Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Strategi Guru Dalam Menerapkan Literasi Digital Pada Pembelajaran Kurikulum Merdeka Di SD Aisyiyah 1 Mataram Astini, Baiq Ida; Aqodiah, Aqodiah; Hasanah, Niswatun
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v10i2.32210

Abstract

This study aims to examine the role of teachers in strengthening digital literacy in the implementation of the Merdeka Curriculum at SD ‘Aisyiyah 1 Mataram. The research method used was descriptive qualitative with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results show that teachers play a strategic role in developing students' digital literacy skills through innovative and contextual learning methods, such as project-based learning. In addition to technical skills, teachers also instill digital moral values and ethics as an integral part of digital literacy. Challenges identified include limited technological infrastructure and restricted learning time. However, teachers strive to overcome these obstacles through collaboration and adaptation of learning methods according to student characteristics. This study provides important contributions to the development of a holistic and sustainable digital literacy learning model in elementary schools based on the Merdeka Curriculum.
Pelatihan penggunaan artificial intelligence dalam penyusunan modul pembelajaran bagi guru sekolah dasar Astini, Baiq Ida; Hayati, Mardiyah; Hasanah, Niswatun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.31603

Abstract

Abstrak Di era digital abad ke-21, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan menjadi sangat penting, khususnya dalam mendukung guru sekolah dasar (SD) menyusun modul pembelajaran yang efektif dan inovatif. Namun, rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam penerapan AI di lingkungan SD. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru SD Aisyiyah 1 Mataram dalam menggunakan platform AI seperti ChatGPT, Canva AI, dan Grammarly secara praktis untuk penyusunan modul pembelajaran. Pelatihan intensif selama dua hari mengadopsi pendekatan partisipatif dan praktik langsung yang melibatkan 12 guru SD sebagai peserta aktif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi digital guru, termasuk kemampuan merancang tujuan pembelajaran berbasis HOTS, pembuatan konten tematik, dan evaluasi interaktif. Observasi aktivitas guru menunjukkan skor rata-rata ≥3,5 pada aspek partisipasi aktif, eksplorasi AI, kerja sama kelompok, dan kemandirian menyusun modul. Produk modul pasca pelatihan mencapai standar kualitas yang baik, membuktikan keberhasilan transfer ilmu ke praktik nyata. Meski dihadapkan pada tantangan seperti akses internet yang tidak stabil dan variasi literasi digital, pendampingan daring dan materi digital pasca pelatihan memberikan solusi efektif. Pengabdian ini berkontribusi pada penguatan kompetensi guru dalam transformasi digital pendidikan dasar serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut inovasi pedagogis. Kata kunci: artificial intelligence; modul pembelajaran; guru sekolah dasar; literasi digital; kurikulum merdeka. Abstract In the digital era of the 21st century, the utilization of Artificial Intelligence (AI) technology in education has become increasingly essential, particularly in supporting elementary school teachers in developing effective and innovative instructional modules. However, low digital literacy and limited access remain major obstacles to the implementation of AI in elementary school settings. This community service activity aimed to enhance the capacity of teachers at SD Aisyiyah 1 Mataram in practically using AI platforms such as ChatGPT, Canva AI, and Grammarly for instructional module development. The intensive two-day training adopted a participatory and hands-on approach involving 12 elementary school teachers as active participants. The training outcomes demonstrated significant improvements in teachers’ digital competencies, including their ability to design learning objectives based on Higher Order Thinking Skills (HOTS), create thematic content, and develop interactive assessments. Observations of teacher activities showed average scores of ≥3.5 on aspects such as active participation, AI exploration, group collaboration, and independence in module preparation. The post-training module products met high-quality standards, confirming the successful transfer of knowledge into practical application. Despite challenges such as unstable internet access and varying levels of digital literacy, online mentoring and digital learning materials provided effective solutions. This community service contributes to strengthening teacher competencies amid the digital transformation of basic education and supports the implementation of the Independent Curriculum, which demands pedagogical innovation. Keywords: artificial intelligence; instructional modules; elementary school teachers; digital literacy; independent curriculum.
Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Modul IPA Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan Hasanah, Niswatun; Saragi, Shela Estica; Simanjuntak, Mariati Purnama
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan e-modul IPA berbasis pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar IPA yang digunakan selama ini belum memenuhi standar pembelajaran berdiferensiasi. Analisis dokumen mengungkapkan bahwa modul dan LKPD yang ada masih bersifat konvensional, didominasi teks, kurang interaktif, dan belum mengakomodasi keragaman belajar siswa. Wawancara dengan guru IPA mengidentifikasi kebutuhan mendesak terhadap bahan ajar digital yang fleksibel, menarik, dan mampu memfasilitasi diferensiasi konten, proses, maupun produk pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan pengembangan e-modul IPA "JELAJAH IPAKU" yang mengintegrasikan pendekatan diferensiasi dengan fitur multimedia dan project-based learning. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan e-modul berdiferensiasi merupakan solusi strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang inklusif dan relevan dengan tuntutan abad 21.
STRATEGI PERLINDUNGAN DAN PEMELIHARAAN TARI TRADISIONAL DALAM ERA DIGITAL Hermansyah, David; Hasanah, Niswatun; Khairunnisa, Khairunnisa; Malini, Helma; Apriani, Dwi Anggi; Aisah, Aisah
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i1.56421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis terhadap peran teknologi digital dalam perlindungan dan pemeliharaan tari tradisional di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah sistematis literatur review dengan sumber literatur yang dipilih dari pengindeks Scopus, DOAJ, dan Google Scholar, dengan rentang tahun terbit antara 2013-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital memiliki peran yang signifikan dalam memperkuat upaya perlindungan, pemeliharaan, dan pengembangan tarian tradisional. Studi-studi yang dilakukan mengungkap bahwa teknologi digital memberikan kontribusi positif terhadap berbagai aspek, seperti promosi, dokumentasi, penyimpanan, dan pengajaran tentang tarian tradisional. Meskipun demikian, ditemukan juga beberapa tantangan dan kesenjangan dalam penerapan teknologi digital dalam konteks pelestarian budaya ini. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pembuat kebijakan, praktisi budaya, dan akademisi dalam mengembangkan strategi yang berkelanjutan dalam memelihara kekayaan budaya yang tak ternilai harganya di era digital.
MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI DAN HARGA DIRI MELALUI TARI: STRATEGI BAGI GURU SD Rosmiyanti, Rosmiyanti; Ningsih, Fadilah; Lisa, Miratun; Buduri, Hidayatul; Aida, Nafsa; Hasanah, Niswatun
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64622

