhasilan Intubasi Pada Pasien Anestesi Umum Febriyanti, Febriyanti; Rahmaya Nova Handayani; Made Suandika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.204

Abstract

Kesulitan dan kegagalan intubasi pada operasi anestesi umum meningkat dalam tujuh tahun terakhir. Risiko yang mengancam pasien sangat serius, mulai dari cedera saluran napas, pendarahan, aspirasi, hingga hipoksia, gagal napas, dan kematian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran El-Ganzouri Risk Index Score terhadap keberhasilan intubasi pada pasien anestesi umum di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik sampling non-probabilitas (consecutive sampling) pada 58 sampel. Analisis data berfokus pada distribusi frekuensi dari data umum pasien dan skor El-Ganzouri Risk Index yang dikumpulkan sebelum operasi dengan anestesi umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu 56 responden (96,6%) memiliki skor El-Ganzouri Risk Index <4 dan berhasil diintubasi dengan cepat. Sebaliknya, satu responden dengan skor ≥4 dan satu responden lain dengan skor <4 mengalami kegagalan intubasi yang membutuhkan waktu lebih dari 60 detik.
The Effect of Left Lateral Positioning on Hypotension in Cesarean Section Patients Under Spinal Anesthesia Immediately After Injection Frengky, Frengky JF; Rahmaya Nova Handayani; Septian Mixrova Sebayang
Java Nursing Journal Vol. 3 No. 3 (2025): July - October 2025
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61716/jnj.v3i3.130

Abstract

Background: Hypotension is one of the complications that often occurs in cesarean section patients undergoing spinal anesthesia. One non-pharmacological measure that can be taken to prevent hypotension is to change the patient's position to the left side immediately after the spinal anesthesia injection. Purpose: This study aimed to examine the effect of left lateral positioning on the incidence of hypotension in cesarean section patients at Pusri Palembang Hospital. Methods: A quantitative approach with a pre-experimental one group pretest-posttest design was used. A total of 52 patients were selected using purposive sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: The results showed a statistically significant difference in mean arterial pressure (MAP) before and after the left lateral positioning, with a Z value of -6.283 and a p-value < 0.001. The average MAP increased from 65.81 mmHg to 77.77 mmHg, and the average heart rate decreased from 112.40 bpm to 80.58 bpm. These results indicate that the left lateral position is effective in stabilizing patient hemodynamics and reducing the risk of hypotension. Conclusions: This finding supports the use of left lateral positioning as a simple, non-invasive, and cost-effective initial intervention in obstetric spinal anesthesia management.
Asuhan Keperawatan Diare pada Anak dengan Gastroenteritis di Ruang Ar-Rahman Nurjanah, Putri Aulia; Murniati, Murniati; Handayani, Rahmaya Nova
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i2.92

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gastroenteritis didefinisikan sebagai radang selaput lendir saluran pencernaan yang ditandai dengan diare atau muntah. Penyakit gastroenteritis di Indonesia ini masih menjadi masalah besar, khususnya gastroenteritis yang  disebabkan  oleh  infeksidan  noninfeksi. Gastroenteritis sendiri didefinisikan seperti buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200g atau 200ml/24jam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien diare dengan gastroenteritis Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada An. D selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Berdasarkan data yang diperoleh dari analisa data yaitu BAB pasien cair >7x/hari, ampas sedikit, makan minum sedikit dan disertai riwayat demam 3 hari sebelum dibawa kerumah sakit. Pasien terlihat lemas, mukosa bibir kering, terpasang infus RL 80 tpm dengan tanda- tanda vital nadi: 84x/menit, respirasi: 24x/menit, suhu: 36,3 C, SPo2: 97%. Berdasarkan data-data yang diperoleh dari analisa data dapat disimpulkan untuk diagnosa keperawatan pada An. D yaitu diare berhubungan dengan proses infeksi. Kesimpulan: Setelah melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan kemudian penulis melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan pada An. D dan keluarga. Evaluasi tersebut berfungsi untuk menilai tingkat keberhasilan dan intervensi yang telah dilakukan. Hasil evaluasi dapat menyatakan bahwa masalah yang muncul pada An. D teratasi sebagian.  
Asuhan Keperawatan Penurunan Curah Jantung dengan Congestive Heart Failure di Ruang Ar Rahman RSI Purwokerto Mulyaningsih, Amalia Erna; Handayani, Rahmaya Nova; Siwi, Adiratna Sekar
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i3.103

