Claim Missing Document
Check
Articles

PROGRAM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER AISYIYAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WONOSOBO Indriyani, Yeni; Purnamasari, Salsabila; Werdani, Kusuma Estu; Kusumawati, Maharani Ayu; Fajrin, Rahmawati; Ichsan, Burhannudin; Umaroh, Ayu Khoirotul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29276

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonosobo khususnya di Desa Butuh Lor, yang memiliki prevalensi kasus stunting tinggi sebesar 56,52% pada tahun 2023. Berbagai faktor penyebab, meliputi kondisi ekonomi, pola asuh, asupan gizi, dan sanitasi yang kurang memadai. Upaya pemerintah desa dan kader kesehatan dalam pencegahan stunting masih belum optimal, sehingga diperlukan adanya suatu intervensi program berbasis pelatihan dan pendampingan kader. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas softskill (komunikasi, advokasi, dan edukasi) dan hardskill (pemeriksaan antropometri, pemantauan tumbuh kembang, dan intervensi gizi) dalam pencegahan stunting melalui pelatihan dan pendampingan, sekaligus mendukung perumusan kebijakan berbasis desa untuk pencegahan stunting di Desa Butuh Lor, Wonosobo. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), dan penyusunan policy brief sederhana untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan. Hasil program menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader sebesar 40% dan keterampilan kader sebesar 40% serta menghasilkan rancangan sederhana kebijakan untuk pencegahan stunting. Program ini berkontribusi pada penguatan peran kadder dan komitmen pemerintah desa dalam upaya pencegahan stunting.Abstract: Stunting is a major health problem in Indonesia, including in Wonosobo Regency, especially in Butuh Lor Village, which has a high prevalence of stunting cases of 56.52% in 2023. Various causal factors include economic conditions, parenting patterns, nutritional intake, and inadequate sanitation. The efforts of the village government and health cadres in preventing stunting are still not optimal, so a program intervention based on training and mentoring for cadres is needed. This community service aims to increase the capacity of soft skills (communication, advocacy, and education) and hard skills (anthropometric examinations, growth and development monitoring, and nutritional interventions) in preventing stunting through training and mentoring, while supporting the formulation of village-based policies for preventing stunting in Butuh Lor Village, Wonosobo. The implementation method includes the preparation, implementation, and monitoring and evaluation stages. Activities involve training, Focus Group Discussions (FGDs), and the preparation of simple policy briefs to increase the capacity of health cadres. The results of the program show that the training is effective in increasing cadre knowledge by 40% and cadre skills by 40% and produce a simple policy design for stunting prevention. This program contributes to strengthening the role of cadres and the commitment of village governments in stunting prevention efforts.
PEMBERIAN EDUKASI STUNTING DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN TEPUNG LELE BAGI KADER POSYANDU DI PACITAN, JAWA TIMUR Werdani, Kusuma Estu; Suswardany, Dwi Linna; Mustikaningrum, Fitriana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25791

Abstract

Abstrak: Kader posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Adanya potensi kandungan gizi dalam ikan lele yang kaya protein dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, perlu dikenalkan kepada kader posyandu. Selain itu, edukasi secara rutin dan komprehensif kepada kader posyandu sangat terbatas untuk diselenggarakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang stunting dan pelatihan pembuatan tepung lele bagi kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pacitan. Metode PkM yang digunakan adalah ceramah dengan menggunakan media visual. Peserta kegiatan PkM ini adalah kader posyandu aktif dari tiga desa (Mentoro, Menadi, Purworejo) sebanyak 64 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader posyandu tertarik dengan proses pembuatan dan hasil olahan tepung lele yang dapat dijadikan sebagai variasi makanan tambahan (PMT) bagi balita. Sistem evaluasi menggunakan pre-test dan post-test dengan metode angket. Hasil analisis statistik pengukuran pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi menunjukkan hasil yang signifikan (p-value= <0,0001) dengan peningkatan rerata pengetahuan dari 79,61 menjadi 88,44. Rekomendasi diberikan kepada bidan desa dan puskesmas untuk memberikan edukasi dan pendampingan dalam penanganan stunting, terutama keterampilan dalam pembuatan makanan tambahan (PMT) bagi kelompok berisiko stunting.Abstract: The integrated post-service (called 'posyandu') cadres have a significant role in efforts to prevent stunting. The potential nutritional content of catfish, which is rich in protein and can be processed into various types of food, must be introduced to the posyandu cadres. In addition, routine and comprehensive education for posyandu cadres is minimal. This community service (PkM) activity aims to provide education about stunting and training in making catfish flour for posyandu cadres in the Pacitan Health Center work area. The PkM method used is a lecture using visual media. The activity results showed that posyandu cadres were interested in making and processing catfish flour, which can be used as a variation of additional food (PMT) for toddlers. The statistical analysis results of the measurement of posyandu cadre knowledge before and after being given education showed significant results (p-value = <0.0001) with an increase in average knowledge from 79.61 to 88.44. Recommendations are given to village midwives and health centers to provide education and assistance in handling stunting, especially skills in making additional food (PMT) for groups at risk of stunting.
PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN PMT BAGI KADER POSYANDU DALAM MENDUKUNG PROGRAM STUNTING Werdani, Kusuma Estu; Asyfiradayati, Rezania; Aorta, Dian Tias; Rochan, Tsabitha Al’tsani Miftakhu; Rudisty, Bunga Cintantya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22951

