Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI ELEKTROLIT TERHADAP KINERJA BATERAI ISI ULANG PANi/H2SO4/PbO2 Chandra Leonardo; Mariah Kartawidjaja; Wahyu Alamsyah; Sahrul Hidayat
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 4 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.724 KB)

Abstract

Polyaniline (PANi) is one of the conductive polymers that have special properties compared to the others. PANi have some advantages included the chemical and physical stability is excellent, redox reaction is reversible, the conductivity is wide range and PANi can be synthesized by chemical or electrochemical method. In this research, we have synthesis PANi by chemical methods and used it as electrodes in rechargeable battery system. The structures of battery system are PANi / H2SO4 / PbO2. PANi has been synthesized from aniline as monomer in the solvent of 1M H2SO4 and using ammonium peroxydisulfate as initiator. The Results of synthesis is brown powder in the form of emeraldine-base. The battery electrode is made from PANi powder by means of dissolved in the n-metilpirrolidinon (NMP) and deposited onto the Al-foil substrate. The cell of rechargeable battery is made from PANi and PbO2 electrode in the electrolyte of H2SO4. The focus of this research is study the battery performance of (PANi / H2SO4 / PbO2) with variations the concentration of electrolyte. The results of this research, we have demonstrated the open voltage of the battery system is about 2.1 Volts. The working voltage of battery is varying from 1.5 Volts to 2 Volt at loading with a constant current of 10 mA until 80 mA. The working voltage of battery is depending to the concentration of electrolyte. The working voltage is decreasing proportional to the lower concentrations of electrolytes. Keywords: Polyaniline (PANi), rechargeable battery, battery performance.
PENGARUH KALSINASI TERHADAP PEMBENTUKAN POROSITAS ARANG AKTIF DARI LIMBAH ECENG GONDOK Otong Nurhilal; Quadrant Barokatus Salam; Sahrul Hidayat; Risdiana Risdiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 10 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.254 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2022.01.FA.02

Abstract

Abstrak Eceng gondok telah digunakan sebagai prekursor arang aktif dengan aktivator H3PO4, KOH dan ZnCl2. Setelah proses aktivasi sampel arang aktif diberikan perlakukan tanpa kalsinasi dan kalsinasi pada temperatur 800 oC selama satu jam pada suasana gas Ar. Masing-masing sampel arang aktif diuji dengan absorpsi N2 pada 77 K untuk mengetahui luas permukaan spesifik, volume total spesifik pori dan jari-jari pori yang terbentuk. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa kalsinasi memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap sifat-sifat arang aktif. Kalsinasi arang aktif dengan aktivator KOH memberikan pengaruh yang paling besar terhadap sifat arang aktif dibandingkan dengan aktivator yang lainnya. Arang aktif dengan aktivator KOH yang dikalsinasi memiliki luas permukaan spesifik 365,62 m2/g, volume total spesifik pori 0,42 cm3/g dan radius pori 2,28 nm. Kata-kata kunci: eceng gondok, arang aktif, karbonisasi, aktivator, kalsinasi Abstract Water hyacinth has been used as a precursor for activated charcoal with H3PO4, KOH and ZnCl2 activators. After the activation process, the activated charcoal samples were treated without calcination and calcination at a temperature of 800 oC for one hour in an Ar gas atmosphere. Each sample of activated charcoal was characterized by N2 absorption at 77 K to determine the specific surface area, specific total pore volume and pore radius formed. From the test results, it was found that the calcination had a very significant effect on the properties of activated charcoal. Calcination of activated charcoal with KOH activator has the greatest effect on the properties of activated charcoal compared to other activators. Activated charcoal with KOH activator which was calcined had a specific surface area of 365.62 m2/g, a specific total pore volume of 0.42 cm3/g and a pore radius of 2.28 nm. Keywords: water hyacinth, activated charcoal, carbonization, activator, calcination
Application of Hybrid Polymer as Laser Devices Based on 2D Grating with Square Structure Sahrul Hidayat; Fitrilawati Fitrilawati; Ayi Bahtiar; Rustam Eefendi Siregar; Rahmat Hidayat; M Ozaki
Indonesian Journal of Physics Vol 21 No 3 (2010): Vol. 21 No. 3, July 2010
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.999 KB) | DOI: 10.5614/itb.ijp.2010.21.3.4

