Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Teripang (Stichopus horrens) Berdasarkan Hasil Tangkapan Nelayan di Perairan Karimunjawa Lestari, Abid; Muskananfola, Max Rudolf; Hartoko, Agus; Rudiyanti, Siti
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.61055

Abstract

Teripang (Stichopus horrens) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Stichopus horrens merupakan teripang dengan peminat besar di industri konsumsi dan produksi sehingga berpengaruh terhadap aspek biologisnya. Ketersediaan data panjang berat dan faktor kondisi dapat menjadi informasi penting untuk pengelolaan sumber daya teripang di kemudian hari. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan panjang berat dan faktor kondisi teripang Stichopus horrens. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2023 di perairan Tanjung Gelam, Karimunjawa. Pengumpulan data dilakukan pada malam hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengambilan sampel dengan teknik sensus sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan penyelaman langsung pada kedalaman 10 – 20m dengan waktu penyelaman dua jam. Data yang diambil adalah data panjang (cm) dan berat (gr). Analisis data dilakukan menggunakan software Microsoft Excel. Total sampel yang didapatkan sejumlah sepuluh ekor, hasil analisis didapatkan sifat pertumbuhan teripang allometrik negatif, yaitu pertambahan panjang lebih cepat dari pada pertambahan beratnya.
Analisis Status Pencemaran (Klorin, Fosfat, dan COD) di Sungai Banjir Kanal Barat Kota Semarang Falensia, Talita Safa; Hartoko, Agus; Widyorini, Niniek
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.60037

Abstract

Sungai Banjir Kanal Barat berfungsi sebagai saluran pembuangan air (drainase) utama kota bagi kota Semarang yang akan meneruskan pembuangan air ke Laut Utara (Laut Jawa). Perannya yang strategis, sungai ini menjadi tempat pembuangan limbah industri maupun domestik disekitarnya yang berpotensi terjadinya penurunan kualitas air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan baku mutu PP No. 22 Tahun 2021 kelas II, status mutu air berdasarkan nilai indeks pencemaran menurut KEMENLH No. 115 Tahun 2003, dampak pandemi Covid-19 terhadap kualitas air sungai, serta mengtahui kelimpahan jenis fitoplankton sebagai bio indikator kualitas air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022. Pengambilan sampel terdiri dari 4 stasiun. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan teknik penentuan lokasi sampling menggunakan purposive sampling. Status mutu air Sungai Banjir Kanal Barat kota Semarang berdasarkan hasil perhitungan indeks pencemaran menunjukkan nilai 2,49 (tercemar ringan) dan berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 baku mutu air kelas II, variabel temperatur, pH, klorin, COD masih memenuhi baku mutu, sedangkan BOD, dan fosfat telah melebihi baku mutu. Penelitian ini menujukan pandemi Covid 19 memiliki dampak positif yakni adanya penurunan kadar fosfat, klorin, COD, dan BOD dan parameter pH dan DO mengalami kenaikan. Sebagai bio-indikator kualitas air, rata-rata kelimpahan fitoplankton yang ada di sungai ini yaitu 1.641ind/L.
Analisis Sebaran Kandungan Klorofil Eceng Gondok di Danau Rawa Pening Ralita, Tesya Feby; Hartoko, Agus; Rahman, Arif
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.65359

