Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Literature Review Perkembangan Metodologi Penelitian Kualitatif di Indonesia: Tantangan, Inovasi, dan Arah Masa Depan (2015-2024) Yusra, Alfajri; febriani, Eka Asih; Jasrio, Affandri; Haryuniati, Krisma; Afdani, Chici Cania
Jurnal Kronologi Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan dan penerapan metodologi kualitatif, dengan membandingkan teknik tradisional dan yang baru muncul, serta mengidentifikasi keterbatasan dan adopsi metodologis yang ada. Penelitian ini melakukan analisis sistematis terhadap 50 studi yang diterbitkan dalam konteks sosial budaya Indonesia, dengan penekanan pada keragaman pendekatan metodologis, integrasi alat digital, kualitas pelaporan, cakupan tematik, dan kesenjangan penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya pluralisme metodologis yang mencakup etnografi, dan pendekatan partisipatif, di samping penggunaan alat digital yang semakin meningkat, meskipun tidak merata. Alat digital seperti kecerdasan buatan (AI), teknologi imersif, dan perangkat lunak berbantuan analisis kini banyak digunakan, namun tingkat adopsinya berbeda-beda di berbagai bidang. Praktik pelaporan menunjukkan kekurangan dalam transparansi dan pengungkapan etika, yang menjadi masalah berkelanjutan. Cakupan tematik yang dianalisis mencakup bidang ilmu sosial dan pendidikan, meskipun ada banyak bidang penting yang belum banyak dieksplorasi. Kesenjangan yang ditemukan dalam penelitian ini termasuk terbatasnya inovasi teoretis, kurangnya sensitivitas terhadap konteks sosial budaya, serta kurangnya pelatihan bagi peneliti. Temuan ini menggambarkan adanya tantangan dalam penelitian kualitatif yang meliputi ketelitian metodologis, etika, dan kapasitas peneliti. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan ketelitian metodologis, pembaruan kerangka kerja etika, dan pengembangan kapasitas untuk memajukan penelitian yang lebih relevan dan sesuai dengan kompleksitas sosial budaya Indonesia
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe The Learning Cell Terhadap Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI SMAN 1 Tanjung Jabung Timur Nuryani, Tiwi; Febriani, Eka Asih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 1 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i1.182

Abstract

Penelitian ini menarik dilakukan untuk membuktikan apakah model pembelajaran kooperatif tipe learning cell berpengaruh kepada hasil belajar sosiologi peserta didik kelas XI SMAN 1 Tanjung Jabung Timur. Latar belakang penelitian ini yaitu partisipasi aktif peserta didik dalam belajar rendah, dan model pembelajaran yang diterapkan kurang bervariasi. Penelitian menggunakan teori konstruktivisme Jean Piaget yang menyatakan perkembangan pengetahuan kognitif harus dilakukan sendiri melalui berpikir rasional dengan cara kerja sama. Metode penelitian adalah kuantitatif tipe eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa Kelas XI SMAN 1 Tanjung Jabung Timur. Pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling atau sampel bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, dan kelas yang dipilih sebagai eksperimen yaitu Kelas XI.FD2 dan kelas kontrol adalah kelas XI.FDI berjumlah 68 didasarkan pada hasil ujian MID semester memperoleh rata-rata nilai yang paling rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar peserta didik dalam bentuk pilihan ganda. Teknik analisia data menggunakan uji Mann-Whitney (uji U). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sosiologi peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe the learning cell. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata tes hasil belajar sosiologi kelas eksperimen adalah 87,35 dan nilai rata-rata tes sosiologi kelas kontrol adalah 75,14. Setelah dilakukan uji hipotesis pada taraf nyata 0,05 diperoleh nilai U sebesar 137.000 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Hi diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe the learning cell terhadap hasil belajar sosiologi siswa kelas XI SMAN 1 Tanjung Jabung Timur.
Penerapan Model TGT (Teams Games Tournament) Berbantu Kahoot dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 3 SMA Adabiah 2 Padang Yani, Silvia; Febriani, Eka Asih
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 1 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i1.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas XI IPS 3 SMA Adabiah 2 Padang pada pelajaran sosiologi menggunakan model TGT (teams games tournament) berbantu kahoot. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kemmis dan Mc Taggart tipe partisipan yang terdiri dari 3 siklus dan 4 tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XI IPS 3 SMA Adabiah 2 Padang dengan jumlah peserta didik sebanyak 28 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis kualitatif Miles dan Huberman untuk menganalisis hasil wawancara, serta teknik analisis kuantitatif melalui lembar observasi guna untuk mengetahui tingkat keaktifan belajar peserta didik setelah diterapkannya model pembelajaran TGT (teams games tournament) berbantu kahoot menggunakan rumus persentase keaktifan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori behaviorisme Thorndike yang melibatkan perubahan dalam perilaku yang terjadi melalui stimulus dan respons. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keaktifan belajar pada setiap siklus yaitu siklus I sebesar 42,2%, siklus II sebesar 59,3%, dan siklus III sebesar 79,2%. Hasil penelitian membuktikan bahwa model TGT berbantu kahoot mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas XI IPS 3 SMA Adabiah 2 Padang pada pelajaran sosiologi dengan memperhatikan beberapa hal seperti memberikan poin tambahan kepada peserta didik yang aktif dalam belajar, memberikan variasi animasi, gambar, dan video pada media pembelajaran, serta melakukan ice breaking berupa pemberian mini games dengan tujuan memecah rasa tegang dan membantu peserta didik lebih rileks saat belajar.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mewujudkan Merdeka Belajar Pada Pembelajaran Sosiologi Nurlizawati, Nurlizawati; Putra, Dendy Marta; Sylvia, Ike; Syafrini, Delmira; Febriani, Eka Asih
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 8 No. 3 (2023): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/022593jpgi0005

