p-Index From 2021 - 2026
7.397
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal SOLMA JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Kesehatan Prima Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Amerta Nutrition Manuju : Malahayati Nursing Journal PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Berita Kedokteran Masyarakat Prosiding University Research Colloquium Journal of Public Health and Pharmacy SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Jurnal Kesehatan Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Berkawan Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN CEGAH HIPERTENSI PADA IBU-IBU PENGAJIAN “GRIYA QURAN KITA” DI DESA WARU 1 Sakinah Rahmania; Firnadia Septika Rahajeng; Fitria Rizky Putri; Silfi Ria Affriyani; Nazella Indira Rahmawati; Nabilla Hasna Roichatul Ulayya; Anwikazahra Rifada; Ulfia Fitriyani; Alfi Salatina; Arya Brain Agustian; Kusuma Estu Werdani; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.2646

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah dalam pembuluh darah manusia yang terjadi pada saat darah dipompa dari jantung menuju seluruh jaringan dan organ. Menurut Kementrian Kesehatan RI, hipertensi saat ini memiliki prevalensi dan insiden peningkatan penyakit terutama pada kelompok lanjut usia serta dikenal dengan penyakit silent killer. Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2021, hipertensi menyerang 22% penduduk dunia yang diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi dan di Indonesia prevalensi permasalahan hipertensi di Indonesia yaitu sebesar 34,1%. Prevalensi kejadian hipertensi pada lansia di Desa Waru yaitu 33,7%. Berdasarkan informasi yang diperoleh terkait permasalahan masyarakat terkait hipertensi maka perlu diberikan suatu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah berupa penyuluhan tentang upaya pencegahan penyakit hipertensi guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan dapat meningkatkan derajat kesehatan serta dapat mencegah timbulnya masalah penyakit hipertensi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa penyuluhan, yang dilanjutkan pre-test dan post-test lalu membandingkan hasil diantara keduanya. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan penyuluhan kesehatan berjalan dengan baik dan lancar, serta terdapat peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil post-test setelah penyuluhan.
Hubungan Karakteristik dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Calon Pengantin di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Bilqis Rahma Yantika; Kusuma Estu Werdani
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i1.7027

Abstract

Adequate reproductive health knowledge among prospective brides serves as a crucial foundation in preventing various maternal and neonatal health problems, such as anemia, stunting, and pregnancy complications. This study aims to examine the relationship between sociodemographic characteristics (education, age, occupation) and the level of reproductive health knowledge among prospective brides. The research method a cross-sectional design with a sample of 102 registered prospective brides at the Banjarsari Religious Affairs Office (KUA) in Surakarta during the April-May 2025 period. Data collection utilized a questionnaire that had been tested for validity and reliabilty, at the data were statistically analyzed using the chi-square test. The results indicate that the majority of respondents had reproductive health knowledge in the high category (62%). However, bivariate analysis revealed no statistically significant relationship between reproductive health knowledge and the variables of education (p-value=0,935), age (p-value=0,447), or occupational (p-value=0,507). These findings suggest that sociodemographic factors are not the primary determinants of reproductive knowledge among prospective brides. Further research is recommended to explore other potential factors influencing reproductive health knowledge levels, such as exposure to media information, the quality of premarital counseling implementation, family support, and individual motivation in preparing for marriage.  
Diabetes Mellitus Preventive Behaviour in The Sibela Community Health Center; Determinant Factor Anisa Catur Wijayanti; Kusuma Estu Werdani; Nida Dwi Arifa; Avifah Ainun Hidayah; Widya Galih Puspita
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v6i1.6313