Abstract

Secara geografis Danau Rawa Pening terletak pada koordinat 7º04’00” - 7º30’00” LS dan 100º24’46” - 110º49’06” BT dengan luas 2.770 hektar. Keberadaan eceng gondok di Danau Rawa Peninig membawa dampak yang kompleks karena tingginya tingkat pertumbuhan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Eceng gondok memiliki kandungan klorofil serta kemampuannya dalam memproduksi biomassa sehingga perlu dipelajari lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan klorofil, nilai biomassa basah dan sebaran NDVI pada eceng gondok di Danau Rawa Pening. Jumlah stasiun yang dipilih untuk pengambilan sampel sebanyak 11 stasiun. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis teknik purposive sampling. Analisis kandungan klorofil eceng gondok menggunakan spektrofotometri dengan pembacaan gelombang 649 nm dan 665 nm. Pemetaan citra satelit Sentinel-2A menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang memanfaatkan Band 4 (RED) dan Band 8 (NIR). NDVI dipilih untuk identifikasi vegetasi dan tingkat kesehatan eceng gondok yang ada di Danau Rawa Pening. Hasil analisis spektrofotometri, nilai klorofil tertinggi terdapat pada stasiun 2 sebesar 16,049 mg/l, nilai klorofil terendah terdapat pada stasiun 10 sebesar 5,779 mg/l. Hasil perhitungan nilai biomassa basah eceng gondok berada pada rentang 163,4 - 638,4 gr/m2. Hasil pemetaan citra satelit Sentinel-2A dengan metode NDVI menunjukkan visual yang membagi nilai indeks menjadi 4 kelas yaitu tanaman mati, tanaman tidak sehat, tanaman cukup sehat dan tanaman sangat sehat.
Kesuburan Perairan Berdasarkan Kandungan Nutrien Pada Ekosistem Mangrove Di Kawasan Hutan Mangrove Pasar Banggi, Rembang - Jawa Tengah Romadhony, Muchammad Yusuf; Hartoko, Agus; Muskananfola, Max Rudolf
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.52274

Abstract

Nutrien memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan biota laut. Kandungan nutrien merupakan salah satu indikator terhadap kesuburan sebagai deskripsi kualitatif suatu perairan. Secara alamiah konsentrasi nutrien dalam perairan bervariasi dan dalam kondisi tertentu dapat terjadi keadaan di luar batas optimal bagi organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien Nitrat, Fosfat, Organik Terlarut dan Makrozoobentos dan mengetahui tingkat kesuburan perairan Hutan Mangrove Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan pemilihan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling method. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kandungan nutrien nitrat pada area penelitian menunjukkan variasi yang cukup besar yaitu antara kurang dari 0.02 - 0.621 mg/L tergolong dalam klasifikasi oligotrofik, Kandungan fosfat masih relatif sama di semua titik pengamatan yaitu kurang dari 0.018 mg/L. Kandungan C-organik bervariasi yaitu kurang dari 0,5 mg/L - 0.67 mg/L tergolong dalam klasifikasi oligotrofik, dan zat organik mencapai 4,74 mg/L - 34.128 mg/L, bentos jenis Terebralia sp dan Telescopium telescopium hidup pada seluruh lokasi pengamatan sementara hanya ditemukan di 3 stasiun pengamatan, bentos jenis Gyraulus  sp memiliki jumlah yang paling banyak ditemukan dan kandungan nutrien perairan tergolong rendah atau termasuk perairan oligotrofik. Sifat hidup makrozoobentos memberikan keuntungan untuk digunakan sebagai indikator biologi diantaranya memiliki habitat hidup yang menetap. Dengan demikian, perubahan-perubahan kualitas air tempat hidupnya akan berpengaruh terhadap komposisi dan kelimpahannya.
Strategi Pengelolaan Sumber Daya Teripang Ekonomis Penting di Kepulauan Karimunjawa Putri, Amanda Nerissa; Hartoko, Agus; Prakoso, Kukuh
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60742

Abstract

Teripang merupakan komoditas perikanan ekonomis penting yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik lokal maupun internasional. Permintaan yang tinggi memicu pemanfaatan teripang secara berlebihan. Kegiatan eksploitasi teripang masih mengandalkan penangkapan di alam, apabila pemanfaatannya berlebihan akan memicu penurunan jumlah populasi. Hal tersebut kurang diimbangi dengan kegiatan pengelolaan yang baik, sehingga teripang dapat terancam punah. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Agustus-September 2023 di Kepulauan Karimunjawa. Tujuan peneltian ini untuk mengetahui jenis-jenis teripang ekonomis penting, mengetahui persepsi dan partisipasi nelayan, pengepul, pengelola (stakeholders) dalam pengelolaan sumber daya teripang, serta strategi pengelolaan sumber daya teripang ekonomis penting. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data obervasi di lapangan, sampling di lapangan, dan wawancara menggunakan kuesioner. Penentuan responden dengan metode sensus, terdapat sebanyak 30 responden. Pembobotan data menggunakan skala Likert dan analisis data menggunakan analisis SWOT. Terdapat 26 teripang hasil tangkapan yang diperoleh, diantaranya teridentifikasi 9 spesies teripang ekonomis penting yaitu Holothuria flavomaculata, Stichopus ocellatus, Holothuria pervicax, Holothuria fuscocinerea, Isostichopus badionotus, Stichopus horrens, Holothuria spinifera, Bohadschia suburbra, dan Bohadschia argus. Nelayan, pengepul dan pengelola setempat menyadari bahwa pengelolaan sumber daya teripang sangat penting untuk dilaksanakan. Alternatif strategi pengelolaan yang didapat yaitu weakness-opportunity (turnaround), diantaranya yaitu memperkenalkan metode pada teknologi budidaya teripang, menegakkan kebijakan peraturan ukuran tangkap dan musim penangkapan dengan memberikan perhatian khusus untuk sumber daya teripang dan mengoptimalkan kegiatan pendataan secara rutin untuk memperoleh informasi terkait sumber daya teripang. Strategi WO berpotensi memulihkan kembali populasi sumber daya teripang ekonomis penting di Kepulauan Karimunjawa yang menurun.
Struktur Komunitas Sumber Daya Teripang di Perairan Tanjung Gelam, Pulau Karimunjawa Pinasthi, Laili Salma; Hartoko, Agus; Muskananfola, Max Rudolf
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60115

