Fitroh Hayati
Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan

Published : 85 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Model Pembelajran Inqury Tipe Pictorial Riddle dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih pada Siswa XI Madrasah Aliyah Darul Qolam Kab. Bandung Reni Mulyani; Aep Saepudin; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.663 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2422

Abstract

Abstract. One of the problems faced by the world of education is the weakness of the learning process. In the learning process, children are less encouraged to develop thinking skills. The learning process in the classroom is directed at the ability to memorize information, the child's brain is forced to remember and hoard various information it remembers to relate it to everyday life. As a result, when children graduate from school, they are theoretically smart, but they are poor in application. This thesis discusses the effectiveness of the pictorial riddle type inquiry learning model in improving students' critical thinking skills in fiqh subjects, with the aim of (1) knowing the students' abilities before implementing the pictorial riddle type inquiry learning model in improving students' critical thinking skills in fiqh subjects. at MA Darul Qolam Bandung?(2)To determine students' critical thinking skills after using the Pictorial Riddle-type inquiry learning model in Fiqh subjects at MA Darul Qolam Bandung?(3) To determine the effect of the Pictorial Riddle-type inquiry learning model on students' critical thinking skills in Fiqh subjects at MA Darul Qolam Bandung. The type of this research is experimental quantitative research with Control Group Design research design. The population in this study were all students of class XI MA Darul Qolam Kab. Bandung as many as 40 students. The sampling technique in this research is purposive sampling. The number of samples used was 19 students where in class XI MAB with 19 students selected as the experimental class taught by the pictorial riddle-type inquiry learning model and class XI MAA with 21 students selected as the control class taught by direct learning. The data collection technique was carried out using a test instrument in the form of multiple choice as many as 20. The data analysis technique was carried out using descriptive analysis techniques and inferential analysis techniques. The results obtained in the class using the pictorial riddle-type inqury learning model with an average value of 77. Student learning outcomes without using the pictorial riddle-type inqury learning model obtained an average value of 57. This indicates that there is a significant effect between the models. pictorial riddle-type inqury learning on critical thinking skills of class XI MA Darul Qolam students, Bandung Regency. This is supported by the results of the regression analysis obtained by the value of tcount17 > ttable 0.02. Abstrak. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berfikir. Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kemampuan untuk menghafal informasi,otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi yang diingatnya untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya, ketika anak lulus dari sekolah, mereka pintar secara teoritis, tetapi mereka miskin aplikasi. Skripsi ini membahas tentang efektifitas model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle dalam meningkatkan kemapuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran fiqih, dengan tujuan(1)Untuk mengetahui kemampuan peserta didik sebelum dilaksakanannya model pembelajaran inquiry tipe pictorial riddle dalam meningkatkan kemampuan berpikir keritis siswa pada mata pelajaran fiqih di MA Darul Qolam Bandung ?(2)Untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan model pembelajaran inquiry tipe Pictorial Riddle pada mata pelajaran Fiqih di MA Darul Qolam Bandung?(3) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry tipe Pictorial Riddle terhadap kemampuan berpikir keritis siswa pada mata pelajaran Fiqih di MA Darul Qolam Bandung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MA Darul Qolam Kab.Bandung sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 19 siswa dimana pada kelas XI MAB dengan jumlah siswa 19 terpilih sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle dan kelas XI MAA dengan jumlah siswa 21 terpilih sebagai kelas kontrol diajar dengan pembelajaran langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes berbentuk pilhan ganda sebanyak 20. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil penelitian yang diperoleh pada kelas yang menggunakan model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle dengan nilai rata-rata 77. Hasil belajar siswa tanpa menggunakan model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle diperoleh nilai rata-rata sebesar 57. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle terhadap kemapuan berpikir kritis siswa kelas XI MA Darul Qolam Kab.Bandung. Hal ini didukung oleh hasil analisis regresi diperoleh nilai thitung17 >ttabel0,02.
Implementasi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Kurikulum Terpadu di SMP Darul Hikam Integrated School Bandung Violin Arsy Zahran Rahadian; Aep Saepudin; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.843 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2880