Abstract

Latar Belakang: CHF (Congestive Heart Failure) atau gagal jantung adalah kelainan multisistem dimana terjadi adanya gangguan pada jantung, otot skelet dan fungsi ginjal, stimulasi system saraf simpatis serta perubahan neurohormonal yang kompleks yang memiliki karakteristik berupa penurunan kemampuan jantung untuk memompa darah atau mengisi sirkulasi. Penyakit gagal jantung apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan komplikasi serius seperti syok kardiogenik, episode tromboemboli, efusi pericardium dan temponade pericardium. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien CHF (Congestive Heart Failure) yang mengalami penurunan curah jantung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan ini diberikan selama 3 hari kepada Ny. R pasien CHF (Congestive Heart Failure) dengan penurunan curah jantung. Teknik pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pasien mengalami penurunan curah jantung dimana dari hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami sesak nafas, tekanan darah 161/76 mmHg, suhu 36,2 ºC, nadi 117 kali per menit, irama nafas 22 kali per menit, bibir tampak kering, pasien terpasang terapi oksigen dengan nasal kanul 4 liter per menit, pasien memiliki riwayat penyakit gagal jantung sejak 1 tahun yang lalu dan memiliki riwayat penyakit hipertensi sejak 5 tahun dengan pengobatan rutin. Dari hasil pemeriksaan EKG ditemukan dengan hasil  abnormal, ST-T Abnormality, dan suara jantung irreguler. Kesimpulan: Berdasarkan data yang didapatkan, pasien mengalami penurunan curah jantung. Peneliti memberikan intervensi memposisikan semi-fowler, yang diberikan selama 3 hari kepada pasien, dengan diberikan posisi semi-fowler selama 3 hari menunjukan adanya perubahan terhadap kondisi pasien sehingga dapat disimpulkan memposisikan semi-fowler ini terbukti efektif untuk mengatasi masalah penurunan curah jantung.
Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Di Ruang Pulih Sadar RSUD Dr R Goeteng Taroenadibrata Yazid Muhammad Fardan; Rahmaya Nova Handayani; Eza Kemal Firdaus
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi spinal menyebabkan gangguan fungsi termogulasi sehingga menghambat respon kompensasi terhadap suhu. Dampak yang timbul pasca tindakan spinal anestesi yang sering terjadi adalah shivering yang merupakan pergerakan otot untuk mengkompensasi kehilangan suhu berlebih. Tujuan: Mengetahui hubungan lama operasi terhadap kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi di ruangan pulih sadar RSUD Dr R goeteng taroenadibrata. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan desain menggunakan cross sectional.  Teknik Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling yang berjumlah 82 responden pada penelitin ini analisis data  menggunakan uji spearman rank. Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil bahwa lama operasi cepat mendominasi dengan jumlah 48 responden (58.5%) dan kejadian shivering sebanyak 42 reponden (51.2%) dengan derajat 3 yang paling banyak sebanyak 21 responden (25.6%). Kesimpulan: Adanya hubungan antara lama operasi dengan kejadian shivering pasca spinal anestesi di ruang pulih sadar RSUD Dr.R Goeteng Taroenadibrata dengan hasil uji spearman rank p-value 0.000<0.05.
Gambaran Karakteristik Responden Pada Pasien Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Kharisma Aditama; Rahmaya Nova Handayani; Arlyana Hikmanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi merujuk pada kehilangan segala jenis sensasi, termasuk sensasi nyeri, sentuhan, suhu, dan posisi, baik sebelum, selama, maupun setelah prosedur anestesi. Terdapat tiga kategori utama jenis anestesi, yaitu anestesi umum, anestesi lokal, dan anestesi regional. Spinal anestesi adalah metode yang melibatkan penyuntikan anestetik lokal ke dalam ruang subaraknoid untuk menciptakan blokade nyeri. Tujuan: dari penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik responden pada pasien yang menjalani spinal anestesi. Metode: penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara non probabilitas dengan menggunakan Random Sampling pada pasien yang menjalani spinal anestesi. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 26-35 tahun sebanyak 12 responden (32,4%), memiliki indeks massa tubuh dalam kategori normal sebanyak 23 responden (62,2%), dan durasi operasi paling umum adalah 1-2 jam sebanyak 24 responden (64,8%).
Edukasi Pasien untuk Mengurangi Ketidaknyamanan Pasca Ekstubasi Endotracheal Tube General Anestesi Aldi Hartono, Mochamad; Setyawati, Martyarini Budi; Handayani, Rahmaya Nova
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.691

