Angka kematian ibu di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan yang serius, salah satunya disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan yang berisiko berkembang menjadi preeklamsia dan eklampsia. Upaya pencegahan efektif perlu difokuskan pada edukasi mengenai deteksi dini, pencegahan, dan penanganan awal hipertensi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan edukasi hipertensi di Puskesmas Sawangan, Kota Depok, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan media edukasi yang lebih efektif. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, terdiri dari tenaga kesehatan dan ibu hamil, pada Mei–Juni 2025. Analisis tematik menghasilkan lima tema utama: kesenjangan informasi, peran tenaga kesehatan sebagai sumber pengetahuan, keterbatasan pemanfaatan media edukasi, variasi sikap ibu hamil dalam merespons edukasi, serta kurangnya monitoring pascaedukasi yang menyebabkan keberlanjutan pengetahuan tidak optimal. Hasil penelitian merekomendasikan pengembangan media edukasi inovatif, seperti grup WhatsApp, leaflet, dan video dengan bahasa sederhana, serta penerapan model edukasi terpadu yang mengombinasikan metode digital dan tatap muka. Edukasi hipertensi di Puskesmas Sawangan masih menghadapi kendala, tetapi berpotensi ditingkatkan melalui strategi media edukasi yang adaptif dan integratif.