Claim Missing Document
Check
Articles

Diabetes Mellitus Preventive Behaviour in The Sibela Community Health Center; Determinant Factor Wijayanti, Anisa Catur; Kusuma Estu Werdani; Arifa, Nida Dwi; Hidayah, Avifah Ainun; Puspita, Widya Galih
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v6i1.6313

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a severe problem in the world and Indonesia. The prevalence of DM at Sibela Community Health Center in Surakarta City in 2021 was 3.37%, the highest in Surakarta City. Efforts are needed to prevent DM through behavioral interventions. Several factors influence DM prevention behavior, such as family history, family support, knowledge, and attitudes. Methods: The independent variables in this study include family history, family support, knowledge, and attitude. This study is an analytic observational study with a cross-sectional approach. The population of this study were people who lived in the Sibela Health Center Working Area and did not suffer from DM. The sample in this study was 167 respondents, with a sampling technique using purposive sampling. The research instrument used a questionnaire with data collection techniques in the form of interviews. Data analysis used logistic regression with a confidence level of 95% and a significance level of ? = 0.05. Results: The results showed that there was a relationship between attitude and DM prevention behavior (p-value = 0.016), and there was no relationship between family history (p-value = 0.719), family support (p-value = 0.131), and knowledge (p-value = 0.815) with DM prevention behavior. Conclusion: Attitude is one of the determinant factors related to DM preventive behavior, it is hoped that the POSBINDU PTM can be implemented more broadly and comprehensively through the program, such as developing a physical agenda, training to improve skills such as meal planning, exercise, and stress management, training cadres on skills, and providing remote health access.
DUKUNGAN SUMBER DAYA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PASHMINA USIA SEKOLAH DASAR OLEH NASYIATUL ‘AISYIYAH KABUPATEN BOYOLALI Werdani, Kusuma Estu
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1739

Abstract

Jumlah remaja yang mengalami kehamilan dini <19 tahun di Kabupaten Boyolali pada tahun 2019 sebesar 295. pada tahun 2020 dari bulan Januari-Agustus mengalami peningkatan sebesar 307. Tingginya masalah kesehatan reproduksi remaja dapat disebabkan antara lain kurangnya informasi tentang KRR. Sehingga Nasyiatul ‘Aisyiyah ortom dari Muhammadiyah berinisiatif membentuk program PASHMINA yang terdapat lima pos layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan layanan konseling kesehatan reproduksi dan layanan konseling psikologi pada program PASHMINA di Nasyiatul ‘Aisyiyah Boyolali. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 4 informan diantaranya ketua PASHMINA Boyolali dan kader PASHMINA cabang Ngemplak serta cabang Sambi. Triangulasi sumber yaitu ketua PASHMINA Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM PASHMINA sudah mencukupi secara jumlah, struktur, dan kompetensi untuk menyelenggarakan program kegiatan. Akan tetapi, terbatasnya pemberian reward bisa saja mempengaruhi motivasi kader dalam melaksanakannya. Sumber dan alokasi dana sudah cukup. Sedangkan kepemilikan sarana prasarana pelru ditingkatkan karena sebagian besar masih meminjam. Sasaran program sudah sesuai dengan tujuan, akan tetapi perlu melakukan perencanaan lebih matang agar dapat menjangkau sasaran di wilayah yang lebih luas. Layanan yang diberikan sudah sesuai dengan pedoman dan tujuan program.
KAJIAN LITERATUR KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL CARE (ANC) Werdani, Kusuma Estu
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2888

Abstract

Kinerja bidan adalah aktivitas seorang   bidan   di   dalam menginplementasikan dengan sebaik- baiknya suatu wewenang, tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan tugas pokok profesi dan terwujudnya tujuan dan sasaran unit organisasi. Tanda kinerja bidan baik adalah tingkat kepuasan dari bidan tinggi dan tidak ada keluhan dari pasien. Kualitas kinerja bidan sendiri tidak lepas dari faktor yang mempengaruhinya. Kajian pustaka ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji artikel yang berkaitan dengan kinerja bidan dalam pelayanan Antenatal Care (ANC). Penelitian dilakukan dengan menggunakan kajian literatur dengan sumber data berupa artikel asli yang dipublikasian di jurnal nasional/internasional melalui basis data elektronik seperti Google scholar dan Garuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor individu yang berhubungan signifikan yaitu kemampuan, pengalaman, dan umur; pada faktor psikologis yang berhubungan signifikan yaitu sikap dan motivasi; pada faktor organisasi yang berhubungan signifikan yaitu kepemimpinan, imbalan, lama kerja, status karyawan,fasilitas dan beban kerja. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi institusi penyedia layanan kesehatan untuk peningkatan kualitas bidan dalam memberikan pelayanan ANC (Antenatal Care)
Relationship Between Health Worker Support and Youth Activity Integrated Youth Service Posts in Purwosari, Surakarta Francysca Tiara Fitra Narantika; Kusuma Estu Werdani
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.21018

