Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Permainan Search and Match Letters dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca Tulis Anak Usia 5-6 Tahun di KB Mitra Tanaya Kota Bandung Venita Nurpahmi Putri; Hayati, Fitroh; Nur Inten, Dinar
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18374

Abstract

Abstract. This thesis discusses the use of the Search and Match Letters game in improving the reading and writing literacy skills of children aged 5–6 years at KB Mitra Tanaya, Bandung City. The background of this study stems from the observation that the teaching style used by the teacher in the classroom was not very varied, and there was a need to develop children's literacy skills as preparation for entering primary school. The purpose of this research is to enhance children's literacy skills in reading and writing, as well as to implement more engaging teaching media in the classroom to foster greater enthusiasm for learning. This study employed an experimental method with a one-group pretest-posttest design. Data collection techniques included observation, interviews, performance assessments, documentation, and pretest-posttest evaluations. The results showed that the reading and writing literacy skills of the children in Group B improved from a pretest score of 31.67%. At this stage, some children had difficulty recognizing letters, such as writing letters backwards and mispronouncing them. After the intervention was carried out, the children's literacy skills increased to 89.62%. At this point, the children found it easier to recognize and write letters correctly. This indicates that the Search and Match Letters game had a positive effect on the reading and writing literacy skills of children in Group B at KB Mitra Tanaya, Bandung City. Abstrak. Skripsi ini membahas tentang penggunaan permainan search and match letters dalam meningkatkan kemampuan literasi baca tulis anak usia 5-6 tahun di KB Mitra Tanaya Kota Bandung. Latar belakang dari penelitian ini melihat dari gaya mengajar guru yang kurang variative dalam proses mengajar di kelas dan melihat kemampuan literasi baca tulis kepada anak sebagai persiapan menuju ke jenjang pendidikan sekolah dasar. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan literasi baca tulis anak dan penerapan media pembelajaran guru di kelas agar lebih menyenangkan dan meningkatkan semangat anak dalam belajar. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, unjuk kerja, dokumentasi, dan pretest-posttest. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan literasi baca tulis anak pada kelompok B mengalami peningkatan dari pretest sebesar 31,67%, pada kondisi ini ada beberapa anak yang kesulitan dalam mengenal huruf seperti masih terbalik dalam menuliskan huruf dan terbalik dalam penyebutan huruf. Setelah dilaksanakan tindakan kemampuan literasi baca tulis anak meningkat menjadi 89,62%, pada kondisi ini anak-anak lebih mudah dalam mengenali huruf dan menuliskan huruf. Hal ini menunjukkan bahwa permainan search and match letters berpengaruh terhadap kemampuan literasi baca tulis anak bagi kelompok B di KB Mitra Tanaya Kota Bandung.
Rethinking Bullying Prevention in Early Childhood Education: Holistic and Participatory Pedagogies Nurul Afrianti; Nadiya Kurniati; Erhamwilda; Fitroh Hayati; Huriah Rachmah; Nabilah Nur'aini
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 42, No. 1, (Juni 2026) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v42i1.10371

Abstract

Abstract.Bullying in early childhood is seen as a relational and ecological issue, influenced by emotional regulation, classroom climate, social participation, family, and culture. This review examines how holistic and participatory pedagogies help prevent bullying, based on research from 2009-2025 in Indonesia and internationally, covering development psychology, social-emotional learning, trauma-informed education, and ecological approaches. Six key themes emerge: bullying as a relational-ecological issue, social-emotional learning as prevention, participatory and democratic learning, trauma-informed classrooms, family and community partnerships, and playful interventions. Prevention is most effective when environments foster emotional safety, empathy, cooperation, child agency, and inclusion. These approaches work together by addressing developmental skills and social structures that sustain exclusion. The review notes limitations like vague definitions, limited long-term studies, and inadequate non-Western context adaptation. It advocates moving from reactive discipline to relational, ecological, and community-based strategies, with implications for curriculum, teacher training, family involvement, and policy.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengantisipasi Gangguan Perilaku Siswa Daffa Dhiyaa Ulhaq Salim; Fitroh Hayati; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8572

