Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS MENGENAL POLA ABCD-ABCD DENGAN KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA ANAK USIA DINI Salma Zahra Fauziyah; Teti Ratnasih; Zaenal Muftie
Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2025): Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v7i1.23497

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara aktivitas mengenal pola abcd-abcd dan kecerdasan logika matematika, terlihat bahwa anak masih perlu dibimbing dalam mengenali, menyusun, mengingat pola, dan memikirkan pola selanjutnya, serta dalam memecahkan masalah, juga menyelesaikan tugas yang diberikanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Aktivitas mengenal pola abcd-abcd, (2) Kecerdasan logika matematika anak usia dini; dan (3) Hubungan antara aktivitas mengenal pola abcd-abcd dengan kecerdasan logika matematika di Kelompok B1 RA Persis 3 Cikutra Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional, dengan subjek penelitian sebanyak 13 anak yang terdiri dari 10 laki-laki dan 3 perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari aktivitas mengenal pola abcd-abcd memperoleh nilai rata-rata 77 dengan interpretasi baik dan hasil kecerdasan logika matematika memperoleh nilai rata-rata 74,3 dengan interpretasi baik pula. Adapun hubungan antara aktivitas mengenal pola abcd-abcd dengan kecerdasan logika matematika anak usia dini memperoleh angka korelasi sebesar 0,75 yang memiliki tingkat hubungan kuat. Selanjutnya hasil dari koefisien determinasi diperoleh sebesar 56% kontribusi yang diberikan kepada kecerdasan logika matematika dalam aktivitas mengenal pola abcd-abcd.
Pendampingan Rumah Bermain Karakter Untuk Mengurangi Ketergantungan Gadget Anak Kampung Cigablongan Momon, Momon; Ratnasih, Teti; Nursihah, Arif; Ulfah, Aulia Hermawati; Prasetiawati, Nadia
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/assibyan.v11i1.12237

Abstract

This study aims to reduce gadget dependence through a Character Playhouse accompaniment program that integrates role-playing and storytelling activities as interactive and enjoyable educational alternatives. Experiential learning methods and participatory approaches were applied by facilitators to create a positive and inclusive learning environment Kampung Cigablongan, Desa Mandala, Kecamatan Cimenyan.. The results showed a significant decrease in the duration of gadget use, increased children’s interest in play activities, and the emergence of positive character values such as honesty, responsibility, empathy, and cooperation. This study reinforces the role of the Character Playhouse as an effective medium to divert children’s attention from gadgets while holistically supporting character development. Recommendations are provided to optimize the roles of parents, educators, and community members in managing children's gadget use and in developing sustainable character education programs.
INSTILLING CHARACTER THROUGH THE MODEL OF BUILDING RELIGIOUS AND VALUE BASED EDUCATION (BRAVE): HONESTY, COURAGE, INDEPENDENCE Koko Khoerudin; Aan Hasanah; Qiqi Yuliati Zaqiah; Teti Ratnasih
JURNAL EDUSCIENCE Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Australia, Taiwan, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v13i1.8377

Abstract

Purpose – This study aims to create character education innovation through the development of the BRAVE (Building Religious and Value-based Education) Model. The primary focus of this innovation is to integrate religious values—honesty, courage, and independence—into a digital educational game platform to address the lack of adaptive character-learning media for early childhood in the digital age.Methodology – This research uses the Research and Development (R&D) method with a 4-D procedure (Define, Design, Develop, Disseminate). The Define stage included an analysis of the needs of teachers at Raudhatul Athfal (RA) institutions; the Design stage produced a prototype of an interactive digital game based on moral dilemma scenarios; and the Develop stage involved validation by six experts (in materials, media, and practitioners) with a feasibility score of 89%. The model was tested on a limited basis with 60 students at four partner RAs.Findings – The study's results confirm that digital educational games in the BRAVE Model significantly transform children's behavior. Pretest-posttest analysis shows a dramatic increase in honesty (58% to 84%), courage (55% to 81%), and independence (60% to 86%), with p < 0.05. Qualitative findings reveal that the game's interactivity increases children's emotional involvement, enabling the internalization of religious values to occur more naturally and permanently than with conventional methods.Contribution – The BRAVE model has proven to be an innovative and applicable solution for early childhood education institutions seeking to strengthen religious character through the measured, systematic use of digital media.
The Influence of Teacher Role Models, Student Religious Motivation, and Islamic Spiritual Activities on Student Religiousness Levels Andewi Suhartini; Teti Ratnasih; Yuni Purnama Sari; Muhammad Raid Arrofi; Nia Rosita
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2026): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v7i2.2611

