p-Index From 2021 - 2026
7.502
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia NUTRIRE DIAITA Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia UNEJ e-Proceeding JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Public Health of Indonesia Indonesian Journal of Artificial Intelligence and Data Mining Jurnal Ilmiah Bidan Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Jurnal Manajemen Informatika Jurnal Kesehatan Indonesia Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Health Information : Jurnal Penelitian PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Ners Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Health Sains Jurnal Kesehatan Tambusai J-REMI : Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan MAHESA : Malahayati Health Student Journal Health Publica : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Impresi Indonesia International Journal of Science and Society (IJSOC) Malcom: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Jurnal Sosial dan Sains Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS) International Journal of Health and Information System (IJHIS) Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Al Makki Health Informatics Journal E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH

KETEPATAN PENGODEAN DIAGNOSIS TURBERKULOSIS DI RSUD KOTA TANGERANG Darmawan, Lusiana; Temesvari, Nauri Anggita; Hosizah, Hosizah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i4.2313

Abstract

Abstract: Disease coding is one of the important things in providing health information. Coding is used to code diseases according to WHO regulations regarding diagnosis codes consisting of letters and numbers, thereby facilitating the disease reporting process. Coding relies heavily on the clarity of the diagnosis written by the doctor to provide quality information. Inaccuracy of the codes given during the coding process will affect the hospital's reporting activities and decision making. The aim of this research is to determine the relationship between the clarity of writing a diagnosis and the accuracy of coding a diagnosis of tuberculosis at the Tangerang City Regional Hospital. This type of research is quantitative research using a cross sectional research design. The sample consisted of 72 inpatient medical records of tuberculosis patients using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out using univariate analysis and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results of the study showed that the clarity of writing a clear diagnosis was 49 (68.1%) and the writing of a tuberculosis diagnosis was unclear in 23 (31.9%) of the inpatient medical records of tuberculosis patients. Meanwhile, the accuracy of coding a diagnosis of tuberculosis was 38 (52.8%), and the accuracy of coding an incorrect diagnosis was 34 (47.2%) from 72 medical records. The p-Value = 0.000 (0.000<0.05) so that there is a significant relationship between the clarity of writing a diagnosis and the accuracy of coding a diagnosis of tuberculosis. Keywords: Clarity, Coding Accuracy, Tuberculosis Abstrak: Pengodean penyakit merupakan satu diantara hal penting dalam penyediaan informasi kesehatan. Pengodean digunakan untuk memberi kode penyakit sesuai aturan WHO tentang kode diagnosis yang terdiri dari huruf angka sehingga memudahkan proses pelaporan penyakit. Pengodean sangat bergantung pada kejelasan penulisan diagnosis yang ditulis dokter guna menyediakan informasi yang berkualiktas. Ketidaktepatan kode yang diberikan pada proses pengodean akan berpengaruh terhadap legiatan pembuatan pelaporan dan pengambilan keputusan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejelasan penulisan diagnosis dengan ketepatan pengodean diagnosis penyakit tuberkulosis di RSUD Kota Tangerang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Sampel terdiri dari 72 rekam medis rawat inap pasien tuberkulosis dengan teknik pengambilan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejelasan penulisan diagnosis yang jelas sebanyak 49 (68,1%) dan penulisan diagnosis tuberkulosis yang tidak jelas sebanyak 23 (31,9%) rekam medis rawat inap pasien tuberkulosis. Sedangkan ketepatan pengodean diagnosis penyakit tuberkulosis sebanyak 38 (52,8%), dan ketepatan pengodean diagnosis yang tidak tepat sebanyak 34 (47,2%) dari 72 rekam medis. Nilai p-Value = 0,000 (0,000<0,05) sehingga ada hubungan bermaksa antara kejelasan penulisan diagnosis dengan ketepatan pengodean diagnosis penyakit tuberkulosis. Kata kunci: Kejelasan, Ketepatan Pengodean, Tuberkulosis 
PENGARUH AKURASI KODING TERHADAP HASIL PENGAJUAN KLAIM RAWAT INAP BPJS KESEHATAN DI RS SENTRA MEDIKA CIBINONG Lestari, Jayanti; Muchlis, Husni Abdul; Hosizah, Hosizah; Temesvari, Nauri Anggita
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2798