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a severe problem in the world and Indonesia. The prevalence of DM at Sibela Community Health Center in Surakarta City in 2021 was 3.37%, the highest in Surakarta City. Efforts are needed to prevent DM through behavioral interventions. Several factors influence DM prevention behavior, such as family history, family support, knowledge, and attitudes. Methods: The independent variables in this study include family history, family support, knowledge, and attitude. This study is an analytic observational study with a cross-sectional approach. The population of this study were people who lived in the Sibela Health Center Working Area and did not suffer from DM. The sample in this study was 167 respondents, with a sampling technique using purposive sampling. The research instrument used a questionnaire with data collection techniques in the form of interviews. Data analysis used logistic regression with a confidence level of 95% and a significance level of ? = 0.05. Results: The results showed that there was a relationship between attitude and DM prevention behavior (p-value = 0.016), and there was no relationship between family history (p-value = 0.719), family support (p-value = 0.131), and knowledge (p-value = 0.815) with DM prevention behavior. Conclusion: Attitude is one of the determinant factors related to DM preventive behavior, it is hoped that the POSBINDU PTM can be implemented more broadly and comprehensively through the program, such as developing a physical agenda, training to improve skills such as meal planning, exercise, and stress management, training cadres on skills, and providing remote health access.
PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS PADA USIA PRODUKTIF: SCREENING AWAL DAN PENYULUHAN DI DESA SRATEN KECAMATAN GATAK Muhammad Naufal Mizan Auladi; Anggiana Mawadda Putri; Khalisha Ramdhani Santoso; Jihan Nur Azizah; Rafika Hasmi Lefia; Fairuz Salsabila Basyasyah; Fatia Hilmi Zahra; Sylfi Carmelia Dewi; Nafis Fatikhah Az-Zahra; Zahra Khoirunnisa; Ninda Khairul Nisa; Livya Apriani Rukmana; Musharrafah Musharrafah; Arif Pristianto; Kusuma Estu Werdani
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3, No.1, Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is one of the chronic metabolic diseases whose incidence continues to increase, especially in productive age. This screening and counseling activity aims to detect diabetes mellitus early and provide counseling related to the prevention and management of diabetes mellitus in productive age communities in Sraten Village, Gatak District, Sukoharjo Regency. The method used includes initial screening of diabetes mellitus using blood sugar checks, blood pressure checks, and body mass index measurements. Then, participants filled out a pre-test of knowledge about diabetes mellitus, followed by counseling on diabetes mellitus, risk factors, signs and symptoms, as well as efforts to prevent and manage diabetes mellitus, and ended with filling out a post-test. A total of 50 residents of Sraten Village who are of productive age participated in this activity. The results of this activity obtained an increase in community understanding of the risk factors and symptoms of diabetes mellitus. Evaluation of this activity showed a good understanding of diabetes mellitus and enthusiasm and active participation from the community to make efforts to prevent and manage diabetes mellitus. The conclusion of this activity is the need for e arly detection and counseling related to diabetes mellitus on a regular basis to increase public awareness, especially at productive age, in efforts to prevent and manage diabetes mellitus. Suggestions that can be given are that similar activities can be carried out routinely for f ollow-up in the form of periodic monitoring and involve more participants from various age groups.
Membangun Generasi Peduli Lingkungan: Penyuluhan Sampah Berbasis Vidio Animasi Pada Anak TPA At- Taqwa Bulakan Rifairrohman Marfansyah; Kusuma Estu Werdani
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Number 1 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v6i1.313

Abstract

Background: Efforts to protect the surrounding environment must start by oneself by doing small things. Education to students regarding environmental problems caused by landfills is needed to raise students' awareness so that they care more about the surrounding environment. Active participation of students can be carried out in the culture of disposing of waste in the appropriate place and according to the type of waste. This activity aims to increase environmental knowledge and awareness among children through video animation-based waste management education at the At-Taqwa Bulakan landfill. Methods: This community service activity utilised a pre-post test design to evaluate knowledge improvement. The target participants were students in grades 3–6 of elementary schools. Participants were selected using saturated sampling based on inclusion criteria, resulting in 18 children participating in the activity. Results: The results showed that there was an increase in participants' knowledge before being given the counseling with a p value of 0.032. The mean pre-test score of participants was 66.11 (SD 4.26) and the mean post-test score was 74.44 (SD 4.99). Conclusion: Counseling using animated video-based learning methods can be considered successful in increasing understanding and skills about the importance of maintaining the surrounding environment free from rubbish for children. Animated videos are recommended as an effective environmental education medium and should be integrated into children's education programmes to shape waste-conscious behaviour.
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA Wachidah Yuniartika; Nieldya Nofandrilla; Kusuma Estu Werdani; Kartinah; Siti Musalamah; Silvianita Damayanti; Her Supristyani; Ahmad Fariz Farisulhaq; Anjani Bharata Ajie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kualitas hidup lansia akan dipengaruhi oleh tantangan mereka, dan kualitas hidup adalah ukuran seberapa puas lansia dengan kehidupan sehari-hari mereka. Kegiatan posyandu lansia merupakan salah satu kegiatan sosial yang berlangsung di masyarakat. Posyandu merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh masyarakat dengan bantuan teknis dari ahli kesehatan. Salah satu relawan yang melaksanakan kegiatan posyandu adalah kader kesehatan yang diambil dari masyarakat. Keberadaan kader harus dipertahankan karena mereka berperan penting dalam pelaksanaan program posyandu di lapangan. Kurangnya informasi dan koordinasi yang kurang baik antara kader dan petugas kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan posyandu dapat mengakibatkan rendahnya minat masyarakat untuk datang ke posyandu. Kurangnya pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan keterampilan kader yang memadai juga dapat menyebabkan kurangnya pemahaman tentang tanggung jawab kader. Metode yang dilakukan degan penyebaran kuesioner. Kuesioner yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan kuesioner WHOQOL-Bref yang terdiri dari 26 pertanyaan. Hasil penelitian yang dilakukan dalam bentuk Pre-test menunjukkan skor mayoritas kualitas hidup baik sejumlah 75 % dan terjadi peningkatan skor post test setelah diberikan penyuluhan, pengajian dan pelatihan melalui kader lansia menjadi 92.5 %. Kesimpulan terdapat peningkatan kualitas hidup setelah dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan, pengajian dan pelatihan lansia. Kata Kunci: kader, kulitas hidup lansia, posyandu.
Gender-Based Disparities in Adolescent Overweight: Findings from the Thailand Global School-Based Student Health Survey (GSHS) Purwo Setiyo Nugroho; Kusuma Estu Werdani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2026.17.2.161-179