Abstract

Teripang merupakan salah satu echinodermata yang dapat ditemukan di perairan Tanjung Gelam, Karimunjawa dan bernilai ekonomis tinggi di pasaran domestik maupun internasional. Perairan Tanjung Gelam memiliki ekosistem terumbu karang yang disukai teripang, namun saat ini terjadi penurunan populasi teripang yang ditunjukkan dari semakin menurunnya jenis teripang karena adanya kegiatan penangkapan secara ekstensif. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui jenis teripang yang ada, struktur komunitas sumber daya teripang, kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi, dan kualitas perairan di Tanjung Gelam, Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada bulan April – November 2023. Pengambilan sampel teripang dilakukan di 2 stasiun perairan Tanjung Gelam, Karimunjawa pada bulan Agustus 2023. Hasil data struktur komunitas menunjukkan bahwa pada Stasiun-1 (10-15 m) ditemukan 6 jenis teripang dengan kelimpahan tertinggi pada spesies Bohadschia argus dan Stichopus horrens dengan nilai masing-masing sebesar 28,6%, sedangkan nilai terendah terdapat pada spesies Bohadschia subrubra dan Isostichopus badionotus dengan nilai masing-masing sebesar 7,1%. Stasiun-1 memiliki indeks keanekaragaman senilai 1,649 (sedang); indeks keseragaman senilai 0,920 (tinggi); indeks dominansi senilai 0,214 (rendah). Di samping itu, pada Stasiun-2 ditemukan 5 jenis teripang dengan kelimpahan relatif tertinggi terdapat pada spesies Stichopus horrens dengan nilai 50,0% sedangkan nilai terendah pada spesies Holothuria flavomaculata dan Isostichopus badionotus dengan nilai kelimpahan relatif masing-masing sebesar 8,3%. Stasiun-2 (17-18 m) memiliki indeks keanekaragaman senilai 1,358 (sedang); indeks keseragaman senilai 0,844 (tinggi); indeks dominansi senilai 0,319 (sedang). Kedua stasisun memiliki nilai parameter kualitas air yang tidak berbeda signifikan dimana parameter suhu, salinitas, pH dan substrat tergolong optimal bagi kehidupan teripang.
Analisis Sebaran Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a, dan Zona Potensial Penangkapan Ikan Cakalang di Perairan Jayapura Fofied, Fernanda Gitarini; Hartoko, Agus; Saputra, Suradi Wijaya
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 3 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i3.63007