Abstract

Adolescent Integrated Service Post is one of the health efforts that play an important role in improving the quality of adolescent health. However, adolescent participation in posyandu activities is often low. The support of health workers is considered an important factor that can influence the level of activeness of adolescents in these activities. This study aims to determine the relationship between health worker support and adolescents' activeness in Youth Posyandu in Purwosari Village, Surakarta. This study used a quantitative research design with a cross-sectional approach. The population of this study were 818 adolescents aged 15-19 years in Purwosari Village, Laweyan District, Surakarta City. The sample of this study was 80 adolescents using snowball sampling technique. Data were collected through questionnaires. Data analysis was performed using the chi-square statistical test to see the relationship between variables. The results showed that there was a significant relationship between health worker support and teenagers' activeness at the Youth Integrated Service Post in Purwosari, Surakarta (p-value=0.023). The highest value was when leaders and health workers visited adolescents, and adolescents, and the lowest value was when leaders and health workers only persuaded adolescents to participate in the programs of the Youth Integrated Service Post. Most adolescents have a regular intention to join the Integrated Youth Service Post programs. Recommendations that researchers can give to health workers are to share good information and invite adolescents to be active in the Integrated Service Post for Adolescents. Keywords : Activeness, Adolescents, Health worker support, Integrated service
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA Wachidah Yuniartika; Nofandrilla, Nieldya; Estu Werdani, Kusuma; Kartinah; Musalamah, Siti; Damayanti, Silvianita; Supristyani , Her; Fariz Farisulhaq, Ahmad; Bharata Ajie, Anjani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kualitas hidup lansia akan dipengaruhi oleh tantangan mereka, dan kualitas hidup adalah ukuran seberapa puas lansia dengan kehidupan sehari-hari mereka. Kegiatan posyandu lansia merupakan salah satu kegiatan sosial yang berlangsung di masyarakat. Posyandu merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh masyarakat dengan bantuan teknis dari ahli kesehatan. Salah satu relawan yang melaksanakan kegiatan posyandu adalah kader kesehatan yang diambil dari masyarakat. Keberadaan kader harus dipertahankan karena mereka berperan penting dalam pelaksanaan program posyandu di lapangan. Kurangnya informasi dan koordinasi yang kurang baik antara kader dan petugas kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan posyandu dapat mengakibatkan rendahnya minat masyarakat untuk datang ke posyandu. Kurangnya pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan keterampilan kader yang memadai juga dapat menyebabkan kurangnya pemahaman tentang tanggung jawab kader. Metode yang dilakukan degan penyebaran kuesioner. Kuesioner yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan kuesioner WHOQOL-Bref yang terdiri dari 26 pertanyaan. Hasil penelitian yang dilakukan dalam bentuk Pre-test menunjukkan skor mayoritas kualitas hidup baik sejumlah 75 % dan terjadi peningkatan skor post test setelah diberikan penyuluhan, pengajian dan pelatihan melalui kader lansia menjadi 92.5 %. Kesimpulan terdapat peningkatan kualitas hidup setelah dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan, pengajian dan pelatihan lansia. Kata Kunci: kader, kulitas hidup lansia, posyandu.
PROGRAM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER AISYIYAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WONOSOBO Indriyani, Yeni; Purnamasari, Salsabila; Werdani, Kusuma Estu; Kusumawati, Maharani Ayu; Fajrin, Rahmawati; Ichsan, Burhannudin; Umaroh, Ayu Khoirotul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29276