Abstract

Abstract: Claim files that are returned / pending can result in a decrease in hospital income due to a mismatch in service costs with the number of claims billed. The results of submitting inpatient claims at Sentra Medika Cibinong Hospital in September-November 2023 were 327 (10%) pending files out of 3,250 files billed. The purpose of the study was to determine the effect of coding accuracy on the results of submitting BPJS Health inpatient claims. With a quantitative approach and cross sectional design. The population was all inpatient claim files, a sample of 300 claim files with the Accidental Sampling technique. Data analysis using chi square test and observation data collection. The results showed inaccurate coding files 116 (38.7%) and accurate coding 184 (61.3%) and pending files 49 (16.3%) and not pending 251 (83.7%). While the results of the chi square test obtained a P-value of 0.002 <0.05 OR value of 2.733 It was concluded that there was an influence between coding accuracy on the results of submitting BPJS Health inpatient claims at Sentra Medika Cibinong Hospital. Furthermore, inaccurate coding accuracy files are 2.7 times more likely to be pending than accurate files. Accurate coding files were pending 20 (10.9%) and not pending 164 (89.1%), inaccurate coding files were pending 29 (25%) and not pending 87 (75%). Suggestions for conducting regular evaluations of cases that have the potential to experience pending claims. Keyword: Coding Accuracy, Submission Results, Pending Claims Abstrak: Berkas klaim yang dikembalikan/pending dapat mengakibatkan penurunan pendapatan rumah sakit akibat ketidaksesuaian biaya layanan dengan jumlah klaim yang ditagihkan. Hasil pengajuan klaim rawat inap di RS Sentra Medika Cibinong pada bulan September–November 2023 Sebanyak 327 (10%) berkas pending dari 3.250 berkas yang ditagihkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh akurasi koding terhadap hasil pengajuan klaim rawat inap BPJS Kesehatan. Dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Populasi seluruh berkas klaim rawat inap pada bulan Maret 2024, sampel 300 berkas klaim dengan teknik Accidental Sampling. Analisa data menggunakan uji chi square dan pengumpulan data observasi. Hasil penelitian menunjukan berkas koding tidak akurat 116 (38,7%) dan koding akurat 184 (61,3%) serta berkas terpending 49 (16,3%) dan tidak terpending 251 (83,7%). Sedangkan hasil uji chi square diperoleh nilai P-value 0,002 < 0,05 nilai OR 2,733 Maka disimpulkan ada pengaruh antara akurasi koding terhadap hasil pengajuan klaim rawat inap BPJS Kesehatan di RS Sentra Medika Cibinong. Selanjutnya berkas akurasi koding tidak akurat berpeluang 2,7 kali akan terpending dibandingkan berkas yang akurat. Berkas koding akurat yang terpending 20 (10,9%) dan tidak terpending 164 (89,1%), berkas koding tidak akurat yang terpending 29 (25%) dan tidak terpending 87(75%). Saran melakukan evaluasi secara berkala terhadap kasus yang berpotensi mengalami pending klaim. Kata kunci: Akurasi Koding; Hasil Pengajuan; Pending Klaim
HUBUNGAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS DAN TINDAKAN DENGAN BESARAN TARIF INA-CBGS KASUS DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD ANUTAPURA PALU Yusnaeni, Yusnaeni; Muchlis, Husni Abdul; Hosizah, Hosizah; Qomarania, Witri Uama
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i1.2827