Abstract

Abstract. This study aimed to analyze the efforts of Islamic Religious Education teachers in anticipating student behavioral disorders. In the era of globalization, complex social dynamics influenced individual development, including the behavior of elementary school students. One form of emerging problem in student behavior was behavioral disorder. The behavioral disorders examined included aggressive attitudes, non-compliance, and other disruptive behaviors demonstrated by students. This research used a qualitative approach with a case study method, in which data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings showed that students’ behavioral disorders were influenced by unsupportive family environments, including the limited time parents had for childcare. Islamic religious education teachers applied various strategies, such as personal approaches, instilling Islamic values, spiritual guidance, and assigning responsibilities to students. In addition, islamic religious education teachers acted as educators, instructors, mentors, coaches, advisors, and role models, using a holistic approach based on Islamic values. The main challenges faced by the teachers included limited time, lack of parental support, and difficulties in creating a conducive school environment. Therefore, this study emphasized the importance of collaboration among teachers, parents, and the school environment in creating consistency to foster positive student behavior. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengantisipasi gangguan perilaku siswa di SDN 055 Jatihandap Kota Bandung. Dalam era globalisasi, dinamika sosial yang kompleks mempengaruhi perkembangan individu, termasuk perilaku siswa di sekolah dasar. Salah satu bentuk permasalahan yang muncul dalam perilaku tersebut adalah gangguan perilaku. Gangguan perilaku yang diteliti meliputi sikap agresif, ketidakpatuhan, dan perilaku mengganggu lainnya yang ditunjukkan oleh siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan perilaku siswa dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga yang kurang mendukung, termasuk keterbatasan waktu orang tua dalam pengasuhan. Guru Pendidikan Agama Islam menerapkan berbagai strategi, seperti pendekatan personal, penanaman nilai-nilai Islam, pembimbingan spiritual, dan pemberian tanggung jawab kepada siswa. Selain itu, Guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasihat, dan teladan, dengan pendekatan yang holistik dan berbasis nilai-nilai Islam. Kendala utama yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, kurangnya dukungan orang tua, dan tantangan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah untuk menciptakan konsistensi dalam membentuk perilaku positif siswa.
INTERPERSONAL COMMUNICATION IN THE QUR'AN: ANALYSIS OF THE STORIES OF THE PROPHETS Ulvah Nur'aeni; Nurul Afrianti; Fitroh Hayati; Kasimah binti Kamaruddin
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 No. 2 December 2025
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v10i2.12602

Abstract

This article focuses on outlining the moral messages behind the various forms of interpersonal communication in the Quran. This is motivated by the current phenomenon in which communication has been dominated by technological advancements and social media that offer convenience. While communication through social media brings great benefits to life, it is still unable to fully represent a persons feelings and emotions. Talking or discussing through social media has now shifted face-to-face communication. Face-to-face communication has become something unfamiliar and missed by some people. Therefore, this article aims to highlight once again the urgency of interpersonal or face-to-face communication in accordance with the guidance of the Quran. Based on an exploration of the Quranic verses regarding interpersonal communication, six themes are recorded in the Quran. These themes reflect a variety of communication contexts, providing guidance for interacting in every situation and with every interlocutor. This study uses a thematic method to explore the meanings of conversations recorded in the Quran.
Strategi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SDN Lenteng Agung 07 Nimatul Janna Tokan; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 295-304
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23902

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya membentuk peserta didik yang berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran PAI, (2) peran dan keteladanan guru Pendidikan Agama Islam (uswah hasanah) dalam menanamkan nilai-nilai karakter, dan (3) penerapan strategi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI di SDN Lenteng Agung 07. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter telah diintegrasikan secara sistematis dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PAI. Guru berperan sebagai pendidik sekaligus teladan dalam menanamkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, dan percaya diri kepada peserta didik. Strategi pendidikan karakter diterapkan melalui pembiasaan, keteladanan guru, integrasi nilai karakter dalam materi pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran aktif, penciptaan lingkungan sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap perkembangan sikap dan perilaku peserta didik. Strategi tersebut terbukti mendukung pembentukan karakter peserta didik secara optimal. This research is motivated by the importance of character education in Islamic Religious Education (PAI) learning as an effort to shape students with noble morals according to Islamic values. This research aims to determine: (1) the integration of character values ​​in PAI learning, (2) the role and exemplary behavior of Islamic Religious Education teachers (uswah hasanah) in instilling character values, and (3) the application of character education strategies in PAI learning at SDN Lenteng Agung 07. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. Research informants consisted of Islamic Religious Education teachers, principals, and students. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested using source triangulation and technical triangulation. The results of the study indicate that character values ​​have been systematically integrated in the planning and implementation of PAI learning. Teachers play a role as educators and role models in instilling religious values, discipline, responsibility, cooperation, social awareness, and self-confidence in students. Character education strategies are implemented through habituation, teacher role models, integration of character values ​​into learning materials, use of active learning methods, creation of a positive school environment, and collaboration with parents. Evaluation is conducted through observation of the development of student attitudes and behavior. These strategies have been proven to support optimal character development in students.
Pengelolaan Metode Ishlah Pada Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an (KBMA) Masjid Nurul Qur’an Kabupaten Bandung Lyana Nur Fitria; ikin asikin; fitroh hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 339-346
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23968