Abstract

Abstract. Exictence of Islamic Education at school is not just about in fullfing of knowledge but it must be implemented in daily activities. Implantation of Islamic values in daily activities will not be able by Islamic teachers at school because limited time allocation. So optimization Islamic education at school must be implemented in integrated. Based on this phenomenon, the problem in this research is formulated as follows: (1) The planning of Islamic Education based on integrated curriculum ? (2)The implementation of Islamic Education based on integrated curriculum? (3) The evaluation of Islamic Education based on integrated curriculum? (4)The Supporting and obsctacle of Islamic Education based on integrated curriculum?. Researcher using correlational analysis technique using a quantitative approach. with qualitative descriptive method. This research was conducted at SMP Darul Hikam Integrated School Bandung. The data collection technique which used in this research are observation, interview and documentation. The data analysis processes are done through data collection, data reduction and conclusion.The results of this study are: The implementation of Islamic Education based on integrated curriculum at SMP Darul Hikam Integrated School is using integrated model by inserting special curriculum of Darul Hikam and integrated higher order thinking skills as implementetaion of Cambdrige international curriculum. Abstrak. Adanya mata pelajaran PAI bukan hanya sekedar dalam memenuhi aspek ilmu pengetahuan saja namun juga harus diterapkan dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari tidak akan dapat dilakukan oleh guru PAI semata karena alokasi waktu yang disediakan disekolah terbatas. Oleh karena itu optimalisasi Pendidikan Agama Islam mesti dilakukan secara terpadu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) perencanaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu, (2) pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu, (3) evaluasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu serta (4) faktor penunjang dan penghambat mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu di SMP Darul Hikam Integrated School Bandung Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMP Darul Hikam Integrated School Bandung dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Impelementasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Darul Hikam Integrated School menggunakan model integrated dengan menyisipkan kurikulum khas sekolah dan juga mengintegrasikan higher order thinking skills sebagai bentuk implementasi dari kurikulum internasional Cambdrige.
Analisis Pendidikan tentang Akhlak Memuliakan Tamu terhadap Al-Quran Surat Adz-Dzariyat Ayat 24-27 Alya Fadhillah Hidayat; Dedih Surana; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.421 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3317

Abstract

Abstract. Nowadays, it results in perceived negative effects. The decline of adab / ethics, moral morals and spirituality of Islamic values. One of them is that is not paid enough attention to adab / ethics, morals to glorify guests. The large number of people around underestimates this adab, such as welcoming guests soberly, not paying respects for their arrival, often discriminating against guests whether rich or poor and so on. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) How do the mufasir think about glorifying QS guests. Adz-Dzariyat (51) : 24-27? (2) What is the essence contained in QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 about glorifying guests? (3) 3.What do experts think about glorifying guests? (4) What are the educational values of QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 about the morals of glorifying guests? . Researchers use descriptive methods using a qualitative approach. This research makes a complex picture, examines words, detailed reports from the views of respondents and conducts studies on natural situations. With the data collection technique used in this study is a literature study by collecting data from books and other literature. The data analysis techniques are descriptive analysis techniques and inferential analysis techniques. The results of this study revealed that glorifying guests is mandatory for every Muslim, saying his legal greetings sunnah and answering them is mandatory, not discriminating against guests and respecting his guests by giving the best dishes. Abstrak. Dewasa ini, mengakibatkan efek negatif yang dirasakan. Terjadinya kemerosotan adab/etika, akhlak moral dan spiritualitas nilai Islam. Salah satunya yang kurang diperhatikan pada adab/etika, akhlak memuliakan tamu. Banyaknya orang-orang sekitar menyepelekan adab ini, seperti menyambut tamu dengan seadaanya, tidak memberikan penghormatan atas kedatangannya, sering membeda-bedakan kepada tamu baik yang kaya atau miskin dan lain sebagainya. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana pendapat para mufasir tentang memuliakan tamu QS. Adz-Dzariyat (51) : 24-27? (2) Bagaimana esensi yang terkandung dalam QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 tentang memuliakan tamu? (3) 3. Bagaimana pendapat para ahli tentang memuliakan tamu? (4) Apa nilai-nilai pendidikan dari QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 tentang akhlak memuliakan tamu?. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden dan melakukan studi pada situasi yang alami. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan mengumpulkan data-data dari buku-buku dan literatur lainnya. Adapun teknik analisis datanya adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa memuliakan tamu adalah wajib bagi setiap umat Islam, mengucapkan salam hukumnya sunnah dan menjawabnya adalah wajib, tidak membeda-bedakan tamu dan menghormati tamunya dengan memberikan hidangan yang terbaik.
Efektivitas Penerapan Metode Tilawati dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Sekolah Dasar IT Salman Al-Farisi Bandung Tasya Azzahra; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.856 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3346