Abstract

Abstract: The accuracy of the diagnosis and action codes is related to the amount of INA-CBG costs that will be claimed. Initial observation results showed that of the 31 claim files there were 17 (54.8%) with inaccurate codes. This study aims to determine the relationship between the accuracy of diagnosis codes and actions with the INA-CBGs rates for type II DM cases at Anutapura Regional Hospital, Palu, in January – August. This type of research is quantitative research with a cross sectional research design. The population size was 387 and the sample size was 79 claim files using a simple random sampling technique. Data collection was carried out through document review of inpatient claim files and INA-CBGs rates. Data analysis using the Chi-Square test. The research results from 79 claim files contained 25 (31.6%) inaccurate diagnosis with inaccurate INA-CBGs rates. The results of the Chi-Square test by looking at the Fisher's exact test value show that there is a relationship between the accuracy of the diagnosis code and the action and the INA CBG's rates for type II DM cases at Anutapura Regional Hospital with a p-value of 0.04 < 0.05 and an OR value = 3.811 This means that the accuracy of the diagnosis and action codes has a 3.811 chance of producing the correct INA-CBGS rate. It is hoped that coders will be more careful in assigning accurate codes according to ICD-10 and ICD-9 rules in order to produce the correct INA-CBGs rates. Keyword: Accuracy Of Diagnosis and Action Codes, ICD-10 and ICD-9 Coding, INA-CBGs Rates Abstrak: Keakuratan kode diagnosis dan tindakan berhubungan dengan besaran tarif biaya INA-CBGs yang akan diklaim. Hasil observasi awal menunjukkan dari 31 berkas klaim terdapat 17 (54.8%) dengan kode yang tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keakuratan kode dengan besaran tarif INA-CBGs kasus DM tipe II di RSUD Anutapura Palu pada bulan Januari – Agustus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Besar populasi sebanyak 387 dan besar sampel sebanyak 79 berkas klaim dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen terhadap berkas klaim rawat inap dan besaran tarif INA-CBGs. Analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian dari 79 berkas klaim terdapat 25 (31.6%) kode diagnosis dan tindakan yang tidak akurat dengan tarif INA-CBGs yang tidak tepat. Hasil uji Chi-Square dengan melihat nilai fisher’s exact test menunjukkan ada hubungan antara keakuratan kode diagnosis dan tindakan dengan besaran tarif INA CBG’s kasus DM tipe II di RSUD Anutapura dengan nilai p-value sebesar 0,04 < 0,05 dan nilai OR=3,811 artinya keakuratan kode diagnosis dan tindakan mempunyai peluang 3,811 kali menghasilkan tarif INA-CBGS yang tepat. Diharapkan petugas koder lebih teliti dalam menetapkan kode yang akurat sesuai aturan ICD-10 dan ICD-9 agar dapat menghasilkan tarif INA-CBGs yang tepat. Kata kunci: Keakuratan Kode Diagnosis dan Tindakan, Pengkodean ICD-10 dan ICD-9, Tarif INA-CBGs
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN (PMIK) DI DPD PORMIKI DKI JAKARTA Salsabilla, Jihan Saskia; Qomarania, Witri Zuama; Hosizah, Hosizah; Pertiwi, Tria Saras
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3066

Abstract

Abstract: Performance plays an important role in healthcare services, but challenges such as lack of work motivation due to high workloads, time pressure, minimal recognition, limited career development, and lack of supervisor support can reduce motivation and impact the performance of medical recorders.The purpose of this research is to determine the effect of work motivation on the performance of Medical Recorders and Health Information (PMIK) at the DPD PORMIKI DKI Jakarta.The type of research used is quantitative research employing a cross-sectional design.From a total of 2,011 PMIK members, 95 respondents were selected using the quota sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression tests.The results of the analysis using simple linear regression show that there is an influence between the work motivation variable and the performance variable of Medical Recorders and Health Information (PMIK) at DPD PORMIKI DKI Jakarta, with a significance value (P-value) of 0.000 (<0.05), and the obtained regression equation is Y = 9.773 + 0.389X. Keywords: Work Motivation, Performance, Medical Record and Health Information                  Officers (PMIK) Abstrak: Kinerja memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, namun tantangan seperti kurangnya motivasi kerja akibat beban kerja tinggi, tekanan waktu, minimnya pengakuan, terbatasnya pengembangan karier, serta kurangnya dukungan atasan dapat menurunkan motivasi dan berdampak pada kinerja perekam medis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) di DPD PORMIKI DKI Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Dari total  2.011 anggota PMIK didapatkan 95 responden yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis dengan regresi linear sederhana, dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh antara variabel motivasi kerja dengan variabel kinerja Perekam Medis dan  Informasi  Kesehatan (PMIK) di DPD PORMIKI DKI Jakarta dengan nilai signifikansi P-value 0,000 (<0.05), dengan persamaan regresi yang didapatkan yaitu Y= 9.773 + 0.389X. Kata kunci: Motivasi Kerja, Kinerja, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK)  
OPTIMALISASI MANAJEMEN INDIKATOR PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR MELALUI SISTEM INFORMASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI Aryani, Desi; Hosizah, Hosizah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4269