Abstract

Suhu permukaan laut dan klorofil-a merupakan parameter oseanografi yang penting untuk mengetahui keberadaan ikan cakalang dan mempermudah dalam menganalisis daerah penangkapan yang potensial. Penelitian ini menggunakan data suhu permukaan laut dan klorofil-a dari sensor Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) Aqua yang diunduh pada situs resmi National Aeronautics and Space Administration (NASA), kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Sea WIFS Data Analysis System (SeaDAS).  Tujuan dilakukan penelitian ini adalah menganalisis sebaran Suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a di Perairan Jayapura pada Musim Timur dan Musim Barat, serta memetakan zona potensial penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Jayapura berdasarkan sebaran spasio temporal musim Timur dan musim Barat. Data SPL dan klorofil satelit diolah dari 2018-2020. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada penelitian yaitu metode deskriptif. Data koordinat tangkapan ikan cakalang dan data citra SPL dan klorofil-a diolah dengan metoda geo-statistik gridding. Selanjutnya data spasial tangkapan ikan di overlaykan pada data spasial SPL dan klorofil-a.  SPL di perairan Jayapura bervariasi antara 28‒35°C tahun 2018-2020 Musim Timur dan Musim Barat. Variasi konsentrasi klorofil-a secara temporal rata-rata berkisar antara 0,2-0,5 mg/m³ tahun 2018-2020 Musim Timur dan Musim Barat. Tangkapan ikan cakalang berkisar antara 60-1000 Kg.  Daerah penangkapan ikan yang potensial adalah daerah yang konsentrasi klorofil-a tinggi dengan kisaran pada Musim Timur antara 0,1-0,5 mg/m³ tahun berapa 2020 Musim Timur. Klorofil pada musim Barat 2020 berkisar antara 0,3‒0,5 mg/m³. Suhu optimum untuk penangkapan ikan pada Musim Timur 2020 berkisar antara 29°C-30°C , dan Musim Barat berkisar antara 28‒30 °C. Sea surface temperature and chlorophyll-a are important oceanographic parameters to determine the presence of skipjack tuna and analyze potential fishing zones. This research uses sea surface temperature and chlorophyll-a data from the Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) sensor downloaded from the National Aeronautics and Space Administration (NASA) official website and processed the data using the Sea WIFS Data Analysis System (SeaDAS) software.  The aim of this research is to analyze the distribution of sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a concentrations in Jayapura waters during the East and West seasons, as well as to map the potential fishing zones for skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) in Jayapura waters based on the temporal distribution of the East and West seasons. West. Satellite SST and chlorophyll data were processed from 2018-2020. The research method used in this research refers to research, namely the descriptive method. The coordinate data for skipjack tuna catches and SST and chlorophyll-a image data were processed using geo-statistical gridding methods. Next, the spatial data on fish catches is overlaid on the SST and chlorophyll-a spatial data.  SST in Jayapura waters varies between 28‒35°C in 2018-2020 East Season and West Season. The average temporal variation in chlorophyll-a concentration ranges between 0.2-0.5 mg/m³ in 2018-2020 East Season and West Season. Skipjack tuna catches range from 60-1000 kg.  Potential fishing areas are areas with high concentrations of chlorophyll-a with a range in the East Season between 0.1-0.5 mg/m³ what year is the 2020 East Season. Chlorophyll in the 2020 West season ranged from 0.3‒0.5 mg/m³. The optimum temperature for fishing in the 2020 East Season is between 29°C-30°C, and the West Season is between 28‒30°C.
Bioconcentration Lead (Pb) Green Mussel (Perna viridis) in Semarang Bay Sonny Lahati; Agus Hartoko; Haeruddin Haeruddin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 27 No. 2 (2022): June
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.27.2.151-157

Abstract

The coastal waters of Semarang Bay have been polluted by heavy metal lead (Pb). The research was conducted from September 2015 to March 2016 with 3 stations at the Tambaklorok green mussel cultivation location. Analysis of the concentration of heavy metal Pb using the AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) method. Data processing using SPSS and Excel. The results showed that the average concentration of heavy metal Pb in the air ranged from 0.51 to 0.76 mg/L. The average concentration of heavy metal Pb in three observations obtained an average concentration of Pb between 4.975-20.43 mg/kg. Green mussels taken in the waters were sorted and separated according to the length of the shell and weighed 1 kg each according to the length of the shell. Small (2-3 cm), medium (3-4 cm) and large shells with long shells (5-6 cm). The results of the measurement of the concentration of heavy metal Pb in P. viridis showed that the average green mussel shell size 4-5 cm at the location of station III had the lowest concentration of heavy metal Pb at 0.24 mg/kg. Meanwhile, the highest average concentration of Pb in P. viridis was found at station I at 0.89 mg/kg with a shell length of 2-3 cm. The correlation equation between shell length and Pb concentration is Y= - 0.131 + 1.13 X. Standard error of the Estimate (SEE) is 0.19. While the standard deviation of 0.20 means that the predictor variable (water) to predict the dependent variable (shellfish) is feasible because SEE is greater than the standard deviation. The average value of the Bioconcentration Factor (BCF) of green mussels is smaller than that of medium-sized green mussels and large green mussels. Green mussels can be consumed by someone if the body weight is 60 kg, then as much as 5.8 kg in a week because it contains Pb.
Analisis Kesehatan, Kandungan Klorofil-A, Biomassa dan Karbon Mangrove di Desa Tambakbulusan, Demak Wijayanti, Amelia; Hartoko, Agus; Febrianto, Sigit
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.63863

