Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENYEBAB PENDING KLAIM BERKAS BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT NIRMALA SURI Haq, Marsa Arinal; Werdani, Kusuma Estu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41201

Abstract

Berdasarkan data total pengajuan klaim Rumah Sakit Nirmala Suri periode bulan Januari-Juni 2024 sebanyak 4.392.  Sedangkan kasus pending klaim di Rumah Sakit Nirmala Suri sejumlah 377 (8,58%) kasus dengan rincian pada bulan Januari sebanyak 51 berkas (8%), bulan Februari 64 berkas (9%) bulan Maret 63 berkas (7,8%), bulan April 53 berkas (6%), bulan Mei berkas 47 (6%) dan pada bulan Juni yaitu 99 berkas (16%). Pending klaim memiliki dampak terjadinya keterlambatan pembayaran yang diajukan rumah sakit untuk pelayanan kesehatan oleh BPJS Kesehatan. Oleh sebab itu perlunya menganalisis penyebab pending klaim di Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penyebab pending klaim berkas BPJS Kesehatan pasien rawat inap di Rumah Sakit Nirmala Suri. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dengan populasi seluruh berkas pending klaim periode Januari-Juni 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Variabel penelitian ini yaitu kelengkapan administrasi, kaidah koding, dan standar pelayanan. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif untuk menghitung frekuensi dan persentase dari setiap penyebab pending klaim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab pending klaim didominasi oleh kluster kelengkapan administrasi dengan persentase rerata sebesar 27,16 (39,4%) dengan konfirmasi penyebab paling tinggi yaitu pada konfirmasi pemeriksaan penunjang sebanyak 63 (38,7%). Diikuti dengan standar pelayanan, dengan persentase rerata sebanyak 19,83 (33,2%) dan konfirmasi penyebab paling besar yaitu konfirmasi rangkaian rawat inap sebanyak 35 (29,4%), terakhir yaitu kluster kaidah koding dengan persentase rerata 15,83 (27,4%) serta konfirmasi terhadap kluster ini didominasi oleh konfirmasi ketepatan kode diagnosis penyakit sebesar 53 (55,8%).
Pengaruh Pemberian Media Video Bullying di Sekolah terhadap Pengetahuan dan Sikap di MTs Waru Sukoharjo: The Effect of Providing Bullying Video Media in Schools on Knowledge and Attitudes at MTs Waru Sukoharjo Khoyriani, Nadila Anti Nur; Werdani, Kusuma Estu
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i4.8820

Abstract

Bullying in schools is a serious global problem, so it is of concern to the public. However, not many schools have provided bullying education. The number of bullying cases among teenagers is increasing every year in Indonesia. However, there have not been many efforts to provide education by schools to teenagers, including MTs Waru Sukoharjo. This activity aims to provide education to students about the dangers of bullying so that there is an increase in students' knowledge and attitudes towards bullying at MTs Waru Sukoahrjo. This community service activity was carried out using video media to provide counseling to students. The video contains the meaning of bullying, types of bullying, factors that influence bullying, the role of teachers in dealing with bullying, and strategies for handling bullying. Service activities are carried out by giving a pre-test, then giving video media and a post-test. The results of community service activities show that video media about bullying has proven successful in increasing students' knowledge and attitudes. This is indicated by an increase in student scores with the average knowledge before and after providing video media amounting to 6.67 to 7.31. Meanwhile, the increase in the average attitude before and after providing video media was 23.36 to 24.02. Based on the results of the Wilcoxon statistical test on knowledge and attitudes, shows a value of p = 0.000 (p <0.05). Thus, it shows that there is an influence of providing video media on students' knowledge and attitudes about bullying at MTs Waru Sukoharjo.
Edukasi Pengelolaan Bank Sampah pada Guru Sekolah Dasar Negeri Gonilan 2 Hasna Salsabila Najiyah; Azka Hayyina Nur Faizah; Rifairrohman Marfansyah; Kusuma Estu Werdani
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v4i2.5030

