Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 1 MAN 1 Pesisir Selatan Khairani, Witri Hidayatul; Febriani, Eka Asih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.103

Abstract

Penelitian ini menjelaskan bagaimana penerapan model pembelqjaran Kooperatif Tipe Think Talk Write dalam proses pembelajaran sosiologi yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas XI IPS 1 MAN 1 Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini menggunakan dua siklus dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write setiap pertemuanya. Teori yang digunakan adalah teori belajar konstruktivistik oleh Vygotsky. Instrumen dalam penelitian menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Think Talk Write. Dalam mengukur dan memperoleh hasil belajar siswa yaitu dengan melakukan test setiap kali pertemuan. Tujuan pembelajaran dapat tercapai apabila hasil belajar yang diperoleh siswa mencapai batan KKM yaitu > 75. Hasil yang diperoleh dapat dihitung dengan menggunakan rumus P = Presentasi N = Banyaknya Responnden dan F = Frekuensi. Persen (%) = (Jumlah Bagian) / (jumlah total) x 100%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran sosiologi. Hal ini ditunjukan dengan hasil belajar peserta didik pada siklus II memperoleh 80,76 % pada pertemuan pertama dan 84,61 % di pertemuan kedua. Hasil tersebut menunjukan telah tercapainya kriteria ketuntasan yakni 75,00, maka penerapan model pembelajaran Think Talk Write dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Pengaruh Metode Mind Mapping Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajaran Sosiologi Kelas XI SMA N 1 Kecamatan Guguak Rosheila, Putri; Febriani, Eka Asih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.217

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu peserta didik kurang mampu dalam berpikir kritis dilihat dari hasil belajar yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan teori pemprosesan informasi Robert Gagne. Metode penelitian ini adalah kuantitatif tipe eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA N 1 Kecamatan Guguak. Pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling. Kelas yang dipilih sebagai kelas eksperimen G-Sos 2 sebanyak 35 siswa dan kontrol E-Sos 1 sebanyak 35 siswa. Teknik analisis data menggunakan Uji independent sample tes (uji T). Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata tes sosiologi kelas eksperimen 75,43 dan nilai rata-rata tes sosiologi kelas kontrol adalah 42,29. Setelah dilakukan uji hipotesis pada taraf nyata 0,05 diperoleh t 12.485 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang artinya HO ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan metode Mind Mapping terhadap keterampilan berpikir siswa dalam pembelajaran sosiologi kelas XI SMA N 1 Kecamatan Guguak.
Kendala-kendala dalam Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Kearifan Lokal di SMAN 2 Kinali Pratama, Randi; Febriani, Eka Asih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 4 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i4.239

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Tema Kearifan Lokal di SMA Negeri 2 Kinali. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi kendala-kendala dalam pelaksanaan P5 melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kendala signifikan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, ditemukan kurangnya pemahaman guru dalam menyusun modul ajar P5 dan terbatasnya pelatihan khusus. Tahap pelaksanaan terkendala oleh keterbatasan waktu, sumber daya, dan infrastruktur sekolah, serta rendahnya antusiasme peserta didik. Sementara itu, tahap evaluasi menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu untuk melakukan penilaian komprehensif. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, sekolah menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi kendala-kendala tersebut. Upaya yang dilakukan meliputi mendorong studi mandiri guru, mengoptimalkan fasilitas yang ada, mengembangkan metode pembelajaran interaktif, dan menerapkan sistem penilaian yang lebih komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya pendekatan holistik dan sistematis dalam mengatasi kendala implementasi P5, dengan fokus pada peningkatan kompetensi guru, perbaikan infrastruktur, dan pengembangan strategi pembelajaran yang efektif.
Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) Berbantuan Media Teka Teki Silang (TTS) dalam Pembelajaran Sosiologi di Kelas X Fase E SMAN 1 Hiliran Gumanti Januamita, Mira; Febriani, Eka Asih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 4 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i4.266