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonosobo khususnya di Desa Butuh Lor, yang memiliki prevalensi kasus stunting tinggi sebesar 56,52% pada tahun 2023. Berbagai faktor penyebab, meliputi kondisi ekonomi, pola asuh, asupan gizi, dan sanitasi yang kurang memadai. Upaya pemerintah desa dan kader kesehatan dalam pencegahan stunting masih belum optimal, sehingga diperlukan adanya suatu intervensi program berbasis pelatihan dan pendampingan kader. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas softskill (komunikasi, advokasi, dan edukasi) dan hardskill (pemeriksaan antropometri, pemantauan tumbuh kembang, dan intervensi gizi) dalam pencegahan stunting melalui pelatihan dan pendampingan, sekaligus mendukung perumusan kebijakan berbasis desa untuk pencegahan stunting di Desa Butuh Lor, Wonosobo. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), dan penyusunan policy brief sederhana untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan. Hasil program menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader sebesar 40% dan keterampilan kader sebesar 40% serta menghasilkan rancangan sederhana kebijakan untuk pencegahan stunting. Program ini berkontribusi pada penguatan peran kadder dan komitmen pemerintah desa dalam upaya pencegahan stunting.Abstract: Stunting is a major health problem in Indonesia, including in Wonosobo Regency, especially in Butuh Lor Village, which has a high prevalence of stunting cases of 56.52% in 2023. Various causal factors include economic conditions, parenting patterns, nutritional intake, and inadequate sanitation. The efforts of the village government and health cadres in preventing stunting are still not optimal, so a program intervention based on training and mentoring for cadres is needed. This community service aims to increase the capacity of soft skills (communication, advocacy, and education) and hard skills (anthropometric examinations, growth and development monitoring, and nutritional interventions) in preventing stunting through training and mentoring, while supporting the formulation of village-based policies for preventing stunting in Butuh Lor Village, Wonosobo. The implementation method includes the preparation, implementation, and monitoring and evaluation stages. Activities involve training, Focus Group Discussions (FGDs), and the preparation of simple policy briefs to increase the capacity of health cadres. The results of the program show that the training is effective in increasing cadre knowledge by 40% and cadre skills by 40% and produce a simple policy design for stunting prevention. This program contributes to strengthening the role of cadres and the commitment of village governments in stunting prevention efforts.
PEMBERIAN EDUKASI STUNTING DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN TEPUNG LELE BAGI KADER POSYANDU DI PACITAN, JAWA TIMUR Werdani, Kusuma Estu; Suswardany, Dwi Linna; Mustikaningrum, Fitriana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25791

Abstract

Abstrak: Kader posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Adanya potensi kandungan gizi dalam ikan lele yang kaya protein dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, perlu dikenalkan kepada kader posyandu. Selain itu, edukasi secara rutin dan komprehensif kepada kader posyandu sangat terbatas untuk diselenggarakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang stunting dan pelatihan pembuatan tepung lele bagi kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pacitan. Metode PkM yang digunakan adalah ceramah dengan menggunakan media visual. Peserta kegiatan PkM ini adalah kader posyandu aktif dari tiga desa (Mentoro, Menadi, Purworejo) sebanyak 64 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader posyandu tertarik dengan proses pembuatan dan hasil olahan tepung lele yang dapat dijadikan sebagai variasi makanan tambahan (PMT) bagi balita. Sistem evaluasi menggunakan pre-test dan post-test dengan metode angket. Hasil analisis statistik pengukuran pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi menunjukkan hasil yang signifikan (p-value= <0,0001) dengan peningkatan rerata pengetahuan dari 79,61 menjadi 88,44. Rekomendasi diberikan kepada bidan desa dan puskesmas untuk memberikan edukasi dan pendampingan dalam penanganan stunting, terutama keterampilan dalam pembuatan makanan tambahan (PMT) bagi kelompok berisiko stunting.Abstract: The integrated post-service (called 'posyandu') cadres have a significant role in efforts to prevent stunting. The potential nutritional content of catfish, which is rich in protein and can be processed into various types of food, must be introduced to the posyandu cadres. In addition, routine and comprehensive education for posyandu cadres is minimal. This community service (PkM) activity aims to provide education about stunting and training in making catfish flour for posyandu cadres in the Pacitan Health Center work area. The PkM method used is a lecture using visual media. The activity results showed that posyandu cadres were interested in making and processing catfish flour, which can be used as a variation of additional food (PMT) for toddlers. The statistical analysis results of the measurement of posyandu cadre knowledge before and after being given education showed significant results (p-value = <0.0001) with an increase in average knowledge from 79.61 to 88.44. Recommendations are given to village midwives and health centers to provide education and assistance in handling stunting, especially skills in making additional food (PMT) for groups at risk of stunting.
PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN PMT BAGI KADER POSYANDU DALAM MENDUKUNG PROGRAM STUNTING Werdani, Kusuma Estu; Asyfiradayati, Rezania; Aorta, Dian Tias; Rochan, Tsabitha Al’tsani Miftakhu; Rudisty, Bunga Cintantya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22951