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematis yang bertujuan untuk menyelidiki peran tarian dalam pengembangan kepercayaan diri dan harga diri siswa sekolah dasar, serta untuk mengidentifikasi strategi yang efektif bagi guru dalam memfasilitasi proses ini. Data dikumpulkan dari 42 artikel yang dipilih dari pengindek Scopus, DOAJ, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi antara 2014 hingga 2023. Temuan penelitian menunjukkan bahwa berbagai strategi tari, seperti psikoterapi gerakan tari, integrasi tari dalam kurikulum sekolah, pembelajaran tari K-POP, dan kegiatan tari kreatif, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri siswa. Guru memiliki peran penting dalam memfasilitasi proses ini melalui pengajaran langsung dan pengelolaan lingkungan belajar yang kondusif. Namun, kendala dalam penerapan strategi tari di lingkungan sekolah, seperti kurangnya dukungan, pelatihan, dan prioritas pada pendidikan tari dalam kurikulum, juga teridentifikasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya mengatasi kendala-kendala ini untuk meningkatkan efektivitas program pendidikan tari dalam membantu siswa sekolah dasar dalam pengembangan kepercayaan diri dan harga diri mereka.
Persepsi Guru Matematika terhadap Literasi Numerasi dan Pengaruhnya pada Pembelajaran di SMA Sugianto, Rahmad; Hasanah, Niswatun; Syaifuddin, Mohammad
JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrpm.2023.8.1.50-62

Abstract

This study aims to determine the mathematics teacher's perception and its effect on literacy numeracy in high school. This research is descriptive qualitative. The population in this study were high school mathematics teachers. The sampling technique used is total sampling. A total of 30 teachers were sample correspondents spread across several high schools in Malang City. The data collection technique used was a questionnaire consisting of multiple choice, complex multiple-choice, and questions with yes or no answers, which aim to determine the mathematics teachers’ perception of literacy numeracy and its effect on learning in high school. Techniques for presenting data in descriptive statistics include tables and percentage calculations. The study’s results on the perception of mathematics teachers on literacy numeracy in high school showed an average of 67.58% with a positive interpretation level. Also, the effect of mathematics teachers' perceptions of literacy numeracy on learning in high school shows an overall average of 75.6% with a positive interpretation level.
Mekanisme Detoksifikasi: Cara Sistem Ekskresi Melindungi Tubuh dari Racun Batubara, Astrida J.A; Situmorang, Imelda; Nasution, Irma Riavael; Matanari, Ninta Dumaria; Hasanah, Niswatun; Silitonga, Melva
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i1.2490

