Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PEMERINTAH KOTA CILEGON DAN FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) CILEGON DALAM MENCEGAH TINDAKAN INTOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA Muhammad Abdul Aziz; Ratna Sari Dewi; Dinar Sugiana Fitrayadi
PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024 - September 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/1rg4zp47

Abstract

This research aims to investigate how the Cilegon City Government and the Forum for Interfaith Harmony (FKUB) collaborate in designing, implementing, and evaluating programs to maintain interfaith harmony and prevent religious intolerance. Data were collected through policy document analysis and in-depth interviews with officials from Kesbangpol, FKUB, and the Cilegon City Ministry of Religious Affairs Office using a qualitative descriptive technique. The conclusions drawn from this study include goal-setting techniques, formulation of the existing situation, identification of barriers and facilitators, and development of activity plans. Implementation of the program involves disseminating regulations, convening meetings with religious leaders, establishing youth forums, and organizing interfaith community coordination meetings. According to program evaluation, the interfaith harmony index for Cilegon City in 2022 achieved a score of 79.71 points, surpassing the target of 68.74 points and also exceeding the national average interfaith harmony index of 72.39 points. These findings imply the potential to enhance understanding and preventive actions in promoting harmony among religious communities.
PELESTARIAN KESENIAN TARI BUAYA PUTIH SEBAGAI UPAYA MENJAGA NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL (Studi Deskriptif di Kampung Curugdahu Kab. Serang) Umiyah; Dinar Sugiana Fitrayadi; Ria Yuni Lestari
Jurnal Binagogik Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v10i1.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian tari buaya putih di kampung Curugdahu Kabupaten Serang, (2) strategi bentuk pelestarian kesenian tari buaya putih di kampung Curugdahu Kabupaten Serang, (3) tantangan dalam melestarikan kesenian tari buaya putih di kampung Curugdahu Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi serta keabsahan data menggunaka triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian tari buaya putih yaitu nilai religi, nilai estetika, nilai gotong royong dan nilai moral. Berbagai nilai tersebut menjadi sesuatu hal yang sangat penting di kesenian tari buaya putih karena nilai-nilai tersebut dapat dimaknai dengan baik apabila para anggota kesenian menjalankan kesenian tari buaya putih ini secara rutin dilakukan dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap tahapan dari persiapan, pelaksanaan dan penutupan. Selain itu, dibutuhkan sebuah strategi untuk melestarikan kesenian tari buaya putih yaitu dengan cara adanya sebuah fasilitator, koordinar dan dinamisator dalam pelestarian baik dari pengelola sanggar maupun dari pemerintah. Terdapat pula sebuah tantangan baik secara internal maupun internal yang dihadapi dalam proses pelestarian kesenian tari buaya putih yang mana faktor internal dipengaruhi oleh dalam diri misalnya motivasi dalam diri dalam melestarikannya, sedangkan untuk faktor internal yang dihadapi ialah adanya budaya luar, perkembangan teknologi serta sarana dan prasarana kurang memadai.
ANALISIS PERAN MATA KULIAH UMUM KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK IDENTITAS NASIONAL MAHASISWA DI UNTIRTA Feby, Mohamad; Dinar Sugiana Fitrayadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59361

Abstract

This study aims to analyze the role of the General Citizenship Course in shaping the national identity of students at Sultan Ageng Tirtayasa University (Untirta). The research is motivated by the phenomenon of weakening national identity among students due to the influences of globalization, information technology advancements, and the influx of foreign cultures. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and subsequently analyzed using the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the General Citizenship Course plays a role in enhancing students' understanding of national identity, internalizing national values—such as patriotism, tolerance, and responsibility—and fostering the implementation of national identity in campus life through respect for diversity, adherence to rules, and participation in student activities. Thus, the General Citizenship Course plays a significant role in shaping students' national identity, although further strengthening is still needed regarding the application of national values in daily life.
ANALISIS PEMANFAATAN FITUR JAKLAPOR PADA APLIKASI JAKARTA KINI (JAKI) SEBAGAI MEDIA E-PARTICIPATION (STUDI DESKRIPTIF DI KELURAHAN PELA MAMPANG) Kemala Dwi Rosa; Ujang Jamaludin; Dinar Sugiana Fitrayadi
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 9 (2026): 2026 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i9.1295