Abstract

Abstrak: Pemberian makanan tambahan (PMT) dalam kegiatan posyandu merupakan upaya yang harus dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi balita. Akan tetapi, kader posyandu menghadapi tantangan karena keterbatasan dana yang disediakan oleh pemerintah untuk pembuatan PMT tersebut. Kader posyandu harus mengatasi masalah tersebut agar tetap bisa memberikan PMT dengan kualitas gizi yang optimal dengan melakukan iuran mandiri. Padahal, sebagian besar kader posyandu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah pendampingan kader posyandu untuk mengembangkan usaha pembuatan PMT posyandu melalui kegiatan penyuluhan, pemberian modal usaha, dan pendampingan pengembangan usaha. Tahapan kegiatan yang dilakukan antara lain penyiapan media kesehatan, penyuluhan kesehatan, pembentukan struktur pengurus usaha PMT, pembuatan PMT, dan evaluasi perkembangan usaha PMT. Sasaran kegiatan adalah seluruh kader posyandu Desa Mentoro, Pacitan, sebanyak delapan orang dari 25 orang yang diundang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang PMT bermanfaat untuk peningkatan pemahaman kader kesehatan tentang pembuatan PMT berbahan dasar lokal yang padat gizi. Evaluasi pengembangan usaha pembuatan PMT menunjukkan adanya hasil yang signifikan ditunjukkan dengan adanya peningkatan sebesar 11,44% selama empat bulan dari modal awal yang diberikan. Kualitas PMT lebih terjamin karena pembelian bahan makanan dan pengolahannya dilakukan secara mandiri dengan pemantauan yang baik. Rekomendasi untuk pengelolaan dana usaha dalam jangka panjang perlu untuk ditingkatkan perencanaannya agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.Abstract: Providing additional food (PMT) in integrated service post (namely "posyandu") activities is an effort that must be made to support the nutritional needs of toddlers. However, posyandu cadres need more funds from the government to create the PMT. Posyandu cadres must overcome this problem so that they can continue to provide PMT with optimal nutritional quality by making independent contributions. In fact, most of the posyandu cadres work as housewives. The aim of community service activities (PkM) is to assist posyandu cadres in developing the business of making PMT posyandu through counseling activities, providing business capital, and business development assistance. The stages of activities carried out include preparing health media, health education, establishing a PMT business management structure, creating a PMT, and evaluating the development of the PMT business. The target of the activity was all posyandu cadres in Mentoro Village, Pacitan, eight of the 25 people invited. The results of the activity show that education about PMT is helpful in increasing health cadres' understanding of making PMT from local, nutrient-dense ingredients. Evaluation of the development of the PMT manufacturing business showed significant results, demonstrated by an increase of 11.44% over four months from the initial capital provided. The quality of PMT is more guaranteed because the purchasing of food ingredients and their processing are carried out independently with good monitoring. Recommendations for long-term management of business funds need to be improved in order to provide sustainable benefits.
PELATIHAN PEMANFAATAN FIGMA SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF DALAM MENDUKUNG PROSES ORIENTASI MAHASISWA PRAKTIK KLINIS DI RUMAH SAKIT X Fitriya, Tyra; Werdani, Kusuma Estu; Astuti, Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36532