Abstract

Adolescent overweight is an increasing public health concern in Thailand, driven by rapid lifestyle changes and urbanization. However, gender differences in factors associated with overweight remain insufficiently understood. This study conducted a secondary analysis of data from the 2021 Global School-Based Student Health Survey (GSHS), a nationally representative survey using a stratified two-stage cluster sampling design. A total of 4,510 adolescents aged 13–17 years were included. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate logistic regression, and sex stratified analyses were performed to identify factors associated with overweight. Overweight prevalence was highest among boys aged 13 years and girls aged 15–16 years. Among boys, overweight was significantly associated with younger age, food insecurity, and psychosocial distress. Among girls, dietary behaviors, sedentary lifestyle, and parental support showed stronger associations. Insufficient parental monitoring increased the likelihood of overweight in both sexes. Smoking was inversely associated with overweight among boys (OR=0.697, 95% CI: 0.691–0.704) but positively associated among girls (OR=1.236, 95% CI: 1.225–1.247). Overweight girls also reported higher levels of psychosocial problems, including bullying, loneliness, suicidal ideation, and sleep disturbances. Adolescent overweight in Thailand is influenced by multiple determinants that differ by gender. Gender sensitive interventions are needed, focusing on psychosocial well being and food security for boys, and healthy eating, parental involvement, and reduced sedentary behavior for girls to address the growing burden of adolescent overweight.
PROGRAM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER AISYIYAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WONOSOBO Yeni Indriyani; Salsabila Purnamasari; Kusuma Estu Werdani; Maharani Ayu Kusumawati; Rahmawati Fajrin; Burhannudin Ichsan; Ayu Khoirotul Umaroh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29276