Abstract

The change of the 2013 curriculum into a “merdeka” curriculum is an unavoidable policy. In West Sumatra there are 36 schools that serve as “penggerak” schools. The “penggerak” schools are a pilot in implementing the curriculum merdeka. The merdeka curriculum emphasizes the thinking of KH Dewantara ing roso sung tulodo, which is a teaching and learning process that must facilitate students to grow according to their nature. In the Merdeka curriculum, this is known as differentiated learning. The implementation of differentiated learning encounters several obstacles, both from teachers as facilitators and students as subjects in education, therefore the authors are interested in researching the application of differentiated learning in realizing independent learning. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is the interactive analysis technique by Miles and Hubermans. The results of this study indicate that differentiated learning can be done using varied learning models, varied learning media and assessment techniques based on students' learning styles).
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan Media Mind Mapping Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Pembelajaran Sosiologi Miftahul Husni Aziza; Eka Asih Febriani
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 2 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i2.288

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa. Hal ini disebabkan oleh masih dominannya penggunaan model pembelajaran ceramah dalam proses pembelajaran di SMAN 2 Lubuk Basung. Model pembelajaran tersebut menyebabkan siswa cenderung pasif dan kurang mengembangkan kemampuan berpikir kreatifnya dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukannya model pembelajaran yang dapat mendorong kreativitas siswa, yaitu melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek dengan bantuan media mind mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X SMAN 2 Lubuk Basung. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori konstruktivisme yang dikembangkan oleh Jean Piaget. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan tipe quasi-eksperimen. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari kelas XE1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XE2 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif pada penggunaan model pembelajaran berbasis proyek berbantuan media mind mapping terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X di SMA N 2 Lubuk Basung. Hasil nilai significance kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sebesar 0,00 dimana nilai tersebut < 0,05. Model pembelajaran berbasis proyek berbantuan media mind mapping memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
Efektivitas Model Team Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Ludo Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Sosiologi Ninda Ayu Sabina; Eka Asih Febriani
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 2 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i2.304

Abstract

Penelitian ini didasari bahwa masih rendahnya hasil belajar peserta didik kelas X masih tergolong rendah dengan persentase rata – rata yang belum tuntas yaitu 63,89% pada kelas X E 3. Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik itu disebabkan oleh model pembelajaran yang bervariasi dan kurangnya media yang di gunakan seperti potongan gambar. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif tipe quasi eksperimental. Teknik pengumpulan data melalui soal tes yang telah disesuaikan dengan kompetensi kognitif C2. Teknik analisis data menggunakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Hipotesis. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori belajar konstruktivisme dari Vygotsky. Hasil Penelitian berdasarkan nilai posttest rata–rata tes kelas eksperimen adalah 80% dan nilai rata – rata kelas tes kelas kontrol adalah 67,71%. Setelah di uji hipotesis maka diperoleh dalam dua arah sig α sebesar < 001 sehingga mendapatkan kesimpulan bahwa (0,000 < 0,05) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams games tournament (TGT) dengan bantuan media ludo terhadap hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran sosiologi di kelas X Fase E SMAN 4 Sumbar.
Penerapan Model Role Playing Untuk Meningkatkan Kerjasama Siswa dalam Pembelajaran Sosiologi Kelas XI SMA Pertiwi 1 Padang Misbahul Jannah; Eka Asih Febriani
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 2 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i2.307

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini yaitu kurangnya kemampuan siswa untuk bekerjasama dalam pembelajaran. Hal ini terjadi disebabkan karena guru cenderung menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran sosiologi, namun proses pembelajaran dengan cara kerja kelompok pada metode diskusi tidak berjalan semestinya, dimana siswa harusnya memiliki sifat kerjasama dengan temannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model role playing untuk meningkatkan kerjasama siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan model dua siklus oleh Kemmis dan McTaggart. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan dokumentasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi. Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori belajar humanistik oleh Carl R. Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan kerjasama siswa dengan penerapan model role playing yaitu pada siklus I pertemuan pertama persentase peningkatan kerjasama memperoleh 32,64 % pada pertemuan pertama, 42,11 % di pertemuan kedua. Pada siklus II memperoleh 65 % pada pertemuan pertama, 76,70 % pada pertemuan kedua. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa adanya penerapan model role playing dapat meningkatkan kerjasama siswa.
Penerapan Model Experiential Learning dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Sosiologi Kelas XI Fase F di SMA Pertiwi 1 Padang Fitri Yenni; Eka Asih Febriani
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 2 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (June 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i2.312