Abstract

Abstract. Problems that occurred in learning to read the Qur’an at SD IT Salman Al-Farisi Bandung previously used BTAQ, when learning to read the Koran using BTAQ it was still felt that they could not reach the target in learning the Koran easily. So, the school replaced the learning program to read the Qur'an by applying a method, namely by using the tilawati method. The tilawati method is a method of learning the Koran with a fun learning process so that it can improve the quality of students' reading of the Qur’an. The method used in this research is quantitative research with a quasi-experimental approach, in which there are two groups, namely the control group and the experimental group to be used as research material. The subjects of this study were students of class VA and VB SD IT Salman al-Farisi Bandung. The data obtained in this study used interview, observation, test, and documentation techniques.The results showed that: (1) The students' ability to read the Qur'an before using the tilawati method with an average value of 65.78 in this case learning the Qur'an before the tilawati method was applied did not provide a real change for students - student. (2) For the application of the tilawati method in learning to read the Qur'an, there is an increase in students' ability to read the Qur'an. (3) There is the effectiveness of the application of the tilawati method on increasing students' reading ability of the Qur'an as measured through the SPSS application. 20. Based on the results of the N-Gain test, the score shows that the average score for the pretest-posttest tilawati is 60.0771 (60%), so it can be concluded from the test that sig 0.000 = <0.05, which means Ho is rejected and H1 is accepted with this the application of the tilawati method provides a change in improving students' reading ability of the Qur'an. Abstrak. Permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran membaca al-Qur’an di SD IT Salman Al-Farisi Bandung sebelumnya menggunakan BTAQ, saat pembelajaran membaca al-Qur’an menggunakan BTAQ masih dirasa belum bisa mencapai target dalam mempelajari al-Qur’an secara mudah. Maka, sekolah mengganti program pembelajaran membaca al-Qur’an dengan menerapkan suatu metode yaitu dengan menggunakan metode tilawati. Metode tilawati ialah suatu metode pembelajaran al-Qur’an dengan proses pembelajaran yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan kualitas membaca al-Qur’an siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksprimen, yang mana terdapat dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen untuk dijadikan bahan penelitian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VA dan VB SD IT Salman al-farisi Bandung. Perolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kemampuan membaca al-Qur’an siswa sebelum menggunakan metode tilawati dengan nilai hasil rata-rata 65,78 dengan hal ini pembelajaran al-Qur’an sebelum diterapkan metode tilawati kurang memberikan suatu perubahan yang nyata untuk siswa-siswinya. (2) Untuk penerapan metode tilawati dalam pembelajaran membaca al-Qur’an terdapat peningkatan dalam kemampuan membaca al-Qur’an siswa.(3) Terdapat keefektivitasan penerapan metode tilawati terhadap peningkatan kemampuan membaca al-Qur’an siswa yang diukur melalui aplikasi SPSS 20. Berdasarkan hasil uji perhitungan uji N-Gain skor menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor untuk pretest-postest metode tilawati adalah sebesar 60,0771 (60%), maka dapat diambil kesimpulan dari pengujian hipotesis diperoleh sig 0,000 = <0,05 yang artinya Ho ditolak dan H1 diterima dengan ini penerapan metode tilawati memberikan perubahan dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an siswa.
Upaya Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Siswa Kelas VIII Menggunakan Metode Madinah, Talaqqi, dan Pakistan melalui Program Tahfidz Di SMP Inovatif Al Ibda Soreang Sinsin Ummu Jahieda; A. Mujahid Rasyid; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.071 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3463