Abstract

Introduction: General anesthesia with endotracheal intubation frequently results in post-extubation discomfort manifested as sore throat, hoarseness, and respiratory distress due to airway trauma. Non-pharmacological education is essential to enhance patients’ understanding in minimizing these complaints. Objective: This community service activity aims to provide information and improve patients’ knowledge regarding the management of discomfort following ETT extubation. Methods: The activity commenced with participant identification, informed consent, and coordination with healthcare personnel. Thirty participants who underwent general anesthesia with ETT took part in this program. The activity employed an educational approach through interactive lectures and demonstrations to facilitate a deeper understanding of the material. Education was delivered for approximately 10 minutes using brochures and videos, beginning with a pre-test and concluding with a post-test. Evaluation was conducted using a questionnaire to measure the effectiveness of the educational intervention in enhancing patients’ knowledge after extubation. Results: The findings demonstrated an improvement in participants’ knowledge, wherein prior to the education, all participants (100%) had limited understanding, while after the intervention, the majority (25 participants; 83.3%) exhibited very good knowledge. The educational intervention proved effective in improving patients’ understanding of discomfort management following extubation. Conclusion: Education utilizing brochures and videos was effective in enhancing patients’ knowledge regarding the management of discomfort after extubation.
Gambaran Hemodinamik Pasien pada Pembedahan Laparaskopi dan Laparatomi dengan General Anestesi di RSUD Kardinah Tegal Cahyani, Regita Lintang; Handayani, Rahmaya Nova; Adriyani, Fauziah Hanum Nur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i3.8324

Abstract

Among various surgical procedures, laparotomy and laparoscopy are among the most frequently performed, especially in cases involving abdominal organs. Both procedures use general anesthesia, but there are differences that affect patient stability, particularly regarding hemodynamic aspects such as blood pressure, pulse rate, and oxygen saturation. These factors can stem from organ manipulation during surgery, bleeding, increased intra-abdominal pressure, or the effects of anesthesia. This study aims to describe the hemodynamic conditions of patients during the pre- and intraoperative phases of laparotomy and laparoscopy. Using a comparative quantitative descriptive study design using a cross-sectional approach, the sample consisted of 52 patients, divided into 26 patients undergoing laparotomy and 26 patients undergoing laparoscopy. An observation sheet was used to collect data. The results of observations during the preoperative phase showed that all patients were hemodynamically stable and within the normal range. However, during surgery, laparotomy patients tended to experience a more significant decrease in blood pressure compared to the laparoscopy group, with an average of 107.3/65.65 mmHg. In contrast, in patients undergoing laparoscopy, a more pronounced increase in heart rate was identified, with an average of 73.26 beats per minute. Despite this difference in response, oxygen saturation levels generally remained stable both pre- and intraoperatively in both patient groups.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint terhadap Post Operative Nausea and Vomiting (Ponv) Post Operasi Spinal Anestesi di Rsud 45 Kuningan Permata, Pramudya Putra; Burhan, Asmat; Handayani, Rahmaya Nova
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 10 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i10.187

Abstract

Mual dan muntah pasca operasi (Postoperative Nausea and Vomiting atau PONV) merupakan komplikasi umum yang dapat mengganggu kenyamanan pasien dan memperpanjang masa pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aromaterapi peppermint dalam mengurangi PONV pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal di RSUD 45 Kuningan. Desain penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan aromaterapi peppermint dan kelompok kontrol yang diberikan aromaterapi lavender. Jumlah sampel sebanyak 50 pasien, dengan masing-masing kelompok berjumlah 25 pasien. Data dikumpulkan menggunakan skala numerik untuk mengukur tingkat PONV sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok eksperimen dari rata-rata skor PONV 4,68 menjadi 2,68, sedangkan pada kelompok kontrol penurunan terjadi dari 4,84 menjadi 4,04. Uji statistik Independent Sample T-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa aromaterapi peppermint efektif dalam mengurangi PONV dan dapat diaplikasikan secara klinis dalam manajemen PONV.
PERBEDAAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA GENERAL ANESTESI TIVA DAN SPINAL ANESTESI: STUDI DESKRIPSI Kholiqin, Nur; Handayani, Rahmaya Nova; Suryani, Roro Lintang
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.316