Abstract

Two dimensional gratings have been fabricated by laser interference method on hybrid polymer films doped with 4-dicyanmethylene-2-methyl-6-(p-dimethyl-aminostyryl)-4H-Pyran (DCM). The gel precursor of hybrid polymer was synthesized by sol-gel route using 3-(trimethoxysilyl)-propyl-methacrylate (TMSPMA). The film was exposed by laser interference of Nd-YAG laser yield square lattice of 2D-grating with periodicities 391 nm and 405 nm. The characteristic of lasing was investigated using strip-line excitation light of second harmonic generation (SHG) of Nd-YAG laser (λ = 532 nm). The lasing wavelengths are observed at (588 nm ± 2) and (606 nm ± 2 nm) for grating period of 391 nm and 405 nm, respectively. The spectral width of lasing is about 2 nm at pumping power 6.6 mJ/pulse.cm2.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT KARBON/SULFUR DARI KARBON BERPORI DARI ECENG GONDOK UNTUK KATODA BATERAI LITIUM-SULFUR Otong Nurhilal; Quadrant Barokatus Salam; Sahrul Hidayat; Risdiana Risdiana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 11 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/03.1101.FA02

Abstract

Abstrak Limbah dan gulma biomassa bisa dimanfaatkan sebagai matrik karbon pada baterai litium sulphur. Baterai litium-sulfur memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan energi listrik selain baterai litium-ion karena memiliki kapasitas teoritis dan energi spesifk yang lebih tinggi dan biaya produksi yang lebih rendah. Namun, baterai ini memiliki kelemahan, yaitu, konduktivitas sulphur yang rendah, kelarutan poli-sulfida yang tinggi selama proses pengisian-pengosongan dan perubahan volume setelah mengalami lithiasi sempurna. Untuk mengatasi beberapa kelemahan ini, diperlukan matrik untuk sulfur yang memiliki konduktivitas tinggi, luas permukaan spesifik yang besar dan kemampuan untuk mengikat polisulfida yang terbentuk selama proses redoks. Salah satu matrik yang sering digunakan adalah karbon berpori. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan karbon berpori dari eceng gondok dengan suhu karbonisasi 600 oC yang diaktivasi dengan ZnCl2 30%. Selanjutnya karbon berpori tersebut dibuat sebagai komposit dengan sulfur. Komposit karbon/sulphur selanjutnya digunakan sebagai katoda baterai dengan anoda dari litium. Hasil karakterisasi karbon berpori dan komposit katoda karbon/sulfur diperoleh beberapa parameter, antara lain luas permukaan spesifik karbon berpori 642,39 m2/g, konduktivitas karbon berpori adalah 3,93 S/m, kandungan sulfur pada komposit katoda karbon/sulfur 58% dan konduktivitas komposit karbon/sulfur 2,24x10-2 S/m. Kandungan sulphur pada elektroda sebesar 6,0 mg/cm2. Hasil pengukuran elektrokimia sel baterai diperoleh kapasitas pengisian dan pengosongan masing-masing sebesar 395,8 mAh/g dan 315 mAh/g. Pengisian dan pengosongan ulang dilakukan hingga 50 siklus dengan kapasitas pengisian dan pengosongan stabil pada rentang 110-119 mAh/g dan 66-70 mAh/g dengan efisiensi coulomb rata-rata 70,2%. Kata-kata kunci: baterai litium-sulfur, eceng gondok, kapasitas, karbon berpori, sulfur Abstract Waste and weed biomass can be used as a carbon matrix in lithium sulfur batteries. Litium-sulfur batteries have the potential to meet the demand for electrical energy storage other than lithium-ion batteries because they have higher theoretical and specific energy capacities and lower production costs. However, this battery has disadvantages, namely, low sulfur conductivity, high poly-sulfide solubility during the charge-discharge process and volume changes after complete lithiation. To overcome some of these drawbacks, a matrix for sulfur is required which has high conductivity, large specific surface area and the ability to bind polysulfides formed during the redox process. One matrix that is often used is porous carbon. In this research, the manufacture of porous carbon from water hyacinth with a carbonization temperature of 600 oC has been carried out which is activated with 30% ZnCl2. Furthermore, the porous carbon is made as a composite with sulfur. The carbon/sulphur composite is then used as the cathode of the battery with the anode of lithium. The results of the characterization of porous carbon and carbon/sulfur cathode composites obtained several parameters, including a specific porous carbon surface area of ​​642.39 m2/g, the conductivity of porous carbon was 3.93 S/m, the sulfur content of the carbon/sulfur cathode composite was 58% and the conductivity of the carbon/sulfur composite is 2.24x10-2 S/m. The sulfur content in the electrode is 6.0 mg/cm2. The results of the electrochemical measurements of the battery cells obtained that the charging and discharging capacities were 395.8 mAh/g and 315 mAh/g, respectively. Charging and discharging is carried out up to 50 cycles with stable charge and discharge capacities in the range of 110-119 mAh/g and 66-70 mAh/g with an average coulomb efficiency of 70.2%. Keywords: lithium-sulfur battery, water hyacinth, capacity, porous carbon, sulfur
PENGARUH SUHU SINTERING TERHADAP PENINGKATAN KONDUKTIVITAS LITIUM BESI FOSFAT TERKOMPOSIT KARBON SEBAGAI BAHAN KATODE BATERAI ION LITIUM IMAN RAHAYU; CHRISTI LIAMITA; ATIEK ROSTIKA; R RUSTAMAN; SAHRUL HIDAYAT
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.307 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i02.10954