Abstract

Abstract. Introducing the Qur'an, teaching how to read and memorize it, both in formal and private schools is the responsibility of a teacher. This research is motivated by the existence of students who are less enthusiastic in memorizing the Qur'an, thus hampering the success of the targets that must be achieved in learning tahfidz through the tahfidz program at Al Ibda Innovative Junior High School Soreang. The purpose of this study was to determine: (1) the efforts of the tahfidz teacher in improving the memorization of the Qur'an (2) The steps of learning tahfidz using the Medina, talaqqi, and Pakistani methods (3) The evaluation used by the teacher to determine the improvement of the memorization of the Al-Qur'an. -The Qur'an of class VIII students (4) Weaknesses and advantages of the combined application of the Medina, talaqqi, and Pakistani methods. The researcher used a qualitative descriptive method. The research was conducted at Al Ibda Innovative Junior High School, Soreang. Collecting data in the study using interviews, observation, and documentation. The results of this study are: (1) Teachers must have the ability and understanding of how to become a tahfidz teacher competence. 2) In learning tahfidz, the teacher uses a combined method, namely the Medina, talaqqi, and Pakistani methods. (3) To find out the improvement of students' Al-Qur'an memorization, the teacher looked at the results of the students' memorization test when they entered the Al Ibda Innovative Junior High School Soreang, the progress of learning every three months, and student attendance. (4) The weakness of the application of the combined method is the lack of supporting human resources and the limitation of students who have the ability to exceed the target. The advantage is that it makes it easier for students when memorizing, and with the presence of reading talaqqi, recitations, muroja'ah and ziyyadah will maintain memorization. Abstrak. Mengenalkan Al-Qur’an, mengajari bagaimana membaca dan menghafalnya, baik di sekolah formal maupun swasta sudah menjadi tanggung jawab seorang guru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang kurang bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an, sehingga menghambat pada keberhasilan target yang harus dicapai pada pembelajaran tahfidz melalui program tahfidz di SMP Inovatif Al Ibda Soreang. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui: (1) Upaya guru tahfidz dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an (2) Langkah-langkah pembelajaran tahfidz menggunakan metode Madinah, talaqqi, dan Pakistan (3) Evaluasi yang digunakan guru untuk mengetahui peningkatan hafalan Al-Qur’an siswa kelas VIII (4) Faktor kelemahan dan keunggulan penerapan gabungan metode Madinah, talaqqi, dan Pakistan. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Inovatif Al Ibda Soreang. Pengumpulan data pada penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Guru harus memiliki kemampuan dan pemahaman bagaimana kompetensi menjadi guru tahfidz. 2) Dalam pembelajaran tahfidz, guru menggunakan metode gabungan yaitu metode Madinah, talaqqi, dan Pakistan. (3) Untuk mengetahui peningkatan hafalan Al-Qur’an siswa, guru melihat dari hasil tes hafalan siswa ketika masuk SMP Inovatif Al Ibda Soreang, perkembangan pembelajaran per tiga bulan, dan kehadiran siswa. (4) Adapun kelemahan penerapan penggabungan metode yaitu kurangnya SDM yang mendukung dan adanya pembatasan siswa yang memiliki kemampuan melebihi target. Keunggulannya yaitu memudahkan siswa ketika menghafal, dan dengan adanya talaqqi bacaan, tilawah, muroja’ah dan ziyyadah akan menjaga hafalan.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an pada Siswa Kelas III Lufi Nur Shalma; Fitroh Hayati; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.297 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3693