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonosobo khususnya di Desa Butuh Lor, yang memiliki prevalensi kasus stunting tinggi sebesar 56,52% pada tahun 2023. Berbagai faktor penyebab, meliputi kondisi ekonomi, pola asuh, asupan gizi, dan sanitasi yang kurang memadai. Upaya pemerintah desa dan kader kesehatan dalam pencegahan stunting masih belum optimal, sehingga diperlukan adanya suatu intervensi program berbasis pelatihan dan pendampingan kader. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas softskill (komunikasi, advokasi, dan edukasi) dan hardskill (pemeriksaan antropometri, pemantauan tumbuh kembang, dan intervensi gizi) dalam pencegahan stunting melalui pelatihan dan pendampingan, sekaligus mendukung perumusan kebijakan berbasis desa untuk pencegahan stunting di Desa Butuh Lor, Wonosobo. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), dan penyusunan policy brief sederhana untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan. Hasil program menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader sebesar 40% dan keterampilan kader sebesar 40% serta menghasilkan rancangan sederhana kebijakan untuk pencegahan stunting. Program ini berkontribusi pada penguatan peran kadder dan komitmen pemerintah desa dalam upaya pencegahan stunting.Abstract: Stunting is a major health problem in Indonesia, including in Wonosobo Regency, especially in Butuh Lor Village, which has a high prevalence of stunting cases of 56.52% in 2023. Various causal factors include economic conditions, parenting patterns, nutritional intake, and inadequate sanitation. The efforts of the village government and health cadres in preventing stunting are still not optimal, so a program intervention based on training and mentoring for cadres is needed. This community service aims to increase the capacity of soft skills (communication, advocacy, and education) and hard skills (anthropometric examinations, growth and development monitoring, and nutritional interventions) in preventing stunting through training and mentoring, while supporting the formulation of village-based policies for preventing stunting in Butuh Lor Village, Wonosobo. The implementation method includes the preparation, implementation, and monitoring and evaluation stages. Activities involve training, Focus Group Discussions (FGDs), and the preparation of simple policy briefs to increase the capacity of health cadres. The results of the program show that the training is effective in increasing cadre knowledge by 40% and cadre skills by 40% and produce a simple policy design for stunting prevention. This program contributes to strengthening the role of cadres and the commitment of village governments in stunting prevention efforts.
PEMBERIAN EDUKASI STUNTING DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN TEPUNG LELE BAGI KADER POSYANDU DI PACITAN, JAWA TIMUR Kusuma Estu Werdani; Dwi Linna Suswardany; Fitriana Mustikaningrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25791

Abstract

Abstrak: Kader posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Adanya potensi kandungan gizi dalam ikan lele yang kaya protein dan dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, perlu dikenalkan kepada kader posyandu. Selain itu, edukasi secara rutin dan komprehensif kepada kader posyandu sangat terbatas untuk diselenggarakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang stunting dan pelatihan pembuatan tepung lele bagi kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pacitan. Metode PkM yang digunakan adalah ceramah dengan menggunakan media visual. Peserta kegiatan PkM ini adalah kader posyandu aktif dari tiga desa (Mentoro, Menadi, Purworejo) sebanyak 64 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader posyandu tertarik dengan proses pembuatan dan hasil olahan tepung lele yang dapat dijadikan sebagai variasi makanan tambahan (PMT) bagi balita. Sistem evaluasi menggunakan pre-test dan post-test dengan metode angket. Hasil analisis statistik pengukuran pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi menunjukkan hasil yang signifikan (p-value= <0,0001) dengan peningkatan rerata pengetahuan dari 79,61 menjadi 88,44. Rekomendasi diberikan kepada bidan desa dan puskesmas untuk memberikan edukasi dan pendampingan dalam penanganan stunting, terutama keterampilan dalam pembuatan makanan tambahan (PMT) bagi kelompok berisiko stunting.Abstract: The integrated post-service (called 'posyandu') cadres have a significant role in efforts to prevent stunting. The potential nutritional content of catfish, which is rich in protein and can be processed into various types of food, must be introduced to the posyandu cadres. In addition, routine and comprehensive education for posyandu cadres is minimal. This community service (PkM) activity aims to provide education about stunting and training in making catfish flour for posyandu cadres in the Pacitan Health Center work area. The PkM method used is a lecture using visual media. The activity results showed that posyandu cadres were interested in making and processing catfish flour, which can be used as a variation of additional food (PMT) for toddlers. The statistical analysis results of the measurement of posyandu cadre knowledge before and after being given education showed significant results (p-value = <0.0001) with an increase in average knowledge from 79.61 to 88.44. Recommendations are given to village midwives and health centers to provide education and assistance in handling stunting, especially skills in making additional food (PMT) for groups at risk of stunting.
PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN PMT BAGI KADER POSYANDU DALAM MENDUKUNG PROGRAM STUNTING Kusuma Estu Werdani; Rezania Asyfiradayati; Dian Tias Aorta; Tsabitha Al’tsani Miftakhu Rochan; Bunga Cintantya Rudisty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22951