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa Kelas X Fase E1 SMAN 1 Hiliran Gumanti. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru merupakan salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya aktivitas belajar. Untuk mengatasi hal tersebut, guru harus menggunakan model pembelajaran yang lebih efektif. Salah satu model yang diusulkan adalah dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbantuan media teka-teki silang dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan tes hasil belajar dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan soal tes. Analisis data deskriptif dan kuantitatif dilakukan terhadap 25 siswa Kelas X Fase E1. Teori behavioristik Thorndike menjadi landasan teori penelitian ini, di mana asumsi dasarnya menyatakan bahwa pembelajaran terjadi melalui asosiasi antara stimulus dan respons. Perilaku yang diikuti oleh konsekuensi yang memuaskan akan cenderung diulang (hukum efek), sementara kesiapan mental dan fisik siswa mempengaruhi efektivitas pembelajaran (hukum kesiapan), serta pengulangan aktivitas memperkuat pemahaman (hukum latihan). Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write yang dipadukan dengan media teka-teki silang. Persentase rata-rata aktivitas belajar siswa meningkat dari 55% pada Siklus I menjadi 79,7% pada Siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilakukan dengan pendekatan pembelajaran ini. Persyaratan bagi siswa untuk menyelesaikan tugas sendiri dan kelompok untuk meningkatkan keterampilan berbicara, menulis, dan berpikir mereka yang akan memungkinkan mereka untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan kelas adalah alasan peningkatan ini.
Pengaruh Penggunaan Model Project Based Learning (PjBL) terhadap Partisipasi Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Sosiologi di Kelas XI SMA N 1 Baso Sari, Nabila Wirda; Febriani, Eka Asih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 4 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i4.280

Abstract

Partisipasi belajar peserta didik di kelas XI di SMA N 1 Baso masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan partisipasi belajar peserta didik di kelas XI (Sosiologi 3) SMA N 1 Baso. Teori belajar yang digunakan adalah teori behavioristik dari Thorndike. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (Quasi Experiment). Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas XIS.3 (eksperimen) dan kelas XIS.2 (kontrol). Teknik pengumpulan diperoleh melalui observasi, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menemukan terdapat pengaruh yang positif pada penggunaan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap partisipasi belajar peserta didik kelas XI di SMA N 1 Baso. Hasil nilai significance kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sebesar 0,01 dimana nilai tersebut < 0,05. Model project based learning memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan partisipasi belajar peserta didik.
Reproduction of cultural identities among amalgamated Malay and Javanese families: Enculturation, negotiation, and hybrid identities Syafrini, Delmira; Permata, Bunga Dinda; Amelia, Lia; Febriani, Eka Asih; Saputri, Fadilla
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v8i1.25035

Abstract

This article discusses how the reproduction of cultural identity in amalgamated families among Malay and Javanese in Tanjung Uma Village, Lubuk Baja District, Batam, Indonesia. The Malay and Javanese are ethnic groups that have different cultural characteristics, so various forms of negotiation are needed in the formation of cultural identity among family members. This is qualitative research with case study method, using observation and in-depth interviews with 15 informants. We use theory of location of culture by Homi K Bhabha and Stuart Hall's cultural identity to explain that cultural identity is not something rigid and standard but can be produced and reproduced. The research show that in amalgamated families of Malay and Javanese, there is a negotiation of cultural identity, making an impact on the formation of a hybrid identity in which the various elements of the two cultures adapt to each other. Hybrid identity is a form of cultural identity reproduction, the result of negotiations between the innate cultures of the two parents, as well as the dominant culture prevailing in the location where the family internalizes itself. This cultural negotiation is also the reason for the survival of Malay and Javanese amalgamated families, in the midst of high divorce rates among other ethnic amalgamation marriage in Tanjung Uma.
Transformation of 21st Century Surau-Based Education Febriani, Eka Asih; Komalasari, Kokom; Malihah, Elly; Custilas, Anesito L
Jurnal Mamangan Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v12i2.7115