Abstract

Abstract. The objectives of this study are 1) knowing how the role of Islamic Religious Education teachers in overcoming difficulties reading the Qur'an in grade III students at SDN 1 Kayuambon, 2) knowing the strategies used by Islamic Religious Education teachers in overcoming difficulties reading the Qur'an in grade III students at SDN 1 Kayuambon, 3) knowing the supporting and inhibiting factors experienced by Islamic Religious Education teachers in overcoming the difficulty of reading the Qur'an in grade III students of SDN 1 Kayuambon. The type of research used is qualitative research. The data sources in the study are teachers and learners. The research instruments used are observation guidelines, interview guidelines and documentation. The data analysis techniques used are data reduction techniques, data presentation and data verification. The results of the study can be as follows: 1) The role of teachers in overcoming difficulties in reading the Qur'an is not only as a guide, facilitator, and motivator but teachers also carry out learning activities by forming groups, increasing learning hours, and changing learning methods 2) Learning strategies carried out using the demonstration method, quantum teaching learning model, and contextual approach. 3) Supporting factors and inhibiting factors in overcoming the difficulty of reading the Qur'an for students of SDN 1 Kayuambon, namely supporting factors for the existence of learning facilities, parental support, and the existence of demonstration learning methods. Meanwhile, the inhibiting factors are limited time, and the lack of students in reading the Qur'an outside of school. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) mengetahui bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada peserta didik kelas III di SDN 1 Kayuambon, 2) mengetahui strategi yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada peserta didik kelas III di SDN 1 Kayuambon, 3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dialami guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada peserta didik kelas III SDN 1 Kayuambon. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah guru pendidikan agama Islam dan peserta didik. Adapun instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat yaitu sebagai berikut: 1) Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an tidak hanya sebagai pembimbing, fasilitator, dan motivator tetapi guru juga melakukan kegiatan pembelajaran dengan melakukan membentuk kelompok, menambah jam pembelajaran, dan merubah metode pembelajaran 2) Strategi pembelajaran yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode demonsrasi, model quantum teaching learning, dan pendekatan kontekstual. 3) Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an siswa SDN 1 Kayuambon, yaitu faktor pendukung adanya fasilitas pembelajaran, adanya dukungan orangtua, dan adanya metode pembelajaran demonstrasi. Sedangkan faktor penghambat yaitu, adanya keterbatasan waktu, dan kurangnya peserta didik dalam membaca Al-Qur’an diluar sekolah.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Pencapaian Nilai KKM Mata Pelajaran PAI Siswa Kelas IX di SMPN 1 Kotabaru Kabupaten Karawang Siti Sarah; Nan Rahminawati; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.337 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3773

Abstract

Abstract. One of the factors that influence the success of learning in terms of teachers is strategy. A learning course has an assessment that has special limitations that have been set by a teacher. These limits are known as the Minimum Completeness Criteria (KKM). This research is an empirical research using qualitative descriptive method. This study uses a theoretical and empirical study presented in the form of a narrative text to explain clearly how the teacher's strategy in improving the achievement of KKM PAI scores for grade IX students at SMPN 1 Kotabaru, Karawang district. Data collection techniques in this study used the methods of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that: (a) There are six steps the teacher takes in increasing the achievement of students' KKM scores, namely by preparing teaching, choosing learning methods, choosing learning techniques, approaching students, providing learning motivation, and using learning media. (b) The method used by the teacher in increasing the achievement of students' KKM scores is a learning method that has been selected and adapted to the learning material. (c) The technique used by the teacher in increasing the achievement of students' KKM scores is a learning technique that has been selected and adapted to the material to support the strategies and learning methods used. Abstrak. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran dari segi guru adalah strategi. Suatu pembelajaran tentunya ada penilaian yang memiliki batasan-batasan khusus yang telah ditetapkan oleh seorang guru. Batasan tersebut adalah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini merupakan penelitian empirik dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan kajian teoritis dan empiris yang disajikan dalam bentuk teks yang bersifat naratif untuk memaparkan secara jelas bagaimana strategi guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM PAI siswa kelas IX di SMPN 1 Kotabaru kabupaten Karawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Terdapat enam langkah guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM siswa yaitu dengan melakukan persiapan pengajaran, memilih metode pembelajaran, memilih teknik pembelajaran, melakukan pendekatan terhadap siswa, memberikan motivasi belajar, serta menggunakan media pembelajaran. (b) Metode yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM siswa adalah metode pembelajaran yang telah dipilih dan disesuaikan dengan materi pembelajaran. (c) Teknik yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan pencapaian nilai KKM siswa adalah teknik pembelajaran yang telah dipilih dan disesuaikan dengan materi demi mendukung strategi dan metode pembelajaran yang digunakan.
Kerjasama Sekolah dan Orangtua dalam Pembinaan Akhlak Siswa Amalia Rizki Febrianti; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.753 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3878