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya umat Islam, khususnya pembelajar dewasa dan lansia, yang belum mampu membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang adaptif dengan karakteristik peserta didik dewasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Metode Ishlah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada Kelompok Belajar Membaca Al-Qur'an (KBMA) Masjid Nurul Qur'an, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Metode Ishlah dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan dengan metode talaqqi, klasikal, individual, pengulangan (istikror), dan koreksi langsung, serta evaluasi yang berfokus pada ketepatan makhraj dan penerapan tajwid. Penerapan metode ini mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an peserta secara bertahap yang ditunjukkan oleh meningkatnya ketepatan bacaan, kelancaran, dan kepercayaan diri. Keberhasilan pembelajaran didukung oleh kompetensi pengajar dan motivasi peserta, sedangkan keterbatasan waktu serta perbedaan kemampuan peserta menjadi faktor penghambat. Dengan demikian, Metode Ishlah merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an pada pembelajar dewasa dan lansia di lingkungan pendidikan nonformal. Abstract. This study was motivated by the fact that many Muslims, particularly adult and elderly learners, are still unable to read the Qur'an correctly in accordance with the rules of tajwid. This condition highlights the need for a learning approach that is adaptive to the characteristics of adult learners. The study aimed to analyze the management of the Ishlah Method in improving Qur'anic reading skills at the Qur'an Reading Learning Group (Kelompok Belajar Membaca Al-Qur'an/KBMA) of Nurul Qur'an Mosque, Bandung Regency. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the Ishlah Method was managed through systematic instructional planning, implementation using talaqqi, classical and individual learning, repetition (istikror), and direct correction, followed by periodic evaluation focusing on makhraj accuracy and tajwid. The method gradually improved participants' reading accuracy, fluency, and self-confidence. Teacher competence and learners' motivation supported the learning process, whereas limited learning time and differences in participants' abilities became the main challenges. The findings indicate that the Ishlah Method is an effective approach to improving Qur'anic reading skills among adult and elderly learners in nonformal education settings.
Implementasi Program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam Membentuk Lingkungan Sekolah yang Sehat Berdasarkan Nilai-Nilai Islam di SDIT Uswatun Hasanah Ilham Pramada; Fitroh Hayati; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education 447-454
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24383