Abstract

Waste that is not managed properly has a negative impact on the environment, including in the school environment. In Gonilan Village, there are already several waste banks, but there is no waste bank in schools. This community service aims to provide teachers with a guidebook for managing waste banks in schools so that they can give examples to students. The method used is providing material in the form of a guidebook containing the definition, purpose, benefits of waste banks, types of waste, 3R principles, waste bank system mechanisms, and waste management flows. Educational activities at SDN Gonilan 2 went well, marked by positive responses from all participating teachers. The guidebook was appropriate, easy to understand, and suitable for use. This success was supported by the active participation of teachers, the suitability of the material, and the book's feasibility test process. However, there are challenges such as the need for broader follow-up information on waste management, a comprehensive deepening of the management cycle, and the provision of more interesting examples and illustrations to motivate readers. Based on the evaluation using a questionnaire, it can be concluded that the waste bank management guidebook was considered effective as an educational medium by SDN Gonilan 2 teachers in improving waste management in schools. This is demonstrated by the teacher's positive responses to the appropriateness of the content, ease of understanding, suitability of use, and potential for increasing motivation offered by the guidebook.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MAHASISWA INDONESIA DI THAILAND Wijayanti, Anisa Catur; Werdani, Kusuma Estu; Asyfiradayati, Rezania; Had, Fairus El; 'Aisyah, Madina Siti Nur; Puspita, Widya Galih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31294

Abstract

Abstrak: Hipertensi sebagai penyakit tidak menular yang prevalensinya meningkat menjadi masalah kesehatan serius, terutama pada mahasiswa Indonesia di luar negeri yang mengalami perubahan gaya hidup akibat culture shock. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencegahan hipertensi pada mahasiswa Indonesia di Khon Kaen University, Thailand. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi yang diikuti oleh 25 mahasiswa anggota PERMITHA, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 8,28% menjadi 11,92%, atau peningkatan sebesar 3,64%. Intervensi edukasi ini efektif dalam membentuk kesadaran dan perilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi pada mahasiswa di lingkungan diaspora Indonesia.Abstract: Hypertension, as a non-communicable disease whose prevalence is increasing, has become a serious health problem, especially for Indonesian students abroad who experience lifestyle changes due to culture shock. This community service aims to improve knowledge and skills in preventing hypertension in Indonesian students at Khon Kaen University, Thailand. The methods used were lectures and discussions attended by 25 PERMITHA student members, with evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed an increase in the average knowledge score from 8.28% to 11.92%, representing a 3.64% increase. This educational intervention is effective in forming awareness and healthy living behavior as an effort to prevent hypertension in students in the Indonesian diaspora environment.
Pelaksanaan edukasi anemia, skrining hemoglobin, dan suplementasi tablet tambah darah pada remaja putri di Desa Kemasan sebagai upaya preventif anemia dan risiko stunting Azizah, Savira Nur; Werdani, Kusuma Estu; Maheswari, Gayatri; Khasanah, Khotim Nur; Olga, Chintya Putri Dunami; Nisa, Rahma Dian; Anjani, Dinny Putri; Pramudya, Muhammad; Yolanda, Ade; Fadillah, Abdur Rasyid; Muwakhidah, Muwakhidah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32258

Abstract

Abstrak Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko stunting pada generasi berikutnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini anemia dan memberikan edukasi serta intervensi awal melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode kegiatan yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Metode kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan di Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, pada 30 Agustus–3 September 2024 dengan sasaran 64 remaja putri anggota karang taruna. Kegiatan ini mencakup edukasi tentang anemia, skrining hemoglobin (Hb), serta suplementasi TTD. Dari 32 peserta yang menjalani skrining Hb, sebanyak 30 orang (93,8%) memiliki kadar hemoglobin normal, sementara dua peserta mengalami anemia ringan. Antusiasme peserta tercermin dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan kemauan sebagian besar remaja mengonsumsi TTD secara langsung. Meskipun belum dilakukan pemantauan lanjutan, kegiatan edukasi dan intervensi awal ini dinilai mampu membangun kesadaran awal dan respon positif remaja terhadap pencegahan anemia, meskipun diperlukan evaluasi lanjutan untuk mengukur dampak jangka panjangnya. Kata kunci: anemia; edukasi; remaja putri; stunting; tablet tambah darah. Abstract Anemia in adolescent girls is a health problem that can increase the risk of stunting in the next generation. This activity aims to detect anemia early and provide education and early intervention through the provision of Iron Tablets (TTD) as an effort to prevent stunting. The activity methods used include lectures, discussions, and demonstrations. The activity method consists of three stages, namely planning, implementation, and evaluation. The activity was carried out in Kemasan Village, Polokarto District, Sukoharjo Regency, on August 30–September 3, 2024 targeting 64 adolescent girls who are members of Karang Taruna. This activity includes education about anemia, hemoglobin (Hb) screening, and TTD supplementation. Of the 32 participants who underwent Hb screening, 30 people (93.8%) had normal hemoglobin levels, while two participants had mild anemia. The enthusiasm of the participants was reflected in their active involvement in the discussion and the willingness of most adolescents to consume TTD directly. Although further monitoring has not been carried out, this education and early intervention activity is considered capable of building initial awareness and a positive response from adolescen. Keywords: anemia; adolescent girls; education; iron supplement tablets; stunting.
Optimalisasi Peran Siswa Dalam Pengelolaan Sampah Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wonosari Klaten Wulandari, Windi; Darnoto, Sri; Asyfiradayati, Rezania; Indriyani, Yeni; Werdani, Kusuma Estu; Aulia, Afifah Zakiyatul; Prihatini, Mulatsih; Hatmanti, Wirya
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18889

