Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DALAM MEMBENTUK BUDAYA HIDUP BERSIH DI SD ‘AISYIYAH 2 MATARAM Hayati, Mardiyah; Hasanah, Niswatun; Yuliananingsih, Yuliananingsih
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34972

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan warga sekolah dalam membangun budaya perilaku hidup bersih berbasis nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di SD ‘Aisyiyah 2 Mataram. Analisis situasi awal menunjukkan bahwa praktik kebersihan belum konsisten, ditandai dengan 65% siswa belum terbiasa mencuci tangan sebelum makan, 52% membuang sampah tidak pada tempatnya, serta fasilitas kebersihan yang terbatas. Integrasi nilai kebersihan dalam pembelajaran AIK juga belum optimal. Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan pembiasaan kebersihan melalui pendekatan edukatif, keteladanan, dan perbaikan sarana. Program dilaksanakan melalui tahapan studi pendahuluan, penyusunan program, sosialisasi dan penyuluhan nilai AIK tentang kebersihan, pelatihan guru, implementasi gerakan budaya hidup bersih, penyediaan fasilitas kebersihan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 5 guru dan 40 siswa kelas III dan IV dengan pendekatan partisipatif. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan praktik kebersihan. Pengetahuan siswa mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat meningkat dari 55% menjadi 88% setelah penyuluhan. Praktik cuci tangan yang benar naik dari 35% menjadi 82% setelah penerapan cuci tangan terstruktur. Kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai AIK dalam pembelajaran meningkat dari 40% menjadi 85% usai pelatihan. Penyediaan sarana seperti tempat sampah terpilah, wastafel, dan media edukasi turut memperkuat pembiasaan positif. Secara keseluruhan, program ini berhasil membentuk model pembiasaan hidup bersih berbasis AIK yang efektif dan berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi di sekolah Muhammadiyah lainnya.Kata kunci: Pendidikan Al-Islam; Kemuhammadiyahan; Budaya Hidup Bersih; Sekolah Dasar. ABSTRACTThis community service activity aims to empower school members in developing a culture of clean living based on Islamic and Muhammadiyah values (AIK) at SD 'Aisyiyah 2 Mataram. An initial situation analysis shows that hygiene practices are inconsistent, with 65% of students not accustomed to washing their hands before eating, 52% disposing of rubbish improperly, and limited hygiene facilities. The integration of hygiene values into AIK learning is also not optimal. These conditions emphasised the need to strengthen hygiene habits through an educational approach, role modelling, and facility improvements. The programme was implemented through preliminary studies, programme development, socialisation and dissemination of AIK values on hygiene, teacher training, implementation of a clean living culture movement, provision of hygiene facilities, and monitoring and evaluation. The activity involved 5 teachers and 40 third and fourth grade students using a participatory approach. The program results showed a significant increase in knowledge, attitudes, and hygiene practices. Students' knowledge of Clean and Healthy Living Behaviours increased from 55% to 88% after the outreach. Proper hand washing practices increased from 35% to 82% after the implementation of structured hand washing. Teachers' competence in integrating AIK values into learning increased from 40% to 85% after training. The provision of facilities such as separate rubbish bins, sinks, and educational media also reinforced positive habits. Overall, this programme succeeded in forming an effective and sustainable model of clean living based on AIK, which has the potential to be replicated in other Muhammadiyah schools.Keywords: Al-Islam Education; Kemuhammadiyahan; Clean Living Culture; Elementary School.
SAHABAT BUMI: SD RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PROGRAM PEMILAHAN SAMPAH, BANK SAMPAH & DAUR ULANG Aqodiah, Aqodiah; Astini, Baiq Ida; Hasanah, Niswatun; Agustina, Ahadiah; Sandra Dewi, Novi Yanti
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35614

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program Sahabat Bumi dilaksanakan di SD ‘Aisyiyah 1 Mataram sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan pada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk budaya ramah lingkungan melalui tiga fokus utama, yaitu program pemilahan sampah, bank sampah, dan kegiatan daur ulang kreatif. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan, serta evaluasi berbasis partisipasi aktif guru dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap perilaku siswa dalam pengelolaan sampah; sebelum pelaksanaan program hanya 23% siswa yang mampu memilah sampah dengan benar, meningkat menjadi 82% setelah program berjalan. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan tanggung jawab sosial, kemandirian, dan kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas menjadi produk bernilai guna. Secara keseluruhan, Sahabat Bumi menjadi model edukasi lingkungan yang efektif untuk diterapkan di sekolah dasar dalam rangka membentuk karakter peduli lingkungan dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).Kata kunci: Sahabat Bumi; Sekolah Ramah Lingkungan; Pemilahan Sampah; Bank Sampah; Daur Ulang. ABSTRACTThe Sahabat Bumi (Friends of the Earth) program was implemented at SD ‘Aisyiyah 1 Mataram as a community service initiative aimed at fostering environmental awareness among elementary school students. This program was designed to create an environmentally friendly school culture through three main activities: waste sorting, a school waste bank, and creative recycling projects. The implementation methods included preliminary observation, socialization, hands-on training, mentoring, and participatory evaluation involving both teachers and students. The results indicated a significant improvement in students’ waste management behavior from only 23% who correctly sorted waste before the program to 82% after implementation. Furthermore, the activities developed students’ sense of responsibility, independence, and creativity in reusing materials into functional products. Overall, Sahabat Bumi serves as an effective environmental education model for elementary schools to promote environmental awareness, responsible behavior, and support for the Sustainable Development Goals (SDGs).Keywords: Sahabat Bumi; Green School; Waste Sorting; Waste Bank; Recycling.
Penetapan Imbalan dalam Sistem Samsarah pada Praktik Jual Beli Sapi Tinjauan Ekonomi Islam Linafsi, Muzahadatul; Hasanah, Niswatun; M. Shaiful Umam
Al-Musthofa: Journal of Sharia Economics Vol. 8 No. 1 (2025): Al-Musthofa: Journal of Sharia Economics
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-musthofa.v8i1.3948