Abstract

Abstract. A healthy school environment is a crucial aspect of primary education, yetits implementation still faces challenges in integrating Islamic values as thefoundation for character formation in integrated Islamic elementary schools. Thisstudy analyzes the planning, implementation, evaluation, and inhibiting factors of thePHBS program at SDIT Uswatun Hasanah, Cimahi City using a qualitativedescriptive approach. Data were collected through observation, interviews, anddocumentation on three Fridays (May-June 2026) and analyzed through datareduction, data display, and conclusion drawing with triangulation. Results show: (1)planning was systematic through needs identification and coordination meetingsproducing three rotational activities every Friday with Islamic values integrated fromthe outset; (2) implementation consistently began with spiritual conditioning at themosque after Dhuha prayer, shaping Islamic character and a healthy schoolenvironment across physical, social, and psychological dimensions; (3) evaluationrevealed positive behavioral changes in 80-90% of students extending into the home;(4) inhibiting factors emerged at three levels: scheduling adjustments, facilitylimitations, and inconsistent student awareness. The novelty lies in identifying theIslamic Education teacher as the primary PHBS driver and demonstrating that Islamicvalue internalization transcends the school environment.Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Healthy School Environment,Islamic Character. Abstrak. Lingkungan sekolah yang sehat merupakan aspek penting dalampendidikan dasar yang turut dipengaruhi oleh penerapan program PHBS, namunimplementasinya masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilaikeislaman sebagai landasan pembentukan karakter siswa di sekolah dasar Islamterpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan datadikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada tiga hari Jumat(Mei-Juni 2026), kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan dengan triangulasi. Hasil menunjukkan: (1) perencanaansistematis melalui identifikasi kebutuhan dan rapat koordinasi menghasilkan tigakegiatan rotasi setiap Jumat dengan integrasi nilai Islam; (2) pelaksanaan selaludiawali pengondisian spiritual di masjid setelah shalat dhuha yang membentukkarakter islami dan lingkungan sekolah sehat secara fisik, sosial, dan psikologis; (3)evaluasi menunjukkan perubahan perilaku positif 80-90% siswa yang terbawa kelingkungan rumah; (4) penghambat teridentifikasi pada tiga level: jadwal, fasilitas,dan inkonsistensi kesadaran siswa. Kebaruan penelitian terletak pada peran guru PAIsebagai motor penggerak utama PHBS dan internalisasi nilai Islam yang melampauilingkungan sekolah.Kata Kunci: perilaku hidup bersih dan sehat, lingkungan sekolah sehat,karakter islami.
Nilai Pendidikan Dari QS. Al-Hasyr Ayat 18-20 Tentang Kesadaran Eksistensial Muhammad Fajri Al Atsari; Fitroh Hayati; Nabilah Nuraini
Bandung Conference Series: Islamic Education 987-993
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26036

Abstract

Abstract. This study examines the educational values contained in QS. Al-Hasyr verses 18–20 concerning existential awareness. Current social realities indicate a decline in existential awareness among the younger generation, reflected in the increase of bullying cases in educational settings from 285 cases in 2023 to 573 cases in 2024, according to data from the Indonesian National Police Criminal Information Center (Pusiknas Polri). This phenomenon highlights the need to strengthen existential awareness within Islamic education. This study employs a qualitative approach using library research and the tahlili method of Qur’anic exegesis. The primary sources include Tafsir Al-Qur'an Al-‘Azhim by Ibn Kathir, Jami’ al-Bayan by Ath-Tabari, Aysar al-Tafasir by Abu Bakr Al-Jazairi, Tafsir Al-Maraghi by Al-Maraghi, and Ruh al-Ma’ani by Al-Alusi. The findings reveal that QS. Al-Hasyr verses 18–20 contain seven dimensions of existential awareness: muhasabah (self-reflection), life orientation toward the Hereafter, responsibility for the freedom to act, awareness of the transient nature of worldly life, awareness of Allah’s presence as the foundation of existence, moral awareness and integrity, and awareness of human limitations before Allah. These dimensions give rise to seven educational values: reflective character development, meaningful life orientation, moral responsibility, productive use of time, spiritual development, cultivation of noble character, and humility (tawadhu’) accompanied by dependence upon Allah. This study concludes that QS. Al-Hasyr verses 18–20 provides a comprehensive foundation for fostering existential awareness and nurturing individuals who are pious, morally upright, responsible, and oriented toward success in both this world and the Hereafter. Keywords: QS. Al-Hasyr verses 18–20, Islamic Educational Values, Existential Awareness. Abstrak. Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan dari QS. Al-Hasyr ayat 18-20 tentang kesadaran eksistensial. Realitas sosial menunjukkan memudarnya kesadaran eksistensial di kalangan generasi muda, ditandai dengan peningkatan kasus perundungan di lingkungan pendidikan dari 285 kasus (2023) menjadi 573 kasus (2024) berdasarkan data Pusiknas Polri. Fenomena ini mendasari perlunya revitalisasi dalam membangun kesadaran eksistensial di ranah pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir tahlili. Sumber data primer adalah Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim karya Ibnu Katsir, Tafsir Jami’ul Bayan karya Ath-Thabari, Aysar At-Tafasir karya Abu Bakar Al-Jazairy, Tafsir Al-Maraghi karya Al-Maraghi, dan Tafsir Ruhul Ma’ani karya Al-Alusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Hasyr ayat 18–20 mengandung tujuh esensi kesadaran eksistensial, yaitu muhasabah sebagai kesadaran diri, orientasi hidup menuju akhirat, tanggung jawab atas kebebasan bertindak, kesadaran akan kefanaan dunia, kesadaran kehadiran Allah sebagai landasan eksistensi, kesadaran moral dan integritas, serta kesadaran akan keterbatasan manusia di hadapan Allah. Dari ketujuh esensi tersebut ditemukan tujuh nilai pendidikan yang meliputi pembentukan karakter reflektif, orientasi hidup yang bermakna, tanggung jawab moral, pemanfaatan waktu secara produktif, penguatan spiritualitas, pembinaan akhlak mulia, dan penanaman sikap tawadhu’ serta ketergantungan kepada Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa QS. Al-Hasyr ayat 18–20 merupakan fondasi pendidikan Islam yang komprehensif dalam membangun kesadaran eksistensial sehingga mampu membentuk pribadi yang bertakwa, berkarakter, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebahagiaan dunia serta akhirat. Kata kunci: QS. Al-Hasyr ayat 18–20, Nilai pendidikan Islam, Kesadaran eksistensial.
Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terkandung Dalam Q. S. Al-Ma'arij Ayat 22-35 Tentang Akhlak Seorang Mukmin Yang Ideal Shalaysha Zulfa Fauziyah; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 1038-1045
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26075