Abstract

Abstrak: Rumah sakit menjadi elemen penting dalam sistem pendidikan mahasiswa untuk dapat mengaplikasikan teori ke dalam praktik, peluang untuk mendapatkan ilmu yang nyata dan memperluas harapan karier di masa depan. Agar praktik klinis berjalan optimal, mahasiswa perlu dibekali orientasi lingkungan kerja rumah sakit. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ialah untuk membangun sebuah media pada kegiatan orientasi dengan memanfaatkan Figma untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi mahasiswa praktik klinis di Rumah Sakit X. Tahap kegiatan ini antara lain menyiapkan materi dan membuat kerangka konsep, menyusun serta pemilihan warna materi, proses input materi, penggunaan prototype, uji coba dan evaluasi. Rumah Sakit X yang berperan sebagai mitra utama dalam keberlangsungan kegiatan PKM ini dan mahasiswa praktik klinis sebagai peserta yang menerima materi orientasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa penggunaan media Figma dinilai lebih praktis inovatif dan menarik. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak terkait, Figma dianggap layak untuk digunakan sebagai media baru dalam kegiatan orientasi mahasiswa praktik klinis di Rumah Sakit X dengan persentase mencapai 90%. Namun, diketahui bahwa materi yang tersedia belum sepenuhnya lengkap karena terdapat pembaruan isi materi dari materi yang ada sebelumnya. Selain itu untuk visual materi dinilai kurang eye catching, maka perlu dilakukan beberapa penyesuaian agar terlihat atraktif dan menarik.Abstract: Hospitals are an important element in the student education system to be able to apply theory into practice, opportunities to gain real knowledge directly and expand future career expectations. In order for the continuity of clinical practice to run smoothly and in accordance with the goals, students need to be given orientation to the hospital work environment. The purpose of the Community Service (PKM) activity is to build a media for orientation activities by utilizing Figma to increase the effectiveness and efficiency of clinical practice students at hospital X. This stage of activities includes preparing materials and creating a conceptual framework, compiling and selecting material colors, material input process, use of prototypes, trials and evaluations. Hospital X, which acts as the main partner in the continuity of this PKM activity, and clinical practice students as participants who receive orientation materials. The results of the activity show that the use of Figma media is considered more practical, innovative, and interesting. Based on the results of interviews with related parties, Figma is considered suitable for use as a new medium in the orientation activities of clinical practice students at Hospital X with a percentage reaching 90%. However, it is known that the available material is not completely complete because there is an update of the content of the material from the previous material. In addition, the visual material is considered less eye-catching, so it is necessary to make some adjustments to make it look attractive and attractive.
EDUKASI MENTAL HEALTH AND WELL-BEING KEPADA MAHASISWA INDONESIA DI THAILAND Werdani, Kusuma Estu; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara; Indriyani, Yeni; Sunarti, Erna; Prastyo, Eko
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28067

Abstract

Abstrak: Untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik serta meningkatkan status ekonomi dan sosial, banyak mahasiswa Indonesia memilih untuk melanjutkan studi di luar negeri. Selain mendapatkan suasana belajar yang baru di negara lain, tinggal di negara asing dengan budaya yang berbeda dapat menimbulkan ketidakseimbangan pada kesehatan mental mahasiswa karena diwaktu yang bersamaan harus beradaptasi terhadap bahasa baru, budaya baru, dan lingkungan baru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa internasional terhadap hal-hal yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan bagaimana mengatasi berbagai sumber stress yang dialami selama menjadi menempuh studi di luar negeri. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah 20 mahasiswa internasional yang sedang menempuh Pendidikan di Khon Kaen Unviersity. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan metode brainstorming yang telah dilakukan bersama seluruh peserta dan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah menyadari tingginya tekanan akademik yang dihadapi. Sesi brainstorming juga menunjukkan bahwa melalui penyuluhan yang diberikan oleh tim pengabdian, peserta mengetahui lebih jauh terkait berbagai metode coping mechanism.Abstract: To pursue better education and improve their economic and social status, many Indonesian students choose to continue their studies abroad. In addition to experiencing a new learning environment in a foreign country, living in a different country with a distinct culture can disrupt students' mental health due to the need to simultaneously adapt to a new language, culture, and environment. This community service activity aims to enhance international students' knowledge of factors affecting mental health and how to address various sources of stress experienced during their studies abroad. The target audience for this activity consists of 20 international students currently studying at Khon Kaen University. The evaluation activities were conducted using a brainstorming method with all participants, revealing that most of them recognized the high academic pressure they face. The brainstorming session also indicated that, through the counseling provided by the service team, participants gained a deeper understanding of various coping mechanisms.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PRANIKAH KEPADA PEREMPUAN DEWASA AWAL MENGGUNAKAN MEDIA WHATSAPP Werdani, Kusuma Estu; Arifah, Izzatul; Umaroh, Ayu Khoirotul; Wijaya, Chayanita Sekar; Saputri, Inez Ramadhana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35804