Abstract

Abstrak: Pemberian makanan tambahan (PMT) dalam kegiatan posyandu merupakan upaya yang harus dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi balita. Akan tetapi, kader posyandu menghadapi tantangan karena keterbatasan dana yang disediakan oleh pemerintah untuk pembuatan PMT tersebut. Kader posyandu harus mengatasi masalah tersebut agar tetap bisa memberikan PMT dengan kualitas gizi yang optimal dengan melakukan iuran mandiri. Padahal, sebagian besar kader posyandu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah pendampingan kader posyandu untuk mengembangkan usaha pembuatan PMT posyandu melalui kegiatan penyuluhan, pemberian modal usaha, dan pendampingan pengembangan usaha. Tahapan kegiatan yang dilakukan antara lain penyiapan media kesehatan, penyuluhan kesehatan, pembentukan struktur pengurus usaha PMT, pembuatan PMT, dan evaluasi perkembangan usaha PMT. Sasaran kegiatan adalah seluruh kader posyandu Desa Mentoro, Pacitan, sebanyak delapan orang dari 25 orang yang diundang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang PMT bermanfaat untuk peningkatan pemahaman kader kesehatan tentang pembuatan PMT berbahan dasar lokal yang padat gizi. Evaluasi pengembangan usaha pembuatan PMT menunjukkan adanya hasil yang signifikan ditunjukkan dengan adanya peningkatan sebesar 11,44% selama empat bulan dari modal awal yang diberikan. Kualitas PMT lebih terjamin karena pembelian bahan makanan dan pengolahannya dilakukan secara mandiri dengan pemantauan yang baik. Rekomendasi untuk pengelolaan dana usaha dalam jangka panjang perlu untuk ditingkatkan perencanaannya agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.Abstract: Providing additional food (PMT) in integrated service post (namely "posyandu") activities is an effort that must be made to support the nutritional needs of toddlers. However, posyandu cadres need more funds from the government to create the PMT. Posyandu cadres must overcome this problem so that they can continue to provide PMT with optimal nutritional quality by making independent contributions. In fact, most of the posyandu cadres work as housewives. The aim of community service activities (PkM) is to assist posyandu cadres in developing the business of making PMT posyandu through counseling activities, providing business capital, and business development assistance. The stages of activities carried out include preparing health media, health education, establishing a PMT business management structure, creating a PMT, and evaluating the development of the PMT business. The target of the activity was all posyandu cadres in Mentoro Village, Pacitan, eight of the 25 people invited. The results of the activity show that education about PMT is helpful in increasing health cadres' understanding of making PMT from local, nutrient-dense ingredients. Evaluation of the development of the PMT manufacturing business showed significant results, demonstrated by an increase of 11.44% over four months from the initial capital provided. The quality of PMT is more guaranteed because the purchasing of food ingredients and their processing are carried out independently with good monitoring. Recommendations for long-term management of business funds need to be improved in order to provide sustainable benefits.