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the samsarah system in the practice of buying and selling cattle in Petiyin Hamlet, Wadeng Village, Sidayu Subdistrict, Gresik Regency, and review the determination of compensation from an Islamic economic perspective. This research uses a qualitative approach with a field research method to explore data in depth. The results showed that the samsarah system facilitates cooperation between farmers, brokers, and buyers, with the brokers acting as liaisons. The determination of the reward is often based on the sincerity of the cattle owner after the sale, usually half of the profit from the sale of the cattle, although it is in line with sharia principles, but transparency and certainty need to be improved. This practice is generally in line with Islamic economic principles that emphasize justice, moral responsibility, and transparency, and does not contain elements of usury or gharar. This study concludes that the samsarah system has the potential to continue to be developed by paying attention to the principles of Islamic economics to make it more fair and transparent.
Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik dan Pembuatan Kompos untuk Warga RT 02 Kelurahan Harapan Baru, Samarinda Alkas, Taufiq Rinda; Ma’ruf, Shalehudin Denny; Isra, Nur; Setiawan, Afriandi; Hidayah, Wardatul; Hasanah, Niswatun; Triyono, Joko; Wahyuni, Rusli
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.8599

Abstract

Sampah merupakan permasalahan utama di kawasan perkotaan. Pengabdian memberikan wawasan mengelola sampah organik menjadi kompos dengan sosialisasi dan praktik langsung pembuatan kompos. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 27 September 2025, di RT 02 Kelurahan Harapan Baru, Samarinda. Program melibatkan 29 peserta dan disertai hibah tujuh drum komposter untuk mendukung keberlanjutan kegiatan. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan, penyuluhan, praktik pembuatan kompos, serta pendampingan pasca kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola sampah organik serta perubahan perilaku menuju pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan ini berkontribusi dalam mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat menuju lingkungan yang bersih dan sehat.
Program Pengabdian Pendidikan Agama Islam dan Bakti Sosial untuk Pembinaan Spiritual Warga Binaan di Lapas Perempuan III Mataram Urifah, Dewi; Hasanah, Niswatun; Rodliyatun, Mushbihah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i2.753

Abstract

This research focuses on the importance of the Islamic religious education and social service devotion programs in nurturing the spiritual well-being of female inmates at Lapas Perempuan III Mataram. This institution is the only female correctional facility in West Nusa Tenggara, committed to establishing a corruption-free integrity zone. Inmates at this facility face various complex challenges, including the loss of dual roles as mothers, wives, and family members, compounded by social stigma that exacerbates their mental and psychological conditions. These conditions necessitate a holistic approach integrating religious education and social service activities to support their rehabilitation and social reintegration processes. The service program combines Islamic religious education discussions and social service activities as its main methods. The discussions on Islamic religious education are designed to enhance the religious knowledge of Muslim inmates, address their concerns, and provide moral support. Additionally, social service activities such as the distribution of Friday Alms packages help alleviate the material burdens of inmates and strengthen relationships between them and prison staff. This combination of methods is expected to provide comprehensive support encompassing spiritual, emotional, and material aspects, thereby creating a more conducive environment for the rehabilitation and social reintegration of female inmates at Lapas Perempuan III Mataram.
Pengenalan Literasi Keuangan Digital Pada Generasi Z di SMK Assa’adah Bungah Gresik Saputra, M. Nasyah Agus; Alauddin, KH. Muhammad; Afrianti, Dwi; Hasanah, Niswatun; Alfiyan, Fri Haendid; Zaytun, Martha Hermina
Abdimas Indonesian Journal Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1545