Abstract

Transformation education needs to reorganize, update and adapt the education system in the 21st century This study aims to analyze and describe the transformation of surau-based education in the 21st century in shaping the character of the religious Minang generation in Padang.  This research uses social construction theory proposed by Peter L. Berger and Thomas Luckman. The research approach used is qualitative research with the case study method. The determination of informant criteria was carried out by means of purposive sampling. Data obtained through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by following the interactive data analysis model from Miles and Huberman which includes data reduction, data display, and verification or drawing conclusions. The results of the study show surau-based education in the 21st century is packaged in the form of Al-qur’an reading and writing programs at TPQ-TPA, didikkan subuh, wirid remaja, and youth boarding schools. Surau is interpreted today, no longer as it was before the 21st century, namely martial arts, and a place to sleep or where adult men gather but functions the same as a mushala and a mosque, namely a place of worship and learning that are not only for boys but also for girls of school age. The house of worship for Muslims in Padang is used as a means of implementing certified qur’anic educational institutions. The novelty in this research is the internalization of surau-based 21st century education values.
Warisan Sejarah dan Kewirausahaan : Sulam Bayangan dalam Penerapan P5 di SMAN 1 IV Nagari Bayang Utara Tahun 2024 Sari, Indah Purnama; febriani, Eka Asih
Jurnal Kronologi Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v6i4.925

Abstract

The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) at SMAN 1 IV Nagari Bayang Utara can be a means to introduce shadow embroidery as a historical and cultural heritage to students. P5 provides opportunities for students to not only gain theoretical knowledge, but also gain learning based on direct experience. This article also provides insight into the implementation of the psychological foundation of education in the entrepreneurship-based P5 program. The research method used in the process of writing this article is to use the historical research method consisting of a series of Heuristic, Verification, Interpretation, and finally Historiography processes. The results of this study indicate that the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) by using the historical and cultural heritage of Shadow Embroidery to students has an impact on increasing students' social values ​​such as mutual cooperation, helping each other, and solidarity among students when making the shadow embroidery.
Implementation of P5 Local Wisdom Theme: Life of Padang Coastal Communities by SMAN 1 Padang Ritagustiani, Ritagustiani; Erianjoni, Erianjoni; Indrawadi, Junaidi; Febriani, Eka Asih
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 2 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i2.8477

Abstract

This research aims to identify the process of implementing P5 themed on local wisdom in coastal Padang Beach, explore traditions such as rabana, pukkek, and soccer, and develop learners' social competencies. In addition, the research measured the impact of P5 and provided recommendations for future program improvements. The research method is field qualitative with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study reveal that the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) with the theme of local wisdom at SMAN 1 Padang is a learning platform that enriches students' character and cultural awareness. Through a careful preparation stage, the school formed a team of facilitators and developed a module to guide students to understand Padang's coastal culture in depth. In the implementation phase, students interacted directly with the Ulak Karang Utara community, learning the art of rabana that strengthens togetherness, as well as fishing techniques with pukkek that reflect the spirit of mutual cooperation. This experience broadened students' horizons about cultural resilience, cooperation, and the importance of preserving local heritage. Evaluation is conducted through portfolios that record student and educator reflections, revealing successes in building pride in local culture as well as challenges that need to be refined, such as expanding collaboration with community institutions. Overall, the implementation of P5 not only deepens students' cultural understanding, but also reinforces the values of Pancasila in their daily lives. With the sustainability of the program and the support of various parties, this model has the potential to become an inspiration for other schools in Indonesia, integrating character education with the preservation of local culture as a foundation for strengthening national identity.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mewujudkan Merdeka Belajar Pada Pembelajaran Sosiologi Nurlizawati, Nurlizawati; Putra, Dendy Marta; Sylvia, Ike; Syafrini, Delmira; Febriani, Eka Asih
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/022593jpgi0005

Abstract

The change of the 2013 curriculum into a “merdeka” curriculum is an unavoidable policy. In West Sumatra there are 36 schools that serve as “penggerak” schools. The “penggerak” schools are a pilot in implementing the curriculum merdeka. The merdeka curriculum emphasizes the thinking of KH Dewantara ing roso sung tulodo, which is a teaching and learning process that must facilitate students to grow according to their nature. In the Merdeka curriculum, this is known as differentiated learning. The implementation of differentiated learning encounters several obstacles, both from teachers as facilitators and students as subjects in education, therefore the authors are interested in researching the application of differentiated learning in realizing independent learning. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is the interactive analysis technique by Miles and Hubermans. The results of this study indicate that differentiated learning can be done using varied learning models, varied learning media and assessment techniques based on students' learning styles).