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan pengelolaan sampah di sekolah masih menjadi tantangan besar, termasuk di SMP Negeri 2 Wonosari Klaten, yang telah memiliki sarana pendukung namun belum optimal dalam pemanfaatannya. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran siswa dalam pengelolaan sampah di SMP N 2 Wonosari Klaten. Metode: Program dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, pelatihan penggunaan alat penghancur sampah, pendampingan dan pelatihan pembuatan ecobric dan biopori, evaluasi dengan pretest-posttest. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pengetahuan siswa tentang pengelolaan sampah (pretest mean 9,02 menjadi posttest mean 9,40; p=0,000) dan pemanfaatan biopori (pretest mean 7,43 menjadi posttest mean 8,10; p=0,001). Siswa juga berpartisipasi secara aktif dalam praktik pembuatan ecobrik dan penggunaan alat pencacah sampah. Kesimpulan: Optimalisasi peran siswa melalui pendekatan edukatif dan praktis terbukti efektif dalam mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di sekolah dan dapat direplikasi di institusi pendidikan lainnya.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG SAMPAH TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR Faizah, Azka Hayyina Nur; Najiyah, Hasna Salsabila; Marfansyah, Rifairrohman; Werdani, Kusuma Estu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29489

Abstract

Abstrak: Permasalahan sampah terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, perilaku konsumsi, dan gaya hidup masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa Sekolah Dasar tentang pengelolaan sampah. Metode yang digunakan ada dua, yakni ceramah menggunakan bantuan Power Point dan video animasi. Kegiatan ini melibatkan 50 siswa kelas 5 dan 6 yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan metode penyuluhan. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner sebanyak 8 pertanyaan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 18,04 pada kelompok metode ceramah dan 13,4 pada kelompok metode video animasi. Metode ceramah terbukti lebih efektif dibandingkan video animasi karena memberikan kesempatan untuk interaksi langsung dan tanya jawab, sementara metode video animasi cenderung menarik perhatian siswa pada elemen visual. Kesimpulannya, metode ceramah lebih cocok digunakan dalam edukasi pengelolaan sampah di tingkat sekolah dasar untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Abstract: Waste problems continue to increase with population growth, consumption patterns, and people's lifestyles. This service program aims to increase the knowledge of elementary school students about waste management. Two methods are used, namely lectures with the help of Power Point and animated videos. This activity involved 50 5th and 6th grade students who were divided into two groups based on the guidance method. Evaluation was done by pre-test and post-test using a questionnaire of 8 questions. The results showed an increase in the average knowledge score of 18.04 in the lecture method group and 13.4 in the animated video method group. The lecture method proved to be more effective than the animated video method because it provided opportunities for direct interaction and question and answer, while the animated video method tended to focus students' attention on the visual elements. In conclusion, the lecture method is more suitable for waste management education at the primary school level to achieve optimal learning outcomes.
The Effect of Video Media Use on Increasing Students Knowledge and Attitudes Regarding The Smoke-Free Area Policy at MTs Waru Sukoharjo Choirunnisa, Fadillah Zuhroh; Kusuma Estu Werdani
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v5i2.12270