Abstract

Abstract:Regional General Hospital Palembang BARI has implementedtheRegulationoftheMinisterofHealthNumber 82 of 2013 concerningthe Hospital ManagementInformation System (SIMRS) known as SIMARS. In itsimplementation, theinformationsystem has not beenabletoprovideaccurateand real-timebedusageindicators. This study aimstooptimizethemanagementofbedusageindicatorsthroughtheinformationsystemat Palembang BARI Regional Hospital. The typeofqualitativeresearchusingthe FAST (FrameworkfortheApplication System Thinking) methodwasconducted in August 2024 - September 2024. Data collectionwascarriedoutthroughinterviews, observations, anddocumentreviewsaccordingtothestagesofthe FAST method, including: Scopedefinition, Problem Analysis, RequirementAnalysis, Logical Design, DecisionAnalysis, Physical Design andConstructionand Testing. Ofthe 3,366 manual SHRIs, thereis a differencebetween SHRI SIMARS of 427 or 12.69%, thehighest in theclass 3 generalcareroom, thisisbecausenurseshave not routinelyentered SHRI into SIMARS duetotheabsenceof a Standard OperatingProcedure (SOP) forfilling in SHRI in SIMARS. In accordancewiththe SHRI framework, an SOP forfilling in SIMARS isrequired, including 3 actorsconsistingof: Director, PMIK, Nurse. The Directorrequires real-timevisualizationofbedusageindicators in theformof BOR, AvLOS, TOI, BTO, and Barber Johnson graphs.  Keyword:Bed Indicators, Information System, FAST  Abstrak: Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI telah menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan  Nomor 82 tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang dikenal dengan SIMARS. Pada pelaksanaannya sistem informasi tersebut belum mampu menyediakan indikator penggunaan tempat tidur secara akurat dan real time. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen indikator penggunaan tempat tidur melalui sistem informasi di RSUD Palembang BARI. Jenis penelitian kualitatif menggunakan metode FAST (FrameworkfortheApplication System Thinking) dilakukan pada bulan Agustus 2024 -September 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan telaah dokumen sesuai dengan tahapan metode FAST, meliputi: Scopedefinition, Problem Analysis, RequirementAnalysis, Logical Design, DecisionAnalysis, Physical Desain dan Constructionand Testing. Dari 3.366 SHRI manual terdapat selisih antara SHRI SIMARS sebanyak 427 atau12,69% tertinggi pada ruang perawatan umum kelas 3 hal tersebut karena perawat belum melakukan entry SHRI ke dalam SIMARS secara rutin yang disebabkan belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) pengisian SHRI dalam SIMARS. Sesuai kerangka kerja SHRI maka diperlukan  SOP pengisian dalam SIMARS meliputi 3 aktor terdiri dari: Direktur, PMIK, Perawat. Direktur membutuhkan visualisasi secara real time indikator penggunaan tempat tidur berupa BOR, AvLOS, TOI, BTO, dan grafik barber johnson.  Kata kunci: Indikator Tempat Tidur, Sistem Informasi, FAST    
PENGARUH KEPERCAYAAN PASIEN RAWAT JALAN PADA PELAYANAN DOKTER TERHADAP MINAT KUNJUNGAN ULANG DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI Meo, maria Hiasinta; Seiswati, Siswati; Hosizah, Hosizah; Temesvari, Nauri Anggita
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4645

Abstract

Abstract: Hospitals are required to minimize errors made by medical and non-medical staff to build patient trust in the services provided. Data show that patient visits at Jakarta Islamic Hospital Pondok Kopi from January to August 2023 reached 36,188 with an average of 4,523 visits per month, with the lowest number recorded in April 2023. This study aims to describe the influence of outpatient trust in doctors services on their interest in repeat visits. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 100 non-BPJS outpatients at the Outpatient Unit, with data collected through questionnaires. Data were analyzed using a Simple Logistic Regression test. The findings indicate that patients trust doctors services and are interested in returning for subsequent visits. Bivariate analysis revealed that outpatient trust in doctors services simultaneously had a significant effect on repeat visit interest, as shown by the wald test result (f count 11.170 > f table 1.984467) with a significance level of 0.001 < 0.05. Thus, patient trust plays a crucial role in fostering loyalty through repeat visits at Jakarta Islamic Hospital Pondok Kopi.Keyword: Patient Trust, Doctor Services, Repeat Visits, Hospital, OutpatientAbstrak: Rumah sakit dituntut untuk meminimalkan kesalahan tenaga medis maupun nonmedis agar tercipta kepercayaan pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Data menunjukkan kunjungan pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi pada JanuariAgustus 2023 sebanyak 36.188 orang dengan rata-rata 4.523 kunjungan per bulan, di mana angka terendah terjadi pada April 2023. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengaruh kepercayaan pasien rawat jalan terhadap pelayanan dokter dalam meningkatkan minat kunjungan ulang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 100 responden pasien non-BPJS di Unit Rawat Jalan, dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan uji Regresi Logistik Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien menaruh kepercayaan pada pelayanan dokter dan berminat melakukan kunjungan ulang. Analisis bivariat mengungkapkan kepercayaan pasien secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan ulang, dibuktikan dengan hasil uji wald (f hitung 11.170 > f tabel 1.984467) pada tingkat signifikansi 0.001 < 0.05. Dengan demikian, kepercayaan pasien menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas melalui kunjungan ulang di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.Kata kunci: Kepercayaan Pasien, Pelayanan Dokter, Minat Kunjungan Ulang, Rumah Sakit, Rawat Jalan
STUDI BENEFIT REALIZATION REKAM MEDIS ELEKTRONIK DALAM ASPEK AKSES INFORMASI PASIEN ramadhani, Rizky; Hosizah, Hosizah; Atmojowati, Fitria
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4638