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dengan mata pelajaran Sosiologi. Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, pelaksanaan pembelajaran menerapkan model pembelajaran Experiential Learning. Tujuan dari penelitian ini yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Experiential Learning dapat memperbaiki hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), dengan penelitian oleh Lewin ada empat tahapan yang dilalui melalui PTK yaitu tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan (acting), tahap pengamatan (implementing), dan refleksi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pembelajaran Eksperiensial oleh Kolb, dengan subjek penelitian peserta didik kelas XI F 5 SMA Pertiwi 1 Padang. Alat penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar yang terdiri dari sepuluh soal pilihan ganda pada setiap pertemuan. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Experiential Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada siklus I dari 41,66% menjadi 52,77%, pada siklus II dari 63,88% menjadi 80,55%. Awalnya peserta didik belum sepenuhnya melibatkan diri dalam pengalaman baru yang di dapatkan dan peserta didik yang berperan sebagai penonton belum maksimal mengamati pengalaman dari berbagai segi. Memperbaiki siklus sebelumnya, dimana peserta didik sudah mampu melibatkan diri dari pengalaman baru, dari pengalaman baru yang didapatkan peserta didik sudah mampu menciptakan konsep yang mengintegrasikan untuk memecahkan masalah sehingga pada siklus II hasil belajar peserta didik pun meningkat. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh model Experiential Learning terhadap hasil belajar peserta didik.
Hubungan Prokrastinasi Akademik dan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas X Fase E di SMAN 14 Padang Cantika Cania; Eka Asih Febriani
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.323

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh nilai sosiologi siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang yang rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah siswa yang melakukan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prokrastinasi akademik dengan hasil belajar sosiologi siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian Expost Facto dengan metode kuantitatif korelasi. Alat pengumpulan data menggunakan Angket untuk variabel prokrastinasi akademik dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling yang berjumlah 22 item pernyataan yang sudah valid disebarkan ke 80 sampel siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang, dan dokumen dari hasil ujian tengah semester (PTS) untuk variabel hasil belajar. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar Humanistik oleh Carl Rogers. Berdasarkan temuan penelitian, tingkat prokrastinasi akademik siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang berada pada kategori sedang, yaitu sebesar 61,98%. Tingkat hasil belajar sosiologi siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang berada pada kategori tinggi, yaitu sebesar 77,36%. Ternyata tidak terdapat hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dengan hasil belajar sosiologi, dengan koefisien korelasi sebesar -0,13. Prokrastinasi akademik memiliki kontribusi sebesar 18% terhadap hasil belajar sosiologi. Maka dari itu, tidak ada hubungan antara prokrastinasi akademik dengan hasil belajar sosiologi siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang. Namun masih terdapat pengaruhnya terhadap hasil belajar sosiologi walaupun hanya 18%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di teliti pada penelitian ini berupa faktor motivasi belajar siswa, kebiasaan belajar, kecerdasan emosional, lingkungan belajar, dukungan orang tua, kualitas pengajaran, kesehatan fisik dan mental, dan akses sumber belajar.
Penerapan Model Pembelajaran VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X Fase E di SMA Negeri 4 Sumatera Barat Puan Silvia; Eka Asih Febriani
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.356

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Sosiologi, salah satunya disebabkan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik materi dan peserta didik dalam pembelajaran, maka dari itu penting untuk menggunakan model yang sesuai dengan karakteristik siswa, yaitu model VAK (Visual, Auditory, Kinestetik). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) dapat memperbaiki hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), dengan desain penelitian oleh Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (implementing), dan refleksi (reflection). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruktivisme, subjek penelitian peserta didik kelas X E 3 SMA N 4 Sumatera Barat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar dari sepuluh soal pilihan ganda pada setiap pertemuan. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada siklus I dari 38,88% menjadi 47,22%, pada siklus II dari 61,11% menjadi 86,11%. Awalnya peserta didik masih masih kurang bersemangat dan malu-malu dengan kegiatan bermain peran sederhana. Memperbaiki siklus sebelumnya, dimana peserta didik sudah mampu untuk melibatkan diri dengan antusias mengikuti games yang diberikan dan mampu memahami penelitian yang telah dilakukan kedalam pembelajaran dan melakukan presentasi dengan baik, sehingga pada siklus II hasil belajar peserta didik pun meningkat. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh model VAK (Visual, Auditory. Kinestetik) terhadap hasil belajar peserta didik.