Abstract

Abstract. This research was conducted to find out the description of the cooperation carried out by schools and parents in fostering the morals of students at Mdt. Al-Ikhlas in Gandasari Village, a description of the morals of students in increasing cognitive insight, appreciation of affective values and behavioral habits in moral development. The approach used is a qualitative approach with the type of case study research. This research was conducted at Gandasari Village with informants from this study the Principal and Teachers and Parents. Data collection techniques in this study used interviews and questionnaires. Data analysis includes steps of data reduction, data presentation and drawing conclusions. Test the validity of the data using triangulation. The results of the study of School and Parent Cooperation in Moral Development shows that: 1. Cooperation between schools and parents in fostering the morals of students in the cognitive domain goes well because the teacher carries out his responsibilities and roles in school well and parents do the same thing where the learning that children get at school is repeated continuously by parents at home. 2. Cooperation between schools and parents in fostering students' morals in the affective domain can be indicated through the development of discipline in studying a learning material. Schools encourage students to be responsible for completing the material provided and parents have more roles to encourage children to understand the material taught at school. 3. cooperation between schools and parents in the psychomotor domain is to encourage children to develop skills in completing work related to motor activities. This is obtained through training and habituation carried out by teachers and parents. Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kerjasama yang dilakukan sekolah dan orangtua dalam pembinaan akhlak sisw di Mdt. Al-Ikhlas Desa Gandasari, gambaran akhlak peserta didik dalam meningkatkan wawasan kognitif, penghayatan nilai afektif dan kebiasaan berperilaku dalam pembinaan akhlak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Desa Gandasari dengan informan dari penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan Guru serta Orangtua. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan kuesioner. Analisis data meliputi langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian Kerjasama Sekolah dan Orangtua dalam Pembinaan Akhlak siswa menunjukan bahwa: 1. Kerjasama sekolah dan orangtua dalam pembinaan akhlak siswa di pada ranah kognitif berjalan dengan baik karena guru melaksanakan tanggung jawab dan perannya disekolah dengan baik dan orangtua pun melakukan hal yang sama yang mana pembelajaran yang didapatkan anak disekolah diulang kembali secara kontinyu oleh orangtua dirumah. 2. Kerjasama sekolah dan orangtua dalam pembinaan akhlak siswa pada ranah afektif dapat diindikasikan melalui pembinaan kedisplinan dalam mempelajari suatu materi pembelajaran. Sekolah mendorong siswa untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan materi yang diberikan dan orangtua memiliki peran yang lebih untuk mendorong anak dalam memahami materi yang diajarkan disekolah. 3. kerjasama sekolah dan orangtua pada ranah psikomotorik adalah mendorong anak dalam memunculkan keterampilan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan aktivitas motoric. Hal ini didapat melalui latihan dan pembiasaan yang dilakukan oleh guru dan orangtua.
Implementasi Pendidikan Iman bagi Santri melalui Program Belajar Bersama Orang Tua di Kuttab Al-Fatih Cimenyan Bandung Level Kuttab Awal Tiga Muhammad Zulfikar; Aep Saepudin; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.844 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3978