Abstract

Di dunia yang sempurna, anestesi umum akan memberikan sejumlah manfaat, termasuk induksi yang tenang, hilangnya kesadaran yang diperkirakan, keadaan intraoperatif yang stabil, efek samping yang sedikit, serta pemulihan refleks dan keterampilan motorik yang cepat dan tanpa rasa sakit. Sejak diperkenalkan pada praktik klinis, anestesi umum telah berevolusi dan berubah secara signifikan, bersama dengan anestesi intravena total (TIVA), kami menetapkan untuk membandingkan Mean Arterial Pressure (MAP) anestesi spinal dengan TIVA anestesi umum. Sebuah studi kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif adalah teknik analisis yang dipilih. Empat puluh orang berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai bagian dari metode total sampling. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa 28 pasien, atau 70% dari total pasien, termasuk dalam kelompok usia 19-45 tahun. Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 27 (67,5%) pasien. Berdasarkan jenis pembedahan mayorits bedah umum sebanyak 22 (55%) pasien. Bredasarkan durasi pemebedahan mayoritas < 1 jam sebesar 22 (55%) pasien. Dan berdasarkan status fisik ASA mayoritas 24 (60%) pasien semua dari jumlah responden 40 pasien.Berdasarkan tingkat MAP dapat diketahui bahwa mayoritas pasien pada general anestesi TIVA mengalami tingkat MAP mayoritas nilai maximum 120 terdapat responden 8 (20%) repondendengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan spinal anestesi tingkat MAP mayoritas nilai rata-rata 85,83 terdapat responden 15 (37,5%) dengan menunjukkan bahwa mayoritas pasien dengan pembiusan general anestesi dan spinal anestesi tidak mengalami perubahan MAP atau perubahan hemodinamik yang segnifikan di rumah sakit dedy jaya. Tingkat Mean Arterial Pressure (MAP) berdasarkan sebelum dilakukan pembiusan dan sesuadah pembiusan Sebelum dilakukan pembiusan Variabel MAP dari reponden 40 didapatkan nilai standar deviasi 13,190 lebih kecil dari pada mean yaitu 87.65 artinya sebaran data semakin mendekatin nilai mean. Nilai maksimum dan minimum dari variabel ini adalah 48 dan 108.
Co-Authors A, Anggiatwan A, M Aryadi Achmad Djuneadi Adi Ryanto Adiratna Sekar Siwi Adriyani, Fauziah Hanum Nur Afandy, Dian Nurnatasha Afrilies, Marlia Hafny Agus, Dwi Aldi Hartono, Mochamad Amana, Titin Selwia Aprilyani, Ita Arni Nur Rahmawati Asmat Burhan Atun Raudotul Ma&#039;rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Ayodhya Santam Budjana, The AZ ZAHRA, FITRAH ANNISA Bambang P, Yohanes Burhan, Asmat Cahyani, Regita Lintang Cahyaningrum, Etika Dewi Cahyono, Anar Catur Sayekti Denni, Febby Febrian Denny Agustiningsih Diah Rahmawati Djafar , Anisa Dwiyanti Dwi Novitasari Eko Hermawan Krisiyanto Evi Dayanti Eza Kemal Firdaus Fadlillah Fadlillah Fadlillah, Fadlillah Fandi Gunawan Farah Fildzah Fauziah, Dian Nur Febriyani, Ceria febriyanti febriyanti Feryfiks Efa Manihing Feti Kumala Dewi Firdaus, Eza Kemal Frengky, Frengky JF Futuh, Muhammad Fathul Gatri Asti Putri HARNITA HARNITA Hasibuan, Verawati Hidu, Asfan La Hikmanti, Arlyana Indri Heri Susanti, Indri Heri Ita Aprilyani Jarod, Muhammad Jerau, Emiliani Elsi Kelvin Angling Kusumo Kharisma Aditama Khoirussalim, Moh Kholiqin, Nur Kisdyanti, Yuniar Melissa Linda Yanti M. Devin Kamal Ma?rifah, Atun Raudotul Ma’rifah, Atun Raudotul Made Suandika Magenda Bisma Yudha Mariah Ulfah Martyarini Budi Maryadi, Adi Mawuntu, Jordan Herling Turang Meliana, Vanessa Febri Mohammad Thoriq Hasan Mondawitu, Kevin Virirey Muhammad Galih Widyanto Muhammad Hanif I’zaaz Mulyaningsih, Amalia Erna Muntasir, Eva Muris, Theresia Uci Ikayun Murniati - Murniati . Murniati Murniati Murniati Murniati Muti, Refa Teja Nailli, Yuris Tri Ningrum, Ema Wahyu Nisha, Zuhrotun Noor Yunida Triana Nurjanah, Putri Aulia Permata, Pramudya Putra Pramesti Dewi Pratiwi, Syavira Salsabilah Putri Nola Puspitasari, Nevalia Kinanda Rian Arif Kurniawan Ririn Isma Sundari Rohmah, Ayu Nurita Salim, Siti Namira J. Sandi Saputra Sasmitha, Anggraeny Rara Savitri, Annistia Intan Septian Mixrova Sebayang Setianingsih, Sitti Setyawati, Martyarini Budi Setyo, Tri Panji Sofia Nanda Arista Sridevi Suandika , Made Suci Khasanah Sufyan, Muhammad Ali Suhendro , Anton Surtiningsih Surtiningsih Surtiningsih SURTININGSIH, SURTININGSIH Suryani, Roro Lintang Susanto, Amin Susilawati, Evawani Syabilla Afifuddin Suat Syahputra, Yoga Tanjung, Ar-Rahman Utami, Firda Aulia Putri Vian Putria Isma Wardani , Ayu Wibowo, Tophan Heri Wijayanti, Indri Yantoro , Awal Tunis Yantoro, Awal Tunis Yazid Muhammad Fardan Yudha, Magenda Bisma Yulianto, Dwi Agus