Abstract

Abstrak: Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan pencegahan stunting dapat meningkatkan risiko kehamilan tidak direncanakan, komplikasi kehamilan, serta gangguan tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi pranikah secara online menggunakan media WhatsApp kepada perempuan usia dewasa awal. Kegiatan ini dapat mengembangkan hard skill berupa pemahaman kesehatan reproduksi dan soft skill dalam pengambilan keputusan serta kesadaran menjaga kesehatan diri. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari pada bulan Agustus 2025 dengan tahapan pre-test, edukasi dengan media video, dan pos-test. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan (13 pertanyaan), stunting (12 pertanyaan), dan keluarga berencana (16 pertanyaan). Metode yang digunakan adalah pendampingan pelatihan peserta untuk belajar mandiri menggunakan media video. Peserta pelatihan adalah perempuan usia >20 tahun yang bersedia mengikuti kegiatan sebanyak 27 orang. Media video berjumlah lima dengan durasi selama 3-5 menit untuk setiap videonya. Pengukuran efektivitas edukasi menggunakan Uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi dan pengetahuan keluarga berencana (p< 0,05), namun tidak pada pengetahuan tentang pencegahan stunting. Kegiatan ini membuktikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana efektif dan efisien untuk edukasi kesehatan. Temuan ini mengisyaratkan bahwa mengintegrasikan edukasi pranikah berbasis digital ke dalam program kesehatan masyarakat dapat meningkatkan literasi kesehatan reproduksi pada perempuan usia subur. Abstract: Lack of knowledge about reproductive health, family planning, and stunting prevention can increase the risk of unplanned pregnancies, pregnancy complications, and child growth and development disorders. This community service activity aims to provide online education about premarital reproductive health using WhatsApp to young adult women. This activity can develop hard skills in the form of understanding reproductive health and soft skills in decision-making and awareness of maintaining personal health. This activity was carried out over seven days in August 2025 with pre-test, education using video media, and post-test stages. The instruments used are questionnaires on reproductive health and pregnancy (13 questions), stunting (12 questions), and family planning (16 questions). The method used is training assistance for participants to learn independently using video media. The training participants were 27 women aged over 20 years who were willing to take part in the activity. There were five videos, each lasting 3-5 minutes. The effectiveness of education was measured using the Wilcoxon test to see the difference in participants' knowledge before and after receiving education. The Wilcoxon test results showed an increase in reproductive health knowledge and family planning knowledge (p< 0.05), but not in knowledge about stunting prevention. This activity proves that social media can be an effective and efficient means of health education. These findings suggest that integrating digital-based premarital education into public health programs can improve reproductive health literacy among women of childbearing age.
Hubungan Karakteristik dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Calon Pengantin di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Bilqis Rahma Yantika; Kusuma Estu Werdani
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i1.7027

Abstract

Adequate reproductive health knowledge among prospective brides serves as a crucial foundation in preventing various maternal and neonatal health problems, such as anemia, stunting, and pregnancy complications. This study aims to examine the relationship between sociodemographic characteristics (education, age, occupation) and the level of reproductive health knowledge among prospective brides. The research method a cross-sectional design with a sample of 102 registered prospective brides at the Banjarsari Religious Affairs Office (KUA) in Surakarta during the April-May 2025 period. Data collection utilized a questionnaire that had been tested for validity and reliabilty, at the data were statistically analyzed using the chi-square test. The results indicate that the majority of respondents had reproductive health knowledge in the high category (62%). However, bivariate analysis revealed no statistically significant relationship between reproductive health knowledge and the variables of education (p-value=0,935), age (p-value=0,447), or occupational (p-value=0,507). These findings suggest that sociodemographic factors are not the primary determinants of reproductive knowledge among prospective brides. Further research is recommended to explore other potential factors influencing reproductive health knowledge levels, such as exposure to media information, the quality of premarital counseling implementation, family support, and individual motivation in preparing for marriage.  
PENYULUHAN CEGAH HIPERTENSI PADA IBU-IBU PENGAJIAN “GRIYA QURAN KITA” DI DESA WARU 1 Sakinah Rahmania; Firnadia Septika Rahajeng; Fitria Rizky Putri; Silfi Ria Affriyani; Nazella Indira Rahmawati; Nabilla Hasna Roichatul Ulayya; Anwikazahra Rifada; Ulfia Fitriyani; Alfi Salatina; Arya Brain Agustian; Kusuma Estu Werdani; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.2646