Abstract

Litium besi fosfat (LiFePO4) merupakan material katode dari baterai ion litium yang memiliki kapasitas teoretik yang cukup tinggi yaitu 170 mAh/g memiliki tegangan stabil  3,5 V dan ramah lingkungan. Namun material ini memiliki kekurangan, yaitu konduktivitas elektronik dan koefisien difusi ion litiumnya yang rendah. Untuk lebih meningkatkan konduktivitas elektroniknya dengan memperkecil ukuran partikel dengan mengoptimalkan kondisi sintesis (prekursor, suhu dan waktu). Pada penelitian ini meningkatkan konduktivitas LiFePO4/C dengan mengoptimalkan suhu sintering. LiFePO4/C disintesis dengan sintesis kimia padat dari prekursor LiH2PO4, Fe2O3, dan karbon dengan variasi suhu sintering 800oC, 850oC, 870oC, dan 900oC. Hasil penelitian menunjukkan, dari data XRD dapat diidentifikasi sampel dengan suhu sintering 850oC, 870oC, dan 900oC sebagai LiFePO4/C dengan bentuk kristal ortorombik. LiFePO4/C dengan suhu sintering 870oC memiliki kapasitas spesifik yang lebih baik sebesar 17,6 mAh.
SINTESIS POLIANILIN DAN KARAKTERISTIK KINERJANYA SEBAGAI ANODA PADA SISTEM BATERAI ASAM SULFAT SAHRUL HIDAYAT; CHANDRA LEONARDO, MARIAH KARTAWIDJAJA, WAHYU ALAMSYAH, IMAN RAHAYU
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.262 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i01.9415