Abstract

This study is in the discourse of Islamic education and religious psychology, focusing on factors that influence the internalization of religious values in the madrasah environment. The main objective of this article is to analyze and test the partial and simultaneous effects of Teacher Role Models (X1), Student Religious Motivation (X2), and Islamic Spiritual Activities (X3) on Student Religiousness Levels (Y) at MAN 1 Bandung Regency. The research method used was a quantitative approach with multiple regression analysis techniques. Data were collected through questionnaires distributed to a sample of 207 eleventh-grade students. Based on the testing, the three independent variables were partially proven to have a positive and significant influence on the Level of Religiosity (Teacher Role Models Sig.=0.002; Religious Motivation Sig.=0.000; Islamic Spiritual Activities Sig.=0.000). Simultaneously, Teacher Exemplarity, Religious Motivation, and Islamic Spiritual Activities contributed 63.8% to the dependent variable (Sig. = 0.000). The most prominent research finding is that Student Religious Motivation is the most dominant predictor with the highest standardized Beta value (beta = 0.525), indicating that the students' internal spiritual motivation is stronger than the influence of teachers or school programs. This paper contributes to confirming theories of religiosity while also contributing a perspective of influence hierarchy, emphasizing that madrasah strategies must focus on strengthening students' spiritual motivation. The results of this study are important as a basis for formulating madrasah policies that shift the focus from merely delivering material to building intrinsic religious awareness.
HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN MENYUSUN MOTOR SKILLS BLOK INTERLOCKING SYTEM (MOBIS) DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Yulianti Nurtiarasani; Teti Ratnasih; Syam’iyah
JURALIANSI: Jurnal Lingkup Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022): JURALIANSI (JURNAL LINGKUP ANAK USIA DINI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/juraliansi.v3i2.835

Abstract

Penelitian di latar belakang oleh permasalahan terkait perkembangan kemampuan motorik halus AUD hasil studi pendahuluan Kelas B RA Mukhlisina Lahuddin Bandung, melihat adanya beberapa anak yang kurang dalam kemampuan motorik halus. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kegiatan menyusun mobis (Motor Skills Blok Interlocking System) dengan kemampuan motorik halus AUD. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : 1) kegiatan menyusun Motor Skills Blok Interlocking System (Mobis) di Kelas B RA Mukhlisina Lahuddin; 2) kemampuan motorik halus AUD di Kelas B RA Mukhlisina Lahuddin; 3) hubungan antara kegiatan menyusun mobis (Motor Skills Blok Interlocking System) dengan kemampuan motorik halus AUD Kelas B RA Mukhlisina Lahuddin Bandung. Metode ini adalah survey yang menghubungkan dengan analisis korelasional. Subjek nya ialah anak Kelas B RA Mukhlisina Lahuddin Bandung Ajaran 2019/2020 dengan jumlah 17 peserta didik. Teknik data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, analisis korelasi spearman rank. Hasil menunjukkan kegiatan menyusun Motor Skills Blok Interlocking System kelompok B RA Mukhlisina Lahuddin Bandung yaitu diperoleh pada nilai sebesar 45,2 angka pada interval 0 – 49 bisa dikatakan belum berkembang. Dan untuk kemampuan motorik halus AUD pada nilai rata- rata 38,2 angka pada interval 0 – 49 kategori gagal. Hubungan kedua variabel ini adalah tidak ada hubungan antara kegiatan menyusun Motor Skills Blok Interlocking System antara kemampuan motorik halus AUD di Kelompok B2 RA Mukhlisina Lahuddin Bandung. Hal tersebut ditunjukkan koefisiensi korelasi (r) sebesar (-0,78) angka pada interval 0,000 – 0,199 ketegori sangat rendah. Dan ditunjukan oleh hasil hipotesis harga t hitung sebesar -7,58 dan t tabel dengan db = 15 signifikan 5% 2,13. Maka, Ho diterima dan Ha ditolak dengan kata lain kegiatan menyusun mobis (Motor Skills Blok Interlocking System) tidak ada hubungan signifikan antara kemampuan motorik halus AUD di Kelompok B RA Mukhlisina Lahuddin Bandung.
HUBUNGAN ANTARA KEGIATAN MENYUSUN MOTOR SKILLS BLOK INTERLOCKING SYTEM (MOBIS) DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Yulianti Nurtiarasani; Teti Ratnasih; Syam’iyah
JURALIANSI: Jurnal Lingkup Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022): JURALIANSI (JURNAL LINGKUP ANAK USIA DINI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/juraliansi.v3i2.835