Abstract

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan fitur JakLapor pada aplikasi Jakarta Kini (JAKI) sebagai media pengaduan masyarakat yang mendukung penerapan e-participation dalam pelayanan publik. Meskipun penggunaan aplikasi terus meningkat, kualitas partisipasi masyarakat melalui JakLapor belum banyak dikaji berdasarkan dimensi e-participation. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemanfaatan fitur JakLapor sebagai media e-participation di Kelurahan Pela Mampang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 87 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan tiga dimensi e-participation, yaitu e-enabling, e-engaging, dan e-empowering, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan JakLapor secara keseluruhan berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 3,407. Dimensi e-enabling memperoleh nilai tertinggi sebesar 3,576, diikuti dimensi e-engaging sebesar 3,549, sedangkan dimensi e-empowering memperoleh nilai terendah sebesar 3,095. Temuan ini menunjukkan bahwa JakLapor telah mampu menyediakan akses informasi, memfasilitasi penyampaian laporan, serta mendukung interaksi antara masyarakat dan pemerintah dengan baik. Namun, masyarakat belum sepenuhnya merasakan bahwa partisipasi yang mereka berikan menghasilkan dampak yang nyata terhadap penyelesaian permasalahan yang dilaporkan. Oleh karena itu, pengembangan JakLapor perlu diarahkan pada penguatan mekanisme umpan balik, peningkatan kualitas respons pemerintah, penyediaan ruang dialog lanjutan, serta transparansi tindak lanjut laporan agar kualitas e-participation dapat ditingkatkan.
FENOMENA ANAK JALANAN SUATU KAJIAN TERHADAP PERAN DINAS SOSIAL KOTA SERANG Ani Mulyati; Ria Yuni Lestari; Dinar Sugiana Fitrayadi
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 9 (2026): 2026 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i9.1297

Abstract

Fenomena anak jalanan merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih dihadapi oleh berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Serang. Keberadaan anak jalanan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kemiskinan, putus sekolah, kondisi keluarga, serta dorongan orang tua yang menyebabkan anak turun ke jalan untuk mencari penghasilan. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah melalui pelaksanaan program pembinaan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial Kota Serang dalam pembinaan anak jalanan, mengidentifikasi program pembinaan yang dilaksanakan, serta mengkaji hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Kota Serang telah menjalankan perannya melalui kegiatan penjangkauan, pendataan, asesmen, penindakan, rehabilitasi sosial, serta pembinaan lanjutan bagi anak jalanan. Program pembinaan meliputi pemberian bimbingan sosial, bantuan sosial, pendidikan, serta pelatihan keterampilan, seperti Sekolah Rakyat, pelatihan perbengkelan, dan tata boga. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran orang tua, serta faktor ekonomi yang menyebabkan sebagian anak kembali ke jalanan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi antarlembaga, serta kolaborasi dengan dunia usaha agar program pembinaan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
From Civic Knowledge to Collective Action: Strengthening Civic Intelligence through Service-Learning Dinar Sugiana Fitrayadi; Ria Erica Salty; Ikman Nur Rahman
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 5 (2026): October
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i5.2038

Abstract

This study explores the implementation of the Service-Learning (SL) approach in Civic Education as a strategy to foster civic intelligence, conceptualized as the capacity of citizens, both individually and collectively, to identify, understand, and address social problems fairly and effectively through the integration of private civic intelligence and public civic intelligence. The study aims to examine the contribution of Service-Learning to students’ ability to design and implement social projects and to investigate its role in strengthening civic intelligence. The Service-Learning approach was implemented through three sequential phases: planning, implementation, and evaluation/reflection, involving four community-based service projects as experiential learning activities. The findings reveal that students participating in Service-Learning demonstrated greater ability to identify social issues, collaboratively develop solutions with community members, implement social projects, and critically reflect on the outcomes of their activities. These improvements strengthened the dimension of private civic intelligence by enhancing students’ civic knowledge, civic attitudes, and civic skills, while simultaneously reinforcing the dimension of public civic intelligence through increased civic engagement, civic participation, and collaborative action within the community. The study concludes that Service-Learning is an effective pedagogical approach for strengthening civic intelligence while enhancing the quality of Civic Education learning.