Abstract

Sistem ekskresi manusia memainkan peran krusial dalam detoksifikasi tubuh melalui mekanisme kompleks yang melibatkan organ-organ seperti ginjal, hati, dan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses detoksifikasi sistem ekskresi melalui metode studi literatur sistematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa ginjal menyaring sekitar 180 liter darah per hari untuk mengeliminasi senyawa toksik seperti urea dan kreatinin, sementara hati melakukan detoksifikasi kimiawi melalui dua fase utama yang melibatkan enzim sitokrom P450 dan konjugasi molekul. Kulit juga berkontribusi melalui ekskresi keringat, terutama untuk logam berat. Faktor nutrisi, hidrasi, dan paparan toksin kronis secara signifikan memengaruhi efisiensi detoksifikasi. Temuan ini memiliki implikasi klinis penting, termasuk rekomendasi pemantauan rutin kadar kreatinin dan enzim hati, serta intervensi nutrisi untuk meningkatkan glutation intrahepatik. Studi ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut tentang peran mikrobiota usus dan dampak penuaan pada kapasitas detoksifikasi.
The Relationship Between Academic Stress With Academic Self-Efficacy In Vocational High School Students: Hubungan Antara Stres Akademik Dengan Efikasi Diri Akademik Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Hasanah, Niswatun; Mariyati, Lely Ika
Psikologia : Jurnal Psikologi Vol. 8 No. 1 (2023): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1444.361 KB) | DOI: 10.21070/psikologia.v9i0.1703

Abstract

This study aims to determine the relationship between Academic Stress and Academic Self-Efficacy in Raden Paku Wringinanom. Vocational High School students. The variables contained in this study are academic stress as the independent variable and academic self-efficacy as the dependent variable. This research is a type of quantitative research with a correlational approach. The sample of this study amounted to 202 students from a total population of 479 students who were taken with the Stratification sampling technique. The results of the data analysis of this study indicate a correlation coefficient of -0.186 with a significance of 0.008, which is smaller than 0.05, meaning that there is a negative relationship between Academic Stress and Academic Self-Efficacy.
PERAN TOKOH AGAMA DALAM KETAHANAN SOSIAL: TINJAUAN LITERATUR DAN ANALISIS KONSEP Urifah, Dewi; Hasanah, Niswatun
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025 in progress
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.21763

Abstract

This research aims to identify and develop a conceptual model regarding the contributions of religious leaders to social resilience by integrating findings from both theoretical and empirical literature. The results of this study are expected to enrich the academic literature and provide practical guidance for policymakers and practitioners in designing strategies to enhance social resilience involving religious leaders. The research methodology employs a literature review and concept analysis approach, beginning with a review of relevant theoretical and empirical sources, followed by evaluation and categorization of the literature to identify key themes and relationships between concepts. The conceptual analysis aims to construct a comprehensive model illustrating the role of religious leaders in conflict mediation, social change advocacy, emotional support, and social aid organization. The study finds that religious leaders play a central role in strengthening social networks and community solidarity, which supports social resilience. The findings indicate that religious leaders are effective as conflict mediators, social change advocates, emotional support providers, and social aid organizers. However, there is a gap in the literature concerning the application of theory in practical contexts. This research makes a significant contribution by developing a more inclusive and applicable conceptual model, offering a framework for further research and practice. The findings have the potential to influence public policy by highlighting the importance of involving religious leaders in social resilience strategies and providing guidance for the implementation of the model in various contexts.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Ekstrakurikuler Yunianto, Teguh; Surohman, Ahmad; Hasanah, Niswatun
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i1.32233