Abstract

The high prevalence of smoking in Indonesia, especially among adolescents aged 15 and above, remains a public health problem. Schools, as educational institutions, play a crucial role in shaping student behavior, including preventing smoking. This community service program aims to examine the impact of video-assisted education on students' knowledge and attitudes toward the Smoke-Free Area (KTR) policy at MTs Waru Sukoharjo. The study employed a quasi-experimental design with pre-test and post-test methods, and video as an intervention tool. Forty-five students participated in the study. The results, analyzed using the Wilcoxon test, showed a significant increase in students' knowledge (from a mean score of 5.40 to 6.11; p=0.002) and attitudes (from 10.06 to 11.60; p=0.004) after the education. These findings demonstrate that video media is effective in increasing students' awareness and support for the KTR policy at school. This initiative supports the broader goal of improving health and preventing early smoking among adolescents. The recommended follow-up is to monitor the implementation of policies in the school environment.
A Literature Review of Factors Affecting Male Participation in Family Planning Methods in Indonesia Sardi, RA Annisa Allifian Tiara; Werdani, Kusuma Estu
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i2.2793

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan alat kontrasepsi pada pria di Indonesia masih sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh karakteristik individu yang mempengaruhi pola pikir dalam menanggapi dan menerima konsep kontrasepsi, rendahnya tingkat pengetahuan dan sikap pria mengenai kesehatan reproduksi dalam penggunaan alat kontrasepsi. Banyak faktor yang mempengaruhi pria untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB), yaitu faktor dari sisi klien atau pria itu sendiri (pengetahuan, sikap pria dan kebutuhan yang diinginkan), faktor lingkungan yaitu dukungan keluarga terutama dukungan istri, sosial budaya, keterbatasan informasi dan akses terhadap layanan KB pria, serta keterbatasan jenis alat kontrasepsi pria. Tujuan dari kajian pustaka ini adalah untuk menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi penggunaan metode KB pada pria di Indonesia. Metode: Desain kajian pustaka ini adalah kajian pustaka. Artikel yang digunakan adalah artikel penelitian potong lintang dengan responden suami/pria. Kriteria inklusi artikel terpilih adalah pria yang menggunakan program KB serta penelitian dengan data primer dan regional di Indonesia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, usia menikah, dan nilai-nilai anak memiliki hubungan yang signifikan dengan partisipasi pria dalam program keluarga berencana. Pengetahuan tentang keluarga berencana memiliki peluang partisipasi sebesar 2,037 kali, usia menikah ≥ 25 tahun memiliki peluang partisipasi sebesar 0,535 kali, dan anak dengan nilai cukup (≤ 2) memiliki peluang partisipasi sebesar 1,821 kali. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan merupakan faktor dominan yang memengaruhi penggunaan metode Keluarga Berencana (KB).   Introduction: The use of contraceptives among men in Indonesia is still very low. This is because individual characteristics influence the mindset in responding to and accepting the concept of contraception, the low level of knowledge and attitudes of men regarding reproductive health in the use of contraception. There are many factors that influence men to take part in the Family Planning (Keluarga Berencana/ KB) program, namely factors from the client's side or the man himself (knowledge, men's attitudes and desired needs), environmental factors, namely family support, especially wife support, social and cultural, limited information. and access to male family planning services, and limitations in types of male contraception. The puprose of this literature review is to analyze various influencing factors on the use of Family Planning methods among men in Indonesia. Method: The design of this is a literature review. The article used is a cross-sectional research article with husband/male respondents. The inclusion criteria for selected articles were men who used family planning programs as well as research with primary and regional data in Indonesia. Results: The results showed that knowledge, age at marriage, and children's values ​​have a significant relationship with men's participation in family planning programs. Knowledge about family planning has a 2.037 times chance of participating, married age ≥ 25 years has a 0.535 times chance of participating, children with sufficient grades (≤ 2) have a 1.821 times chance of participating. Conclusion: The conclusion of this study is that knowledge is the dominant factor in the influence of the use of Family Planning (KB) methods.
Role of Health Programs Utilization and Social Factors on Adolescent Anemia Status Arifah, Izzatul; Almayda, Mutiara Bahi; Widyani, Zahrina; Az Zahra, Qoonitah; Nuraisyah, Shinta Ramadhania; Werdani, Kusuma estu
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i4.15611