Abstract

The rapid development of financial technology has intensified the use of digital financial services among Generation Z. However, this trend is not fully accompanied by adequate financial management capabilities, resulting in a gap between technological access and financial literacy. This community service activity aims to enhance digital financial literacy among twelfth-grade students at SMK Assa’adah Bungah Gresik in order to foster rational, adaptive, and long-term financial behavior. The study employs an educational and participatory approach through the delivery of instructional materials, interactive discussions, and experience-sharing activities involving university students as facilitators of contextual learning. The findings indicate that although students demonstrate a high level of familiarity with digital financial services, their understanding remains largely limited to technical aspects and has not fully encompassed conceptual dimensions such as financial planning and the control of consumptive behavior. Post-activity evaluation reveals an improvement in students’ financial understanding and awareness. These results confirm that the educational and participatory approach is effective in bridging the gap between the use of financial technology and financial management capabilities. Overall, this activity contributes to strengthening the financial readiness of vocational high school students as part of Generation Z in facing the challenges of the digital economy and highlights the importance of developing sustainable, contextual, and experience-based digital financial literacy programs.
Campur Kode Bahasa Indonesia–Inggris dalam Media Sosial: Antara Gengsi Sosial dan Krisis Identitas Bahasa Pratiwi, Chintia Alifia; Inaya, Rafa; Hasanah, Niswatun; Sibuea, Parulian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36197

Abstract

Perpaduan unsur bahasa Indonesia dan Inggris dalam komunikasi di media sosial semakin marak, terutama di kalangan generasi muda. Fenomena ini sering kali dianggap sebagai wujud gengsi sosial atau gaya berbahasa modern, sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan krisis identitas bahasa nasional. Artikel ini menyajikan kajian pustaka terhadap studi-studi terdahulu mengenai campur kode Indonesia–Inggris di media sosial, mengupas motif sosial dan konsekuensinya. Hasil telaah menunjukkan bahwa penggunaan campur kode banyak didorong oleh faktor sosial seperti ekspresi identitas kelompok dan faktor kemudahan atau kebutuhan leksikal, selain dipengaruhi oleh persepsi bahasa asing yang bernuansa prestise. Di sisi lain, dominasi campur kode berpotensi melemahkan rasa bangga berbahasa Indonesia dan mengikis fungsi Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional.
Co-Authors Afrianti, Dwi Agung Budi Muljono Ahadiah Agustina Aida, Nafsa Aisah Aisah Alamsyah Harahap, Syamsir Alauddin, KH. Muhammad Ala’uddin, Muhammad alfiyan, fri haendid Anwar, Faizi Apriani, Dwi Anggi Aqodiah, Aqodiah Astini, Baid Ida Azwari, Fachruddin Baiq Ida Astini Bakri, Asri Ady Batubara, Astrida J.A Benedicta, Christine Elia Buduri, Hidayatul Cathliniyah Zerlindah, Clairina Fadhillah, Nur Fahim, Achmad Faqihuddin, Abdu Rabbi Hadidjah, Kemala Harish, Muhammad Zakky Helma Malini, Helma Hermansyah, David Hidayah, Wardatul humaira Inaya, Rafa Indah Anisykurlillah Isnaini, Rohmatul Isra, Nur Joko Triyono Junaidi Junaidi Kamtini, Kamtini Khairunnisa Khairunnisa Lasmiatun , KMT Lely Ika Mariyati Linafsi, Muzahadatul Lisa, Miratun M. Shaiful Umam Ma'ruf, Shalehudin Denny Mardiyah Hayati Martha Ekawati Siahaya Matanari, Ninta Dumaria Maulidah Fitrotin, Jihan Maulinda, Isnina Ma’ruf, Shalehudin Denny Melva Silitonga Mohammad Syaifuddin Muflikhah, Siti Muhammad Khafid Nasution, Irma Riavael Ningsih, Fadilah Nur Azizah Nur Faizah dan M. Shaiful Umam Nurhayati Pangaribowo, Estu Parulian Sibuea Pitaloka, Maria Pratiwi, Chintia Alifia Rahma, Nuzula Elfa Rahmad Sugianto Rahmah, Kamilia Rani Darmayanti Rizki Nikmatussolihah, Maulida Rodliyatun, Mushbihah Rosmiyanti, Rosmiyanti Sahliyah, Fatihatus Samrin Samrin, Samrin Sandra Dewi, Novi Yanti Santoso, Moh. Adi Saputra, M. Nasyah Agus Saragi, Shela Estica Sarie, Haryatie Savitri, Rahmalia Tsania Setiawan, Afriandi Setiawan, Iwan Budi Simanjutak, Mariati Purnama Situmorang, Imelda Sri Wahyuni Suksmadana, I Made Budi Surohman, Ahmad Syafri Anwar Taufiq Rinda Alkas Urifah, Dewi Verliyanti, Verliyanti Wahyuni, Rusli wilda, Layyinah Wulandari, Diepa Febriana Yuliananingsih Yuliananingsih, Yuliananingsih Yulianingsih, Yulianingsih Yunianto, Teguh Yus Mochamad Cholily Zaytun, Martha Hermina