Claim Missing Document
Check
Articles

OVERVIEW OF COMMUNITY STIGMA AND SELF-STIGMA RELATED TO HIV AND AIDS Tristanto, Aris; Afrizal, Afrizal; Setiawati, Sri; Ramadani, Mery
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v6i1.5485

Abstract

Stigma causes PLWHA to experience obstacles in the treatment and care process because people living with stigmatized health conditions are confined to live in the same society, but are still moved and experience their own stigma. Stigma has two understanding points of view, namely community stigma and self-stigma. The stigma of society towards PLWHA occurs at various levels, starting from the family, community, institutional environment, and the mass media. Self stigma (self stigma) is a crisis from people who are stigmatized to apply the stigma to themselves. The general objective is to provide an overview of various cases of stigma against PLWHA from a community perspective and self-stigma. Analysis of this paper is carried out through literature review by examining written sources such as scientific journals, reference books, literature, encyclopedias, scientific essays, and other reliable sources either in written form or in relevant digital formats without going directly to the field. This paper is expected to provide benefits and input, as well as a consideration for decision makers in order to review and determine various policies related to the handling of stigma against PLWHA
Stigma Masyarakat dan Stigma pada Diri Sendiri terkait HIV dan AIDS : Tinjuan Literatur: Society Stigma and Self-Stigma Regarding HIV and AIDS : Literature Review Aris Tristanto; Afrizal; Sri Setiawati; Mery Ramadani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.91 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2220

Abstract

Latar belakang: Stigma menyebabkan ODHA mengalami hambatan dalam proses pengobatan dan perawatan karena orang yang hidup dengan kondisi kesehatan yang stigmatisasi seringkali hidup dalam masyarakat yang sama, tetapi tetap terisolasi dan terkungkung dalam pengalaman stigma mereka sendiri. stigma memiliki dua pemahaman sudut pandang, yaitu stigma masyarakat dan stigma pada diri sendiri (self stigma). Stigma masyarakat terhadap ODHA terjadi pada berbagai tingkatan, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan institusi (pendidikan dan kerja), serta media massa. Stigma pada diri sendiri (self stigma) adalah konsekuensi dari orang yang distigmakan menerapkan stigma untuk diri mereka sendiri. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran berbagai kasus stigma terhadap ODHA dari sudut pandang masyarakat dan stigma pada diri sendiri (self stigma). Metode: Analisis dalam tulisan ini dilakukan melalui kajian pustaka dengan cara menelaah sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, literatur, ensiklopedia, karangan ilmiah, serta sumber-sumber lain yang terpercaya baik dalam bentuk tulisan atau dalam format digital yang relevan tanpa turun langsung kelapangan. Hasil: Stigma terhadap ODHA terjadi hampir dalam segala lapisan masyarakat yaitu keluarga, teman sebaya, lingkungan sekolah atau kerja dan media massa. Faktor penyebab timbulnya stigma di masyarakat terhadap ODHA adalah rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat mengenai HIV dan AIDS disamping itu kurangnya sosialisasi atau penyuluhan mengenai HIV dan AIDS terutama cara penularan dan pencegahannya sehingga masyarakat mempunyai anggapan yang keliru tentang ODHA. Kesimpulan: Stigma ini mencerminkan bias kelas sosial yang mendalam. Penyakit ini sering dikaitkan dengan perilaku dan menjadi pembenaran untuk ketidakadilan sosial.
Tradisi Keluarga Sebagai Faktor Penghambat ASI Eksklusif di Kabupaten Kepulauan Anambas: Family Tradition as An Inhibitory Factor for Exclusive Breastfeeding in the Anambas Islands Dwi Yuliani; Ramadani, Mery; Dien Gusta Anggraini Nursal
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2621