Abstract

Pemanasan global saat ini menjadi isu lingkungan utama dan keberadaan ekosistem mangrove ternyata mempunyai peranan yang cukup penting dalam mitigasi pemanasan global. Upaya mitigasi dapat dilakukan dengan meningkatkan peran mangrove sebagai penyerap karbon. Ekosistem mangrove yang terdapat di wilayah pesisir, mempunyai kemampuan yang sangat efektif dalam mengurangi konsentrasi gas karbondioksida (CO2) di alam. Tujuan penelitian ini dilakukan atas dasar untuk menganalisis tingkat kesehatan hutan mangrove berdasarkan nilai NDVI dan untuk mengetahui kandungan klorofil-a, biomassa dan karbon mangrove di Desa Tambakbulusan, Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif eksploratif. Metode untuk menentukan tingkat kesehatan mangrove berdasarkan analisis NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) menggunakan data citra satelit Sentinel 2A. Pengukuran kadar klorofil-a daun menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis, pengukuran biomassa dan karbon mangrove dihitung dengan persamaan allometrik dari masing-masing spesies mangrove yang ditemui. Hasil penelitian pada tiap Stasiun penelitian ditemukan 2 spesies mangrove yaitu Avicennia marina dan Rhizophora mucronata. Nilai indeks NDVI mangrove dibagi menjadi 3 kategori, kategori rendah berkisar antara 0,369 – 0,541 dengan luas 24,675 ha atau 20,14% dari total luas mangrove Desa Tambakbulusan, kategori sedang berkisar antara 0,541 – 0,695 dengan luas 34,130 ha atau 27,85% dari total luas mangrove Desa Tambakbulusan dan yang paling mendominasi yaitu kategori tinggi berkisar antara 0,695 – 0,896 dengan luas 63,733 ha atau 52,01% dari total luas mangrove. Estimasi nilai klorofil-a yang diperoleh berkisar pada 3,268 – 5,891 mg/L, kemudian total biomassa mangrove yang diperoleh adalah 211,638 ton/ha dengan total kandungan karbon mangrove 97,354 ton/ha.
Distribusi Spasial Dan Status Perlindungan Ikan Hiu Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Ashari, Asqita Rakhma; Hartoko, Agus; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.31886