Abstract

Abstract: Electronic medical records (EMR) provide numerous benefits, particularly in terms of patient information access. This study was conducted to evaluate the benefits of EMR implementation at RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, focusing on the aspect of patient information access. This quantitative study was conducted in January-February 2025, involving 10 physicians experienced with manual and electronic medical records, selected using a purposive sampling method. Data analysis in this study used the Wilcoxon test with an alpha value of 5%. The results showed that EMR implementation significantly improved ease of access, completeness, and accuracy of information, as well as efficiency of search time and time to fill out medical records. Specifically, the ease of access score increased significantly (p = 0.005) <0.05, with the average score increasing from 4.40 to 9.00 after EMR implementation. The Wilcoxon test also showed significant improvements in information completeness (p = 0.005) < 0.05 and accuracy (p = 0.007) < 0.05, with most respondents reporting higher scores after the implementation of RME. Furthermore, the duration of information searches and medical record completion decreased significantly (p = 0.008) < 0.05. However, issues such as unstable networks and complex interfaces need to be addressed. This study concluded that RME provides significant clinical benefits in patient information access; however, improvements in infrastructure and interfaces are needed for optimization. Keyword: Electronic Medical Records, Information Access, Benefit Realization Abstrak: Rekam medis elektronik (RME) memberikan banyak manfaat, khususnya dalam hal akses informasi pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi manfaat dari penerapan RME di RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dengan fokus pada aspek akses informasi pasien. Penelitian kuantitatif ini dilakukan pada Januari-Februari 2025, melibatkan 10 dokter yang berpengalaman dengan rekam medis manual dan elektronik, dipilih dengan metode purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai alfa sebesar 5%. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan RME secara signifikan meningkatkan kemudahan akses, kelengkapan, dan akurasi informasi, serta efisiensi waktu pencarian dan waktu pengisian rekam medis. Secara spesifik, skor kemudahan akses meningkat signifikan (p = 0,005) < 0,05, dengan skor rata-rata naik dari 4,40 menjadi 9,00 setelah penerapan RME. Uji Wilcoxon juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam kelengkapan informasi (p = 0,005) < 0,05 dan akurasi (p = 0,007) < 0,05, dengan sebagian besar responden melaporkan skor yang lebih tinggi setelah penerapan RME. Selain itu, durasi pencarian informasi dan pengisian rekam medis menurun secara signifikan (p = 0,008) < 0,05. Meskipun demikian, masalah seperti jaringan yang tidak stabil dan antarmuka yang rumit perlu diatasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa RME memberikan manfaat klinis signifikan dalam akses informasi pasien; namun, perbaikan infrastruktur dan antarmuka diperlukan untuk optimalisasi. Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, Akses Informasi, Benefit Realization 
PERANCANGAN USER INTERFACE DIGITALISASI ANALISIS KELENGKAPAN REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING DI RSUD PALEMBANG BARI Yuliani, Dian; Kurniawati, Anastasia Cyntia Dewi; Hosizah, Hosizah; Ichwan, Arief
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3053