Abstract

Latar Belakang: Manfaat pemberian ASI ekslusif sudah dibuktikan memberi pengaruh baik terhadap tumbuh kembang anak. Akan tetapi, cakupan pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Kepulauan Anambas sangat rendah (21,4%), dan cenderung menurun setiap tahunnya. Salah satu yang diidentifikasi sebagai penyebab masalah ini adalah masih adanya tradisi turun temurun yang menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif, antara lain tradisi memberikan madu pada bayi baru lahir, berpantang makan saat nifas, dan memberikan bayi ASI campur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tradisi keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Kepulauan Anambas. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi berumur 7-12 bulan di wilayah Puskesmas Siantan Tengah, Palmatak, Kute Siantan, dan Siantan Utara Kabupaten Kepulauan Anambas. Sampel terpilih pada penelitian ini berjumlah 110 ibu. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan hanya 32,7% ibu yang memberikan ASI eksklusif dan lebih separuh ibu (58,2%) memiliki tradisi keluarga yang menghambat pemberian ASI eksklusif. Ada hubungan antara tradisi keluarga dengan pemberian ASI eksklusif. Ibu yang memiliki tradisi dalam keluarga berpeluang gagal memberikan ASI eksklusif 21 kali daripada ibu yang tidak memiliki tradisi keluarga setelah dikontrol paritas dan dukungan keluarga. Kesimpulan: Cakupan Pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Kepulauan Anambas masih rendah. Faktor tradisi keluarga yang menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif masih kuat dijalankan. Intervensi yang tepat dan berkelanjutan diperlukan untuk mengatasi able tradisi yang tidak mendukung dalam pemberian ASI eksklusif.
EDUKASI PELESTARIAN MANGROVE BAGI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI DESA BOSUA KABUPATEN MENTAWAI Yessy Markolinda; Sawirman Sawirman; Mery Ramadani; Fitri Yusya; Nadiyatul Husna; Rezi Fatrima Surya; Fadilla Azmi; Mira Lilia D.B.P; Rd. Aldifa Taufiqurrahman; Christi Yolanda
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i4.649

Abstract

The aim of this activity is to educate and empower the community to actively participate in conservation efforts, which involves mangrove planting mutual cooperation activities, the formation of environmental awareness groups, and collaboration with NGOs, government, and academics. The activity methods used are providing education using lectures, educational videos, distributing flyers and posters and planting mangrove seedlings on the beach. To measure the success of education, pre tests and post tests were used to measure the level of community knowledge about mangrove forest conservation. The results of this activity increased community knowledge by 6.13, from 12.53 (before education) to 18.66 (after education). The T-test results obtained a p-value <0.001. That is, statistically it can be concluded that there is a significant average difference between community knowledge before and after education. The conclusion of this activity is that after being given education, the average community has increased knowledge about mangrove forest conservation as an effort to reduce disaster risk. It is hoped that the community and local government will be able to maintain and preserve mangrove forests in the Bosua Village area as a form of effort in disaster mitigation.
Factors Associated with Female Bodily Autonomy in West Pasaman District Markolinda, Yessy; Ernawati, Ch Tuty; Ramadani, Mery; Husna, Nadiyatul
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 10, No 2 (2025): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.101853

Abstract

Background: Women's involvement in decision-making related to health services has a significant impact on improving maternal and child health, as well as strengthening women's empowerment. In 2022, the Maternal Mortality Rate (MMR) in Pasaman Barat District was 195 per 100,000 live births, ranking first among districts and cities in West Sumatra Province.Objective: This study aims to identify factors associated with women's physical independence in accessing maternal and child health (MCH) services.Methods: This is an analytical study using a cross-sectional design. The sample size was 106 participants.Results: 3.2% of respondents had low independence in utilizing MCH services. Residential area (p-value = 0.038; AOR = 0.321) and knowledge about MCH (p-value = 0.001; AOR = 7.015) were the dominant factors associated with women's physical independence in utilizing MCH services. Meanwhile, husband's education, number of family members, mother's occupation, age group, mother's education, husband's occupation, family income, and access to health facilities were confounding variables in this study.Conclusion: The low level of women's autonomy in utilizing KIA services is primarily influenced by the area of residence and the level of knowledge about KIA. Educational efforts, training of health workers, and cross-sectoral collaboration are needed to improve access and gender equality in health services.
Education on Bullying Prevention for Junior High School Students at Muhammadiyah 5 Padang Ramadani, Mery; Markolinda, Yessy; Augia, Trisfa; Nurliza, Okta; Salsabila
Warta Pengabdian Andalas Vol 33 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.33.1.75-81.2026