Abstract

Kepeminpinan merupakan faktor yang paling penting terhadap ketercapaian tujuan suatu organisasi baik organisasi pendidikan ataupun organisasi di luar pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pengelolaan ekstrakurikuler. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Jenis analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, displaydata, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Lokasi penelitian adalah di MI Ma'arif Bego Yogyakarta. Subjek penelitiannya yaitu kepala sekolah, wakil  kepala sekolah, dua orang pelatih ekstrakurikuler, dan tiga orang siswa/siswi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dalam pengelolaan ekstrakurikuler sudah sangat baik. Kepala sekolah memiliki kompetensi yang baik dalam melakukan tugas-tugasnya. Kegiatan ekstrakurikuler meliputi silat, tahfiz, pramuka, sepak bola, badminton, catur, renang, dan hadro. Pramuka, silat, dan tahfiz merupakan kegiatan ekstrakulikuler yang wajib diikuti oleh siswa. Terdapat kendala dalam pengelolaan ekstrakurikuler seperti ketersediaan guru, fasilitas, dan kendala musim.The Role of Principal's Leadership in Extracurricular Management Leadership is the most important factor for the achievement of the goals of an organization, both educational organizations and non-educational organizations. This study aims to determine the role of the principal's leadership in extracurricular management. This research method used is a qualitative method with a description approach. The data collection techniques used were interviews and documentation. Types of data analysis using the Miles and Huberman model, namely data collection data reduction, data display, verification, and confirmation of conclusions. The research location in this study is located at MI Maarif Bego Yogyakarta. With the research subjects, namely the principal, vice-principal, two extracurricular trainers, and three students. The results of the study explained that in MI Maarif Bego the principal's leadership in extracurricular management was already very good. The principal has good competence in carrying out his duties. The extracurricular activities at MI Maarif Bego include Silat, tahfidz, scout, soccer, badminton, chess, swimming, and hadroh activities. The extracurricular activities that are required of students are Scouts, silat, and tahfidz. But in management it still has constraints such as the availability of teachers, facilities and season constraints.
Co-Authors Agung Budi Muljono Ahadiah Agustina Aida, Nafsa Aisah Aisah Alamsyah Harahap, Syamsir Ala’uddin, Muhammad Anwar, Faizi Apriani, Dwi Anggi Aqodiah, Aqodiah Astini, Baid Ida Azwari, Fachruddin Baiq Ida Astini Bakri, Asri Ady Batubara, Astrida J.A Benedicta, Christine Elia Buduri, Hidayatul Cathliniyah Zerlindah, Clairina Fadhillah, Nur Fahim, Achmad Faqihuddin, Abdu Rabbi Hadidjah, Kemala Harish, Muhammad Zakky Helma Malini, Helma Hermansyah, David Hidayah, Wardatul humaira Indah Anisykurlillah Isnaini, Rohmatul Isra, Nur Joko Triyono Junaidi Junaidi Kamtini, Kamtini Khairunnisa Khairunnisa Lasmiatun , KMT Lely Ika Mariyati Linafsi, Muzahadatul Lisa, Miratun M. Shaiful Umam Ma'ruf, Shalehudin Denny Mardiyah Hayati Martha Ekawati Siahaya Matanari, Ninta Dumaria Maulidah Fitrotin, Jihan Maulinda, Isnina Ma’ruf, Shalehudin Denny Melva Silitonga Mohammad Syaifuddin Muflikhah, Siti Muhammad Khafid Nasution, Irma Riavael Ningsih, Fadilah Nur Azizah Nur Faizah dan M. Shaiful Umam Nurhayati Pangaribowo, Estu Pitaloka, Maria Rahma, Nuzula Elfa Rahmad Sugianto Rahmah, Kamilia Rani Darmayanti Rizki Nikmatussolihah, Maulida Rizki, Nopia Rodliyatun, Mushbihah Rosmiyanti, Rosmiyanti Sahliyah, Fatihatus Samrin Samrin, Samrin Sandra Dewi, Novi Yanti Santoso, Moh. Adi Saragi, Shela Estica Sarie, Haryatie Savitri, Rahmalia Tsania Setiawan, Afriandi Setiawan, Iwan Budi Simanjutak, Mariati Purnama Situmorang, Imelda Sri Wahyuni Suksmadana, I Made Budi Supriadi, Adi Surohman, Ahmad Syafri Anwar Taufiq Rinda Alkas Urifah, Dewi Verliyanti, Verliyanti Wahyuni, Rusli wilda, Layyinah Wulandari, Diepa Febriana Yuliananingsih Yuliananingsih, Yuliananingsih Yulianingsih, Yulianingsih Yunianto, Teguh Yus Mochamad Cholily