Abstract

Abstract: The mandatory of Electronic Medical Records (EMR) in Indonesia encourages Health Information Recorders (HIMs) to find the best solution to maintain the quality of EMR. Although EMR has been implemented, the electronic system in hospitals does not have enough features for effective quality assurance, resulting in difficulties for HIMs in quantitative and qualitative analysis. Based on KMK HK.01.07/Menkes/1128/2022 on Hospital Accreditation Standards, if the electronic system does not support service quality assurance operations, system development is required. This study aims to design a User Interface (UI) for digitizing the completeness analysis of Medical Records (MR). The method used is design thinking with five UI principles (proximity, similarity, continuity, figure and background and common fate). Design testing using heuristic evaluation by five evaluators. The result was a UI with features of MR completeness analysis, notification, MR completeness analysis report and activity log. The three highest heuristic principles were Help and Documentation score 2.80 (major), Recognition Rather Than Recall score 2.20 (minor) and Help Users Recognize, Diagnose and Recover from Errors score 1.60 (minor). These principles have been improved according to the evaluator's recommendations. It is recommended to improve the UI to achieve a score of 0 (no problem). Keyword: Heuristic Evaluation, Medical Record Completeness Analysis, User Interface Abstrak: Kewajiban Rekam Medis Elektronik (RME) di Indonesia mendorong para Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) mencari solusi terbaik untuk menjaga kualitas RME. Meskipun RME telah diterapkan, sistem elektronik di Rumah Sakit (RS) belum memiliki fitur yang cukup untuk penjaminan mutu yang efektif, mengakibatkan PMIK kesulitan dalam analisis kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan KMK HK.01.07/Menkes/1128/2022 tentang Standar Akreditasi RS, bila sistem elektronik tidak mendukung operasional penjaminan mutu pelayanan, pengembangan sistem diperlukan. Penelitian ini bertujuan merancang User Interface (UI) digitalisasi analisis kelengkapan Rekam Medis (RM). Metode yang digunakan adalah design thinking dengan lima prinsip UI (proximity, similarity, continuity, figure and background dan common fate). Pengujian desain menggunakan evaluasi heuristik oleh lima evaluator. Hasil penelitian adalah UI dengan fitur analisis kelengkapan RM, notification, report analisis kelengkapan RM dan log aktivitas. Diperoleh tiga prinsip heuristik tertinggi yakni Help and Documentation skor 2,80 (major), Recognition Rather Than Recall skor 2,20 (minor) dan Help Users Recognize, Diagnose and Recover from Errors skor 1,60 (minor). Prinsip-prinsip tersebut telah diperbaiki sesuai rekomendasi evaluator. Disarankan untuk menyempurnakan UI guna mencapai skor 0 (no problem). Kata Kunci: Analisis Kelengkapan Rekam Medis, Evaluasi Heuristik, User Interface  
PENGARUH MOTIVASI DAN PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PEMILIHAN PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN DI UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA Sihombing, Apriliana; Hosizah, Hosizah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5086