Abstract

Polianilin (PANi) merupakan salah satu polimer konduktif yang memiliki sifat unggul dibandingkan polimer konduktif lainnya. Keunggulan tersebut diantaranya adalah stabilitas kimia dan fisikanya sangat baik, reaksi redoksnya bersifat reversibel, memiliki rentang konduktivitas yang lebar dan dapat disintesis dengan metode elektrokimia ataupun kimia. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis PANi dengan metode kimia dan mengaplikasikannya sebagai elektroda pada sistem baterai isi ulang PANi/H2SO4/PbO2. PANi disintesis dari monomer anilin di dalam pelarut 1M H2SO4 dengan menggunakan inisiator amonium peroksidisulfat. Hasil dari sintesis secara kimia diperoleh serbuk PANi dalam bentuk basa emeraldin dengan warna coklat kehitaman. Serbuk PANi selanjutnya dibuat menjadi elektroda dengan cara dilarutkan di dalam n-metilpirrolidinon (NMP) dan dideposisikan di atas substrat aluminium foil. Elektroda PANi selanjutnya dipasangkan dengan PbO2 membentuk sistem baterai isi ulang dengan elektrolit H2SO4. Kajian yang dilakukan adalah menguji kinerja baterai PANi/H2SO4/PbO2 terhadap variasi konsentrasi elektrolit. Hasil pengujian menunjukkan tegangan terbuka sistem baterai tersebut adalah 2,1 Volt. Tegangan kerja baterai bervariasi dari 1,5 Volt sampai 2 Volt pada pembebanan dengan arus konstan sekitar 10 mA sampai 80 mA. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa semakin rendah konsentasi elektrolit maka semakin kecil rentang dari tegangan kerja baterai tersebut.
DESAIN LVDT SEBAGAI TRANSDUCER PENGUKUR TEBAL FILM TIPIS JAJAT YUDA MINDARA; SAHRUL HIDAYAT; NORMAN SYAKIR; WAHYU ALAMASYAH
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.181 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i01.11147

Abstract

Linier Variable Deference Transformer (LVDT) adalah salah satu transducer yang dapat digunakan untuk pengukuran tebal profil film tipis menggunakan metode Stylus-Elektromekanis. Untuk menerapkan metoda tersebut diperlukan suatu instrumentasi yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.Perangkat keras akan mengolah fluktuasi sinyal analog akibat gerak stylus  diatas sampel film tipis  yang dikopel pada ferit sebagai inti transducer LVDT, kemudian mengubahnya menjadi sinyal digital. Selanjutnya sinyal digital ini direkam ke dalam komputer melalui fasilitas akusisi data. Perangkat keras dirancang berdasarkan domain waktu.Perangkat lunak dirancang untuk melakukan akusisi data, mengolahnya, berikut intepretasi kuantitatifnya. Oleh karenanya sistem instrumentasi pengukur tebal profil film tipis ini dibuat dilengkapi pula dengan berbagai submenu yang diperlukan, sehingga seluruh proses mulai dari akusisi data sampai dengan intepretasinya dapat dilakukan secara bersamaan.Sensitivitas dari pengukuran bergantung dari parameter geometri tarnsducer LVDT yaitu, panjang dan luas penampang  kumparan, jumlah lilitan, karakteristik osilator eksitasi  dan stylus. Dalam riset ini, didesain untuk sensitifitas  optimalnya 2,5mV/1,5mm. Alternatif untuk meningkatkan sensitivitas  yaitu merubah panjang kumparan menjadi 1-mm, dengan ini akan didapat sensitivitas optimal  2,5 mV/0,5mm. Cara ini masih terus diuji coba.
Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Gas CO berbasis Nirkabel RF untuk Pemantauan Kondisi Pencemaran Udara Sri Suryaningsih; Jajat Yuda Mindara; Sahrul Hidayat; Irmha Chaerunnisa
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.676 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10905

Abstract

Pencemaran gas karbon monoksida sebagai gas buang menigkat setiap tahun seiring dengan penigkatan jumlah pengguna kendaraan bermotor. Karbon monoksida memberi dampak yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia bahkan berujung kematian. Pada penelitian ini telah diciptakan sebuah alat ukur gas CO dengan menggunakan sensor gas CO MQ-9 guna mendeteksi dan mengukur konsentrasi gas CO di udara. Perangkat ini menggunakan teknologi nirkabel RF sehingga dapat digunakan dari jarak jauh dan tidak membahayakan peneliti dari menghirup gas. Pengujian awal dilakukan dengan membandingkan besaran nilai yang dihasilkan alat ini dengan gas CO berkonsentrasi 0 – 1000 ppm. Dari hasil pengujian tersebut didapat tingkat kesalahan kalibrasi sebesar 22,83%. Perangkat yang telah dikalibrasi kemudian diuji di lokasi yang berbeda untuk mendeteksi dan mengukur jumlah gas CO di lokasi tersebut. Hasil pengujian di beberapa lokasi, didapat data konsentrasi gas CO sebesar 1,89 ppm pada daerah yang tidak berpotensi adanya polusi dan 103,35 ppm pada daerah yang berpotensi adanya polusi.
Karakteristik Anoda Baterai Lithium-Ion yang dibuat dengan Metoda Spraying Berbasis Binder CMC Ida Farida Antika; Sahrul Hidayat
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.931 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i2.23073