Abstract

Perairan Cilacap merupakan perairan yang mengarah ke Samudera Hindia dan memiliki akses perikanan yang cukup besar. Potensi perikanannya antara lain ikan hiu dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap menjadi salah satu dari sembilan sentra pendaratan hiu di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan model spasial ikan hiu berdasarkan suhu permukaan laut, mengetahui spesies yang tertangkap dan status perlindungannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis melalui Empirical Cumulative Distribution Function (ECDF) dan regresi polinomial. Data yang digunakan adalah data produksi perikanan PPS Cilacap tahun 2019-2020, data suhu permukaan laut CMEMS. Pada musim barat 2019, Cucut Slendang tersebar pada suhu 22,2 – 25,7 oC. Cucut Lanjaman pada suhu 22,2 – 26,2 oC. Pada musim timur 2019, Cucut Slendang pada suhu 23,3 – 28,5 oC, Cucut Lanjaman pada suhu 23,4 oC – 28,5 oC. Pada musim barat 2020, Cucut Slendang pada suhu 23,4 – 26,0 oC, Cucut Pahitan pada suhu 22,9 – 26,1 oC. Pada musim timur 2020, Cucut Slendang pada suhu 23,2 – 27,3 oC, Cucut Cakilan pada suhu 23,2 – 26,8 oC. Spesies ikan hiu yang tertangkap yaitu Cucut Slendang (Prionace glauca), Cucut Pahitan (Alopias superciliosis), Cucut Lanjaman (Carcharhinus falciformis), Cucut Cakilan (Isurus oxyrinchus), Cucut Tikusan (Alopias pelagicus), Cucut Cakilan Air (Isurus paucus), Cucut Pasiran (Carcharhius plumbeus), Cucut Martil (Sphyrna lewini), Cucut Brevipina (Carcharhinus brevipina) dan Cucut Buas (Galeocerdo cuvier). Status perlindungan diketahui berdasarkan Peraturan Pemerintah, CITES dan Red List IUCN.
Co-Authors - Pramonowibowo - Subiyanto - Supriharyono Abdul Ghani Abdul Ghofar Abdul Kohar Mudzakir Agung Wardana Agus Wahyudi Ahmad Fadlan Alfian Zulfikar, Alfian Ambariyanto Ambariyanto Andri Ramdhani Andrian Juniarta, Andrian Angela Merici Dwi Widiyanti Aninditia Sabdaningsih Anindya Wirasatriya Arif Rahman Aris Ismanto Ashari, Asqita Rakhma Ayuningtyas Indrawati Bagus Biantara, Bagus Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Budhi Agung Prasetyo Budianto, Tri Hendrawan Cahyo, Tri Nur Carleone de Prima, Carleone Churun A’in Damopolii, Sharfina Amalia Delianis Pringgenies Delis, Putu Cinthia Dewati Ayu Febrianti Dewi Sartika Diah Ayuningrum, Diah Djoko Suprapto Dwi Mulyasih EDY H.P. MELMAMBESSY Eko Nofridiansyah, Eko Falensia, Talita Safa Febrianto, Sigit Ferdiansyah Ferdiansyah Fofied, Fernanda Gitarini Frida Aprilia Loinenak, Frida Aprilia Frida Purwanti Geertruidha Adelheid Latumeten Haeruddin Haeruddin Hanifati Masturah Haryani, Nisrina Septi Herman Yulianto Herry Boesono I. Kumalasari Indradi Setiyanto Isnawati, Nadiya Khoerul Umah Kitarake, Yopi Sondy Kukuh Prakoso, Kukuh Kurniawan Kurniawan Lahati, Sonny Lazuardhi, Risqi Lestari Lahksmi Widowati Lestari, Abid Lestari, Yumna Maro, Jahved Ferianto Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskanonfola Miladiyah Ahsanul Akhlak, Miladiyah Ahsanul Moh Toriq Abidin, Moh Toriq Monica Evi Suanty Manurung Monica Febrina Silitonga Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Najib Habibie Muhammad Zainuri Mutia Ismi Febrianti Mutia Ismi Febrianti Nabila Fikri Dwi Cahyani Nadhea O. Rahmawati Natalie, Gyorgiana Gilda Niniek Widyorini Nining Sari Ningsih Noky Rizky Samudra, Noky Rizky Nugroho, Restu Wahyu Nugroho, Tiyo Meizi Nurul Latifah nurul latifah Nurwinda Hikmawati Olvi Cristianawati Pinasthi, Laili Salma Pra Luber Agung Wibowo Pramonowibiwo M.Pi. Pratiwi, Galuh Alia Prayogi Prayogi Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Putri, Amanda Nerissa Qadar Hasani Rahayu Sapta S. Sudewi Rahmatuloh, Irzani Hamzah Setya Ralita, Tesya Feby Ratri Canar Perdana Restiana Wisnu Ariyati Richan Fakhrurrizal Rimty Mayuftia Rio Januardi, Rio Romadhony, Muchammad Yusuf Roni Kurniawan Rudy Kurniawan Sahala Hutabarat SARASWATI SARASWATI Sarif, Fina Saffuteri Sasanti Retno Suharti, Sasanti Retno Sembiring, Yoan Teresia Br Sibero, Mada T Simon Giando Sinaga, Simon Giando Siska Tri Cahyaningrum Siswanto Siswanto Siti Rudiyanti Sonny Lahati Sonny Lahati Subiyanto Subiyanto Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Sutrisno Anggoro Sutrisno Anggoro Syafrudin Syafrudin Urfan Ridha Wahyu Adi Wijayanti, Amelia Yosafat Donni Haryanto Yullita, Ilma Zulyani Zulyani