Abstract

Abstract: The Health Information Management Study Program at Esa Unggul University, Jakarta, has been around for quite a long time, but public interest in choosing this study program has not yet met the expected target. This study aims to determine the influence of student motivation and perception on the selection of the Health Information Management Study Program at Esa Unggul University, Jakarta. The study was conducted from June to August 2022. The type of research was observational with a quantitative analytical approach using a cross-sectional design. The population was 241 with a sample size of 71 students taken by simple random sampling. Data collection was carried out through a questionnaire with a Likert scale, and analyzed using multiple linear regression. Of the 71 respondents, it was found that 84% were mostly female, 33.8% were aged between 21-23 years with a high school/equivalent education, and 33.8% came from DKI Jakarta. The selection of the Health Information Management Study Program at Esa Unggul University, Jakarta, was influenced by perception (0.442) and motivation (0.354). The results of multiple linear regression showed that there was a significant influence between motivation and perception on the Selection of the Health Information Management Study Program at Esa Unggul University Jakarta (p-value 0.000 <0.05) with the equation Selection of MIK Study Program = 7.167 + 0.354 (Motivation) + 0.442 (Perception). The selection of MIK Study Program was influenced by motivation and perception by 39.9%, the rest was other variables. Keyword: Selection, Motivation, Perception Abstrak: Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan di Universitas Esa Unggul Jakarta sudah cukup lama, namun minat masyarakat untuk memilih program studi tersebut belum sesuai dengan target yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh motivasi dan persepsi mahasiswa terhadap Pemilihan Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan di Universitas Esa Unggul Jakarta. Penelitian dilakukan pada Juni - Agustus 2022. Jenis penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif analitik menggunakan desain cross sectional.  Populasi sebanyak 241 dengan besar sampel 71 mahasiswa yang diambil secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala likert, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Dari 71 responden diketahui bahwa 84% Sebagian besar berjenis kelamin perempuan, 33,8% berusia antara 21-23 tahun dengan Pendidikan terakhir SMA/Sederajat serta 33,8 % berasal dari DKI Jakarta. Pemilihan Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan di Universitas Esa Unggul Jakarta dipengaruhi oleh persepsi 0,442 dan motivasi 0,354. Hasil regresi linier berganda diperoleh bahwa ada pengaruh signifikan antara motivasi dan persepsi terhadap Pemilihan Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan di Universitas Esa Unggul Jakarta (p-value 0,000<0,05) dengan persamaan Pemilihan Prodi MIK =  7,167 + 0,354 (Motivasi) + 0,442 (Persepsi). Pemilihan Prodi MIK dipengaruhi oleh motivasi dan persepsi sebesar 39,9%, sisanya variabel lain. Kata kunci: Pemilihan, Motivasi, Persepsi 
Co-Authors Agustin, Karisna Agustin Agustina, Sri Jumiati Alumni STIKES Husada Borneo Amanda Ambarwati AMELIA FEBRIANA, AMELIA Andani, Evi Andry Aris Susanto Atmojowati, Fitria Azza, Azizatul Basuki Hari Darmawan, Lusiana Dedy Kurniawan desi aryani Dewi, Sukmala Duta Liana Endang Titi Amrihati, Endang Titi Fachmi Tamzil Febriyana, Vira Firdayana Firdayana Fitrisia, Gita Hari Basuki Harna, Harna Hera Adrianti Herey, Peter Herliza Husni HILHAMI, HILHAMI Husni Abdul Muchlis Husni, Herliza Ichwan, Arief Ichwani, Arief Irmawan, - Jayanti Aswinasih Julianti, Anissa Julita D. L. Nainggolan JUS’AT, IDRUS Kholida Syiah Nasution Krismawati, Dewi Kuntoro Kuntoro Kuntoro Kuntoro Kurniawati, Anastasia Cyntia Dewi Larasati , Dhiar Niken Latumapina, Stella Florence Imanuela Lazuardy, Achmad Sirri Lepong, Maria Lestari, Jayanti Lisda Novilia Marzo, Roy Rillera Mauren Michaela, Sarah Meo, maria Hiasinta Michaela, Sarah Mauren Mulyo Wiharto Munggaran, Rahayu Putri Mustikawati, Intan Silviana Muzdalifah, Ifah Nanda Dina Cahya Nisa Rafilda Khafidah Novi Mulyani Putri Nungky Nurkasih Kendrastuti Nurhasanah, Raden Nurmalasari, Mieke Oktavianti, Putri Panutun, Satria Bagus Peter Herey Purwanti, Amalia Indah Puspita, Kori Putri, Tacyah Kholifah Qomarania, Witri Uama Rafidah, Arlien Rona Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Danisa Ocha Rahmayani, Kamila Zainab Ramadhani, Rizky Ramdhan, Yanuar RATNA INDRAWATI Resia Perwirani Rina Anindita Rina Mutiara Rina Mutiara, Rina Rina Yuliana Rischa Zahra Bellanisa Rosida, Putri Lailatul Rubina, Tirzhana Jean Rusman Efendi Salsabilla, Jihan Saskia Salshabila, Andini Dwi Saqil Ahmad Saragih, Pestaria Seiswati, Siswati Sella Yossiant Selviani, Selviani Sihombing, Apriliana Silalahi, Rani Gartika Holivia Siswati Sri Rahayu STIKES Husada Borneo Sulistianingsih Sulistianingsih Sunarti Sutanto, Imam Tamzil, Fachmi Temesvari, Nauri Anggita Tita Ardianti Tria Saras Pertiwi Umi Khoirun Nisak Wahyuni, Fatia Fiqri Widjaja, Lily Widodo, Agus Widodo Witri Zuama Qomarania Wittri, Zalipa Yani Haida Shanti Yati Maryati Yoga Utomo Yulia, Noor Yuliani, Dian Yunita Fauzia A. Yunita Fitri Widiyawati Yusnaeni Yusnaeni, Yusnaeni Zuama, Witri