Abstract

According to a 2019 survey by United Nations Education, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), bullying occurs in children worldwide. Globally, more than 30 percent of students aged 13 to 15 regularly experience bullying. Bullying can cause anxiety and fear in adolescents, disrupt concentration in school, and encourage them to avoid the school environment. Bullying problems that occur in schools require preventive intervention. The goal is to prevent this bullying practice from continuing or escalating into more extreme actions. Interventions in the form of education and training are an initial effort to convey a message to adolescents, individuals, or groups about the dangers of bullying. Community service activities at Muhammadiyah 5 Junior High School in Padang City aimed to increase adolescents' knowledge of bullying prevention. The implementation consisted of four stages: problem analysis, preparation, implementation, and evaluation of activities. The average pretest knowledge level increased from 58.47 to 84.02 (posttest) after the education was provided to 72 students. This activity has been proven to increase students' and the school community's insight and understanding of bullying. For the program's sustainability, it is hoped that the school will be involved and committed to regular bullying eradication activities. A sustainable program will increase anti-bullying awareness in schools.
Co-Authors - Afrizal Ade Suzana Eka Putri Afrizal Afrizal Afrizal ALADIN ALADIN Alda Faujan Anggela Pradiva Putri Anggreini, Stevany Anshari, Luthfil Hadi aris Aris Tristanto Aris Tristanto Aris Tristanto Aris Tristanto Augia, Trisfa Auliya, Suci Aurora, Bunga Putri Aziza, Neri Bahren Bahren Cahyani, Mardhiah BP Christi Yolanda Darmayanti Darmayanti Deca, Fathiya Zarine Defriman Djafri Dian Fajri Utami Dwi YULIANI Efendi, Melati Putria Ella Nurlaella Hadi Fadilla Azmi Fauziah Fauziah Firdawati, Firdawati Fitrayeni Fitrayeni Fitri Yuliani Fitri Yusya Fitri Yusya Fitri Yusya Fivi Melva Diana, Fivi Melva Frima Elda Friska Meininda Putri Frivana, Eby Gayatri, Satya Hade, Aliffa Oktanofrida Hamidatul Yuni Hanifah Aulia Rafdi Hanifah Aulia Rafdi Hanifah S Hanifah S Hendery Dahlan, Hendery Husna Yetti Husna, Nadiyatul Ice Yolanda Puri Imelda Aliska Islah, Nurul Kamal Kasra Kusumawati, Imas Livia Ramli Lolly Mayoritha Malinda Meinapuri Markolinda, Yessy Melyanti, Melyanti Mira Lilia D.B.P Nadiyatul Husna Najmiatul Fitria Nila Kasuma Noor Syrah, Anniba Novia Indah Lestari Novia Indah Lestari Nurliza, Okta Nurmayasari, Rita Nursal, Dien Gusta Anggrani Rahmi, Sintha Defiza Ramli, Livia Randy Novirsa Ranny Firsti Ranny Firsti Rd. Aldifa Taufiqurrahman reniwati reniwati Rezi Fatrima Surya Rizki Ridhatul Tani Rizola, Clodeya Safutri, Mitha Sahirah, Regina Muthia Salsabila Sawirman Sawirman Simarmata, Sondang Solfiyeni Solfiyeni Sri Setiawati Sri Setiawati Sri Setiawati, Sri Sriyanti, Roza Sukardi, Muthya Divani Sukiyaningsih, Tri Wahyuni Suryati Suryati Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Syafrawati Trisfa Augia Tristanto, Aris Tuty Ernawati Vivi Triana Wira Iqbal Yani, Zulaiha Safitri Yenti, Melisa Yessy Markolinda Yuniar Lestari