Abstract

Abstrak: Pemberian makanan tambahan (PMT) dalam kegiatan posyandu merupakan upaya yang harus dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi balita. Akan tetapi, kader posyandu menghadapi tantangan karena keterbatasan dana yang disediakan oleh pemerintah untuk pembuatan PMT tersebut. Kader posyandu harus mengatasi masalah tersebut agar tetap bisa memberikan PMT dengan kualitas gizi yang optimal dengan melakukan iuran mandiri. Padahal, sebagian besar kader posyandu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah pendampingan kader posyandu untuk mengembangkan usaha pembuatan PMT posyandu melalui kegiatan penyuluhan, pemberian modal usaha, dan pendampingan pengembangan usaha. Tahapan kegiatan yang dilakukan antara lain penyiapan media kesehatan, penyuluhan kesehatan, pembentukan struktur pengurus usaha PMT, pembuatan PMT, dan evaluasi perkembangan usaha PMT. Sasaran kegiatan adalah seluruh kader posyandu Desa Mentoro, Pacitan, sebanyak delapan orang dari 25 orang yang diundang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang PMT bermanfaat untuk peningkatan pemahaman kader kesehatan tentang pembuatan PMT berbahan dasar lokal yang padat gizi. Evaluasi pengembangan usaha pembuatan PMT menunjukkan adanya hasil yang signifikan ditunjukkan dengan adanya peningkatan sebesar 11,44% selama empat bulan dari modal awal yang diberikan. Kualitas PMT lebih terjamin karena pembelian bahan makanan dan pengolahannya dilakukan secara mandiri dengan pemantauan yang baik. Rekomendasi untuk pengelolaan dana usaha dalam jangka panjang perlu untuk ditingkatkan perencanaannya agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.Abstract: Providing additional food (PMT) in integrated service post (namely "posyandu") activities is an effort that must be made to support the nutritional needs of toddlers. However, posyandu cadres need more funds from the government to create the PMT. Posyandu cadres must overcome this problem so that they can continue to provide PMT with optimal nutritional quality by making independent contributions. In fact, most of the posyandu cadres work as housewives. The aim of community service activities (PkM) is to assist posyandu cadres in developing the business of making PMT posyandu through counseling activities, providing business capital, and business development assistance. The stages of activities carried out include preparing health media, health education, establishing a PMT business management structure, creating a PMT, and evaluating the development of the PMT business. The target of the activity was all posyandu cadres in Mentoro Village, Pacitan, eight of the 25 people invited. The results of the activity show that education about PMT is helpful in increasing health cadres' understanding of making PMT from local, nutrient-dense ingredients. Evaluation of the development of the PMT manufacturing business showed significant results, demonstrated by an increase of 11.44% over four months from the initial capital provided. The quality of PMT is more guaranteed because the purchasing of food ingredients and their processing are carried out independently with good monitoring. Recommendations for long-term management of business funds need to be improved in order to provide sustainable benefits.
PELATIHAN PEMANFAATAN FIGMA SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF DALAM MENDUKUNG PROSES ORIENTASI MAHASISWA PRAKTIK KLINIS DI RUMAH SAKIT X Fitriya, Tyra; Werdani, Kusuma Estu; Astuti, Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36532