Abstract

Baterai Lithium-ion merupakan salah satu jenis baterai sekunder yang umum digunakan pada perangkat portable karena keunggulan yang dimilikinya, yaitu siklus hidup yang panjang dan densitas energi yang tinggi. Performa baterai Li-ion ditentukan oleh kualitas elektrodanya. Kualitas elektroda dapat ditingkatkan dengan penambahan binder yang berfungsi untuk mempertahankan struktur fisik elektroda. Salah satu jenis binder yang dapat digunakan adalah Carboxymethyl Cellulose (CMC). CMC memiliki karakteristik yang baik sebagai perekat namun memiliki sifat listrik yang buruk karena isolator. Untuk mengatasi hal tersebut, elektroda dibuat dalam bentuk komposit dengan menambahkan bahan konduktif. Pada penelitian ini telah dibuat anoda baterai Li-ion berbasis binder CMC dengan variasi bahan konduktif berupa Acetylene black (AB) dan Karbon (C), dan variasi ketebalan film yang didapatkan dari banyaknya larutan anoda yang terdeposisi pada substrat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai konduktivitas terbesar yaitu 6,781×103 S/m dimiliki oleh film anoda komposit Grafit/AB/CMC dengan ketebalan film 0,200 mm. Sedangkan kapasitas terbesar dimiliki oleh film anoda komposit Grafit/AB/CMC ketebalan 0,422 mm. Namun yang memiliki stabilitas terbaik adalah film anoda komposit Grafit/C/CMC ketebalan 0,369 mm yang dapat mencapai hingga 1525 siklus pengujian cyclic voltammetry
Study of Chemical Structure and Electrical Properties of Nitrogen-Doped Activated Carbon from Candlenut Shell (Aleurites Moluccana) Sahrul Hidayat; Sarifah Mudaim; Risdiana -
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.677 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v6i2.41015