Abstract

Abstract. The role of parents in children's faith education cannot be completely replaced by the role of the teacher. Therefore, there needs to be good cooperation between parents and teachers in the faith education process that is carried out. The purpose of this study was to determine the planning, implementation, evaluation as well as supporting and inhibiting factors in the implementation of Faith Education for students through the Learning with Parents program at Kuttab Al-Fatih Bandung. This study uses a descriptive method using a qualitative approach to examine the implementation of Faith Education through the Learning with Parents program. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observations, and documentation studies. The results showed that: (a). Planning for faith education through the study program with parents consists of preparing a schedule for the BBO program for one academic year by the coordinator of the faith class and making a kuttab activity plan (RKK) made by the faith class teacher. (b). The implementation of faith education through the BBO program is carried out continuously between teachers and parents. Beginning with faith education conducted in the classroom by the faith class teacher, then followed by parents with a faith class assignment guide. (c). The evaluation or assessment used in the BBO program is an attitude assessment that is carried out in stages (d). The supporting factor that dominates the implementation of the program is parents' awareness of the importance of the role of parents in accompanying children when studying at home. While the inhibiting factor is the lack of understanding of parents in the technical implementation and writing feedback on activities that have been carried out at home. Abstrak. Peran orangtua dalam pendidikan iman anak tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh peran guru. Oleh karenanya perlu ada kerjasama yang baik antara orangtua dan guru dalam proses pendidikan iman yang dilakukan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi Pendidikan Iman bagi santri melalui proram Belajar Bersama Orangtua di Kuttab Al-Fatih Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk meneliti implementasi Pendidikan Iman melalui program Belajar Bersama Orangtua. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (a). Perencanaan pendidikan iman melalui program berlajar bersama orangtua terdiri dari penyusunan jadwal program BBO untuk satu tahun ajaran oleh koordinator kelas iman dan pembuatan rencana kegiatan kuttab (RKK) yang di buat oleh guru kelas iman. (b). Pelaksanaan pendidikan iman melalui program BBO dilakukan secara berkesinambungan antara guru dengan orangtua. Diawali dengan pendidikan iman yang dilakukan di kelas oleh guru kelas iman, kemudian dilanjutkan oleh orangtua dengan panduan tugas kelas iman. (c). Evaluasi atau penilaian yang digunakan pada program BBO adalah penilaian sikap yang dilakukan secara bertahap (d). Faktor pendukung yang mendominasi pelaksanaan program adalah kesadaran orangtua akan pentingnya peran orantua dalam membersamai anak saat belajar di rumah. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya pemahaman orangtua dalam teknis pelaksanaan dan penulisan feedback atas kegiatan yang telah dilakukan di rumah.
Konsep Ulul Albab dalam QS. Ali Imran Ayat 190-194 dan Implikasinya pada Pendidikan Karakter Mia Rosmiati; Eko Surbiantoro; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.847 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.4377