Abstract

Abstrak: Rumah sakit menjadi elemen penting dalam sistem pendidikan mahasiswa untuk dapat mengaplikasikan teori ke dalam praktik, peluang untuk mendapatkan ilmu yang nyata dan memperluas harapan karier di masa depan. Agar praktik klinis berjalan optimal, mahasiswa perlu dibekali orientasi lingkungan kerja rumah sakit. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ialah untuk membangun sebuah media pada kegiatan orientasi dengan memanfaatkan Figma untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi mahasiswa praktik klinis di Rumah Sakit X. Tahap kegiatan ini antara lain menyiapkan materi dan membuat kerangka konsep, menyusun serta pemilihan warna materi, proses input materi, penggunaan prototype, uji coba dan evaluasi. Rumah Sakit X yang berperan sebagai mitra utama dalam keberlangsungan kegiatan PKM ini dan mahasiswa praktik klinis sebagai peserta yang menerima materi orientasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa penggunaan media Figma dinilai lebih praktis inovatif dan menarik. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak terkait, Figma dianggap layak untuk digunakan sebagai media baru dalam kegiatan orientasi mahasiswa praktik klinis di Rumah Sakit X dengan persentase mencapai 90%. Namun, diketahui bahwa materi yang tersedia belum sepenuhnya lengkap karena terdapat pembaruan isi materi dari materi yang ada sebelumnya. Selain itu untuk visual materi dinilai kurang eye catching, maka perlu dilakukan beberapa penyesuaian agar terlihat atraktif dan menarik.Abstract: Hospitals are an important element in the student education system to be able to apply theory into practice, opportunities to gain real knowledge directly and expand future career expectations. In order for the continuity of clinical practice to run smoothly and in accordance with the goals, students need to be given orientation to the hospital work environment. The purpose of the Community Service (PKM) activity is to build a media for orientation activities by utilizing Figma to increase the effectiveness and efficiency of clinical practice students at hospital X. This stage of activities includes preparing materials and creating a conceptual framework, compiling and selecting material colors, material input process, use of prototypes, trials and evaluations. Hospital X, which acts as the main partner in the continuity of this PKM activity, and clinical practice students as participants who receive orientation materials. The results of the activity show that the use of Figma media is considered more practical, innovative, and interesting. Based on the results of interviews with related parties, Figma is considered suitable for use as a new medium in the orientation activities of clinical practice students at Hospital X with a percentage reaching 90%. However, it is known that the available material is not completely complete because there is an update of the content of the material from the previous material. In addition, the visual material is considered less eye-catching, so it is necessary to make some adjustments to make it look attractive and attractive.
EDUKASI MENTAL HEALTH AND WELL-BEING KEPADA MAHASISWA INDONESIA DI THAILAND Werdani, Kusuma Estu; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara; Indriyani, Yeni; Sunarti, Erna; Prastyo, Eko
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28067