Abstract

Li-Sulfur batteries have a high theoretical energy density of 1300 Ah/kg which is about 3 times of commercial lithium ion batteries today. It has several problem in application, especially low electrical conductivity (5x10-30 S/cm) and the swelled volume  during the charge/discharge process due to the formation of polysulfide. The solution of this problem is binded the Sulfur particles in porous carbon host. Binder Carbon/Sulfur will increase electrical conductivity while preventing swell the volume of Sulfur during the charge/discharge. In this paper, the nitrogen doped of activated carbon from candlenut shell was investigated for host material of carbon. The chemical structure and electrical conductivity of activated carbon doped nitrogen was studied. The synthesis of activated carbon was carried out by the pyrolysis process at 700°C and then activated by impregnation process for 24 hours using KOH as activator. The pyrolysis process is followed by nitrogen doped using NH3 as a source of nitrogen. The weight ratio of carbon and NH3 is 1:3 using 10% and 25% of NH3 concentrations. The sample was then heated in a furnace at 850°C for 3 hours. The results of BET characterization can be determined the surface area of activated carbon from candlenut shell around 681 m2/g. The process of nitrogen doping of activated carbon has been carried out successfully proved by the presence of C-N functional groups through FTIR analysis. Based on the results of SEM-EDX analysis, the nitrogen content in activated carbon is around 0.52% and 0.34% for NH3 concentration of 25% and 10% respectively. The electrical conductivity of nitrogen doped activated carbon is around 2,31 x 102 S/cm and 2,03 x 102 S/cm for NH3 concentration of 25% and 10% respectively.
Co-Authors Afdal Sayhudin Agusman, Ridho Aini Nurul Akbar, Yuma Akhmad Wasiur Rizki Akihiko Fujii Akihiko Fujii Amalia, Lufinda Annisa Aprilia Annisa Wijayati Aprillia Nan Sabbit Hakim Aris Munandar Aryani Nurul Huda Asdianti Asdianti Asep Zulkifli Achmad Aswad Hi Saad Aswad Hi Saad Atiek Rostika Atiek Rostika Noviyanti Atiek Rostika, Atiek Ayi Bahtiar Azka, Muhamad Fauzan Bandiyah Sri Aprillia Cahyadi Setiawan Cecep Kusmana Chandra Leonardo CHANDRA LEONARDO, MARIAH KARTAWIDJAJA, WAHYU ALAMSYAH, IMAN RAHAYU CHRISTI LIAMITA Christi Liamita, Christi Dadan Sumiarsa Danang Nugroho David - - Dea Nurul Lutfia Diana Rakhmawaty Eddy Divino Wibowo , Josua Elisabet, Mona Emilianus Eo Kutu Goo Faisal Abid Fajar Adam Maulana Fauzi, Jidan Ferry Faizal Fitrilawati Fitrilawati Furqon, Zidan Hanipah, Iip Haq, Syifa Arinal Herman Herman Herman Herman Ida Farida Antika Iman Rahayu Iman Rahayu Hidayati Soesanto Indrayani, Melly Indri Lestari Irmha Chaerunnisa IRMHA CHAERUNNISA, IRMHA Jajat Y. Mindara JAJAT YUDA MINDARA Jajat Yuda Mindara Jajat Yuda Mindara JAJAT YUDA MINDARA, JAJAT Kusumawati, Lia Lailatul Fitria, Nurul Jannah Laily Alindra, Afridha Liu Kin Men Lusi Safriani M Ozaki Madina Putri Maharani Mafalda Marzon Mariah Kartawidjaja Mariah Kartawidjaja MARIAH KARTAWIDJAJA, WAHYU ALAMSYAH, IMAN RAHAYU, Chandra Leonardo, MARIAH KARTAWIDJAJA, Masanori Ozaki Masanori Ozaki MAULANA, FARIZ PRAMUDIA Maulida, Rosda Moh.Jufriyanto Nana Suryana Naziha, Putri Fasya Nelci Elvida Klega Nilam, Putri Nuri NORMAN SYAKIR Norman Syakir Norman Syakir Norman Syakir, Norman Noto Susanto Gultom Nurfalah, Silmi Nurhaliza, Adinda Puspa Nurul Halimah Otong Nurhilal P. Dewi, Aisyah Pertiwi, Rika Putri Pina Pitriana Pina Pitriana Pintia Deviana Auliansyah Putri Aprilia Mulyani Putri Maulana, Amelia PUTRIYANI, MITA Quadrant Barokatus Salam Quadrant Barokatus Salam Qulsum, Kirana R Rustaman, R Rahma Dini Barkah Rahmah, Dewi Anisa Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Rahmat Hidayat Ramadhoan A' Rachman , Fauzi Rany Miranti Rany Miranti Revi Regina Rhesti Nurlina Suhanto Risdiana - Risdiana Risdiana RISDIANA RISDIANA Rizqa Mardhiah Rosmana, Primanita Sholihah Rosmelia, Farah Rukiah Rukiah Rustam Eefendi Siregar Rustaman Rustaman Ryan Irmansyah Ryan Irmansyah Sadam, Sadam Salsabillah , Fadia Sarifah Mudaim Setianto Setianto Simanjuntak, Mayer Siregar, R.E Siti Annisa Lesmana Siti Nur Kholifah Siti Robiah Aldawiyah Sofyan Iskandar, Sofyan Sri Amelia Sri Suryaningsih Sugandi, Adinda A. Nur Supriyanto Supriyanto Syafiul Anam syifa nabila TATI NURHAYATI TRADILA, ARRYAN MUHABBY IZZAN Vini Febrianty WAHYU ALAMASYAH Wahyu Alamsyah Wahyu Alamsyah Wahyu Alamsyah Wahyu Alamsyah WAHYU ALAMSYAH, WAHYU Wahyu Wardana, Muhammad Widiyanta Gomulya Widiyanta Gomulya Wina Mustikaati YULIASARI, FITRI Yusliani Julein Wole