Abstract

Abstract. According to Ibn Katsir Ulul Albab is a man of perfect intellect and intelligence. Lafaz "Ulul Albab" is repeated 16 times in the Qur'an. However, the meaning of ulul albab is still in general, it is only explained in general that ulul albab is a person who has a mind. In it, it has not been seen the true characteristics of the ulul albab itself. Some verses of the Qur'an acknowledge that man is the being with the best creation, this is a fitri privilege over other beings, especially when it comes to thinking. Based on this, what is of interest to researchers is what are the true characteristics of Ulul Albab in the Qur'an? is there any character education values in Ulul Albab that we can take? In this study, the researcher examined the concept of Ulul Albab in the Qur'an Surat Ali Imran verses 190-194. This research uses a descriptive-analytical mentode with a type of library research (Library research). Researchers take steps that identify, collect, process, and review existing data related to the Ulul albab problem in the form of primary and secondary data. The results of this study are: There are characteristics in Ulul Albab that can be implications for character education. As for the characteristics of Ulul Albab in QS. Ali-Imran verses 190-194 is that Ulul Albab always carries out the commandments of Allah and stays away from all His prohibitions; have the constancy of faith; good at taking wisdom in every thing that has happened; always keeping the promises he had made. Abstrak. Menurut Ibnu Katsir Ulul Albab adalah orang yang mempunyai akal dan kecerdasan yang sempurna. Lafaz “Ulul Albab” diulang 16 kali dalam Al-Qur’an. Akan tetapi, pemaknaan ulul albab masih secara umum, hanya dijelaskan secara garis besar bahwa ulul albab itu orang yang memiliki pikiran. Didalamnya belum nampak karakteristik sebenarnya dari ulul albab itu sendiri. Beberapa ayat Al-Qur'an mengakui bahwa manusia adalah makhluk dengan ciptaan terbaik, inilah keistimewaan yang fitri dari pada makhluk lain, terutama dalam hal berpikir. Berdasarkan hal tersebut, yang menjadi ketertarikan peneliti adalah bagaimana karakteristik yang sebenarnya dari Ulul Albab di dalam Al-Qur’an? apakah di dalam Ulul Albab terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat kita ambil? Dalam penelitian ini, peneliti meneliti konsep Ulul Albab dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 190-194. Penelitian ini menggunakan mentode deskriptif-analitis dengan jenis penelitian kepustakaan (Library research). Peneliti mengambil langkah-langkah yaitu mengidentifikasi, mengumpulkan, mengolah, dan meninjau data yang ada terkait dengan masalah Ulul albab dalam bentuk data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat karakteristik dalam Ulul Albab yang dapat di implikasikan pada pendidikan karakter. Adapun ciri Ulul Albab dalam QS. Ali-Imran ayat 190-194 adalah bahwa Ulul Albab selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; memiliki keteguhan iman; pandai mengambil hikmah dalam setiap hal yang telah terjadi; selalu menepati janji yang telah dibuatnya.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abda Abda Ade Nandar Aep Saepudin Aep Saepudin Agus Candra Sutisna Alya Fadhillah Hidayat Amalia Rizki Febrianti Amelia Listianti Putri Andhita Khaerunnisa Annisa Aulia Nur Rahman Annisa Fauziah Noer Rahmawati Arianti, Ipah Arif Hakim Arini, Kaefah Asep Dudi Suhardini Asnita Frida Sebayang Astri Mahesa Aulia Nakhita Hashi Aulia, Elsa Sivia Nur Awit Marwati Sakinah Ayi Sobarna Citra Shenya Adelia Daffa Dhiyaa Ulhaq Salim Dedih Surana Della Indah Fitriani Della Indah Fitriani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Diden Rosenda Dienan Shafyah Zahrah Dinar Nur Inten Dudi, Asep Eko Surbiantoro Elsa Selvia Enoh Erham Wilda Erhamwilda Eric Kisswanto eva samantha pertiwi Fahira Aliyarahma Az-Zahra Fauzi, Sabiyla Fitria Nurainni Fitriani Millenia Onesha Ghina Nabila Putri Helmi Aziz Heru Pratikno Hirza Hoeratun Napsiah Huriah Rachmah Ida Faridah Ikin Asikin Iko Andrean Ilham Pramada Indah Novianti Suhara Komar Intan Nurfauziah Kasimah binti Kamaruddin Khambali Kintan Nur’imanda Laksmi dewi Laksmi Dewi, Laksmi Lia Yulianti Lisda Syabaniah Listivia Yunanda Lufi Nur Shalma Luqi Nujhan Dilalurrahman Lyana Nur Fitria masnipal Masnipal Mia Rosmiati Muhammad Dwieky Cahyadien Muhammad Fahmi Alwan Muhammad Fajri Al Atsari Muhammad Lucky Fahrezi Muhammad Qais Arrasyid Muhammad Qais Arrasyid Muhammad Zulfikar Mujahid Mujahid Rasyid Muna Nabila Mutaqin, Enjen Zaenal Nabilah Nur'aini Nabilah Nuraini Nadiya Kurniati Naira Alya Maura Gunawan Nan Rahmawati Nan Rahminawati Naqiya Salsabila Nimatul Janna Tokan Nurgina Kamelia Ahmad Solehudin Nurul Afrianti, Nurul nurul khofifah Nutfah Ayu Syahrani Putri Aliyya Maulani Rany Selvyanti Regina Aulia Oktaviani Reni Mulyani Revan Dwi Erlangga Ria Haryati Ningsih Riyan Andriyana Rohaeni, Imas Salma Hanifa Shalaysha Zulfa Fauziyah Sheren Issaura Sinsin Ummu Jahieda Siti Hanifah Najmal Jannah Siti Sarah Sobar Al Ghazal Sobar Al Ghazal Soca Regita Sisilia Sri Hartini Sugianti, Riestha Suryadi Suryadi Suryadi Syifa Aghnia Zaenal Tasya Azzahra Triastuti, Yulis Ufaira Tsabita Haiman Ulvah Nur&#039;aeni Usamah Almujahid Vania Hasna Lutfiyah Venita Nurpahmi Putri Violin Arsy Zahran Rahadian Wahyu Fajar Faadhilah Windi Wildatul Mala