Abstract

Penelitian di latar belakang oleh permasalahan terkait perkembangan kemampuan motorik halus AUD hasil studi pendahuluan Kelas B RA Mukhlisina Lahuddin Bandung, melihat adanya beberapa anak yang kurang dalam kemampuan motorik halus. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kegiatan menyusun mobis (Motor Skills Blok Interlocking System) dengan kemampuan motorik halus AUD. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : 1) kegiatan menyusun Motor Skills Blok Interlocking System (Mobis) di Kelas B RA Mukhlisina Lahuddin; 2) kemampuan motorik halus AUD di Kelas B RA Mukhlisina Lahuddin; 3) hubungan antara kegiatan menyusun mobis (Motor Skills Blok Interlocking System) dengan kemampuan motorik halus AUD Kelas B RA Mukhlisina Lahuddin Bandung. Metode ini adalah survey yang menghubungkan dengan analisis korelasional. Subjek nya ialah anak Kelas B RA Mukhlisina Lahuddin Bandung Ajaran 2019/2020 dengan jumlah 17 peserta didik. Teknik data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, analisis korelasi spearman rank. Hasil menunjukkan kegiatan menyusun Motor Skills Blok Interlocking System kelompok B RA Mukhlisina Lahuddin Bandung yaitu diperoleh pada nilai sebesar 45,2 angka pada interval 0 – 49 bisa dikatakan belum berkembang. Dan untuk kemampuan motorik halus AUD pada nilai rata- rata 38,2 angka pada interval 0 – 49 kategori gagal. Hubungan kedua variabel ini adalah tidak ada hubungan antara kegiatan menyusun Motor Skills Blok Interlocking System antara kemampuan motorik halus AUD di Kelompok B2 RA Mukhlisina Lahuddin Bandung. Hal tersebut ditunjukkan koefisiensi korelasi (r) sebesar (-0,78) angka pada interval 0,000 – 0,199 ketegori sangat rendah. Dan ditunjukan oleh hasil hipotesis harga t hitung sebesar -7,58 dan t tabel dengan db = 15 signifikan 5% 2,13. Maka, Ho diterima dan Ha ditolak dengan kata lain kegiatan menyusun mobis (Motor Skills Blok Interlocking System) tidak ada hubungan signifikan antara kemampuan motorik halus AUD di Kelompok B RA Mukhlisina Lahuddin Bandung.
Peran Layanan Konseling Psikologi dalam Mendukung Kesehatan Mental Mahasiswa: Studi Kepustakaan pada Konteks Pendidikan Tinggi Islam Titi Ratna Garnasih; Tedi Priatna; Teti Ratnasih; Eka Juarsa
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3294

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan tinggi. Berbagai tuntutan akademik, sosial, dan personal selama masa perkuliahan dapat meningkatkan risiko munculnya permasalahan psikologis seperti stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Oleh karena itu, keberadaan layanan konseling psikologi di perguruan tinggi menjadi salah satu bentuk dukungan institusional untuk membantu mahasiswa menghadapi berbagai tekanan selama masa studi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan konseling psikologi dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa pada konteks pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap berbagai literatur yang relevan mengenai kesehatan mental mahasiswa, layanan konseling psikologi, dan pendidikan tinggi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan konseling psikologi memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai layanan preventif melalui edukasi kesehatan mental, layanan intervensi melalui pemberian bantuan psikologis, serta layanan pengembangan melalui penguatan kemampuan adaptasi mahasiswa. Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, keberadaan unit layanan psikologi seperti Unit Layanan Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Pusat Layanan Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan layanan konseling pada perguruan tinggi Islam lainnya menunjukkan adanya perhatian institusi terhadap kesehatan mental mahasiswa. Dengan demikian, penguatan layanan konseling psikologi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung perkembangan mahasiswa secara menyeluruh.
Co-Authors Aam Kurnia Aan Hasanah Abdullah, Rifki Abu Hanifah Adawiyah, Ayuni Agus Setiawan Agus Suyadi Raharusun Agustiani, Yupi Akmaliyah Akmaliyah Aldy Rialdy Atmadja Amiq Andewi Suhartini Andewi Suhartini, Andewi Anis Fahrurozi Arif Nursihah Arif Nursihah, Arif Ayuningtyas, Fadilla A’Idatul Islahiah D, Deardjati Egi Yusuf Maulana Eka Juarsa Elis Ratna Wulan Fauziyah, Salma Zahra Febiyanti, Irma Fitria Nursari Fitriana Aswati Ghina Andira Rismayana Hafilda Anisa Hendar Riyadi Heri Hidayat Heti Noor Komala Hidayati, Hilda Isti Khomah Jaka Nugraha Khujatul Khaji Koko Khoerudin Komariah Komariah Kurnia Lestari Mangkuwibawa, Hilman Maryam Nurhikmah Nurhikmah Muftie, Zaenal Muhammad Raid Arrofi Nano Nurdiansah Nia Kurnia Nia Rosita Nurdiansah, Nano NURHALIMAH Nurhalimah Nurhalimah Nurhamzah, Nurhamzah Nurjanah, Dian Siti Nursaadah, Shofia Pipit Muhibah Waliyah Prasetiawati, Nadia Qiqi Yuliati Zaqiah, Qiqi Yuliati Rahmah Raisah Rabbani Reza Hidayati Nurfitri Rika Abdul Hakim Effendi Rini Nuraeni Robiah Adawiah Sahida Zuriyah Hijjah Dwi Putri Utami Saifudin Nur Salma Zahra Fauziyah Shabila Rahmalia Rahayu Sham, Alwaris Silvia Noer Septianti Siregar, Hariman Surya Siti Nurul Fathonah Al Karni Siti Robiah Suhartini, Andewi Syamiyah Syamiyah Syam’iyah Syifauzakia, Syifauzakia Tedi Priatna Titi Ratna Garnasih Tuti Hayati Ulfah, Aulia Hermawati Uliah Ulfah Unung Lisnawati Wahyudin Darmalaksana Wardatul Hayati Yulianti Nurtiarasani Yuni Purnama Sari Yupi Agustiani YUYUN YULIANINGSIH, YUYUN Zaenal Muftie, Zaenal Muftie