Abstract

Abstrak: Untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik serta meningkatkan status ekonomi dan sosial, banyak mahasiswa Indonesia memilih untuk melanjutkan studi di luar negeri. Selain mendapatkan suasana belajar yang baru di negara lain, tinggal di negara asing dengan budaya yang berbeda dapat menimbulkan ketidakseimbangan pada kesehatan mental mahasiswa karena diwaktu yang bersamaan harus beradaptasi terhadap bahasa baru, budaya baru, dan lingkungan baru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa internasional terhadap hal-hal yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan bagaimana mengatasi berbagai sumber stress yang dialami selama menjadi menempuh studi di luar negeri. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah 20 mahasiswa internasional yang sedang menempuh Pendidikan di Khon Kaen Unviersity. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan metode brainstorming yang telah dilakukan bersama seluruh peserta dan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah menyadari tingginya tekanan akademik yang dihadapi. Sesi brainstorming juga menunjukkan bahwa melalui penyuluhan yang diberikan oleh tim pengabdian, peserta mengetahui lebih jauh terkait berbagai metode coping mechanism.Abstract: To pursue better education and improve their economic and social status, many Indonesian students choose to continue their studies abroad. In addition to experiencing a new learning environment in a foreign country, living in a different country with a distinct culture can disrupt students' mental health due to the need to simultaneously adapt to a new language, culture, and environment. This community service activity aims to enhance international students' knowledge of factors affecting mental health and how to address various sources of stress experienced during their studies abroad. The target audience for this activity consists of 20 international students currently studying at Khon Kaen University. The evaluation activities were conducted using a brainstorming method with all participants, revealing that most of them recognized the high academic pressure they face. The brainstorming session also indicated that, through the counseling provided by the service team, participants gained a deeper understanding of various coping mechanisms.
Co-Authors 'Aisyah, Madina Siti Nur Adinda Dwi Septyasari Pratama Aditya Risky Dwinanda Ajeng Nugrahenny Alfi Salatina Aliah Dwi Kurnia Haji Abu Almayda, Mutiara Bahi Anggarwati, Santi Kresni Anggi Putri Aria Gita Anggi Putri Aria Gita Anisa Catur Wijayanti Anitasari Indah K, Tanjung Anjani, Dinny Putri Anwikazahra Rifada Anya Cahya Melati Aorta, Dian Tias Ardhu Rizkiawan Arif Pristianto Arifa, Nida Dwi Arya Brain Agustian Astuti, Lia Kusuma Budhy Auladi, Muhammad Naufal Mizan Aulia, Afifah Zakiyatul Ayu Khoirotul Umaroh Az Zahra, Qoonitah Az-Zahra, Nafis Fatikhah Azizah , Jihan Nur Azizah, Savira Nur Azka Hayyina Nur Faizah Basyasyah, Fairuz Salsabila Beti Kristinawati Bharata Ajie, Anjani Bilqis Rahma Yantika Burhannudin Ichsan Casimira, Athania Diva Choirunnisa, Fadillah Zuhroh Damayanti, Silvianita Desy Ratna Endriyeni Devyca Dwi Nanda Sari Dewi, Sylfi Carmelia Dia Amana Saputri Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Linna Suswardany Ekan Faozi Eko Prastyo Fadillah Zuhroh Choirunnisa Fadillah, Abdur Rasyid Fahrun Nur Rosyid Faizah, Azka Hayyina Nur Fajrin, Rahmawati Fariz Farisulhaq, Ahmad Fauzi Abdi Prakosa Fibrina Manda Ningtyas Rachmawati Firnadia Septika Rahajeng Fitria Rizky Putri Fitriana Mustikaningrum Fitriya, Tyra Francysca Tiara Fitra Narantika Gita, Anggi Putri Aria Had, Fairus El Haq, Marsa Arinal Hasna Salsabila Najiyah Hatmanti, Wirya Hidayah, Avifah Ainun Ima Aryani Izzatul Arifah Judi Judi Kartinah Khasanah, Khotim Nur Khoirunnisa, Zahra Khoyriani, Nadila Anti Nur Kusumawati, Maharani Ayu Latifa, Aliya Rahma Lefia, Rafika Hasmi Maheswari, Gayatri Marfansyah, Rifairrohman Martino, Tahta Mesya Ade Karuniawati Mochammad Imron Awalludin Muhammad Zamzami Mukti Kusumaningtyas, Bethari Musalamah, Siti Musharrafah, Musharrafah Muslim, Widya Kusuma Nabilla Hasna Roichatul Ulayya Nadila Anti Nur Khoiriyah Najiyah, Hasna Salsabila Nazella Indira Rahmawati Nieldya Nofandrilla Nindyasari, Jenita Berlian Nisa, Ninda Khairul Nisa, Rahma Dian Noor Alis Setiyadi Novyanti Setiyo Rini Nugroho, Purwo Setiyo Nuraisyah, Shinta Ramadhania Oktaviana, Vindiani Olga, Chintya Putri Dunami Pramudya, Muhammad Pratama, Adinda Dwi Septyasarie Prihatini, Mulatsih Purwanti . PURWANTI PURWANTI Puspita, Widya Galih Putri Zahira, Aura Putri, Anggiana Mawadda Putri, Sylvia Anggraini Widodo Putri, Vella Arneta Rachma Agustin, Fanni Rachmawati, Fibrina Manda Ningtyas Rahma, Mislaillatul Khollifah Rezania Asyfiradayati Rifairrohman Marfansyah Rochan, Tsabitha Al’tsani Miftakhu Rudisty, Bunga Cintantya Rukmana, Livya Apriani Sakinah Rahmania Salma Binti Purwaningsih Salsabila Purnamasari Santi Kresni Anggarwati Santoso , Khalisha Ramdhani Saputri, Inez Ramadhana Sardi, RA Annisa Allifian Tiara Sari, Devyca Dwi Nanda Shafira Sukma Anggreani Sheena Ramadhia Asmara Dhani Shofia Andriyani Sholikha, Nur Silfi Ria Affriyani Siti Masitoh Siti Masitoh Siti Nurokhmah Siti Nurokhmah, Siti Snow, Rachel C. Sri Darnoto Sri Rahayu Sudrajah Warajati Kisnawaty Sunarti, Erna Supristyani , Her Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tiyas Mariza Khoirunnisa Ulfia Fitriyani Wachidah Yuniartika Wahyuni Wahyuni Widyani, Zahrina Wijaya, Chayanita Sekar Windi Wulandari Yeni Indriyani Yolanda, Ade Yuli Kusumawati Yustisia Imaninditya Puteri Widarini Zahra, Fatia Hilmi