Abstract

Abstract. Islamic religious education rests on three pillars faith (aqidah), sharia, and akhlak (ihsan) which should culminate in a stable, spontaneous moral character. Yet a persistent gap exists between religious theory and everyday behavior, evident in eroding social-media ethics, online gambling, student violence, academic plagiarism, and declining respect toward teachers and parents. These phenomena suggest that religious education often reaches only the cognitive or memorization level without shaping genuine moral character. This library research uses a qualitative approach with the tahlili interpretation method to analyze Q.S. Al-Ma'arij verses 22–35, drawing on five tafsir works: Ibn Katsir, At-Tabari, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, and the Indonesian Ministry of Religious Affairs' tafsir. It aims to uncover the mufassirs' interpretations, relate them to Islamic educational theory on the ideal believer, and formulate the educational values embedded in the text. Findings show that the ideal believer is not merely personally pious but socially mature. The passage begins and ends with continuous, well-maintained prayer (da'imun and yuhafizhun), which eliminates complaint (halu'an) and miserliness (manu'an) and gives rise to concrete social action: spending part of one's wealth, guarding one's honor, keeping promises, safeguarding trust (amanah), and giving honest testimony. The study also distinguishes akhlak from character: character rests on reasoning and social habituation (Lickona, Kohlberg), while akhlak stems from inner consciousness rooted in Islamic values (Al-Ghazali). This research offers a conceptual, Qur'an-based reference for educators, students, and future researchers to help close the moral gap between religious theory and everyday practice. Keywords: Q. S. Al-Ma'arij verses 22-35, ideal believer, educational values. Abstrak. Pendidikan Agama Islam berpijak pada tiga pilar utama iman (akidah), Islam (syariat), dan ihsan (akhlak) yang seharusnya bermuara pada terbentuknya kondisi jiwa yang stabil dan spontan. Namun realitanya, muncul kesenjangan antara pemahaman teori agama dan perilaku sehari-hari, tampak dari hilangnya etika di media sosial, maraknya judi online, kekerasan antarpelajar, plagiarisme akademik, hingga menurunnya sopan santun terhadap guru dan orang tua. Fenomena ini mengindikasikan bahwa pendidikan agama sering kali baru menyentuh aspek kognitif atau hafalan, belum membentuk akhlak yang sesungguhnya. Penelitian kepustakaan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tahlili terhadap Q. S. Al-Ma'arij ayat 22–35, merujuk pada lima kitab tafsir: Ibnu Katsir, Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, dan Tafsir Kemenag RI. Penelitian bertujuan menganalisis esensi ayat menurut para mufassir, mengaitkannya dengan teori pendidikan Islam tentang karakteristik mukmin ideal, serta merumuskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mukmin ideal tidak hanya saleh secara personal, tetapi juga matang secara sosial. Kata Kunci: Q. S. Al-Ma'arij ayat 22-35, mukmin ideal, nilai-nilai pendidikan.
Analisis Adab Menuntut Ilmu Dalam QS Al Kahfi Ayat 66-70 dan Relevansinya Dalam Pendidikan Kontemporer Hoeratun Napsiah; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 1104-1115
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26169