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah dalam pembuluh darah manusia yang terjadi pada saat darah dipompa dari jantung menuju seluruh jaringan dan organ. Menurut Kementrian Kesehatan RI, hipertensi saat ini memiliki prevalensi dan insiden peningkatan penyakit terutama pada kelompok lanjut usia serta dikenal dengan penyakit silent killer. Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2021, hipertensi menyerang 22% penduduk dunia yang diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi dan di Indonesia prevalensi permasalahan hipertensi di Indonesia yaitu sebesar 34,1%. Prevalensi kejadian hipertensi pada lansia di Desa Waru yaitu 33,7%. Berdasarkan informasi yang diperoleh terkait permasalahan masyarakat terkait hipertensi maka perlu diberikan suatu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah berupa penyuluhan tentang upaya pencegahan penyakit hipertensi guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan dapat meningkatkan derajat kesehatan serta dapat mencegah timbulnya masalah penyakit hipertensi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa penyuluhan, yang dilanjutkan pre-test dan post-test lalu membandingkan hasil diantara keduanya. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan penyuluhan kesehatan berjalan dengan baik dan lancar, serta terdapat peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil post-test setelah penyuluhan.
Co-Authors 'Aisyah, Madina Siti Nur Aditya Risky Dwinanda Ajeng Nugrahenny Alfi Salatina Aliah Dwi Kurnia Haji Abu Almayda, Mutiara Bahi Anggarwati, Santi Kresni Anggi Putri Aria Gita Anisa Catur Wijayanti Anitasari Indah K, Tanjung Anjani, Dinny Putri Anwikazahra Rifada Aorta, Dian Tias Ardhu Rizkiawan Arifa, Nida Dwi Arya Brain Agustian Astuti, Lia Kusuma Budhy Aulia, Afifah Zakiyatul Ayu Khoirotul Umaroh Az Zahra, Qoonitah Azizah, Savira Nur Azka Hayyina Nur Faizah Beti Kristinawati Bharata Ajie, Anjani Bilqis Rahma Yantika Burhannudin Ichsan Choirunnisa, Fadillah Zuhroh Damayanti, Silvianita Desy Ratna Endriyeni Devyca Dwi Nanda Sari Dia Amana Saputri Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Linna Suswardany Ekan Faozi Eko Prastyo Fadillah, Abdur Rasyid Fahrun Nur Rosyid Faizah, Azka Hayyina Nur Fajrin, Rahmawati Fariz Farisulhaq, Ahmad Fauzi Abdi Prakosa Fibrina Manda Ningtyas Rachmawati Firnadia Septika Rahajeng Fitria Rizky Putri Fitriana Mustikaningrum Fitriya, Tyra Gita, Anggi Putri Aria Had, Fairus El Haq, Marsa Arinal Hasna Salsabila Najiyah Hatmanti, Wirya Hidayah, Avifah Ainun Izzatul Arifah Judi Judi Kartinah Khasanah, Khotim Nur Khoirotul Umaroh, Ayu Khoyriani, Nadila Anti Nur Kusumawati, Maharani Ayu Latifa, Aliya Rahma Maheswari, Gayatri Marfansyah, Rifairrohman Martino, Tahta Mochammad Imron Awalludin Muhammad Zamzami Mukti Kusumaningtyas, Bethari Musalamah, Siti Nabilla Hasna Roichatul Ulayya Najiyah, Hasna Salsabila Nazella Indira Rahmawati Nieldya Nofandrilla Nisa, Rahma Dian Noor Alis Setiyadi Nugroho, Purwo Setiyo Nuraisyah, Shinta Ramadhania Oktaviana, Vindiani Olga, Chintya Putri Dunami Pramudya, Muhammad Pratama, Adinda Dwi Septyasarie Prihatini, Mulatsih Purwanti . PURWANTI PURWANTI Puspita, Widya Galih Putri Zahira, Aura Putri, Sylvia Anggraini Widodo Putri, Vella Arneta Rachma Agustin, Fanni Rachmawati, Fibrina Manda Ningtyas Rahma, Mislaillatul Khollifah Rezania Asyfiradayati Rifairrohman Marfansyah Rochan, Tsabitha Al’tsani Miftakhu Rudisty, Bunga Cintantya Sakinah Rahmania Salma Binti Purwaningsih Salsabila Purnamasari Santi Kresni Anggarwati Saputri, Inez Ramadhana Sardi, RA Annisa Allifian Tiara Sheena Ramadhia Asmara Dhani Shofia Andriyani Sholikha, Nur Silfi Ria Affriyani Siti Masitoh Siti Masitoh Siti Nurokhmah Siti Nurokhmah, Siti Snow, Rachel C. Sri Darnoto Sri Rahayu Sunarti, Erna Supristyani , Her Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tiyas Mariza Khoirunnisa Ulfia Fitriyani Wachidah Yuniartika Wahyuni Wahyuni Widyani, Zahrina Wijaya, Chayanita Sekar Windi Wulandari Yeni Indriyani Yolanda, Ade Yuli Kusumawati Yustisia Imaninditya Puteri Widarini