Abstract

Adolescent-friendly Health Services (PKPR’s Nutrition service) are intended to eliminate adolescent malnutrition, including anemia. However, the effect of health program utilization on adolescent anemia has rarely been studied. This study intends to examine the prevalence of anemia, the relation of social and behavioral factors, and the use of PKPR’s nutrition service with the anemia status of adolescent girls in Surakarta. A school-based cross-sectional design was conducted at a senior high school in Surakarta. Samples were 275 female students in grades 10 and 11 who had experienced menstruation. Multiple regression analysis is deployed to model the factors associated with anemia. The prevalence of anemia in female students was 37.82%. The employment status of the father and mother is associated with the anemia status of adolescents. Other factors, such as parent education, family affluence scale, behavior factors, parent support, knowledge, attitude, perception, and self-efficacy, were not associated with anemia status. PKPR’s nutrition service utilization did not correlate with adolescents' anemia status. PKPR’s nutrition service has not yet had an impactful outcome in reducing the frequency of anemia. Further research is needed to evaluate its implementation and impact on adolescent health outcomes.
Co-Authors 'Aisyah, Madina Siti Nur Aditya Risky Dwinanda Ahmad Fariz Farisulhaq Ajeng Nugrahenny Aliah Dwi Kurnia Haji Abu Almayda, Mutiara Bahi Anggarwati, Santi Kresni Anggi Putri Aria Gita Anisa Catur Wijayanti Anitasari Indah K, Tanjung Anjani Bharata Ajie Anjani, Dinny Putri Ardhu Rizkiawan Arifa, Nida Dwi Astuti, Lia Kusuma Budhy Aulia, Afifah Zakiyatul Ayu Khoirotul Umaroh Az Zahra, Qoonitah Azizah, Savira Nur Azka Hayyina Nur Faizah Beti Kristinawati Bunga Cintantya Rudisty Burhannudin Ichsan Chayanita Sekar Wijaya Choirunnisa, Fadillah Zuhroh Desy Ratna Endriyeni Devyca Dwi Nanda Sari Dia Amana Saputri Dian Tias Aorta Dwi Astuti Ekan Faozi Fadillah, Abdur Rasyid Fahrun Nur Rosyid Faizah, Azka Hayyina Nur Fauzi Abdi Prakosa Fibrina Manda Ningtyas Rachmawati Gita, Anggi Putri Aria Had, Fairus El Haq, Marsa Arinal Hasna Salsabila Najiyah Hatmanti, Wirya Her Supristyani Hidayah, Avifah Ainun Inez Ramadhana Saputri Izzatul Arifah Izzatul Arifah Judi Judi Kartinah Khasanah, Khotim Nur Khoirotul Umaroh, Ayu Khoyriani, Nadila Anti Nur Latifa, Aliya Rahma Maharani Ayu Kusumawati Maheswari, Gayatri Marfansyah, Rifairrohman Martino, Tahta Mochammad Imron Awalludin Muhammad Zamzami Mukti Kusumaningtyas, Bethari Najiyah, Hasna Salsabila Nieldya Nofandrilla Nisa, Rahma Dian Noor Alis Setiyadi Nugroho, Purwo Setiyo Nuraisyah, Shinta Ramadhania Oktaviana, Vindiani Olga, Chintya Putri Dunami Pramudya, Muhammad Pratama, Adinda Dwi Septyasarie Prihatini, Mulatsih Purwanti . PURWANTI PURWANTI Puspita, Widya Galih Putri Zahira, Aura Putri, Sylvia Anggraini Widodo Putri, Vella Arneta Rachma Agustin, Fanni Rachmawati, Fibrina Manda Ningtyas Rahma, Mislaillatul Khollifah Rahmawati Fajrin Rezania Asyfiradayati Rezania Asyfiradayati Rifairrohman Marfansyah Salma Binti Purwaningsih Salsabila Purnamasari Santi Kresni Anggarwati Sardi, RA Annisa Allifian Tiara Shofia Andriyani Sholikha, Nur Silvianita Damayanti Siti Masitoh Siti Masitoh Siti Musalamah Siti Nurokhmah Siti Nurokhmah, Siti Snow, Rachel C. Sri Darnoto Sri Rahayu Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tiyas Mariza Khoirunnisa Tsabitha Al’tsani Miftakhu Rochan Wachidah Yuniartika Widyani, Zahrina Windi Wulandari Yeni Indriyani Yolanda, Ade Yuli Kusumawati Yustisia Imaninditya Puteri Widarini