Abstract

Abstrac. This study examines the etiquette of seeking knowledge found in Surah Al-Kahfi (verses 66–70) and its relevance to contemporary education. The research aims to identify the values regarding the etiquette of seeking knowledge contained in these verses and to explore their application within the context of modern education. A qualitative research method was employed, utilizing thematic exegesis (*tafsir maudhu’i*) and drawing upon both classical and contemporary exegetical sources. The findings indicate that Surah Al-Kahfi verses 66–70 embody values such as humility, patience, respect for the teacher, refraining from interrupting explanations before they are concluded, and adherence to learning guidelines. These values hold significant relevance for contemporary education, particularly in shaping student character and fostering sound learning ethics amidst the challenges of the digital era. This study is intended to serve as a reference for educators, students, and education observers in instilling the etiquette of seeking knowledge in accordance with Islamic teachings.Keywords: Etiquette of seeking knowledge, Surah Al-Kahfi 66–70, contemporary education
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abda Abda Ade Nandar Aep Saepudin Aep Saepudin Alya Fadhillah Hidayat Amalia Rizki Febrianti Andhita Khaerunnisa Annisa Aulia Nur Rahman Arianti, Ipah Arif Hakim Arini, Kaefah Asep Dudi Suhardini Asnita Frida Sebayang Astri Mahesa Aulia Nakhita Hashi Aulia, Elsa Sivia Nur Awit Marwati Sakinah Ayi Sobarna Citra Shenya Adelia Daffa Dhiyaa Ulhaq Salim Dedih Surana Della Indah Fitriani Della Indah Fitriani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dienan Shafyah Zahrah Dinar Nur Inten Dudi, Asep Eko Surbiantoro Eko Surbiantoro Elsa Selvia Enoh Erham Wilda Erhamwilda Erhamwilda Eric Kisswanto eva samantha pertiwi Fahira Aliyarahma Az-Zahra Fauzi, Sabiyla Fitriani Millenia Onesha Ghina Nabila Putri Heru Pratikno Heru Pratikno Hirza Hoeratun Napsiah Huriah Rachmah Ikin Asikin Iko Andrean Ilham Pramada Indah Novianti Suhara Komar Intan Nurfauziah Kasimah binti Kamaruddin Kintan Nur’imanda Laksmi dewi Laksmi Dewi, Laksmi Lia Yulianti Lisda Syabaniah Listivia Yunanda Lufi Nur Shalma Luqi Nujhan Dilalurrahman Lyana Nur Fitria masnipal Mia Rosmiati Muhammad Dwieky Cahyadien Muhammad Fahmi Alwan Muhammad Fajri Al Atsari Muhammad Lucky Fahrezi Muhammad Qais Arrasyid Muhammad Qais Arrasyid Muhammad Zulfikar Mujahid Muna Nabila Mutaqin, Enjen Zaenal Nabilah Nur'aini Nabilah Nuraini Nadiya Kurniati Naira Alya Maura Gunawan Nan Rahminawati Nan Rahminawati Naqiya Salsabila Nimatul Janna Tokan Nurgina Kamelia Ahmad Solehudin Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul nurul khofifah Nutfah Ayu Syahrani Putri Aliyya Maulani Rasyid, A. Mujahid Reni Mulyani Revan Dwi Erlangga Ria Haryati Ningsih Riyan Andriyana Rohaeni, Imas Salma Hanifa Shalaysha Zulfa Fauziyah Sheren Issaura Sinsin Ummu Jahieda Siti Hanifah Najmal Jannah Siti Sarah Sobar Al Ghazal Sobar Al Ghazal Soca Regita Sisilia Sri Hartini Sugianti, Riestha Suryadi Suryadi Suryadi Syifa Aghnia Zaenal Tasya Azzahra Triastuti, Yulis Ufaira Tsabita Haiman Ulvah Nur'aeni Usamah Almujahid Venita Nurpahmi Putri Violin Arsy Zahran Rahadian Wahyu Fajar Faadhilah Windi Wildatul Mala