Co-Authors Adinda Dwi Septyasari Pratama Aditya Risky Dwinanda Ahmad Fariz Farisulhaq Ajeng Nugrahenny Aji Suryadewa Alfi Salatina Aliah Dwi Kurnia Haji Abu Anggarwati, Santi Kresni Anggi Putri Aria Gita Anggi Putri Aria Gita Anggi Putri Aria Gita Anggiana Mawadda Putri Anggun Febriana Puspitasari Anis Sonia Probowati Anisa Catur Wijayanti Anisa Catur Wijayanti Anisa Catur Wijayanti Anitasari Indah K, Tanjung Anjani Bharata Ajie Anjani, Dinny Putri Anwikazahra Rifada Anya Cahya Melati Ardhu Rizkiawan Arif Pristianto Arya Brain Agustian Astuti, Lia Kusuma Budhy Athania Diva Casimira Audrizah Yunasita Aulia, Afifah Zakiyatul Aura Assyifaul Marifah Avifah Ainun Hidayah Ayu Khoirotul Umaroh Azizah, Savira Nur Azka Hayyina Nur Faizah Azka Hayyina Nur Faizah Beti Kristinawati Betty Intan Pratiwi Betty Intan Pratiwi Bilqis Rahma Yantika Bunga Cintantya Rudisty Burhannudin Ichsan Chayanita Sekar Wijaya Choirunnisa, Fadillah Zuhroh Choloborn Teesak Clarisa Widananda Desy Ratna Endriyeni Devyca Dwi Nanda Sari Dewi Kurniawati Dia Amana Saputri Dian Tias Aorta Diva Adsta Aulia Diyan Nurul Afifah Dwi Astuti Dwi Astuti Dwi Linna Suswardany Ekan Faozi Eko Prastyo Eni Fauziana Eny Fauziana Eny Fauziyana Erlien Aunina Linggar Aji Erna Sunarti Fadillah Zuhroh Choirunnisa Fadillah, Abdur Rasyid Fahrun Nur Rosyid Fairus El Had Fairuz Salsabila Basyasyah Fatia Hilmi Zahra Fauzi Abdi Prakosa Fibrina Manda Ningtyas Rachmawati Firnadia Septika Rahajeng Fitria Rizky Putri Fitriana Mustikaningrum Francysca Tiara Fitra Narantika Gita, Anggi Putri Aria Hany Pratiwi Haq, Marsa Arinal Hasna Salsabila Najiyah Hasna Salsabila Najiyah Hatmanti, Wirya Her Supristyani Ima Aryani Indar Hidayat Indra Maulana Ade Pratama Inez Ramadhana Saputri Inna Rachmawati Izzatul Arifah Jenita Berlian Nindyasari Jihan Nur Azizah Judi Judi Kartika Candra Kirana Kartinah Khalisha Ramdhani Santoso Khasanah, Khotim Nur Khoyriani, Nadila Anti Nur Latifa Putri Cindana Latifa, Aliya Rahma Livya Apriani Rukmana Madina Siti Nur &#039;Aisyah Maharani Ayu Kusumawati Maheswari, Gayatri Maria Alna Priska Martino, Tahta Mesya Ade Karuniawati Mislaillatul Khollifah Rahma Mitha Husadhah Putri Mochammad Imron Awalludin Muhammad Naufal Mizan Auladi Muhammad Zamzami Mukti Kusumaningtyas, Bethari Musharrafah Musharrafah Mutiara Bahi Almayda Nabilla Hasna Roichatul Ulayya Nadila Anti Nur Khoiriyah Nafis Fatikhah Az-Zahra Nazella Indira Rahmawati Nida Dwi Arifa Nieldya Nofandrilla Ninda Khairul Nisa Nisa, Rahma Dian Noor Alis Setiyadi Novyanti Setiyo Rini Nugroho, Purwo Setiyo Nurul Yulia Rasyid Oktafia Diyah Anggraini Oktavian Reno Saputra Oktaviana, Vindiani Olga, Chintya Putri Dunami Pramudya, Muhammad Pratama, Adinda Dwi Septyasarie Prihatini, Mulatsih Purwanti . PURWANTI PURWANTI Purwo Setiyo Nugroho Purwo Setyo Nugroho Putri Zahira, Aura Putri, Sylvia Anggraini Widodo Putri, Vella Arneta Qoonitah Az Zahra Rachma Agustin, Fanni Rachmawati, Fibrina Manda Ningtyas Raditya Navista Kumara Rafika Hasmi Lefia Rahma, Mislaillatul Khollifah Rahmawati Fajrin Ramadan Katon Bagaskoro Rezania Asyfiradayati Rifairrohman Marfansyah Rifairrohman Marfansyah Rifairrohman Marfansyah Rika Putri Kinasih Ronatasya Nabillah Sakinah Rahmania Salma Binti Purwaningsih Salsabila Husniah Fadia Salsabila Purnamasari Santi Kresni Anggarwati Sardi, RA Annisa Allifian Tiara Sari, Devyca Dwi Nanda Sarsa Shahila Dwinanda Shafira Sukma Anggreani Sheena Ramadhia Asmara Dhani Shinta Ramadhania Nuraisyah Shofia Andriyani Sholikha, Nur Silfi Ria Affriyani Silvianita Damayanti Siti Masitoh Siti Masitoh Siti Musalamah Siti Nurokhmah Snow, Rachel C. Sonia Pebrianti Sri Darnoto Sri Hartati Sri Rahayu Sudrajah Warajati Kisnawaty Sumanti Wijayanti Sylfi Carmelia Dewi Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Titis Lulut Pujiati Tiyas Mariza Khoirunnisa Tsabitha Al’tsani Miftakhu Rochan Tyra Fitriya Ulfia Fitriyani Vansya Ashifa Karyadi Wachidah Yuniartika Wahyu Candra Fitrianto Wahyuni Wahyuni Wanda Averillia Wasyara Archeriela Christy Widya Galih Puspita Widya Galih Puspita Widya Galih Puspita Widya Kusuma Muslim Windi Wulandari Yasinta Teza Shifanidha Yeni Indriyani Yeni Indriyani Yolanda, Ade Yuli Kusumawati Yunita Dwi Herlistiana Yustika Ain Nurahmad Yustisia Imaninditya Puteri Widarini Zahra Khoirunnisa Zahrina Widyani